Kamis, 28 Desember 2017

Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta

Jakarta, Fans Gus Dur

Tanggal 17 Agustus merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Masyarakat mengenangnya sebagai hari diproklamasikannya kemerdekaan oleh Soekarno dan Hatta. Berbagai kegiatan mereka selenggarakan untuk memperingati hari spesial ini, seperti yang dilakukan komunitas Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka).

Rabu (16/8) malam, komunitas pimpinan KH Syarif Rahmat tersebut menggelar Munajat Anak Negeri di Tanah Kusir, Kebayoran Lama. “Ada yang khas dari rangkaian acara ini, yaitu lokasi munajat yang dilakukan di pemakaman, tepatnya makam Proklamator Bung Hatta,” ungkap penyelenggara acara Ali Rahman saat ditemui di sela-sela kegiatan. ?

Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta

Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya untuk mengenang jasa pahlawan sekaligus mendoakannya. Ia menilai generasi sekarang mulai lupa akan sejarah. Bila tokoh saja lupa, tambahnya, apalagi nasihat-nasihatnya.

Fans Gus Dur

Di beberapa daerah, menurutnya acara yang sama juga diselenggarakan. Seperti halnya Cilacap yang mengadakan Kirab Budaya di makam Prabu Siliwangi dan Madura dengan mengadakan doa bersama di makam Kiai Kholil Bangkalan.

“Bahkan, Munajat Lintas Agama pun juga pernah diselenggarakan di makam I Gusti Ngurah Rai”, tambahnya.

Fans Gus Dur

Acara yang diawali dengan Syiiran Gus Dur itu juga mengangkat tema pakaian Nusantara, yaitu blangkon sebagai penutup kepala yang dipakai oleh para tamu yang hadir. Upaya mengangkat tradisi itu, menurut penyelenggara acara, sebagai penguatan jati diri bangsa.



Membalas Penghormatan


Pemimpin Padepokan Syarif Rahmat yang turut hadir juga menjelaskan dalam ceramahnya mengenai alasan mengapa tempat yang dipilih adalah pemakaman.

“Kalau Bung Karno dan Bung Hatta juga para pahlawan yang lain telah memberikan penghormatan, memuliakan kita semua, membuat kita bisa menikmati hidup senyaman ini, maka sepatutnya kita juga memberikan balasan penghormatan sebaik-baiknya,” ujar anggota Dewan Kebudayaan Lesbumi yang akrab disapa Kiai Syarif.

Menurutnya, konsep dasar dari hal itu terdapat dalam QS. An-Nisa’ ayat 86. “Jika kamu dihormati dengan satu penghormatan, balaslah oleh kamu penghormatan itu dengan lebih baik dari dia. Atau sekurang-kurangnya balas seperti apa yang kamu terima dari dia. Tidak boleh kurang,” tambahnya.

Kiai Syarif mengatakan, tidak ada yang lebih baik daripada Al-Qur’an. Oleh karena itu, pada rangkaian kegiatan tersebut juga dibacakan munajat, yaitu rangkuman dzikir dan seluruh doa yang ada di dalam Al-Qur’an.

Pria yang menjabat sebagai Dosen PTIQ dan IIQ itu juga mengungkapkan bahwa satu huruf Al-Qur’an bernilai ganjaran sepuluh, maka alif lam mim itu bernilai tiga puluh.

“Sekarang yang kita baca malam ini bukan sekadar alif lam mim, tetapi mutiaranya Al-Qur’an. InsyaAllah tidak jelek-jelek amat penghormatan kita kepada mereka,” pungkasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock