Jumat, 20 Mei 2016

Mengaji “Kitab Hijau” untuk Selamatkan Lingkungan

Jakarta, Fans Gus Dur. Dedikasi Tuan Guru Haji (Tgh) Hasanain Djuaini, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain, Narmada, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) patut dicontoh. Disela-sela memberikan pengajian kitab kuning, ia juga mengaji “kitab hijau” atau menanam untuk menyelamatkan lingkungan.



Mengaji “Kitab Hijau” untuk Selamatkan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengaji “Kitab Hijau” untuk Selamatkan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengaji “Kitab Hijau” untuk Selamatkan Lingkungan

Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama NTB ini sangat resah dengan kondisi masyarakatnya yang terperosok dalam lembah buta huruf, angka putus sekolah yang tinggi, tingkat partisipasi perempuan yang rendah dan lingkungan yang kurang tergarap dan tandus. “Apa kalian mau tetap selamanya miskin?” tanyanya kepada para jamaahnya.

Baginya, membumikan masyarakat madani harus diwujudkan melalui karya nyata yang terpadu. Ia mengintegrasikan dunia pendidikan, konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan mediasi konflik. Kini, perbukitan madani yang tandus dan gersang seluas 30 hektar telah disulap menjadi lembah hijau.

Fans Gus Dur

Penanaman pohon, selain bisa menyelamatkan lingkungan, memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Berdasarkan perhitungannya, menanam 1 pohon Mahoni dalam sepuluh tahun akan bernilai 1 juta. Jika tanah seluas satu hektar ditanami seribu pohon, maka dalam sepuluh tahun akan menghasilkan 1 milyar.

Fans Gus Dur

Katakanlah, jika keuntungan dihitung 500 juta per hektar selama 10 tahun, 580 ribu hektar lahan terlantar di NTB jika ditanami akan menghasilkan 290 trilyun rupiah atau 29 trilyun per tahun.

“Kita memang bisa bangkit, tinggal waktunya kapan?” katanya memberi keyakinan dalam acara penyerahan Maarif Award, dimana ia merupakan salah satu penerimanya, Selasa (3/5) malam.

Dalam ajaran agama, pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada dalam genggaman bangsa ini sudah menjadi kewajiban. “Dari sisi keimanan, ini mengandung risiko ‘kufur nikmat’ jika kita tidak memakmurkan alam ini,” tandasnya.

Perhatiannya pada alam dan lingkungan sekitarnya diinspirasi oleh kawan seperjuangannya di padang kritis, Dr Muhammad Ali, salah seorang ilmuwan lulusan Jepang.

Di negeri matahari terbit itu, Muhammad Ali mengetahui profesornya yang ahli biologi mengembangkan sebuah bakteri penghancur sampah yang nantinya bisa membuat Jepang sesubur Indonesia dalam 10 tahun mendatang. Jika Jepang berusaha memakmurkan alamnya, Indonesia yang dianugerahi kesuburan malah menerlantarkannya.

“Pondok pesantren di seluruh Indonesia, disela-sela 360 hari dalam setahun membuka kitab kuning, mengapa kita tidak menyisihkan satu atau beberapa hari untuk membuka ‘kitab hijau’ untuk menanam,” ajaknya.

Upaya penyelamatan lingkungan yang sekarang menjadi program global akibat perubahan iklim dunia ini juga akan semakin nyata jika para pelajar dan mahasiswa Indonesia sama-sama menanam 5 pohon dalam setahun atau menyumbang 10 bibit setiap ulang tahun.

Ia juga mengusulkan para provider HP agar menyisihkan satu rupiah per SMS untuk dana pembibitan pohon, penanaman pohon oleh para pengantin, termasuk melibatkan para bankir untuk mendukung proyek raksasa dengan keuntungan melimpah ini.

“Manfaatkan lahan tidur, itulah salah satu kaki kemakmuran yang dijanjikan” tandasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Bahtsul Masail, AlaNu Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock