Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional

Pamekasan, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan berkomitmen dalam melakukan gerakan membumi. Salah satunya, dengan cara mentradisikan konsumsi makanan tradisional tiap kali menggelar acara.

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional

Hal itu terlihat pada acara kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor di Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan, Jumat (13/1) malam. Acara yang dilangsungkan di rumah Ketua Ansor Kadur Hairul Anam itu, dihadiri pengurus PAC, MDS Rijalul Ansor, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), dan Satkoryon Banser Kadur.

Selama acara berlangsung, peserta disuguhi makanan tradisional hasil budi daya pertanian Desa Kertagena Tengah. Yakni, berupa ketela pohon yang dimasak dengan legen dan buah sukun yang dikukus.

"Alhamdulillah. Selain lezat, makanan ini juga menyehatkan. Bisa dikatakan tidak ada unsur kimia yang mengancam terhadap kesehatan," ujar Wasekjen PAC GP Ansor Kadur Imam Syafii.

Kolom bulanan Rijalul Ansor kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada Desember 2016 bergulir di kediaman Ketua MDS Rijalul Ansor Kadur, Muhammad Salam Bakir. Untuk bulan depan, direncanakan akan ditempatkan di kediaman sahabat Ubaidillahi Taala, Desa Bangkes, Kadur, Pamekasan.

Fans Gus Dur

"Kegiatan ini dalam rangka menghidupkan tradisi ke-NU-an berupa shalawat dan zikir," ujar Sekretaris GP Ansor Kadur, Fathorrahman, sembari melahan ketela dengan lahapnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Khutbah, Pahlawan Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Jeddah, Fans Gus Dur. Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji menggugat pihak Garuda Indonesia agar menanggung sepenuhnya biaya transportasi dan akomodasi para jamaah yang telantar di Jeddah, menyusul molornya jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air hingga lebih dari 20 jam.

"Kami hanya minta ganti rugi dalam bentuk uang terkait penyediaan akomodasi dan transportasi selama masa menunggu. Termasuk hotel tempat menginap sementara," kata Baluki Ahmad, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji di Madinah, Selasa (23/11). Sejak Sabtu hingga Selasa (23/11/2010), baru sekitar 2.000 jamaah bisa diangkut pihak Garuda.

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Rombongan jamaah dari biro penyelenggara haji dan umrah itu baru diberangkatkan setelah lebih dari 30 jam terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Padahal, penundaan penerbangan-penerbangan awal pemulangan jamaah tersebut berakibat pada penundaan jadwal-jadwal berikutnya, yang membuat antrean jamaah yang akan dipulangkan bertambah panjang.

Fans Gus Dur

Sejauh ini pihak Garuda menjanjikan hanya memberi semacam "ganti rugi" 180 riyal Saudi kepada tiap jamaah. Padahal, menurut Djadjang Sudradjat, pada saat seperti sekarang tarif hotel melati di Jeddah saja 300 riyal Saudi per malam. Belum lagi untuk makan dan penyediaan transportasi, yang semua harus dihitung ulang akibat penundaan kepulangan.

Sementara itu pihak Garuda di Jeddah yang dihubungi wartawan via telepon dari Madinah belum bersedia berkomentar. "Kami ini sudah terjadwal secara ketat. Sekarang ini tidak ada hotel yang bisa diperpanjang karena hari berikutnya sudah dipesan orang lain,”ujarnya.

Fans Gus Dur

Menurut perhitungan sementara, dengan 245 orang jamaah saja biaya tambahan yang mesti dikeluarkan sekitar 20.000 dollar AS. Baik Baluki maupun Djadjang juga mengeluhkan buruknya pelayanan Garuda secara keseluruhan. kalau tuntutan itu tidak dipenuhi, maka akan menggugat secara hukum resmi.

Apalagi tarif angkutan haji Jakarta-Jeddah dan sebaliknya jauh lebih mahal dibandingkan rute ke Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan pihak Garuda dinilai jauh dari memadai. "Pelayanan Garuda sangat minim, padahal ongkos yang ditarik hingga 1.800 dollar AS per jamaah,”tutur Djadjang.

Sementara untuk rute ke Eropa, Jepang dan Australia ketika masa puncaknya saja paling mahal 1.200 dollar AS dan pelayanan yang diberikan Garuda sangat bagus. Djadjang pernah bekerja di Garuda sebagai GM Garuda di Jeddah pada 1990-1992.(amf/kcm)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Hikmah, News Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Solo, Fans Gus Dur. Berbagai acara pawai atau parade kerap kali digelar di Kota Solo, baik yang bertema budaya maupun kebangsaan. Namun pada Kamis (6/6), diadakan acara yang berkonsep agak berbeda, yakni memadukan unsur antara budaya dan Religi. Acara tahunan ini diagendakan bertepatan dengan hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab.

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Dalam acara yang bertajuk "Parade Hadrah; Solo Bershalawat 2013" tersebut ratusan ribuan peserta yang terbagi dalam berbagai grup hadrah tumpah ruah di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan untuk kelima kalinya diadakan. Sejak tahun 2009 sampai sekarang, jumlah pesertanya juga terus meningkat. KH Idris Shofawi, mewakili panitia mengatakan, sudah ada 145 grup hadrah yang mendaftar. Tapi jumlah tersebut akan terus bertambah.

Fans Gus Dur

“Banyak yang mendaftar pas hari-H. Para peserta datang dari berbagai daerah se Solo Raya,” tuturnya, Rabu (5/6).

Fans Gus Dur

Dia menambahkan tujuan acara ini yakni untuk mensyiarkan sholawat di Kota Solo. Juga untuk memperingati Isra’ Mi’raj.

“Kita ingin mengajak masyarakat agar giat bersholawat. Daripada untuk kegiatan yang tidak bermanfaat lebih baik banyak bershalawat,” tutur pemimpin Jamuro itu.

Saat pelaksanaan acara, terdengar lantunan sholawat pujian kepada Nabi Muhammad saw dengan diiringi irama rebana, begitu membahana di pusat Kota Solo. Rombongan parade itu berjalan dari Lapangan Kota Barat dan berakhir sampai pada Balai Kota Solo. Mereka ada yang berjalan kaki, namun ada pula yang naik mobil. Acara diakhiri dengan pembacaan mahalul qiyam dan doa bersama di lapangan depan Pendhapi Balai Kota.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Ulama, IMNU Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, Fans Gus Dur. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

Fans Gus Dur

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Fans Gus Dur

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Jadwal Kajian, Halaqoh Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi

Secara geografis, pondok pesantren putra-putri Assalafie terletak di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1966 M / 1386 H oleh Almaghfurlah KH Syaerozie (1935 – 2000 M) bin KH. Abdurrohim bin KH. Junaid bin Kiai Nursaman, yang nasabnya tersambung hingga Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. 

Keberadaan pesantren Assalafie merupakan pengembangan dari lembaga pendidikan agama Islam di Desa Babakan Ciwaringin yang telah ada semenjak kurang lebih 300 tahun silam, yang merupakan lembaga pendidikan Islam tertua dan terbesar di Jawa Barat, yang didirikan oleh  Raden KH Hasanuddin (Kiai Jatira).

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi

Tahun pelajaran 2015, santri yang mukim di pondok pesantren Assalafie berjumlah 1.200 orang, dengan perician 700 santri putra dan 500 santri putri.  

Dalam visinya, Pondok Pesantren Assalafie bertekad memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, ikut berpartisipasi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, serta menciptakan kader-kader muslim yang berilmu, beriman, bertaqwa dan berakhlaqul karimah, sehingga mampu menampilkan dirinya sebagai figur khairul ummah (teladan masyarakat).

Fans Gus Dur

“Pendidikan berkarakter berbasis religi menjadi ciri khas pesantren kami, agar tercipta generasi muslim Indonesia yang peduli terhadap agama dan bangsanya” jelas Abah Hammam, panggilan akrab KH. Azka Hammam Syaerozi, Lc, sebagai pengasuh pesantren.  

Menjaga Tradisi, Menumbuhkan Inovasi

Fans Gus Dur

Keistimewaan lain dari pondok pesantren putra-putri Assalafie Babakan Ciwaringin adalah mampu mengkombinasikan sistem pendidikan salaf (trandisional) dan kholaf (modern) dalam satu waktu. Hal ini tentunya mengacu pada kaidah “Al-muhafadzotu ‘ala as-salafis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” (menjaga tradisi lama yang baik, dan mengadopsi dengan tradisi baru yang lebih baik).

Para santri putra-putri Assalafie bisa dipetakan ke dalam dua katagori. Pertama, santri yang hanya mengaji dan belajar di madrasah diniyah kurikulum lokal, yaitu Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) dan Madrasah Al Hikamus Salafiyah Putri (MHSP) yang memiliki jenjang pendidikan dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Ma’had Aly. “Mereka adalah santri takhosus putra dan putri, hanya mengkaji kitab kuning, namun dibekali juga dengan life skill atau keterampilan”. lanjut Abah Hammam.

Kedua, para santri yang mengikuti sekolah formal, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Di Assalafie sendiri, telah disediakan sekolah berkurikulum Kementerian Agama RI, yaitu Madrasah Tsanawiyah NU Assalafie (MTs NUSA) dan Madrasah Aliyah NU Assalafie (MA NUSA). Kedua lembaga ini diperuntukkan untuk para orang tua yang anaknya ingin disekolahkan pendidikan model “satu atap”. Di samping itu, telah disediakan fakultas Agama Islam jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan jurusan Ilmu Filsafat, cabang Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon.    

Selain tafaqquh fiddin (mengaji), santri putra-putri Assalafie juga dibekali dengan pengembangan wirausaha, organisasi, jurnalisme dan kesenian. Melalui Badan Usaha Milik Pesantren Assalafie (BUMPA), para santri mengembangkan berbagai aktivitas bisnis, seperti depot isi ulang air minum, kantor pos, jasa finansial, toko kelontongan dan warung makan.

Melalui wadah perkumpulan santri yang berbasis kedaerahan, para santri dibiasakan hidup berorganisasi dan mengembangan jiwa kepemimpinannya. Diperkuat dengan keaktifan mereka dalam Organisasi Intera Sekolah (OSIS), jam’iyah di Madrasah dan kepengurusan Asrama.

Setelah mereka menyelesaikan pendidikannya, para alumni putra-putri Assalafie masih terus berkoordinasi dan menjaga komunikasi, baik dengan almamater maupun dengan sesama alumni. Hal ini terlihat dengan adanya wadah Ikatan Alumni Assalafie (IKLAS), rutin mengadakan pertemuan setiap dua bulan sekali, dan mengadakan silaturrahmi Nasional pada momen peringatan haul Al Maghfurlah KH. Syaerozi Abdurrohim (muassis pesantren).      

Terkait dunia jurnalisme, para santri mengembangkan potensinya melalui majalah Salafuna yang terbit per triwulan, website resmi pesantren Assalafie, dan jejaring sosial. Di samping itu, terdapat juga buletin-buletin berkala yang diterbitkan oleh sekolah dan perguruan tinggi di lingkungan pesantren Babakan Ciwaringin.    

Sedangkan pengembangan seni Islami, disalurkan melalui group nasyid Basmatussalaf, yang telah melakukan beberapa kali rekaman studio dan pergi tampil ke berbagai kota. Melalui kursus qiro’ah,  shalawat dan kaligrafi setiap pagi hari Jum’at, dan melalui kegiatan seni bela diri Taekwondo.

Di antara kontribusi di bidang pemberdayaan masyarakat, pesantren Assalafie mempunyai Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (LAZISWA) Qinthorul Barokah. Lembaga ini bergerak di bidang pengumpulan dan pendistrubusian ke para mustahiq.  

Jago Bahtsul Masa’il

Di pesantren Assalafie, terdapat satu wadah khusus untuk para santri yang fokus menekuni kajian kitab kuning, yaitu Forum Kajian Kutub Turots Assalafie (FOKTA). Di forum inilah setiap hari Selasa siang puluhan santri berdebat dan beradu argumen dalam rangka memecahkan permasalahan-permasalahan keagamaan dengan melalui pendekatan kitab kuning.

Tradisi bahtsul masa’il di kalangan santri Assalafie sangat kental, sehingga dikenal satu-satunya pesantren di Jawa Barat yang rutin mengadakan bahstul masa’il kubro dua kali dalam satu tahun, yaitu pada saat peringatan Maulid Nabi & Haul Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim di bulan Robi’u Tsani serta pada haflah Khotmil Qur’an & Akhirus Sanah di bulan Sya’ban.  

Di bawah bimbingan Abah Yasif –panggilan akrab KH. Yasif Maemun Syaerozie- Forum Kajian Kutub Turots Assalafie (FOKKTA) juga aktif mengirimkan delegasinya ke acara bahtsul masa’il di berbagai daerah, baik yang diadakan oleh lembaga bahtsul masa’il (LBM) Nahdlatul Ulama maupun yang diadakan oleh pesantren-pesantren. Di samping itu, FOKKTA juga telah mengumpulkan hasil-hasil bahtsul masa’il kubro-nya dalam bentuk buku, dan telah beberapa kali diterbitkan.                

Mengenal Sang Muassis

KH. Syaerozie Abdurrohim, muassis pesantren Assalafie –semasa hidupnya- dikenal sebagai kiai yang istiqamah dalam dunia pendidikan. Di samping itu, beliu juga memiliki jiwa organisatoris dan produktif menulis.

Dalam dunia organisasi, KH. Syaerozi Abdurrohim pernah menjabat sebagai pengurus Syuriah Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon dan Propinsi Jawa Barat, sebagaimana beliau juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI).  

Sedangkan dalam dunia tulis menulis, Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim –yang merupakan sahabat dekat mantan Rois Am Syuriah PBNU Dr. KH. Sahal Mahfudz- memiliki beberapa karya dalam bahasa Arab, di antaranya adalah : 1- Bad’ul Adib Fi Nadzom Mughni Labib (Nahwu), 2- Syarh Kitab Al Luma’ (Ushul Fikih), 3- Mudzakaroh Fi Ilmi Al Mustholah (Mushtolah Hadits) 4- Qosidah Tarbawiyah (Syair Pendidikan).

Saat mendirikan pesantren ini, Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim menggubah beberapa bait syair dalam bahasa Arab, beliau berkata:

? ? ? ? ?  #  ? ? ? ?

“Syi’ar kami masih berkisar pada syi’ar para santri, di mana tujuannya murni karena ketakwaan dan keilmuan”.

? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ?

“Allah sang pencipta telah memberikan pahala dalam penyempurnaan bangunannya, dengan rahasia huruf “Ba” “Ha” kemudian “Ghain” yang diridhoi”.

? ? ? ? ? #  ? ? ? ? ? ?

“Pesantren yang menjadi penerus ulama salaf, engkau melihatnya selalu dalam keadaan nyaman”.

?  ? ? ?   #  ? ? ? ? ?

“Dan para santrinya, semoga Allah memberikan mereka petunjuk dan mereka pun selalu berharap mendapat keridho’an-Nya”.

? ? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ? ? ?

“Maka pesantren yang didirikan atas dasar itu, paling tidak seribu orang yang akan selalu diberkahi”.

Sepeninggal beliau, yang wafat pada hari Rabu 12 Juli 2000 M / 10 Rabi’ul Akhir 1421 H, dan sepeninggal sang istri Ny. Hj. Tasmi’ah binti KH. Abdul Hannan pada hari Selasa 10 Juni 2003 M  / 10 Rabiul Akhir 1424 H, tongkat estafet pondok pesantren Assalafie diteruskan oleh putra-putri dan menantu beliau. (Muhammad Asyrofie/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Ulama Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat

Boyolali, Fans Gus Dur. Peserta Sidang Pleno Kongres XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Boyolali menyepakati 27 tahun sebagai usia setinggi-tingginya untuk pengurus pusat IPNU. Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri perdebatan soal usia calon Ketua Umum PP IPNU yang sempat menyandera jalannya kongres.

Sebelum Pleno dimulai Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam menyampaikan keinginannya agar kongres berjalan tertib dan lancar.

Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat

“Kita ingin kongres ini berjalan lancar. Karenanya kita mengikuti putusan Muktamar Ke-33 NU yang membatasi usia pelajar NU di angka 27 tahun. Kita siap menjadi pengawal putusan muktamar NU,” kata Khairul Anam sebelum pleno dimulai pada Selasa (8/12) dini hari.

Fans Gus Dur

Sementara Wasekjen PBNU Suwadi Pranoto hadir di arena kongres untuk menegaskan putusan Muktamar Ke-33 NU terkait usia maksimal pelajar NU.

Fans Gus Dur

“NU ingin mengantarkan kadernya untuk lebih baik. Kita ingin ada penataan usia agar kaderisasi berjalan lancar,” kata Suwadi.

Menurut Suwadi, putusan NU itu bukan bermaksud menghalangi calon mana pun, tetapi ingin lebih baik dalam kaderisasi. “Jadi jika terjadi perlambatan kader, NU gagal. Kami ingin ada percepatan. Ini adalah putusan Muktamar Ke-33 NU. Ini sudah menjadi perbincangan dari muktamar ke muktamar lainnya,” ujar Suwadi di hadapan lebih dari 1000 peserta kongres.

Sesaat sebelum pleno dimulai panitia SC kongres Ahmad Fathoni Mutaki mengajak peserta kongres untuk bersholawat dan berjabat tangan. Suasana kongres berlangsung damai dan kekeluargaan. Sidang tata tertib dan pemilihan ketua umum akan dilanjutkan pada pukul 9.00, Selasa (8/12). (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama Fans Gus Dur

Senin, 25 Desember 2017

Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mengimbau agar pelajar NU tidak menikah di usia yang belum matang karena dapat banyak dampak negatifnya.

Menurut dia, pernikahan usia dini berdampak pada pendidikan pelakunya. Ia otomatis tidak bisa mendapatkan jenjang pendidikan tinggi. Dampaknya pasti kesulitan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU

“Kedua, berdampak kepada kesehatan. Jika belum cukup umur untuk hamil dan melahirkan, maka akan mempengaruhi kesehatan reproduksi,” katanya pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Menuju Pelajar Putri Madani: Kontekstualisasi Pernikahan Usia Anak di Era Kekinian" Senin (17/10) di Gedung Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) NU, Jakarta Pusat.

Fans Gus Dur

Ketiga, berdampak secara psikologis. Menurutnya, ketidaksiapan mental berpengaruh pada kemampuan mengelola emosi dan sikap dalam keluarga.

Fans Gus Dur

“Dan yang keempat yaitu, berdampak sosial. Keluarga yang dibangun dari usia yang belum matang berpotensi melahirkan kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya,” jelasnya pada kegiatan yang diikuti 30 peserta perwakilan dari Pimpinan Cabang IPPNU dan IPNU Jakarta dan pengurus Pimpinan Pusat IPPNU.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor, menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak, usia minimal perempuan dapat menikah pada usia18 tahun.

“IPPNU harus memperkuat kapasitas kelembagaan sebagai agen perubahan dalam advokasi pencegahan perkawinan anak. Juga menjadi teman (peer group) untuk pendampingan anak korban kawin paksa, KTP-KTA berbasis komunitas,” pintanya.

Ketua Litbang PP IPPNU Siti Fatkhiyatul jannah memiliki komitmen memperkuat kapasitas sebagai agen perubahan dalam advokasi penghentian perkawinan anak.

Menurut dia, berbagai cara dilakukan PP IPPNU untuk mengkampanyekan hal itu, misalnya melalui media sosial, internet sehat (cerdas, aman, kreatif dan produktif), sampai mmembentuk komunitas anti-perkawinan anak.

Kegiatan ini merupakan agenda bulanan Departmen Pendidikan Pengakderan dan pengembangan sumber daya manusia (PPS) PP IPPNU untuk membahas isu-isu terkini.

Sebelumnya, panitia FGD Avifah M menyampaikan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut. IPPNU, kata dia, ingin memberikan kesadaran kepada pelajar bahwa perkawinan anak harus direvisi lagi.

“Tahap awal tentunya kita masih tahap elaborasi dari diskusi ini, dari dukumen-dukumen notulensi yang kita simpan nanti harapannnya ada diskusi lanjutan dimana kita dapat mengkampanyekan stop perkawinan anak,” harapnya. (Anty Husnawati/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Berita Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock