Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko

Jakarta, Fans Gus Dur. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko Tosari Widjaja mendapatkan bintang jasa Alawite Grand Cordon Wissam dari Raja Maroko Muhammad VI. Penghargaan diberikan menjelang purnatugasnya sebagai duta besar.

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko

Demikian dalam rilis pers yang diterima Fans Gus Dur. Penghargaan diterima pada 17 Oktober 2014 kemarin pada saat duta besar melakukan kunjungan perpisahan ke Istana Kerajaan di Casablanca.

Bintang jasa Grand Cordon merupakan bintang jasa tertinggi dalam kelas Order of Alawite Wissam yang diberikan oleh Raja Maroko kepada masyarakat sipil. Tosari dinilai berjasa dalam memajukan hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Maroko selama bertugas.

Fans Gus Dur

Tosari Widjaja mulai menjabat sebagai duta besar RI untuk Maroko sejak 5 Maret 2010 dan akan kembali ke Tanah Air pada 16 Novermber 2014 mendatang. Menjelang akhir masa jabatannya pada 20 Oktober besok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melantik Endang Dwi Syarif Syamsuri sebagai pengganti Tosari Widjaja pada 15 Oktober kemarin. (A. Khoirul Anam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Gus Tutut Buka Rakornas Banser

Tulungagung, Fans Gus Dur - Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) akan membuka Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser di Tulungagung. Rapat dengan? tema Menyamakan Gerak dan Langkah Guna Mempekokoh NKRI ini akan berlangsung mulai 5-7 Agustus di Pendapa Agung Mandiri, Tulungagung.

Beberapa agenda akan dibahas dalam perhelatan? melibatkan semua personel Satkornas Banser yang datang? dari berbagai wilayah Indonesia itu.

Gus Tutut Buka Rakornas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut Buka Rakornas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut Buka Rakornas Banser

“Inti dari rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi semua pengurus Satkornas dari masing-masing satuan, beserta program kerjanya. Ini dilakukan untuk kemajuan Banser dan keutuhan NKRI ke depan,” ungkap Kasatkornas Banser H Alfa Isneini kepada Fans Gus Dur tadi sore.

Fans Gus Dur

Gus Tutut juga dijadwalkan akan memberi pengarahan khusus kepada para pengurus Satkornas Banser. Mengingat padatnya acara, pengarahan akan disampaikan secara terpisah dari acara pembukaan.

Fans Gus Dur

“Untuk pengarahan ketum kita tempatkan di Kantor Sekretariat Ansor Tulungagung. Lokasinya tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 200 meter dari lokasi acara,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gus Tutut juga akan melantik pengurus Badan Ansor Anti Narkoba? (Baanar) GP Ansor Tulungagung pimpinan Hariyadi. “Mumpung ada ketua umum, kita nunut acara pelantikan,” kata Ketua GP Ansor Tulungangung Sahrul Munir.

Dari pantauan di lapangan, beberapa personel pengurus Satkornas sudah berdatangan. Ada yang dari Riau, Jakarta, Sulawesi, Kalimantan, Yogyakarta, Jateng, Papua, dan lainnya. Mereka langsung menuju penginapan yang dipersiapkan oleh panitia.

“Meski pembukaan baru besok sore. Beberapa personel Satkornas sudah banyak yang berdatangan,” tambah Munir. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

Fans Gus Dur

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

Fans Gus Dur

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Aswaja, IMNU Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

Jakarta, Fans Gus Dur

Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengharapkan dukungan dari organisasi ‘induknya’, NU dalam proses pengkaderan. Karena, selama ini, organisasi yang menjadi salah satu ujung tombak pengkaderan di lingkungan NU itu merasa kurang diperhatikan oleh struktur yang menaunginya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Pengkaderan bertajuk “Reimplementasi Manajemen Pengkaderan Aswaja yang Kualitatif dan Strategis” di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (4/1). Hadir pada acara itu, Ketua PBNU Mustafa Zuhad.

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

“Di daerah-daerah, IPPNU sulit mendapatkan dukungan, baik dari PWNU atau PCNU. Ini merupakan keresahan yang dirasakan bersama-sama oleh kader-kader IPPNU di daerah,” imbuh Wafa, demikian panggilan akrabnya.

Disebutkan Wafa, persoalan lain yang menjadi tantangan pengkaderan IPPNU adalah munculnya gerakan dan kelompok Islam radikal berikut paham-pahamnya yang marak belakangan ini. Paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU, katanya, cukup memengaruhi proses pengkaderan di organisasi yang dipimpinnya.

“Tidak sedikit kader NU yang mengikuti organisasi lain yang pahamnya tidak sehaluan dengan NU. Saya kira ini juga menjadi keresahan bersama, tidak hanya IPPNU,” ujar Wafa menambahkan.

Fans Gus Dur

Sementara, Ketua PBNU Mustofa Zuhad dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi workshop tersebut mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU untuk membantu IPPNU dalam merumuskan metode dan strategi pengkaderan.

Menurutnya, Lakpesdam NU saat ini telah memiliki modul yang berisi metode, strategi dan sistem pengkaderan di NU. Modul yang merupakan panduan umum tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengkaderan IPPNU. “Tanpa modul itu, saya kira hasilnya (workshop pengkaderan: Red) akan ngarang,” tandasnya.

Workshop Pengkaderan IPPNU akan dilaksanakan hingga 7 Januari mendatang di Vila La Citra, Cipanas, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan pengurus wilayah dan pengurus cabang IPPNU seluruh Indonesia.

Sebagai bahan diskusi untuk workshop tersebut, panitia membagikan tiga judul buku yang berkaitan dengan tantangan pengkaderan NU kekinian. Di antaranya buku Islam Rahmatan Lil Alamin Menuju Keadilan dan Perdamaian Dunia Perspektif NU (diadaptasi dari Pidato Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat pengukuhan gelar Honoris Causa dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya), Mengenal NU karya KH Muchith Muzadi dan Ahlussunnah Wal Jamaah Menjawab Persoalan Tradisi dan Kekinian karya KH A Nuril Huda. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pertandingan, Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Banyumas, Fans Gus Dur - Setelah melalui proses penilaian Administrasi, Keuangan, Faktual Lapangan, dan Program Kerja Unggulan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyumas akhirnya meraih juara I Lomba Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Muntorichin mengatakan, salah satu persyaratan utama dalam mengikuti kegiatan Lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi ini adalah memiliki program atau kegiatan unggulan yang kreatif, inovatif, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Khusnul Khotimah Ketua IPPNU Banyumas berhasil memaparkan dan meyakinkan dewan juri dengan program unggulan Rumah Baca Kartini, yang kegiatanya meliputi TPQ, Calistug, Bimbel, Pelatihan Hadrah, dan Kelas Menulis pada presentasi yang dilakukan di Aula Bappedalitbang Banyumas, Rabu (12/4).

Adapun dewan juri lomba oleh Dinporabudpar Banyumas ini antara lain Akhmad Risqul karim, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang menilai Program Kegiatan Unggulan dan Presentasi; Taufik Budhi Pramono, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (faktual lapangan dan presentasi); dan Mohammad Syabani W, pengajar SMA Islam Andalusia Kebasen (Administrasi, Keuangan dan Presentasi).

Fans Gus Dur

Setelah semua peserta mempresantasikan program unggulanya, IPPNU dinyatakan sebagai juara pertama tahun ini dengan? perolehan nilai 3.074, sedang juara kedua diraih ST3 Telkom Purwokerto dengan perolehan nilai 2.977, disusul Banyumas Muda Kecamatan Banyumas dengan nilai 2.881 sebagi juara ketiga.

Dengan hasil yang diperoleh tersebut? IPPNU Banyumas dipastikan akan maju mewakili Kabupaten Banyumas pada Lomba Organisasi? Kepemudaan Berperstasi? tingkat Provinsi Jawa Tengah serta mendapatkan piala dan uang pembinaan.

Fans Gus Dur

Ketika ditanya persiapanya maju ke tingkat Provinsi, Khusnul menjawab akan berusaha lebih baik lagi. “Belum berpikir sejauh itu, yang jelas akan kami maksimalkan,” ucapnya. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ahlussunnah, RMI NU Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

Mataram, Fans Gus Dur. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat menggelar Yasinan dan Tahillan Kemerdekaan Ke-70 Republik Indonesia dengan tema "Bersama Pelajar Kita Wujudkan Islam Nusatara yang Ramah bukan Pemarah" di Aula Kantor PWNU NTB Jln Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis (20/8)

Agenda ini dimulai dari shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, tahillan, doa, kemudian arahan dari beberapa alumni IPNU yang hadir. Puluhan? pengurus baru IPNU NTB tampak antusias mengikuti acara ini.

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

"Acara seperti ini insyaallah akan kita lakukan minimal satu kali sebulan, di samping juga kita laksanakan program kaderisasi formal maupun nonformal yang sesuai dengan PO? IPNU," kata Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB dalam pengantarnya.

Fans Gus Dur

Lebih lanjut, menurut Syamsul, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim dan kebersamaan sesama pengurus, dan juga cara pihaknya merayakan Kemerdekaan RI yang kini sudah mencapai usia ke-70 tahun.

"Kalau lembaga pendidikan formal dan instansi pemerintah melaksnakaan apel bendera dan sejenisnya maka kita di pimpinan wilayah (IPNU) merayakannya dengan cara yasinan, karena di sejumlah Pimpnan Komisariat (IPNU) yang ada di sekolah atau madrasah mereka melakukan apel bendera, bahkan ada PK yang merangkai acaranya dengan cara menggelar berbagai macam lomba," terangnya.

Fans Gus Dur

?

Lebih jauh, dia mengingatkan tentang bagaimana perjuangan para pendahulu dalam meraih kemerdekaan hingga kini bangsa Indonesia menuai hasilnya. “Oleh karena itu, kata syamsul, mari kita doakan bersama para pejuang, dan juga para tokoh-tokoh NU yang telah berkorban nyawa sekalipun dalam mempertahan bangsa. NU tetap jaya dengan prinsipnya dan juga bangsa Indoensia aman dari segala ancaman apapun yang membuat kita semua merugi,” harapnya.

Selain pengurus IPNU, tampak hadir Ketua PW GP Ansor NTB Suab Quri, dan wakil ketuanya, Akhdiansyah Yonqi dan Husni Abidin, Ketua PC GP Ansor Kota Mataram Hasan Basri. Mereka diberikan waktu sekitar 7-10 menit untuk berbicara seputar IPNU dan sejarah perjalalan IPNU selama ada IPNU di NTB. Ketua PW IPPNU NTB Bq. Maisyarah juga tampak hadir dalam kesempatan itu. (Idim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, AlaNu, Amalan Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Jakarta, Fans Gus Dur
Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah akan menggelar Dzikir akbar dan Mawlid bersama Ketua Majlis Tinggi Islam Amerika (ISCA) Shaykh Muhammad Hisham Kabbani.

Acara yang akan digelar Ahad, (17/7) pukul 07:30-10:30 WIB itu juga dihadiri oleh Rois Am Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah, Habib Luthfi bin Yahya, para Habaib serta Ulama Indonesia dan para pengikut thariqat Naqsyabandiyah yang ada di tanah air. Rencananya acara bertempat di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta.

Shaykh Hisham dikenal memiliki jutaan pengikut yang tersebar di beberapa negara. Ia seorang Ulama Ahl-sunnah wal jamaah dengan wawasan dan pengalaman luas, serta memiliki pengaruh dakwah yang signifikan baik di tempat asalnya Beirut, dan Internasional. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW baik dari jalur Ayah ataupun Ibunya.

Di Indonesia Syaikh Hisyam dikenal sebagai pemimpin tinggi tharikat Nasqabandiah yang berpengaruh luas di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Kedatangannya ke Indonesia bukan yang pertama kali, sebelumnya, dalam Acara seminar International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang digagas NU akhir Februari lalu, Hisyam Kabbani sempat memimpin doa bersama Prof. Wahbah Zuhaili (Syria) dan Ayyatullah Thaskiri (Iran).

"Istighotsah itu bukan kepentingan NU semata, namun akan mendoakan masyarakat dan negara Indonesia juga, bahkan untuk perdamaian dunia. Jadi, istighotsah bukan sekedar kepentingan NU, tapi bangsa, negara, dan dunia," kata panitia penyelenggara dalam siaran persnya yang dikirim ke Fans Gus Dur, Kamis, (14/7).

Ditambahkan panitia, acara ini terselenggara berkat kerjasama Jamiyah Ahlith-Thariqahal-Mutabarrah an Nahdliyyah, Manajemen Masjid Baitul Ihsan Jakarta, dan Yayasan Haqqani Indonesia.(cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Amalan, Tokoh Fans Gus Dur

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)
Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock