Jumat, 10 November 2017

Menyingkap Kaligrafi Dinding Masjid Raya Klaten

Klaten, Fans Gus Dur. Apabila Anda pernah ke Objek Wisata Candi Prambanan, tentu akan melihat bangunan masjid megah di seberang timur jalan. Masjid Raya Al-Muttaqun, begitu nama yang terpampang di halaman depan.

Menyingkap Kaligrafi Dinding Masjid Raya Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyingkap Kaligrafi Dinding Masjid Raya Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyingkap Kaligrafi Dinding Masjid Raya Klaten

Ciri khas masjid itu dikelilingi tulisan kaligrafi nama para tokoh Islam di dinding, mulai dari nama para sahabat, 4 imam madzhab dan nama-nama Walisongo, serta Sunan Tembayat dan Ki Ageng Gribig. Nama-nama itu terukir indah pada media kayu.

“Ukirannya sudah ada sejak renovasi masjid, ini dulu pesanan sang pendiri masjid,” terang salah satu pengurus masjid, yang tidak mau disebut namanya.

Fans Gus Dur

Dari pengamatan kami, saat singgah di masjid ini, Jumat (22/11) sore, ornamen-ornamen kaligrafi yang mengelilingi ruang dalam masjid berukuran sekitar 14×18 meter.

Beberapa bentuk bangunan konon juga menyiratkan banyak makna. Semisal, pada tempat mihrab yang berbentuk seperti gunungan wayang. Gunungan memberi makna sebagai bahasa alam yang dipercaya sebagai bentuk isyarat akan kehendak Gusti Kang Murbeng Gesang, Pemberi Kehidupan.

Fans Gus Dur

Dari hasil penelusuran tentang kaligrafi di Masjid Raya Klaten ini, kami mendapatkan keterangan, ukiran kaligrafi ini merupakan sebuah gambaran semangat perjuangan dakwah Islam. Mulai dari zaman Nabi dan para sahabat, kemudian berkembang ke Indonesia melalui peran para wali.

Islam berkembang di tanah Jawa disebarkan para Walisongo. Islam masuk sampai ke Klaten dibawa oleh Kiai Ageng Gribig dan Sunan Pandanaran atau Sunan Bayat,” terang salah satu tokoh setempat, Hidayat.

Selain pesan tersirat melalui ukiran kaligrafi, secara letak geografis masjid ini juga menggambarkan akan kerukunan dalam keberagaman. Posisi masjid yang terletak berdampingan persis dengan Candi Prambanan, menjadi sembuah simbol Islam yang harmonis dan penuh dengan kedamaian. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Kiai Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock