Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Guru besar sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Bambang Purwanto mengatakan, penerbitan buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempunyai tempat tersendiri dalam penulisan sejarah atau historiografi Indonesia. Dan sebagai sebuah sejarah, buku putih itu tentu memuat subyektifitas.

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

“Sejarah tidak pernah obyektif. Historiografi selalu memuat subyektifitas. Bagi kami sejarawan, buku putih yang ditulis oleh NU ini sangat berarti sebagai sumber historiografi,” kata Prof Bambang dalam bedah buku putih itu di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan yang digelar PWNU Yogyakarta dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis dari Jakarta.

Sebelumnya ketua tim penulis buku putih Abdul Mun’im DZ mengatakan, buku putih itu ditulis sebagai bahan pegangan atau panduan bagi warga NU sendiri, terutama generasi muda yang tidak terlibat dalam peristiwa penting yang melibatkan NU di masa lalu. “Buku ini lebih tepat disebut sebagai buku politik, bukan buku ilmiah,” kata Wakil Sekjen PBNU itu.

Fans Gus Dur

Bambang Purwanto mengatakan, jika buku “Benturan NU-PKI” itu dimaksudkan sebagai buku panduan bagi kader NU atau menjadi buku politik, maka berbagai pertanyaan yang menyangkut persoalan historiografi telah selesai. Dalam konteks itu, buku putih yang ditulis oleh NU sudah berhasil.

Fans Gus Dur

“Sebagai buku pegangan bagi kader NU, buku ini sudah berhasil menyampaikan apa yang ingin disampaikan dan layak untuk dibaca. Buku ini telah berhasil betul mengatakan bahwa NU itu hebat betul. Bahwa NU hampir tidak ada cacat,” katanya.

Namun, ia memberikan catatan, buku putih NU itu sangat monolitik. “Tidak ada yang berperan selain NU. Yang lain hanya pelengkap. Bahwa NU kemudian menjadi superhero, sangat terasa dalam buku ini,”katanya.

Namun menurutnya, membaca buku putih itu sama seperti membaca Babad Tanah Jawi, atau babad dan hikayat lainnya. Dengan menulis buku itu, lanjutnya, NU itu telah mengembalikan tradisi penulisan sejarah yang dilakukan orang-orang terdahulu.

“Buku putih ini merupakan produk narasi NU yang menjadi bahan baru untuk menulis historiografi baru,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Cerita, Sejarah Fans Gus Dur

Kamis, 22 Februari 2018

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua

Sorong Selatan, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sorong Selatan masa khidmah 2015-2020 secara resmi dilantik, Sabtu (13/6), di gedung putih Teminabuan, Papua Barat. Pengukuhan ini menandai tekad pengurus baru untuk lebih aktif menggerakkan NU di Tanah Papua.

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua

Ketua PCNU Sorong Selatan H Muhammad Tawakkal menilai, NU di daerahnya yang berdiri sejak 2005 mengalami kevakuman. “Di tahun ini NU akan kembali berkiprah dalam membawa misi aqidah Aswaja,” ujarnya.

Menurut Tawakkal, NU dengan memegang prinsip tawasuth, itidal, tawazun, taawun dalam menjalankan amanah organisasi dan bentuk pelayanan kepada masyarakat. "Tugas NU mengajak, merangkul, ulama maupun dai NU di wilayah Sorsel dalam menghadapi paham radikalisme, seperti pergerakan ISIS, semoga tidak sampai ke negara Indonesia,” tuturnya.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan itu, pengurus terlantik di antaranya Muh Khaerul Aziz (Rais Syuriyah), H. Abdul Hakim (Katib), H. Hasan (A’wan), HM. A. Tawakkal (Ketua Tanfidhiyah), Muhammad Latif (Sekretaris), dan Sukandar (Bendahara).

Fans Gus Dur

Selain penduduk pribumi, sebagian pengurus merupakan warga transmigran. NU didirikan 10 tahun lalu oleh H Abdul Fattah, warga NU asal Maros, Sulawesi Selatan. Prosesi pelantikan disaksikan oleh Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU KH Nurul Yakin, Bupati Sorsel Drs Otto Ihalauw, dan Ketua Majelis Kehormatan DPRD Sorsel.

Nurul Yakin menjelaskan, sejak berdiri 1926 NU terus berkomitmen tegak dalam landasan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesame muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesame bangsa), ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

"Keberadaan NU sendiri merupakan organisasi sosial keagamaan yang bertujuan memberikan manfaat dan berkhidmat kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah setempat menyatakan siap bekerja sama dengan NU dalam rangka mewujudkan pembangunan pemerintahan Sorsel. (Zaenal Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Ahlussunnah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK

Jakarta, Fans Gus Dur



Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengelar dialog publik bertema "Menyoal Paket Kebijakan Reformasi Hukum Jokowi-JK" di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat pada Ahad (16/10). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Robikin Emhas (Ketua PBNU), Masinton Pasaribu (Komisi III DPR RI), dan Farouk Muhammad (DPD RI).

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK

Ketua Umum PB PMII Aminudin Ma’ruf mengatakan, kegiatan ini dalam rangka untuk mengkaji dan mengawal kebijakan pemerintah terkait reformasi hukum.?

PMII, menurutnya, menolak negara lemah. Negara yang seperti itu disebabkan ketidakpastian hukum. Hal ini akan menambah rendah kepercayaan publik terhadap hukum.?

Ketua PBNU mengimbau masyarkat untuk berpartisipasi dalam penegakan hukum di Indonesia. Sementara kepada negara meminta untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum melalui program Nawacita.?

Hal itu, diamini Farouk Muhammad. Menurutnya di negara ini hukum baru sebatas ide, belum sampai kepada penegakan hukum yang sebenar-benarnya. Menurutnya, banyak laporan dari masyarkat yang dibiarkan dan tidak di proses lanjut.

Fans Gus Dur

Sementara Masinton Pasaribu mengatakan, selama dua tahun kepemimpinan Presiden Jokowi banyak persoalan yang belum diungkapkan, masalah Pelindo 2, kasus Munir, kasus kebakaran hutan dan lahan dan pemberian izin dalam pengelola tambang.?

Fans Gus Dur

“Negara harus hadir dan mengungkapkan pelanggaran HAM dan segera disampaikan ke publik serta meminta kepada KPK untuk konsen ke masalah korupsi besar,” katanya.?

Ia menilai, penegakan hukum kita masih amatiran, tidak konsen. Cuma pada korupsi yang jumlahnya kecil yang diproses. (Muhamad Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Ubudiyah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Jakarta, Fans Gus Dur. Selepas membaca Barzanji dan istigotsah, Departemen Ketabiban Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa membuka praktek mengobati ragam penyakit dan konsultasi kesehatan di Telaga Dua, Kelurahan Sunterjaya, Jakarta Utara Selasa malam (2/12).

Pagar Nusa menerjunkan 4 orang tabibnya. Haji Suroso menangani warga yang bermasalah dengan mata. Ia menetesi dengan obat berbentuk cairan yang disebutnya gurah mata.

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Di bagian lain, di salah satu rumah warga, ada Haji Prayitno yang melakukan bekam di punggung. Berbeda dengan biasanya pada pengobatan model itu, dia menggunakan tanduk kambing. ?

Fans Gus Dur

"Mas Prayitno ini orang Wahabi, Mas. Dia pengikut aliran Wahabiyah," terang Ali Rahman, pengurus Pagar Nusa. "Maksudnya, dia pernah nyantri di Tambakberas, pesantren Kiai Wahab Hasbullah," lanjutnya sambil terkekeh.

Sementara Gus Heru menangani beragam keluhan. Seorang ibu misalnya, mengeluhkan mulutnya yang tidak bisa bicara dengan jelas. Disusul orang tua yang mengaku tak bisa melipat kakinya dalam waktu lama. Ada juga yang mengaku kurang pendengaran. Serta berpenyakit amandel.

Fans Gus Dur

Ia biasanya memulai dengan mendeteksi pasien melalui denyut nadi, kemudian mengurutnya. Tak hanya itu, ia memberikan resep herbal untuk konsumsi di rumah.

Di bagian lain H Shomad SM sedang menangani anak 2 tahun. Revana namanya. Shomad meraba anak itu mulai tangan, kaki, dan kepala. Sementara ibunya menangis, sambil sesekali mengusap air mata dengan kain. Ayahnya yang memangku Revana, berkaca-kaca di balik mata.

“Revana tak bisa bicara cuma nangis saja,”kata ibunya.

Menurut dia, anak keduanya itu jangankan berjalan, duduk saja sampai kini belum bisa.

Padahal ia pernah dirawat di rumah sakit selama 20 hari, tapi sampai sekarang belum ada perubahan. “Kalau menurut dokter kepalanya kecil. Nggak ada penjelasan lain,” katanya sambil kembali sesenggukan.

Ketua Perguruan Silat Sapu Jagat Pagar Nusa, Condet, Jakarta Timur, Ki Cokro Santri meminta hadirin membacakan shalawat Nabi untuk kesembuhan Revana.

Pengobatan gratis ala Pagar Nusa tersebut tidak sampai di situ. Para tabibnya bersedia dihubungi untuk membantu menyelesaikan keluhan.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua RT setempat, anak-anak muda Majelis Diniyah Al-Fatah, serta belasan pengurus Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Internasional, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta yang terletak di Jl Honggowongso ini sudah ada sejak tahun 1969. Ketika itu, NU yang masih berdiri sebagai partai menggunakan gedung ini sebagai kantornya.

Pada prasasti peresmian yang terpampang di salah satu ruang kantor PCNU Solo, terdapat sejumlah data dimulainya pembangunan sampai peresmian. Gedung Partai NU Kotamadya Surakarta ini mulai dibangun pada tanggal 1 Agustus 1968 M / 6 Djumadil Awwal 1388 H. Bangunan ini berdiri di atas tanah wakaf dari Moh. Jusuf Darori, BA, salah seorang simpatisan NU pada waktu itu.

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Setelah hampir 1 tahun proses pembangunan, akhirnya gedung tersebut selesai dibangun. Tepatnya pada tanggal 8 Pebruari 1969 M / 22 Dzul Qo’dah 1388 H, Ketua NU Wilayah Jawa Tengah, KH Imam Sofwan, meresmikan gedung. Pembangunan dan peresmian gedung ini juga turut direstui sejumlah tokoh PBNU, diantaranya KH Dr. Idham Chalid, KH Moh Dahlan, dan KH Achmad Sjaichu.

Setelah Khittah NU di Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo, NU kembali menjadi Jam’iyyah seperti pada pembentukan awalnya dan menyatakan tak lagi menjadi partai politik. Keputusan ini kemudian juga menimbulkan konsekuensi pada kantor partai NU di Surakarta. Kantor itu kemudian juga ber-khittah, menjadi kantor PCNU Kota Surakarta.

Fans Gus Dur

Sampai sekarang, kantor ini masih berdiri megah di tengah modernitas kota. Beberapa perbaikan gedung telah banyak dilakukan. Dan terakhir, pada tahun 2012 lalu, gedung simbol warga NU Solo ini mengalami renovasi yang semakin menjadikan bangunannya bertambah kuat dan terlihat sedap dipandang. Harapannya, semoga perubahan itu juga menular pada organisasi NU-nya, semakin kuat dan indah jua. (Ajie Najmuddin/Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Tegal, Internasional Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal

Solo, Fans Gus Dur. Pesantren Darul Mubtadiien berhasil melaju ke babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II (Soloraya). Tim asal Karanganyar itu lolos setelah mengalahkan Zumrotut Tholibin dalam laga yang dihelat di lapangan Kota Barat Surakarta, Jumat (9/9).

Penampilan cemerlang kiper Darul Mubtadiien Iksan ikut membantu timnya memenangkan laga. Tercatat, ia menepis beberapa peluang lawan, dan puncaknya ketika ia meghalau dua tendangan penalti lawan dan memastikan gol kemenangan Darul Mubtadiien.

Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal

Di babak pertama, Darul Mubtadiien mencetak gol melalui kaki Anshar di menit 13. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Zumrotut Tholibin baru bisa menyamakan kedudukan, tepatnya di menit 31, Arifan berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Gol! Skor 1-1.

Pemenang pertandingan akhirnya mesti ditentukan dalam adu tos-tosan. Sempat mengalami kegagalan pada penendang pertama, namun dewi fortuna ternyata masih berpihak kepada Darul Mubtadiien dengan skor akhir 5-3.

Pada babak semifinal yang digelar, Ahad (10/9) sore, Darul Mubtadiien bertanding melawan tim asal Andong Boyolali Darul Fikr. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Aswaja, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

Jombang, Fans Gus Dur. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur sedang mempersiapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja tingkat Jawa Timur.

"Kegiatan ini dalam mata rangkai menyambut Isra Miraj dan hari lahir NU yang ke-89," kata Abdurrouf, Kamis (23/4). Ketua panitia kegiatan yang bertema “Penguatan peran pondok pesantren sebagai benteng pertahanan Islam ala Aswaja dan NKRI” ini akan berlangsung 8 Mei mendatang dan dipusatkan di Pesantren Tebuireng.

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

"Seperti diketahui, IPNU merupakan salah satu pilar penyangga pembinaan? generasi bangsa yang bertaqwa, berilmu, berkarya, serta memiliki kedudukan yang strategis sebagai wahana kaderisasi putra dan putri Nahlatul Ulama," kata Ketua PK IPNU Tebuireng, M. Iqbal Abdurrouf.

Fans Gus Dur

Dengan kegiatan ini diharapkan akan lahir insan yang bermutu di kalangan generasi muda, khususnya dari? IPNU. "Generasi muda merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa dan negara, karenanya upaya menjadikan mereka terutama pelajar NU sebagai penerus yang mampu mengembangkan bakat, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen untuk memperjuangkan perjuangan harus menjadi prioritas dan mendapat perhatian dari semua pihak," tandasnya.

Fans Gus Dur

Kegiatan juga didedikasikan agar mampu mewujudkan cita-cita IPNU sebagai media dan pelopor dalam setiap aktifitas yang berorientasi keilmuan dalam usaha meningkatkan kualitas? kader. "Juga terjalinnya silaturahim antara pelajar dan santri dengan IPNU," katanya.

Abdurrouf menandaskan bahwa kegiatan akan berisi lomba atau olimpiade dan pengajian umum. Olimpiade dilangsungkan Jumat pagi hingga selesai. "Sedangkan pengajian umum yang menghadirkan KH Ilyas sekaligus pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan malam hari," terangnya.

Panitia sangat terbuka menerima pendaftaran bagi kepengurusan IPNU di sejumlah madrasah dan sekolah, termasuk pesantren. "Silakan mendaftar dan mengisi formulir yang telah disediakan panitia," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Halaqoh, Budaya Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock