Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Fans Gus Dur
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Aswaja, News Fans Gus Dur

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Kamis, 22 Februari 2018

Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah?

Assalamu’alaikum wr. Wb

Mohon maaf kepada tim redaksi, semoga kita semua mendapat ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Saya Yono dari Lampung mau bertanya tentang posisi memulai barisan kedua dan seterusnya pada shalat jamaah.

Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah?

Jika barisan pertama sudah terisi penuh maka membuatlah barisan kedua  dan seterusnya. Saat membuat barisan kedua, apakah dimulai dari tengah (di belakang imam) atau dimulai dari sebelah kanan (mentok/mempet masjid).

Misalnya barisan pertama sudah penuh, dan barisan kedua hanya ada 3 orang. Pertanyaan saya, yang 3 orang ini posisinya apakah di tengah-tengah (di belakan imam) atau di sebelah kanan mentok/mepet tembok masjid?

Fans Gus Dur

Mohon penjelasannya karena di mushola di lingkungan saya terjadi perbedaan pendapat sehingga sering terjadi kekosongan (terputus/tidak menyatu) di barisan kedua (yaitu di bagian tegah sudah terisi beberapa orang, kemudian ada beberapa orang lagi yang mengisi di bagian kanan mempet tembok sehingga terjadi kekosongan di antara keduanya). Atas perhatian dan penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb (Yono/Lampung).

Fans Gus Dur

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Deskripsi masalah yang dibuat penanya begitu panjang dan setelah kami mencermati pertanyaan di atas, inti persoalannya adalah soal dari mana kita harus mulai shaf ke dua dalam shalat berjamaah. Apakah dari sebelah kanan, tengah, atau dari sebelah kiri?

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa meluruskan shaf shalat termasuk dari kesempuranaan shalat. Di samping itu shaf shalat yang lurus dan rapi akan terlihat indah. Hal ini tentunya tidak terlihat elok jika terjadi dalam shaf shalat itu ada yang berdiri di sebelah kanan dan ada yang berdiri di tengah sehingga terjadi kerenggangan.

Lantas bagaimana memulai shaf kedua jika shaf pertama sudah penuh sebagaimana pertanyaan di atas? Ketika kami membaca pertanyaan di atas dalam benak kami terbayang ada sisa tiga orang yang mau membuat shaf kedua karena shaf pertama sudah penuh. Dari mana mereka memulainya?

Muhyiddin Syaraf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menyatakan bahwa dalam shaf disunahkan untuk lurus atau seimbang. Ketika para jamaah berdiri, antara sebagian dan sebagian lainnya tidak boleh terlalu maju atau terlalu mundur dengan dada atau anggota tubuh yang lainnya. Selanjutnya Imam Nawawi menyatakan bahwa para jamaah disunahkan untuk berdiri di tengah imam sebagaimana dianjurkan dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah ra.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ?. “Bahwa sesungguhnya disunahkan adanya keseimbangan dalam shaf. Ketika mereka (para jamaah shalat) berdiri, mereka tidak boleh sebagian dari mereka terlalu maju dengan dadanya atau anggota tubuh yang lain, dan tidak boleh (pula) terlalu mundur dari jamaah lainnya. Mereka juga disunahkan untuk menjadikan imam berada di tengah-tengah dan mengelilinginya dari kedua sisinya karena didasarkan pada hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw, ‘Jadikan imam berada di tengah-tengah dan tutuplah celah,’” (Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Beirut-Dar al-Fikr, juz, IV, h. 301).

Jika penjelasan singkat ini ditarik ke dalam konteks pertanyaan di atas, jawabannya adalah bahwa shaf dimulai dari tengah di belakang imam dan menjadikan imam pada posisi tengah. Jika shaf kedua ada tiga orang, barisan dimulai dari tengah, kemudian sebelah kanan dan yang terakhir sebelah kiri. Hal ini agar menjadikan posisi imam berada di tengah.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Hendaknya kita semua meluruskan dan memerhatikan kerapian shaf dalam shalat berjamaah karena itu merupakan anjuran yang disyariatkan. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

PMII harus Kembali ke Masjid

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berharap agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali ke masjid sebagai basis gerakannya. Masjid sebagai pusat kegiatan keummatan akan memberikan nilai spiritualitas yang tak akan diperoleh dari tempat lainnya.

“Mari kita kembali ke masjid,  bolehlah demo, tapi basisnya harus spiritualitas, visinya harus kerakyatan, tapi harus diikatkan dengan hablumminallah. Jangan tidak pernah ke masjid,” tuturnya kepada Fans Gus Dur beberapa waktu lalu.

PMII harus Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII harus Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII harus Kembali ke Masjid

Beralihnya pusat kegiatan PMII dari masjid dikatakannya bisa menghilangkan visi dan ideologi yang dimiliki oleh organisasi yang banyak melahirkan para pemimpin dari NU ini. “Berangkat demo dari jalan, kembali ke jalanan, akhirnya menjadi orang jalanan, ini lama-lama bisa kehilangan visi dan ideologinya, lama-lama bisa menjadi pendemo bayaran,” tandasnya

Direktur Pusat Pengkajian dan Pengembangan Pesantren ini (P3M) ini menjelaskan bahwa pada masa rasulullah, masjid merupakan pusat peradaban yang mana segala kegiatan dilakukan disana, bukan sekedar sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah mahdhoh.

 

“Kita bisa diskusi di masjid, tentang Islam yang paling sosialitik pun, tapi dalam perspeksif agama, mendiskusikan Das Kapitas, Adam Smith, dha papa asal didialogkan dengan pesan-pesan etika dan keagamaan, ini baru seru, baru ada karakter,” tambahnya.

Fans Gus Dur

Pesan kembali ke masjid tersebut juga disampaikan kepada para kader GP Ansor. Saat selesai menjalankan aktifitas dunianya, masjid merupakan tempat kembali untuk menyelesaikan berbagai urusan.

“Kalau semua urusan diselesaikan di situ, insyaallah lebih berkah. Dan kalau kita memutuskan segala sesuatu di masjid, spiritnya kan lain, nga mungkin memutuskan sesuatu di masjid dengan jotos-jotosan, sesuatu yang sekarang lazim,” imbuynya. (mkf)

Fans Gus Dur



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News Fans Gus Dur

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

Bojonegor, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro kembali menggelar aksi demo, Kamis (20/3), menuntut pemanfaatan rumah sakit di Jalan Veteran, Bojonegoro, Jawa Timur, yang hingga kini terbengkalai. 

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

PMII Bojonegoro menilai, selama 7 tahun memerintah, Bupati Bojonegoro Suyoto membiarkan bangunan tersebut sia-sia. Rumah sakit yang dibangun pada masa pemerintahan bupati sebelumnya, Santoso, ini menelan anggaran Rp110 miliar.

Menurut para aktivis ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2010 Tentang Penertiban dan Penyalahgunaan Tanah Terlantar dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik serta UUPA No 5 Tahun 1960 Tentang Penelantaran Aset Daerah.

Fans Gus Dur

"Kami dari PMII Bojonegoro tetap konsisten untuk mengawal agar segera difungsikannya bangunan RS di Jalan Veteran," kata Koordinator aksi, M Asadullah saat berorasi. 

Fans Gus Dur

PMII Bojonegoro berpendapat, penelantaran ini dilakukan karena faktor politik hingga masyarakat harus menjadi korban. Mereka mendesak pemerintah agar segera memfungsikan rumah sakit tersebut. Terlebih, bangunan RSUD dr Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro dinilai sudah sering kelebihan kapasitas dan bangunannya mengalami kerusakan. 

"Dalam aksi sebelumnya, Wabup juga berjanji akan memasukkan anggaran di APBD 2014 dan pembangunan serta pemindahan akan dimulai awal tahun," imbuh Asadullah. 

Aksi kali ini diawali dengan melakukan orasi di depan bangunan rumah sakit di Jalan Veteran. Selanjutnya, aksi dilanjutkan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan menuju Kantor Pemkab Bojonegoro. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Nahdlatul Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Mataram, Fans Gus Dur. Gelaran Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama (Munas Konbes) NU turut dimeriahkan dengan sunatan massal oleh Care-LAZISNU, Rabu (22/11). Terdapat sedikitnya 50 anak-anak menjadi peserta sunatan yang bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).

“Ini bagian kerja sama setelah acara sunatan di Jakarta sukses. Di sini menggabungkan dengan Munas NU yang sudah kami koordinasikan dengan panitia Munas, hal. berbagi kebahagian," kata Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, di lokasi kegiatan Pesantren Darul Hikmah Pagutan,

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Sunatan massal juga sebagai upaya NU Care-LAZISNU mengajak anak-anak bergembira.





"Dengan menunaikan sunatan keinginan mereka dalam menunaikan sebagai umat Islam terpenuhi.

Fans Gus Dur





Peserta sunatan juga diberikan uang tunai dan sepeda.



Fans Gus Dur



Pengasuh Pesantren Darul Hikmah, TGH Abdul Hamid menyampaikan pihanya beryukur dengan pelaksanaan sunatan yagn bisa melibatkan masyarakat di Lombok.





"Semoga dapat dilakukan di kesempatan lainnya," harapnya.

Deputi Branch Manager Alfamart, Ahmad Saeful mengatakan sunatan masal merupakan salah satu bentuk penyaluran donasi bantuan pelanggan Alfamart periode Oktober 2017.





“Ini juga sebagai bukti bahwa Alfamart selalu dekat dengan masyarakat,” tambah Saeful.



Budiono orangtua, dari Riski Setiono (5 tahun); menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi peserta sunatan tersebut.

"Alhamdulillah, anak saya juga senang karena dapat hadiah sepeda," kata Budiono. 





Senada, Slamet orangtua Teguh Muhamad Agus Setiawan (5,5 tahun), mengungkapkan rasa syukurnya.





"Karena anak saya juga sudah waktunya disunat," kata Slamet. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Halaqoh, News Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Jeddah, Fans Gus Dur. Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji menggugat pihak Garuda Indonesia agar menanggung sepenuhnya biaya transportasi dan akomodasi para jamaah yang telantar di Jeddah, menyusul molornya jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air hingga lebih dari 20 jam.

"Kami hanya minta ganti rugi dalam bentuk uang terkait penyediaan akomodasi dan transportasi selama masa menunggu. Termasuk hotel tempat menginap sementara," kata Baluki Ahmad, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji di Madinah, Selasa (23/11). Sejak Sabtu hingga Selasa (23/11/2010), baru sekitar 2.000 jamaah bisa diangkut pihak Garuda.

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Rombongan jamaah dari biro penyelenggara haji dan umrah itu baru diberangkatkan setelah lebih dari 30 jam terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Padahal, penundaan penerbangan-penerbangan awal pemulangan jamaah tersebut berakibat pada penundaan jadwal-jadwal berikutnya, yang membuat antrean jamaah yang akan dipulangkan bertambah panjang.

Fans Gus Dur

Sejauh ini pihak Garuda menjanjikan hanya memberi semacam "ganti rugi" 180 riyal Saudi kepada tiap jamaah. Padahal, menurut Djadjang Sudradjat, pada saat seperti sekarang tarif hotel melati di Jeddah saja 300 riyal Saudi per malam. Belum lagi untuk makan dan penyediaan transportasi, yang semua harus dihitung ulang akibat penundaan kepulangan.

Sementara itu pihak Garuda di Jeddah yang dihubungi wartawan via telepon dari Madinah belum bersedia berkomentar. "Kami ini sudah terjadwal secara ketat. Sekarang ini tidak ada hotel yang bisa diperpanjang karena hari berikutnya sudah dipesan orang lain,”ujarnya.

Fans Gus Dur

Menurut perhitungan sementara, dengan 245 orang jamaah saja biaya tambahan yang mesti dikeluarkan sekitar 20.000 dollar AS. Baik Baluki maupun Djadjang juga mengeluhkan buruknya pelayanan Garuda secara keseluruhan. kalau tuntutan itu tidak dipenuhi, maka akan menggugat secara hukum resmi.

Apalagi tarif angkutan haji Jakarta-Jeddah dan sebaliknya jauh lebih mahal dibandingkan rute ke Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan pihak Garuda dinilai jauh dari memadai. "Pelayanan Garuda sangat minim, padahal ongkos yang ditarik hingga 1.800 dollar AS per jamaah,”tutur Djadjang.

Sementara untuk rute ke Eropa, Jepang dan Australia ketika masa puncaknya saja paling mahal 1.200 dollar AS dan pelayanan yang diberikan Garuda sangat bagus. Djadjang pernah bekerja di Garuda sebagai GM Garuda di Jeddah pada 1990-1992.(amf/kcm)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Hikmah, News Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai

Pamekasan, Fans Gus Dur - Seiring kian pesatnya perkembangan teknologi informasi, marwah kiai saat ini sedang dipertaruhkan. Beberapa kelompok intoleran makin gencar melancarkan serangan berbau ujaran kebencian terhadap kiai yang dikenal penebar kasih sayang dalam berdakwah.

Demikian penegasan Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman saat memberi sambutan dalam pelantikan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Pakong di Yayasan At-Taqwa Pakong, Sabtu (17/12).

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai

Atas kondisi ini Dosen Universitas Madura tersebut menginstruksikan kepada segenap kader GP Ansor untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga maru‘ah para kiai.

"Hidupkanlah militansi sebagai kader Ansor. Jangan sekali-kali mencaci kiai dan guru kita," tegasnya yang disimak oleh sesepuh NU Pakong, Muslimat NU Pakong beserta badan otonom seperti Fatayat, IPNU, dan IPPNU.

Fans Gus Dur

Manakala ada pemikiran kiai yang kurang ditangkap akal pikiran para pemuda yang tergabung GP Ansor, Fathorrahman menekankan agar tidak langsung mengumpatnya. Tapi, harus lewat jalan tabayun dan atau tukar pendapat secara sopan santun.

Fans Gus Dur

"Kader GP Ansor dididik untuk tegas dan santun dalam menyikapi perbedaan, tidak menggunakan kekerasan fisik maupun lisan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fathorrahman mengimbau kepada para pengurus GP Ansor Pakong yang baru dilantik untuk konsentrasi dalam memaksimalkan kaderisasi formal semacam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar. Lebih dari itu, pimpinan ranting juga harus segera dibentuk.

"Jangan sungkan-sungkan silaturrahim ke para senior NU dan para kiai NU. Mintalah arahan dan konfirmasikan ke beliau-beliau tiap kali hendak mengadakan kegiatan. Sebab, GP Ansor adalah badan otonom NU," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock