Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Sumenep, Fans Gus Dur. Banyaknya tanah rakyat khususnya di daerah pesisir yang dibeli orang luar daerah bahkan dari luar negeri menjadi keprihatinan bagi PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena itu, Ahad (1/11) PCNU Sumenep menggelar seminar agraria bertempat di gedung pertemuan PCNU Sumenep dalam rangka menyikapi banyaknya persoalan tersebut.

Menurut sekretaris PCNU Sumenep, A Waris Umar, maksud diadakannya seminar ini sebagai bagian mengonsolidasi Nahdliyin serta memberikan pengetahuan seputar masalah agraria dan konflik yang menyertainya.

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Hadir dalam seminar tersebut dua orang narasumber, Muhammad Fayyadl (Gus Fayyadl) dari Paiton, Probolinggo dan KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak) dari Guluk-Guluk, Sumenep.

Fans Gus Dur

Menurut gus Mamak, kerusakan bumi dalam Alquran selalu dikaitkan dengan ketamakan atau kerusakan. Berpindahnya kepemilikan tanah pada pemodal bisa menjadi pemicu bagi munculnya kerusakan bumi.

Lebih lanjut Gus Fayyadl menegaskan, maraknya pembelian tanah oleh para pemodal di tingkat lokal tak lepas dari desain di tingkat nasional bahkan global. Kapitalisme global dengan kuatnya invasi modal asing telah menguasai seluruh sumber daya alam.?

“Darat dan laut kita banyak yang telah dikelola asing. Kehadiran Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam sebenarnya didorong oleh kegelisahan realitas ini,” ujar Fayyadl.

Fans Gus Dur

Seminar agraria ini diikuti utusan MWC NU se-Kabupaten Sumenep, lembaga dan banom, mahasiswa, pesantren, perguruan tinggi, dan insan pers.

Mengakhiri seminar, PCNU Sumenep mendirikan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA di Kabupaen Sumenep sekaligus melantik A Dardiri Zubairi sebagai koordinatornya. (Dayat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Olahraga, Daerah Fans Gus Dur

Rabu, 28 Februari 2018

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Fenomena yang terjadi saat seorang anak kejang seperti mata mendelik, tangan-kaki kaku kelojotan serta lidah tergigit, tak ayal membuat para orang tua panik. Pasalnya, kejang pada anak merupakan hal yang menakutkan bagi orang-tua. Sebagai langkah awal dalam menangani kejang, orang tua harus tetap tenang.

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

"Maka hal selanjutnya yang harus dilakukan orang tau adalah mencari penyebab anak tersebut seperti meletakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah, baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak," kata dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Vanisia Hayu Firdayanti kepada Fans Gus Dur, Rabu (12/10).

Vani mengungkapkan, jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak seperti memasukkan sendok, kayu, jari orang tua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang. Karena hal itu akan berisiko serta bisa menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka.

"Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang. Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat," ungkap Vani.

Fans Gus Dur

Pada umumnya, anak yang sedang mengalami kejang akan menunjukkan gejala seperti hilangnya kesadaran dan berkeringat, tangan dan kaki kaku, keluar busa atau cairan dari mulut, kedua matanya seperti melirik ke atas. Setelah kejang reda, anak akan mengantuk dan tertidur.

Vani menjelaskan, penyebab kejang tersering pada anak di antaranya kejang demam, infeksi susunan syaraf pusat, trauma kepala, keracunan (akohol, teofilin), penghentian obat anti epilepsy dal lain sebagainya.

Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama, ? obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Fans Gus Dur

Untuk mendiagnosis penyebab kejang, sambung Vani, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan di antaranya pemeriksaan darah, urine, atau pemeriksaan cairan tulang belakang untuk mengetahui apakah terjadi infeksi sistem saraf pusat seperti meningtis. Selain pemeriksaan tersebut, dokter bisa saja menyarankan electroencephalogram (EEG) atau rekam otak (sesuai indikasi) untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejang yang dialami oleh anak.

"Pada saat di IGD dan kejang pada anak sedang berlangsung, dokter akan segera memberikan obat anti kejang yang dimasukkan lewat dubur dan oksigenasi untuk memperbaiki aliran oksigen ke otak. Setelah itu terapi dikhususkan terhadap penyebab kejang. Jika epilepsy merupakan dasar penyebab anak kejang, maka dokter akan memberikan obat anti epilepsy yang harus diminum selama minimal 1 tahun pasien bebas kejang, bukan 1 tahun setelah pasien pertama kejang," ujar dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini.

Perlu diketahui bahwa, kejang sendiri didefinisikan sebagai kondisi di mana otot tubuh berkontraksi dan relaksasi secara cepat dan berulang, oleh karena abnormalitas sementara dari aktivitas elektrik di otak, disebabkan karena proses intracranial, ekstracranial dan metabolic.

Tipe kejang yang paling umum ditemukan biasanya berupa kejang tonik-klonik, di mana tubuh menjadi kaku diikuti dengan gerakan kelojotan. Selama periode ini, lidah dapat tergigit sehingga menyebabkan perdarahan di mulut, atau dapat pula berupa gerakan-gerakan abnormal salah satu sisi tubuh, mata terlihat menatap dengan pandangan kosong, gerakan-gerakan mengunyah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, RMI NU, Kyai Fans Gus Dur

Sabtu, 24 Februari 2018

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Jakarta, Fans Gus Dur - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyerukan Ansor dan Banser di seluruh Indonesia untuk tidak memusuhi eks-anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah organisasi masyarakat (ormas) tersebut resmi dibubarkan Pemerintah. Bahkan Yaqut meminta anggota eks-HTI dirangkul dan diajak bersama membangun negeri.

"Jangan dimusuhi, nggak boleh. Saya meminta seluruh anggota Ansor dan Banser untuk merangkul mereka, kembali ke Ibu Pertiwi, bersama-sama memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tegak berdiri, membangun negara tercinta ini," tegas Gus Yaqut, sapaan akrab pria yang juga anggota DPR RI ini, Sabtu (22/7).

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Menurut Gus Yaqut, para eks-HTI adalah saudara seiman, saudara se-ukhuwah Islamiyah sehingga wajib hukumnya untuk tidak dimusuhi, dikucilkan. "Terhadap yang berbeda keyakinan saja kita menghormati, menjalin silaturahmi yang baik, apalagi ini saudara sesama muslim. Wajib hukumnya," katanya.

Fans Gus Dur

Kendati begitu, terkait langkah pemerintah membubarkan HTI melalui Perppu Nomor 2/2017, Ansor mendukung penuh. Pasalnya, sebagai ormas berbadan hukum gerakan HTI dinilai telah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, serta mengancam keutuhan NKRI.

"Sejak awal kami memang meminta pemerintah membubarkan HTI karena dengan jelas gerakan mereka membahayakan NKRI, bertentangan dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Pancasila dan NKRI sudah final, tidak boleh diganggu gugat," tandasnya.

Fans Gus Dur

Gus Yaqut menginstruksikan seluruh anggota Ansor dan Banser untuk mengawal keputusan pemerintah yang membubarkan HTI.

"Ansor dan Banser harus bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat mengawal langkah pemerintah tersebut. Namun, tetap dalam koridor hukum. Serahkan semua kepada yang berwajib, tidak boleh bergerak sendiri. Tetap satu barisan satu komando," kata Gus Yaqut. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Nusantara, RMI NU Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Padang, Fans Gus Dur - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman dan Padang Pariaman dalam program antisipasi penyebaran paham radikal kepada lulusan SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar memberikan kesempatan kepada GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman untuk merekomendasi tamatan SMA/SMK/MAN yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Demikian diungkapkan Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto, Kamis (20/7/2017), ketika penandatanganan MoU itu dengan GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, di Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor II UNU Nazaruddin yang juga Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNU Sumbar dengan Ketua PC Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban dan Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariman Zeki Aliwardana.

Fans Gus Dur

Menurut Arianto, UNU hadir di Sumatera Barat salah satunya bertujuan untuk mencetak sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mencintai tanah air NKRI, dan berakhlakul karimah. "Belakangan ini banyak tamatan SMA/SMK/MAN yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terpengaruh oleh pemikiran radikal dan bertentangan dengan nilai-nilai dan paham dari orangtuanya," kata Arianto.

Akibatnya, setelah kuliah dan menyelesaikan pendidikan, pemahaman keagamaannya sudah bergeser bahkan bertentangan dengan orangtuanya sendiri. Pulang ke kampungnya sudah mulai menyalahkan tradisi yang selama menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat, kata Arianto.

Fans Gus Dur

Kehadiran UNU Sumbar menurutnya justru memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di Sumatera Barat. Kearifan lokal Sumatera Barat yang dikenal dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi acuan dalam melahirkan lulusan UNU. "Bagi UNU, mahasiswa harus ditanamkan rasa cinta NKRI. Karena NKRI lahir salah satunya tidak terlepas dari peran ulama, terutama yang tergabung di Nahdlatul Ulama," tutur Arianto.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, kita akan dorong tamatan SMA dan sederajat di Kabupaten Padang Pariaman untuk melanjutkan pendidikannya ke UNU Sumbar. Padang Pariaman yang mayoritas masyarakat sangat sesuai dengan misi pendidikan tinggi yang dikembangkan UNU tersebut.

"Makin gencarnya serangan pemikiran radikal dan terhadap praktek keagamaan yang ada di Padang Pariaman belakangan ini, maka harus dilakukan upaya membentengi generasi muda. Salah satunya tamatan SMA harus memasuki lembaga pendidikan tinggi yang dapat dipastikan membentengi mahasiswanya dari paham radikal dan tidak mengkafir-kafirkan umat Islam lainnya.

"Dari 100-an nagari yang ada di Padang Pariaman, diupayakan minimal satu orang dapat direkomendasi melanjutkan pendidikan ke UNU Sumbar. Secara bertahap akan lahir sarjana yang membentengi Islam berpaham Ahlussunnah Waljamaah dari Padang Pariaman sebagaimana misi dari UNU Sumbar," kata Zeki yang juga mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Meme Islam, RMI NU Fans Gus Dur

Minggu, 11 Februari 2018

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

Banda Aceh, Fans Gus Dur. Pemerintah Provinsi Aceh akan memperluas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah sekaligus menjadikan rumah ibadah tersebut sebagai ikon internasional.

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

"Pemerintah Aceh merencanakan perluasan infrastruktur Baiturrahman bernuansa Masjid Nabawi di Madinah. Salah satunya penambahan payung raksasa di pekarangan berukuran 15 dan 25 meter," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut disampaikan gubernur saat membuka Rakor pimpinan daerah se-Provinsi Aceh tentang pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. 

Fans Gus Dur

"Harapan kita semoga keinginan itu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Aceh," katanya menambahkan.

Fans Gus Dur

Gubernur menyebutkan, untuk jangka pendek dan jangka panjang direncanakan penambahan infrastruktur Masjid Raya Baiturahman akan menghabiskan dana sebesar Rp1,1 trilliun.

Diharapkan dukungan dari para ulama dan cendikiawan Aceh bukan hanya dalam bentuk ide dan gagasan tapi juga terlibat aktif serta saling bahu membahu menyatukan gerak dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman kearah yang lebih baik. 

Direncanakan, masjid kebanggaan Aceh tersebut akan dilengkapi dengan baseman untuk tempat wudhu dan area parkir, selain itu juga tempat minum di beberapa sudut strategis masjid.

Untuk jangka panjang direncanakan perluasan pekarangan masjid hingga ke bantaran sungai Aceh, lengkap dengan dermaga yang dapat mengantarkan para pengunjung langsung ke masjid raya dengan kapal yang telah disiapkan. 

Masjid Raya Baiturrahman siap dijadikan sebagai pusat pendidikan agama, dengan menyediakan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, dan lokasinya di belakang masjid.

"Rencananya juga akan dibangun sebuah gedung untuk pertemuan yang dapat digunakan oleh para ulama dan acara pernikahan. Semoga keinginan ini dapat terwujud," kata Abdullah. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Daerah, Santri Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta

Jakarta, Fans Gus Dur. Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dijadwalkan akan mengisi sebuah acara pengajian di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/8) malam ini.

Hal ini terungkap dalam undangan terbuka yang disebar panitia Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan HUT RI Ke-68 Kelurahan Kapuk, Kamis kemarin. Acara yang rencananya digelar di Jalan Kebon Jahe Pasar Alam RT 6/ RW 3 ini merupakan hasil kerja sama antara Jam’iyyah al-Islamiyah an-Nahdliyah as-Syarifiyah dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Kapuk.

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta

Dalam undangan, selain Habib Luthfi, tausiyah juga akan disampaikan KH Zimam Hanifun Nusuk (Gus Nif). Menurut ketua panitia lokal, H Yusuf Tajri, penyelenggaraan ini akan dihadiri jamaah kanzus shalawat dari Pekalongan, Jawa Tengah, di samping masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

Fans Gus Dur

Yusuf mengatakan, grup rebana asal Pekalongan direncanakan akan tiba di lokasi acara pada Sabtu pagi, sementara Habib Luthfi pada petang harinya, usai sembahyang maghrib. Rangkaian acara akan dimulai pukul 19.00 WIB.

Fans Gus Dur

 

“Jamaah yang akan hadir nanti diperkirakan mencapai 3000 orang,” ujarnya.

 

Berbeda dengan sejumlah daerah lain, tradisi peringatan maulid Nabi bagi masyarakat Betawi seolah tanpa ikatan waktu tertentu. Tak mesti pada bulan Rabi’ul Awal sebagaimana lazimnya, peringatan Maulid bisa dilaksanakan kapan saja, termasuk di dalam bulan Syawal seperti agenda besok ini.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Malang, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang IPNU - IPPNU kecamatan Pujon kabupaten Malang bersama komunitas 65391 mengadakan halal bihalal guna memperkokoh persaudaraan antar sesama di tengah adanya tindakan radikal yang menimpa saudara muslim di Papua.

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Halal bihalal yang diadakan di daerah setempat, Ahad (19/7) kali ini diisi juga dengan memberikan santunan anak yatim sejumlah 160 anak se kecamatan Pujon. Tidak hanya anak-anak beragama Islam, anak-anak yatim non muslim pun mendapat santunan.

Kegiatan ini dihadri muspika kec Pujon, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat.

Fans Gus Dur

Untuk memeriahkan acara, juga diisi dengan berbagai pagelaran, mulai dari sholawat banjari, music jazz, campursari hingga musik jalalan. Acara ditutup dengan mauidoh hasanah dengan tema Islam Nusantara yang Rahmatan lil Alamin.

Fans Gus Dur

"IPNU IPPNU pujon berharap Islam Nusantara dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan karena kami yakin dengan model Islam yang seprti itu akan tercipta situasi yang benar-benar aman tentram dan damai,” kata Fauzan Anwari, sekretaris PAC NU Kec Pujon.

“Pada akhir-akhir ini radikalisme dari berbagai agama sangat subur dan menyebar kemana-mana ditambah lagi islamphobia yang menjadi-jadi. Isu-isu dibuat untuk menghncurkn negara ,” tambahnya.

Upaya yang dilakukan kelompok radikal nyaris berhasil. Namun, lanjutnya, Indonesia tidak akan bisa diotak-atik oleh jika rakyatnya masih memiliki sikap kebhinekaan yang sudah seratus abad yang lalu terjaga.

“Jangan sampai sikap rakyatnya terdegradasi oleh budaya dan pemikiran sesat yang dikembangkn oleh Barat. IPNU IPPNU harus menjadi pioner dalam melegitimasi bahwa islam yang kita anut dan kita jalankn selama ini adl islam yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, RMI NU, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock