Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil

Jam’iyah Nahdlatul Ulama, khususnya kalangan pesantren telah meletakkan pondasi kuat, baik dalam memperjuangkan kemerdekaan, merancang dasar negara, dan meneguhkan eksistensi kebhinnekaan bangsa Indonesia. Namun, eskalasi gerakan intoleran yang bersumber organisasi-organisasi dengan membawa misi paham transnasional kian menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan persatuan bangsa.

Hal itu termasuk salah satu problem pelik yang seolah organisasinya saat ini ‘dibiarkan’ oleh yang empunya kebijakan. NU dana warganya seolah-olah hanya menjadi pemadam kebakaran saja. Problem pelik lainnya yaitu percaturan politik yang saat tereduksi kepentingan pribadi bahkan tak segan-segan menjual agama untuk mencapai syahwat politiknya. Belum lagi kesenjangan ekonomi yang saat ini semakin menganga antara si kaya dan si miskin, problem, kesejahteraan, dan lain sebagainya.

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil

Menyikapi problem krusial tersebut, para ulama khos NU menggalang pemikiran dan gerakan nyata di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah pada 16 Maret 2017 lalu. Sebanyak 99 Ulama Khos tersebut merajut sumber daya, baik tenaga dan pikiran untuk mencari jalan terbaik bagi kelangsungan hidup bangsa ini menuju kemajuan dan keberadaban dalam bingkai keberagaman.

Majalah Risalah NU edisi April-Mei 2017 ini mengangkat secara khusus laporan terkait majelis ulama khos tersebut. Selain sajian informasi menarik lain dalam setiap rubrik, Risalah menyajikan taushiyah-taushiyah khusus dari para ulama khos NU seperti KH Maimoen Zubair, KH Tolchah Hasan, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Ma’ruf Amin, KH Dimyati Rois, KH Said Aqil Siroj, KH Nawawi Abdul Jalil, TGH Turmudzi Badruddin, KH Sanusi Baco, KH Abuya Muhtadi Dimyati, KH TK Bagindo M. Letter, dan kiai-kiai khos lain.

Meskipun persoalan yang dibahas adalah masalah-masalah serius, namun para kiai mampu membungkus kegiatan yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini dengan situasi santai dan penuh dengan ger-geran. Artinya, para kiai NU yang sedari dulu terkenal dengan berbagai macam humornya ini berusaha tetap cair sehingga jalan keluar yang diharapkan dari problem-problem bangsa pun dapat mengalir deras.

Fans Gus Dur

Dari pertemuan ini, para kiai khos dari seluruh penjuru Nusantara menghasilkan Risalah Sarang. Risalah yang berisi lima poin pemikiran sebagai jalan keluar atas problem-problem bangsa ini didahului dengan mengangkat beberapa poin inti yang terdapat dalam Qonun Asasi NU yang ditulis oleh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Pendiri NU. Namun tanpa mengurangi rasa hormat, penulis hanya menampilkan kelima poin Risalah Sarang itu, sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

1. Nahdlatul Ulama senantiasa mengawal Pancasila dan NKRI serta keberadaannya tidak dapat bisa dipisahkan dari keberadaan NKRI itu sendiri. Nahdlatul Ulama mengajak seluruh ummat islam dan bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan pemeliharaan negara dengan menjaga sikap moderat dan bijaksana dalam menanggapi berbagai masalah. Toleransi, demokrasi dan terwujudnya akhlakul karimah dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat harus terus diperjuangkan bukan hanya demi keselamatan dan harmoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di Indonesia ini saja, tetapi juga sebagai inspirasi bagi dunia menuju solusi masalah-masalah peradaban yang dihadapi dewasa ini.

2. Lemahnya penegakan hukum dan kesenjangan ekonomi merupakan sumber-sumber utama kegelisahan masyarakat selain masalah-masalah sosial seperti budaya korupsi, rendahnya mutu pendidikan dan sumberdaya manusia, meningkatnya kekerasan dan kemerosotan moral secara umum. Pemerintah diimbau agar menjalankan kebijakan-kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut termasuk dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada yang lemah (afirmatif) seperti reformasi agraria, pajak progresif, pengembangan strategi pembangunan ekonomi yang lebih menjamin pemerataan serta pembangunan hukum ke arah penegakkan hukum yang lebih tegas dan adil dengan tetap menjaga prinsip praduga tak bersalah dalam berbagai kasus yang muncul. Penyelenggaraan negara oleh pemerintah dan unsur-unsur lainnya harus senantiasa selaras dengan tujuan mewujudkan maslahat bagi seluruh rakyat (tasharraful imam manutun bil maslahatirroiyyah).

Fans Gus Dur

3. Perkembangan teknologi informasi, termasuk internet dan media-media sosial, serta peningkatan penggunaannya oleh masyarakat membawa berbagai manfaat seperti sebagai sarana silaturahmi nasrul ilmi taawwun alal birri dan sebagainya, tetapi juga mendatangkan dampak-dampak negatif seperti cepatnya penyebaran fitnah dan seruan seruan kebencian, propaganda radikalisme, pornografi, dan halhal lain yang dapat merusak moral dan kerukunan masyarakat. Pemerintah diimbau untuk mengambil langkah-langkah yang lebih efektif baik dalam mengatasi dampak-dampak negatif tersebut maupun pencegahanpencegahannya. Pada saat yang sama para pemimpin masyarakat dihimbau untuk terus membina dan mendidik masyarakat agar mampu menyikapi informasi-informasi yang tersebar secara lebih cerdas dan bijaksana sehingga terhindar dari dampak-dampak negatif tersebut.

4. Para pemimpin negara, pemimpin masyarakat, temasuk pemimpin Nahdlatul Ulama agar senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dengan senantiasa arif dan bijaksana dalam menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab adil dan amanah dengan menomorsatukan kemaslahatan masyarakat dan NKRI.

5. Para ulama dalam majlis ini mengusulkan diselenggarakannya forum silaturrahmi di antara seluruh elemen-elemen bangsa untuk mencari solusi berbagai permasalahan yang ada, mencari langkah-langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan perkembangan di masa depan serta rekonsiliasi diantara sesama saudara sebangsa. Nahdlatul Ulama diminta untuk mengambil inisiatif bagi terwujudnya forum tersebut.

? ? ? ? ?

Sarang, 16 Maret 2017

Selain liputan khusus tentang Silaturrahim Nasional Alim Ulama Nusantara tersebut, Majalah Risalah NU juga menyajikan berbagai informasi penting terkait Istighotsah Akbar yang diselenggerakan PWNU Jawa Timur pada 9 April 2017 lalu. Majalah gawangan Mustafa Helmy dan kawan-kawan ini juga mengulik secara mendalam terkait program Kredir Usaha Rakyat (KUR) agar lebih memperhatikan potensi sumber daya yang dimiliki NU.

Selain itu, opini juga siap mengisi input para pembaca dari Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini yang mengangkat judul “Menangkal Radikalisme Lewat Dakwah Virtual”. Juga dari Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad yang mengangkat “Moderasi Pemikiran KH Hasyim Muzadi” untuk mengenang kepergian mendiang Ketua Umum PBNU periode 1999-2000 tersebut. Informasi-informasi bergizi bisa dibaca secara langsung dalam Majalah setebal 70 halaman ini. Selamat membaca!

(Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Selasa, 20 Februari 2018

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, Fans Gus Dur. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

Fans Gus Dur

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

Fans Gus Dur

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Fans Gus Dur

Senin, 12 Februari 2018

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi

Pati, Fans Gus Dur. Untuk menumbuhkan semangat kader dalam belajar, berjuang, dan bertaqwa, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pati gelar Harlah dan konsolidasi dengan Pimpinan Komisariat, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPNU se-Kabupaten Pati yang ditempatkan di Gedung PC NU Pati, Jum’at (15/3). ? ?

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi

Kegiatan Konsolidasi ini merupakan kegiatan yang kedua setelah setahun yang lalu juga mengadakan kegiatan yang serupa membentuk FORKAPIK (Forum Komunikasi Antar Komisariat dan Ranting), juga membentuk Koordinator Kawedanan atau Wilayah Pati.?

Namun, ada yang berbeda pertemuan konsolidasi kali ini karena acara ini memberikan penjelasan jalannya organisasi, juga menekankan pada seluruh Pimpinan komisariat, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se- Pati agar berani melakukan papanisasi di sekretariat masing-masing.?

Fans Gus Dur

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Mubarok Ketua PC IPNU Kabupaten Pati.?

“Sebagai Kader NU harus siap belajar, berani berjuang, dan ikhlas bertqwa. Lantas juga harus berani memasang papanisasi di madrasah-madrasah yang sudah terbentuk Komisariat, maupun juga di tingkatan Pimpinan Ranting, Pimpinan Anak Cabang agar lingkungan masyarakat menerima dan mendukung kegiatan IPNU-IPPNU,” tegasnya semangat.?

Fans Gus Dur

Untuk setahun ke depan IPNU-IPPNU Pati mengawal penuh dalam program itu. Sebagai wujud nyata setelah puluhan madrasah di Pati dibentuk komisariat dan ranting-ranting.?

Di kesempatan itu pula Umi Lathifah Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati menyampikan, “Bagi pimpinan komisariat, ranting dan pimpinan anak cabang yang baru, yang belum punya panduan organisasi IPNU-IPPNU yaitu PDPRT dan PPOA, silahkan tulis memo terus bisa diserahkan pada kami,” jelasnnya.?

Lewat kegiatan ini Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Pati berharap sebagai momen pengaktualisasikan diri serta semangat baru untuk membesarkan organisasi kembali sehingga komisariat-komisariat, ranting-ranting yang vakum dan belum berdiri dapat lebih hidup. Melihat luasnya potendi kader di wilayah Kabupaten Pati.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: ? Birri Zamrock?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Lomba, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Sabtu, 03 Februari 2018

IPNU Jateng Usul PBNU Konsolidasikan Penulis dan Wartawan

Semarang, Fans Gus Dur. Melihat dinamika perkembangan media online yang semakin berpengaruh dan mempengaruhi, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah mengusulkan kepada PBNU untuk mengonsolidasikan penulis dan wartawan NU.

Hal tersebut dinyatakan Ketua IPNU Jateng Amir Mustofa Zuhdi melalui sekertarisnya Nahdlatul Ulum, ketika ditemui Fans Gus Dur, Selasa (8/11) di Semarang.

IPNU Jateng Usul PBNU Konsolidasikan Penulis dan Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jateng Usul PBNU Konsolidasikan Penulis dan Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jateng Usul PBNU Konsolidasikan Penulis dan Wartawan

"NU secara sistematis harus mengonsolidasikan penulis, wartawan, sastrawan dan pegiat media NU agar menjadi satu kekuatan yang massif," katanya.

Menurut Ulum, hari ini penulis dan wartawan NU sudah banyak, namun belum terkoordinir secara rapi. "Alangkah baiknya PBNU segera merespon hal ini," imbuhnya.

Fans Gus Dur

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua IPNU Jateng, Ahmad Naufa Khoirul Faizun. Menurutnya, demo 4/11 beberapa waktu lalu adalah bukti kekuatan media, yang sampai hari ini masih terasa efeknya.

"Penulis, jurnalis, wartawan, pegiat media dan sastrawan harus banyak dilibatkan untuk mengangkat pemikiran moderat ulama dan kiai-kiai NU. Jika semuanya di-jamiyyahkan dengan baik, dari yang tua sampai yang muda, wajah media kita akan teduh dan mencerahkan," tuturnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, dewasa ini media online berpengaruh penting terhadap pengakses (user) baik dari segi pemikiran maupun tindakan. Bahkan, kegaduhan dan perang media dari berbagai isu terus terjadi dan tak terkendali.

"Masyarakat kita butuh informasi yang islami, sejuk dan mencerahkan, bukan berisi fitnah, hasutan dan makian," pungkasnya. (Sri Nur Ainingsih/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam

Jakarta, Fans Gus Dur. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU) sedang menggalakkan program kaderisasi ranting NU, yakni kepengurusan NU di tingkat desa atau kelurahan. Program percontohan kaderisasi ranting telah dilakukan dengan melibatkan pengurus tingkat cabang (PCNU) dan diharapkan berlanjut ke sebanyak mungkin ranting (PRNU) seluruh Indonesia.

Ketua PP Lakpesdam NU H Yahya Ma’shum kepada Fans Gus Dur di Jakarta, Senin (16/6) mengatakan, keberadaan organisasi NU harus dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga di tingkat lapis paling bawah, yakni ranting atau jika perlu sampai ke anak ranting.

Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)
Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)

Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam

Dalam rangka meningkatkan peran NU di tingkat ranting atau desa dan kelurahan, maka SDM pengurus ranting harus dipersiapkan. Sementara program di tingkat ranting terdekat yang sudah berjalan bisa menjadi acuan.

Fans Gus Dur

Sebagai motivasi, PP Lakpesdam NU telah menyampaikan beberapa ciri atau indikator kepengurusan NU di tingkat ranting atau tingkat kecamatan (MWCNU) dapat dinilai sehat atau aktif.

Fans Gus Dur

Pertama, pengurus ranting telah terlibat atau bahkan menggerakkan berbagai aktivitas atau tradisi keagamaan di desa atau kelurahan setempat. “Jadi indikator pertama PRNU aktif adalah jika amaliyah NU berjalan,” kata Yahya Ma’shum.

Kedua, pengurus ranting NU telah meningkatkatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Para pengurus juga bisa menghimpung dana dalam bentuk zakat dan infaq dari masyakrat yang dikembalikan untuk keperlan masyarakat setempat. Dalam hal ini peran lembaga di tingkat kabupaten hanya menjadi partner yang menfasilitasi berbagai program di tingkat ranting aau kecamatan.

“Selanjutnya, bagaimana ranting sehat itu dicirikan dengan terjadinya proses kaderisasi secara sederhana melalui berbagai even atau kegiatan. Di dengan melibatkan warga arau anak-anak muda untuk menjadi panitia kegiatan itu sudah merupakan kaderisasi,” kata Yahya.

Indikator selanjutnya, PRNU dinilai aktif apabila pengurus telah telibat dalam kegiatan peningkatkan taraf perekonomian warga yang disesuaikan dengan  kondsi dan kebutuhan warga setempat.

Warga juga harus dikenalkan dengan politik anggaran. “Sekarang desa menjadi pusat perhatian dan alokasi anggaran untuk desa juga cukup besar,” katanya.

Di bidang pendidikan, pengurus NU di tingkat ranting dinilai aktif jika bisa membangun atau menggerakkan pendidikan yang ada, mulai dari PAUD, Taman Pendidikan Al-Quran, atau lembaga pendidikan lain dengan taraf lebih tinggi sesuai kapasistas ranting setempat.

“Yang juga perlu diperhatikan diperhatikan oleh ranting adalah syarat adminitrasi dan managemen keorganisasian. Lalu, kantor atau pusat kegiatan NU minimal ditandai dengan papan nama,” kata Yahya.

“Jadi buat apa NU berkibar di tingkat cabang, kalau di MWC dan ranting tidak,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

 

Ilustrasi: Kantor Pengurus Ranting NU di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, yang juga sekaligus sebagai kantor beberapa badan otonom dan unit usaha NU setempat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Kajian Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme

Pidie, Fans Gus Dur

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kembali melaksanakan dialog pelibatan masyarakat dalam penanggulangan paham radikal dan terorisme di Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie, Kamis (14/4).

Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama dengan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh ini diikuti para dai dari beberapa kabupaten di sekitar Pidie. Sebanyak 200 pesarta menghadiri acara di aula SMK N 2 Kecamatan Sigli, Kabupaten Pidie tersebut.

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme

Ketua FKPT Provinsi Aceh Yusni? Sabi mengatakan, kegiatan kali ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Provinsi Aceh khususnya warga Kabupaten Pidie dalam mewaspadai paham radikal dan terorisme di Aceh.

Fans Gus Dur

Guru Besar UIN Sumatra Utara Syahrin Harahap yang hadir dalam kesempatan itu berpandangan, mempertemukan dai dalam satu forum sangat tepat karena dai merupakan ujung tombak bagi umat Islam dalam memberikan pemahaman agama. Ketika dai menyampaikan ajaran agama yang benar, maka tidak akan ada paham radikal dan terorisme di Aceh.

Fans Gus Dur

Mokhtar, Kepala Dinas Syariat Islam Banda Aceh, menambahkan, perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab semua warga. “Kita harus bersama-sama dalam menghalau berbagai paham radikal dan terorisme di Aceh. Jangan biarkan Paham Radikal melukai dan mengoyak wagra Aceh, mari perkuat silaturahim,” katanya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama sehari, dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pidie M. Iryawan, Direktur Perlindungan BNPT Herwan Chaidir, Masu’d Halimin dari The Nusa Institute, perwakilan Kesbangpol provinsi dan kabupaten.

Wakil Bupati Kabupaten Pidie M. Iryawan berharap kegiatan ini bisa menjaga perdamaian di Aceh dan mencegah secara dini bahaya paham radikal dan terorisme di Kabupaten Pidie secara khusus dan Aceh secara umum.

Tujuan dari kegiatan ini di antaranya adalah peningkatan kapasitas dai dari segi penyusunan materi dakwah yang bernuansa rahmatan li’alamin dan moderat seperti tema persamaan sesama manusia dan ukhuwah insaniyah dan ukhhuwah islamiyah, kemajemukan, perbedaan pendapat, toleransi dan sebagainya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Sholawat, Kyai Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Jombang, Fans Gus Dur

Kondisi bersih dan sehat menjadi keharusan di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya agar para santri, pengasuh, dan seluruh keluarga besar pondok pesantren hidup dalam suasana dan keadaan yang sehat. Lalu apa saja indikator atau tanda pondok pesantren yang sehat?

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Wakil Ketua LK PBNU Zulfikar As’ad atau yang acap disapa Gus Ufik, menjelaskan indikator pesantren yang sehat terdiri dari indikator utama dan indikator tambahan.

“Yang termasuk indikator utama adalah seluruh keluarga pondok pesantren terbiasa makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, dan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penyakit,” terang Gus Ufik di depan peserta Lokakarya “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Pesantren Sehat” di Pondok Pesantren Darul Ulum, Sabtu (19/11) akhir pekan kemarin.

Fans Gus Dur

Gus Ufik menambahkan aktivitas fisik yang dimaksud bisa berbentuk olah raga, jalan kaki, maupun kegiatan sehari-hari seperti menyapu.

“Aktivitas fisik tidak harus dilakukan lama-lama dalam sekali kegiatan. Bisa lima belas atau tiga puluh menit sekali beraktivitas, tapi dilakukan secara rutin,” terangnya.

Fans Gus Dur

Adapun indikator tambahan terkait kepada bersihnya lingkungan pesantren yang meliputi udara, sampah, saluran air, air minum, mandi cuci kakus (MCK), ventilasi, dan pencahayaan.

“Selain itu pesantren yang sehat juga menyediakan kawasan tanpa merokok, pusat promosi kesehatan, dan adanya pos kesehatan pesantren (Poskestren),” kata pria yang juga? Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU).

Pesantren sehat menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal ini selaras dengan program LK PBNU yang bertanggungjawab menjalankan kebijakan PBNU di bidang kesehatan dan melaksanakan fungsi pembinaan pada Lembaga Kesehatan di tingkat Pengurus Wilayah.

Germas, kata Gus Ufik, dicanangkan pada 15 November 2016 oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI di Yogyakarta. Pencanangan Germas atas prakarsa Presiden RI dan merupakan wujud gerakan revolusi mental bidang kesehatan untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan perilaku tidak sehat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Nahdlatul Ulama, AlaNu Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock