Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Probolinggo, Fans Gus Dur. Tragedi kemanusiaan yang menimpa warga muslim etnis Rohingya di Rakhine Myanmar terus menuai kecaman dari sejumlah pihak. Bahkan sejumlah aksi simpatik pun dilakukan mulai dari doa bersama, penggalangan dana, relawan hingga penampungan anak-anak korban kekerasan.

Di Kabupaten Probolinggo, pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah Gus muda sejumlah pondok pesantren berkomitmen untuk siap memfasilitasi dan menampung para korban anak-anak tersebut.

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya

“GP Ansor Kabupaten Probolinggo secara tegas menyampaikan siap menampung anak-anak warga muslim etnis Rohingya di Rakhine Myanmar, yang menjadi korban kekerasan militer negara tersebut,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Rabu (6/9).

Penegasan tersebut disampaikan setelah pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Probolinggo serta para gus muda pengasuh pondok pesantren yang tergabung dalam Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Probolinggo.

“Komitmen bersama dalam menampung anak-anak korban kekerasan di Myanmar ini dilakukan sebagai bentuk langkah nyata kepedulian NU dan GP Ansor serta pihak pemerintah dalam menanggulangi konflik kemanusiaan etnis Rohingya yang banyak menelan korban,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Bahkan PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo jelas Muchlis sangat mengecam perbuatan Geonisida yang terjadi di Rakhine Myanmar. 

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa GP Ansor Kabupaten Probolinggo siap menampung anak-anak warga muslim etnis Rohingya di Myanmar yang menjadi korban kekerasan militer dan para petinggi agama yang ada di Rakhine Myanmar,” tegasnya.

Dalam waktu dekat terang Muchlis, PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo bersama PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan akan melakukan doa bersama sekaligus penegasan komitmen bersama keseriusan menanggulangi konflik Myanmar. Serta penggalangan dana kemanusiaan yang akan disalurkan melalui PBNU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menggugat iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di sejumlah media massa. Ia mengaku tak mengira bila seruan yang di dalamnya terdapat nama berikut tanda tangannya itu bakal diiklankan di media massa, apalagi juga menyebut dua nama konglomerat yang diduga tersangkut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).



Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

“Seharusnya seruan tersebut langsung diserahkan pada pihak yang berwenang agar segera dituntaskan. Tapi, ini malah diiklankan. Apalagi di situ ada nama Sjamsul Nursalim dan Antoni Salim. Kesannya jadi tidak obyektif,” ungkap Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (28/8)

Hasyim mengatakan sangat mendukung terhadap gerakan dan seruan moral yang mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus BLBI itu. Apalagi desakan itu tidak didukung dirinya saja, melainkan juga bersama pemimpin 14 organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia lainnya.

Fans Gus Dur

“Saya menandatangani formulir (seruan “Jihad Melawan Koruptor BLBI”) itu dalam keadaan sadar, dan saya sangat mendukung, apalagi di situ ada nama Pak Din (Syamsuddin – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan lain-lain. Itu kan gerakan moral. Tapi, waktu saya tanda tangan itu tidak ada nama orang yang disebut sebagai koruptor BLBI itu,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Selain itu, tambahnya, di dalam formulir yang ia tanda tangani tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika seruan tersebut akan diiklankan di media massa. Ia menyimpulkan bahwa ada pihak-pihak yang telah ‘memproses’ seruan tersebut untuk kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan para pemimpin ormas Islam.

Fans Gus Dur

“Saya mengimbau kepada orang yang ‘memproses’ seruan itu untuk segera berhenti dan tidak lagi mengiklankan seruan tersebut, melainkan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. Penyebutan nama-nama koruptor itu menimbulkan kesan tidak obyektif,” pungkasnya.

Seruan yang didukung 14 pemimpin ormas Islam di Indonesia itu ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2007. Media massa yang menampilkan seruan tersebut adalah majalah berita mingguan Tempo edisi Khusus Hari Kemerdekaan 13-19 Agustus 2007 pada halaman 147.

Ke-14 ormas itu adalah NU, Muhammadiyah, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indoensia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan Dewan Masjid Indonesia. Lalu, Al-Wasliyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Persatuan Islam (Persis).

Pengurus Pusat Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) juga menyatakan mendukung seruan tersebut.

Dalam seruan itu, disebutkan BLBI, obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun. Padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3

Dompu, Fans Gus Dur



Perhelatan Liga Santri Nusantara Regional Nusa Tenggara (Nusra) 3 yang meliputi Kabupaten Dompu, Kota Bima, Kabupaten Bima serta Provinsi NTT tengah mempersiapkan kick Off pada 25 Agustus 2017 di stadion GOR Kabupaten Dompu dan Stadion Mangge ? Maci, Kota Bima

Hal ini disampaikan Ketua panitia LSN Region Nusra 3 Rahmat Ismail kepada Fans Gus Dur ? Rabu (9/8) malam di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Rahmat memastikan 32 tim sudah siap berlaga di lapangan kebanggaan warga setempat.

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3

Ia berharap melalui LSN dapat terjalin silaturahim dan kerja sama antara pondok pesantren dalam menciptakan kondusivitas kemajemukan di tengah masyarakat.

"LSN dapat menjadi ajang promosi pesantren dengan tagline Ayo Mondok. Momentum ini pula dapat dijadikan icon bagi pesantren dalam menjaring santri dan manarik simpati publik," katanya

Fans Gus Dur

Lebih lanjut Rahmat menyampiakan bahwa LSN dapat menjadi media dawah untuk merekatkan kaum santri dan masarakat umum. Serta yang paling penting adalah ? menjaring talenta ? muda melalu pesantren, khususnya ? olahraga cabang sepak bola.

"Melalui LSN santri dapat menujukkan bawah santri tidak hanya bisa mengaji, hafal kitab, hafiz tapi olahraga pun bisa diandalkan untuk mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa," tutupnya. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Hadits Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

Khutbah I



Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Jamaah shalat Jumat haafidhakumullah,

Tidak terasa kita sudah berjumpa Sya’ban lagi, bulan yang menandai bahwa kita semakin mendekati blan suci Ramadhan. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Secara bahasa Sya’ban berakar dari kata Arab “syi‘âb” yang bararti jalan di atas bukit. Makna “jalan” ini bisa dikiaskan dalam pengertian bahwa kita sedang menapaki jalan menuju Ramadhan, bulan yang paling dimuliakan dalam ajaran Islam.

Posisi bulan Sya’ban yang terjepit di antara Rajab dan Ramadhan itu rupanya membuat Sya’ban kalah populer dari keduanya. Kita tahu, Rajab diyakini sebagai bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa dahsyat: Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa yang dialami secara langsung oleh Rasulullah ini begitu membekas di benak umat Islam, bukan saja karena keajaibannya namun juga hasil dari peristiwa itu yang masih berlangsung hingga sekarang, yakni kewajiban shalat waktu. Rajab adalah salah satu dari empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. ? Disebut “bulan-bulan haram” (? ?) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Tentang bulan Ramadhan, tak perlu ditanya lagi. Bulan ini mendapat tempat khusus dalam ajaran Islam. Pada bulan ini seluruh ganjaran amal kebaikan dilipatgandakan. Di dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kasih sayang Allah ditumpahkan dalam sepuluh pertama bulan ini, pintu pengampunan dibuka lebar pada sepuluh kedua, dan pembebasan dari neraka diterapkan pada sepuluh ketiga. Umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Singkat kata, Ramadhan menjadi bulan spesial hubungan antara hamba dengan Allah.

Terkait tak begitu populernya bulan Sya’ban, Rasulullah pernah bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

”Usamah bin Zaid berkata, ‘Wahai Rasululllah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban. Nabi membalas, “Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasai)

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan, hari- hari utama (al-ayyâm al-fâdlilah) ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Dalam siklus bulanan, Imam al-Ghazali berpendapat bahwa bulan Sya’ban merpakan bagian dari al-asyhur al-fâdlilah (bulan-bulan utama), sebagaimana bulan Rajab, Dzulhijjah, dan Muharram. Bobot nilai puasa pada bulan-bulan utama lebih unggul dibanding pada bulan-bulan biasa. Berpuasa juga menjadi amalan yang jelas-jelas dicontohkan oleh Rasulullah sendiri.

Mengapa puasa? Puasa di bulan Sya’ban menandai tentang kesiapan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Semakin intensif seseorang melaksanakan ibadah di bulan ini, semakin matang pula kesiapannya untuk memasuki bulan Ramadhan. Di sinilah relevansi makna “jalan di atas bukit” bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban menjadi jalan mendaki untuk meraih puncak kemuliaan yang tersedia di bulan Ramadhan. Rasulullah sendiri bersabda bahwa beliau ingin ketika amal kebaikan diangkat, beliau sedang dalam kondisi berpuasa.?

Dengan demikian, kata kunci penting dalam hal ini adalah “kesiapan”. Kata ini pula yang sering diabaikan tatkala kita memasuki bulan Sya’ban. Kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan rohani untuk menerima suasana paling sakral dari bulan paling suci, yakni Ramadhan. Sehingga, kesiapan lebih berorientasi spiritual, ketimbang material.

Mungkin kita lihat perubahan suasana di sekeliling kita saat bulan Sya’ban tiba. Pusat-pusat perbelanjaan kian ramai, tiket-tiket stasiun atau pesawat dengan cepat ludes terbeli, jumlah belanja bahan pokok meningkat, dan lain sebagainya. Semua ini mungkin bisa disebut persiapan, tapi dalam pemaknaan yang sangat material, bukan spiritual.

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Dengan demikian, kita menyaksikan bahwa bukan hanya bulan Sya’ban yang dilupakan, bahkan makna bulan Sya’ban itu sendiri juga tak jarang diabaikan begitu saja. Kondisi duniawi kerap menyibukkan kita dengan hal-hal yang tak terlalu substansial. Tradisi atau “ritus” budaya tahunan sering menjauhkan kita pada kedalaman rohani yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari kita.

Yang tak kalah penting dicatat adalah bahwa bulan ini mengandung pertengahan spesial yang dikenal dengan “Nisfu Sya’ban”. Secara harfiah, Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban. Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Menurut Imam al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Syaban Allah SWT menganugerahi sepertiga syafaat kepada hamba-Nya dan seluruh syafaat secara penuh pada malam ke-14. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam Nisfu Sya’ban. Maksud menghidupkan malam di sini adalah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam Nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Semoga kita semua dianugerahi umur panjang yang barokah; diberi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan. Harapannya, kita semua dapat meningkatkan kualitas kehambaan kita dan merengkuh kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiin. Wallahu a’lam bish shawab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

Bandung, Fans Gus Dur - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Bimbingan Tes (Bimtes) sebagai bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa baru yang hendak mengikuti tes masuk melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri.

Sedikitnya 245 calon mahasiswa baru mengikuti Bimtes ini di SMK KIfayatul Akhyar Cibiru, Bandung, Jawa Barat, 28-29 Juni 2016. Menurut Ketua Pelaksana Farhan mengatakan, agenda ini diadakan sebagai kepedulian terhadap mahasiswa baru yang sedang bingung menghadapi testing.

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

“Bimtes ini seperti apa yang dikatakan Soekarno ketika berangkat tanpa persiapan maka siap-siap pulang tanpa penghormatan,” ujar Farhan.

Senada dengan Farhan, Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Agus Taufik Habibie mengatakan bahwa calon mahasiswa baru (camaba) perlu dibimbing dan diberikan arahan sebab mereka berasal dari berbagai daerah yang jauh.

Fans Gus Dur

“Nantinya calon mahasiswa baru ini tidak terlalu gagap dan kaget melihat soal-soal, karena bukan dari Aliyah saja, ada yang dari SMK, STM sangat perlu bimbingan dari PMII,” ujar Habibi.

Habibi pun menambahkan bahwa camaba bukan hanya diberikan kisi-kisi mengenai materi-materi yang akan diujikan tetapi bimtes PMII ini pun memberikan materi tentang keislaman dan keindonesia yang memuat nilai perdamaian dan toleransi.

Fans Gus Dur

“Kami juga tidak hanya bimbingan, try out dan testing saja, tapi kami menyelundupkan ajaran bersifat adem, damai dan toleran serta memperkenalkan juga (apa itu) PMII,” ujarnya.

Fasilitator bimtes ini didatangkan dari alumni PMII, kalangan profesional dan dosen UIN Sunan Gunung Djati. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran

Malang, Fans Gus Dur

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat menyesalkan pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa negara-negara di Timur Tengah (Timteng) tak mempersoalkan sikap Indonesia yang mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran terkait program nuklirnya.

“Sulit dicari negara Arab yang netral, sedangkan ulama adalah kelompok idealis yang dengan negaranya sendiri sering tidak cocok. Di Indonesia sendiri, antara pemerintah dan ulamanya berbeda,” ungkap Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi di di Kediamannya di Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Ahad (2/4).

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran

Wapres Kalla, usai menjalankan ibadah umroh di Mekkah, Jumat (30/3) lalu, mengatakan, beberapa negara di Timteng yang ditemuinya merespon positif sikap Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB nomor 1747 terkait pengayaan uranium Iran. Hal itu, menurut Wapres, sama sekali tak diduga oleh pemerintah Indonesia.

Namun demikian, pernyataan itu dibantah oleh Hasyim. Ia menilai ada negara-negara di Timteng yang justru merasa senang dengan sanksi yang dijatuhkan DK PBB terhadap Iran. Hal itu terjadi karena adanya kepentingan, pertimbangan praktis, politis dan ekonomis. “Karena itulah, negara-negara Arab tidak pernah menang,” tandasnya.

Presiden World Conference on Religion for Peace itu menegaskan, akibat dukungan pemerintah RI atas resolusi DK PBB, pihaknya sempat diprotes dari ulama dan tokoh agama di Timur Tengah. Mereka menyesalkan sikap pemerintah, karena Indonesia sebenarnya diharapkan menjadi penengah berbagai konflik, terutama di Timteng.

Fans Gus Dur

 

“Saya tidak mengatakan Indonesia dijauhi negara Timteng, tapi dipertanyakan ulama-ulamanya. Kalau Wapres mendapat dukungan dari Libanon, karena Libanon adalah negara ‘unik multisektarian’ mungkin saja yang ketemu itu tidak suka terhadap Iran,” tutur Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Doktor Kehormatan bidang Peradaban Islam itu hingga kini masih kecewa dengan sikap pemerintah Indonesia soal nuklir Iran. Padahal, NU sebenarnya berharap agar Indonesia mengambil posisi lebih tinggi dari negara-negara di Timur Tengah yang bertikai. ”Harapan saya terhadap Indonesia ternyata terlalu tinggi. Ternyata kita masih kelas masih ‘inlander’,” pungkasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

Pringsewu, Fans Gus Dur. Mustasyar PCNU Kota Metro Lampung KH Fachrudin Hudan mengingatkan pada saat ini seluruh ummat Islam agar senantiasa dapat menyikapi perubahan zaman dengan hati-hati. Ia mengharapkan agar dapat menyikapi permasalahan yang berkembang dengan kewaspadaan.

"Jangan asal-asalan dalam mengikuti pemberitaan yang beredar. Jangan mudah mengikuti sesuatu yang sedang ramai dikabarkan oleh media pemberitaan. Ambillah pemahaman dengan menelaah terlebih dahulu keabsahannya. Jangan asal ikut orang lain," jelasnya saat mengisi pengajian di Desa Kresnomulyo Pringsewu, Ahad (26/2/17).

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

Kondisi ketidakjelasan sebuah informasi ini juga  diperkeruh oleh tokoh yang terkadang mengeluarkan pernyataan yang cenderung kontroversial sehingga permasalahan tidak menemukan solusi malah melebar.

Semua tokoh yang muncul di pemberitaan khususnya di layar televisi tidaklah memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap suatu masalah. Ada juga diantara tokoh seperti para ustadz dan dai di televisi banyak yang baru belajar agama. Namun karena keartisannya, mereka didaulat menjadi ustadz.

Apalagi terkait paham-paham Islam transnasional yang saat ini sedang gencar-gencarnya menyebarkan ajarannya, Kiai Pemilik Rumah Makan Sate Sidodadi ini mengajak para orang tua untuk waspada dan mengarahkan putera puterinya agar tidak terjerumus.

Fans Gus Dur

"Didik anak-anak kita dengan baik. Tanamkan pada diri mereka agar tidak mudah goyah dan tergiur dengan ajaran atau paham baru yang menyesatkan," katanya.

Salah satu hal yang perlu diingatkan kepada para generasi muda saat ini adalah untuk lebih selektif dalam memilih organisasi keagamaan sebagai wadah mereka berdakwah. "Ikuti organisasi keagamaan yang jelas membawa kemaslahatan bagi umat," tegasnya.

Salah satunya adalah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang terus mengedepankan kemaslahatan ummat dengan tidak secara gegabah memberikan fatwa yang mengarahkan warganya untuk bertindak berlebih-lebihan. Salah satu contohnya adalah prinsip NU yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Final dan Pancasila adalah dasar negara.

Fans Gus Dur

"Islam itu mudah dan tidak sulit. Yang mempersulit adalah diri kita sendiri," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock