Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini

Jakarta, Fans Gus Dur. Koruptor memiliki kekuatan multifaset. Yakni kekuatan oligarki yang bersatu dengan kekuatan kombinasi antara pejabat tak amanah, konglomerat hitam, dan politisi busuk.

Hal tersebut dikatakan mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto (BW) yang didaulat berbicara pada peluncuran dan diskusi buku “Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi” di lantai 8 Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta, Kamis (23/6) petang.

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini

“Mereka bertiga ini menguasai media massa, dan juga mampu mengontrol segenap kekuatan republik ini. Jadi kalau tidak dilawan dengan jihad, berat sekali,” tegas Bambang.

Menurut dia, pesantren menjadi salah satu target kekuatan kombinasi tersebut. “Kalau kredibilitas pesantren sudah dihancurkan, kalau marwah pesantren sudah diinjak-injak, kepada siapa lagi masyarakat mengadukan nasibnya,” ujar Bambang.

Jauh sebelum lahir republik ini, kata Bambang, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sudah menggelorakan jihad melawan penjajah. Hari ini generasi muda NU kembali menggunakan kata jihad untuk melawan korupsi.

Fans Gus Dur

“Jadi, seolah korupsi itu mirip penjajah. Benar sekali. Merinding saya sebenarnya membaca buku ini. Saya ingin mengatakan bahwa buku ini sangat relevan di tengah kegamangan kekuatan masyarakat menghadapi korupsi,” tandasnya.

Senada dengan Bambang, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin juga memuji kelahiran buku Jihad NU melawan korupsi. “Jika selama ini banyak kesan bahwa sebuah buku lebih bagus judul daripada isinya. Maka, buku ini tak hanya mantap judulnya, namun isinya lebih mantap,” ujar Kiai Ishom disambut tepuk tangan hadirin.

Fans Gus Dur

Sementara itu, budayawan MM Billah memberi beberapa catatan. Antara lain, akar masalah tidak dianalisis secara tuntas. “Dengan demikian, ini menuntut lahirnya buku kedua tentang korupsi secara empiris,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Humor Islam Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat

Jepara, Fans Gus Dur. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Satu lagi sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) wafat. KH Noor Ahmad, ahli falak asal Jepara, Jawa Tengah, telah berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (20/6) hari ini sekitar pukul 10.00 WIB di Jepara. Sang kiai sepuh pengarang kitab "Nurul Anwar" meninggal dunia pada usia 83 tahun.

Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat

“Guru kita ahli falak terkenal, pencipta metode hisab Nurul Anwar telah wafat,” demikian disampaikan Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghozalie Masroeri kepada Fans Gus Dur melalui sambungan telefon.

Menurut Kiai Ghazali, KH Noor Ahmad adalah sosok kiai yang mengabdikan usianya untuk mengembangkan ilmu falak. Sampai menginjak usia senja, kiai yang sempat menggegerkan kerajaan Saudi Arabiyah karena kritiknya terhadap kesalahan penentuan tanggal pelaksanaan wukuf di Arafah ini masih aktif menjadi penasihat aktif Lajnah Falakiyah PBNU.

Lajnah Falakiyah mengimbau warga Nahdliyin menjalankan shalat ghaib, membacakan tahlil dan doa surat Al-Fatihah untuk (alm.) KH Noor Ahmad.

Fans Gus Dur

Penulis: A. Khoirul Anam

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Jombang, Fans Gus Dur. Romo Franz Magnis-Suseno dikenal sangat dekat dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur). Karena kedekatannya, banyak cerita humor yang bisa dikisahkan untuk mengenang kebersamaan bersama tokoh pluralisme ini.?

Salah satu humor yang masih melekat bagi tokoh agama ini adalah soal tiga orang yang sedang antri di depan pintu surga. Ketiga orang itu, satu orang pendeta, satu orang kiai dan satu orang yang berpakaian compang-camping.?

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Saat pendeta dan kiai sedang khusyu dan tawaduk menunggu antrian masuk sorga, tiba-tiba datang lelaki berpakaian compang-camping dan langsung menyibak antrian dan ternyata dipersilahkan oleh malaikat untuk memasuki pintu sorga. Melihat itu, sang kiai dan pendeta bertanya heran kepada malaikat,?

"Siapa dia? Kenapa orang seperti itu bisa seenaknya masuk sorga dan mendahului kami?" kisah Romo Magnis dalam Bahasa Inggris dihadapan rombongan pastor lintas Negara yang berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Rabu (9/8).

Mendapat pertanyaan itu, malaikat menjawab, "Dia itu sopir bis jurusan Jakarta. Dia berhak masuk sorga lebih dulu, “ jawabnya enteng.

Jawaban malaikat ini tentu semakin membuat heran pendeta dan kyai yang sudah lama antri didepan pintu surga. mungkin karena mereka merasa lebih berhak masuk lebih dulu.

Fans Gus Dur

” Amalan apa yang bisa membuat dia berhak lebih dulu dari kami,” ujar mereka kembali bertanya.

Malaikat kemudian menjawab enteng.

“Karena dia saat duduk di belakang kemudi, semua penumpang terjaga dan berdoa dengan khusyu (karena sopir ngebut). Sementara kalian, saat kalian berkhotbah di mimbar, umat kalian justru mengantuk dan tertidur lelap," tutur Romo Magniz yang langsung disambut tawa para pastor. (Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Humor Islam, AlaSantri, Berita Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Lombok Tengah, Fans Gus Dur - Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas didampingi Korwil NTB M Zakaria melantik kepengurusan GP Ansor NTB dan cabang GP Ansor se-Pulau Lombok. Pelantikan yang berlangsung di Bencingan, alun-alun Tastura, Lombok Tengah, Rabu (27/1) ini dihadiri ulama, umara, dan ribuan warga yang tampak antusias menyaksikan prosesi kegiatan dari awal sampai akhir.

Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas mengapresiasi keramaian acara tersebut karena dihadiri ribuan jamaah nahdyin. "Saya tidak menyangka akan seramai dan semeriah ini," katanya.

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Mewujudkan cita-cita organisasi harus sama-sama, pesan Gus Yaqut. Ia berharap harmonisasi sesama pengurus tetap dijaga. "Insya Allah kalau ngurus Ansor pasti dapat berkah. Semua pengurus kalau ketuanya jadi apapun, yang di bawah juga harus bisa menerima manfaatnya," katanya.

Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz siap membangun senergi dengan pemerintah, kepolisian, TNI, tokoh lintas agama, dan lintas pemuda untuk menjaga kedamaian dan kondusifitas di Nusa Tenggara Barat.

Fans Gus Dur

"Kalau ada konflik pemuda atau membawa paham-paham baru, itu jelas bukan kader Ansor" kata Zamroni.

Fans Gus Dur

Tampak hadir Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badarudin, Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiudin Mansur, TGH Maarif Makmun, TGH Safwan Hakim, TGH M Nasir, TGH Mutawalli dan ulama lainnya.

Tampak unsur pemerintah perwakilan Gubernur NTB, Danrem 162 Wirabakti NTB, perwakilan Kapolda NTB, Ketua KPU NTB L Aksar Ansor, Pejabat Bupat Lombok Tengah Ibnu Salim, Pejabat Bupati Lombok Utara Azhari, dan Kemenag kabupaten/kota se-Lombok.

Pelantikan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan, seminar regional, dan rapat kerja wilayah yang diikuti seluruh perwakilan cabang GP Ansor se-NTB di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, Rabu-Kamis (27-28/1). (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur. Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

Fans Gus Dur

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

Fans Gus Dur

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus. 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur.

Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

 

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

 

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

 

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

 

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

 

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus.   

 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

 

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

 

 

 

s

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Humor Islam, AlaSantri Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Yogyakarta, Fans Gus Dur. LAZIS NU Wilayah Yogyakarta bekerjasama dengan PCNU dan MWCNU Kotagede melaksanakan santunan kepada anak yatim dan lansia serta masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan di dua tempat sekaligus pada Ahad pagi (12/07). 

Acara dilaksanakan pada pukul 8 pagi di pesantren Nurul Ummah Kotagede dengan memberikan paket sembako dan sejumlah uang dan dilanjutkan santunan berikutnya di pondok pesantren Ulul Albab Balerejo. Hadir pada rangkaian acara ini Imam Priyono, selaku wakil walikota Yogyakarta sekaligus pembina Ansor Wilayah Provinsi DIY. Hadir pula Ketua PCNU kota Yogyakarta H A Yubaidi yang memimpin acara dengan diawali dzikir dan sholawat bersama.

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Yubaidi juga menyampaikan harapannya agar LAZIS NU kota Yogyakarta dapat menjadi lembaga yang memiliki integritas tinggi dalam pergerakannya di bidang zakat, infak, dan sedekah.

 

KH Munir Syafa’at selaku rais syuriyah PCNU kota Yogyakarta juga menuturkan bahwa LAZIS NU Kota Yogyakarta sangat dibutuhkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya maupun infak atau sedekah untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. (Failashuf/Mukafi Niam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, AlaSantri Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail Fans Gus Dur yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Tokoh, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock