Jumat, 15 September 2017

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

Padang, Fans Gus Dur. Warga Nahdlatul Ulama  yang taat mengamalkan ajaran Islam akan melahirkan Negara Indonesia yang kuat. Karena ketika seseorang memperjuangkan Nahdlatul Ulama, maka mereka pun sekaligus turut memperjuangkan  berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, mereka yang berjuang untuk menegakkan NKRI, sekaligus juga memperjuangkan NU.

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

KH Said Aqil Siroj mengungkapkan hal itu pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region II PWNU Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi, Sabtu (30/6/2012) di Diklat Pertanian Sumbar, Padang. 

Menurut Kiai Said, penguatan nilai-nilai NU di berbagai level saat ini dirasakan makin penting. NU yang selalu mengusung Islam berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah selalu tampil dengan prinsip tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar ma’aruf nahi mungkar. NU menganggap tidak ada perang suci atas nama agama. Karena perang itu menghancurkan, kotor dan keji. NU selalu tampil mengajak elemen masyarakat dengan berdialog.

Fans Gus Dur

“Bagi NU, membangun nilai-nilai Islam bukan dengan kekerasan dan perang. Jika ada perbedaan dengan pihak lain, mari kita lakukan dialog. Bukan dengan kekerasan, apalagi dengan perang.  Mari kita bangun dunia ini dengan suasana damai,” ajak Kiai Said.

Fans Gus Dur

Bagi Indonesia yang mayoritas beragama Islam, dimana jamaah NU berkisar 60 – 70 juta jiwa, memiliki peran yang strategis untuk terus membangun Islam yang cinta damai, jauh dari nilai-nilai kekerasan dan radikalisme. Indonesia sebagai pintu gerbang Islam paling timur dan diapit oleh dua negara besar di dunia yang tak suka dengan Islam, yakni RRC dan Australia. Dengan kondisi tersebut, NU harus selalu tampil sebagai kekuatan Islam yang rahmatan lil alamin, jauh dari tindakan kekerasan atas nama agama dan organisasi.

Dikatakan Said Aqil, sekarang  banyak yang mengaku ulama Islam yang mengkafirkan umat Islam sendiri. Padahal dulunya ulama itu mengislamkan orang dari non-muslim.  Untuk itu, harus diperbanyak nilai-nilai di pesantren yang mengajarkan pengalaman dan pengamalan ilmu selama 24 jam. Pesantren menanamkan nilai-nilai disiplin, ketaatan kepada kiai (ulama), dan membutuhkan proses.

“Memang berat mencetak ulama yang paham agama. Namun yang lebih berat lagi membangun masyarakat dan mewarnai nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat,” kata Said Aqil.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Kiai, AlaNu Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock