Sabtu, 04 November 2017

Pemahaman Dangkal Beragama, Jembatan Menjadi Teroris

Jepara, Fans Gus Dur. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj menganjurkan ratusan warga yang menghadiri Harlah ke-71 Mathali’ul Huda, Jepara, untuk meningkatkan intensitas pengajian dan pendalaman ilmu agama. Kiai Said merunut akar gerakan kekerasan pada sempitnya dan dangkalnya pemahaman seseorang terhadap agama.

Pemahaman Dangkal Beragama, Jembatan Menjadi Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemahaman Dangkal Beragama, Jembatan Menjadi Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemahaman Dangkal Beragama, Jembatan Menjadi Teroris

“Radikalisme dan terorisme itu tidak bisa dilepaskan dari pemahaman yang sempit terhadap Islam yang seharusnya rahmatan lil alamin,” kata Kiai Said di lokasi harlah di desa Bugel kecamatan Kedung, Jepara, Rabu (17/9) malam.

Teror di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, dan daerah lain di Indonesia bukan sikap Islami. Islam tidak mengajarkan kekerasan dan perampokan dalam menyebarkan agama.

Fans Gus Dur

“Dalam konteks global, paham ISIS jelas bukan ajaran Islam. Mereka membunuh perempuan dan anak-anak, warga sipil yang tidak bersalah dan sesama muslim. Gerakan mereka justru mencederai Islam secara terang-terangan,” tuturnya.

Di hadapan ratusan jamaah, Kiai Said mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap ajaran dan amaliyah Islam Aswaja. Pasalnya, saat ini muncul banyak kelompok dan gerakan mengatasnamakan Islam. Mereka merasa benar. Karenanya, mereka tidak segan mengafirkan orang Islam yang berbeda dengan madzhabnya.

Fans Gus Dur

Mauludan dengan memuji Nabi Agung Muhammad SAW dan sholawatan dianggap bid’ah. Padahal sholawatan sunah taqririyah. “Yang menganggap maulid dan shalawatan itu bid’ah pastilah tidak memahami tarikh Islam dan hadits Rasulullah secara utuh,” kata pengasuh pesantren luhur Ats-Tsaqafah, Jakarta.

Seorang sastrawan Ka’ab bin Zuhair seperti dicatat sejarah, hidup di masa Nabi Muhammad. Ketika memeluk Islam, kegemarannya memuji dilantunkan di hadapan Rasulullah tanpa larangan. Atas dasar itulah Nahdliyyin meyakini, sholawatan dan maulid adalah sunah taqririyah.

“Untuk itu pelestarian ajaran Islam Aswaja NU di madrasah dan pesantren harus terus kita lakukan bersama dan tanamkan kepada anak-cucu kita,” imbau Kiai Said. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Nahdlatul, Nasional Fans Gus Dur

Fans Gus Dur.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock