Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Jakarta, Fans Gus Dur - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyerukan Ansor dan Banser di seluruh Indonesia untuk tidak memusuhi eks-anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah organisasi masyarakat (ormas) tersebut resmi dibubarkan Pemerintah. Bahkan Yaqut meminta anggota eks-HTI dirangkul dan diajak bersama membangun negeri.

"Jangan dimusuhi, nggak boleh. Saya meminta seluruh anggota Ansor dan Banser untuk merangkul mereka, kembali ke Ibu Pertiwi, bersama-sama memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tegak berdiri, membangun negara tercinta ini," tegas Gus Yaqut, sapaan akrab pria yang juga anggota DPR RI ini, Sabtu (22/7).

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Menurut Gus Yaqut, para eks-HTI adalah saudara seiman, saudara se-ukhuwah Islamiyah sehingga wajib hukumnya untuk tidak dimusuhi, dikucilkan. "Terhadap yang berbeda keyakinan saja kita menghormati, menjalin silaturahmi yang baik, apalagi ini saudara sesama muslim. Wajib hukumnya," katanya.

Fans Gus Dur

Kendati begitu, terkait langkah pemerintah membubarkan HTI melalui Perppu Nomor 2/2017, Ansor mendukung penuh. Pasalnya, sebagai ormas berbadan hukum gerakan HTI dinilai telah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, serta mengancam keutuhan NKRI.

"Sejak awal kami memang meminta pemerintah membubarkan HTI karena dengan jelas gerakan mereka membahayakan NKRI, bertentangan dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Pancasila dan NKRI sudah final, tidak boleh diganggu gugat," tandasnya.

Fans Gus Dur

Gus Yaqut menginstruksikan seluruh anggota Ansor dan Banser untuk mengawal keputusan pemerintah yang membubarkan HTI.

"Ansor dan Banser harus bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat mengawal langkah pemerintah tersebut. Namun, tetap dalam koridor hukum. Serahkan semua kepada yang berwajib, tidak boleh bergerak sendiri. Tetap satu barisan satu komando," kata Gus Yaqut. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Nusantara, RMI NU Fans Gus Dur

Sabtu, 03 Februari 2018

Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah

Nama Rabi’ah al-’Adawiyah harum di mata banyak orang. Kealimannya, kerendahhatiannya, dan hidup zuhudnya seolah memunculkan magnet yang menarik banyak kalangan untuk mengaguminya sebagai perempuan sufi yang tak biasa. Tak hanya masyarakat awam, kekaguman tersebut ternyata juga dimiliki para ulama besar yang sezaman.

Tak heran, ketika ulama perempuan ini berstatus janda lantaran sang suami wafat, banyak ulama yang berusaha melamarnya untuk menjadi pendamping hidup. Dalam kitab Durratun Nashihin diuangkapkan, para ulama ternama yang terpikat hatinya itu antara lain Hasan al-Bashri, Malik bin Dinar, dan Tsabit al-Banani.

Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah

Ketika para ulama tersebut suatu hari datang ke kediaman Rabi’ah al-’Adawiyah dan mengutarakan maksud tulus mereka untuk meminang, dari balik hijab Rabi’ah berujar, “Baiklah, tapi aku ingin tahu, siapakah di antara kalian yang paling alim, maka aku akan bersedia menjadi istrinya.”

Fans Gus Dur

“Dialah Hasan al-Bashri,” sahut Malik bin Dinar dan Tsabit al-Banani. Suasana “persaingan” merebut hati Rabi’ah ternyata tak menghalangi mereka untuk tetap tawadhu’ satu sama lain.

Fans Gus Dur

Rabi’ah pun mulai mengajukan persyaratan kepada Hasan al-Bashri. “Jika Tuan mampu menjawab empat masalah yang aku ajukan maka aku bersedia menjadi istri Tuan.”

“Silakan, wahai Rabi’ah. Semoga Allah memberi taufiq kepada aku dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu,” balas Hasan al-Bashri.

“Menurut Tuan, kalau aku meninggal dunia, apakah kematianku dengan membawa ketetapan iman atau tidak?”

“Maaf, hal ini termasuk hal yang ghaib, dan tiada yang tahu pasti kecuali Allah,” jawab Hasan al-Bashri.

Rabi’ah melanjutkan, “Ketika aku bersemayam dalam kubur, lalu malaikat Munkar dan Nakir bertanya, menurut Tuan, mampukah aku menjawabnya?”

“Maaf, itu juga termasuk masalah ghaib. Yang tahu hanyalah Allah.”

“Menurut Tuan, ketika manusia dihimpun di hari Kiamat kelak, aku termasuk orang yang menerima kitab amal dengan tangan kanan ataukah kiri?”

Hasan al-Bashri masih mengutarakan jawaban yang sama. Ia tak dapat menjawab masalah yang ia nilai ghaib itu.

“Menurut Tuan, ketika manusia dipanggil, aku termasuk golongan orang yang masuk surge atau neraka?”

Lagi-lagi Hasan al-Bashri meminta maaf dan mengembalikan kepastian atas jawaban tersebut kepada Allah. Ia tahu, Rabi’ah adalah tokoh dengan ketaatan dan prestasi ruhani yang luar biasa. Tapi untuk urusan nasib kehidupannya kelak, Hasan tak mau memberi penilaian. Hasan menghindar dari apa yang menjadi hak prerogatif Allah.

“Bagi orang yang sedang kalut memikirkan empat masalah ini, mana ada kesempatan untuk berumah tangga?” kata Rabi’ah.

Para ulama itu pun meneteskan air mata dan keluar dari rumah Rabi’ah al-’Adawiyah dengan penuh penyesalan. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Nusantara, Kajian Islam Fans Gus Dur

Kamis, 01 Februari 2018

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

Jakarta, Fans Gus Dur - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melalui Bank Sampah Nusantara (BSN) memulai upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan berbasis komunitas dan pesantren. Pengurus LPBI NU membuka BSN Cabang Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari dan BSN Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Ahad (12/2).

Tim BSN LPBI NU berharap dua cabang ini menjadi embrio BSN lain untuk selalu menyuarakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Brebes.

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

BSN sudah mempunyai 15 cabang di seluruh di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh bulan. Bulan lalu BSN membuka cabang di Bogor. Sebelum mendirikan cabang baru, Tim BSN melakukan kajian tentang potensi perhitungan sampah per orang, potensi bisnis yang dihasilkan dari pengelolaan sampah dan potensi sumberdaya manusia yang ada di sebuah wilayah.

Fans Gus Dur

Sebelum pembukaan dua cabang baru di Brebes Tim BSN LPBI NU melakukan sosialisasi materi penyelamatan dan pelestarian lingkungan untuk masa depan. Mereka juga menjelaskan manajemen BSN mulai dari manajemen operasional, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran.

Sosialisasi pertama diadakan di Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari yang dihadiri 30 orang warga yang mayoritas pengurus ranting Muslimat NU. Pendirian BSN ini ditandai dengan dokumentasi hasil karya kerajinan tangan dari koran bekas dan terpilihnya Rodhia sebagai Kepala BSN Cabang Desa Kertabesuki.

"Acara ini merupakan rangkaian roadshow dalam rangka merayakan Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Setelah ini, pembentukan BSN akan terus dilakukan, karena di tahun 2017 ini? kita mempunyai target pembentukan 40 cabang BSN di seluruh Indonesia", kata Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI NU Fitria Ariyani.

Fans Gus Dur

Sosialisasi BSN dilanjutkan ke Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. Kegiatan yang dihadiri dihadiri 90 orang ibu-ibu PKK bertempat di balai desa. Sambutan dukungan diberikan oleh kepala desa, Saifuddin Trirosanto yang akan menganggarkan dana untuk kegiatan BSN di Desa Bulusari.

"Bank Sampah Nusantara kita ini baru berjalan, kami sangat butuh bantuan untuk ke depannya supaya BSN di desa kita ini berjalan terus tanpa hambatan," kata Kepala BSN Cabang Desa Bulusari Endang Supri Lestari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Nusantara Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Solo, Fans Gus Dur. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama (NU), yang jatuh pada Sabtu (31/1) ini, menjadi momentum spesial bagi warga Nahdliyin.

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Berbagai ucapan selamat, serta tak lupa pesan dan harapan diungkapkan mereka untuk NU, baik via SMS maupun diunggah di akun media sosial (medsos).

Ketua PC GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, berharap pada momentum ini program yang digarap para pengurus dapat lebih mengena kepada masyarakat.

Fans Gus Dur

“Semoga program-program NU ke depan lebih menyasar, berpihak pada warga NU. Karena selama ini peran program NU kurang bisa dirasakan warga NU secara keseluruhan, khususnya bidang ekonomi, yg kelihatan menjamur hanya dibidang amaliah,” ujarnya.

Senada dengan Anwar, Ketua PC PMII Sukoharjo, David Zainuddin berharap NU lebih menaruh perhatiannya terhadap upaya pemberdayaan secara ekonomi kepada anggotanya.

“Mayoritas anggota NU adalah mereka yang berada di desa. Banyak anggota NU yang kemudian berpaling ke ormas lain karena masalah ini. Mumpung Menteri Desa-nya dari NU, maka harus ada upaya secara terstruktur dan kolektif dari semua pihak,” ungkap Mahasiswa IAIN Surakarta itu.

Fans Gus Dur

Suara perempuan pun ikut hadir untuk memberikan pesan di hari Harlah ini. “Harlah NU, semoga para Nahdliyin tetap solid menjaganya, berjuang dengan ikhlas demi tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah ala an-Nahdliyah," begitu tulis ketua PC Fatayat Boyolali, Nur Fauziah dalam akun facebook-nya.

Sedangkan Ketua PC IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin menaruh harapan tinggi kepada NU, agar dapat meningkatkan kualitas sekolah yang dimiliki NU. “Meningkatkan kualitas pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi,” harapnya singkat. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pondok Pesantren, PonPes Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme

Jakarta, Fans Gus Dur



Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yawangoe menilai, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme

“NU memiliki pandangan bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan iman Islam. Bagi kami, itu sebuah ketegasan. Dengan demikian, nasionalisme diberi makan oleh iman itu,” kata Pendeta Andreas saat menjadi narasumber dalam acara peluncuran buku “Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan” di Gedung PBNU, Jumat (9/6).

Ia juga menilai, NU juga memiliki sikap yang tegas terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. “Menurut NU, Pancasila sudah final. Oleh karena itu, tidak boleh diotak-atik. Namun yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah bagaimana mengimplementasikan Pancasial dalam kehidupan sehari-hari,” urainya.

Selain itu, ia juga mengaku tertarik dengan Islam Nusantara yang ditawarkan oleh NU. menurutnya, itu bisa menjadi tameng dari serbuan aliran-aliran Islam yang datang dari luar Indonesia. Ia juga mengaku sadar, jika Islam Nusantara dididik di dalam pesantren. Oleh karena itu, ia menilai, pesantren memiliki peranan yang penting.

“Ini (Islam Nusantara) adalah tameng kita dari aliran Islam yang datang dari luar,” ucapnya.

Fans Gus Dur

Mengutip apa yang disampaikan KH Said Aqil Siroj di dalam Buku Miqat Kebinekaan, Pendeta Andreas mengaku tertarik karena Kiai Said menempatkan persaudaraan sesama anak bangsa (ukhuwah wathoniyah) berada di atas persaudaraan sesama umat Islam (ukhuwah islamiyyah).?

Hal itu, menurut dia, tidak berarti mengecilkan persaudaraan sesama umat Islam, tetapi ini adalah sebuah bentuk penegasan bahwa nasionalisme bukanlah bertentangan dengan Islam.

“Saya kira ini tidak mengecilkan ukhuwah islamiyyah, tetapi ini adalah sebuah penegasan bahwa nasionalisme itu bukan sesuatu yang asing, bukan bertentangan dengan Islam,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nusantara Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Pekalongan, Fans Gus Dur. Innalilllaahi wa inna ilaihi roojiun. Warga Nahdiyin Pekalongan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni H. Abdullah Machrus mantan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tinggal di Kota Batik Pekalongan, Sampangan Gang VI, Pekalongan.

H. Abdullah Machrus meninggal Jumat (7/2) menyusul istri tercintanya Hj. Tadzkiroh yang telah meninggal terlebih dahulu pada Senin (3/2). Menurut rencana jenazah almarhum akan dimakamkan di samping istrinya di makam keluarga di komplek Masjid Al Fairuz, Baros Pekalongan Sabtu (8/2).

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Kepergian H. Abdullah Machrus sangat mengagetkan warga nahdliyyin khususnya di Kota Pekalongan. Pasalnya, saat jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bertaziyah ke rumah Sampangan Gang VI Pekalongan Senin (3/2) Abdullah Machrus tampak sehat dan bisa berkomunikasi dengan baik dan lalu lalang menemui tamu tamu yang bertaziyah di rumah kediamannya.

Fans Gus Dur

Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, mengaku kaget atas kabar meninggalnya H. Abdullah Machrus yang beredar melalui SMS, BBM maupun facebook.

"Saya tidak mengira kalau H. Abdullah Machrus pergi begitu cepatnya menyusul istrinya yang belum genap 7 hari," ujar H. Abu Almafachir.

Fans Gus Dur

Sosok H. Abdullah Machrus, di samping aktifis di Nahdlatul Ulama, beliau adalah sosok pengusaha batik yang pernah moncer di zaman orde baru. Pasalnya, batik yang berlabel Mahkota Agung selalu menjadi seragam resmi istana kepresidenan dan keluarga Soeharto.

Tidak hanya di bidang bisnis batik Abdullah Machrus yang asli Semarang meraih sukses, dalam membina keluarga pun, juga dinilai berhasil. Atas prestasinya, dirinya mendapat penghargaan sebagai pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Provinsi Jateng 2007.

Dari tujuh anaknya, enam di antaranya sudah sarjana. Anaknya yang satu lagi tinggal selangkah menyusul meraih sarjana. Hebatnya, bukan hanya sarjana yang diraih, semuanya pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren dan kini juga sudah bisa hidup mandiri dari usahanya sendiri serta berhaji. Yang menarik lagi, bukan hanya anak-anaknya yang menjadi sarjana. Menantunya pun menjadi sarjana.

Apa kunci sukses membentuk keluarga sakinah? Menurut dia, sebenarnya ada pada istrinya. Saya ini bekerja sebagai wiraswasta, sehingga seringkali ke luar kota. Kegiatan saya di bidang sosial seabrek, sehingga jarang sekali saya berada di rumah. Karena itu, pendidikan anak-anak itu sebagian besar karena peran ibu, tuturnya.

Dalam pembelajaran kepada anak, diakui, memang yang diutamakan adalah kedisiplinan dan kejujuran. Bagi dia, anak harus tahu kapan waktu untuk beribadah, belajar, bermain, dan membantu orang tua.

Sebagai orang tua, Machrus selalu mengingatkan pada anaknya untuk menjaga dan menunaikan salat lima waktu. Bahkan juga mendorong anak-anaknya untuk shalat sunah seperti tahajud, duha, awwabin, dan rawatib.

Di antara pondok pesantren yang menjadi tempat mendidik agama anak-anaknya adalah Ponpes Al Hikmah Pati, Ponpes Al Islah Putra dan Al Ishom Putri, Mayong Jepara, Ponpes Maunah Sari Kediri, Jatim, serta beberapa ponpes di Jakarta dan Yogyakarta.

Abdullah Machrus adalah anak ke-4 dari pasangan Hj Aisyah Anwar dan Machrus Dhubian Al Hafidz, seorang veteran yang berjualan barang-barang kelontong di Pasar Johar Semarang pada waktu itu. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pendidikan Fans Gus Dur

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Jakarta, Fans Gus Dur. Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa perlu adanya batasan yang jelas perihal “radikal”. Kalau tidak ada ketentuan, pemblokiran terhadap situs-situs agama yang dianggap menyebarkan paham radikalisme tidak menutup kemungkinan akan menyasar pada situs institusi pendidikan Islam yang sama sekali aman dari radikalisme.

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Demikian komentar Menteri Agama RI menanggapi pemblokiran situs-situs radikal atas nama agama oleh Kemenkominfo atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui akun twitternya.

H Lukman menyayangkan pemblokiran situs tanpa kejelasan batas “radikal” baik dari Kemenkominfo juga BNPT.

Fans Gus Dur

“Penjelasan resmi dari BNPT itu diperlukan agar masyarakat mengetahui definisi dan batasan "radikal" itu seperti apa,” kata Lukman dalam akun twitternya.

Fans Gus Dur

Ia juga menyatakan bahwa pihak Kemenag RI tidak terlibat sama sekali dalam proses pemblokiran situs-situs tersebut.

Di lain kesempatan, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo menyatakan keberatan atas pemblokiran situs itu. Menurut Tjahjo, pendekatan pemerintah mesti berhati-hati dalam menangani penyebaran paham terorisme. Sementara untuk situs porno, Tjahjo menyatakan sepakat untuk menutup.

Menurut Tjahjo demikian rilis yang dikeluarkan Bidang Pemberitaan dan Media Visual DPD RI, pola deradikalisasi bisa dilakukan melalui sosialisasi dan komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan atau persyarikatan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

"ISIS memang mengkhawatirkan, tapi kita jangan terjebak istilah IS. Sedang dicari pola penanganannya agar jangan masuk ke generasi muda," kata Tjahjo dalam rapat kerja Komite I DPD RI dengan Kemdagri yang membahas program strategis kementerian di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Santri, Pendidikan Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock