Minggu, 19 November 2017

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Jombang, Fans Gus Dur - Gerakan Pemuda Ansor telah memiliki Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA). Bahkan lembaga ini telah tersebar di sejumlah propinsi, kota dan kabupaten. Kegiatan yang diselenggarakan juga banyak diminati anak muda serta khalayak umum.

Dalam rangka penyegaran sekaligus silaturrahim, Pimpinan Pusat MDS RA melakukan konsolidasi. "Kegiatan juga sebagai sarana penegasan kembali gerakan ideologis sesuai bidangnya," kata Rudi Triwahid yang menjadi tuan, Ahad (26/2).

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Konsolidasi ini sangat istimewa lantaran dilangsungkan di area makam KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. "Kegiatan ini mengambil tajuk, liwetan santri dan dzikir untuk negeri," kata Rudi yang juga Ketua GP Ansor Jatim tersebut.

Menurut alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya, pilihan tempat diharapkan menyadarkan para anggota Rijalul Ansor untuk belajar kepada sosok Mbah Wahab. "Beliau adalah kiai, santri, penggerak ideologi NU hingga sebagai politisi ulung," jelasnya.

Fans Gus Dur

Selama kegiatan, ada sejumlah hal yang disampaikan peserta. "Salah satu hal menarik, bahwa kita sepakat semua harus bergerak secara organisatoris. Jangan bergerak sendiri-sendiri," ungkapnya. Keteraturan bergerak adalah kunci keberhasilan perjuangan ideologi, lanjutnya.

Dengan begitu Rijalul Ansor harus serius merebut kantong kegiatan keagamaan khususnya masjid yang mulai dimanfaatkan pihak berhaluan radikal. "Itu artinya, Rijalul Ansor perlu semakin keras memanfaatkan masjid jami’ sebagai simpul pergerakan tingkat kabupaten dan kota dengan menyemarakkan kegiatan dzikir dan shaawat ala Ahlussunah wal jamaah," tegasnya.

Fans Gus Dur

Sedangkan Ketua PP MDS RA Sholahul Am Notobuwono mengatakan, masjid jami’ adalah tempat strategis. "Karena di tempat itu mempertemukan sisi spiritualitas di satu sisi dan sisi kekuasaan pemerintah di sisi yang berbeda," kata Gus Aam, sapaan akrabnya.

Berbeda dengan keduanya, KH R Machfudz Chamid (Gus Afud) mendorong perlunya sinergi pesantren dengan kekuatan lain. "Para gus atau putra kiai tidak bisa diam di pesantrennya. Mereka harus kritis menyikapi keadaan jika tidak ingin NKRI lepas dari pangkuan ideologi Pancasila dan UUD 1945," kata Sekretaris PP MDS RA tersebut.

Menurut Rudi, para peserta satu suara untuk bergerak bersama. "Bergerak menjaga nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan melalui media majelis dzikir dan shalawat," katanya.

Konsolidasi ditutup dengan liwetan atau makan bareng ala santri di area pesarean Mbah Wahab. "Ini potret dan kesadaran bersama bahwa perjuangan ideologi kebangsaan masih panjang sehingga jangan sampai patah arang," pungkas Gus Aam. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Quote Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock