Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua Badan Nasional Penanggunlangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menilai, keluarga memiliki peran yang strategis dalam mencegah dan mengurangi tindakan radikalisme. Baginya, pada dasarnya radikalisme itu tidak bisa dideteksi karena itu adalah ideologi. Namun demikian, kalau setiap orang waspada, maka radikalisme bisa diidentifikasi.

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

“Biasanya guyub, terus tidak pernah keluar rumah dan terus-terusan berada di depan komputer. Ini juga harus kita waspadai,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia di Auditorium Gedung PPSDM Jakarta, Sabtu (22/7) sore.

Target-target terorisme, jelas Suhardi, adalah tempat-tempat yang ramai seperti swalayan, terminal, dan tempat kerumunan orang. Baginya, diantara suksesnya aksi teror adalah karena kewaspadaan orang-orang masih kurang.

“Seharusnya kita menguatkan kewaspadaan kita. Misalnya ada orang yang menerobos prosedur untuk diperiksa saat memasuki suatu tempat seperti bandara, gedung, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menceritakan, paham-paham radikalisme sudah masuk di dunia perkuliahan. Bahkan ada pejabat kampus seperti Dekan dan akan diangkat menjadi Rektor menjadi simpatisan daripada ISIS.

Fans Gus Dur

“Kemudian saya laporkan ke Menristek, kemudian dicopot setelah ditelusuri betul bahwa memang ada hubungannya dengan ISIS,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat markas mereka untuk wilayah Asia Tenggara. Namun karena pemerintah bergerak cepat dan tegas, maka mereka bergeser ke wilayah Filipinan.

“Poso pernah mau dijadikan pusat ISIS di Asia Tenggara, tapi karena polisi dan TNI kuat maka mereka bergerak ke Filipina Selatan, Marawi,” ungkapnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Fans Gus Dur

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Budaya, Doa Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Fans Gus Dur. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Fans Gus Dur

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Doa, Kyai Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Ragam Cabang Dimusabaqahkan MTQ JQH NU

Pontianak, Fans Gus Dur. Beragam cabang dilombakan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQ) VII Jam’iyyatul Qura’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Pontianak, Kalimantan Barat Selasa-Ahad (3-8/7).

Cabang-cabang itu diikuti peserta dengan kategori dewasa putra putri dengan batasan usia maksimal 30 tahun, remaja maksimal 25 tahun, dan anak-anak maksimal 15 tahun.

Ragam Cabang Dimusabaqahkan MTQ JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Cabang Dimusabaqahkan MTQ JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Cabang Dimusabaqahkan MTQ JQH NU

Di antara cabang-cabang itu adalah tilawah. Peserta akan membacakan qiraat sab’ah mujawwad memilih satu riwayat dari tiga riwayat Qalun, Warsy, atau Khalaf. Musabaqah ini bertempat di Gedung Wanita Kartini, Asrama Haji, gedung Korpri.

Fans Gus Dur

Tahfizh Al-Quran putra-putri golongan 30 juz plus membaca Binnadlar Riwayat Qalun Surat Al-Fatihah dan Al-Baqarah. Golongan 15 juz, 5 juz. Tempatanya di aula Bukopin A, B, dan C. 

Musabaqh Tafsir Al-Quran bahasa Arab kategori putra-putri bertempat di aula Dinkes 1. Musabaqah Tafsir Al-Quran bahasa Indonesia Putra-putri berlangsung di aula Dinkes 2. San sementara musabaqah Qiroatul Kutub di aula Dinkes 3.

Fans Gus Dur

MTQ Nasional VII ini berlangsung dari Rabu-Sabtu (4-7/7). Kemudian akan digelar MTQ Internasinal I pada  Ahad (8/7) bertempat di aula Asrama Haji dan gedung Kartini. MTQ ini akan memusabaqahkan dua cabang, yaitu tilawah dewasa dengan memakai salah satu riwayat dari imam 7 (tujuh) selain riwayat Hafsh, dan tahfizh 30 Juz plus binnazhar riwayat Qalun surah al-Baqarah.

Redaktur :  Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Yang terhormat redaksi Bahtsul Masail Fans Gus Dur. Kami pernah mendengar seorang kiai menjelaskan sifat-sifat terpuji nenek moyang Nabi Muhammad SAW. Bahkan kiai ini mengatakan bahwa orang-orang tua adalah orang-orang beriman yang taat dan saleh dalam beragama. Mohon keterangannya. Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdullah/Jakarta).

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW?

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang dipersiapkan Allah SWT sebagai makhluk paling sempurna. Karenanya Allah memelihara benar nenek moyang yang menjadi cikal-bakal melahirkan Nabi Muhammad SAW.

Fans Gus Dur

Nabi Muhammad SAW dilahirkan dari nenek moyang yang patuh kepada Allah SWT. Mereka semua dipelihara oleh Allah SWT agar tidak melakukan dosa-dosa besar seperti penyembahan berhala, berzina, menumpahkan darah orang lain, dan perbuatan keji lainnya.

Fans Gus Dur

Syekh Ibrahim Al-Baijuri menyebutkan sejumlah dalil naqli yang menjelaskan dalam karyanya keimanan dan kesucian nenek moyang hingga kedua orang tua Nabi Muhammad SAW yang kami kutip sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kalau kau mengerti bahwa ahli fatrah itu selamat dari siksa neraka menurut pendapat rajih (yang kuat), maka tentu kamu mengerti bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka karena keduanya ahli fatrah. Bahkan semua bapak moyang Rasulullah SAW (hingga ke Nabi Adam AS) selamat dari siksa neraka. Kita memutuskan bahwa mereka adalah orang-orang beriman tanpa tercederai oleh kekufuran, perbuatan keji, perilaku aib, dan perilaku buruk apapun yang lazim di zaman Jahiliyah. Pendapat ini didasarkan pada dalil naqli seperti firman Allah SWT dalam Surat As-Syu‘ara ayat 219 yang berbunyi, ‘Dan ketika engkau bolak-balik dalam orang-orang yang sujud (sembahyang)’; dan sabda Rasulullah SAW ‘Aku senantiasa berpindah-pindah dari tulang-tulang sulbi yang murni ke rahim-rahim yang suci’, dan banyak hadits lain yang statusnya mutawatir,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabaiyah, tanpa tahun, halaman 19).

Sejumlah dalil naqli itu kemudian dideskripsikan ulang dalam bentuk syair yang indah dalam Al-Barzanji, kitab yang lazim dibaca warga Ahlusunnah wal Jamaah NU yang kami kutip sebagai berikut.

? ? ? ?/? ? ? ?

? ? ? ? ?/? ? ? ? ?

Artinya, “Tuhan memelihara kemuliaan Nabi Muhammad SAW/bapak moyangnya yang mulia demi menjaga namanya (Nabi Muhammad SAW).

Mereka meninggalkan zina sehingga aib tidak mencoreng muka/sejak Nabi Adam AS hingga bapak dan ibunya,” (Lihat Barzanji Natsar dalam Majmu’atul Mawalid wal Ad’iyah, tanpa tahun, Jakarta, Al-‘Aidrus, halaman 76).

Dari dua dalil naqli yang disebutkan oleh Syekh Al-Baijuri ini, kita dapat menyimpulkan bahwa sejak Nabi Adam AS nenek moyang hingga kedua orang tua Nabi Muhammad SAW adalah orang baik yang saleh dan taat beragama. Di samping itu mereka semua adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah dari perbuatan-perbuatan tercela.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Internasional Fans Gus Dur

Minggu, 07 Januari 2018

Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat

Qadha shalat diwajibkan bagi siapapun yang meninggalkan shalat, baik sengaja maupun tidak. Untuk orang yang meninggalkan shalat secara sengaja, diwajibkan mengqadha shalat secepat mungkin (faur). Bahkan ia diharuskan mengerjakan shalat qadha terlebih dahulu, sebelum mengerjakan shalat wajib lainnya atau shalat sunah.

Misalnya, ketika ada yang secara sengaja meninggalkan shalat dzuhur dan waktunya sudah habis, ia diwajibkan untuk mengqadhanya sebelum menunaikan shalat ashar. Beda halnya dengan orang yang lupa atau ketiduran, mereka dianjurkan? untuk menyegerakan (wa yubadiru bihi nadban), dan tidak diwajibkan sebagaimana halnya orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat

Kewajiban qadha ini mengukuhkan bahwa bagaimanapun dan dalam kondisi apapun shalat wajib tidak boleh ditinggalkan, kecuali bagi perempuan haidh.

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah meninggal? Apakah ahli? waris atau keluarganya dianjurkan untuk mengqadha shalat orang yang sudah wafat? Persoalan ini sudah dibahas dan diperdebatkan oleh para ulama sejak dulu. Dalam Fathul Mu’in, Zainuddin Al-Malibari mengatakan:

Fans Gus Dur

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Fans Gus Dur

Artinya, “Orang yang sudah meninggal dan memiliki tanggungan shalat wajib tidak diwajibkan qadha dan tidak pula bayar fidyah. Menurut satu pendapat, dianjurkan qadha’, baik diwasiatkan maupun tidak, sebagaimana yang dikisahkan Al-‘Abadi dari As-Syafi’i karena ada hadis mengenai persoalan ini. Bahkan, As-Subki melakukan (qadha shalat) untuk sebagian sanak-familinya.”

Memang tidak terdapat hadits yang secara tegas menunjukkan kebolehan qadha shalat. Ulama yang membolehkan hal ini berdalil pada hadis kewajiban qadha puasa bagi ahli waris. ‘Aisyah pernah mendengar Rasulullah bahwa:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang meninggal dan memiliki tanggungan puasa, wajib bagi keluarganya untuk mengqadhanya,” (HR Al-Bukhari).

Anjuran mengqadha puasa ini disematkan pada shalat, karena keduanya sama-sama ibadah badaniyah (ibadah fisik). Dalam Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi juga menguraikan perdebatan ulama terkait hal ini. Persoalannya, apakah ibadah yang dilakukan orang yang masih hidup, pahalanya sampai kepada orang yang meninggal atau tidak? An-Nawawi menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sekelompok ulama berpendapat bahwa pahala seluruh ibadah (yang dihadiahkan kepada orang yang meninggal) sampai kepada mereka, baik ibadah shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an. Dalam shahih al-Bukhari, bab orang yang meninggal dan masih memiliki kewajiban nadzar, Ibnu Umar memerintahkan kepada orang yang meninggal ibunya dan memiliki tanggungan shalat untuk mengerjakan shalat untuk ibunya.”

Demikianlah pendapat ulama terkait kebolehan mengqadha shalat untuk orang yang sudah wafat. Selain pendapat, sebagian ulama besar seperti As-Subki juga melakukan untuk keluarganya yang telah wafat. Bagi siapa yang tidak setuju dengan pendapat di atas, alangkah baiknya untuk tidak menyalahkan orang yang mengqadha’ shalat untuk keluarganya yang telah wafat. Sebab persoalan ini masih diperdebatkan dan diperselisihkan oleh para ulama (khilafiyah). Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Ubudiyah Fans Gus Dur

Senin, 25 Desember 2017

Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek

Semarang, Fans Gus Dur - Tiga? lembaga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mewakili Jawa Tengah maju ke tingkat nasional dalam ajang Lomba Video Pendek “Kita Boleh Beda”? yang? digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Mereka akan bersaing dalam grand final di Jakarta pada November 2016 mendatang setelah memenangi lomba di tingkat provinsi. Ketiga lembaga pendidikan tersebut adalah Madrasah Aliyah (MA) Darul Muttaqien Temanggung yang meraih Juara 1, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU VIP Kemiri Purworejo (Juara 2), dan MA Al Irsyad Gajah Kabupaten Demak (Juara 3).

Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek

Tercatat ada delapan belas judul video ambil bagian dalam ajang ini. Kedelapan belas judul tersebut merupakan karya anak-anak muda dari 15 sekolah SMA/MA/SMK di Jawa Tengah. Di antaranya? dari Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Kebumen.

Fans Gus Dur

Penjurian lomba di tingkat Provinsi Jateng telah dilakukan? pada Rabu, 15 Juni 2016. Dewan juri? yang memberikan penilaian? ? adalah Landung Y Saptoto dari Rumah Produksi Dreamlight World Media Ungaran, Arif Suharsono dari? Dikmen Dinas Pendidikan Provinsi Jateng , dan Nohara Swastika pegiat film dan sineas dari Jakarta.

Fans Gus Dur

Ketua FKPT Jateng H. Najahan Musyafak? mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat terutama generasi muda. Di samping itu ajang ini? juga merupakan media? yang sangat tepat untuk? memberi penyadaran kepada generasi muda pentingnya menghargai perbedaaan, kewaspadaan akan bahaya radikalisme dan terorisme di tanah air.

“Film adalah alat komunikasi yang efektif bagi generasi muda. Karenanya BNPT dan FKPT memakai medium lomba ini untuk memberikan penyadaran tentang bahaya radikalisme dan terorisme.? Saya mengapresiasi para peserta lomba yang telah mengirimkan karyanya. Ini tentu memerlukan proses yang panjang, support dari guru, orang tua, dan tentunya sekolah,” tegas Najahan.

Acara puncak pengumunan pemenang dilaksanakan di Hotel Semesta, Semarang, pada 16 Juni 2016. Dalam kesempatan itu juga digelar? yang menghadirkan? Nohara Swastika, Agus Maladi Irianto, dan Awaludin-tokoh pemuda Semarang. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Doa, Hadits Fans Gus Dur

Kamis, 21 Desember 2017

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja

Jombang, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor Jombang memastikan kader dan anggotanya tidak ada yang berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi demonstrasi, Jumat (4/11). ? Namun demikian, dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) hendaknya segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penegasan ini disampaikan Ketua GP Ansor Jombang Jawa Timur, Zulfikar Damam Ikhwanto. "Kader Ansor dan Banser tidak ada yang berangkat ke Jakarta demi mengikuti demonstrasi 4 November," katanya, Kamis (3/11) petang di kantornya. Justru sejumlah kader akan mengerjakan amaliyah Ahlussunnah waljamaah dengan berdoa, membaca shalawat, istigatsah demi bangsa Indonesia agar lebih baik, lanjutnya.

Bagi Gus Antok, sapaan akrabya, kepada masyarakat yang melakukan demonstrasi agar mengedepankan persatuan dan kesatuan, serta menjaga kebhinekaan. "Upaya-upaya memecah persatuan Indonesia harus kita tangkis bersama," terangnya. ? Dan kalaupun melakukan demonstrasi hendaknya tetap menjaga suasana kondusif, tidak melakukan tindakan anarkhis, serta berdemo secara santun demi menjaga keutuhan NKRI. ?

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja

Ia menandaskan, boleh saja melakukan demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi. "Namun sebagai Muslim dan warga negara Indonesia, hendaknya hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun," pesannya.?

Pesan Gus Antok, saat melakukan demo hendaknya tidak dengan menyampaikan ujaran kotor dan umpatan yang justru merusak tata nilai sebagai orang beragama. "Tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati, mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai masyarakat yang mejemuk terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama," tandasnya.?

Fans Gus Dur

"Kita serahkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara Ahok kepada kepolisian sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," katanya.?

Baik Ansor dan Banser mendukung fatwa MUI Pusat dan hasil musyawarah ulama, tokoh masyarakat, dan ? juga para kiai di Jombang beberapa waktu lalu agar kasus Ahok diproses sesuai mekanisme hukum yang ada di Tanah Air. (Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian, IMNU, Doa Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock