Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Gemuruh Manaqiban di Jakarta

Jakarta, Fans Gus Dur. Awan pekat menggelayut di langit Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/2) petang. Selepas sembahyang isya’ hujan deras pun jatuh, beradu kencang dengan suara manaqiban di kompleks Pesantren As-Sholihin al-Abror Rorotan.

"Allahumma-nsyur nafahatir ridlwani alaihi. Wa-amiddana bil asraril lati audatahaa ladaihi. (Ya Allah, hamparkan semerbak harum ridha-Mu kepada Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Tolonglah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau titipkan kepadanya).”

Gemuruh Manaqiban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gemuruh Manaqiban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gemuruh Manaqiban di Jakarta

Ratusan jamaah dari berbagai arah berangsur memadati kompleks pesantren sejak sore. Dengan pakaian serba putih, mereka membentuk saf-saf sambil duduk bersila. Masyarakat yang terdiri dari remaja dan orang tua ini sedang memperingati haul Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.

Fans Gus Dur

Lebih dari satu jam mereka melantunkan bacaan manaqib dengan dipimpin seorang kiai. Seolah tak peduli akan cuaca langit, jamaah laki-laki dan perempuan secara serentak menyelesaikan sejumlah kisah teladan tokoh sufi yang mereka hormati itu.

Fans Gus Dur

Dalam manaqib tersebut di antaranya digambarkan bahwa Syaikh Abdul Qadir termasuk pecinta? ilmu sejati. Selama puluhan tahun pribadi kelahiran dusun terpencil bernama ”Jilan” ini rela berjalan ke berbagai pelosok negeri menjumpai ulama-ulama besar untuk berburu ilmu fiqih, adab, tafsir, aqidah, dan lainnya.

Syaikh Abdul Qadir diceritakan pula merupakan ulama yang menolak mengagungkan manusia lantaran kedudukan dan kekayaannya. Merendahkan diri di hadapan penguasa dan orang kaya dapat menghilangkan dua pertiga agamanya. Sikap ini justru mengangkat derajat kehormatan Syaikh Abdul Qadir. Sebaliknya, ia malah sering dikunjungi khalifah yang membutuhkan petunjuk-petunjuknya.

Masih banyak petikan inspiratif dari manaqib yang dibaca para santri dan masyarakat dalam dan luar pesantren As-Sholihin al-Abror ini. Kiai Mukhlis Fadlil, pemimpin pembacaan manaqib, mengatakan, manaqib memang seyogianya tak hanya dibaca, tapi juga dihayati dan diamalkan.

Di depan sejumlah botol berisi air mineral yang sengaja dibuka dan dijajar sejak awal, manaqiban ditutup dengan doa. Taushiyah agama kemudian digelar. Sebagai penceramah, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan antara lain tentang keutamaan ilmu, ulama, dan akhlak.

Untuk kedua kalinya doa dipanjatkan sebelum jamaah menyantap nasi dan ayam sumbangan mereka sendiri. Satu nampan hidangan dihabiskan secara bersama oleh dua hingga empat orang. Sebagaimana Syaikh Abdul Qadir, jamaah manaqiban pun mengakrabi kebersamaan.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Hadits, Kiai Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat

Jakarta, Fans Gus Dur. Selain merngkul para pemimpin Islam di negara-negara bermayoritas muslim, International Summit of The Moderate Isalmic Leaders (Isomil) yang digelar Nahdlatul Ulama juga perlu menggandeng para pemimpin Islam di negara-negara Eropa dan Amerika. Hal ini mengingat terorisme dan radikalisme tak hanya menjadi problem negara muslim, tetapi juga menjadi persoalan dunia global.

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat

Demikian disampaikan oleh intelektual muda NU Syafiq Hasyim kepada Fans Gus Dur sesaat setelah acara pembukaan Isomil, Senin (9/5) di Gedung Jakarta Conventiona Center (JCC) Senayan, Jakarta. Kegiatan bertajuk Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia ini akan berlangsung hingga Rabu (11/5).

Syafiq Hasyim yang merupakan Doktor lulusan Freie Universitat (FU) Berlin Jerman ini menjelaskan bahwa pemimpin Islam di negara Eropa dan Amerika bukan berarti pemimpin dalam artian politik tetapi mereka yang menjadi pemimpin kultural di tengah masyarakat muslim di sana. 

“Saya kira ke depan kegiatan seperti ini perlu mengundang para pemimpin muslim di negara Eropa dan Amerika. Bukan hanya pemimpin dari kawasan negara bermayoritas muslim, tetapi negara-negara di mana muslim hidup di sana, seperti Perancis, Jerman, Amerika, dan negara-negara Barat lain,” jelas Syafiq.

Fans Gus Dur

Persoalan Islamic radicalism di Barat, lanjut kiai muda yang masih aktif mengajar kitab kuning ini, menjadi semacam buah simalakama. Sebab itu hal ini juga perlu mendapat perhatian karena tidak jarang muslim yang minoritas menjadi sorotan setiap terjadi tindakan terorisme.

“Dalam konteks Barat, Islamic radicalism itu buah simalakama bagi para pemimpin muslim di Barat, karena jika mengkritik, mereka dianggap membenci Islam, tetapi jika tidak meng-counter radikalisme, mereka akan dianggap pro kepada terorisme oleh pemerintah setempat,” ungkapnya.

Terkait dengan tema besar Islam Nusantara sebagai inspirasi peradaban dunia, Syafiq menilai hal ini merupakan langkah nyata dari Islam Indonesia dalam hal ini NU yang berupaya menunjukkan kehidupan yang harmonis antara Islam dengan politik, demokrasi, hak asasi manusia, dan lain-lain.

“Kondisi harmonis ini yang mungkin sulit ditemukan di negara-negara lain sehingga inspirasi ini menjadi semcam tawaran kepada dunia bahwa Islam di Indonesia bisa menjadi model bagi mereka,” tandas Syafiq. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pertandingan, Warta Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Gaya Hidup Putri Rasulullah

Menjadi anak raja hampir selalu membawa takdir keberuntungan. Kekuasaan puncak sang ayah tak hanya memungkinkan dia hidup serbakecukupan tapi juga berlumuran kemewahan. Lantas, bagaimana dengan putri Nabi Muhammad SAW, pemimpin tertinggi dan pelaksana risalah ilahi?

Suatu hari Sayyidah Fathimah, dihampiri Abdurrahman bin ‘Auf. Dia mengabarkan bahwa Rasulullah tengah menangis sedih selepas menerima wahyu dari Jibril. Abdurrahman datang dalam rangka mencari obat bagi susana hati Nabi yang kalut itu. Satu hal yang selalu membuat bahagia Rasulullah adalah melihat putrinya.

Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya Hidup Putri Rasulullah

“Baik. Tolong menyingkirlah sejenak hingga aku selesai ganti pakaian.” Demikian diceritakan dalam kitab al-Aqthaf ad-Daniyyah melalui riwayat Umar bin Khattab.

Fans Gus Dur

Keduanya lalu berangkat ke tempat Rasulullah. Saat itu Fathimah menyelimuti tubuhnya dengan pakaian yang usang. Ada 12 jahitan dalam lembar kain tersebut. Serpihan dedaunan kurma juga tampak menempel di sela-selanya.

Fans Gus Dur

Sayidina Umar bin Khattab menepuk kepala ketika menyaksikan penampilan Fathimah. “Betapa nelangsa putri Muhammad SAW. Para putri kaisar dan raja mengenakan sutra-sutra halus sementara Fathimah anak perempuan utusan Allah puas dengan selimut bulu dengan 12 jahitan dan dedaunan kurma.”

Sesampainya menghadap ayahandanya, Fathimah bertutur, “Ya Rasulullah, tahukah bahwa Umar terheran-heran dengan pakaianku? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali (Sayyidina Ali bin Abi Thalib, suaminya) selama lima tahun tak pernah menggunakan kasur kecuali kulit kambing.”

Fathimah menceritakan, keluarganya menggunakan kulit kambing tersebut hanya pada malam hari. Sementara siang kulit ini menjelma sebagai tempat makan untuk unta. Bantal mereka hanya terbuat dari kulit yang berisi serpihan dedaunan kurma.

“Wahai Umar, tinggalkan putriku. Mungkin Fathimah sedang menjadi kuda pacu yang unggul (al-khailus sabiq),” sabda Nabi kepada sahabatnya itu.

Analogi kuda pacu merujuk pada pengertian keutamaan sikap Fathimah yang mengungguli seluruh putri-putri raja lainnya. “Tebusanmu (wahai Ayah) adalah diriku,” sahut Fathimah.

Dengan kedudukan dan kharisma ayahandanya yang luar biasa, Fathimah sesungguhnya bisa memperoleh apa saja yang ia kehendaki, lebih dari sekadar pakaian dan kasur yang bagus. Namun, kepribadian Rasulullah yang bersahaja tampaknya memang mewaris ke dalam dirinya. Fathimah tetap tampil sederhana, dengan segenap kebesaran dan kemewahan jiwanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Daerah, Warta Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia

Jakarta, Fans Gus Dur. Selain Duta Besar India Gurjit Singh, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Selasa (4/6) kemarin juga menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan Kim Young-sun di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. 

Kim Young-sun bersama rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra dan beberapa staf PBNU urusan kerjasama luar negeri.

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia

“Dubes Korea baru pertama kali berkunjung ke PBNU. Mereka ingin tahu tentang NU khususnya, dan tentang Islam Indonesia secara umum. Ia menanyakan, kenapa Islam di Indonesia yang mayoritas bisa hidup berdampingan dengan non muslim dengan baik,” kata KH Said Aqil Siroj kepada Fans Gus Dur usai pertemuan.

Fans Gus Dur

Kepada Kim Young-sun, ia menjelaskan, karakter bangsa Indonesia semenjak awal memang saling menghargai berbagai keyakinan dan kepercayaan masyarakat. Karakter ini dikembangkan oleh NU dengan prinsip tasamuh, atau toleransi.

Fans Gus Dur

“Saya jelaskan semua, kenapa Islam Indonesia bisa berdampingan dengan non muslim. Ya walaupun di sana-sini masih ada beberapa kasus, tapi jika dibandingkan dengan Timur Tengah, Indonesia masih lebih baik,” kata Kang Said.

Suasana kunjungan itu berlangsung akrab dan penuh canda tawa, terutama ketika Kim Young-sun dicecar banyak pertanyaan oleh PBNU tentang Ginseng Korea.

Dalam kunjungan itu Dubes Korea menawarkan kerjasama dengan PBNU dalam pendirian rumah sakit di Indonesia. Dubes juga mengundang secara khusus PBNU untuk datang ke kantor kedutaan dan berkunjung ke negeri ginseng.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta Fans Gus Dur

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Jakarta, Fans Gus Dur

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta meluncurkan kelompok diskusi yang diberi nama Diskursus Pemuda Kebangsaan (DPK), Kamis (21/1) di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. Peluncuran ini dilaksakanakan bersamaan dengan diskusi rutin yang dilakukan PKC PMII DKI Jakarta.

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Koordinator utama DPK, Don Gustiral mengatakan, setiap diskusi yang dilaksakan oleh PMII merupakan diskursus akademik sebagai perwujudan keilmuan yang diterima oleh mahasiswa di kampus.?

Pemuda sebagai pilar bangsa, lanjutnya, sangat penting dalam memahami berbagai problematika kebangsaan tak terkecuali persoalan radikalisme yang terus bergerak masif mengancam keutuhan bangsa.

“Di PMII, sudah menjadi tradisi terkait dengan kelompok-kelompok kajian serius. Misal kelompok kajian 164 yang terbukti melahirkan banyak intelektual dan tokoh yang hingga saat ini aktif menghasilkan pemikiran-pemikiran brilian,” ujar Don Gustiral di tengah puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Ketua Umum PKC PMII DKI Jakarta, Mulyadin Permana juga menuturkan, walaupun masih dalam tataran diskusi, kelompok kajian kebangsaan ini sangat penting guna menyadarkan generasi muda secara umum terkait problem kebangsaan. Merujuk pada kasus bom Thamrin, Mulyadin menegaskan bahwa mental intoleran masih melekat pada diri generasi muda.

“Diskusi problem kebangsaan harus terus digelorakan. PMII mengajak kepada para mahasiswa untuk aktif menyumbang pemikiran guna mengurai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Adapun dalam diskusi bertema ‘Pemuda dan Pemahaman Kebebasan Beragama’ ini, PKC PMII DKI Jakarta menghadirkan Ketua Kanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman Harun, Wasekjen PP GP Ansor Masud Shaleh, Anggota FPDIP Jalaluddin Rahmat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, dan Ketua Banteng Indonesia I Ketut Guna Arta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian, Kyai, Warta Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie

Jakarta, Fans Gus Dur - Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBI NU) menginstruksikan PW LPBI NU Aceh untuk bergerak ke daerah yang tertimpa gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya. Pengurus pusat meminta pengurus wilayahnya di Aceh untuk segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Mereka (PW LPBI NU) langsung bergerak, langsung assessment di kabupaten Pidie,” kata Sekretaris PP LPBNI NU Yayah Ruhyati kepada Fans Gus Dur di lantai 7 Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (7/12).

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie

Seperti yang sudah-sudah, PP LPBI NU selalu bekerja sama dengan BPBD setempat dan masyarakat untuk membantu kebutuhan korban bencana.

“Setelah mendapatkan hasil assessment dari tim di tempat bencana, kita kirim bantuan ke sana sesuai dengan kebutuhannya. Yang pasti kebutuhan paling penting itu tenda dan makanan,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

PP LPBI NU juga menerima bantuan dari mana saja untuk kepentingan korban bencana gempa bumi.

Sebagaimana diketahui, laporan assesstment awal gempa bumi di Pidie memakan korban meninggal dunia sebanyak 18 orang dengan rincian 7 anak-anak dan 11 dewasa. Korban luka-luka sebanyak 155 dengan rincian 122 orang luka ringan dan 33 orang luka berat. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Warta Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Mataram, Fans Gus Dur. Gelaran Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama (Munas Konbes) NU turut dimeriahkan dengan sunatan massal oleh Care-LAZISNU, Rabu (22/11). Terdapat sedikitnya 50 anak-anak menjadi peserta sunatan yang bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).

“Ini bagian kerja sama setelah acara sunatan di Jakarta sukses. Di sini menggabungkan dengan Munas NU yang sudah kami koordinasikan dengan panitia Munas, hal. berbagi kebahagian," kata Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, di lokasi kegiatan Pesantren Darul Hikmah Pagutan,

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Sunatan massal juga sebagai upaya NU Care-LAZISNU mengajak anak-anak bergembira.





"Dengan menunaikan sunatan keinginan mereka dalam menunaikan sebagai umat Islam terpenuhi.

Fans Gus Dur





Peserta sunatan juga diberikan uang tunai dan sepeda.



Fans Gus Dur



Pengasuh Pesantren Darul Hikmah, TGH Abdul Hamid menyampaikan pihanya beryukur dengan pelaksanaan sunatan yagn bisa melibatkan masyarakat di Lombok.





"Semoga dapat dilakukan di kesempatan lainnya," harapnya.

Deputi Branch Manager Alfamart, Ahmad Saeful mengatakan sunatan masal merupakan salah satu bentuk penyaluran donasi bantuan pelanggan Alfamart periode Oktober 2017.





“Ini juga sebagai bukti bahwa Alfamart selalu dekat dengan masyarakat,” tambah Saeful.



Budiono orangtua, dari Riski Setiono (5 tahun); menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi peserta sunatan tersebut.

"Alhamdulillah, anak saya juga senang karena dapat hadiah sepeda," kata Budiono. 





Senada, Slamet orangtua Teguh Muhamad Agus Setiawan (5,5 tahun), mengungkapkan rasa syukurnya.





"Karena anak saya juga sudah waktunya disunat," kata Slamet. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Halaqoh, News Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock