Sabtu, 27 Agustus 2016

Santri MUDI Aceh ini Sebarkan Ilmu Dayah di Australia

Banda Aceh,Fans Gus Dur. Pesantren Ma’had Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesra Samalanga, Aceh, telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di mana-mana. Bahkan, tidak jarang di antara mereka yang berhijrah untuk mengembangkan ilmu di luar negeri.

Santri MUDI Aceh ini Sebarkan Ilmu Dayah di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri MUDI Aceh ini Sebarkan Ilmu Dayah di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri MUDI Aceh ini Sebarkan Ilmu Dayah di Australia

Sebut saja nama Tgk Chalidin Yakoeb yang mendirikan lembaga Ashabul Kahfi Islamic Center di Australia, Tgk Muslem Panton di Malaysia, dan beberapa alumni lainnya yang tersebar di berbagai negara seperti Yaman, Mesir, dan Saudi Arabia.

Kiprah para alumni MUDI di luar negeri telah menjadi suatu kebanggaan bagi lembaga MUDI sendiri dan dayah di Aceh pada umumnya.

Fans Gus Dur

Di antara sekian banyak para alumni yang saat ini berada di luar negeri adalah Tgk Muis Shadiqin. Ia meninggalkan MUDI pada tahun 2010 dan berhijrah ke Australia. Di sana, ia menetap di kota Pert, tepatnya di Western Australia.

Selain belajar di Polythecnic Western Australia, di lain waktu juga bekerja di Pabrik Jason Windows dengan gaji belasan juta per bulan. Bahkan, sekarang telah berstatus kewarganegaran Australia.

Fans Gus Dur

Sebagai seorang alumni dayah MUDI, Tgk Muis tentunya tidak melupakan tugas pokok yang diamanatkan pimpinan, yaitu menyebarkan ilmu. Di sana, putra Bambong Sigli ini telah terbiasa menjadi imam, mengisi ceramah, dan pengajian di beberapa tempat di Australia. Bahkan saat berada di Sidney, Tgk Muis ditunjuk sebagai imam utama untuk memimpin shalat tarawih di sana.

Selama di MUDI, beliau telah banyak mendapatkan ilmu, bimbingan dari para guru hingga duduk di kelas 7. Di  MUDI-lah ia ditempa untuk benar-benar menjadi seseorang yang mapan dan menguasai ilmu ilmu agama.

Tgk Muis mengungkapkan, dulu, sebelum berangkat ke Australia, sempat minder dengan almamater dayah yang saya gunakan, “Karena bagi sebagian orang, dayah dianggap kolot, ketinggalan zaman, dan berbagai penilaian miring lainnya.”

Tetapi, tambah dia, ketika sudah di Asutralia rasanya ingin kembali lagi ke MUDI untuk menggali lebih banyak ilmu, “karena apa yang diajarkan di MUDI sangat sesuai dengan kebutuhan zaman dan dapat menjawab problamatika di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Setelah beberapa tahun berada di Australia, Tgk Muis sangat rindu dengan suasana dayah yang telah lama ditinggalkannya. Ia masih begitu ingat dengan suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang terbentuk dalam kamar nomor 10 lantai dua Mabna AL-Fath.

Tetapi, apa boleh buat, jaraknya yang begitu jauh membuat beliau tidak sempat lagi merasakan nuansa kekeluargaan bersama kawan-kawan di dayah. Walaupun demikian, Tgk Muis selalu mengikuti perkembangan dayah MUDI melalui jejaring sosial dan media online. Ia berharap MUDI terus jaya dan dapat terus melahirkan kader-kader ulama. (Iqbal Jalil/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock