Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua

Jakarta, Fans Gus Dur 



Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri membagikan foto Mustasyar PBNU KH Maemoen Zubeir ketika disalami Alissa Wahid melalui akun Facebooknya. Ketika berita ini ditulis, Kamis (9/11) foto yang disebar 6 jam lalu itu telah dibagikan 300 akun lain, dikomentari puluhan akun, serta mendapat ragam reaksi dari 7,7 ribu akun. 

Kiai yang disapa Gus Mus itu menjuduli fotonya dengan dengan “Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua.” Di foto itu tampak yang muda, Alissa Wahid mencium punggung telapak tangan yang tua, KH Maemoen Zubair.

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua

Menurut Alisaa, foto itu diambil di sela-sela akad nikah Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di kota Solo, Rabu (8/11). Di situasi ketat karena yang menikah putri seorang presiden, putri Gus Dur mengaku masih sangat semangat menemui kiai.

“Sampai yang motret ditegur protokol,” katanya ketika dihubungi Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Pada kesempatan itu kiai yang akrab disapa Mbah Moen sempat menanyakan kabar Alissa. Pada saat itu pula, Alissa meminta izin untuk sowan ke kediamannya.

“Saya matur bade sowan, beliau menyambut,” lanjut Alissa. 

Alissa juga menemui Habib Luthfi bin Yahya. Ia mengutarakan hal yang sama, mau matur dan sowan ke kediamannya, di Pekalongan. 

Fans Gus Dur

“Diminta datang tanggl 10 November,” pungkas Alissa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menggugat iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di sejumlah media massa. Ia mengaku tak mengira bila seruan yang di dalamnya terdapat nama berikut tanda tangannya itu bakal diiklankan di media massa, apalagi juga menyebut dua nama konglomerat yang diduga tersangkut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).



Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

“Seharusnya seruan tersebut langsung diserahkan pada pihak yang berwenang agar segera dituntaskan. Tapi, ini malah diiklankan. Apalagi di situ ada nama Sjamsul Nursalim dan Antoni Salim. Kesannya jadi tidak obyektif,” ungkap Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (28/8)

Hasyim mengatakan sangat mendukung terhadap gerakan dan seruan moral yang mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus BLBI itu. Apalagi desakan itu tidak didukung dirinya saja, melainkan juga bersama pemimpin 14 organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia lainnya.

Fans Gus Dur

“Saya menandatangani formulir (seruan “Jihad Melawan Koruptor BLBI”) itu dalam keadaan sadar, dan saya sangat mendukung, apalagi di situ ada nama Pak Din (Syamsuddin – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan lain-lain. Itu kan gerakan moral. Tapi, waktu saya tanda tangan itu tidak ada nama orang yang disebut sebagai koruptor BLBI itu,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Selain itu, tambahnya, di dalam formulir yang ia tanda tangani tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika seruan tersebut akan diiklankan di media massa. Ia menyimpulkan bahwa ada pihak-pihak yang telah ‘memproses’ seruan tersebut untuk kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan para pemimpin ormas Islam.

Fans Gus Dur

“Saya mengimbau kepada orang yang ‘memproses’ seruan itu untuk segera berhenti dan tidak lagi mengiklankan seruan tersebut, melainkan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. Penyebutan nama-nama koruptor itu menimbulkan kesan tidak obyektif,” pungkasnya.

Seruan yang didukung 14 pemimpin ormas Islam di Indonesia itu ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2007. Media massa yang menampilkan seruan tersebut adalah majalah berita mingguan Tempo edisi Khusus Hari Kemerdekaan 13-19 Agustus 2007 pada halaman 147.

Ke-14 ormas itu adalah NU, Muhammadiyah, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indoensia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan Dewan Masjid Indonesia. Lalu, Al-Wasliyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Persatuan Islam (Persis).

Pengurus Pusat Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) juga menyatakan mendukung seruan tersebut.

Dalam seruan itu, disebutkan BLBI, obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun. Padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat

Padangpariaman, Fans Gus Dur. Ketua PKC PMII Sumatera Barat Afriendi menyebutkan, kader PMII memang harus selalu responsif terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai isu yang menjadi perhatian publik, juga harus selalu direspon PMII.

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat

Ia mencontohkan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebagai respon terhadap keadaan, sesuai dengan instruksi Pengurus Besar PMII, di berbagai daerah, pengurus PMII menggelar aksi penolakan kenaikan harga PMII.

 

"Dengan pelaksanaan PKD PMII ini, maka peserta harus pula naik kelas. Jika sebelumnya selalu disuruh melaksanakan sesuatu di PMII, setelah PKD harus mampu bertindak sendiri dalam mengambil keputusan untuk kepentingan organisasi PMII. Mereka yang sudah mengikuti PKD tentu sudah menjadi kader yang dipersiapkan bakal jadi pemimpin di kemudian hari," kata Afriendi  pada pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD)  PMII se- Sumbar, Jumat (5-12-2014) di aula STIT Syekh Burhanuddin, Pariaman.

Fans Gus Dur

 

Pembukaan dihadiri mantan Walikota Administratif Pariaman Drs. Martias Mahyuddin, M.Si, Ketua KNPI Pariaman Riky Falentino, Ketua Cabang PMII Pariaman Satria Effendi, Ketua Cabang PMII Padangpariaman Rodi Indra Saputra. Tema PKD, Menguatkan Peran Strategis PMII dalam Menentukan Masa Depan Bangsa dan Agama."

 

Fans Gus Dur

Setiap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus tetap komit menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan paham yang menggerogotinya. Sejak berembusnya era reformasi di Indonesia, makin banyak paham dan kekuatan yang tumbuh di tengah masyarakat untuk  mencoba merusak keutuhan NKRI, katanya.

 

Bendahara Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Armaidi Tanjung salah seorang pemateri menyampaikan, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang bercirikan keislaman dan kebangsaan harus tetap menjaga keutuhan NKRI tersebut. Peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII se-Sumatera Barat yang berlangsung di Pauhkamba, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (6/12).

 

"Kita prihatin ada kelompok masyarakat yang terkesan tidak mengakui, selalu memandang sinis terhadap pemerintahan, bahkan tidak mengakui bentuk negara NKRI sehingga selalu menyuarakan agar ada pergantian pemerintahan. Namun pemerintah sendiri membiarkan saja tanpa ada tindakan yang konkrit untuk mencegahnya," kata Armaidi Tanjung.

 

Menurut Armaidi Tanjung, kalangan mahasiswa pun menjadi sasaran empuk kelompok ini untuk merekrut kadernya. Karena itu, kader PMII harus lebih aktif menyebarkan paham Islam Ahlussunnah wal-Jamaah yang selalu konsisten mempertahankan keutuhan NKRI ini di kampusnya masing-masing.

 

PKD PMII se-Sumbar ini diikuti sekitar 30 orang mahasiswa dari Universitas Andalas Padang, Universitas Negeri Padang, IAIN Imam Bonjol Padang, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, STIE Sumbar Pariaman, STKIP YDB Lubuk Alung, STKIP Nasional Pauhkamba Kabupaten Padangpariaman.

 

Usai PKD, dilanjutkan Konferensi Cabang PMII Kota Pariaman ke-5 untuk memilih kepengurusan periode 2014-2015 pada Senin (8/12). (Red:Abdullah Alawi)

 

Keterangan Foto: Armaidi Tanjung usai memberikan materi dihadapan sebagian peserta PKD, Sabtu (6/12/2014) di Pauhkamba, Padangpariaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan

Jember, Fans Gus Dur. Aliran atau faham keagamaan tidak akan pernah lenyap. Ia akan terus ada dan berkembang seiring dengan dinamika kehidupan umat manusia.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Jember, Abdul Halim Soebahar, setiap aliran pasti membentuk kader militan, yang diharapkan dapat menjadi corong sekaligus pembela aliran tersebut. Karena itu, yang terbaik adalah memperkokoh benteng pertahanan jiwa dalam menghadapi melubernya aliran sesat. 

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan

“Kita  harus memperkuat diri dan keluarga dengan memperdalam ajaran atau faham yang kita ikuti tanpa perlu melakukan diskriminasi terhadap faham keagamaan yang lain,” kata Abdul Halim Soebahar saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dakwah Inklusif di hotel  Green Hill, Jember, Ahad (11/2) lalu.

Pengasuh Pesantren Sofa Marwa, Pakusari, Jember tersebut menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dalam menyikapi banyaknya aliran. Dikatakannya, siapapun boleh berkayakinan bahwa aliran yang dianutnya adalah yang terbaik. Namun keyakinan tersebut jangan sampai mengusik kelompok lain yang  juga meyakini  alirannya yang paling tepat. Sebab jika itu terjadi, maka akan terjadi saling klaim, bahkan permusuhan secara terbuka tidak bisa dihindari. 

“Kita tidak masalah punya keyakinan yang berbeda, namun jangan sampai saling menjelekkan satu sama lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PC Lakspesdam NU Kencong, Jember, Jawa Timur, dalam laporannya berharap agar pelatihan tersebut setidaknya menjadi bekal bagi peserta dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang  rahmatal lil’alamin.  Dakwah yang baik, katanya, adalah dakwah yang memberikan kesejukan dan mendorong manusia untuk menghargai sesamanya, apapun perbedaannya.

Fans Gus Dur

“Kita ingin mewujudkan sebuah gerakan inklusi sosial yang mengajak masyarakat luas untuk bertindak setara-semartabat dalam kehidupan sehari-hari serta menjamin seluruh elemen masyarakat agar mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan apa pun,” urainya.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh  PC Lakspesdam NU Kencong tersebut berlangsung selama dua hari, yang diakhiri dengan Deklarasi Jember Kabupaten Inklusi. (Aryudi A Razaq/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Solo, Fans Gus Dur. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama (NU), yang jatuh pada Sabtu (31/1) ini, menjadi momentum spesial bagi warga Nahdliyin.

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Berbagai ucapan selamat, serta tak lupa pesan dan harapan diungkapkan mereka untuk NU, baik via SMS maupun diunggah di akun media sosial (medsos).

Ketua PC GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, berharap pada momentum ini program yang digarap para pengurus dapat lebih mengena kepada masyarakat.

Fans Gus Dur

“Semoga program-program NU ke depan lebih menyasar, berpihak pada warga NU. Karena selama ini peran program NU kurang bisa dirasakan warga NU secara keseluruhan, khususnya bidang ekonomi, yg kelihatan menjamur hanya dibidang amaliah,” ujarnya.

Senada dengan Anwar, Ketua PC PMII Sukoharjo, David Zainuddin berharap NU lebih menaruh perhatiannya terhadap upaya pemberdayaan secara ekonomi kepada anggotanya.

“Mayoritas anggota NU adalah mereka yang berada di desa. Banyak anggota NU yang kemudian berpaling ke ormas lain karena masalah ini. Mumpung Menteri Desa-nya dari NU, maka harus ada upaya secara terstruktur dan kolektif dari semua pihak,” ungkap Mahasiswa IAIN Surakarta itu.

Fans Gus Dur

Suara perempuan pun ikut hadir untuk memberikan pesan di hari Harlah ini. “Harlah NU, semoga para Nahdliyin tetap solid menjaganya, berjuang dengan ikhlas demi tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah ala an-Nahdliyah," begitu tulis ketua PC Fatayat Boyolali, Nur Fauziah dalam akun facebook-nya.

Sedangkan Ketua PC IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin menaruh harapan tinggi kepada NU, agar dapat meningkatkan kualitas sekolah yang dimiliki NU. “Meningkatkan kualitas pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi,” harapnya singkat. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pondok Pesantren, PonPes Fans Gus Dur

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid

Jakarta, Fans Gus Dur. Sebagai sarana penggerak masyarakat hingga ke tingkat ranting, seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) wajib mengaktifkan lembaga dan lajnah yang dimiliki Nahdlatul Ulama.?

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid

Di antara lembaga itu adalah Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU). Demikian disampaikan Sektretaris Pengurus Pusat LTMNU Ibnu Hazen kepada Fans Gus Dur di kantornya, Jalan Kramat Raya 164, Gedung PBNU Lantai 4, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

“Setidaknya di tingkat PWNU wajib mempunyai LTMNU. Kalau nggak, gerakan di bawah tidak akan maksimal,” katanya.

Fans Gus Dur

Menurut Ibnu, eksistensi LTMNU penting karena masjid merupakan basis umat yang paling banyak di lingkungan NU. Tanpa pengelolaan yang baik, soliditas NU terancam pudar, baik secara organisasi maupun kulturnya.

Fans Gus Dur

Seperti diketahui, PBNU membawahi setidaknya 14 lembaga dan 3 lajnah. LTMNU adalah salah satu lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemberdayaan Masjid.

Dari pengalaman Rapat Pimpinan LTMNU di Bali, Ibnu menyayangkan ketiadaan LTMNU di kepengurusan wilayah Bali. Pihaknya lantas mendesak PWNU Bali untuk segera membentuk kepengurusan LTMNU.

“Akhirnya sekarang punya. Rapim (Rapat Pimpinan) LTMNU salah satunya memang ditujukan untuk konsolidasi dan membangun jaringan, termasuk juga membangkikan semangat ke-NU-an di daerah,” katanya.

Ibnu Juga menganjurkan adanya sinergi kegiatan antara LTMNU dengan lembaga, lajnah, dan badan otonom di lingkungan NU. Kerjasa sama yang baik akan menguatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

Pekalongan, Fans Gus Dur

Sekali dayung, dua pulau terlewati. Dua manfaat dicapai dalam satu kegiatan. Pepatah lawas itu tampaknya mengilhami kegiatan donor darah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (25/1) kemarin.

Selain merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, aksi sosial yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU itu juga berhasil memecahkan rekor. Sebanyak 267 peserta dan 150 orang dinyatakan dapat mendonorkan darahnya. Demikian dilaporkan Kontributor Fans Gus Dur di Pekalongan, Abdul Muiz.

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

PMI Kota Pekalongan mencatat, kegiatan hasil kerja sama PCNU Pekalongan, pemerintah kota setempat dan Alma Swalayan itu memecahkan rekor kegiatan serupa selama ini. Apalagi, pesertanya juga datang dari luar wilayah Kota Pekalongan.

Fans Gus Dur

“Biasanya, dalam sehari, kegiatan donor darah rata-rata diikuti sekitar 75 orang. Namun, di NU, kali ini diikuti dua kali lipatnya,” ujar Imron Rosyadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Pekalongan unit Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela.

Fans Gus Dur

Imron mengatakan, kegiatan itu sangat membantu PMI dalam penyediaan darah, tidak saja untuk keperluan warga Pekalongan, tetapi juga masyarakat Kabupaten Batang dan Pemalang.

“Saya berharap, dari kegiatan ini, NU memiliki bank data pendonor darah, sehingga sewaktu-waktu PMI memerlukan darah, secepatnya dapat diatasi dan kami siap membantu,” ujar Imron.

Ketua Panitia Pelaksana Harlah Kota Pekalongan, Abdul Basir, mengaku tidak menduga jika kegiatan ini dibanjiri peserta. Apalagi, kegiatan tersebut merupakan hal baru di lingkungan NU Pekalongan.

Masih dalam rangka menyambut Harlah ke-82 NU, pada Ahad (27/1) mendatang, akan digelar kegiatan pengobatan gratis di wilayah Pengurus Ranting NU Sokorejo, Pekalongan Timur, dan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan.

Sementara, pada puncak peringatannya nanti, akan diselenggarakan istighotsah kubro di Masjid Agung Al Jami’, Kauman, Kota Pekalongan. Dipastikan hadir pada acara tersebut Rais Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyyah, Habib Muhammad Luthfiy. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock