Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

Jombang, Fans Gus Dur. Setelah dilakukan tabulasi, telah terpilih anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh Muktamirin. Pjs Rais Aam KH Musthofa Bisri dan KH Hasyim Muzadi ternyata tidak termasuk dalam Sembilan nama tersebut.

Berikut daftar anggota Ahwa pilihan para Muktamirin, Rabu (5/8) di ruang sidang komplek alun-alun Jombang, Jawa Timur beserta perolehan suaranya.

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

KH Makruf Amin Jakarta, (313 suara)

KH Nawawi Abdul Jalil Pasuruan Jatim (302)

TGH Turmudzi Badruddin NTB (298)

Fans Gus Dur

KH Kholilul Rahman Martapura, Kalsel (273)

Fans Gus Dur

KH Dimyati Rais Jateng (236)

KH Ali Akbar Marbun Sumatra Utara (246)

KH Maemun Zubeir Jateng  (156)

KH Makhtum Hannan Jabar (142)

KH Mas Subadar Pasuruan Jatim (135)

Begitu ditetapkan nama-nama tersebut, mereka akan bersidang untuk memilih Rais Aam PBNU yang akan memimpin NU periode 2015-2020. Mereka mengadakan pemilihan rencananya pada pukul 08.00 WIB malam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Hadits Fans Gus Dur

Rabu, 21 Februari 2018

Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai

Kudus, Fans Gus Dur

Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengumumkan pengajian kitab Tafsir Al-Quran yang diasuh Mustasyar PBNU KH Ahmadi Syaroni pada bulan Ramadhan ini akan dimulai Ahad (12/6) pagi. Kabar baik ini disambut gembira masyarakat setempat.

"Insya Allah, pengajian Tafsir Al-Quran bersama Mbah Syaroni akan mulai pada hari puasa ketujuh atau Ahad fajar (12/6) besok," kata Ketua YM3SK KH Najib Hasan dalam pembukaan acara Darusan Umum Masjid Menara Kudus, Rabu (8/6).

Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai

Para jamaah memendam kerinduan akan pencerahan pitutur ilmu agama dari kiai kharismatik ini. Lantaran sejak KH Syaroni Ahmadi jatuh sakit sepulang menunaikan ibadah umrah di Mekkah dua bulan lalu, pengajian rutin yang diasuhnya libur total.

Fans Gus Dur

"Alhamdulillah, saya senang sekali mendengar Mbah Syaroni akan mengisi pengajian lagi. Semoga beliau diberi kesehatan dan umur panjang," ujar salah satu jamaah asal Kudus, Ahmad Azizi.

Menurut Azizi, ceramah-ceramah pengajian mbah Syaroni sangat mencerahkan dan menyejukkan hati. Azizi selalu meluangkan waktu mengikuti pengajian tafsir rutin Jumat fajar di Masjid Menara Kudus.

Fans Gus Dur

"Selama tidak ada udzur, saya selalu datang mendengarkan pengajian beliau," imbuh pria yang juga aktivis GP Ansor kepada Fans Gus Dur.

Biasanya, pengajian tafsir Al-Quran di Masjid Menara rutin digelar setiap Jumat fajar. Untuk bulan Ramadhan, pengajian diadakan setiap? hari. Pengajian diikuti ribuan jamaah yang berasal dari Kudus, Jepara, Pati, Demak, dan daerah lainnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Tokoh Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Gemuruh Manaqiban di Jakarta

Jakarta, Fans Gus Dur. Awan pekat menggelayut di langit Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/2) petang. Selepas sembahyang isya’ hujan deras pun jatuh, beradu kencang dengan suara manaqiban di kompleks Pesantren As-Sholihin al-Abror Rorotan.

"Allahumma-nsyur nafahatir ridlwani alaihi. Wa-amiddana bil asraril lati audatahaa ladaihi. (Ya Allah, hamparkan semerbak harum ridha-Mu kepada Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Tolonglah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau titipkan kepadanya).”

Gemuruh Manaqiban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gemuruh Manaqiban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gemuruh Manaqiban di Jakarta

Ratusan jamaah dari berbagai arah berangsur memadati kompleks pesantren sejak sore. Dengan pakaian serba putih, mereka membentuk saf-saf sambil duduk bersila. Masyarakat yang terdiri dari remaja dan orang tua ini sedang memperingati haul Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.

Fans Gus Dur

Lebih dari satu jam mereka melantunkan bacaan manaqib dengan dipimpin seorang kiai. Seolah tak peduli akan cuaca langit, jamaah laki-laki dan perempuan secara serentak menyelesaikan sejumlah kisah teladan tokoh sufi yang mereka hormati itu.

Fans Gus Dur

Dalam manaqib tersebut di antaranya digambarkan bahwa Syaikh Abdul Qadir termasuk pecinta? ilmu sejati. Selama puluhan tahun pribadi kelahiran dusun terpencil bernama ”Jilan” ini rela berjalan ke berbagai pelosok negeri menjumpai ulama-ulama besar untuk berburu ilmu fiqih, adab, tafsir, aqidah, dan lainnya.

Syaikh Abdul Qadir diceritakan pula merupakan ulama yang menolak mengagungkan manusia lantaran kedudukan dan kekayaannya. Merendahkan diri di hadapan penguasa dan orang kaya dapat menghilangkan dua pertiga agamanya. Sikap ini justru mengangkat derajat kehormatan Syaikh Abdul Qadir. Sebaliknya, ia malah sering dikunjungi khalifah yang membutuhkan petunjuk-petunjuknya.

Masih banyak petikan inspiratif dari manaqib yang dibaca para santri dan masyarakat dalam dan luar pesantren As-Sholihin al-Abror ini. Kiai Mukhlis Fadlil, pemimpin pembacaan manaqib, mengatakan, manaqib memang seyogianya tak hanya dibaca, tapi juga dihayati dan diamalkan.

Di depan sejumlah botol berisi air mineral yang sengaja dibuka dan dijajar sejak awal, manaqiban ditutup dengan doa. Taushiyah agama kemudian digelar. Sebagai penceramah, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan antara lain tentang keutamaan ilmu, ulama, dan akhlak.

Untuk kedua kalinya doa dipanjatkan sebelum jamaah menyantap nasi dan ayam sumbangan mereka sendiri. Satu nampan hidangan dihabiskan secara bersama oleh dua hingga empat orang. Sebagaimana Syaikh Abdul Qadir, jamaah manaqiban pun mengakrabi kebersamaan.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Hadits, Kiai Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU

Jombang, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang memulai program pendampingan MWCNU-Ranting NU di bulan Ramadhan. Program pendampingan yang bersifat penguatan ini merupakan amanah Muskercab NU Jombang akhir 2013 lalu secara teknis digarap Lakpesdam NU Jombang.

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU

PCNU Jombang membentuk tim khusus pendampingan. Mereka bergerak menyosialisasikan program pendampingan ini berbarengan dengan Safari Ramadhan selama tiga hari yang dibagi ke dalam tiga wilayah.

Mereka mengadakan pendampingan setiap harinya ke tujuh kecamatan. Pada Kamis (17/7) mereka mengunjungi 7 MWCNU. Demikian Jumat (18/7) dan Sabtu (19/7).

Fans Gus Dur

Dalam pertemuan Koordinasi Tim Pendamping pada Senin (14/7), Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar menegaskan, semua anggota tim pendamping harus bersiap. “Jika ada anggota tim yang belum siap, harus segera kita carikan gantinya saat ini juga. Jangan sampai, MWC sudah serius mendukung program ini menjadi kecewa karena tim pendampingnya tidak datang,” kata Kiai Isrofil.

Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Junaidi Hidayat menyampaikan, program ini diagendakan sebagai upaya optimalisasi kepengurusan MWC dan Ranting NU dan koordinasi berjalan baik mulai dari cabang hingga ranting.

Fans Gus Dur

“Kalau kepengurusan ranting NU tidak berjalan dengan baik, rancangan program NU seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian yang sudah dirumuskan mengalami hambatan,” ujar Kiai Junaidi. (Musabdilla/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Berita, Hadits Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3

Dompu, Fans Gus Dur



Perhelatan Liga Santri Nusantara Regional Nusa Tenggara (Nusra) 3 yang meliputi Kabupaten Dompu, Kota Bima, Kabupaten Bima serta Provinsi NTT tengah mempersiapkan kick Off pada 25 Agustus 2017 di stadion GOR Kabupaten Dompu dan Stadion Mangge ? Maci, Kota Bima

Hal ini disampaikan Ketua panitia LSN Region Nusra 3 Rahmat Ismail kepada Fans Gus Dur ? Rabu (9/8) malam di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Rahmat memastikan 32 tim sudah siap berlaga di lapangan kebanggaan warga setempat.

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3

Ia berharap melalui LSN dapat terjalin silaturahim dan kerja sama antara pondok pesantren dalam menciptakan kondusivitas kemajemukan di tengah masyarakat.

"LSN dapat menjadi ajang promosi pesantren dengan tagline Ayo Mondok. Momentum ini pula dapat dijadikan icon bagi pesantren dalam menjaring santri dan manarik simpati publik," katanya

Fans Gus Dur

Lebih lanjut Rahmat menyampiakan bahwa LSN dapat menjadi media dawah untuk merekatkan kaum santri dan masarakat umum. Serta yang paling penting adalah ? menjaring talenta ? muda melalu pesantren, khususnya ? olahraga cabang sepak bola.

"Melalui LSN santri dapat menujukkan bawah santri tidak hanya bisa mengaji, hafal kitab, hafiz tapi olahraga pun bisa diandalkan untuk mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa," tutupnya. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Hadits Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional

Pekalongan, Fans Gus Dur. Sebanyak 500 personil Baser gabungan dari Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang selam tiga hari 27-29 Juli 2016 membantu kepolisian dan TNI amankan lokasi penyelenggaraan Konferensi ulama Internasional bela negara di Kota Pekalongan.

500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Anggota Banser Bantu Amankan Konferensi Ulama Internasional

Pengerahan personil yang cukup besar ini dilakukan mengingat pelaksanaan kegiatan dibagi di tiga tempat, yakni Hotel Santika, Kanzus Sholawat dan Gedung Djunaid, apalagi ada delegasi peserta dari 39 negara yang hadir secara khusus pada event yang dihelat Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN).

Komandan Banser Kota Pekalongan Maftuchin kepada Fans Gus Dur mengatakan, untuk membantu pengamanan tiga lokasi yang dibackup penuh dari kepolisian dan TNI, pihaknya bekerjasama dengan Banser Kabupaten Pekalongan, Batang dan Pemalang.

"Dari 500 personil Banser bertugas secara bergiliran di tiga titik lokasi yang dibagi dalam 3 shift selama tiga hari," ujar Maftuchin.

Fans Gus Dur

Dikatakan, khusus untuk pengamanan di Hotel Santika, dari pihak kepolisian dan TNI dibantu alat khusus berupa security door di pintu masuk hotel. Pengetatan pengamanan, selain dengan penempatan personel berseragam dan berpakaian preman di sekitar lokasi, juga dengan langkah sterilisasi menggunakan ‘mirror detector’ dan ‘metal detector’. Pengamanan ketat ini dilakukan selama 24 jam, hingga perhelatan konferensi selesai, dan seluruh tamu undangan meninggalkan hotel.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kasat Sabhara AKP Ariakta Gagah Nugraha menjelaskan, sedikitnya ada 15 personel yang ditempatkan di hotel tersebut, mereka berpakaian seragam maupun preman.

Petugas juga melakukan sterilisasi bagi para pengunjung hotel, baik itu tamu, panitia, maupun umum. Para pengunjung dan barang bawaannya sebelum masuk terlebih dulu diperiksa menggunakan metal detector.

Ariakta menambahkan, pihaknya juga meminta bantuan Polda Jawa Tengah untuk mendatangkan dua unit ‘security door’ yang ditempatkan di depan pintu masuk baik di Hotel Santika maupun Gedung Djunaid. “Ini kita lakukan untuk menjamin keamanan pelaksanaan konferensi. Sterilisasi dilakukan terhadap panitia, tamu, maupun umum,” imbuh dia.

Penyelenggaraan even tingkat internasional membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Kota Pekalongan. Pasalnya, tamu yang ribuan jumlahnya sebagian besar ditempatkan di rumah rumah penduduk di wilayah Pekalongan Selatan. Bagi warga yang rumahnya ditempati tamu selama acara berlangsung merupakan kebanggaan yang tidak bisa dihitung secara materi.?

Fans Gus Dur

"Ini suatu kebanggaan bagi kami dan masyarakat warga Buaran dan masyarakat Kota maupun Kabupaten Pekalongan, karena di samping bisa membantu menyediakan penginapan bagi tamu Habib Luthfi, juga mereka bisa beli oleh-oleh khas Pekalongan berupa batik untuk dibawa pulang usai acara," ujar Muhtarom. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum

Solo, Fans Gus Dur

Perubahan perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi badan hukum (BH) sebenarnya bukan merupakan isu baru. Saat ini, sudah ada sebelas perguruan tinggi yang berbadan hukum, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan lainnya.

PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum

Dalam sejarah, isu PTN-BH berembus ketika ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum.

Kedua peraturan ini dianggap sebagai cermin kebebasan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, tidak hanya berupa kebebasan dalam bentuk kebebasan akademik dan otonomi keilmuan, namun juga otonomi dalam bidang keuangan.

Fans Gus Dur

Hal inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi yang diselenggarakan Pengurus Komisariat PMII Kentingan, Rabu (3/3).

Salah satu pemateri, Bahar Elfudlatsani, menyampaikan mengenai bentuk struktural ketika sebuah PTN menerapkan Badan Hukum, yaitu adanya struktur yang bernama MWA atau Majelis Wali Amanat.

Fans Gus Dur

”MWA sendiri merupakan pemegang peran penting dalam struktural PTN-BH. Orang-orang yang bisa masuk di dalamnya merupakan bisa dari unsur pemerintah, unsur dosen, unsur masyarakat dan unsur lain,” terang Bahar.

Ditambahkan Bahar, dibandingkan dengan BLU (Badan Layanan Umum) yang dimana pengelolaan keuangan di BLU memiliki tata kelola dan kewenangan pengelolaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Perubahan tersebut tentu akan memunculkan pertanyaan bagi civitas akademika terutama kalangan mahasiswa. Bagaimana keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh ketika PTN yang semula berstatus BLU diubah menjadi Badan Hukum,” papar dia.

Menurut dia, mahasiswa khususnya kader PMII perlu bersikap kritis dan ikut tanggap terhadap persoalan ini. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Amalan, Hadits Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock