Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

Jombang, Fans Gus Dur. Setelah dilakukan tabulasi, telah terpilih anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh Muktamirin. Pjs Rais Aam KH Musthofa Bisri dan KH Hasyim Muzadi ternyata tidak termasuk dalam Sembilan nama tersebut.

Berikut daftar anggota Ahwa pilihan para Muktamirin, Rabu (5/8) di ruang sidang komplek alun-alun Jombang, Jawa Timur beserta perolehan suaranya.

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

KH Makruf Amin Jakarta, (313 suara)

KH Nawawi Abdul Jalil Pasuruan Jatim (302)

TGH Turmudzi Badruddin NTB (298)

Fans Gus Dur

KH Kholilul Rahman Martapura, Kalsel (273)

Fans Gus Dur

KH Dimyati Rais Jateng (236)

KH Ali Akbar Marbun Sumatra Utara (246)

KH Maemun Zubeir Jateng  (156)

KH Makhtum Hannan Jabar (142)

KH Mas Subadar Pasuruan Jatim (135)

Begitu ditetapkan nama-nama tersebut, mereka akan bersidang untuk memilih Rais Aam PBNU yang akan memimpin NU periode 2015-2020. Mereka mengadakan pemilihan rencananya pada pukul 08.00 WIB malam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Hadits Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat

Jakarta, Fans Gus Dur. Selain merngkul para pemimpin Islam di negara-negara bermayoritas muslim, International Summit of The Moderate Isalmic Leaders (Isomil) yang digelar Nahdlatul Ulama juga perlu menggandeng para pemimpin Islam di negara-negara Eropa dan Amerika. Hal ini mengingat terorisme dan radikalisme tak hanya menjadi problem negara muslim, tetapi juga menjadi persoalan dunia global.

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat

Demikian disampaikan oleh intelektual muda NU Syafiq Hasyim kepada Fans Gus Dur sesaat setelah acara pembukaan Isomil, Senin (9/5) di Gedung Jakarta Conventiona Center (JCC) Senayan, Jakarta. Kegiatan bertajuk Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia ini akan berlangsung hingga Rabu (11/5).

Syafiq Hasyim yang merupakan Doktor lulusan Freie Universitat (FU) Berlin Jerman ini menjelaskan bahwa pemimpin Islam di negara Eropa dan Amerika bukan berarti pemimpin dalam artian politik tetapi mereka yang menjadi pemimpin kultural di tengah masyarakat muslim di sana. 

“Saya kira ke depan kegiatan seperti ini perlu mengundang para pemimpin muslim di negara Eropa dan Amerika. Bukan hanya pemimpin dari kawasan negara bermayoritas muslim, tetapi negara-negara di mana muslim hidup di sana, seperti Perancis, Jerman, Amerika, dan negara-negara Barat lain,” jelas Syafiq.

Fans Gus Dur

Persoalan Islamic radicalism di Barat, lanjut kiai muda yang masih aktif mengajar kitab kuning ini, menjadi semacam buah simalakama. Sebab itu hal ini juga perlu mendapat perhatian karena tidak jarang muslim yang minoritas menjadi sorotan setiap terjadi tindakan terorisme.

“Dalam konteks Barat, Islamic radicalism itu buah simalakama bagi para pemimpin muslim di Barat, karena jika mengkritik, mereka dianggap membenci Islam, tetapi jika tidak meng-counter radikalisme, mereka akan dianggap pro kepada terorisme oleh pemerintah setempat,” ungkapnya.

Terkait dengan tema besar Islam Nusantara sebagai inspirasi peradaban dunia, Syafiq menilai hal ini merupakan langkah nyata dari Islam Indonesia dalam hal ini NU yang berupaya menunjukkan kehidupan yang harmonis antara Islam dengan politik, demokrasi, hak asasi manusia, dan lain-lain.

“Kondisi harmonis ini yang mungkin sulit ditemukan di negara-negara lain sehingga inspirasi ini menjadi semcam tawaran kepada dunia bahwa Islam di Indonesia bisa menjadi model bagi mereka,” tandas Syafiq. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pertandingan, Warta Fans Gus Dur

Senin, 12 Februari 2018

Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini

Majalengka, Fans Gus Dur - Menjadi pemimpin harus menguasai tiga bagian keramahan di antaranya ramah media, ramah bahasa, dan ramah kamera. Kalau tiga hal ini dikuasai, maka peserta pelatihan kepemimpinan lanjutan (PKL) sudah siap menjadi seorang pemimpin.

“Peserta PKL harus mengusai tiga hal keramahan, ramah dalam media, keramahan bahasa, dan keramahan dalam kamera. Jangan sampai peserta PKL keseringan berkamera selfi,” kata Ketua GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar pada PKL I GP Ansor se-Jawa Barat di Pesanrten Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Jumat-Ahad (12-14/8).

Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Modal Pemimpin GP Ansor Masa Kini

Deni menambahkan bahwa jadi pemimpin harus menguasai bahasa asing agar menambah pergaulan. Pemimpin juga menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin.

“Bisa ramah bahasa bermulai dengan menguasai bahasa asing,” kata Ketua Ansor Jabar ini.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Salah satu peserta PKL dari Majalengka, Wanding Nurdin Ahmad mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, pelatihan kepemimpinan dasar dari tiap daerahnya masih-masing. “Saya cukup antusias mengikuti PKL ini,” katanya. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

Jakarta, Fans Gus Dur

Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengharapkan dukungan dari organisasi ‘induknya’, NU dalam proses pengkaderan. Karena, selama ini, organisasi yang menjadi salah satu ujung tombak pengkaderan di lingkungan NU itu merasa kurang diperhatikan oleh struktur yang menaunginya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Pengkaderan bertajuk “Reimplementasi Manajemen Pengkaderan Aswaja yang Kualitatif dan Strategis” di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (4/1). Hadir pada acara itu, Ketua PBNU Mustafa Zuhad.

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

“Di daerah-daerah, IPPNU sulit mendapatkan dukungan, baik dari PWNU atau PCNU. Ini merupakan keresahan yang dirasakan bersama-sama oleh kader-kader IPPNU di daerah,” imbuh Wafa, demikian panggilan akrabnya.

Disebutkan Wafa, persoalan lain yang menjadi tantangan pengkaderan IPPNU adalah munculnya gerakan dan kelompok Islam radikal berikut paham-pahamnya yang marak belakangan ini. Paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU, katanya, cukup memengaruhi proses pengkaderan di organisasi yang dipimpinnya.

“Tidak sedikit kader NU yang mengikuti organisasi lain yang pahamnya tidak sehaluan dengan NU. Saya kira ini juga menjadi keresahan bersama, tidak hanya IPPNU,” ujar Wafa menambahkan.

Fans Gus Dur

Sementara, Ketua PBNU Mustofa Zuhad dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi workshop tersebut mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU untuk membantu IPPNU dalam merumuskan metode dan strategi pengkaderan.

Menurutnya, Lakpesdam NU saat ini telah memiliki modul yang berisi metode, strategi dan sistem pengkaderan di NU. Modul yang merupakan panduan umum tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengkaderan IPPNU. “Tanpa modul itu, saya kira hasilnya (workshop pengkaderan: Red) akan ngarang,” tandasnya.

Workshop Pengkaderan IPPNU akan dilaksanakan hingga 7 Januari mendatang di Vila La Citra, Cipanas, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan pengurus wilayah dan pengurus cabang IPPNU seluruh Indonesia.

Sebagai bahan diskusi untuk workshop tersebut, panitia membagikan tiga judul buku yang berkaitan dengan tantangan pengkaderan NU kekinian. Di antaranya buku Islam Rahmatan Lil Alamin Menuju Keadilan dan Perdamaian Dunia Perspektif NU (diadaptasi dari Pidato Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat pengukuhan gelar Honoris Causa dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya), Mengenal NU karya KH Muchith Muzadi dan Ahlussunnah Wal Jamaah Menjawab Persoalan Tradisi dan Kekinian karya KH A Nuril Huda. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pertandingan, Amalan Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Aceh, Fans Gus Dur. Ulama besar asal Pattani, Thailand, Tuan Guru Haji Ismail bin Umar akan berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Batee Iliek, Aceh. Kunjungan ke Batee Iliek dijadwalkan pada Sabtu (28/5) pagi setelah sebelumnya berkunjung ke beberapa dayah (pesantren) seperti Dayah Darul Muarrif, Dayah Ulee Titi, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Babussalam Blang Blahdeh, dan juga Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga.

Baba Ismail, demikian ia disapa, akan menyampaikan tausiah di depan santri dan dewan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah sekitar pukul 08.00 Wib di Mushalla Teungku Ahmad Syarif. Selain dalam rangka dakwah, kunjungan pengarang beberapa kitab seperti Mizan ad-Durari, Hikam Jawi, dan Mawaiz al-Iman ini merupakan salah satu bentuk keseriusan para ulama di Pattani dalam memperkokoh hubungan silaturahmi dengan ulama Aceh yang sebelumnya telah berkunjung ke Pattani, termasuk pimpinan Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Dr Tgk Muntasir A. Kadir.

Selain Baba Ismail, beberapa ulama dari luar yang berkunjung ke dayah yang berlokasi di Komplek Makam Syuhada Tgk Chik Kuta Gle ini, seperti Syeikh Abdurrahman bin Umar Al-Ahdhal dari Yaman, Mufti Damaskus Syekh Adnan Al-Afyouni, Syekh Mahmud Syahadah dan Syekh Omar Dib yang ketiganya berasal dari Suriah, dan juga beberapa ulama lainnya dari dalam dan luar negeri.

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Banyaknya ulama yang berkunjung ke dayah salah satunya disebabkan nama besar pendirinya, Abu Mudi yang memang telah mempersiapkan 18 hektar lahan di tempat ini sebagai cikal bakal lahirnya Universitas Al-Aziziyah. (Muhammad Iqbal Jalil/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Fragmen, Pertandingan Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU

Pringsewu, Fans Gus Dur. Disaksikan Pengurus MWCNU Kecamatan Ambarawa, Kepala Desa Jati Agung, tokoh agama dan masyarakat setempat, Ranting NU Desa Jati Agung menerima wakaf berupa tanah dan bangunan yang difungsikan sebagai kantor Ranting NU dan lembaga pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tanah dan bangunan tersebut merupakan wakaf dari seorang pedagang bernama Rasino. Ia menyerahkan langsung Akta Wakaf tersebut kepada Tunut, Ketua Ranting NU Jati Agung, Kecamatan Ambarawa Pringsewu.

Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU

"Saya berharap wakaf ini akan menjadi amal ibadah dan semoga dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik," kata  pedagang bensin eceran itu pada serah terima di salah satu ruang PAUD, Ahad (31/12).

Wakaf tersebut, ungkap Rasino adalah langkah merealisasikan keinginannya agar jamiyah NU di desanya dapat mandiri dan besar dengan berbagai macam amaliyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Fans Gus Dur

Lelaki paruh baya yang hanya tamatan SD ini mengatakan, apa yang dilakukannya merupakan kecintaannya kepada Jamiyah Nahdlatul Ulama. Dengan dana yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil berdagang, ia berhasil membeli tanah dan merintis Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Lelaki ramah ini mengatakan, dengan NU sebagai nadzir wakafnya, ia yakin status wakaf tanah dan bangunan serta lembaga pendidikan tersebut akan aman. Selain itu amaliyah NU akan dapat terus diajarkan di PAUD yang ia beri nama Latifa ini.

Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Ambarawa, Kiai Abah Anom yang hadir pada acara tersebut merasa bangga dan terharu atas keikhlasan Rasino mewakafkan tanah dan PAUD Latifa. Ia berharap akan ada sosok-sosok seperti Rasino lainnya yang dengan ikhlas mewakafkan harta bendanya bagi kepentingan dan kemaslahatan umat.

"Kita berharap ini akan menjadi contoh nyata bagaimana warga NU berjuang di jalan Allah dengan harta benda yang dimilikinya," katanya.

Untuk kelancaran jalannya organisasi dan penyelenggaraan pendidikan PAUD Latifa, pemerintah desa siap membantu baik secara fisik dan nonfisik sehingga pemanfaatan dan perkembangan wakaf berjalan maksimal. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Fans Gus Dur

Baca Inspirasi lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Internasional Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Bandung, Fans Gus Dur - H Eman Suryaman, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menyatakan bahwa teror bom seperti ini sudah biasa terjadi. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh menganggap hal tersebut sebagai kebiasaan yang dimaklumi. Sebab menurut Eman Suryaman, aksi terorisme itu bukan saja merugikan nyawa manusia, melainkan juga merugikan perekonomian, lingkungan dan beban psikologis yang berat bagi keluarga korban, termasuk merusak sendi-sendi bangunan sosial-kemasyarakatan.

“Pemerintah dalam hal ini harus segera bertindak untuk lebih waspada. Baru saja kami kemarin (Rabu, 13 Januari 2016) berkoordinasi dengan kepolisian Kapolda Jawa Barat di Bandung membicarakan potensi-potensi gerakan radikal di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Tiba-tiba hari ini aksi terorisme sudah terjadi. Kami menyayangkan hal tersebut, turut berduka pada keluarga korban, dan menyerukan kepada kepolisian, militer dan organisasi sosial kemasyarakatan untuk segera merapatkan barisan guna menanggulangi teorisme,” katanya dalam release yang dikirimkan ke Fans Gus Dur.

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Menurutnya, terorisme ini bisa merajalela jika tidak dicegah secara bersama-sama. Sebagai problem masyarakat, problem semua ajaran agama, terorisme harus ditanggulangi sebelum terus melakukan tindakan-tindakan yang merugikan banyak orang. Memerosotkan sendi-sendi kebangsaan dan sendi-sendi kenegaraan.

Khusus untuk Wilayah Jawa Barat, PWNU menghimbau agar pihak kepolisian lebih tanggap, lebih cermat dan lebih serius menanggulangi aksi-aksi teror ini. “Pak Gubernur Jawa Barat saya harapkan lebih serius memimpin penanggulangan aksi teror ini. Sebab jika tidak, Jawa Barat bisa menjadi ajang permainan-permainan politik garis ekstrem yang akan merusak sosial-politik di Jawa Barat.”

Fans Gus Dur

Dinilainya selama ini Jawa Barat sangat lapang bagi masuknya paham ekstremis Islam dan sampai pada faktanya Jawa Barat menjadi provinsi yang intoleran.?

“Pak Gubernur Ahmad Heryawan pasti memperhatikan hal tersebut dan yang lebih penting lagi adalah melakukan tindakan yang cepat dan tanggap. Jangan lambat karena dari PWNU Jawa Barat dan PBNU juga mendapatkan banyak informasi gerakan-gerakan Islam radikal alumni Timur-tengah yang berafiliasi ke ISIS mulai kembali ke tanah Air,” imbuhnya.

Fans Gus Dur

Yang lebih mengerikan lagi, banyak alumni Timur-Tengah yang berasal dari Jawa Barat dan sudah kembali ke Jawa Barat, dan juga sebagian lagi yang bukan berasal dari Jawa Barat juga beroperasi di Jawa Barat.?

“Data-data di PBNU terus mengalami perkembangan, dan kami berharap dari pihak pemerintah, intelijen, kepolisian dan LSM bisa memberikan masukan-masukan kepada PBNU atau PWNU di seluruh Indonesia. Terlepas apakah tindakan bom tersebut terkait dengan ISIS atau tidak, yang jelas, alumni-alumni Timur Tengah yang sekarang sudah menjadi bagian dari kelompok ekstremis itu akan sangat membahayakan bagi masyarakat,” tuturnya.

Kepada internal pengurus Nahdlatul Ulama se Jawa Barat ia mengharapkan mereka untuk segera konsolidasi internal di masing-masing kepengurusan dari tingkat Pengurus Cabang hingga tingkat ranting. Selain koordinasi dengan sesama pengurus internal, juga harus segera menjalin hubungan dengan organisasi lain, seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan organisasi-organisasi lintas agama.?

Hal tersebut harus dilakukan karena masalah terorisme ini bukan semata masalah politik, melainkan sebuah bencana yang kapan saja di mana saja bisa menimpa masyarakat.

“Semoga Allah Swt melindungi kita semua. Dan bangsa ini bisa selamat dari bencana terorisme. Tidak ada agama yang mengajarkan terorisme. Tidak ada agama yang menganjurkan kekerasan apalagi bunuh diri, terlebih membunuh nyawa yang tidak berdosa.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan

Dalam konteks kondisi iman yang selalu fluktuatif, maka ketiga treatmen ini sangatlah bermanfaat untuk selalu diingat. Pertama, merasa takut kepada Allah swt secara lahir maupun bathin. Kedua, hidup dengan sederhana. Dan ketiga, tetap berlaku adil baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi emosi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pada kesempatan ini pertama-tama khatib ingin mengajak diri sendiri dan jama’ah semua untuk meningkatkan taqwa. Sesungguhnya taqwa itu Bermula dari mengihdar larang-larangannya.

Dinamika kehidupan selalu saja berubah dan berkembang. Demikian pula kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berurusan dengan sesamanya -hablum minannas- ataupun berhubungan dengan Tuhannya -hablum minallah-. Dalam proses sosialisasi inilah manusia sering menemukan pengalaman baru sebagaimana selalu berubahnya kondisi kehidupan ini yang turut mempengaruhi kehidupan dan pola pikirnya. Bahkan mempengaruhi juga pada nuansa hubungan dengan Tuhannya. Disinilah aplikasi dari hadits al-imanu yazid wa yanqush bahwa iman itu terkadang tambah (menebal), terkadang pula berkurang (menipis).

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan

Tentunya semua umat muslim berharap kondisi iman yang ada dalam dirinya akan terus stabil kalaupun tidak selalu bertambah. Namun seringkali tidak demikian, karena setan yang diberi tugas menggoda manusia selalu saja memiliki trik yang menarik untuk menjadikan manusia muslim pembelot yang taat. Kesadaran ini harus selalu tertanam dalam diri kita, karena dosa yang disertai dengan rasa bersalah lebih baik dari pada keta’atan yang dibarengi dengan kepuasan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sehubungan dengan kondisi ini ada baiknya kita menengok hadits Rasulullah saw yang seolah menjelaskan kepada kita betapa manusia itu sangat rapuh untuk bertahan melawan godaan, tetapi bersama itu Allah Dzat Yang Maha Pemurah juga selalu menyediakan langkah untuk membendung godaan beserta hadiah bagi mereka yang berhasil bertahan. Hadits tersebut sebagaimana diterangkan dalam Syarah Nashaihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi Al-Bantani berbunyi:

Fans Gus Dur

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Fans Gus Dur

Hadits ini dapat dibagi menjadi empan bagian utama, bagian pertama menerangkan tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Ketiga hal tersebut adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama, merasa takut kepada Allah swt secara lahir maupun bathin. Kedua, hidup dengan sederhana, dan ketiga, berlaku adil baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi emosi.

Dalam konteks kondisi iman yang selalu fluktuatif, maka ketiga treatmen ini sangatlah bermanfaat untuk selalu diingat. Takut kepada Allah swt artinya takut akan berbagai siksaan dan ancamannya. Mereka yang takut akan pedihnya siksa neraka tentu akan berusaha menghindar dan lari sejauh-jauhnya dari hal-hal yang menyebabkan kita menjadi penghuninya. Sebagaimana tunggang langgang mereka yang menghindar bertemu singa atupun ular karena sangat takutnya.

Kedua hidup sederhana dan sewajarnya saja walaupun dalam kondisi berlebih, apalagi dalam kondisi kurang. Tentunya hal ini adalah kritik akan tingginya konsumerisme yang berakar dari nafsu ingin memiliki dan pamer. Padahal yang demikian itu adalah pekerjaan setan, innal mubadzdzirina kanu ikhwanas syayathin.

Dan ketiga berusaha seadil dan sebijaksana mungkin walaupun sedang kondisi emosi. Sesungguhnya emosi adalah pintu masuk bagi setan menguasai manusia. Lihat saja ketika seseorang marah, maka akal yang rasional itu tidak lagi berfungsi. Apakah ketika foto pengantin dibanting masakan itu akan menjadi asin? Mereka yang marah akan kehilangan akal dan dikuasai setan. Al-ghadhab yuzilul aqla.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Itulah tiga hal utama yang kiranya dapat dijadikan pegangan bagi seorang muslim dalam kehidupan kesehariannya agar iman yang ada tidak mudah surut menipis. Sekaligus hendaknya seorang muslim juga menghindarkan diri dari tiga hal perusak yang akan menurunkan kwalitas iman manusia diantaranya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama, pelit yang amat sangat. Kedua, menuruti hawa nafsu. Dan ketiga ujub (merasa puas dengan diri sendiri).

Ketiga hal ini dinilai sebagai unsur perusak jika berdiam dalam diri seseorang. Sangat Pelit atau kikir amat sangat adalah penghalang seseorang dekat sesama makhluk, apalagi dengan Allah swt, pasti akan semakin jauh. Dan sebaliknya kikir akan membawa seseorang mendekat pada neraka. Bukakah demikian bunyinya an-naru darul bukhala’ bahwa neraka adalah rumah bagi mereka yang kikir.

Adapun unsur perusak kedua adalah hawa nafsu yang terlalu dimanja. Artinya, seseorang yang menuruti hawa nafsunya berarti merusak diri dan imannya sendiri. Karena hawa nafsu senantiasa condong pada berbagai maksiat yang melanggar aturan-aturan Allah swt. Untuk unsur kedua ini sudahlah maklum adanya. Sehingga Allah berfirman ? wala tattabiul hawa…janganlah engkau sekalian menuruti hawa nafsumu.

Adapun ujub merupakan satu unsur perusak. Ujub adalah merasa diri paling benar dan paling baik sehingga menimbulkan rasa bangga dan takjub pada diri sendiri sehingga menjadikan yang bersangkutan lalai bahwa apa pada dirinya saat ini merupakan nikmat Allah swt. Ujub bila selalu dipupuk sangatlah berbahaya, ia akan menyebabkan seseorang merasa menjadi tuhan dalam dirinya sendiri. Karena sejatinya ujub adalah kesombongan yang tersembunyi. Dan jika telah terjangkit penyakit sombong maka ingatlah hadits Rasulullah saw yang artinya tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terbersit sifat sombong walaupun sebesar dzarrah.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Demikian tiga unsur perusak utama yang harus diwaspadai. Meskipun Allah swt telah menyiapkan tiga program yang dapat mengangkat derajat seorang muslim yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama menyebarkan salam. Kedua, memberi makan . Dan ketiga, shalat di tengah malam ketika yang lain terlelap tidur.

Jika dianalisis maka program pertama merupakan usaha perluasan jaringan. Dengan berucap salam kepada siapapun baik yang kenal maupun tidak kenal, berarti kita telah membangunkan kembali rasa persaudaraan sesama muslim, yang secara otomatis melenyapkan perasaan saling mencurigai (su’udh dhan). Ini adalah awal bagus untuk dilanjutkan dalam langkah selanjutnya memperluas silaturrahim sesama umat muslim. Adapun memberi makan sebagai program peningkatan derajat seorang muslim yang kedua merupakan aplikasi dari teori bersedekah saling berempati atas nasib sesama muslim. Dalam taraf tertentu ini merupakan program pengentasan kemiskinan secara bertahap.

Dan program ketiga, adalah shalat dalam sepinya tengah malam ketika yang lain sedang terlelap tidur. Tepatya di sepertiga terakhir malam yang tersisa. Waktu ini adalah ruang spesial yang dapat difungsikan oleh seseorang untuk mengevaluasi dirinya dan kehidupannya selama ini. Baik yang berhubungan dengan sesama ataupun dengan Yang Maha Kuasa.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Itulah tiga kategori penting dalam hadits ini mulai dari sisi keselamatan, unsur perusak dan program peningkatan derajat. Meski demikian Allah swt dengan ke-Maha Murahannya masih memberikan kepada umat muslim tiga hal sebagai penebus jikalau sampai terjadi khilaf. Ketiga hal tebusan tersebut adalah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pertama, menyempurnakan wudhu ketika hawa sangat dingin. Kedua, melangkahkan kaki untuk shalat jama’ah dan ketiga sengaja menunggu waktu shalat ketika telah usai melaksanakan shalat .

Ketiga hal ini dianggap pahalanya mampu menggantikan -meskipun tidak berarti menghapus- berbagai kesilapan yang telah terjadi. Hal itu karena beratnya menjalankan ketiga hal ini, pertama menyempurnakan wudhu dalam kondisi sangat dingin. Artinya, seseorang yang dengan gigih melawan rasa dingin demi mengambil air wudhu yang akan dipergunakannya untuk beribadah menunjukkan kegigihannya mengedepankan pengabdian kepada Allah swt mengalahkan kepentingannya sendiri. Bahkan rasa dingin yang menusuk tulangnya itu sama sekali tidak diindahkannya.

Kedua, melangkahkan kaki untuk shalat jama’ah. Artinya, menyengaja dengan niat penuh melaksanakan shalat jama’ah. Sesungguhnya shalat jama’ah itu keutamannya dua puluh tujuh kali dibandingkan dengan shalat sendiri. Begitu pentingnya posisi shalat jama’ah hingga Allah swt menjanjikan fadhilah yang sangat tinggi karena shalat jama’ah yang pada dasarnya merupakan urusan dengan Allah swt, ternyata mengandung hikmah yang sangat luas. Diantaranya dengan shalat jama’ah seseorang akan berjumpa dengan sesama muslim lain yang memungkinkan terjalinnya silaturrahim antar mereka. Selain itu shalat jam’ah juga dapat menjadi tanda syiar dan kokohnya agama Islam. Sehingga pemeluk agama lain akan merasa kagum dengan solidaritas dan ketaatan umat muslim yang selalu berkumpul lima kali dalam sehari.

Dan yang terakhir adalah menunggu waktu shalat tiba setelah melakukan shalat. Maksudnya adalah ketika seseorang usai dengan shalat maghrib lalu tidak menggeser diri dari masjid/mushalla dengan tujuan menunggu shalat isya, maka itu adalah bukti pengorbanan seseorang untuk mengutamakan urusan ibadah di atas urusan lainnya. Artinya dengan mennggu waktu shalat selanjutnya, seseorang berarti menghentikan kegiatan lainnya dan segala urusannya hanya untuk menghadap kepada Allah swt.

Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia,

Demikianlah tiga hal dalam? empat kategori yang diterangkan Rasulullah saw kepada umatnya. Semoga kita senantiasa mampu menjaga diri dan iman kita dengan memanfaatkan peluang yang diberikan Allah swt Yang Maha Pemurah.

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Ubudiyah Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa

Surabaya, Fans Gus Dur. Konflik di Negara-negara Islam adalah pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, NU memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kondusifnya suasana di negeri ini.

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (22/8). Bagi Kiai Said, sumbangsih NU bagi bangsa ini sangat besar sehingga tidak terjadi kekerasan dan kerusuhan.

“Di Indonesia, kita memiliki NU yang merupakan organisasi sosial kegamaan terbesar sehingga mampu meredam sejumlah gejolak yang akan memicu disintegrasi dan kerusuhan massal,” katanya.

Fans Gus Dur

Kiai Said membandingkan kondisi negara Timur Tengah yang terus begolak. “Di negara-negara itu ada polisi dan pasukan militer,” katanya. “Namun karena tidak memiliki organisasi kemasyarakatan yang mengakar, akhirnya kerusuhan tidak bisa terhindarkan,” lanjutnya.

“Kebesaran Islam di Maroko, Syria maupun Mesir yang telah berlangsung beratus tahun lamanya akhirnya porak poranda oleh kerusuhan yang kini terjadi,” terangnya.

Fans Gus Dur

Karena itu Kiai Said mengharapkan agar keberadaan NU terus menjadi perekat umat dan tidak mudah tercerai berai. “Marilah kita jaga keutuhan Indonesia dengan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Dan Jawa Timur hendaknya tetap menjadi ruh bagi NU di Indonesia. “Ruh NU ada di Jawa Timur,” tandas Kiai Said. “Kalau ruh NU sudah tidak ada, maka tidak akan ada lagi NU di negeri ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu kepengurusan PWNU Jawa Timur hasil Konferensi Wilayah yang diselenggarakan di SMP Progresif Bhumi Shalawat Lebo Sidoarjo beberapa waktu lalu dilantik. Menempati bangunan lantai tiga kantor PWNU Jawa Timur di Jalan Masjid al-Akbar Timur No 9 Surabaya, sejumlah ketua lembaga dan lajnah juga diambil sumpah untuk berkhidmat kepada jam’iyah dan jamaah NU. 

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Syaifullah Ibnu Nawawu 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Fragmen, Hikmah Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga

Setiap individu berhak mentasarufkan harta benda dan kekayaannya sesuai keinginannya, asal tidak melupakan kewajibannya berzakat, bersedekah dan infak. Karena setiap harta benda yang dimiliki terdapat hak orang lain di dalamnya.

Kekayaan dan harta benda yang dimiliki seseorang haruslah dijaga dan dirawat serta digunakan demi kemaslahatan dan kebaikan. Tidak diperbolehkan menggunakannya untuk kejahatan dan kerusakan apalagi sampai membahayakan kehidupan orang lain.

Demikianlah keterangan dalam Kitab Fatawa Isma’il Zain bahwa,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjing dan Sihir sebagai Penjaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga

Menjaga kebun dengan sihir tidak diperbolehkan karena menggunakan sihir secara mutlaq hukumnya adalah haram. Sedangkan menjaganya dengan doa-doa atau dengan anjing yang terlatih maka hukumnya boleh.

Secara tekstual pelarangan penggunaan sihir untuk keamanan adalah hal yang dilarang oleh agama, karena hal itu bertentangan dengan aqidah dan membahayakan orang lain yang terkena dampak dari sihir tersebut. Begitu juga dilarang memagari rumah dengan aliran listrik yang mematikan. Sungguhpun hal itu tidak bertentangan dengan aqidah tetapi sangat membahayakan orang lain.

Oleh karena itulah Islam mengajarkan berbagai doa yang berguna untuk ‘mengamankan’ harta benda, kekayaan dan segala milik agar terhindar dari kejahatan orang lain. Andaikan diperlukan, maka menggunakan jasa hewan seperti anjing yang telah terlatih sebagai penjaga, hukumnya boleh-boleh saja. Dengan catatan anjing tersebut tidak meresahkan orang lain dan warga sekitar. (Pen. Fuad H/Red. Ulil H)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

Pamekasan, Fans Gus Dur. Kehadiran Nahdlatul Ulama memiliki dua agenda yang sejati, yaitu memakmurkan masjid dan  memakmurkan bumi Allah.

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, hal itu sesuai dengan penegasan Allah dalam Al-Quran. Hanya dua penegasan terkait memakmurkan. Pertama, perintah memakmurkan masjid.

“Bahwa sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang mau memakmurkan masjid,” ungkapnya pada Rapimda PP LTMU di Pamekasan, Madura, Ahad, (27/01) lalu.

Fans Gus Dur

Kedua, ayat yang memerintah memakmurkan bumi. Dan bumi itu adalah lambang Nahdlatul Ulama. “Dua agenda kehadiran Nahdlatul Ulama adalah memakmurkan bumi bertolak dari memakmurkan masjid,” tambah Kiai kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 1954.

Lebih jauh, Kiai Masdar menjelaskan, masjid yang pertama (masjid secara fisik) disebut masjid mikro, yang kedua disebut masjid makro (bumi Allah). Pengelolaan masjid mikro adalah tolok ukur pengelolaan masjid makro.

Fans Gus Dur

“Masjid itu adalah potret dari kehidupan berbangsa, bernegara dan berbumi ini,” tambahnya.

Kiai penulis buku Syarah Konstitusi: UUD 1945 dalam Perspektif Islam ini menjelaskan, jika disiplin di masjid, misalnya datang tepat waktu shalat, rapi dalam barisan, akan disiplin dalam kehidupan di masyarakat. Jika mau membersihkan masjid, mau juga membersihkan bumi Allah.

“Kalau infaq di masjid itu berjalan dengan baik, berarti pendanaan keumatan juga akan berjalan dengan baik.”

Ia berharap semua pengurus NU lebih memperhatikan masjid. Tidak semua pengurus NU di semua level ada bidang keta’miran masjid. Padahal di situlah umat bertemu dan berkumpul.

“Karena itulah manfaat dari ilmu yang mengalir dari mata air pesantren tidak “sumerambah” tidak menyebar sebagaimana mestinya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Sholawat, Pertandingan Fans Gus Dur

Senin, 13 November 2017

Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU

Jakarta, Fans Gus Dur - H Sima dilantik sebagai Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdhatul Ulama (LTN NU) Jakarta Selatan. Ia bersama kepengurusan baru LTN NU Jaksel ini dikukuhkan sebagai pengurus LT NU Jaksel oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdul Razak Alwi di aula Darul Marfu’, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (6/8) malam.

Pengukuhan pengurus LTN NU Jakarta Selatan ini dibarengi dengan peluncuran buku Indahnya Toleransi di Tanah Sultan karya H Sima. Tampak hadir segenap kiai, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, pemkot Jaksel, Kapolresta Jaksel serta nahdhiyyin sejabodetabek.

Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU

Kiai Abdul Razak Alwi mengatakan, “Kalau dilihat dari kiprah dan gelarnya, saya kira tidak pantas H Sima ini masih ditempatkan di struktural LTN NU, bahkan di PCNU pun tidak. Bagi saya ketua LTN NU kita ini hanya pantas didudukan di PBNU. Hal ini menunjukkan bahwa bukanlah struktur yang dikejar oleh ketua kita, melainkan berkah dari Allah SWT.”

Ketua LTN NU Jaksel H Sima mengatakan, “Program terdekat kami adalah menerbitkan buku yang sudah selesai. Insya Allah akan diterbitkan dengan label LTN NU Jakarta Selatan sebagai upaya dakwah-dakwah Islam kami.”

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Momen pelantikan ini, menurutnya, adalah momen pertama dan sekaligus langkah awal untuk melanjutkan tradisi NU keluarganya, Kiai Cholil Bangkalan di Madura.

“Berjuang dalam dakwah Islam Aswaja adalah amanat para leluhur, khusus pribadi saya, dakwah di jalur NU tidak lain merupakan amanat dan warisan dari keluarga saya. Dengan demikian saya memohon kepada para kiai, ulama dan ustadz untuk membimbing kami dalam mengemban tugas ini,” lanjut H Sima.

Sebelumnya, H Sima menempuh pendidikan di Universitas Ummul Qurro Mekkah. Ia sudah menulis 154 buku. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Pertandingan, Internasional Fans Gus Dur

Minggu, 12 November 2017

PBNU Akan Bahas Kaitan Radikalisme dengan Kesenjangan Ekonomi

Jakarta, Fans Gus Dur

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan menggelar seminar Memperkokoh Nilai Kebangsaan melalui Penguatan Ekonomi Warga. Seminar tersebut sebagai bagain pra Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional 2017 berlangsung selama dua hari, 7-8 Oktober 2017. 

“Merumuskan tawaran kebijakan dan partisipasi pengusaha serta gerakan ekonomi warga untuk merebut kesempatan dalam mengurangi kesenjangan dan mengatasi kemiskinan,” kata Ketua Panitia Konbes dan Munas 2017, Robikin Emhas, Rabu (4/10) di Jakarta. 

PBNU Akan Bahas Kaitan Radikalisme dengan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Akan Bahas Kaitan Radikalisme dengan Kesenjangan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Akan Bahas Kaitan Radikalisme dengan Kesenjangan Ekonomi

Menurut Robikin di tengah-tengah optimisme Indonesia yang diprediksi akan masuk lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030, menyimpan paradoks. Naiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia, dalam waktu yang sama menjadikan negara dengan kesenjangan ekonomi tertinggi di ASEAN. 

“Data yang ada menunjukkan, empat orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan lebih dari 100 juta penduduk Indonesia. Kesenjangan antara kaya dan miskin secara kumulatif juga menunjukkan tren yang kian tinggi,” ujarnya. 

Fans Gus Dur

Di sisi lain, sambung Robikin, terjadi pelebaran dan pendalaman pengaruh dari gerakan radikal yang bukan saja akan menjadi ancaman bagi kohesivitas sosial kebangsaan, rentan konflik dan kekerasan. 

Hal itu dapat memperlambat bahkan menjadi penghalang bagi capaian optimisme tersebut di atas, melainkan juga akan menjadi faktor penting bagi sulitnya upaya untuk memeratakan ekonomi karena energi masyarakat akan terkuras untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan cenderung destruktif, baik untuk radikalisme maupun untuk mencegahnya.

“Karenanya seminar juga bertujuan menemukan sebab-sebab kesenjangan dan radikalisme serta hubungan satu dengan yang lain; serta merumuskan tawaran kebijakan dan partisipasi pengusaha serta gerakan ekonomi warga untuk merebut kesempatan dalam mengurangi kesenjangan dan mengatasi kemiskinan,” tegasnya.

Seminar akan menghadirkan narasumber yakni Ekonom Faisal Basri, Sekjen ISNU Cholid Shaerozy, Ekonom Kalteng Danes Jayanegara, Ketua OJK Wimboh Santoso, Founder Go-Jek Nadhim Makarim, Farhan Slamet, Anggota KEIN Sudhamek, Subandi dari Bappenas, dan pelaku usaha Abdul Rasyid.

Fans Gus Dur

Sementara Alisa Wahid dan Ahmad Suaedy dijadwalkan memandu seminar yang akan digelar di Hotel Luansa Palangka Raya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan Fans Gus Dur

Kamis, 26 Oktober 2017

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Brebes, Fans Gus Dur. Guna meyebarkan misi dakwah Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah ke desa/ranting di segmen Pemuda, GP Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes mengunjungi setiap desa yang belum terbentuk/vakum kepengurusan GP Ansor-nya. Tak terkecuali di Desa Pebatan, Sabtu (30/7) yang bertempat di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubatdiin Desa Pebatan Wanasari.

Ketua GP Ansor Wanasari Bayu Rohmawan menjelaskan bahwa salah satu tugas Pimpinan Anak Cabang adalah membentuk dan mengaktifkan seluruh kepengurusan GP Ansor di setiap ranting. Dari total 24 ranting GP Ansor se-Kecamatan Wanasari ada 8 ranting yang vakum. “Kita agendakan sampai akhir tahun 2016 Roadshow ke Desa-Desa untuk kembali mengaktifkan kepengurusan ranting. GP Ansor yang vakum,” lanjut Bayu.

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Bayu juga menambahkan GP Ansor yang merupakan kader penerus Jamiyah Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi garda terdepan dalam setiap program dan kebijakan NU. Ketika GP Ansor di sebuah desa mati/vakum ini sangat membahayakan bagi kesinambungan NU di masa yang akan datang. Ketika sudah terbentuk kepengurusan ini menjadi kewajiban Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk bersama-sama ngopeni GP Ansor serta Badan Otonom yang lain.

“Nanti dilaksanakan prosesi Pelantikan dan Rapat Kerja sehingga GP Ansor Pebatan bisa kembali berkontribusi bagi Nahdlatul Ulama dan juga Masyarakat melalui program-programnya,” tutup Bayu

Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Pebatan Ustadz Farikhi Yunus menyambut baik inisiatif dari Pimpinan Anak Cabang ? yang langsung datang ke desa-desa, salah satunya di Pebatan guna bersilaturahmi dan mengaktifkan kembali Pimpinan Ranting GP Ansor Pebatan. “Kami selaku Orang tua GP Ansor hanya bisa mendukung, membina dan Ngemong GP Ansor,” tutup Ustadz Farikhi yang pernah Aktif di GP Ansor.

Fans Gus Dur

Setelah melalui proses musyawaroh mufakat terpilih M.Abdul Ghofur sebagai Ketua GP Ansor Desa Pebatan untuk masa khidmat 2016-2018. Hadir dalam acara tersebut segenap Pengurus PAC GP Ansor Wanasari, Rais Syuriyah NU Pebatan Ustadz Abdul Jalal, para tokoh masyarakat, dan juga puluhan Pemuda Desa Pebatan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, AlaSantri, Pertandingan Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Rabu, 25 Oktober 2017

Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah

Judul Buku : Cermin Bening dari Pesantren

Penulis : Rizal Mumazziq Z.

Penerbit : Khalista, Surabaya

Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah

Cetakan : I, 2009

Peresensi : A. Khoirul Anam*)



Fans Gus Dur

Sosok kiai kerapkali diasosiasikan dengan tokoh konservatif dan jumud. Ini adalah interpretasi yang sangat apriori. Gambaran demikian sebenarnya sangat kasuistik dan bersifat per-sonal karena sosok kiai (sebagai bagian dari kelompok sosial seperti manusia lainnya) memiliki sifat, pola pikir, dan karakter yang berbeda-beda.

Fans Gus Dur

Sungguhpun demikian, pandangan-pandangan sumir terhadap kiai—biasanya dilakukan oleh para modernis dan puritan—tetap tak mampu menggeser pengaruh kiai di masyarakat. Keberadaan pesantren yang manunggal dengan lingkungan sekitarnya, memang unik. Ia seperti berada di wilayah periferi kekuasaan negara, sekaligus hadir di jantung masyarakat. Dan, sebagai figur sentral pesantren dan masyarakat, kiai dituntut bersikap kontekstual, fleksibel dan elastis menyikapi dinamika sosial, sekaligus menjaga agar jatidiri dan sistem nilai pesantren tak luntur. Dalam strategi sosial kebudayaan, kepercayaan diri self confidence yang berkelindan dengan sikap pertahanan diri (self defensive) seperti ini, akan memberikan landasan kuat bagi transformasi sosial.

Strategi di atas, memungkinkan pesantren untuk melihat persoalan kemasyarakatan dengan prinsip dan nilai-nilai Islam. Dalam pandangan KH. Abdurrahman Wahid, lembaga yang dilahirkan dari strategi ini tidak akan menjadi institusi yang eksklusif, melainkan berupa institusi umum yang diterima oleh seluruh masyarakat.

Lebih dari itu, dalam berbagai pengamatan para ”orientalis pesantren” (Hirokoshi,  Feillard, Jones, Bruinessen, hingga Geertz dll) ada dwifungsi vital pesantren sebagai centre of excellence yang menjadi kawah candradimuka pemikir agama (religious intellectual) sekaligus fungsi sebagai agent of development yang menangani pembinaan pemimpin masyarakat (community leader). Apabila fungsi pertama memaksa pesantren untuk berkembang menjadi pusat studi keagamaan dan kemasyarakatan, maka fungsi terakhir menuntut pesantren menjadi pionir dalam program-program pengembangan masyarakat itu sendiri. Pada titik ini, pesantren telah menahbiskan diri sebagai institusi pendidikan, dakwah sekaligus lembaga sosial.

Keberadaan kiai dan pesantrennya di wilayah rural memungkinkannya untuk selalu mera-sakan denyut nadi masyarakat marginal. Secara sosial-ekonomi-politik-budaya, masyarakat seperti ini jelas tak punya daya tawar pada negara yang hegemonik. Di sinilah, barangkali, posisi strategis pesantren dalam memberikan kontribusi besar pada social engineering dan transformasi sosial.

Sebagai pewaris kejayaan keilmuan Islam masa klasik, pemahaman masyarakat bersarung terhadap khazanah keilmuan klasik secara komprehensif justru menghasilkan kemampuan khas untuk menyelesaikan persoalan rumit dengan bahasa yang sederhana. Pergulatan kiai, sebagai pemukanya, dengan khazanah kitab kuning (yang sering dituduh out of date) ternyata menghasilkan sebuah fleksibilitas dan efektifitas pengambilan hukum aktual-kontekstual yang dikalkulasikan atas pertimbangan hukum yang bermuara pada aspek mashlahah dan mafsadah.

Sebab, berbeda dengan golongan (firqah) keagamaan yang lain, pandangan dunia pesantren (dan NU) menggabungkan tiga perspektif, yaitu dimensi teologis atau spiritual, dimensi akhlak atau tasawuf, dan dimensi hukum atau fiqh. Semuanya diposisikan saling menunjang dan melengkapi, bukan terpisah atau saling berhadapan.

Dimensi teologis berfungsi mengukuhkah ketauhidan serta membawa kesadaran akan fungsi manusia sebagai khalifatullah. Dimensi akhlak atau tasawuf dikembangkan untuk mem-bangun suatu kultur yang berbasis pada nilai-nilai kesantunan, kebijaksanaan, dan kedeka-tan dengan Sang Pencipta. Terakhir, dimensi hukum atau fiqh dikembangkan untuk meno-pang proses bagaimana hukum diterapkan. Ketiga dimensi di atas merupakan satu kesatuan, tidak bisa dikedepankan salah satu aspeknya saja. Beberapa hal di atas itulah yang menye-babkan akademisi Barat termehek-mehek jatuh hati pada dunia pesantren.

Ketiganya juga bisa dipakai sebagai acuan memahami kompleksitas pesantren. Ketiganya berfungsi sebagai “teropong” yang digunakan untuk menilai dan mempertimbangkan aspek masfsadah dan mashlahah segala sesuatu. Untuk itulah, pesantren hingga saat ini tidak gampang terjebak sikap tatharruf dan taasshub. Sebab pesantren memiliki tata nilai tersen-diri yang terangkum dalam formula tasamuh (toleran), tawassuth (sikap tengah) tawazun (seimbang), i’tidal (tegak lurus) dan amar ma’ruf nahi munkar. Inilah yang saya kira men-jadi kunci untuk mengkampanyekan “Islam ramah” yang menjadi “rahmah” bagi seluruh alam. Mustahil kiranya mewujudkan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam tanpa melibatkan unsur pesantren. Ia adalah pewaris kegemilangan Islam di masa klasik. Kaum bersarung inilah yang, dalam pandangan Sidney Jones, menjadi akar tunjang agar modera-tisme Islam tak ambruk.

Akhirnya, hanya sejarah-lah yang akan menjadi hakim penentu (only history will be able to judge) atas upaya masyarakat pesantren dalam membangun tatanan sosial untuk kemaslaha-tan bersama.

Melalui buku Cermin Bening dari Pesantren, para pembaca diajak mencecap muara ilmu yang tak pernah kering bernama KH. M. Hasyim Asyari; belajar kesabaran dan kerendahatian dari KH. Hamid Pasuruan, sang sufi besar abad XX; memungut serpihan keteladanan dari “kitab akhlak” berjalan bernama Ajengan Ilyas Rukhiyat; berguru kearifan dari pende-kar fiqh bernama KH. A. Wahab Hasbullah dan KH. Bisri Syansuri; menapaktilasi jejak gemilang guru politik bernama KH. A. Wahid Hasyim dan KH. Idham Chalid.

Lalu menyelami samudera tasawwuf bersama KH. Hamim Djazuli, KH. Adlan Aly, KH. Romly Tamim, KH. Shohibul Wafa Tajul Arifin; menjejak kezuhudan KH. Saifuddin Zuhri, KHR. As’ad Syamsul Arifin, dan KH. Ma’shum Ahmad Lasem; menilik kontribusi pemberdayaan umat yang KH. Baqir Adelan, dan sang maestro Fiqh Sosial, KH. MA. Sahal Mahfudh; serta menjejak keteladanan yang dipraktikkan lusinan kiai lainnnya. Beliau-beliaulah yang rela menuntun dan mendampingi umat di tengah gulita, dan mendonasikan hidupnya demi Islam.



*) Santri Pesantren Ciganjur
Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Quote, Ulama Fans Gus Dur

Senin, 23 Oktober 2017

Peringati Hari Kartini, Aktivis Perempuan NU Gelar Aksi

Subang, Fans Gus Dur. Puluhan aktivis Perempuan yang terdiri dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Kabupaten Subang menggelar aksi unjuk rasa dan seruan moral dengan membagi-bagikan selebaran dan karangan bunga di jantung kota Pamanukan, Ahad (21/4).

Puluhan aparat yang mengawal aksi tersebut kewalahan saat melerai kemaacetan yang panjang. Namun, para pengguna jalan di kawasan tersebut begitu antusias menyaksikan jalannya aksi yang dilakukan oleh kartini-kartini muda Nahdliyyien tersebut.

Peringati Hari Kartini, Aktivis Perempuan NU Gelar Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Kartini, Aktivis Perempuan NU Gelar Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Kartini, Aktivis Perempuan NU Gelar Aksi

Menurut Ketua Kopri Cabang Subang, Neneng Nurhasanah, pihaknya sangat prihatin dengan maraknya kasus-kasus yang mengarah kepada pendiskriminasian terhadap kaum perempuan.

Fans Gus Dur

“Hal ini terbukti dalam beberapa kasus terakhir yang dialami oleh kaum perempuan masih mendominasi di tengah-tengah kehidupan yang demokratis ini. Kami menuntut kepada Pemerintah agar mampu melindungi kaum perempuan dari penindasan,” tegas Neneng.

Fans Gus Dur

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Subang, Nurul Jannah bahwa Undang-undang yang memperjuangkan kaum perempuan dirasa belum bisa maksimal dirasakan oleh perempuan itu sendiri.

“Termasuk bagaimana kita menyaksikan kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW,red) yang pada kenyataannya mereka diperjualbelikan di luar negeri. Ini mengindikasikan betapa lemahnya perundang-undangan yang belum dirasakan manfaatnya oleh perempuan.”

“Bahkan, menjelang pemilihan legislatif pun yang mengharsukan ada keterwakilan kuota 30 % perempuan belum bisa menjamin. Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah dan legislatif agar jangan hanya slogan semata memperjuangkan perempuan Indonesia,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ade Mahmudin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Pertandingan Fans Gus Dur

Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal

Rembang, Fans Gus Dur. Seiring dikesampingkannya pendidikan non-formal dalam hal ini sebagai benteng generasi muda oleh sebagian orang tua, membuat Rais MWCNU Kaliori KH Mustain angkat bicara. Ia menyatakan, masyarakat jangan memprioritaskan sekolah formal saja, tetapi setidaknya mengmibangi pendidikan karakter dengan pendidikan keagamaan Islam seperti di pondok pesantren dan madrasah diniyah.?

Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal

Kiai Mustain menganjurkan, sebagaimana ulama terdahulu agar senantiasa memperhatikan hal yang berkaitan dengan ilmu dan akhlak. Sebagaimana orang terdahulu, lanjut Kiai Mustain, contoh seperti Imam Abu Hanifah, Imam Syafii, Imam Malik, dan Imam Ibnu Hambal mereka semua merupakan orang terpandang dihadapan manusia dan Allah SWT.?

"Tidak cukup dengan bersantai-santai bisa menjadi orang yang berilmu. Para ulama banyak mengarang kitab, untuk memacu para santri dalam hal ilmu. Maka di pesantren ada kitab yang namanya Talimul Mutaalim,” jelasnya.

Sebagaimana sabda Nabi, kata Kiai Mustain, barang siapa yang ingin dunia maka harus dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin akhirat maka juga harus dengan berilmu. Ia menambahkan, kita terlambat dalam mencari ilmu. Jangan orang yang iri ketika melihat kesuksesan orang, baru kita ingin belajar. Orang ini masuk dalam kategori orang yang terlambat.

Fans Gus Dur

Dia mengaku prihatin dengan kondisi saat ini, banyak orang tua yang mengedepankan sekolah formal, dibandingkan dengan pendidikan pesantren dan madrasah diniyah. Demi pelajaran di sekolah umum, orang tua rela mencari seorang guru yang ahli dibidangnya. Bukan hanya itu saja, kata Kiai Mustain, orang tua pun rela antar jemput. Hal ini bertolak belakang jika orang tua berbicara dengan ngaji dan madrasah diniyah, banyak orang tua yang acuh dalam hal ini.

Dia menandaskan, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang paling profesional dalam hal mendidik. Sebabnya, semua guru yang mengajar dipastikan sudah lebih dahulu melakukan apa yang diajarkan. Meski tidak bisa dipungkiri, sekola umum dinilai penting sebagai perimbangan. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Meme Islam Fans Gus Dur

Kamis, 19 Oktober 2017

Jombang Targetkan Setengah Juta Kartanu

Jombang, Fans Gus Dur. Sosialisasi dan rapat koordinasi demi suksesnya program Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) telah dilakukan dengan cukup optimal. Karena itu PCNU Jombang akan berupaya untuk memaksimalkan program ini agar sesuai harapan.

Jombang Targetkan Setengah Juta Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Targetkan Setengah Juta Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Targetkan Setengah Juta Kartanu

“Target yang ingin dicapai adalah angka lima ratus ribu jamaah pemegang Kartanu,” kata Afhadi, Sekretaris Panitia Kartanu kepada Fans Gus Dur, Jumat (8/3).

Angka itu memang terbilang fantastis. Namun dengan kesungguhan dan kerja keras para fungsionaris NU di semua tingkatan, yang juga dibantu para pengurus lembaga, badan otonom maupun lajnah, rasanya angka tersebut masih dapat diraih.

Fans Gus Dur

“Di Jombang ada 21 MWC Aktif,” kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ini. “Asumsi panitia, setidaknya setiap MWC yang tentunya melibatkan seluruh ranting akan mampu mengajak 24.000 anggota untuk mensukseskan Kartanu,” katanya.

Bahkan untuk daerah MWC Jombang Kota yang memiliki 20 pengurus ranting, telah menyanggupi untuk bisa mengumpulkan dua puluh ribu jamaah. “Kalau di MWC lain yang memiliki kepengurusan lebih dari 20 ranting, maka angka lima ratus ribu itu akan dapat terlampaui,” katanya optimis.

Fans Gus Dur

Apalagi waktu untuk mensukseskan program Kartanu ini masih cukup panjang. “Untuk Jombang akan dimulai pada tanggal 10 Maret hingga 8 Juli,” tandasnya. Karena itu waktu yang lumayan memungkinkan ini akan benar-benar dioptimalkan untuk menggenjot jumlah jamaah pemilik Kartanu di semua level.

“Kami sangat berterimakasih kepada sejumlah kalangan yang telah bekerja keras mensukseskan kegiatan ini,” kata Afandi. Terutama kepada sejumlah rumah sakit yang telah bersedia membantu memberikan keringanan biaya kepada para pasien yang memiliki Kartanu, lanjutnya.

Alhamdulillah, ada tiga rumah sakit yakni Rumah Sakit NU, Rumah Sakit Unipdu Medika, serta Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang telah siap memberikan keringanan kepada pemilik Kartanu,” katanya sumringah. “Mudah-mudahan, ini kian melecut semangat dan kesadaran warga untuk memiliki Kartanu,” lanjutnya.

Pembukaan Kartanu massal nantinya akan dilaksanakan Ahad pagi (10/3) di Gedung Olah Raga Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Undangan yang akan hadir adalah para pengasuh pondok pesantren, pengurus MWC, badan otonom, lembaga serta lajnah NU yang ada di Kabupaten Jombang.

“Insyaallah dan kami yakin acara akan berjalan sesuai harapan, sehingga angka setengah juta pemegang kartanu akan bisa dicapai,” kata Afandi sebelum rapat koordinasi di Kantor PCNU Jombang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Senin, 16 Oktober 2017

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Jombang, Fans Gus Dur. Sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur menghadiri Forum Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pesantren NU se-Jawa Timur di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Ahad (11/1) kemarin. Forum antara lain membicarakan kriteria calon ketua umum PBNU.

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Hadir sebagai nara sumber pada halaqah bertema "Mengembalikan NU pada Ruhnya," mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi, pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan KH Muhyidin Abdusshomad dari Jember.

Halaqah menelorkan beberapa syarat atau kriteria calon ketua umum PBNU periode mendatang, antara lain calon juga harus mampu menjaga martabat NU, komitmen dalam menjalankan Qonun Asasi Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, memiliki kemampuan kepemimpinan dan managemen, istiqomah menjaga netralitas NU dalam politik praktis dan tidak punya beban masa lalu serta profesional.

Salah seorang penggagas kegiatan KH Abdurrahman Ustman mengatakan, meski tidak menyebut nama, kriteria yang diajukan mengarah kepada sosok KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Fans Gus Dur

Sementara itu Gus Sholah dalam forum itu menyampaikan bahwa NU selama ini belum banyak membicarakan persoalan ekonomi terutama yang sesuai dengan sistem Islam, padahal organisasi lain telah melakukan.

“Apakah sistem ekonomi kita sudah islami atau belum? Dimana masih banyak masyarakat muslim dalam kondisi miskin. Padahal negera kita sangat kaya. Apakah ini sistem ekonomi islami.? Kedepan NU perlu membahas persolan ini," ujarnya.

Adik kandung Gus Dur ini menambahkan, NU harus berada di depan dalam menjalankan ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah. Selain itu, NU juga harus memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren.

"Bagaimana NU bisa sesuai dengan Qonun Asasi KH Hasyim Asyari, melayani pesantren dan ulama karena NU didirikan dari ulama pesantren yang telah memberikan pendidikan sejak sebelum adanya lembaga pendidikan formal seperti sekarang," tandas cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari itu.

Disinggung soal kesiapan menjadi calon ketua PBNU, Gus Sholah mengaku belum berpikir, untuk menjadi kandidat. Dikatakannya hingga saat ini dirinya belum berpikir, dan tidak melakukan upaya apapun untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU.

Fans Gus Dur

"Saya tidak berpikir dan belum berencana untuk itu, kita lihat saja nanti. Muktamar kan masih lama," pungkasnya usai acara. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Kiai Fans Gus Dur

Minggu, 17 September 2017

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu

Pukul 02.00 WIB Dholi menunaikan shalat sebanyak 5 rekaat. Tiba-tiba terdengar suara salam. “Kiai” berusia 40 tahunan itu pun sontak menjawab salam tamu yang hadir malam-malam.

Percakapan pun berlanjut antara ia dengan sosok yang mengaku “Awwoh”.

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu

“Dhol kamu shalat apa?” tanya sesosok berpakaian putih, bersuara besar dan bertutupkan sorban di kepalanya. Kemudian ia menerangkan dirinya shalat Dhuha 5 rekaat. Saat sosok itu menyebut ia “Awwoh” sontak dirinya menciumi tangan lelaki yang tidak kelihatan mukanya itu. 

“Dhol ibadah kamu sekarang tambah rajin. Aku akan menambah kamu nikmat,” ucap si tamu seraya meminta kopi hangat dan ketela. 

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Dholi kian percaya dengan tamu yang datang ke kediamannya malam-malam adalah “Awwoh” sebab menurutnya tidak semua orang akan ditemui. Singkat kisah, sosok itu menjanjikan akan mengangkat derajat dengan memberikan bidadari-bidadari nan cantik dan masih banyak lagi. 

Tetapi lelaki tua itu memberikan beberapa persyaratan. Pada pagi hari pak tua meminta Dholi berjalan ke selatan menuju pasar Welahan—salah satu pasar di Jepara. Di sana ia diminta untuk memakai hem, celana yang panjang dan pendek. Sandal yang dipakai juga demikian yang tidak sama. 

Yang terpenting juga diminta mengenakan celana dalam di luar. Meski persyaratan yang terakhir sempat dimentahkan Dholi tetapi lambat laun bisa menerimanya. Sosok itu pun kemudian pindah ke rumah Hadi. 

Di rumah Hadi sosok yang sama mengaku “Awwoh”. Sontak M Hadi membanting sosok yang mengaku “Awwoh” tersebut. Setelah terjatuh sosok tua itu membeberikan ia adalah guru ngajinya yang mengetes kedua santrinya. “Aku gurumu Had,” jelasnya seraya membuka sorban yang menutupi kepalanya. 

“Sebenarnya aku ingin mengetes santri-santriku dengan mengaku “Awwoh”. “Awwoh” artinya gresulo. Kalo Allah itu pengeran, dzat yang menciptakan makhluk dan mengatur segalanya,” imbuh kiai sembari menerangkan beliau juga datang ke rumah Dholi. 

Ya, begitulah sepenggal kisah Ketoprak Remaja: “Awwoh” Mangan Telo lan Ngombe Kopi yang diperankan para santri majelis pendidikan Islam “Roudlotul Muhibbin” desa Gidangelo kecamatan Welahan, Jum’at (8/3). Kegiatan juga bersamaan dengan harlah majelis pendidikan juga Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dan Haul Massal. 

Pertunjukan yang ditonton ratusan orang menceritakan 2 tokoh Dholi Amali (sesat amalnya) dan M Hadi (sang pemberi petunjuk). Keduanya sama-sama pernah mengenyam pendidikan yang sama. Meski Dholi terbilang anak seorang “kiai” tetapi ia sering ngaku-ngaku—anak kiai padahal secara kualitas keilmuwan masih sangat minim; baca Al-Qur’an sering keliru, tidak paham rekaat shalat, mensahalati mayit memakai qamat, rukuk dan sujud maupun banyak keganjilan-keganjilan lain. 

Usut punya usut ternyata Dholi saat mondok tidak pernah mendengarkan, saat mutholaah kitab sering joged sendiri dan maniak sekali dengan PS. Alhasil, boyong dari pondok Dholi jadi “kiai” yang dikiai-kiaikan; baunya selalu harum, berjenggot dan berserban. Sedangkan Hadi adalah guru madrasah yang apa adanya. 

Melalui ketoprak remaja tersebut menurut narator, Nailis ingin mengajak santri selain patuh dan taat kepada guru; sebagai santri juga harus mengamalkan ilmunya ke tengah-tengah masyarakat tanpa didasari dengan kesombongan dan sifat-sifat tercela yang lain. (Syaiful Mustaqim/red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, IMNU, Pertandingan Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock