Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

Bandung, Fans Gus Dur. Kepala Kemenag Jawa Barat H Saeroji mengharapkan keterlibatan jajaran pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas guru agama di Jawa Barat.

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

“Kita harap PERGUNU berperan meningkatan profesionalisme guru dan membantu sosialisasi serta implementasi Kurikulum 2013 dalam proses belajar-mengajar,” kata Saeroji saat kunjungan rombongan PW PERGUNU Jabar ke Kantor Kanwil Kemenag Jabar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1).

Dalam kesempatan itu, H Saeroji menyebutkan 40.000 guru yang sudah menerima sertifikasi dari 130.000 guru di lingkungan Kemenag Jabar.

Fans Gus Dur

Sementara Wakil Ketua PERGUNU Jabar H Saepuloh berharap terjalin kemitraan stategis antara PERGUNU dan Kanwil Kemenag Jabar dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan agama.

“Agar pendidikan agama terarah pada landasan nilai-nilai keagamaan sebagai basis moral pengembangan karakter anak bangsa,” terang H Saepuloh.

Fans Gus Dur

Pada itu PERGUNU meminta kesiapan H Saeroji menjadi narasumber pada Pelantikan dan Mukerwil PERGUNU Jawa Barat pada Sabtu-Ahad (22-23/2) mendatang. Rombongan PW PERGUNU Jabar diterima langsung H Saeroji. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Lomba Fans Gus Dur

Kamis, 22 Februari 2018

Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan

Bandar Lampung, Fans Gus Dur. Memasuki pertengah bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Kelompok Studi Kader (Klasika) akan membuka Kuliah Ramadhan (Kurma) dengan tema Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman yang diadakan di halaman depan Rumah Ideologi Klasika, Jl. Sentot Alibasa, Gg. Pembangunan E, Sukarame-Bandar Lampung. 

Kuliah tersebut diadakan dalam dua sesi yaitu sesi I pada 9 dan 11 Juni 2017. Kemudian sesi II pada 16,17, dan 19 Juni 2017. Kedua sesi tersebut dimulai setiap pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. 

Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan

Dalam release yang dikirimkan ke Fans Gus Dur, panitia menyatakan kegiatan ini diselenggarakan karena adanya keprihatinan terhadap tradisi intelektual yang mulai kendur sehingga mesti dikencangkan kembali, dimulai dari  kesadaran diri yang menjadi modal dan prinsip untuk dapat mengendalikan diri secara optimal, yaitu kesadaran tentang tiga pusat dalam diri yang meliputi pikiran, jiwa dan fisik. Materi pertama ini akan dipaparkan oleh aktor teater sekaligus Ketua Harian Komunitas Berkat Yakin (Kober) Alexander GB.

Pertemuan kedua akan membahas salah satu kasus tradisi intelektual yang sulit untuk dilakukan, terjadi di provinsi Patani, Thailand Selatan. Perilaku berkelompok atau berkumpul akan selalu dicurigai sebagai gerakan radikal terorisme. perkembangan tradisi intelektual sangat diawasi oleh pemerintah Thailand bahkan dengan mengerahkan satuan militer. Pencarian jalan keluar untuk menyelesaikan konflik antara pemerintah Thailand dan minoritas Muslim yang ada di Patani pun selalu diupayakan, salah satu titik pijak penyelesaian konflik tersebut adalah berdasarkan perspektif hukum Islam. Materi ini akan diulas langsung oleh mahasiswa yang sedang menjalani program magister di UIN Raden Intan Lampung yang berasal dari Patani, Hafeesee Soh.

Selanjutnya, pada pertemuan ketiga pada sesi II, dibahas maraknya praktik kesalahan dalam berlogika atau dapat diartikan sesat pikir, begitu banyak argumen atau pendapat-pendapat yang rancu dan merusak cara pandang, sehingga tradisi intelektual tidak lagi digunakan sebagai kekuatan untuk membangun, namun menjadi sebuah alasan yang kuat untuk memerangi atau memusnahkan. 

Fans Gus Dur

Argumentum ad hominem adalah salah satu macam sesat pikir, yaitu suatu argumen yang  ditujukan bukan kepada persoalan yang dibahas melainkan menyerang dan menjatuhkan pribadi lawan bicara. Diskusi atau tukar pikiran bukan lagi untuk sebuah pengetahuan yang lebih tinggi, melainkan untuk sekedar menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Pendalaman tentang kesalahan logika akan disampaikan oleh seorang penyair, yang juga menekuni kajian filsafat, keramik, serta seni rupa, yaitu Ahmad Yulden Erwin.

Fans Gus Dur

Berikutnya materi yang berjudul Islam Indonesia Islam Ramah oleh Alamsyah selaku dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Intan Lampung. Dalam hal ini Islam merupakan agama yang memberi kedamaian, bukan hanya bagi pemeluknya namun lebih luas kepada lingkungan dan alam sekitarnya. Berbagai bentuk keindahan yang terjadi seperti perdamaian antarumat beragama, toleransi, serta berbagai budaya merupakan penerapan nilai-nilai Islam, bukan seperti paham radikal yang berusaha merusak keutuhan bangsa dan merusak identitas kebudayaan yang telah ada di Indonesia. 

Peran pemerintah dalam dunia politik juga akan diulas oleh Khaidir Bujung, selaku anggota DPRD Provinsi Lampung. Berbagai sistematisasi dan dinamika dalam perpolitikan akan dijelaskan dengan lugas. Ia juga akan menyampaikan seperti apa wajah politik Indonesia di masa yang akan datang.

Kuliah Ramadhan ini terbuka bagi 25 Orang peserta. Bagi mahasiswa atau umum yang ingin bergabung dalam Kuliah Ramadhan dapat melakukan registrasi di Rumah Ideologi Klasika atau menghubungi narahubung di 0856 6462 6929 (A. Mufid)./ WA : 0895 3455 98643/ FB: Klasika Kelompok Studi Kader. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax Fans Gus Dur

Minggu, 18 Februari 2018

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Saya masih ingat dulu pada dekade 70-80-an, saya memiliki seorang teman yang menyebut dirinya “Mbak Sri”. Jangan dibayangkan dia seorang cewek karena dia sesungguhnya seorang cowok sebagaimana saya. Nama lengkapnya sebut saja Sri Wardono. Ketika Mbak Sri masih dalam kandungan, ibunya sangat berharap ia akan lahir sebagai anak perempuan. Maklum di keluarganya, belum ada seorang pun anak perempuan. Semua anak adalah laki-laki yang jumlahnya sudah 4 orang. Ibunya sangat mendambakan kehadiran seorang anak perempuan agar ia tak sendiri sebagai perempuan dalam keluarga itu. Di sinilah awal mula permasalahan.

Ibunda Mbak Sri, sebut saja Bu Basuki, memang sangat mengidamkan memiliki seorang anak berjenis kelamin perempuan sebagaimana dirinya. Dalam setiap doanya kepada Tuhan ia selalu menyatakan hal itu. Mbak Sri belum lahir saja, ibunya sudah menyiapkan nama anak perempuan “Sri Lestari” sekaligus pakaian anak perempuan yang bagus-bagus. Singkat cerita Bu Basuki berdoa keras agar Tuhan memberinya anak perempuan yang akan menjadi anak kelima dalam keluarganya.

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Mbak Sri akhirnya benar-benar lahir ke dunia bukan sebagai anak perempuan, tetapi sebagai anak laki-laki. Bu Basuki kecewa dengan kanyataan yang ada. Tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Ia masih memiliki kesempatan untuk tetap memberikan nama depan “Sri” yang sudah ia siapakan sebelum kelahirannya. Nama belakang Mbak Sri bukan “Lestari” sebagaimana rencana awal, tetapi sudah disesuaikan dengan jenis kelamin yang sebenarnya, “Wardono”. Jadi nama lengkap Mbak Sri menjadi “Sri Wardono”.

Dengan nama depan “Sri”, ibunya masih bisa berimajinasi bahwa anak kelimanya adalah perempuan karena nama “Sri” lebih umum dipakai untuk anak perempuan. Setiap hari Bu Basuki memperlakukannya sebagai anak perempuan. Baju-baju anak perempuan yang sudah disiapkan sebelum kelahirannya, tetap dipakaiankan pada anak itu. Ketika baju-baju itu sudah tak cukup untuk badannya yang sudah semakin besar, Bu Basuki tetap membuatkan baju-baju baru dengan model baju perempuan.

Fans Gus Dur

Penampilan Mbak Sri yang dipaksakan feminin oleh ibunya ini, sedikit demi sedikit mempengaruhi kejiwaannya. Hal itu tampak pada perilakunya. Misalnya, ia lebih suka bergaul dengan anak-anak perempuan dan mulai tertarik dengan sesama laki-laki. Dia belajar berjalan dengan langkah gemulai meski suaranya tetap seperti kodratnya sebagai laki-laki. Ketika dewasa jakun di lehernya tak bisa disembunyikan.

Fans Gus Dur

Hari demi hari terus berjalan. Tahun demi tahun terus berlalu. Mbak Sri telah tumbuh dan berkembang cukup besar. Ia harus sekolah sebagaimana anak-anak sebaya. Oleh orang tuanya, Mbak Sri didaftarkan sebagai anak laki-laki. Di sekolah ia memakai celana dan kemeja. Di rumah ia memakai rok. Hal ini berlangsung hingga ia duduk di kelas 4 SD. Saat itu umurnya telah mencapai 10 tahun.

Di usia kesepuluh itulah, ia dikhitankan oleh orang tuanya. Namun, ketika lukanya telah mengering dan sembuh, ia memutuskan memilih menjadi anak perempuan dan tidak lagi mau sekolah. Ia tinggalkan bangku sekolah dan tanggalkan seluruh pakaian laki-lakinya. Selanjutnya ia hanya mau memakai pakaian perempuan, terutama rok. Termasuk dalam hal ini ia tanggalkan sarung yang selama ini ia kenakan untuk shalat di masjid. Kemudian ia mengganti sarung dengan mukena sebagaimana perempuan.

Jika sebelumnya ia selalu shalat berjamaah di ruang laki-laki, sejak itu ia pindah ke ruang perempuan. Di ruang perempuan ini, ia memilih bersendirian di baris paling belakang. Atau kalau memang di sebelah kiri atau kanannya ada perempuan, ia bersikap hati-hati dengan mengambil jarak agar tidak bersentuhan kulit. Ia menyadari kelaki-lakiannya dan cukup tahu hal-hal yang bisa membatalkan wudhu. Ia tak ingin membatali wudhu teman-teman perempuannya.

Ketika usia Mbak Sri telah mencapai 25 tahun, ia mengadakan pesta ulang tahun di rumah sendiri dengan mengundang banyak tamu terutama kerabat dekat, teman-teman sesama waria dan tetangga sendiri. Saya juga termasuk yang diundang dan hadir dalam acara itu. Saat itu saya sudah kuliah, entah di semester berapa saya lupa.

Perayaan ultahnya yang ke 25 itu ternyata ia manfaatkan untuk mengumumkan perkawinannya dengan seorang gay yang selama beberapa tahun memang dikenal sebagai pacarnya. Tentu saja tidak ada ritual khusus seperti ijab qabul dan sebagainya dalam acara itu. Mbak Sri dan “suaminya” duduk berdua di kursi “pelaminan” layaknya perkawinan yang sebenarnya. Mereka juga melakukan adegan saling menyuapi makanan di depan para tamu.

Usia Mbak Sri kini sekitar 58 tahun. Sedang usia saya memasuki 53, atau? lima tahun lebih muda dari pada Mbak Sri. Saya tak tahu kabar Mbak Sri sekarang. Di mana kebaradaannya saya juga tidak tahu. Sejak puluhan tahun ia telah pindah ke kampung lain yang tidak saya ketahui. Saya berharap ia masih ada dan sehat-sehat saja. Saya ingin bertemu. Jika perlu, saya ingin menasihatinya sebagai seorang kawan di saat usia kami sama-sama sudah lebih dari setengah abad.

Fenomena Mbak Sri hendaknya membuka kesadaran masyarakat bahwa seorang LGBT belum tentu bersalah 100 persen, jika memang mereka harus dipersalahkan. Bisa jadi awal mula kesalahan perilaku seksualnya bermula dari orang tuanya. Hal lain yang perlu menjadi pelajaran berharga adalah para orang tua tentu boleh mendambakan seorang anak dengan jenis kelamin tertentu sesuai harapannya. Namun doa yang tidak pernah dipasrahkan kepada Tuhan akan berpotensi memaksakan kehendak.

Jika ternyata Tuhan menghendaki lain, orang tua bisa sangat frustrasi atas kenyataan yang ada karena kurangnya tawakal. Yang saya maksud dengan tawakal dalam hal ini adalah sikap menyerahkan kepada Allah SWT semata apa pun hasil dari apa yang diperjuangkan baik melalui usaha maupun doa-doa. Mbak Sri adalah contoh dari sikap orang tua yang tidak bisa menerima kehendak-Nya. Mbak Sri adalah korban. Padahal Allah SWT telah mengingatkan di dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran, ayat 159:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:“Ketika engkau telah membulatkan tekad (memiliki keinginan tertentu), maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal (kepada-Nya).”

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah SWT tidak melarang seorang hamba memiliki keinginan tertentu. Tetapi Allah SWT mengingatkan apa pun tekad seseorang untuk mencapai keinginan tertentu itu, dari yang sepele hingga yang muluk-muluk, pada akhirnya tekad tersebut harus dipasrahkan kepada-Nya karena Dia-lah Yang Mengatur Hidup ini.



Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Anti Hoax, Khutbah Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat

Blora, Fans Gus Dur



Setidaknya enam dari 17 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini tengah membangun gedung untuk sekretariat. Gedung Perkantoran tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan organisasi. Baik untuk kegiatan PCNU maupun banom-banomnya.

Enam MWCNU yang tengah membangun perkantoran antara lain MWCNU Blora I, MWCNU Banjarejo, MWCNU Kunduran, dan MWC NU Menden. Kemudian ada MWC NU Randublatung dan MWCNU Doplang.

Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat

Ketua MWCNU Menden Imron Rosyidi mengatakan, pembangunan kantor sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan organisasi. Sebab, banyak kegiatan yang harus diputuskan melalui rapat bersama. Karena belum memiliki kantor permanen, akhirnya rapat sering dilaksanakan di sejumlah tempat. Salah satunya adalah di rumah pengurus atau warga NU.

“Kami berharap kantor MWCNU bisa segera rampung,” ungkap Imron, yang juga Kasi Pais Kemenag Blora.

Fans Gus Dur

Menurutnya, di MWCNU Menden, saat ini ada sejumlah amal usaha NU. Seperti puluhan Madrasah Diniyah dan TPQ, MTs Hasyim Asy’ari, SMA NU, SMK NU dan sejumlah MI NU. Selain itu, sejumlah banom seperti IPNU-IPPNU, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, LP ma’arif dan Pagar Nusa juga cukup aktif.?

”Semua kegiatan tersebut membutuhkan pengendalian dan koordinasi, sehingga keberadaan kantor NU sangat diperlukan,” tambahnya.

Hal yang sama dikatakan Pengurus MWCNU Menden Karjo Thoyib. Menurutnya, MWCNU tengah berupaya mewujudkan Kantor NU. Sebab, dengan adanya kantor, maka kegiatan organisasi akan semakin lancar.

Fans Gus Dur

”Keberadaan kantor NU sangat penting. Sebab, sejumlah rantingyang ada di MWCNU Doplang berlokasi di tengah hutan jati. Sehingga diperlukan koordinasi bersama sesama pengurus,” ungkapnya. (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional, Senin (1/6) kemarin bersilaturahim ke kediaman Koordinator Nasional Gusdurian Alissa Wahid di Yogyakarta. Kunjungan sekaligus dalam rangka meminta saran serta arahan dari putri sulung Gus Dur ini.

Rombongan silaturrahim ini antara lain Presidium Nasional 1 dan 4 KMNU, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), BPH Regional 2, serta perwakilan pengurus inti KMNU UII, UGM dan UNY.

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Zimamul Adli, Presidium 1 KMNU, dalam kesempatan itu menjelaskan beberapa hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KMNU yang telah terselenggara di Jakarta, awal April lalu. Diantaranya adalah mengenai logo resmi KMNU Nasional dan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan KMNU di masa-masa awal berdirinya.

Alissa Wahid menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan NU (KMNU, PMII dan PKPT IPNU/IPPNU) tidak seharusnya saling mencurigai dan saling menegasikan. Ketiganya harus bisa bekerjasama dan bersinergi. Karena memang jamaah NU sangat banyak serta memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu ia mendorong agar ketiganya mengadakan musyawarah guna memperjelas diferensiasi di antara ketiganya.

Fans Gus Dur

Dalam pengkaderan, sebaiknya KMNU merancang sistem pengkaderannya sendiri yang original dan tidak meniru sistem pengkaderan organisasi-organisasi lain yang sudah ada. Ia memberikan contoh komunitas Gusdurian yang sukses dengan sistem pengkaderannya yang original. Sistem pengkaderan harus dirancang dengan baik dan telaten sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Fans Gus Dur

Ia juga menyarankan agar KMNU membentuk lembaga pengelola dana yang berfungsi untuk menghimpun donasi dari para alumni dan untuk membantu pembiayaan segala kegiatan yang diadakan oleh KMNU Nasional. Dengan cara itu diharapkan KMNU dapat menjadi organisasi yang professional dan mandiri dalam pengelolaan dana.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan dukungan yang sangat besar bagi hadirnya KMNU Nasional. Ia meyakinkan kepada seluruh pengurus KMNU mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga tingkat pusat agar tetap percaya diri dan jangan takut terhadap perubahan. Semua pengurus KMNU harus menjadi mahasiswa yang responsive bukan mahasiswa reaktif. Yaitu mahasiswa yang bukan hanya kritis, namun juga solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. (Muhammad Dliyauddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Demak, Fans Gus Dur. Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah, menggelar kegiatan “Jalsah Mubarokah” bersama Prof. Dr. Muhammed Faisal dan Prof. Dr. Hamdallah Mohammed Hafed Ibrahim dari al-Azhar Kairo, Selasa malam (26/8), di Masjid An Nur pesantren setempat.

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Forum bertema”Dialog Damai bersama Tokoh Ulama Timur Tengah dalam Rangka Pencegahan Terorisme” ini merupakan kerja sama Pesantren Futuhiyyah dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Peserta dialog terdiri dari para kiai, santri, serta pejabat pemerintah yang ada di wilayah Demak.

Pada kesempatan itu Hamdallah menjelaskan bahwa kini banyak muncul aliran-aliran yang menjurus pada terorisme. Menurutnya, setidaknya ada tiga prinsip untuk mencegah adanya pemahaman ekstrem tersebut.

Fans Gus Dur

Pertama, perteguh aqidah Ahlussunah wal Jama’ah, yakni dengan mengikuti paham ‘Asy’ariyah. Kedua, penyampaian syariat menurut Madzhab Empat (madzahibil arba’ah) dalam memahami al-Qur’an dan Hadits, yakni dengan mengikuti salah satu imam madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi, Hanbali.? Ketiga, penerapan ajaran tashawuf atau berakhlak secara terpuji (mahmudah) baik terhadap sang kholiq, diri sendiri, maupun sesama manusia. ?

Fans Gus Dur

Sementara itu, Mohammed Faisal menambahkan tentang pentingnya mencari ilmu. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah tidak mewariskan harta benda apapun kecuali hanya ilmu. Mohammed Faisal mengajak kepada semua hadirin untuk senantiasa bersemangat dalam mencari ilmu.

Pengasuh Pesantren Futuhiyyah KH Muhammad Hanif Muslih mengaku bersyukur atas kehadiran ulama al-Azhar Kairo. Ini merupakan kali pertama Pesantren Futuhiyyah didatangi ulama dari Mesir khususnya al-Azhar, karena yang selama ini yang berkunjung di Futuhiyyah adalah dari Yaman. (Abdus Shomad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia; menjadi penjelas (bayyinat) sekaligus menjadi pembeda (furqan) antara yang baik dan yang buruk. Petunjuk yang dijelaskan dalam Al-Qur’an meliputi hukum perkawinan, hukum waris, dan lain sebagainya. Hukum yang diterangkan secara umum dan garis-garis besarnya ada yang diperinci dan dijelaskan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, dan ada yang diserahkan pada kaum muslim sendiri melalui proses yang disebut dengan ijtihad.

Dalam rangka memposisikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk tentu perlu adanya upaya penggalian dan pemahaman dengan metode-metode tertentu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian menghasilkan sebuah penafsiran sebagai upaya untuk melakukan dialog antara Al-Qur’an dan ragam problematika zaman yang dinamis dengan membongkar makna terdalam atau pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Dalam peta keilmuan Islam, ilmu tafsir adalah ilmu yang tergolong belum matang, sehingga selalu terbuka untuk dikembangkan dengan berbagai metode, manhaj dan karakteristiknya, yang secara garis besar terbagi menjadi tafsir bil-matsur dan tafsir bir-rayi. Tafsir bil-ma’tsur diartikan sebagai tafsir yang dilakukan dengan jalan riwayat, yakni penafsiran yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, riwayat shahabat dan tabi’in, sedangkan tafsir bir-ra’yi didefinisikan sebagai upaya menyingkap isi kandungan Al-Qur’an dengan ijtihad yang dilakukan dengan mengapresiasi eksistensi akal.

Fans Gus Dur

Tafsir bir-ra’yi sebagai hasil penggalian, pemahaman, pemikiran, interpretasi dan komentar, tentunya mengandung kebenaran yang sifatnya relatif. Tafsir bir-ra’yi tidaklah mutlak atau absolut kebenarannya. Setiap hasil penafsiran tetaplah nisbi, oleh sebab itu, setiap penafsiran mempunyai potensi untuk mengalami kekeliruan. Tidak ada hasil penafsiran yang kebenarannya bersifat mutlak. Hal ini memberi arti, bahwa setiap hasil penafsiran dimungkinkan untuk dikritik.

Fans Gus Dur

Karena relativitas hasil penafsiran, maka jika ditelusuri terdapat kemungkinan adanya kekeliruan-kekeliruan dalam tafsir bi ar-ra’yi. Kekeliruan tersebut bisa jadi disebabkan karena mufassir tidak/kurang menguasai kaidah-kaidah serta ilmu-ilmu yang dijadikan persyaratan sebagai seorang mufassir, seperti bahasa Arab, asbabun-nuzul, nasikh wal mansukh, ilmu hadits, ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lain yang menjadi syarat keabsahan sebuah penafsiran.

Selain itu kemungkinan kesalahan juga bisa muncul dari tafsir bil-ma’tsur jika sumber-sumber yang dijadikan rujukan oleh mufassir kurang bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya sehingga menghasilkan sebuah penafsiran yang melenceng, yang pada klimaksnya menghasilkan ad-dakhil fit-tafsir yaitu penafsiran Al-Qur’an yang tidak memiliki sumber jelas dalam Islam; baik itu tafsir menggunakan riwayat-riwayat hadits lemah dan palsu, ataupun menafsirkannya dengan teori-teori sesat sang penafsir karena sebab lalai ataupun disengaja. Kesalahan tersebut menjalar di beberapa kitab tafsir ketika para mufassir kurang jeli meriwayatkan hadits. Ketika mereka meriwayatkan hadits tanpa mencantumkan para perawinya, kecuali rawi a`la (perawi yang menerima langsung dari Nabi SAW), bercampur-baurlah antara riwayat shahih, dhaif, dan ad-dakhil dalam kitab tafsir.

Sebagai jawaban akan problematika kerancauan kualitas hadits dalam tafsir bi al ma’tsur, tentu diperlukan sebuah upaya untuk menganalisis, membedakan dan mengelompokkan hadits-hadits shahih, dari riwayat yang kurang bisa dipertanggungjawabkan dalam tafsir bil ma’tsur, Di sinilah urgensi buku Majma’ al-Bahrain fi Ahadits al-Tafsir min Shahihain yang ditulis oleh Kiai Muda NU, Dr. KH. Afifuddin Dimyathi, Lc. MA.

Buku ini–sebagaimana yang dituturkan penulis dalam kata pengantar–sebenarnya bukan dalam rangka menjawab problem kerancauan kualitas hadits bahkan al-dakhil fit tafsir bil ma’tsur, akan tetapi upaya penulis dalam mengumpulkan hadits-hadits yang termaktub dalam kitab Shahihain hanya untuk membantu dan mempermudah para pemerhati dan pengaji Al-Qur’an dalam merujuk hadits-hadits tentang tafsir ayat Al-Qur’an. Walaupun penulisan buku ini bukan dalam rangka menjawab problem di atas, namun upaya penulis untuk mengumpulkan hadits-hadits dari kitab shahihain dalam sebuah buku tersendiri dapat dikategorikan sebagai langkah awal dalam menjaga orisinalitas tafsir bil ma’tsur dari masuknya riwayat-riwayat bermasalah dan penyelewengan penafsiran.

Sebelum memaparkan kumpulan hadits shahih, penulis lebih dulu memberikan pengantar dan penjelasan tentang hujjah penafsiran Nabi (baca: tafsir bil ma’tsur) serta ruang lingkup hadits nabi dalam sebuah penafsiran, baru kemudian memaparkan hadits-hadits yang berkaitan dengan tafsir atau yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an tanpa mencantumkan para perawinya kecuali rawi a`la.

Selain mengumpulkan hadits-hadits tentang tafsir ayat, penulis juga memasukkan hadits-hadits yang berkenaan dengan asbabun-nuzul (latar belakang turunnya ayat) dan keistemewaan sebuah surah, namun sayang penulis tidak memberikan syarhul hadits (penjelasan hadits) walau sekadar mufradat yang gharib (kosa kata yang asing). Di akhir tulisannya, Gus Afif–demikian panggilan akrab beliau–memaparkan secara singkat metodologi sumber primer buku yang ditulisnya yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Walhasil, buku ini sangat layak untuk dibaca, baik santri, akademisi bahkan kalangan awam sekalipun, serta sebagai koleksi perpustakaan. Akhiran, selamat membaca dan masuk dalam bahtera samudra ilmu tafsir dan hadits.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab

Referensi Resensi:

Jalaluddin al-Sayuthi, al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an (Beirut : Dar al-Fikr, 1951) Vol II

Jamal Musthofa Abdul Hamid, Ushul ad-Dakhil fi at-Tafsir Ayyit Tanzil, (Kairo: Jami’ah Azhar, 2001).

Muhammad Ali al-Shabuni, al-Tibyan Fi Ulum al-Qur’an, (Beirut : Dar al-Kutub Al-islamiyyah, 2003).

Muhammad Husein az-Dzahabi, al-Tafsir wal Mufassirun, (T.Tp : Maktabah Mus’ab bi Umair, 2004) Vol I

Data Buku

Judul? ? ? ? ? ? ? : Majmaal Bahrain fi ahadits tafsir min al-shahihain

Penulis? ? ? : Dr. Muhammad Afifuddin Dimyati, Lc. MA.

Penerbit? ? : Maktabah Lisan Araby, Sidoarjo

Tahun? ? ? ? ? ? : 2016

Halaman : 257

ISBN ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-74486 1-2

Peresensi: Umar AH, penikmat buku; alumni Pondok Pesantren al-Maruf Grobogan dan UIN Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Tegal, Santri Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock