Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

Sleman, Fans Gus Dur 

Meramaikan kemah kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah, Satuan Khusus Nasional Banser Husada (Basada) bekerja sama dengan Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia (ATSGI) perwakilan Yogyakarta dan Magelang,  di areal Candi Prambanan, yang dimiliki dua provinsi, Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Sabtu (16/12).

Sejumlah kamituo (master) dan praktisi ATS dari Paguron Dharma Cakra, Yogyakarta dan Sapto Argo, Magelang dan Banser Husada akan meramaikan bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis bagi masyarakat dan wisatawan berkunjung di Candi Prambanan.

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

"Itu pelayanan tambahan dari kami bagi publik. Kita ingin menegaskan jika kami, pemuda-pemuda Indonesia, para pecinta budaya, tak lelah memberi manfaat," ujar Kepala Satuan Unit Khusus Husada Satkornas Banser Yunianto Wahyudi, di Prambanan, Jumat (15/12).

Bakti sosial tanpa dipungut biaya untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti migrain, vertigo, sakit gigi, lemah jantung, asma dan berbagai penyakit medis itu akan digelar mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Untuk diketahui, ATS merupakan warisan husada leluhur Nusantara. Cara bekerja metode ini tergolong cepat, menyembuhkan tanpa menyakiti, termasuk saat digunakan untuk menerapi kaki dan tangan terkilir.

Fans Gus Dur

Selain pelayan bakti sosial ATS, Satsusnas Basada juga menyediakan posko kesehatan bagi peserta kegiatan bertema "Pemuda Hebat Jaga Bumi" sehubungan akan dihadiri sekitar 20.000 peserta kegiatan.

"Kita ingin mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dengan cermat, karena itu dalam rapat koordinasi panitia kami secara khusus meminta posko kesehatan," ujar Yunianto lagi.

Pada kegiatan bertujuan menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis itu, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka acara. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur PonPes, Santri, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 11 Februari 2018

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

Banda Aceh, Fans Gus Dur. Pemerintah Provinsi Aceh akan memperluas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah sekaligus menjadikan rumah ibadah tersebut sebagai ikon internasional.

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

"Pemerintah Aceh merencanakan perluasan infrastruktur Baiturrahman bernuansa Masjid Nabawi di Madinah. Salah satunya penambahan payung raksasa di pekarangan berukuran 15 dan 25 meter," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut disampaikan gubernur saat membuka Rakor pimpinan daerah se-Provinsi Aceh tentang pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. 

Fans Gus Dur

"Harapan kita semoga keinginan itu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Aceh," katanya menambahkan.

Fans Gus Dur

Gubernur menyebutkan, untuk jangka pendek dan jangka panjang direncanakan penambahan infrastruktur Masjid Raya Baiturahman akan menghabiskan dana sebesar Rp1,1 trilliun.

Diharapkan dukungan dari para ulama dan cendikiawan Aceh bukan hanya dalam bentuk ide dan gagasan tapi juga terlibat aktif serta saling bahu membahu menyatukan gerak dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman kearah yang lebih baik. 

Direncanakan, masjid kebanggaan Aceh tersebut akan dilengkapi dengan baseman untuk tempat wudhu dan area parkir, selain itu juga tempat minum di beberapa sudut strategis masjid.

Untuk jangka panjang direncanakan perluasan pekarangan masjid hingga ke bantaran sungai Aceh, lengkap dengan dermaga yang dapat mengantarkan para pengunjung langsung ke masjid raya dengan kapal yang telah disiapkan. 

Masjid Raya Baiturrahman siap dijadikan sebagai pusat pendidikan agama, dengan menyediakan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, dan lokasinya di belakang masjid.

"Rencananya juga akan dibangun sebuah gedung untuk pertemuan yang dapat digunakan oleh para ulama dan acara pernikahan. Semoga keinginan ini dapat terwujud," kata Abdullah. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Daerah, Santri Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat

Majalengka, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengarahkan para kader untuk tetap fokus kaderisasi dengan membentuk Komisariat Pesantren dan Sekolah.

Ketua IPPNU Majalengka Diana Nursyamsiah mengatakan, kaderisasi merupakan tugas utama yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU untuk keberlanjutan proses regenerasi di tubuh Nahdlatul Ulama.

IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat

“Kami bersama dengan Banom (badan otonom NU) lain mempersiapkan kader muda NU ke depan agar berdaya dalam segala aspek,” katanya saat ditemui Fans Gus Dur di Pondok Pesantren Daarul Maarif Cikedung Maja, Majalengka, Jumat (10/10) siang.

Fans Gus Dur

Pihaknya telah merencanakan, di akhir bulan ini organisasi pelajar NU ini akan mengadakan musyawarah untuk membuat formulasi pengkaderan, mengagendakan Makesta secara bergilir ke lembaga-lembaga pendidikan sekaligus pembentukkan komisariat.

Hal senada diungkapan oleh Ilham Lahiyah. Sekretaris IPNU Majalengka ini mengungkapkan, kaderisasi merupakan pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, mengingat IPNU-IPPNU saat ini stagnan.

Fans Gus Dur

“Mestinya IPNU-IPPNU bisa bekerja lebih massif dalam melakukan pengkaderan dibandingkan dengan organisasi pelajar lain di Majalengka,” katanya di Ponpes Raudlatul Mubtadiin Cisambeng Palasah.

Ilham berharap sebagai garda terdepan kaderisasi NU di Majalengka, para kader IPNU-IPPNU bisa menunjukkan kualitas terbaik. “Mudah-mudahan di kepengurusan kami agenda pengkaderannya bisa mengadakan Latihan Kader Utama. Sekolah-sekolah umum akan disentuh kembali untuk menarik minat mereka masuk IPNU-IPPNU,” ujarnya. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

Jombang, Fans Gus Dur. Seperti diberitakan sejumlah media, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa pembahasan gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah selesai di Dewan Gelar. Pengesahannya sebagai pahlawan nasional tinggal menunggu keputusan presiden atau Keppres.

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

Akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini sebagai bukti bahwa kiprah para ulama dan kiai demikian diperhitungkan.

"Kami sangat bangga dengan akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Rabu (11/11). Ketua PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur ini juga mengemukakan, bahwa sosok Gus Dur sebagai bagian tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia dengan segala kiprah yang didermakan.

Fans Gus Dur

"Rasanya sulit menemukan sosok seperti beliau," kata Ning Ema, sapaan akrabnya. Keberpihakan Gus Dur kepada kalangan tertindas, kepedulian terhadap ketimpangan adalah diantara jasa yang melekat dari cucu hadratus syaikh tersebut.

Fans Gus Dur

Belum lagi kiprahnya di NU. "Kalangan anak muda NU sangat berhutang kepada beliau," kata Pembina di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tersebut. Karena bila membuka kembali lembaran sejarah terkait sepak terjang yang dilakukan saat awal menjadi Ketua Umum PBNU, maka sangat nyata sumbangsih yang telah diberikan.

"Dulu, NU dipandang sebelah mata oleh sebagian besar kalangan," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini. ? Namun lewat sejumlah terobosan, lanjutnya, termasuk banyaknya tulisan Gus Dur yang membahas kiprah NU dan pesantren, maka perlahan tapi pasti banyak yang simpatik.

Tanggungjawab besar bagi generasi muda NU dan pesantren adalah mengisi kepercayaan yang telah disemai oleh Gus Dur dengan kiprah terbaik. "Tidak ada pilihan lain, kecuali menunjukkan prestasi seperti telah ditorehkan Gus Dur," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

"Apa yang dilakukan Gus Dur dalam mengangkat citra pesantren dan NU demikian luar biasa," katanya. NU bisa seperti sekarang yakni disegani di banyak negara, adalah berkat kiprahnya yang tidak kenal lelah menyampaikan pandangan keislaman dan keindonesiaan yang membanggakan.

Gus Dur kini bukan semata milik keluarga atau bahkan partai politik tertentu. "Beliau adalah aset berharga NU, pesantren dan bangsa Indonesia," katanya. Karena itu, tambahnya, tugas berikutnya adalah menjaga khidmat yang telah diteladankan.

Menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional adalah pilihan tepat bagi negeri ini yang sadar dengan sumbangsih yang telah diberikan. "Semoga akan lahir Gus Dur baru dalam perjalanan NU, pesantren dan bangsa Indonesia," pungkas Ning Ema. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Cirebon, Fans Gus Dur. Tak kurang dari seribu orang memadati posko pengobatan gratis yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Kamis, (13/9).  Pengobatan gratis ini merupakan hasil kerjasama antara LKNU (Lembaga Kesehatan NU), dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa Ciayumajakuning Indonesia (KTCI).  

Panitia Ahmad Nahdi mengatakan bahwa acara pengobatan gratis merupakan bagian dari rangkaian Munas Alim Ulama Konbes NU yang akan dibuka besok. “Dan ini sekaligus sebagai sumbangsih NU dan berbagai komunitas yang merasa peduli terhadap kesehatan masyarakat,”  ujar Nahdi.

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Sebelumnya, acara yang sama juga digelar di empat pondok pesantren di wilayah III Cirebon, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Pondok Pesantren Jatibarang Indramayu, Pondok Pesantren Buntet Cirebon, serta pondok pesantren Jagasatru Kota Cirebon.

Fans Gus Dur

“Jika dikalkulasikan selama rangkaian pengobatan gratis ini digelar, pengobatan gratis yang digelar dalam rangka menyambut munas alim ulama dan konbes NU ini melibatkan sekitar tiga ribu peserta. Pembagiannya sesuai dengan pendaftaran yang diperoleh masing-masing titik tempat pelaksanannya,” jelas dr. Sutara, Ketua Panitia Lokal Bidang Kesehatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012.

Fans Gus Dur

Dalam proses pelaksanaannya, pengobatan gratis ini juga melakukan jejaring dengan berbagai rumah sakit rujukan, seperti RS. Sumber Waras Ciwaringin Cirebon dan RSUD Arjawinangun Cirebon untuk menghadapi kemungkinan terdapatnya peserta yang memiliki penanganan kesehatan yang lebih serius.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Sobih Adnan



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Jakarta, Fans Gus Dur. Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa perlu adanya batasan yang jelas perihal “radikal”. Kalau tidak ada ketentuan, pemblokiran terhadap situs-situs agama yang dianggap menyebarkan paham radikalisme tidak menutup kemungkinan akan menyasar pada situs institusi pendidikan Islam yang sama sekali aman dari radikalisme.

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Demikian komentar Menteri Agama RI menanggapi pemblokiran situs-situs radikal atas nama agama oleh Kemenkominfo atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui akun twitternya.

H Lukman menyayangkan pemblokiran situs tanpa kejelasan batas “radikal” baik dari Kemenkominfo juga BNPT.

Fans Gus Dur

“Penjelasan resmi dari BNPT itu diperlukan agar masyarakat mengetahui definisi dan batasan "radikal" itu seperti apa,” kata Lukman dalam akun twitternya.

Fans Gus Dur

Ia juga menyatakan bahwa pihak Kemenag RI tidak terlibat sama sekali dalam proses pemblokiran situs-situs tersebut.

Di lain kesempatan, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo menyatakan keberatan atas pemblokiran situs itu. Menurut Tjahjo, pendekatan pemerintah mesti berhati-hati dalam menangani penyebaran paham terorisme. Sementara untuk situs porno, Tjahjo menyatakan sepakat untuk menutup.

Menurut Tjahjo demikian rilis yang dikeluarkan Bidang Pemberitaan dan Media Visual DPD RI, pola deradikalisasi bisa dilakukan melalui sosialisasi dan komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan atau persyarikatan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

"ISIS memang mengkhawatirkan, tapi kita jangan terjebak istilah IS. Sedang dicari pola penanganannya agar jangan masuk ke generasi muda," kata Tjahjo dalam rapat kerja Komite I DPD RI dengan Kemdagri yang membahas program strategis kementerian di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Santri, Pendidikan Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia; menjadi penjelas (bayyinat) sekaligus menjadi pembeda (furqan) antara yang baik dan yang buruk. Petunjuk yang dijelaskan dalam Al-Qur’an meliputi hukum perkawinan, hukum waris, dan lain sebagainya. Hukum yang diterangkan secara umum dan garis-garis besarnya ada yang diperinci dan dijelaskan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, dan ada yang diserahkan pada kaum muslim sendiri melalui proses yang disebut dengan ijtihad.

Dalam rangka memposisikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk tentu perlu adanya upaya penggalian dan pemahaman dengan metode-metode tertentu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian menghasilkan sebuah penafsiran sebagai upaya untuk melakukan dialog antara Al-Qur’an dan ragam problematika zaman yang dinamis dengan membongkar makna terdalam atau pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Dalam peta keilmuan Islam, ilmu tafsir adalah ilmu yang tergolong belum matang, sehingga selalu terbuka untuk dikembangkan dengan berbagai metode, manhaj dan karakteristiknya, yang secara garis besar terbagi menjadi tafsir bil-matsur dan tafsir bir-rayi. Tafsir bil-ma’tsur diartikan sebagai tafsir yang dilakukan dengan jalan riwayat, yakni penafsiran yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, riwayat shahabat dan tabi’in, sedangkan tafsir bir-ra’yi didefinisikan sebagai upaya menyingkap isi kandungan Al-Qur’an dengan ijtihad yang dilakukan dengan mengapresiasi eksistensi akal.

Fans Gus Dur

Tafsir bir-ra’yi sebagai hasil penggalian, pemahaman, pemikiran, interpretasi dan komentar, tentunya mengandung kebenaran yang sifatnya relatif. Tafsir bir-ra’yi tidaklah mutlak atau absolut kebenarannya. Setiap hasil penafsiran tetaplah nisbi, oleh sebab itu, setiap penafsiran mempunyai potensi untuk mengalami kekeliruan. Tidak ada hasil penafsiran yang kebenarannya bersifat mutlak. Hal ini memberi arti, bahwa setiap hasil penafsiran dimungkinkan untuk dikritik.

Fans Gus Dur

Karena relativitas hasil penafsiran, maka jika ditelusuri terdapat kemungkinan adanya kekeliruan-kekeliruan dalam tafsir bi ar-ra’yi. Kekeliruan tersebut bisa jadi disebabkan karena mufassir tidak/kurang menguasai kaidah-kaidah serta ilmu-ilmu yang dijadikan persyaratan sebagai seorang mufassir, seperti bahasa Arab, asbabun-nuzul, nasikh wal mansukh, ilmu hadits, ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lain yang menjadi syarat keabsahan sebuah penafsiran.

Selain itu kemungkinan kesalahan juga bisa muncul dari tafsir bil-ma’tsur jika sumber-sumber yang dijadikan rujukan oleh mufassir kurang bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya sehingga menghasilkan sebuah penafsiran yang melenceng, yang pada klimaksnya menghasilkan ad-dakhil fit-tafsir yaitu penafsiran Al-Qur’an yang tidak memiliki sumber jelas dalam Islam; baik itu tafsir menggunakan riwayat-riwayat hadits lemah dan palsu, ataupun menafsirkannya dengan teori-teori sesat sang penafsir karena sebab lalai ataupun disengaja. Kesalahan tersebut menjalar di beberapa kitab tafsir ketika para mufassir kurang jeli meriwayatkan hadits. Ketika mereka meriwayatkan hadits tanpa mencantumkan para perawinya, kecuali rawi a`la (perawi yang menerima langsung dari Nabi SAW), bercampur-baurlah antara riwayat shahih, dhaif, dan ad-dakhil dalam kitab tafsir.

Sebagai jawaban akan problematika kerancauan kualitas hadits dalam tafsir bi al ma’tsur, tentu diperlukan sebuah upaya untuk menganalisis, membedakan dan mengelompokkan hadits-hadits shahih, dari riwayat yang kurang bisa dipertanggungjawabkan dalam tafsir bil ma’tsur, Di sinilah urgensi buku Majma’ al-Bahrain fi Ahadits al-Tafsir min Shahihain yang ditulis oleh Kiai Muda NU, Dr. KH. Afifuddin Dimyathi, Lc. MA.

Buku ini–sebagaimana yang dituturkan penulis dalam kata pengantar–sebenarnya bukan dalam rangka menjawab problem kerancauan kualitas hadits bahkan al-dakhil fit tafsir bil ma’tsur, akan tetapi upaya penulis dalam mengumpulkan hadits-hadits yang termaktub dalam kitab Shahihain hanya untuk membantu dan mempermudah para pemerhati dan pengaji Al-Qur’an dalam merujuk hadits-hadits tentang tafsir ayat Al-Qur’an. Walaupun penulisan buku ini bukan dalam rangka menjawab problem di atas, namun upaya penulis untuk mengumpulkan hadits-hadits dari kitab shahihain dalam sebuah buku tersendiri dapat dikategorikan sebagai langkah awal dalam menjaga orisinalitas tafsir bil ma’tsur dari masuknya riwayat-riwayat bermasalah dan penyelewengan penafsiran.

Sebelum memaparkan kumpulan hadits shahih, penulis lebih dulu memberikan pengantar dan penjelasan tentang hujjah penafsiran Nabi (baca: tafsir bil ma’tsur) serta ruang lingkup hadits nabi dalam sebuah penafsiran, baru kemudian memaparkan hadits-hadits yang berkaitan dengan tafsir atau yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an tanpa mencantumkan para perawinya kecuali rawi a`la.

Selain mengumpulkan hadits-hadits tentang tafsir ayat, penulis juga memasukkan hadits-hadits yang berkenaan dengan asbabun-nuzul (latar belakang turunnya ayat) dan keistemewaan sebuah surah, namun sayang penulis tidak memberikan syarhul hadits (penjelasan hadits) walau sekadar mufradat yang gharib (kosa kata yang asing). Di akhir tulisannya, Gus Afif–demikian panggilan akrab beliau–memaparkan secara singkat metodologi sumber primer buku yang ditulisnya yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Walhasil, buku ini sangat layak untuk dibaca, baik santri, akademisi bahkan kalangan awam sekalipun, serta sebagai koleksi perpustakaan. Akhiran, selamat membaca dan masuk dalam bahtera samudra ilmu tafsir dan hadits.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab

Referensi Resensi:

Jalaluddin al-Sayuthi, al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an (Beirut : Dar al-Fikr, 1951) Vol II

Jamal Musthofa Abdul Hamid, Ushul ad-Dakhil fi at-Tafsir Ayyit Tanzil, (Kairo: Jami’ah Azhar, 2001).

Muhammad Ali al-Shabuni, al-Tibyan Fi Ulum al-Qur’an, (Beirut : Dar al-Kutub Al-islamiyyah, 2003).

Muhammad Husein az-Dzahabi, al-Tafsir wal Mufassirun, (T.Tp : Maktabah Mus’ab bi Umair, 2004) Vol I

Data Buku

Judul? ? ? ? ? ? ? : Majmaal Bahrain fi ahadits tafsir min al-shahihain

Penulis? ? ? : Dr. Muhammad Afifuddin Dimyati, Lc. MA.

Penerbit? ? : Maktabah Lisan Araby, Sidoarjo

Tahun? ? ? ? ? ? : 2016

Halaman : 257

ISBN ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-74486 1-2

Peresensi: Umar AH, penikmat buku; alumni Pondok Pesantren al-Maruf Grobogan dan UIN Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Tegal, Santri Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock