Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Jakarta, Fans Gus Dur?



Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tito Karnavian menyempatkan diri melihat lukisan wajah-wajah kiai Nusantara buah karya Nabila Dewi Gayatri di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Senin (8/5). Ia ditemani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pelukisnya.?

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Pada kesempatan itu, Kiai Said, secara otomatis memperkenalkan nama-nama kiai yang dilukis serta kiprah hidupnya kepada Kapolri. Mulai dari KH Abdurrahman Wahid, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri, KH Ali Maksum, KH Ahmad Shiddiq, KH Ilyas Ruhiat, KH Ihsan Jampes, KH Asnawi Kudus, dan lain-lain.?

Ketika melihat salah satu lukisan, dan Kiai Said menyebut Syekh Nawawi Banten, Kapolri berhenti. “Oh ini gurunya KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari,” katanya.?

“Iya, kata Kiai Said, “Beliau mengajar di Masjidil Haram, di Mekkah. Karyanya banyak.”?

“Tapi asalnya dari Banten, tempatnya pesantren Kiai Ma’ruf (Rais ‘Aam PBNU, red.)” kata Kapolri.?

Fans Gus Dur

“Ya, ya, Tanara,” jawab Kiai Said.

Fans Gus Dur

“Saya sudah pernah ke sana,” lanjut Kapolri.?

Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan guru bagi kiai-kiai di Nusantara yang menuntut ilmu di Makkah. Ia menulis ratusan karya yang hingga saat ini masih dikaji di berbagai pesantren. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita, PonPes Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media

Cimahi, Fans Gus Dur. Menjadi penggagas dalam menciptakan kota inklusi bukanlah hal yang mudah. Inklusi dalam pengertian mengembangkan lingkungan yang terbuka, mengikutsertakan semua orang, saling merangkul dan menghargai dengan beragam perbedaan dan multi karakter etnik, agama, ras, budaya hingga disabilitas.

Nah, butuh kerja keras dan aksi? nyata dalam mengampanyekan pentingnya inklusi sosial kepada seluruh pihak termasuk masyarakat, pemerintah, dan organisasi sosial kemasyarakatan.

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media

Tidak ada alasan untuk menyerah dan berhenti bergerak. Inilah yang terus diupayakan Lakpesdam NU Cimahi melalui Program Peduli dalam membangun inklusi sosial. Ada banyak agenda dengan berbagai kegiatan, semisal seminar, pelatihan dan kampanye serta aksi turun yang terus digalakkan Lakpesdam NU cimahi dalam mencapai tujuan di atas.

Fans Gus Dur

Minggu lalu, tepatnya 23-24 Juli 2016, Lakpesdam NU Cimahi mengadakan Pelatihan Literasi Media ke-2. Pelatihan tersebut bertajuk Pengembangan Jurnalisme Warga untuk Perdamaian dan Inklusi Sosial. Hadirnya acara ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan dan keterampilan para aktivis perdamaian untuk bisa memproduksi informasi dan konten tentang inklusi sosial dalam berbagai bentuk.

Dengan bertempat di gedung BPPKS Dinas Sosial Cimahi, acara pelatihan literasi media 2 berjalan lancar dengan diikuti oleh peserta yang berasal dari latar belakang agama dan institusi yang berbeda. Tercatat Perwakilan dari IPNU, IPPNU, OMK, Masyarakat Adat Cireunde dan organisasi lainnya turut meramaikan acara tersebut.

Fans Gus Dur

Hari pertama, acara pelatihan diisi dengan kegiatan berlatih menulis khususnya menulis tulisan-tulisan yang berisi kampanye perdamaian. Sesi ini difasilitasi oleh seorang dosen dan praktisi perdamaian UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Bambang Q. Anees.

Tidak hanya pelatihan menulis, pada hari kedua, peserta juga diajak untuk berkenalan dan mencoba membuat suatu bentuk media kampanye yaitu video dan design grafis. Dengan difasilitasi oleh Imam Ma’ruf, salah satu pakar media lakpesdam PBNU, peserta mendapatkan ilmu yang luar biasa berharga tentang pembuatan video yang unik dan mudah dibuat.

Dari hasil testimoni para peserta, kebanyakan mengaku sangat antusias mengikuti acara tersebut. Menurut mereka, pelatihan tersebut telah memberi kesadaran bahwa kemampuan menulis ternyata tidak mustahil untuk dilakukan selama menjadikannya kebiasaan. Mereka mengaku akan terus mengembangkan bakat mereka dalam menulis, terkhusus dalam membuat tulisan-tulisan yang bertemakan perdamaian.

Acara tersebut juga memberikan mereka ruang untuk terlibat aktif dalam perbaikan masyarakat dengan salah satunya menjalankan program yang disebut “Design For Change”. Mereka mengatakan bahwa projek tersebut sangat menginspirasi dan harus segera dilaksanakan.

Kesuksesan Lakpesdam NU cimahi dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, diskusi, kunjungan dan menginisiasi adanya gerakan pemuda untuk inklusi cimahi (GRADASI) merupakan satu bukti yang nyata bahwa inklusi sosial bukan hanya buaian yang ingin dicapai oleh tim program yang pimpin Diana Handayani.

Pencapaian yang telah dilakukan adalah bukti telah hadirnya gerakan-gerakan inklusi untuk membuat Cimahi yang damai dan bertoleransi. Selamat dan sukses selalu untuk Lakpesdam NU Cimahi! (Yeni Latifah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Khutbah, Berita Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU

Jombang, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang memulai program pendampingan MWCNU-Ranting NU di bulan Ramadhan. Program pendampingan yang bersifat penguatan ini merupakan amanah Muskercab NU Jombang akhir 2013 lalu secara teknis digarap Lakpesdam NU Jombang.

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU

PCNU Jombang membentuk tim khusus pendampingan. Mereka bergerak menyosialisasikan program pendampingan ini berbarengan dengan Safari Ramadhan selama tiga hari yang dibagi ke dalam tiga wilayah.

Mereka mengadakan pendampingan setiap harinya ke tujuh kecamatan. Pada Kamis (17/7) mereka mengunjungi 7 MWCNU. Demikian Jumat (18/7) dan Sabtu (19/7).

Fans Gus Dur

Dalam pertemuan Koordinasi Tim Pendamping pada Senin (14/7), Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar menegaskan, semua anggota tim pendamping harus bersiap. “Jika ada anggota tim yang belum siap, harus segera kita carikan gantinya saat ini juga. Jangan sampai, MWC sudah serius mendukung program ini menjadi kecewa karena tim pendampingnya tidak datang,” kata Kiai Isrofil.

Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Junaidi Hidayat menyampaikan, program ini diagendakan sebagai upaya optimalisasi kepengurusan MWC dan Ranting NU dan koordinasi berjalan baik mulai dari cabang hingga ranting.

Fans Gus Dur

“Kalau kepengurusan ranting NU tidak berjalan dengan baik, rancangan program NU seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian yang sudah dirumuskan mengalami hambatan,” ujar Kiai Junaidi. (Musabdilla/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Berita, Hadits Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Jombang, Fans Gus Dur. Romo Franz Magnis-Suseno dikenal sangat dekat dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur). Karena kedekatannya, banyak cerita humor yang bisa dikisahkan untuk mengenang kebersamaan bersama tokoh pluralisme ini.?

Salah satu humor yang masih melekat bagi tokoh agama ini adalah soal tiga orang yang sedang antri di depan pintu surga. Ketiga orang itu, satu orang pendeta, satu orang kiai dan satu orang yang berpakaian compang-camping.?

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Saat pendeta dan kiai sedang khusyu dan tawaduk menunggu antrian masuk sorga, tiba-tiba datang lelaki berpakaian compang-camping dan langsung menyibak antrian dan ternyata dipersilahkan oleh malaikat untuk memasuki pintu sorga. Melihat itu, sang kiai dan pendeta bertanya heran kepada malaikat,?

"Siapa dia? Kenapa orang seperti itu bisa seenaknya masuk sorga dan mendahului kami?" kisah Romo Magnis dalam Bahasa Inggris dihadapan rombongan pastor lintas Negara yang berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Rabu (9/8).

Mendapat pertanyaan itu, malaikat menjawab, "Dia itu sopir bis jurusan Jakarta. Dia berhak masuk sorga lebih dulu, “ jawabnya enteng.

Jawaban malaikat ini tentu semakin membuat heran pendeta dan kyai yang sudah lama antri didepan pintu surga. mungkin karena mereka merasa lebih berhak masuk lebih dulu.

Fans Gus Dur

” Amalan apa yang bisa membuat dia berhak lebih dulu dari kami,” ujar mereka kembali bertanya.

Malaikat kemudian menjawab enteng.

“Karena dia saat duduk di belakang kemudi, semua penumpang terjaga dan berdoa dengan khusyu (karena sopir ngebut). Sementara kalian, saat kalian berkhotbah di mimbar, umat kalian justru mengantuk dan tertidur lelap," tutur Romo Magniz yang langsung disambut tawa para pastor. (Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Humor Islam, AlaSantri, Berita Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme

Bandar Lampung, Fans Gus Dur. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengutuk peledakan bom di Gereja Oikumene, Kota Samarinda. Menurutnya, setiap pelaku bom (teroris, red) tidak paham bahwa Islam bukanlah agama yang mengajarkan kekerasan apalagi membunuh.

"Islam adalah agama cinta, agama yang menebarkan keselamatan dan menebarkan rahmat. Sehingga tindakan teroris atas nama agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak ada dalilnya dalam ajaran Islam," ujar Gus Ishom melalui akun Facebook-nya, Senin (14/11).

Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme

Kiai muda ini menegaskan, di Indonesia yang merupakan negara hukum, warganya wajib tunduk pada hukum, tidak boleh sewenang-wenang memastikan orang lain pasti bersalah dengan hukuman menurut vonis atas pendapatnya sendiri.

"Melainkan jika bersengketa, masing-masing pihak harus tunduk kepada keputusan dari pihak yang berwenang menanganinya. Setiap persengketaan itu bisa dicarikan solusinya melalui jalur hukum, meskipun itu bukan satu-satunya jalan penyelesaian," tulisnya.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, harus diakui bahwa maraknya diskriminasi dan kekerasan atas nama agama seringkali disebabkan oleh rendahnya mutu kualitas sumber daya manusia pelakunya. Pemahaman agama yang demikian dangkal dan semangat beragama yang menggebu-gebu seringkali menjadi pemicunya.

Kedangkalan pemahaman terhadap substansi ajaran Islam dengan ciri tekstualis-literalis telah menjebak mereka ke dalam ruangan ideologis yang lebih pengap, tertutup dan amat subjektif.

"Maka wajarlah jika mereka selalu merasa benar sendiri, tidak menghormati perbedaan dan sering memaksakan kehendaknya, sehingga kegaduhan sosial tak terhindarkan," tegasnya.

Fans Gus Dur

Menghadapi fenomena ini menurutnya, setiap umat Islam hendaknya kembali belajar agama secara langsung ? kepada para ahlinya yang lebih mengedepankan akhlak mulia, lebih menyejukkan umat dan mereka yang terus menerus memperjuangkan terwujudnya kemaslahatan hidup bersama sebagai suatu bangsa.

"Bukan belajar agama dari sumber-sumber yang tidak jelas mata rantai (sanad) pengambilan ilmu agamanya seperti belajar Islam lewat internet," pungkasnya. (Muahmmad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita, Cerita Fans Gus Dur

Jumat, 05 Januari 2018

Meriahkan Bulan Muharram dengan Peduli Anak Yatim

Tegal, Fans Gus Dur. Keluarga Besar Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU), Desa Setu, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bersama badan otonom seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU menggelar santunan anak yatim.

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian dari peringatan menyambut datangnya bulan Muharram 1439 Hijriah yang dirangkai dengan pengajian akbar.

Meriahkan Bulan Muharram dengan Peduli Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahkan Bulan Muharram dengan Peduli Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahkan Bulan Muharram dengan Peduli Anak Yatim

Ketua Panitia Ustad Taufik mengatakan, santunan diberikan kepada 150 anak yatim sebagai wujud kepedulian kepada sesama terutama mereka yang membutuhkan. 

"Selain memberikan santunan kepada anak yatim, panitia juga menggelar pengajian akbar yang dihadiri masyarakat setempat dengan menghadirkan pembicara KH Abdul Mutholib dari Tegal," papar Taufik.

Fans Gus Dur

Dia berharap, warga yang hadir dalam kegiatan tersebut bisa mendengarkan taushiyah untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan. “Alhamdulillah acara berlangsung dengan lancar dan berkesan bagi masyarakat,” terangnya.

Salah satu warga setempat Mulyono (56) mengungkapkan, peringatan tahun baru Islam atau biasa dikenal dengan Muharoman di desanya lebih mengutamakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Fans Gus Dur

Salah satunya adalah dengan memberikan santunan kepada anak yatim di wilayah sekitar dan pengajian akbar yang dihadiri warga dari dalam dan luar kota.

Apa yang telah dicapai selama ini, kata dia, diharapkan menjadi sebuah momentum untuk menjaga kebersamaan dan meningkatkan semangat untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

Kemeriahan Tahun Baru Hijriah, terangnya, hampir dilakukan secara merata di seluruh nusantara. Hanya saja, semua mengedepankan kearifan lokal sehingga apa yang dilakukan di desanya bisa menjadi acuan bagi generasi mendatang agar bisa menjaga tradisi sekaligus meningkatkan apa yang telah dikerjakan saat ini.

“Tahun-tahun ke depan tentu harus lebih baik dari saat ini,” tandasnya. (Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita Fans Gus Dur

Kamis, 04 Januari 2018

MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah

Jombang, Fans Gus Dur 

Madrasah Aliyah Unggulan KH Wahab Chasbullah (MAU-WH) mewajibkan siswa-siswinya untuk sholat dluha dan dzuhur berjamaah di madrasah. Kegiatan sholat berjamaah ini juga diikuti dewan keguruan di jam pelajaran pertama dan terahir.

MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah

Madrasah yang berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini sejak didirikan hingga kini tampak berupaya keras menjaga tradisi kepesantrenannya.

Seperti diungkapkan Munjidah Wahab, pembina sekaligus pendiri MAU-WH, bahwa tujuan didirikannya lembaga tersebut untuk meneruskan perjuangan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah. 

Namun juga Wakil Bupati Jombang ini tak menafikan perkembangan sains dan teknologi belakangan ini, ia juga berupaya mengimbanginya dengan pengetahuan-pengetahuan umum.

Fans Gus Dur

"Tujuan utama pendirian MAU-WH adalah meneruskan perjuangan KH Wahab Hasbullah dan menjaga tradisi pesantren serta membekali pengetahuan umum, dengan harapan semua siswa bermanfaat bagi masyarakat," kata putri KH Wahab Hasbullah ini.

Menurutnya nuansa kepesantrenan yang bisa dilakukan di madrasah ini salah satunya dengan membiasakan siswa-siswinya untuk sholat dluha dan dzuhur berjamaah, setelahnya, para peserta didik dan gurunya melanjutkan kembali aktivitas kegiatan belajar mengajarnya.

Kegiatan sholat berjamaah tersebut diakui Faizun, Kepala madrasah MAU-WH sudah berjalan dengan istiqomah sejak diterapkan tradisi ini hingga sekarang. "Madrasah kami rutin mengadakan sholat dluha dan dzuhur jamaah dengan didampingi guru jam pertama dan terahir," katanya kepada Fans Gus Dur, Senin (27/2) lalu.

Lebih jauh ia menjelaskan, secara tidak langsung dalam sholat jamaah diajarkan sikap taat, persatuan, menghormati, tenggang rasa dan berkelompok atau bersatu.

Selain itu, lanjutnya sholat berjamaah ini dapat melatih siswa menjadi pemimpin sholat dengan baik saat kembali ke lingkungannya masing-masing. 

Fans Gus Dur

"Banyak pendidikkan karakter dalam sholat jamaah, seperti persatuan dan rasa tanggung Jawa. Selain itu, imamnya juga bergantian diantara siswa," jelas Faiz sapaan akrabnya.

Selain sholat berjamaah, Faiz menambahkan setelah jamaah dzuhur dilanjutkan kuliah tujuh menit yang diisi oleh siswa-siswinya kelas akhir secara bergiliran. "Hal ini bertujuan membekali dan melatih siswa agar memiliki keberanian berdakwah," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Jadwal Kajian, Berita Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock