Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Fans Gus Dur
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Aswaja, News Fans Gus Dur

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Selasa, 13 Februari 2018

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Jakarta, Fans Gus Dur. Umat Islam diimbau sangat berhati-hati dalam melakukan praktik nikah secara online. Pasalnya, dengan maksud dan ketentuan yang menyimpang dari aturan syari’at, nikah lewat dunia maya ini bisa menjadi sarana melakukan perzinaan bagi kedua pasangan.

"Jika nikah siri online akadnya abal-abal, jelas haram, dan hal itu menjadi pembuka kesempatan perzinaan," kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) PBNU KH Arwani Faisal, Rabu (18/3), menaggapi maraknya fenomena menikah siri dengan hanya berbekal koneksi internet belakangan ini.

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Kiai Arwani menjelaskan, memang ada sebagian ulama yang memperbolehkan nikah secara online. Namun hal tersebut tetap dengan melengkapi syarat dan rukun yang sudah menjadi keharusan dalam akad nikah. Ulama yang menganut pendapat ini memaknai keharusan menikah dalam satu majelis sebagai akad yang tak boleh terputus alias harus dilakukan dalam satu waktu, bukan tempat.

Fans Gus Dur

Fenomena nikah online menjadi tren lantaran sarana kemudahan yang diberikan. Tak jarang hal ini dimanfaatkan oleh pria hidung belang dan perempuan malam untuk melampiaskan nafsu mereka dengan berlindung di balik aturan fiqih nikah. Dalam praktiknya, sering terjadi pelanggaran terhadap ketentuan nikah yang semestinya.

"Hukumnya tetap haram dan hubungan senggama yang kemudian dilakukan termasuk zina, jika syarat dan rukun nikah yang mesti terpenuhi itu ternyata abal-abal. Misalnya, walinya bukan wali yang sebenarnya, dan saksinya bukan saksi yang sah," tambahnya lewat surat elektronik.

Fans Gus Dur

Kiai Arwani mengingatkan, jangan ada kemasan dengan sebutan apapun yang mengesankan nikah sah padahal kenyataannya adalah perzinaan karena syarat dan rukunnya tidak terpenuhi. "Jika fenomena ini benar, Kementerian Agama wajib segera mengambil tindakan cepat dan tegas," katanya.

Menurut Kiai Arwani, sebagian ulama tidak menganggap nikah online sebagai praktik yang sah. Karena menurut mereka, akad nikah harus dilakukan dalam satu majelis, dengan pengertian ada pertemuan langsung dalam satu tempat antara pihak yang melakukan ijab dan qabul. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, PonPes Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

Fans Gus Dur

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

Fans Gus Dur

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Aswaja, IMNU Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

London, Fans Gus Dur. Dubes RI di London, Dr Rizal Sukma mengatakan Inggris selalu menjadi negara favorit tujuan belajar mahasiswa Indonesia karena Inggris menawarkan program pascasarjana yang cepat dan dapat diselesaikan dalam satu tahun, sehingga dari segi pembiayaan lebih rendah dibanding belajar di negara lain.?

Hal itu diungkapkan Dubes Rizal Sukma pada kuliah umum, Update on Indonesia di Universitas Edinburgh, yang dihadiri Wakil Rektor bidang Internasional dan Dekan Internasional bidang studi Asia Timur dan Asia Tenggara serta sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Edinburgh serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. E. Amunudin Aziz, ? demikian Sekretaris Pertama KBRI London, Gita Loka Murti kepada Antara London, Sabtu (24/9).

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

Dubes Rizal Sukma menjelaskan mengenai perkembangan kondisi dalam negeri Indonesia khususnya di bidang politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan, arah kebijakan luar negeri Indonesia dan beberapa aspek bidang kerjasama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Inggris.?

Dikatakannya Pemerintah RI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dan perlunya perluasan kerjasama pendidikan antar kedua negara.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan itu Dubes Rizal Sukma mengundang dosen dan peneliti Skotlandia melakukan kerja sama riset dan pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia. Hal ini dalam upaya mensinergikan langkah bersama menuju perguruan tinggi Indonesia yang unggul sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional Indonesia.?

Pada kesempatan bertemu dengan Pimpinan Univeraitas Edinburgh, Dubes Rizal Sukma menawarkan peluang untuk pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Edinburgh dengan fasilitasi dari KBRI London.

Sementara pada saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Skotlandia dan sekitarnya, Dubes Rizal Sukma menekankan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat lainnya sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk terus mempromosikan capaian yang diraih Indonesia.?

Pada saat yang sama KBRI London membuka layanan kekonsuleran bagi warga Indonesia yang berdomisili di Skotlandia dan sekitarnya. Tercatat 132 orang menerima pelayanan kekonsuleran dari KBRI London, mulai dari lapor diri dan pembuatan paspor baru, hingga pencatatan kelahiran.?

Fans Gus Dur

Kebanyakan peserta yang memanfaatkan layanan ini tidak saja berasal dari Edinburgh tetapi juga masyarakat dari di sekitar, seperti York, Stirling dan Glasgow. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Aswaja, Nasional Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah

Surabaya, Fans Gus Dur. Bagi NU pemilihan umum (Pemilu) yang akan berlangsung 9 April mendatang hendaknya dimaknai sebagai implementasi ibadah. Karenanya, menciptakan pemilu yang bersih dengan menjaganya dari perilaku yang menodai adalah hal tidak terhindarkan.

Setidaknya inilah beberapa pesan yang disampaikan PWNU Jatim menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) yang tinggal beberapa hari ini. Ada enam poin seruan dari PWNU Jatim kepada Nahdliyin terkait pemilu.  

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah

"Menggunakan hak pilih hakikatnya keikutsertaan kita menentukan pemimpin, atau nasbur riasah, yang dalam pandangan agama adalah wajib. Maka bila dilakukan dengan niat dan cara yang benar termasuk ibadah," kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar saat jumpa pers, Rabu (2/4) siang di kantornya, Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Fans Gus Dur

Sikap tersebut, lanjut Kiai Miftah, juga sesuai dengan khittah Nahdlatul Ulama tentang politik. Dalam berpolitik, warga NU diminta melakukannya secara bertanggungjawab, sehingga akan terbentuk pemerintahan dan negara yang demokratis, konstitusional dan taat hukum

NU Jatim juga menyerukan anggotanya untuk tidak golput. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Miftahus Sunnah Surabaya ini, tidak menggunakan hak suara pada pemilu merupakan sikap tidak bertanggungjawab seorang warga negara.

Fans Gus Dur

“Agar pilihan bertanggungjawab, lima kriteria calon harus dipilih warga NU," lanjutnya. Di antaranya calon harus berakhlakul karimah, setia pada Pancasila, jujur, bertanggungjawab, cerdas, kapabel dan cakap.

Seruan ini nantinya akan dikirim ke Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur untuk disebarkan kepada kepengurusan di bawahnya.

 

Dalam konferensi  pers tersebut, Kiai Miftah didamping Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif, Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, serta Ketua PP ISNU Muhammad Koderi  dan Wakil Bendahara PWNU Jatim Muhammad Rosyidi. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Bulan Sya’ban telah tiba. sebagaimana disebutkan banyak ulama, bulan Sya’ban adalah bulan istimewa. Di sekitar kita, dikenal malam nisfu Sya’ban, lalu peringatan beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam, serta tradisi masyarakat Indonesia yang begitu lekat dengan amalan bulan Sya’ban maupun nisfu Sya’ban yang beragam.

Ternyata, selain hal itu, bulan Sya’ban juga baik diisi dengan banyak tadarus Al-Quran sehingga ada ulama yang menyebut bahwa bulan Sya’ban adalah Syahrul Qur’an.

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Pada dasarnya tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu. Setiap orang yang memperbanyak tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri. Namun dalam Islam, memang diakui ada beberapa tempat dan waktu yang memang memiliki kekhususan ketika dilakukan ibadah di dalamnya. Seperti kemuliaan waktu ibadah pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan, keutamaan beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, waktu dan hari yang mustajab, dan sebagainya.

Fans Gus Dur

Karena itu, untuk memperjelas adanya sifat mulia suatu bulan ini Syekh Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban menjelaskan bahwa Sya’ban memiliki kemuliaan sebagai bulan Al-Quran.

Syekh Muhammad Al-Maliki menyitir kutipan dari Ibnu Rajab bahwa pada bulan Sya’ban kaum Muslimin menekuni dan membaca mushaf Al-Qur’an, serta menunaikan zakat mal untuk membantu saudara yang miskin untuk bisa turut menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan baik. Bahkan disebutkan pula, sampai-sampai ada ulama yang menutup tokonya pada bulan Sya’ban demi mengisi hari-hari bulan tersebut dengan menekuni Al-Quran.

Fans Gus Dur

Hadits-hadits sahih menyebutkan, setiap bacaan Al-Qur’an, setiap hurufnya diganjar sepuluh kebaikan. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan, orang yang membaca Alif lâm mîm, yang terdiri atas tiga huruf, maka sudah mendapat tiga puluh kebaikan.

Syekh Muhammad Al-Maliki juga mengutip riwayat dari Ibnu Rajab yang menyebutkan kisah dari Al-Hasan bin Sahal, bahwa bulan Sya’ban mengadu pada Allah.

“Wahai Tuhan, Kau jadikan aku di antara dua bulan yang agung (Rajab dan Ramadlan), maka apa yang Kau jadikan untukku?”

Allah menjawab: “Untukmu dijadikan sebagai bulan untuk membaca Al-Qur’an,”.

Di masyarakat kita umumnya, salah satu amalan Sya’ban yang kerap dilakukan adalah membaca surat Yasin tiga kali khususnya pada malam Nisfu Sya’ban. Dengan niat yang baik, memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada bulan Sya’ban tentu akan menambah keistimewaan dan keberkahan tersendiri bagi pengamalnya. Harapannya, kelak Al-Qur’an bisa memberikan pertolongan kelak di hari kiamat, dengan setiap huruf yang muta’abbud bi tilawatihi, yang setiap bacaannya dinilai ibadah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Kairo, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir bekerjasama dengan Sahah Indonesia sukses menggelar puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) dan Refleksi peristiwa Sumpah Pemuda. Acara puncak ini diisi dialog kebangsaan, pembagian hadiah dan taushiyah dari salah satu ulama al-Azhar asal Alexandria.?

Sebagai rangkaian perayaan HSN, PCINU Mesir dan Sahah Indonesia menggelar aneka perlombaan yang diikuti banyak peserta dan berhadiah total 17.700 EGP. Diawali dengan digelarnya Lomba Esai Santrisejak akhir bulan September, yang terbuka untuk semua santri di kawasan Timur Tengah. Disusul perlombaan Musâbaqah Hifzhil Quran (MHQ) level 15 juz dan level 30 juz, juga Musâbaqah Qiraatil Kutub (MQK) Kitab Nihâyah al-Sûl Juz I dan Juz II.?

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Selain acara perlombaan, digelar pula dialog Politik Santri bersama Dr. Ali Munhanif, pakar politik dari UIN Jakarta, Khatmil Quran, dan kontribusi pembacaraan 1 Milyar Shalawat Nariah.

Rangkaian acara HSN itu berakhir di Auditorium Shalah Kamil dengan acara puncaknya: Dialog Kebangsaan dan Refleksi Sumpah Pemuda bertajuk “Peran Strategis Kaum Santri di Era Persaingan Global.”?

Dialog yang digelar 28 Oktober 2016 sore itu menghadirkan narasumber Usman Shihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mustafa Abdurrahman, Mustasyar PCINU Mesir; Redaktur Senior Harian Umum Kompas, dan Syekh ‘Alaa Mustafa Na’imah, ulama al-Azhar Mesir.

Fans Gus Dur

Ahmad Muhakam Zein, Ketua PCINU Mesir dalam sambutannya menjelaskan urgensi dari perayaan HSN di Mesir. Dia berharap, apresiasi NU Mesir kepada para santri di Mesir yang aktif menulis, giat belajar dan telah hafal al-Quran bisa menjadi pemantik bagi santri-santri lainnya. HSN meski ditetapkannya berpangkal dari resolusi jihad yang dicetuskan Syekh Hasyim Asy’ari yang notabene orang NU, tapi di dalamnya terlibat santri-santri di luar NU.?

“Jadi mestinya tidak perlu khawatir soal polarisasi baru dan tidak perlu muncul reaksi sentimentil. Semoga perayaan ini bisa menjadi pemantik semangat kaum santri di Mesir untuk bisa berkontribusi banyak bagi bangsa Indonesia,” tandas Sang Ketua.?

Muhlashon Jalaluddin, Rais Syuriah PCINU Mesir berpesan dalam sambutannya, santri bukan hanya yang berpeci dan bersarung. Santri adalah semua yang peduli dan berkontribusi untuk Islam yang ramah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mengomentari perkembangan politik di tanah air, dia mengusulkan supaya masyarakat Indonesia di Mesir (Masisir) dan warga NU khususnya bisa berkontribusi ilmiah, tidak malah politis.?

Fans Gus Dur

Bertindak sebagai pembicara kedua, Dr. Mushthafa Abdurrahman antara lain menyampaikan, santri selalu berkontribusi untuk Indonesia, baik sebelum, ketika, maupun setelah terbentuknya NKRI. Zaman demokrasi awal, santri membentuk partai-partai. Zaman G30S/PKI, militer bersama santri menumpasnya.?

Zaman Orde Baru, NU mengakui asas tunggal Pancasila tahun 1984 sebelum ormas-ormas Islam lain. “Zaman reformasi, tokoh santri mendirikan partai-partai, seperti PKB dan PKNU. Untuk konteks global dan zaman modern, santri mau tidak mau harus bisa beradaptasi dan terus berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” beber Mustafa.?

Acara diakhiri dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda, pembagian hadiah untuk para pemenang Lomba Esai, MQK, MHQ, serta ceramah dan serta doa yang sangat menyentuh dari Syekh ‘Alaa Mushtafa Na’imah. (Nv/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Humor Islam, Aswaja Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock