Rabu, 13 September 2017

Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa

Mojokerto, Fans Gus Dur - Adalah kebiasaan KH Asep Saefuddin Chalim, Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah sehabis memimpin shlat shubuh berjamaah di masjid pesantren lalu mengasuh pengajian kitab Mukhtarul Ahadits an-Nabawiyah yang disusun Sayyid Ahmad Al-Hasyimy. Yang unik, kitab ini dikaji dengan memakai tiga bahasa, yaitu Arab, Inggris, dan Indonesia.

Mengapa demikina? Karena yang mendengarkan tidak hanya santri Amanatul Ummah yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indoensia, tetapi juga santri dari luar negeri semacam Kazakhstan, China, Malaysia, dan Thailand.

Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa

Para santri dari mancanegara ini adalah santri yang kuliah di kampus Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto. Mereka sekaligus menjadi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari kampus yang masih berusia kurang dari dua tahun ini.

Fans Gus Dur

Pada Sabtu (28/1) pagi, misalnya, Kiai Asep membacakan hadits ke-503 di halaman 64 dalam kitab tersebut. Hadits ini mengulas tentang tiga orang yang di hari kiamat tidak dipandang dan tidak disucikan oleh Allah. Hadits ini semula diartikan dalam bahasa Indoensia, kemudian diartikan dan dijelaskan maksudnya lagi dalam bahasa Inggris, dan bahasa Arab.

Fans Gus Dur

Di antara golong yang merugi tersebut adalah seseorang yang memiliki kelebihan air namun tak memberikannya kepada ibnu sabil (orang dalam perjalanan), dan orang yang berbaiat atau melakukan sumpah setia kepada pemimpin hanya untuk kepentingan duniawi.

"Sekarang ini sudah terjadi," kata kiai yang kini menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ini di hadapan para santri yang memadati masjid pesantren.

?

Abdur Rijal, salah seorang mahasiswa di kampus setempat mengaku senang dengan cara yang digunakan Kiai Asep dalam forum pengajian. "Ini pengajian yang luar biasa karena sekaligus dengan pengajian ini saya juga belajar tiga bahasa," ujar mahasiswa asal Papua yang kerap dimintai tampil dalam tilawatil qur’an ini. (Yusuf Suharto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, AlaNu Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock