Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas

Purworejo, Fans Gus Dur. Kader GP Ansor Purworejo diharapkan menjadi pelopor dalam melakukan perubahan sosial. Guna menyikapi arus globalisasi, Ansor juga diharapkan menjaga moral anak bangsa. mereka perlu berupaya lebih keras untuk mencegah peredaran narkoba dan pergaulan bebas yang mendera generasi muda saat ini.

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas

Menurut Ketua GP Ansor Purworejo KH Muhamad Haekal pada pelantikan GP Ansor Pituruh di desa Megulungkidul, Purworejo, Kamis (19/2), persoalan yang perlu diwaspadai ialah maraknya pergaulan bebas yang belakangan menggejala di kalangan remaja.

Pergaulan itu diakibatkan salah satunya karena arus informasi yang bisa diakses dengan mudah dan cepat. "Karena itu, para orang tua harus selalu waspada menyikapi persoalan tersebut," kata Kiai Haekal.

Fans Gus Dur

Kader Ansor juga perlu giat melakukan kegiatan keagamaan yang melibatkan para pemuda. Kemasan kegiatan keagamaan itu perlu disesuaikan dengan minat pemuda agar mudah diterima.

"Kader Ansor harus bisa merangkul semua elemen masyarakat guna menyukseskan dakwah Islam," jelasnya.

Fans Gus Dur

Pada kesempatan itu Kiai Haekal melantik pengurus baru PAC GP Ansor Pituruh masa bakti 2015-2018. Ahmad Ngafifudin beberapa tahun ke depan akan menggerakkan pemuda Ansor di Pituruh.

Ngafifudin menyatakan komitmennya untuk berjuang mengembangkan dakwah Aswaja NU di Purworejo. Pihaknya juga berjanji untuk meningkatkan kualitas SDM anggota GP Ansor Pituruh. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Lomba Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK

Jakarta, Fans Gus Dur



Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengelar dialog publik bertema "Menyoal Paket Kebijakan Reformasi Hukum Jokowi-JK" di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat pada Ahad (16/10). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Robikin Emhas (Ketua PBNU), Masinton Pasaribu (Komisi III DPR RI), dan Farouk Muhammad (DPD RI).

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK

Ketua Umum PB PMII Aminudin Ma’ruf mengatakan, kegiatan ini dalam rangka untuk mengkaji dan mengawal kebijakan pemerintah terkait reformasi hukum.?

PMII, menurutnya, menolak negara lemah. Negara yang seperti itu disebabkan ketidakpastian hukum. Hal ini akan menambah rendah kepercayaan publik terhadap hukum.?

Ketua PBNU mengimbau masyarkat untuk berpartisipasi dalam penegakan hukum di Indonesia. Sementara kepada negara meminta untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum melalui program Nawacita.?

Hal itu, diamini Farouk Muhammad. Menurutnya di negara ini hukum baru sebatas ide, belum sampai kepada penegakan hukum yang sebenar-benarnya. Menurutnya, banyak laporan dari masyarkat yang dibiarkan dan tidak di proses lanjut.

Fans Gus Dur

Sementara Masinton Pasaribu mengatakan, selama dua tahun kepemimpinan Presiden Jokowi banyak persoalan yang belum diungkapkan, masalah Pelindo 2, kasus Munir, kasus kebakaran hutan dan lahan dan pemberian izin dalam pengelola tambang.?

Fans Gus Dur

“Negara harus hadir dan mengungkapkan pelanggaran HAM dan segera disampaikan ke publik serta meminta kepada KPK untuk konsen ke masalah korupsi besar,” katanya.?

Ia menilai, penegakan hukum kita masih amatiran, tidak konsen. Cuma pada korupsi yang jumlahnya kecil yang diproses. (Muhamad Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Ubudiyah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin

Batam, Fans Gus Dur -

Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Asad Said Ali, di Batam Kepulauan Riau, Jumat (25/12) mengajak kader muda Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa bersyukur dan cerdas dengan kekuatan batin dimiliki.

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin

Mantan Wakil Kepala BIN itu menegaskan, salah satu kekuatan Ansor adalah kekuatan ruhani. "Bersyukur kepada Allah membuat tenang. Lalu wirid yang diajarkan ulama-ulama kita, itu membuat batin anak-anak Ansor menjadi kuat," ujar dia lagi.

Alumni Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta itu mengingatkan kader Ansor yang menjadi peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III untuk menjaga lisan dan perbuatan.

"Sekali kita berbohong maka akan terus berbohong. Kader Ansor harus cerdas, jangan mengumbar persoalan internal ke media sosial, itu namanya goblok bin goblok," ujar dia lagi.

Fans Gus Dur

Ia lalu menyarankan, kader Ansor yang pintar harus masuk atau membuat koperasi.

"Itu ada mas Fahmi Akbar Idries, Ketua Divisi Nusa Makmur Induk Koperasi Syirkah Muawwanah Nusantara atau Inkopsimnus. Jagoan itu kalau soal koperasi, tapi ingat, jangan korupsi," tuturnya.

Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 19 Desember 1949 itu lalu mencontohkan PCNU Magetan, Jawa Timur yang bisa membangun gedung senilai Rp7 miliar dengan kemandirian ekonomi.

Fans Gus Dur

"Sumber daya sebagai syarat pergerakan organisasi harus dipahami dulu. Jangan bondo nekat," ujar dia di sela memaparkan materi.

Susbanpim III PP GP Ansor digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau, bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, PonPes Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Mataram, Fans Gus Dur. Gelaran Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama (Munas Konbes) NU turut dimeriahkan dengan sunatan massal oleh Care-LAZISNU, Rabu (22/11). Terdapat sedikitnya 50 anak-anak menjadi peserta sunatan yang bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).

“Ini bagian kerja sama setelah acara sunatan di Jakarta sukses. Di sini menggabungkan dengan Munas NU yang sudah kami koordinasikan dengan panitia Munas, hal. berbagi kebahagian," kata Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, di lokasi kegiatan Pesantren Darul Hikmah Pagutan,

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Sunatan massal juga sebagai upaya NU Care-LAZISNU mengajak anak-anak bergembira.





"Dengan menunaikan sunatan keinginan mereka dalam menunaikan sebagai umat Islam terpenuhi.

Fans Gus Dur





Peserta sunatan juga diberikan uang tunai dan sepeda.



Fans Gus Dur



Pengasuh Pesantren Darul Hikmah, TGH Abdul Hamid menyampaikan pihanya beryukur dengan pelaksanaan sunatan yagn bisa melibatkan masyarakat di Lombok.





"Semoga dapat dilakukan di kesempatan lainnya," harapnya.

Deputi Branch Manager Alfamart, Ahmad Saeful mengatakan sunatan masal merupakan salah satu bentuk penyaluran donasi bantuan pelanggan Alfamart periode Oktober 2017.





“Ini juga sebagai bukti bahwa Alfamart selalu dekat dengan masyarakat,” tambah Saeful.



Budiono orangtua, dari Riski Setiono (5 tahun); menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi peserta sunatan tersebut.

"Alhamdulillah, anak saya juga senang karena dapat hadiah sepeda," kata Budiono. 





Senada, Slamet orangtua Teguh Muhamad Agus Setiawan (5,5 tahun), mengungkapkan rasa syukurnya.





"Karena anak saya juga sudah waktunya disunat," kata Slamet. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Halaqoh, News Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Lamongan, Fans Gus Dur - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Babat Kabupaten Lamongan masa khidmah 2015-2017 menggelar istighotsah, do’a bersama, dan motivasi di Gedung Serbaguna Suroloyo, Kecamatan Babat. Ikhtiar menghadapi UN ini melibatkan santri dan pelajar setempat, Kamis (31/3).

Acara ini diikuti terutama siswa kelas tiga tingkat SLTP-SLTA dan kelas 6 MI-SD yang nantinya akan menghadapi Ujian Nasional sebagai syarat penentu kelulusan mereka.

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Tampak hadir sejumlah pengurus PCNU Babat, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Babat KH Ma’mun Affandi, Ketua LP Ma’arif MWCNU Babat H Soeradi, pengurus harian IPNU-IPPNU Babat, serta tamu undangan PAC IPNU-IPPNU se-Cabang Babat.

Ketua MWCNU Babat KH Ma’mun Affandi memberikan apresiasi untuk pengurus IPNU-IPPNU Babat atas kegiatan ini. Ia berpesan kepada pelajar yang hadir bahwa kunci sukses dalam menghadapi UN adalah istiqomah dalam belajar, istiqomah dalam berusaha, dan istiqomah dalam berdo’a.

Fans Gus Dur

Ketua PC IPNU Babat M Miftahul Aminin mendukung acara yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Babat. Ia mengimbau para pelajar untuk mengembangkan jiwa intelektual dengan belajar, berjuang dengan emosional, dan bertakwa untuk peningkatan spiritual.

Fans Gus Dur

Di awal pembukaan M Miftahul Aminin meminta dukungan dari MWCNU Babat dan LP Ma’arif MWCNU Babat untuk menyediakan waktu dan dukungannya atas kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IPNU dan IPPNU. (Aan Andri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Halaqoh, Nasional Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah

Umat Islam tidak boleh lengah atas bahaya laten yang mengancam mereka. Bahaya laten ini menyusup bukan di tengah-tengah umat Islam. Bahaya laten ini jauh lebih halus menyusup di dalam tubuh mereka dalam aktivitas ibadah dengan segala bentuknya (yaitu shalat, puasa, zikir, tadarus, tahfiz, sedekah, haji, umrah, dan ibadah lainnya) sebagai keterangan Ibnu Athaillah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Unsur nafsu pada perbuatan maksiat tampak jelas. Sedangkan unsur nafsu pada amal ibadah tersembunyi dan laten. Upaya pengobatan atas penyakit yang tersembunyi itu sulit.”

Fans Gus Dur

Bahaya laten yang patut diwaspadai umat Islam adalah unsur nafsu yang menyusup pada aktivitas ibadah mereka. Nafsu yang suka menuntut ini pada gilirannya dapat mencelakai mereka yang tak mewaspadai bahaya laten ini. Bagaimana bisa orang beribadah menjadi celaka?

Pertama kita harus pahami dahulu watak nafsu. Watak dasar nafsu cenderung berlari dari tanggung jawab. Sementara ibadah adalah tanggung jawab manusia terhadap Allah SWT sebagai tujuan dari penciptaan mereka. Tetapi ketika nafsu mengajak kita memikul tanggung jawab yang sejatinya ia tidak sukai, maka waspadalah.

Fans Gus Dur

Kenapa demikian? Ketika nafsu menyelinap di tengah-tengah aktivitas ibadah kita, maka sejatinya nafsu mengarahkan kita ke jalan lain, bukan menuju Allah SWT. Ini cukup menyulitkan. Pasalnya, unsur nafsu tampak terang-terangan pada perbuatan maksiat. Sedangkan untuk aktivitas ibadah, unsur nafsu biasanya menyusup, menyelinap, mendompleng, atau menunggangi sebagai keterangan Syekh Syarqawi berikut ini.

? ? ? ?) ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Unsur nafsu pada perbuatan maksiat) seperti zina (tampak jelas) yaitu kenikmatan atas maksiat tersebut. Nafsu itu tidak memintamu mengaburkan keinginannya pada maksiat itu selain hanya untuk kenikmatanmu atas maksiat tersebut sehingga bencana dan petaka menimpamu. (Sedangkan unsur nafsu pada amal ibadah tersembunyi dan laten). Tak satupun melihat unsur nafsu itu selain mereka yang membuka mata batin. Kenapa demikian? Amal ibadah itu berat. Tetapi ketika nafsu mengajakmu beribadah–sementara kamu tak tahu unsur nafsu pada ibadah tersebut kecuali dengan ketelitian–, maka secara lahiriah ia memperlihatkan dirinya mengajakmu taqarrub kepada Allah, tetapi sejatinya yang dituju tidak lain adalah perhatian manusia kepadamu dan kemasyhuranmu sebagai orang saleh di tengah mereka. Siapa yang memerhatikan nafsunya dan mengawasi gerak batinnya, maka kebenaran sejati akan tampak padanya,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 4).

Unsur nafsu yang menyusup di dalam aktivitas ibadah menggiring pelakunya ke jalan lain, yaitu riya sebagai penyakit destruktif yang berbahaya bagi umat Islam. Pengalihan jalan ke selain jalan Allah ini yang patut dicurigai dan diwaspadai. Jangan sampai Allah murka dengan aktivitas ibadah yang disusupi nafsu. Pengalihan jalan ini biasanya berlangsung tanpa kita sadari.

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Sejauh penyakit dan bahaya laten ini belum terdeteksi, maka upaya pengobatan sulit dilakukan sebagai keterangan Syekh Zarruq berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Buat saya, (Ibnu Athaillah) berkata, kesulitan pengobatannya itu bergantung pada kadar kesamarannya karena pengobatan itu mengikuti sejauhmana pengetahuan seseorang terhadap pokok, sebab, dan sifat penyakit itu sendiri. Ketika pokok dan sebab penyakit itu belum terdeteksi dan sudah sampai pada pemeriksaan (lalu terdeteksi), maka penyakit tak mungkin diobati kecuali dengan susah payah. Salah satu penyakit laten yang menyelinap pada amal ibadah adalah riya terhadap makhluk-Nya,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 135).

Upaya preventif dari bahaya laten (nafsu yang berujung pada riya) ini harus dilakukan sejak dini. Kewaspadaan tinggi perlu dilakukan. Sementara upaya pengobatannya tidak kalah sulit. Perlu banyak zikir dengan segala lafalnya atau bimbingan dari para guru tarekat.

Namun demikian, hikmah ini tidak bertujuan untuk melemahkan semangat beribadah kita. Hikmah ini juga tidak menyarankan kita untuk berburuk sangka terhadap mereka yang gemar ibadah. Hikmah ini hanya mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap segala penyusupan dan bahaya laten pada aktivitas ibadah kita yang dapat membuatnya rusak dan sia-sia. Hikmah ini justru mendorong kita untuk beribadah secara istiqamah di jalan menuju Allah, bukan jalan ke lain-Nya. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Khutbah Fans Gus Dur

Kamis, 11 Januari 2018

Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan

Jombang, Fans Gus Dur - Aktivis Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU di Jombang ikut meramaikan gerak jalan dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan Ke-71 RI . Mereka memakai seragam batik IPNU- IPPNU.

"Ini salah satu bentuk partisipasi IPNU dan IPPNU Jombang dalam peringatan kemerdekaan. Kita tahu kemerdekaan diperjuangkan para pahlawan dan juga kiai-kiai NU, " ujar Ketua IPNU Jombang Haris di sela acara yang digelar Pemkab Jombang, Sabtu (13/8).

Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan

Partisipasi IPNU dan IPPNU, lanjut Haris, tidak hanya dilakukan di kota, namun juga dilakukan di kecamatan-kecamatan yang menggelar gerak jalan dalam rangka peringatan kemerdekaan.

"Rekan-rekan IPNU dan IPPNU di Kudu, Kesamben, Mojowarno, dan beberapa anak cabang lainnya kita instruksikan untuk berpartisipasi ikut gerak jalan," imbuhnya.

Fans Gus Dur

Untuk gerak jalan yang digelar Pemkab Jombang IPNU dan IPPNU masing-masing mengirimkan satu regu pasukan. "Agar terlihat kiprahnya kita minta memakai atribut NU yakni seragam batik IPNU dan IPPNU," tambah Haris.

Fans Gus Dur

Di samping berpartisipasi dalam peringatan kemerdekaan, banom NU berbasis pelajar ini juga menggelar kegiatan Jumat Bahagia untuk lebih memperkenalkan organisasi IPNU dan IPPNU di kalangan pelajar.

"Pengajian Jumat Bahagia merupakan kegiatan rutin IPNU dan IPPNU keliling ke sekolah-sekolah. Alhamdulillah selalu dihadiri wakil bupatinya Nyai Hj Mundjidah Wahab, yang juga Ketua IPPNU Jombang era tahun 1965," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Halaqoh, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock