Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Jakarta, Fans Gus Dur?

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menggelar istighotsah buruh dan konferensi press terkait dengan peringatan hari Buruh pada 1 Mei 2017, di gedung DPP Sarbumusi, Jalan Raden Saleh 1 No. 4 Kenari Senen Jakarta, (30/04).?

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Dalam konpres tersebut, Sarbumusi mengajukan enam tuntutan, yaitu, menolak revisi UU nomor 13 tahun 2003 di tahun politik, menolak revisi UU nomor 21 tahun 2000, menolak dan melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap para aktifis buruh dan pekerja, menolak politik upah murah, tegakkan hukum dengan tegas terhadap semua kasus-kasus ketenagakerjaan, serta menolak tenaga kerja asing (TKA) tanpa keahlian.

Sekjen DPP Sarbumusi Eko Darwanto menjelaskan kondisi buruh belum beranjak dari berbagai kasus yang belum terselesaikan. Saat ini buruh masih dianggap sebagai bagian dari proses produksi yang bisa diberhentikan kapan saja. Banyak buruh belum mendapatkan hak-haknya.

"Para pengusaha harus mempunyai kesepakatan kerjasama yang baik," ungkap Eko Darwanto.

Fans Gus Dur

"Isu tahun ini yang akan dibawa adalah ingin menjadikan kemitrakerjaan secara sentral," lanjut Eko.

Masih dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Sarbumusi ingin berlakukan sentralisasi ketenagakerjaan dengan menolak otonomi ketenagakerjaan sehingga pengelolaan ketenagakerjaan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, AlaNu Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Fans Gus Dur. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Fans Gus Dur

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Doa, Kyai Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

Bandung, Fans Gus Dur - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Bimbingan Tes (Bimtes) sebagai bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa baru yang hendak mengikuti tes masuk melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri.

Sedikitnya 245 calon mahasiswa baru mengikuti Bimtes ini di SMK KIfayatul Akhyar Cibiru, Bandung, Jawa Barat, 28-29 Juni 2016. Menurut Ketua Pelaksana Farhan mengatakan, agenda ini diadakan sebagai kepedulian terhadap mahasiswa baru yang sedang bingung menghadapi testing.

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

“Bimtes ini seperti apa yang dikatakan Soekarno ketika berangkat tanpa persiapan maka siap-siap pulang tanpa penghormatan,” ujar Farhan.

Senada dengan Farhan, Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Agus Taufik Habibie mengatakan bahwa calon mahasiswa baru (camaba) perlu dibimbing dan diberikan arahan sebab mereka berasal dari berbagai daerah yang jauh.

Fans Gus Dur

“Nantinya calon mahasiswa baru ini tidak terlalu gagap dan kaget melihat soal-soal, karena bukan dari Aliyah saja, ada yang dari SMK, STM sangat perlu bimbingan dari PMII,” ujar Habibi.

Habibi pun menambahkan bahwa camaba bukan hanya diberikan kisi-kisi mengenai materi-materi yang akan diujikan tetapi bimtes PMII ini pun memberikan materi tentang keislaman dan keindonesia yang memuat nilai perdamaian dan toleransi.

Fans Gus Dur

“Kami juga tidak hanya bimbingan, try out dan testing saja, tapi kami menyelundupkan ajaran bersifat adem, damai dan toleran serta memperkenalkan juga (apa itu) PMII,” ujarnya.

Fasilitator bimtes ini didatangkan dari alumni PMII, kalangan profesional dan dosen UIN Sunan Gunung Djati. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Jombang, Fans Gus Dur

Kondisi bersih dan sehat menjadi keharusan di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya agar para santri, pengasuh, dan seluruh keluarga besar pondok pesantren hidup dalam suasana dan keadaan yang sehat. Lalu apa saja indikator atau tanda pondok pesantren yang sehat?

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Wakil Ketua LK PBNU Zulfikar As’ad atau yang acap disapa Gus Ufik, menjelaskan indikator pesantren yang sehat terdiri dari indikator utama dan indikator tambahan.

“Yang termasuk indikator utama adalah seluruh keluarga pondok pesantren terbiasa makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, dan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penyakit,” terang Gus Ufik di depan peserta Lokakarya “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Pesantren Sehat” di Pondok Pesantren Darul Ulum, Sabtu (19/11) akhir pekan kemarin.

Fans Gus Dur

Gus Ufik menambahkan aktivitas fisik yang dimaksud bisa berbentuk olah raga, jalan kaki, maupun kegiatan sehari-hari seperti menyapu.

“Aktivitas fisik tidak harus dilakukan lama-lama dalam sekali kegiatan. Bisa lima belas atau tiga puluh menit sekali beraktivitas, tapi dilakukan secara rutin,” terangnya.

Fans Gus Dur

Adapun indikator tambahan terkait kepada bersihnya lingkungan pesantren yang meliputi udara, sampah, saluran air, air minum, mandi cuci kakus (MCK), ventilasi, dan pencahayaan.

“Selain itu pesantren yang sehat juga menyediakan kawasan tanpa merokok, pusat promosi kesehatan, dan adanya pos kesehatan pesantren (Poskestren),” kata pria yang juga? Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU).

Pesantren sehat menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal ini selaras dengan program LK PBNU yang bertanggungjawab menjalankan kebijakan PBNU di bidang kesehatan dan melaksanakan fungsi pembinaan pada Lembaga Kesehatan di tingkat Pengurus Wilayah.

Germas, kata Gus Ufik, dicanangkan pada 15 November 2016 oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI di Yogyakarta. Pencanangan Germas atas prakarsa Presiden RI dan merupakan wujud gerakan revolusi mental bidang kesehatan untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan perilaku tidak sehat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Nahdlatul Ulama, AlaNu Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

Jombang, Fans Gus Dur. Setelah menjalani masa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) selama beberapa hari, para kader mengikuti prosesi bai’at atau pengambilan sumpah setia.

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

PKPNU di Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung ditutup, Senin (9/3) dini hari. Setelah digembleng dengan sejumlah informasi, antara lain mengenai potensi, kelebihan, kelemahan dan tantangan NU masa mendatang, para kader diharapkan dapat menjadi pionir bagi perjalanan NU ke depan.

Hal tersebut antara lain yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik saat memberikan pengarahan pada penutupan PKPNU di Jombang itu.

Fans Gus Dur

Di hadapan 48 peserta, KH Masyhuri Malik kembali mengingatkan bahwa para ulama khususnya pendiri NU telah berjuang menyelamatkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para ulama juga telah mewariskan ajaran Islam yang bisa diterapkan di tanah air. “Menjaga dan mengawal NKRI adalah sama dengan menjaga keberadaan NU,” tandasnya.

Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali para peserta memegang teguh apa yang telah diwariskan para pendiri jam’iyah ini. “Dan menjaga warisan para ulama tersebut bisa dilakukan dengan menjadi pengurus formal NU ataupun sebagai anggota biasa,” terangnya.

Fans Gus Dur

Kiai Masyhuri berpesan kepada peserta yang tidak hanya berasal dari Jombang, juga Kediri, Lamongan, Nganjuk serta Gresik ini untuk terus menjaga soliditas serta senantiasa berkhidmat kepada NU. Bentuknya bisa dengan berperan aktif dalam kegiatan di komunitas setempat atau bersinergi dengan kepengurusan yang ada.

Syamsul Rijal dari PCNU Jombang menandaskan bahwa menjadi peserta PKPNU adalah kesempatan yang istimewa. “Karenanya mohon usai mengikuti kegiatan ini, sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan sebagai program nyata dapat segera dilakukan,” katanya.

Intensitas komunikasi juga hendaknya dapat dilakukan sesama angkatan pelatihan baik mereka yang berdomisili di Jombang serta kota lain, lanjutnya.

Penutupan PKPNU dilakukan dengan pengukuhan dan bai’at atau pengambilan sumpah setia yang diikuti oleh seluruh peserta. Bai’at dipimpin langsung oleh KH Masyhuri Malik didampingi dua instruktur kaderisasi dari PBNU H Abdul Mun’im DZ dan Amir Ma’ruf. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Olahraga, Meme Islam Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

Mataram, Fans Gus Dur. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat menggelar Yasinan dan Tahillan Kemerdekaan Ke-70 Republik Indonesia dengan tema "Bersama Pelajar Kita Wujudkan Islam Nusatara yang Ramah bukan Pemarah" di Aula Kantor PWNU NTB Jln Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis (20/8)

Agenda ini dimulai dari shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, tahillan, doa, kemudian arahan dari beberapa alumni IPNU yang hadir. Puluhan? pengurus baru IPNU NTB tampak antusias mengikuti acara ini.

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

"Acara seperti ini insyaallah akan kita lakukan minimal satu kali sebulan, di samping juga kita laksanakan program kaderisasi formal maupun nonformal yang sesuai dengan PO? IPNU," kata Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB dalam pengantarnya.

Fans Gus Dur

Lebih lanjut, menurut Syamsul, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim dan kebersamaan sesama pengurus, dan juga cara pihaknya merayakan Kemerdekaan RI yang kini sudah mencapai usia ke-70 tahun.

"Kalau lembaga pendidikan formal dan instansi pemerintah melaksnakaan apel bendera dan sejenisnya maka kita di pimpinan wilayah (IPNU) merayakannya dengan cara yasinan, karena di sejumlah Pimpnan Komisariat (IPNU) yang ada di sekolah atau madrasah mereka melakukan apel bendera, bahkan ada PK yang merangkai acaranya dengan cara menggelar berbagai macam lomba," terangnya.

Fans Gus Dur

?

Lebih jauh, dia mengingatkan tentang bagaimana perjuangan para pendahulu dalam meraih kemerdekaan hingga kini bangsa Indonesia menuai hasilnya. “Oleh karena itu, kata syamsul, mari kita doakan bersama para pejuang, dan juga para tokoh-tokoh NU yang telah berkorban nyawa sekalipun dalam mempertahan bangsa. NU tetap jaya dengan prinsipnya dan juga bangsa Indoensia aman dari segala ancaman apapun yang membuat kita semua merugi,” harapnya.

Selain pengurus IPNU, tampak hadir Ketua PW GP Ansor NTB Suab Quri, dan wakil ketuanya, Akhdiansyah Yonqi dan Husni Abidin, Ketua PC GP Ansor Kota Mataram Hasan Basri. Mereka diberikan waktu sekitar 7-10 menit untuk berbicara seputar IPNU dan sejarah perjalalan IPNU selama ada IPNU di NTB. Ketua PW IPPNU NTB Bq. Maisyarah juga tampak hadir dalam kesempatan itu. (Idim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, AlaNu, Amalan Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus

Kudus, Fans Gus Dur - Mengawali peringatan satu abad Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus, ribuan santri mengikuti kegiatan Ziarah Muassis dan Masyayikh Madrasah Qudsiyyah di kompleks makam Menara dan Krapyak Kudus, Sabtu (2/4) pagi. Mereka mengawali rangkaian ziarahnya di makam Pendiri Madrasah Qudsiyyah KHR Asnawi Kudus di kompleks makam Menara Kudus.

Ziarah dilanjutkan di makam masyayikh Qudsiyyah seperti alm KH Yahya Arif, KH Maruf Asnawi, KH Noor Yasin Djalil, KH Mahfudz Noor di Makam Krapyak Kudus.

Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus

Kegiatan Ziarah Muassis dan Masyayikh Qudsiyyah dipimpin langsung oleh Al-Mudirul Am Madrasah Qudsiyyah KH Noor Halim Maruf dan juga diikuti oleh kiai, guru, santri, dan alumni Qudsiyyah.

Sekretaris panitia Dr Abdul Jalil mengatakan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan pembuka atas rangkaian kegiatan satu abad Qudsiyyah.

Fans Gus Dur

"Mengawali seluruh ragkaian satu abad Qudsiyyah, seluruh siswa, guru, dan alumni ziarah ke muassis (pendiri) dan masyayikh (para sesepuh) di kompleks makam kangjeng Sunan Kudus," ujarnya.

Lebih lanjut, jelas Jalil, kegiatan ini merupakan bentuk kelanjutan dakwah KHR Asnawi Kudus. "Acara ini dimaksudkan untuk menyambungkan spirit perjuangan dan pembelajaran antargenerasi," tandasnya.

Fans Gus Dur

Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus merupakan madrasah salaf yang didirikan oleh KHR Asnawi Kudus, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dari Kudus. Madrasah ini resmi berdiri pada tahun 1337 H. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock