Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

Sleman, Fans Gus Dur 

Meramaikan kemah kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah, Satuan Khusus Nasional Banser Husada (Basada) bekerja sama dengan Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia (ATSGI) perwakilan Yogyakarta dan Magelang,  di areal Candi Prambanan, yang dimiliki dua provinsi, Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Sabtu (16/12).

Sejumlah kamituo (master) dan praktisi ATS dari Paguron Dharma Cakra, Yogyakarta dan Sapto Argo, Magelang dan Banser Husada akan meramaikan bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis bagi masyarakat dan wisatawan berkunjung di Candi Prambanan.

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

"Itu pelayanan tambahan dari kami bagi publik. Kita ingin menegaskan jika kami, pemuda-pemuda Indonesia, para pecinta budaya, tak lelah memberi manfaat," ujar Kepala Satuan Unit Khusus Husada Satkornas Banser Yunianto Wahyudi, di Prambanan, Jumat (15/12).

Bakti sosial tanpa dipungut biaya untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti migrain, vertigo, sakit gigi, lemah jantung, asma dan berbagai penyakit medis itu akan digelar mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Untuk diketahui, ATS merupakan warisan husada leluhur Nusantara. Cara bekerja metode ini tergolong cepat, menyembuhkan tanpa menyakiti, termasuk saat digunakan untuk menerapi kaki dan tangan terkilir.

Fans Gus Dur

Selain pelayan bakti sosial ATS, Satsusnas Basada juga menyediakan posko kesehatan bagi peserta kegiatan bertema "Pemuda Hebat Jaga Bumi" sehubungan akan dihadiri sekitar 20.000 peserta kegiatan.

"Kita ingin mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dengan cermat, karena itu dalam rapat koordinasi panitia kami secara khusus meminta posko kesehatan," ujar Yunianto lagi.

Pada kegiatan bertujuan menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis itu, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka acara. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur PonPes, Santri, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 18 Februari 2018

Diplomasi Politik ala Subhan ZE

Bagaimana memahami diplomasi politik Subhan ZE? Sebagai seorang ahli strategi dan penggerak, Subhan ZE menjadi catatan penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Namun, tidak banyak kader yang memahami secara komprehensif alur sejarah hidup, kegelisahan, pemikiran, dan jaringan yang dibangun olehnya.?

Hingga kini, nama Subhan ZE terus terngiang dalam berbagai forum diskusi dan obrolan santai, namun tidak banyak yang memahami jurus politik dan strategi diplomasinya dalam mengawal negara dan menjaga Nahdlatul Ulama.

Diplomasi Politik ala Subhan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Diplomasi Politik ala Subhan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Diplomasi Politik ala Subhan ZE

Subhan merupakan tokoh yang lahir pada 29 Januari 1929 di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, serta besar di Kudus, Jawa Tengah. Dari penelusuran yang dilakukan penulis, tidak banyak keluarganya di Malang yang dapat diwawancarai terkait dengan sosok Subhan. Bahkan, warisan tanah dan harta benda dari Subhan ZE yang telah dihibahkan ke sebuah lembaga pendidikan, juga telah berganti yayasan. Nama Subhan sering disebut oleh aktifis muda NU, khususnya di PMII dan Ansor, namun tidak banyak yang memahami sepak terjangnya.

Semasa hidupnya, Subhan tidak lekang oleh kontroversi. Ia sering dicitrakan sebagai pemuda yang glamour, dengan jaringan perkawanan yang luas. Mobilitasnya ditopang oleh kekuatan ekonomi dan jaringan bisnis yang telah dibangunnya, yang menghantarkan Subhan sebagai sosok mandiri yang tangguh dan mampu bergerak dengan idealisme.

Meski sering dianggap melanggar batas etika kaum santri, Subhan ternyata disayang banyak kiai. Ia juga dianggap dekat dengan kiai-kiai nasional, karena seringnya silaturahmi dan keteguhan prinsipnya menjaga negara. Subhan disebut sebagai kadernya Kiai Asnawi Kudus, serta dekat dengan Kiai Mashum Lasem, Kiai Bisri Mustofa Rembang, Kiai Asad Syamsul Arifin, serta Kiai Rifai Imam Puro (Mbah Liem) Klaten. Dengan para kiai, Subhan menempatkan diri sebagai santri, sebagai murid spiritual.

Dalam catatan Asad Said Ali, Subhan ZE merupakan kader yang dididik oleh Kiai Asnawi. Di antara kader didikan Kiai Asnawi, yakni Kiai Turaikhan, Kiai Arwani dan beberapa tokoh penggerak dari kalangan santri (Pergolakan di Jantung Tradisi: NU yang Saya Amati, 2008). Jaringan pesantren di Kudus, merupakan basis pondasi bagi Subhan untuk membangun komunikasi dengan para kiai. Selain itu, pendidikan dan jaringan bisnis Subhan juga dimulai dari Kudus, yang membuatnya memiliki ikatan pertemanan yang kuat dengan tokoh-tokoh kunci di kawasan pantura.

Fans Gus Dur

Dukungan para kiai tampak ketika Subhan hendak dipecat dari PBNU, pada puncak perseteruan dengan Kiai Idham Chalid. Ketika hendak dipecat oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Subhan ZE dibela Mbah Mashum Lasem. Tentu saja, dukungan Kiai Mashum berdasar pada prinsip yang kuat, dengan wibawanya di antara para kiai membuat Subhan mendapatkan legitimasi.

Atas apa yang terjadi pada Subhan, Mbah Mashum mengungkapkan bahwa keputusan rapat Syuriah tidak bisa memecat tanpa melalui prosedur organisasi yang sah. Menurut Mbah Mashum, jika PBNU hendak memecat Subhan ZE, haruslah melalui mekanisme muktamar. Dalam membela Subhan, Mbah Mashum bukan satu-satunya kiai yang memiliki prinsip kuat seperti itu. Pandangannya diikuti oleh beberapa kiai lain, di antaranya Kiai Mahrus Ali (Lirboyo), Kiai Abdul Malik (Demak, anggota DPR dari Partai NU), serta KH Ali Mashum, menantu Kiai Munawwir pengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta. Di sisi lain, beberapa pengurus cabang NU juga mendukung Subhan. Juga, sebagian besar berpendapat bahwa apa yang dilakukan Subhan, dengan segenap keglamourannya, dilakukan sebelum menjadi pengurus PBNU. Alasan pemecatan Subhan ZE sudah usang, dan terlihat sebagai kemarahan yang terlambat (Thomafi, Mbah Mashum Lasem, 2007: 159).

Selain dekat dengan para kiai, Subhan ZE juga mengkader anak-anak muda pesantren, yang kelak menjadi tulang punggung Nahdlatul Ulama. Di antaranya, Kiai Tolhah Hasan, yang pernah menjadi Menteri Agama Indonesia, pada 1999-2001. Kiai Tolhah juga menjadi Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), hingga 1998. Kiai Tolhah juga menjadi Wakil Rais Am PBNU (2004).

Nasaruddin Umar, dalam Kiai Multitalenta: Sebuah Oase Spiritual KH Tolhah Hasan (2006: 151), menuliskan betapa sosok Subhan ZE sangat penting bagi Kiai Tolhah Hasan. Bagi kiai Tolhah, Subhan ZE merupakan guru politiknya, yang mengkader pergerakan, organisasi, dan perjuangan kebangsaan. Inilah yang membentuk mental tanggung dalam diri Kiai Tolhah, berkat sentuhan dan diskusi intensif dengan Subhan ZE. Subhan ZE merupakan guru politik bagi Kiai Tolhah Hasan. "Subhan ZE, tokoh NU yang dikenal cerdas, kaya dan berani, juga menjadi gurunya. Ketokohannya, diakui tidak hanya di kalangan NU, tapi telah menjadi tokoh nasional. Gagasan-gagasannya sangat brilliant." Bagi Kiai Tolhah, Subhan ZE sangat berkesan dalam membangun mental anak-anak muda, agar berani bergerak dan memperjuangkan prinsip.

Fans Gus Dur

Subhan berpengaruh tidak hanya di kalangan pesantren, namun juga berjejaring dengan generasi muda lintas agama dan organisasi. Dengan aktifis PMKRI, HMI, PMII dan GP Ansor, Subhan ZE menjadi referensi untuk mencari celah di tengah puncak kekuasaan Soekarno. Subhan bersama anak-anak muda, melawan komunisme. Di antara yang bergerak bersama Subhan ZE, adalah aktifis penting dari PMKRI: Harri Tjan SIlalahi (Tjan Tjoen Hok).

Harri Tjan lahir di Yogyakarta, pada 11 Februari 1934. Ia mengawali karir organisasi sebagai aktifis PMKRI. Di organisasi ini, ia menjadi Ketua pada periode 190-1961. Ia juga melalangbuana untuk menghadiri forum internasional di Jakarta, Praha dan Kanada, dalam prose pembebasan Irian Barat. Selain itu, ia juga turut mendirikan Pax Romana di Roma, Montevideo, dan Buenos Aires. Pada 1957, Harri Tjan dikirim ke Amerika untuk mempelajari dinamika perburuhan di St. Jons College di Baltimore. Ia juga berkunjung ke Detroit, Amerika Serikat pada 1962, untuk menghadiri siding ISC (International Stundent Conference).

Nama Silalahi, merupakan pemberian suku adat di Batak, ketika ia berkujung bersama kawannya di daerah itu. Di tanah Batak, ia dianggap sebagai pengganti adik temannya yang hilang pada masa kecil, sehingga diberi marga Silalahi (Tim Setyautama, Tokoh-Tokoh Tionghoa di Indonesia, 2008: 434). Harri Tjan Silalahi merupakan teman Subhan ZE dalam isu perlawanan terhadap PKI. Ia terpilih sebagai sekjen Front Pancasila, sebuah organisasi anti komunis yang dikomando Subhan ZE. Pada tahun 1965, Harri Tjan menjadi anggota Partai Katolik. Dan, tahun 1967 ia menjadi Sekjen Partai Katolik. Pada 1975, Harri Tjan ikut dalam pemilihan umum, sebagai calon dari Partai Katolik, namun tidak terpilih. Kemudian, Harri Tjan berkiprah sebagai Direktur CSIS, serta menjadi Pembina Bakom PKB (Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa) Pusat bersama Jusuf Wanandi (Liem Ban Kie).

Jaringan luas Subhan ZE dapat menjadi referensi anak-anak muda pesantren, yang memiliki passion di pergerakan politik. Subhan piawai membangun komunikasi dengan para kiai sepuh, sekaligus bergerak serentas menembus komunitas lintas agama-etnis. Memahami jurus-jurus politik dan seni diplomasinya, senantiasa membuka tirai misteri bagi sejarah panjang tokoh-tokoh penggerak Nahdlatul Ulama. (Munawir Aziz)

?

Penulis adalah Wakil Sekretaris LTN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, bukunya bertema "Gus Dur & Jaringan Tionghoa Nusantara", dalam proses terbit(Komunikasi via email: moena.aziz@gmail.com)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Ubudiyah Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media

Sumenep, Fans Gus Dur - Pimpinan Cabang GP Ansor Sumenep dalam menyambut harlah ke-83 menggelar pelatihan Jurnalistik dan Cyber Media yang dilaksanakan di kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Dungkek, Ahad (2/4) siang. Pendidikan ini dilaksanakan selama seharian dan diikuti oleh dua delegasi dari setiap anak cabang GP Ansor se-Kabupaten Sumenep.

Materi jurnalistik yang disampaikan meliputi sejarah jurnalistik, pengertian jurnalistik, unsur-unsur jurrnalistik, macam-macam penulisan berita, cara menulis berita, dan kode etik jurnalistik.

Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media

Ketujuh materi itu dikupas tuntas oleh tim instruktur GP Ansor Sumenep yaitu, Ainul Horri, A Qusyairi Nurullah, Rusydiyono, Abd Muksit, Suryadi dan Adi Pornomo. Dengan alokasi waktu dua jam, selebihnya? penekanan terhadap praktik membuat berita.

Fans Gus Dur

Pendidikan jurnalistik itu diadakan untuk mengagas kader GP Ansor menjadi seorang jurnalis. Selain itu juga, hasil pendidikan tersebut bisa berkontribusi menulis di media yang dibuat oleh GP Ansor Sumenep.

Ketua panitia hari ulang tahun (harlah) GP Ansor Sumenep Abd Wajid Muslim mengatakan, tujuan dilaksanakan pelatihan jurnalistik untuk menggagas kader GP Ansor menjadi seorang jurnalis.

"Maraknya informasi media yang beredar mayoritas dibuat oleh orang-orang di luar NU. Sehingga, berita yang diviralkan pasti tidak lepas dari kepentingan mereka," ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri mengatakan, warga NU sekarang masih tergolong lemah dalam mengoprasikan IT.

"Kader Ansor setelah mengikuti pelatihan ini, bisa mempublikasikan setiap kegiatan di media," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren

Klaten, Fans Gus Dur. Pagar Nusa PCNU Klaten belum lama ini menjalin berbagai kerja sama dengan beberapa pihak seperti sekolah dan pesantren. kerja sama ini merupakan langkah konkret Pagar Nusa Klaten dalam mempersiapkan sistem pengembangan kader.

“Kita sudah menjalin dengan Ma’arif NU agar Pagar Nusa bisa dijadikan salah satu ekstrakurikuler di sana,” ungkap Ketua Pagar Nusa Klaten Ardani, saat ditemui Fans Gus Dur, di sela acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-30 Pagar Nusa di Lapangan Merdeka Delanggu, Klaten, Ahad (3/1) lalu.

Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren

Tidak hanya pada lingkup Ma’arif atau NU, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan sekolah umum maupun negeri. “Untuk sekolah lain, kami juga sudah siap, apabila dari pihak mereka ada yang membutuhkan,” imbuhnya.

Fans Gus Dur

Selain masuk ke sekolah dan pesantren, Pagar Nusa Klaten yang kini anggotanya berjumlah sekitar 1.300 orang terus mendorong kadernya untuk bisa mengasah dan menggali potensi mereka.

“Beberapa kali kita kirim mereka ke berbagai kejuaraan. Alhamdulillah terakhir di Kejurda di Semarang, dua anggota kami, ada yang berhasil meraih juara ke-3,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Kajian Islam Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Rembang, Fans Gus Dur. Masyarakat di Kabupaten Rembang akhirnya tidak memprotes setelah mendapat penjelasan tentang penundaan keberangkatan haji tahun ini. KH Mustofa Bisri membantu memberikan penjelasan kepada para calon jama’ah.

“Haji adalah panggilan Allah SWT, apabila kita tertunda dan berangkat pada tahun berikutnya, sama halnya kita berhaji dua kali,” kata Gus Mus saat memberikan bimbingan manasik haji. 

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Jama’ah pun akhirnya merasa senang ketika mendengar pernyataan Wakil Rais Aam PBNU tersebut. 

Fans Gus Dur

Kemenag memerlukan proses yang lama dalam memberikan pengertian terhadap masyarakat yang sudah berharap berangkat tahun ini. Kasi Haji dan Umroh, Drs. H. Atto’illah Muslim Kementrian Agama Kab. Rembang, mengalami pengurangan sebesar 14,5 %, Selasa (20/8). 

Salah satu calon jema’ah, Satibi menjelaskan, “Saya menerima segala keputusan dari Kementerian Agama Rembang, apabila harus mendapatkan jatah berangkat pada tahun yang akan datang. Saya juga senang, lanjut Satib jika pemerintah memberikan prioritas kepada para jama’ah dengan memberikan fasilitas apabila pelunasan pada tahun berikutnya naik. jama’ah tak perlu bayar jika turun jama’ah dapat kembalian.”

Fans Gus Dur

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Tegal, Pahlawan Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta yang terletak di Jl Honggowongso ini sudah ada sejak tahun 1969. Ketika itu, NU yang masih berdiri sebagai partai menggunakan gedung ini sebagai kantornya.

Pada prasasti peresmian yang terpampang di salah satu ruang kantor PCNU Solo, terdapat sejumlah data dimulainya pembangunan sampai peresmian. Gedung Partai NU Kotamadya Surakarta ini mulai dibangun pada tanggal 1 Agustus 1968 M / 6 Djumadil Awwal 1388 H. Bangunan ini berdiri di atas tanah wakaf dari Moh. Jusuf Darori, BA, salah seorang simpatisan NU pada waktu itu.

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Setelah hampir 1 tahun proses pembangunan, akhirnya gedung tersebut selesai dibangun. Tepatnya pada tanggal 8 Pebruari 1969 M / 22 Dzul Qo’dah 1388 H, Ketua NU Wilayah Jawa Tengah, KH Imam Sofwan, meresmikan gedung. Pembangunan dan peresmian gedung ini juga turut direstui sejumlah tokoh PBNU, diantaranya KH Dr. Idham Chalid, KH Moh Dahlan, dan KH Achmad Sjaichu.

Setelah Khittah NU di Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo, NU kembali menjadi Jam’iyyah seperti pada pembentukan awalnya dan menyatakan tak lagi menjadi partai politik. Keputusan ini kemudian juga menimbulkan konsekuensi pada kantor partai NU di Surakarta. Kantor itu kemudian juga ber-khittah, menjadi kantor PCNU Kota Surakarta.

Fans Gus Dur

Sampai sekarang, kantor ini masih berdiri megah di tengah modernitas kota. Beberapa perbaikan gedung telah banyak dilakukan. Dan terakhir, pada tahun 2012 lalu, gedung simbol warga NU Solo ini mengalami renovasi yang semakin menjadikan bangunannya bertambah kuat dan terlihat sedap dipandang. Harapannya, semoga perubahan itu juga menular pada organisasi NU-nya, semakin kuat dan indah jua. (Ajie Najmuddin/Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Tegal, Internasional Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Jakarta, Fans Gus Dur. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan yang mengambil sikap tengah-tengah atau moderat sangat penting untuk diimbangi oleh hujjah ilmiah agar orang-orang NU mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam garis keras (kanan) atau kelompok yang sangat liberal (kiri).

Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam acara pelantikan Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Senin, (22/12) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta.

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Maka dari itu, tambah  Guru Besar Tasawuf ini, pembentukan Universitas di lingkungan NU sangat baik dalam mendukung hujjah-hujjah NU secara ilmiah.

Fans Gus Dur

“Saya berharap para rektor ini juga harus mempunyai peran di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak saja tafaqqahu fiddin (memperdalam agama), tetapi juga liyundziru qawmahum (mengabdi kepada masyarakat),” paparnya di depan para akademisi NU dari berbagai daerah yang hadir.

Fans Gus Dur

Di akhir pidatonya, Kang Said juga berharap, para rektor mampu membawa amanat kepemimpinan dengan baik sehingga dapat menciptakan konsep-konsep yang riil untuk kemaslahatan Nahdliyin dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Selain pelantikan Dr. Fatkul Anam sebagai rektor UNU Sidoarjo dan Dr. Masykur Rozaq sebagai rektor UMNU Kebumen, acara juga dilanjutkan dengan kegiatan Lokakarya Pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama Se-Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock