Selasa, 30 Januari 2018

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan

Jember, Fans Gus Dur. Aliran atau faham keagamaan tidak akan pernah lenyap. Ia akan terus ada dan berkembang seiring dengan dinamika kehidupan umat manusia.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Jember, Abdul Halim Soebahar, setiap aliran pasti membentuk kader militan, yang diharapkan dapat menjadi corong sekaligus pembela aliran tersebut. Karena itu, yang terbaik adalah memperkokoh benteng pertahanan jiwa dalam menghadapi melubernya aliran sesat. 

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan

“Kita  harus memperkuat diri dan keluarga dengan memperdalam ajaran atau faham yang kita ikuti tanpa perlu melakukan diskriminasi terhadap faham keagamaan yang lain,” kata Abdul Halim Soebahar saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dakwah Inklusif di hotel  Green Hill, Jember, Ahad (11/2) lalu.

Pengasuh Pesantren Sofa Marwa, Pakusari, Jember tersebut menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dalam menyikapi banyaknya aliran. Dikatakannya, siapapun boleh berkayakinan bahwa aliran yang dianutnya adalah yang terbaik. Namun keyakinan tersebut jangan sampai mengusik kelompok lain yang  juga meyakini  alirannya yang paling tepat. Sebab jika itu terjadi, maka akan terjadi saling klaim, bahkan permusuhan secara terbuka tidak bisa dihindari. 

“Kita tidak masalah punya keyakinan yang berbeda, namun jangan sampai saling menjelekkan satu sama lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PC Lakspesdam NU Kencong, Jember, Jawa Timur, dalam laporannya berharap agar pelatihan tersebut setidaknya menjadi bekal bagi peserta dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang  rahmatal lil’alamin.  Dakwah yang baik, katanya, adalah dakwah yang memberikan kesejukan dan mendorong manusia untuk menghargai sesamanya, apapun perbedaannya.

Fans Gus Dur

“Kita ingin mewujudkan sebuah gerakan inklusi sosial yang mengajak masyarakat luas untuk bertindak setara-semartabat dalam kehidupan sehari-hari serta menjamin seluruh elemen masyarakat agar mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan apa pun,” urainya.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh  PC Lakspesdam NU Kencong tersebut berlangsung selama dua hari, yang diakhiri dengan Deklarasi Jember Kabupaten Inklusi. (Aryudi A Razaq/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock