Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU

Palembang, Fans Gus Dur

Nilai-nilai dasar dan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang telah menjadi dasar dan watak Nahdlatul Ulama (NU) tak sebanding dengan kemampuan berjam’iyah warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Di antara indikatornya adalah banyaknya kasus pelanggaran ketentuan organisasi yang telah ditetapkan, seperti halnya rangkap jabatan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakesdam) NU Nasihin Hasan kepada Fans Gus Durdi sela-sela acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Lakpesdam NU di Hotel Carrisimi, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (13/12).

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU

Nasihin, begitu panggilan akrabnya, mengatakan, indikator lainnya seperti kasus kepentingan konflik antara pribadi dengan kepentingan jamaah dan jam’iyah, kurang efektifnya struktur yang ada dan kinerja manajemen organisasi, tumpang tindih peran antara organisasi induk dengan badan otonom, lajnah dan lembaga.

“Sementara, tantangan NU ke depan dalam menyikapi persoalan masyarakat dan relasi global yang semakin menuntut peran dan kiprah NU, jelas membutuhkan penguatan manajemen serta ketersediaan kader-kadernya yang siap dan militan,” terang Nasihin.

Dalam sejarahnya, Lakpesdam NU didirikan, baik di tingkat pusat maupun wilayah dan cabang, adalah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia NU, terutama yang berhubungan misi mengawal kerja-kerja sosial-kemasyarakatan NU. Hal itu, katanya, sesuai dengan uraian yang terkandung dalam Khittah NU 1926 atau yang disebut juga dengan Khittah Nahdliyah.

Peran dan fungsi lembaga yang menjadi pusat penelitian dan pengkajian di NU tersebut, menurut Nasihin, juga tertuang dalam hasil Pertemuan Nasional Lakpesdam NU pada Agustus 2004 silam. Di dalamnya disebutkan tiga hal mendasar yang berhasil disepakati, antara lain, pertama, visi Lakpesdam membangun iklim yang dinamis dan konsisten terhadap visi kerakyatan, baik di kalangan jam’iyah maupun jamaah. “Melalui pengembangan sumber daya manusia yang kritis di lingkungan NU,” tandasnya.

Fans Gus Dur

Kedua, misi Lakpesdam adalah memperkuat kapasitas individu dan lembaga serta penguatan basis jamaah dengan membongkar paradigma fatalis. Ketiga, strategi penguatannya adalah mendorong semuan tingkatan struktur kelembagaan NU untuk melakukan perbaikan sistem, manajemen, penguatan institusi dan sumber daya manusia NU.

“Termasuk di dalamnya, pembenahan system organisasi dan pengkaderan serta sistem pengorganisasian masyarakat. Karena keberadaan NU tidak bisa terlepas dari masyarakat umumnya,” jelas Nasihin.

Fans Gus Dur

Dijelaskan Nasihin, 21 tahun kiprah Lakpesdam NU sejak didirikannya pada Muktamar ke-27 di Situbondo tahun 1984 silam terhadap penguatan organisasi, manajemen dan pengkaderan NU, masih menyisakan sejumlah catatan. Di antaranya adalah tidak seragamnya persepsi di tingkat pengurus wilayah dan pengurus cabang tentang paradigma dan mandat utama pembentukan Lakpesdam NU.

“Sementara, tantangan keadaan di luar, baik di tingkat lokal, nasional maupun global, menuntut adanya lembaga atau tatanan organisasi yang kuat dalam menghadapi dan menyikapi perkembangan kehidupan masyarakat secara luas,” ungkap Nasihin.

Catatan lain, imbuh Nasihin, pola koordinasi dan komunikasi antar-struktur Lakpesdam di berbagai tingkatan juga menjadi permasalahan mendasar. “Struktur kepengurusan Lakpesdam kan mengikuti struktur NU-nya. Di tingkat PWNU, maka ada juga PW Lakpesdam dan seterusnya. Akibatnya, seolah-olah tidak ada hubungan organisastoris secara langsung dan tidak saling berkoordinasi,” terangnya.

Kesamaan peran dan fungsi Lakpesdam, lanjut Nasihin, mestinya dapat menjadi sebuah kekuatan tersendiri yang cukup menentukan dalam perjalanan NU sebagai sebuah organisasi civil society. “Namun, berbagai kekuatan tersebut tidak berhimpun karena persoalan prosedural. Kekuatan tersebut masih terserak karena minimnya komunikasi yang saling menguntungkan,” pungkasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Pesantren Fans Gus Dur

Senin, 26 Februari 2018

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua Badan Nasional Penanggunlangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menilai, keluarga memiliki peran yang strategis dalam mencegah dan mengurangi tindakan radikalisme. Baginya, pada dasarnya radikalisme itu tidak bisa dideteksi karena itu adalah ideologi. Namun demikian, kalau setiap orang waspada, maka radikalisme bisa diidentifikasi.

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

“Biasanya guyub, terus tidak pernah keluar rumah dan terus-terusan berada di depan komputer. Ini juga harus kita waspadai,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia di Auditorium Gedung PPSDM Jakarta, Sabtu (22/7) sore.

Target-target terorisme, jelas Suhardi, adalah tempat-tempat yang ramai seperti swalayan, terminal, dan tempat kerumunan orang. Baginya, diantara suksesnya aksi teror adalah karena kewaspadaan orang-orang masih kurang.

“Seharusnya kita menguatkan kewaspadaan kita. Misalnya ada orang yang menerobos prosedur untuk diperiksa saat memasuki suatu tempat seperti bandara, gedung, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menceritakan, paham-paham radikalisme sudah masuk di dunia perkuliahan. Bahkan ada pejabat kampus seperti Dekan dan akan diangkat menjadi Rektor menjadi simpatisan daripada ISIS.

Fans Gus Dur

“Kemudian saya laporkan ke Menristek, kemudian dicopot setelah ditelusuri betul bahwa memang ada hubungannya dengan ISIS,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat markas mereka untuk wilayah Asia Tenggara. Namun karena pemerintah bergerak cepat dan tegas, maka mereka bergeser ke wilayah Filipinan.

“Poso pernah mau dijadikan pusat ISIS di Asia Tenggara, tapi karena polisi dan TNI kuat maka mereka bergerak ke Filipina Selatan, Marawi,” ungkapnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Fans Gus Dur

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Budaya, Doa Fans Gus Dur

Minggu, 25 Februari 2018

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim

Waykanan, Lampung. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Banjit kabupaten Waykanan, Selasa (4/11), memberikan santunan kepada 74 anak yatim piatu di daerah setempat. Penyerahan sumbangan yang bertema “Kita Susun Hati Yang Sama Lewat Cahaya Alim Ulama, Santuni Yatim Hindari Dusta Agama” ini, dihadiri sedikitnta 2.000 warga.

"Rencananya yang mau diberikan kepada anak yatim piatu sebesar Rp 8 juta, namun hanya terkumpul Rp7 juta sekian. Sumbangan dari berbagai pihak," ujar Ketua MWCNU Banjit Paimo di Banjit, sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung.

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim

Menurut Paimo, panitia menyediakan 1.300 kursi. Namun tidak semua hadirin mendapat tempat duduk. Pada kesempatan ini, Paimo meminta maaf karena masih adanya anak yatim piatu di tiga kampung yang belum bisa dijangkau untuk disantuni.

Fans Gus Dur

"Kami mengumpulkan dana dari pengurus ranting, dan donatur dari berbagai tempat. Tapi maaf, ada tiga kampung di seberang sungai Way Besay yang belum bisa kami sentuh. Mohon doa dan dukungan agar tahun depan kami bisa menjalankan kegiatan sama dan bisa menjangkau seluruh kampung yang ada di Banjit," ujar Paimo.

Santunan yatim diselenggarakan di halaman MTs dan MA Guppi asuhan KH Sugeng Utomo.

Fans Gus Dur

"Saya mengapresiasi kegiatan dilakukan MWCNU Kecamatan Banjit," ujar Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda.

Pada kegiatan itu, panitia menggalang dana dari para hadirin. Pada kesempatan itu, terkumpul infaq sebesar Rp 4 juta lebih dari warga Nahdliyin yang menghadiri acara bakti sosial ini. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Pesantren, Kajian Islam Fans Gus Dur

Sabtu, 24 Februari 2018

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Tarim, Fans Gus Dur. Universitas Al-Ahgaff merupakan salah satu universitas unggulan dan terkemuka di Hadhramaut-Yaman. Dengan tingkat kesulitan ujian semester yang cukup tinggi, sehingga mahasiswa yang belajar di sana dituntut untuk lebih giat dan ekstra dalam mempersiapkan ujian semester. ?

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Namun, ironisnya tak sedikit dari mahasiswa yang kurang beruntung dalam ujian karena belum bisa lulus (rosib). Walaupun demikian, pihak idarah (administrasi) masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang rosib untuk mengajukan taqdim (pengoreksian ulang) terhadap lembar jawaban soalnya dengan ketentuan membayar RY.2000.- dan uang tersebut tidak akan dikembalikan, toh hasilnya lulus ataupun tidak.

Merespons hal tersebut, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Yaman, menggelar Bahtsul Masail perdana pada Jumat malam (10/03) di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Ahgaff Tarim. Acara ini diikuti sejumlah mahasiswa Indonesia di Tarim Hadhramaut, Yaman. Sekitar 30 delegasi mahasiswa yang hadir menyemarakkan Bahtsul Masail tersebut.

Dalam forum BM tersebut, dibahas sejumlah persoalan. Diantaranya adalah jenis akad apakah praktek pembayaran uang peninjauan ulang (taqdim) tersebut?

Fans Gus Dur

Selanjutnya, delegasi pertama menawarkan jawaban, yaitu akad ini termasuk akad ijaroh. Hal ini sejalan dengan ta’rif di ijaroh. Pun dapat dikatakan mu’athoh karena tidak ada shighot di dalamnya. Berlandaskan dari pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhah.

Adapun delegasi yang lain, menawarkan akad ju’alah sebagai jawaban. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, perumus merumuskan untuk memandang pada beberapa hal.

“Fiqih itu berinovasi terus direhabilitasi, maka tidaklah mungkin dalam masalah ini diasumsikan tidak berakad dan tak dapat dihukumi oleh rasional semata. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa ketika seorang mahasiswa telah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Al-Ahgaff. Dengan itu Ia pun harus mematuhi segala tata-tertib dari universitas. Berdalil dengan apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, bahwa taat terhadap imam adalah wajib. Hal ini pun dikuatkan oleh sebuah kaidah; tashorruful imam ala al-ro’iyyah manuthun bil-mashlahah,” tegasnya.

Fans Gus Dur

Selepas itu, forum memutuskan bahwa praktik pengajuan koreksi ulang seperti diskripsi di atas termasuk kategori akad ijarah fil-dzimah al-sohihah. Hal ini berdasarkan dari kitab Asnal Matholib.

Kemudian bagaimanakah hukum penerimaan uang tersebut bagi pihak lembaga universitas tersebut ?

Hukum penerimaan uang pengoreksian ulang adalah diperbolehkan atas nama ujroh (uang upah). Apabila hal tersebut perkara yang mubah bersamaan dengan adanya letih. Sekiranya telah diketahui tentu diperbolehkan untuk mengambil upah. Maka, uang yang diterimanya adalah halal dengan adanya letih dan tujuan yang lain, sejalan dengan ? akad ju’alah.?

Acara berakhir sekitar pukul 23.00 KSA, seusai pembacaan do’a oleh Mushohhih. (Moh Azizi Al-Mahbub/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kajian, Meme Islam Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

Khutbah I



Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Jamaah shalat Jumat haafidhakumullah,

Tidak terasa kita sudah berjumpa Sya’ban lagi, bulan yang menandai bahwa kita semakin mendekati blan suci Ramadhan. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Secara bahasa Sya’ban berakar dari kata Arab “syi‘âb” yang bararti jalan di atas bukit. Makna “jalan” ini bisa dikiaskan dalam pengertian bahwa kita sedang menapaki jalan menuju Ramadhan, bulan yang paling dimuliakan dalam ajaran Islam.

Posisi bulan Sya’ban yang terjepit di antara Rajab dan Ramadhan itu rupanya membuat Sya’ban kalah populer dari keduanya. Kita tahu, Rajab diyakini sebagai bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa dahsyat: Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa yang dialami secara langsung oleh Rasulullah ini begitu membekas di benak umat Islam, bukan saja karena keajaibannya namun juga hasil dari peristiwa itu yang masih berlangsung hingga sekarang, yakni kewajiban shalat waktu. Rajab adalah salah satu dari empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. ? Disebut “bulan-bulan haram” (? ?) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Tentang bulan Ramadhan, tak perlu ditanya lagi. Bulan ini mendapat tempat khusus dalam ajaran Islam. Pada bulan ini seluruh ganjaran amal kebaikan dilipatgandakan. Di dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kasih sayang Allah ditumpahkan dalam sepuluh pertama bulan ini, pintu pengampunan dibuka lebar pada sepuluh kedua, dan pembebasan dari neraka diterapkan pada sepuluh ketiga. Umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Singkat kata, Ramadhan menjadi bulan spesial hubungan antara hamba dengan Allah.

Terkait tak begitu populernya bulan Sya’ban, Rasulullah pernah bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

”Usamah bin Zaid berkata, ‘Wahai Rasululllah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban. Nabi membalas, “Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasai)

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan, hari- hari utama (al-ayyâm al-fâdlilah) ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Dalam siklus bulanan, Imam al-Ghazali berpendapat bahwa bulan Sya’ban merpakan bagian dari al-asyhur al-fâdlilah (bulan-bulan utama), sebagaimana bulan Rajab, Dzulhijjah, dan Muharram. Bobot nilai puasa pada bulan-bulan utama lebih unggul dibanding pada bulan-bulan biasa. Berpuasa juga menjadi amalan yang jelas-jelas dicontohkan oleh Rasulullah sendiri.

Mengapa puasa? Puasa di bulan Sya’ban menandai tentang kesiapan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Semakin intensif seseorang melaksanakan ibadah di bulan ini, semakin matang pula kesiapannya untuk memasuki bulan Ramadhan. Di sinilah relevansi makna “jalan di atas bukit” bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban menjadi jalan mendaki untuk meraih puncak kemuliaan yang tersedia di bulan Ramadhan. Rasulullah sendiri bersabda bahwa beliau ingin ketika amal kebaikan diangkat, beliau sedang dalam kondisi berpuasa.?

Dengan demikian, kata kunci penting dalam hal ini adalah “kesiapan”. Kata ini pula yang sering diabaikan tatkala kita memasuki bulan Sya’ban. Kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan rohani untuk menerima suasana paling sakral dari bulan paling suci, yakni Ramadhan. Sehingga, kesiapan lebih berorientasi spiritual, ketimbang material.

Mungkin kita lihat perubahan suasana di sekeliling kita saat bulan Sya’ban tiba. Pusat-pusat perbelanjaan kian ramai, tiket-tiket stasiun atau pesawat dengan cepat ludes terbeli, jumlah belanja bahan pokok meningkat, dan lain sebagainya. Semua ini mungkin bisa disebut persiapan, tapi dalam pemaknaan yang sangat material, bukan spiritual.

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Dengan demikian, kita menyaksikan bahwa bukan hanya bulan Sya’ban yang dilupakan, bahkan makna bulan Sya’ban itu sendiri juga tak jarang diabaikan begitu saja. Kondisi duniawi kerap menyibukkan kita dengan hal-hal yang tak terlalu substansial. Tradisi atau “ritus” budaya tahunan sering menjauhkan kita pada kedalaman rohani yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari kita.

Yang tak kalah penting dicatat adalah bahwa bulan ini mengandung pertengahan spesial yang dikenal dengan “Nisfu Sya’ban”. Secara harfiah, Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban. Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Menurut Imam al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Syaban Allah SWT menganugerahi sepertiga syafaat kepada hamba-Nya dan seluruh syafaat secara penuh pada malam ke-14. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam Nisfu Sya’ban. Maksud menghidupkan malam di sini adalah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam Nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Semoga kita semua dianugerahi umur panjang yang barokah; diberi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan. Harapannya, kita semua dapat meningkatkan kualitas kehambaan kita dan merengkuh kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiin. Wallahu a’lam bish shawab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie

Jakarta, Fans Gus Dur - Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBI NU) menginstruksikan PW LPBI NU Aceh untuk bergerak ke daerah yang tertimpa gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya. Pengurus pusat meminta pengurus wilayahnya di Aceh untuk segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Mereka (PW LPBI NU) langsung bergerak, langsung assessment di kabupaten Pidie,” kata Sekretaris PP LPBNI NU Yayah Ruhyati kepada Fans Gus Dur di lantai 7 Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (7/12).

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie

Seperti yang sudah-sudah, PP LPBI NU selalu bekerja sama dengan BPBD setempat dan masyarakat untuk membantu kebutuhan korban bencana.

“Setelah mendapatkan hasil assessment dari tim di tempat bencana, kita kirim bantuan ke sana sesuai dengan kebutuhannya. Yang pasti kebutuhan paling penting itu tenda dan makanan,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

PP LPBI NU juga menerima bantuan dari mana saja untuk kepentingan korban bencana gempa bumi.

Sebagaimana diketahui, laporan assesstment awal gempa bumi di Pidie memakan korban meninggal dunia sebanyak 18 orang dengan rincian 7 anak-anak dan 11 dewasa. Korban luka-luka sebanyak 155 dengan rincian 122 orang luka ringan dan 33 orang luka berat. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Warta Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Kebaikan dan Keburukan Sekecil Apa Pun Dibalas Allah

Khutbah I

Kebaikan dan Keburukan Sekecil Apa Pun Dibalas Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebaikan dan Keburukan Sekecil Apa Pun Dibalas Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebaikan dan Keburukan Sekecil Apa Pun Dibalas Allah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah Az-Zalzalah, ayat 7 dan 8 sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan sebesar zaroh pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan sebasar zaroh pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula."

Zaroh adalah bagian terkecil dari sesuatu, yang di dalam Ilmu Fisika disebut atom. Allah SWT menegaskan bahwa tak satu pun perbuatan manusia, meski sekecil atom, lepas dari perhatian dan pengawasan Allah SWT. Perbuatan baik, betapapun kecilnya, pasti akan mendapat balasan. Demikian juga perbuatan jelek pasti akan mendapat balasan. Balasan bisa diterima di dunia ini, dan bisa pula di akhirat kelak. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada balasan yang tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari pergaulan sesama manusia. Dalam pergaulan itu, disadari atau tidak, kita sering melakukan sesuatu yang jelek, seperti bicara ceplas ceplos tak terkendali dan menyakiti orang lain. Orang-orang yang memiliki masalah ADHD, misalnya, biasanya berperilaku impulsif

Perilaku impulsif ditandai dengan ketidakmampuan atau kegagalan mengendalikan gejolak hati. Apa kata hati selalu dituruti, padahal dorongan hati tidak selalu baik. Orang-orang impulsif biasanya sangat emosional. Emosinya seringkali mengalahkan pikirannya meskipun mereka mungkin orang-orang yang sangat cerdas. Jika kita termasuk orang seperti ini, kita harus belajar bagaimana mengendalikan ucapan-ucapan yang tidak baik dan menyakiti orang lain. Kita harus bicara yang baik karena segala sesuatu yang baik merupakan sedekah sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA sebagai berikut:

 ? ? ? ? 

Artinya: “Setiap kabaikan adalah sedekah.”

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Oleh karena perkataan yang baik termasuk sedekah, maka perkataan itu pasti akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT. Untuk itu, orang-orang emosional atau pemarah harus belajar mengendalikan lisannya agar tidak bicara seenaknya yang dapat merusak hubungan antar personal. Orang-orang seperti ini biasanya memiliki konflik dengan orang lain. Di dalam keluarga mereka berkonflik dengan anggota keluarga lainnya, seperti dengan isteri atau suami, dengan anak atau orang tua, dan dengan kakak atau adik. Di lingkungan tetangga, mereka juga sering menjadi masalah. Di tempat bekerja, mereka juga sering cekcok dengan teman-teman sendiri. Di tempat-tempat ibadah, mereka juga sering membuat ketidak nyamanan orang lain. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Silaturrahim bisa terganggu disebabkan oleh perkataan-perkataan yang menyakitkan dari orang-orang emosional. Orang-orang yang sering kita sakiti baik dengan sikap maupun ucapan yang emosional pasti mengalami kesulitan untuk bersaksi bahwa kita orang baik. Padahal kita membutuhkan kesaksian seperti itu ketika kita telah meninggal dunia, misalnya pada saat dibacakan mahasinul mayyit kita dalam upacara takziyah atau layatan. Biasanya, kiai atau ustadz menanyakan kepada pelayat apakah si mayit orang baik. Bagaimana mungkin mereka yang sering kita sakiti akan bersaksi tanpa hambatan bahwa kita orang baik kalau setiap hari di masa hidup kita, kita sering melukai hati mereka? Kalau tokh mereka menjawab bahwa kita orang baik, mungkin mereka mengatakan hal itu hanya di lisan saja karena etika memang menuntut demikian. Padahal di dalam hati, mungkin mereka mengatakan yang sebaliknya. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah SAW bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” ( HR Muslim)

Jadi bicara yang baik itu sangat perlu dan kita harus bisa. Jika tidak, sebaiknya kita memilih diam. Mengapa demikian? Sebab setiap amal baik, sekecil apa pun, pasti akan di balas Allah SWT. Perkataan yang baik tidak saja mendapat pahala dari Allah SWT, tetapi juga secara sosial menciptakan suasana kondusif yang memungkinkan masyarakat untuk hidup bersama dengan damai dan tentram. Orang-orang tua kita sering berpesan, “podho-podho sing ngomong, mbok ngomongo sing apik.” Artinya, sama-sama mengeluarkan energi, yakni berbicara, bicaralah yang baik. Maka haruslah kita hindari ucapan-ucapan kotor seperti misuh-misuh, ucapan-ucapan kasar seperti menghujat atau menghardik sebab kesemuanya itu bisa menimbulkan ketidak nyamanan bagi orang lain. Ucapan-ucapan seperti itu pasti akan dicatat malaikat dan kita harus mempertanggung jawabkannya kelak. Pasti akan ada balasan, yakni siksa dari Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam ayat yang di awal telah disampaikan, yakni:

? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan barangsiapa mengerjakan keburukan sebasar zaroh, atau sekecil apa pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula.”

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Hidup di dunia ini hanyalah sebentar. Maka hendaknya hidup yang sangat singkat ini kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk menyiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk hidup abadi di akhirat nanti. Barangsiapa yang bekal akhiratnya sangat banyak, pasti akan hidup bahagia di surga bersama orang-orang saleh yang di ridhai Allah SWT. Barangsiapa yang bekal akhiratnya sedikit atau bahkan kurang, pasti akan sengsara di akhirat. Mereka akan menjadi geladangan yang mondar-mandir kesana kemari meminta pertolongan. Maka sisa hidup ini marilah kita isi dengan amal-amal saleh sekecil apa pun kesalehan itu agar kita selamat di dunia dan akhirat. Amin, amin, ya rabbal alamin.                                              

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa

Jakarta, Fans Gus Dur? . Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa melakukan serah terima jabatan Ketua Umum dari H Aizuddin Abdurrahman kepada Ajengan Mimih Hoiruman di Masjid An-Nahdlah, lantai 1 gedung PBNU, Jakarta pada Rabu (23/12).

Aizuddin Abdurrahman merupakan ketua umum hasil kongres di Lamongan, Jawa Timur, pada tahun 2012. Seharusnya, ia memimpin sampai tahun 2017. Namun karena diangkat menjadi salah seorang ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, terjadi kekosongan di Ketua Umum Pagar Nusa. Hasil rapat Pimpinan Pusat mengamanahkan kepada Mimih Haeruman.?

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa

Serah terima ditandai dengan penyerahan jas putih Pagar Nusa Aizuddin kepada Mimim Haeruman yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan beberapa Wakil Ketua PBNU Imam Pituduh dan Suadi Pranoto.?

Fans Gus Dur

Aizuddin berharap, peralihan antar waktu jabatan ketua umum tersebut akan menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Mimih. “Organisasi Pagar Nusa menjadi lebih baik, lebih besar sebgaimana dicita-citakan pendiri NU pada umumnya, dan pendiri Pagar Nusa pada khususnya,” katanya.

Fans Gus Dur

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Pagar Nusa yang memilihnya pada 2012. Serta memohon maaf tidak memimpin sampai selesai karena amanah barunya sebagai Ketua PBNU.?

Sementara Mimih Haeruman dalam sambutannya berjanji akan mengemban amanah sebagai Plt Ketua Umum Pagar Nusa. Dia berjanji akan mewakafkan jiwa dan raganya untuk membesarkan organisasi tersebut dan menjaga NU.?

Mengenai peralihan jabatan tersebut, Sekretaris Jenderal PSNU Pagar Nusa Muhammad Nabil Harun mengatakan, jabatan yang diemban Mimimh adalah Plt Ketua Umum karena bukan hasil kongres. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren Fans Gus Dur

Kamis, 11 Januari 2018

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

Pati, Fans Gus Dur. Berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama Nahdlatul Ulama di awal kemerdekaannya. Sejumlah ulama tanah air seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH ? Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyari merupakan tokoh yang ikut merumuskan berdirinya pondasi dan dasar negara Indonesia dengan mengakui UUD 1945 RI sebagai konstitusi negara berasaskan Pancasila dan bersendikan Bhineka Tunggal Ika. Ini artinya eksistensi Pancasila dan konstitusi negara Indonesia sudah sesuai dengan syariat dan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

Pesan tersebut disampaikan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam Halaqah Ilmiyah di Mahad Jamiah Mathaliul Falah, Kabupaten Pati, Jumat (21/4).?

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

"Para ulama yang ikut mengesahkan UUD 45 dengan asas Pancasila bukanlah ulama sembarangan dan bukan ulama kemarin sore. Mereka telah menghabiskan waktu lama untuk mendalami ilmu agama yang luas sekaligus mengamalkannya dalam tatanan kehidupan sehari-hari, maka ketika ada yang mengatakan NKRI dan Pancasila tidak sesuai dengan syariat maka artinya itu menghina para ulama kita," tegas mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

Dalam forum itu Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin,Rembang ini juga menyinggung perjuangan ulama dan rakyat NU dalam melawan penjajah dengan adanya "Resolusi Jihad" 22 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa dalam jarak masafatul qasr perang melawan penjajah adalah fardhu ain atau kewajiban setiap orang.?

Ketika ditanya soal Islam Nusantara, Gus Yahya menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan cara untuk menguatkan dan mewadahi semua elemen masyarakat Muslim Indonesia yang terdiri dari berbagai tradisi dan kelompok yang berbeda. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama sehingga membutuhkan nuansa yang dapat mengharmoniskan semua pandangan yang berbeda.

Halaqah diikuti para santri Mahad yang merupakan mahasiswa Institut Pesantren Mathaliul Falah. Selain itu turut hadir pengasuh Mahad, wakil rektor, dan sejumlah dosen IPMAFA. (Isyrokh Fuaidi/Zunus)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kyai, Tokoh, Pesantren Fans Gus Dur

Rabu, 10 Januari 2018

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat

Den Haag, Fans Gus Dur

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda akan menggelar koferensi cabang (konfercab) kedua pada 27-29 Maret 2017. Beberapa rangkaian kegiatan sedang disiapkan dalam rangka mematangkan konsep Islam Nusantara sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya Indonesia di ajang internasional.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCINU Belanda Fachrizal Afandi, tugas PCINU sebagai duta NU di luar negeri semakin berat dan menantang. Untuk itu, Konfercab PCINU Belanda kali ini layak menjadi momentum mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat.

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat

PCINU Belanda prihatin dengan menguatnya sentiment priomordial yang berdampak pada intoleransi dan kekerasan di berbagai penjuru dunia, termasuk di negara-negara dengan tradisi demokrasi dan hak-hak sipil yang kuat. Di benua Amerika Utara, tiga peristiwa penting yang baru-baru ini terjadi menggambarkan hal tersebut: kebijakan Presiden Trump mencegah warga negara dari tujuh negara Muslim masuk ke wilayah negara USA, pembakaran masjid di Texasm USA, dan penembakan membabi buta jamaah yang sedang shalat di sebuah masjid di Quebec, Kanada.

Fans Gus Dur

“Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan Muslim Indonesia kepada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis. Islam Nusantara harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka menghilangkan Islamophobia di Dunia Barat,” kata Fachrizal yang juga kandidat Doktor di Leiden University.

Fans Gus Dur

Rangkaian kegiatan ini akan dibuka dengan Konferensi Internasional dan Pameran Foto dengan tema “Rethinking Indonesia’s ‘Islam Nusantara’:? From Local Relevance to Global Significance". Acara ilmiah tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dan Vrije Universiteit Amsterdam. Sebagai kelanjutannya, pada hari kedua (28/3) akan diselenggarakan Konfercab PCINU Belanda yang bertempat di Masjid Al-Hikmah, Den Haag.

Dalam forum Konfercab ini juga akan dilakukan Bahtsul Masail untuk menjawab masalah-masalah keagamaan di kalangan muslim Belanda. Lantas, pada hari ketiga (29/3) akan diselenggarakan pemutaran dan diskusi film berjudul Jalan Dakwah Pesantren? di Universitas Leiden, Belanda.

Sebagai penutup rangkaian Konfercab ini adalah Gala Dinner dan Malam Kebudayaan. Acara ini diselenggarakan di KBRI Den Haag dengan menghadirkan enam duta besar Indonesia berlatar belakang santri yang bertugas di berbagai negara. Para duta besar ini akan menyampaikan pidato kebudayaan dengan penekanan pada bagaimana mempromosikan Islam Nusantara sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di negara mereka bertugas.

“Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rangkaian kegiatan ini, silahkan lihat di website kami (www.nubelanda.nl),” kata Ibnu Fikri, Ketua Panitia Konferensi Internasional. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kyai, Nasional Fans Gus Dur

Minggu, 24 Desember 2017

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet

Kudus, Fans Gus Dur. Menghadapi Pekan Olah Raga pelajar Daerah (Popda) 2013, Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa kabupaten Kudus menyeleksi atlet-atletnya di Balai desa Jepang Mejobo Kudus Jum’at (1/2) kemarin. Seleksi diikuti 135 atlet Pagar Nusa dari berbagai siswa-siswi sekolah dan madrasah di lingkungan Maarif NU Kudus.

Wakil ketua Pagar Nusa Kudus Miftah menjelaskan, seleksi ini untuk membentuk kerangka tim terbaik dalam menghadapi Popda bulan Maret mendatang. Begitu juga untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, meningkatkan tehnik bela diri dan mental bertanding.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet

“Dari jumlah 135 atlet yang ikut, kita ambil dua atlet dalam setiap bobot kelas sebagai tim Pagar Nusa,” katanya.

Fans Gus Dur

Miftah menambahkan, Pagar Nusa juga menggembleng pendekarnya dengan melakukan latih tanding dengan perguruan lain.

“Latih tanding antar perguruan pencak silat ini menjadi tradisi  warisan budaya pencak silat yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali,” jelasnya. 

Fans Gus Dur

Ketua Pagar Nusa Kudus Ali Rosman menegaskan, seleksi atlet  ini diadakan untuk meningkatkan prestasi para pendekar Pagar Nusa sehingga mampu meraih medali pada pertandingan Popda 2013. 

“Bukan hanya itu, keikutsertaan Pagar Nusa NU dalam Popda 2013 ini akan menargetkan juara Umum sehingga bisa mewakili Kudus pada  Popda tingkat Jawa Tengah,” tambahnya.

Pada tahun 2012 kemarin, katanya, pagar nusa mendapatkan 21 medali di berbagai bobot kelas mulai kelas A sampai kelas I.

“Ini menunjukkan bahwa pagar nusa NU siap meraih prestasi sebaik-baiknya,” pungkas Ali Rusman kepada Fans Gus Dur.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Pesantren, Quote Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar

Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang senantiasa dilimpahkan kepada kita. Kiranya, dengan bersyukur itu dapat menambah kepatuhan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Yakni menggunakan nikmat itu untuk melaksanakan semua perintah-Nya, dan untuk menjauhi segala larangan-Nya.





Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rahmat yang senantiasa dilimpahkan kepada kita. Kiranya, dengan bersyukur itu dapat menambah kepatuhan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Yakni menggunakan nikmat itu untuk melaksanakan semua perintahnya, dan untuk menjauhi segala larangan-Nya.

Fans Gus Dur

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Selain disebut sebagai bulan puasa, Syahrus Shiyam, Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul Qur’an atau bulan Al-Quran karena di bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah SWT berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS Al-Baqarah: 185)

Fans Gus Dur

Bagi umat Islam, ayat di atas bukan saja dipandang sebagai sebuah catatan tentang waktu diturunkannya Al-Quran, akan tetapi juga memiliki makna lain; yakni harapan tentang adanya sebuah malam di bulan Ramadhan yang dapat melipatgandakan ibadah seseorang hingga kelipatan seribu bulan. Malam itu dikenal luas dengan sebutan “Lailatul Qadar”.

Keinginan untuk mendapatkan Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah SAW sendiri menyeru umat Islam untuk menyongsong malam seribu malam ini dalam sabda beliau: Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR. Bukhari).

Kapan datangnya malam itu? Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Nabi Muhammad SAW selalu menjawab sesuai dengan apa yang perditanyakan kepada beliau. Ketika ditanyakan kepada beliau: “Apakah kami mencarinya di malam ini?” beliau menjawab: “Carilah di malam tersebut!

Hadirin Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Salah satu hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar adalah terpompanya kembali semangat beribadah umat Islam di sepertiga terakhir bulan Ramadhan.

“Lailatul Qadr” adalah malam penuh kemuliaan, sebagaimana termaktub dalam firman Allah SWT:

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr: 1-5)

Terdapat banyak riwayat yang menyebutkan tentang waktu terjadinya malam diturunkannya Al-Quran ini. Ada yang menyebutkan Lailatul Qadar terjadi pada tanggal 7, 14, 17, 21, 27 dan tanggal 28 Ramadhan. Sebab banyaknya riwayat mengenai kejadian turunnya Al-Quran ini, kiranya tidak mungkin mengetahui waktu tepatnya terjadi Lailatul Qadar. Namun umumnya umat Islam Indonesia meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Carilah sedaya-upaya kamu untuk menemui Lailatul Qadar itu pada sepuluh malam ganjil pada akhir Ramadhan”.

Barangkali terdapat sebagian dari kita yang bertanya mengapa waktu Lailatul Qadar tidak ditentukan secara pasti? Dengan kata lain mengapa Allah SWT tidak menjelaskan secara tegas tanggal berapa Lailatul Qadar terjadi?

Bisa jadi Allah SWT memang sengaja untuk merahasiakannya dan kita dapat memetik hikmah dari kerahasiaan Lailatul Qadar tersebut.

Jika berkaca pada fenomena umum yang terjadi di bulan-bulan Ramadhan, umumnya intensitas ibadah umat Islam terjadi di awal-awal Ramadhan. Namun semakin lama, semangat untuk beribadah semakin menurun, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Bahkan ada kecenderungan dipenggal di bulan Ramadhan. Masyarakat kita mulai disibukkan dengan segala hal yang berkenaan dengan persiapan-persisapan menghadapi lebaran yang sifatnya materil. Seperti mempersiapkan makanan kecil untuk para tamu yang berkunjung di hari raya, membeli peci, mukenah, sarung, baju baru hingga sendal dan sepatu baru untuk shalat Idul Fitri.

Terkadang kesibukan terhadap hal-hal yang sifatnya kurang substansial ini bisa menggeser keinginan untuk meningkatkan amal ibadah selama bulan puasa. Padahal jika kita tinjau lebih dalam kegiatan-kegiatan tersebut hanya bersifat melengkapi kebahagiaan puasa dan hari raya, tapi jelas fenomena ini sudah menjadi tradisi tahunan dipenggal terakhir bulan puasa.

Di saat-saat kritis ini, ketika konsentrasi umat Islam mulai terpecah kepada hal-hal yang bersifat materil, Allah memberikan bingkisan "Lailatul Qadar". Dimana segala amal kebajikan yang dilakukan di satu malam ini saja dapat mengalahkan intensitas ibadah yang dilakukan selama lebih dari seribu bulan. Sementara jika kita kiaskan waktu seribu bulan setara dengan delapan puluh tiga tahun tiga bulan. Sebuah "bonus" yang cukup menggiurkan.

Tak heran jika kemudian di akhir puasa tema Lailatul Qadar menjadi marak dibicarakan di seluruh lapisan masyarakat. Dan masjid yang semula mulai sepi kembali dipadati pengunjung. Dan dirahasiakannya waktu datangnya Lailatul Qadar membuat ibadah umat Islam tidak terpaku pada satu malam saja, namun sepuluh hari di akhir bulan Ramadhan.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Berdasar ayat 1-5 surat Al-Qadr di atas, malam Lailatul Qadar itu mengandung tiga macam kelebihan yaitu:

1.? Orang yang beramal pada malam itu akan mendapat pahala sebanyak lebih dari 1000? ? bulan yaitu 83 tahun empat bulan

2.? Para malaikat turun ke bumi, mengucapakan salam kesejahteraan kepada orang-orang? yang beriman.

3.? Malam itu penuh keberkahan hingga terbit fajar

Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, menyebutkan bahwa: Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, lalu beliau menjawab, “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR. Abu Dawud)

Menurut hadits Aisyah riwayat Bukhari, Nabi Muhamamd SAW bersabda: “Carilah lailatul qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan.” (HR.? Bukhari)

Menurut pendapat yang lain, Lailatul Qadar itu terjadi pada 17 Ramadlan, 21 Ramadlan, 24 Ramadlan, tanggal gasal pada 10 akhir Ramadlan dan lain-lain. Jadi, mengenai lailatul qadar dalam hal ini, tidak ditemukan keterangan yang menunjukkan tanggal kepastiannya.

Di antara hikmah tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadar adalah untuk memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridla Allah SWT kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. Jika malam Lailatul Qadar ini diberitahukan tanggal kepastiannya, maka orang akan beribadah sebanyak-banyaknya hanya pada tanggal tersebut dan tidak giat lagi beribadah ketika tanggal tersebut sudah lewat.

Namun ada banyak penjelasan mengenai tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar itu. Diantara tanda-tandanya adalah:

1.? Pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Muslim.

2.? Pada malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Hal ini berdasakan riwayat Imam Ahmad.

Dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: “Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

Nah, agar mendapatkan keutamaan lailatul qadar, maka hendaknya memperbanyak ibadah selama bulan Ramadlan, diantaranya, senatiasa mengerjakan shalat fardhu lima waktu berjama’ah, mendirikan Qiyamul Lail (shalat terawih, tahajjud, dll), membaca Al-Qur’an (tadarus) sebanyak-banyaknya dengan tartil (pelan-pelan dan membenarkan bacaan tajwidnya), memperbanyak dzikir, istighfar dan berdo’a.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Dalam Surat Al-Qadr (97) ayat 3-5 di atas disebutkan bahwa malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Jika dihitung-hitung secara matematis, seribu bulan sama dengan delapan puluh tahun tiga bulan. Jadi, barangsiapa yang berhasil meraih Malam yang penuh kemuliaan ini maka amal kebajikannya akan dilipatgandakan hingga hitungan ini serta segala dosa yang telah diperbuatnya akan diampuni. Keberadaan malam seribu bulan ini hanya ada di sepertiga terakhir bulan Ramadhan serta khusus hanya untuk umat Nabi Muhammad saja.

Dalam sebuah riwayat, Lailatul Qadar sebenarnya adalah buah dari keluh kesah Nabi? Muhammad kepada Allah SWT.

Suatu ketika Rasulullah mendengar kisah tentang seorang laki-laki dari Bani Israil. Dalam kisah tersebut, laki-laki dari Bani Israil itu disifati sebagai seseorang yang selalu menyandang senjata di bahunya. Ia berjihad di jalan Allah sebagai seorang martir (Mujahid) selama seribu bulan. Memang dalam sejumlah riwayat, usia manusia yang menjadi umat para Nabi sebelum Rasulullah sangat panjang. Ada yang mencapai tiga ratus bahkan ada yang mencapai tujuh ratus tahun.

Mendengar kisah tersebut Rasulullah merasa takjub dan teringat akan umatnya yang rata-rata berusia pendek. Oleh sebab itu Rasulullah pun kemudian berandai-andai seumpama saja umatnya dikarunia panjang umur seperti umat Nabi sebelumnya pasti mereka juga akan dapat lebih banyak beribadah kepada Allah.

Kemudian Rasulullah pun berkeluh kesah: "Wahai Tuhanku, Engkau lah yang telah menjadikan umatku sebagai umat yang berusia paling pendek sehingga mereka pun memiliki amal yang paling sedikit."

Sebagai balasan dari keluh kesah Rasulullah ini, Allah pun kemudian memberikan Lailatul Qadar sebagai karunia yang diberikan khusus untuk umat Nabi Muhammad. Dengan keberadaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini maka umat Islam pun tidak perlu berkecil hati karena memiliki usia yang jauh pendek dari umat-umat Nabi sebelumnya.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Hal yang paling penting untuk diingat dalam peristiwa Lailatul Qadar ini adalah diturunkannya mukjizat Nabi Muhammad SAW yang abadi hingga akhir zaman, yakni kitab suci Al-Qur’an. Dalam termonologi bahasa Arab, Mukjizat sebenarnya berarti sesuatu yang memiliki potensi melemahkan. Misalnya, Nabi Musa AS yang diutus kepada kaum Firaun yang terkenal dengan keahliannya di bidang ilmu sihir. Kemudian Nabi Musa diberi tongkat yang mampu mengalahkan sihir para tukang sihir Firaun hingga akhirnya mereka pun mengakui kelemahan sihir mereka dan mengakui bahwa tongkat Musa bukanlah sihir, tapi berasal dari kekuasaan Allah.

Sedangkan Nabi Isa AS, bangkit di masa berkembangnya ilmu kedokteran. Nabi Isa menghadapi kaum yang tunduk kepada hukum-hukum kebendaan dan tidak mengakui apa yang ada di luar alam kebendaan. Kemudian Nabi Isa dikarunia Mukjizat yang membuktikan adanya kekuasaan di luar hukum-hukum materi dengan kemampuannya menyembuhkan segala macam penyakit bahkan juga kesanggupannya menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.

Sebagai rasul akhir zaman, Nabi Muhammad SAW juga diberi sejumlah mukjizat. Dalam sejumlah riwayat Mukjizat Nabi tersesebut ada yang berupa kemampuan membelah bulan atau keluar air dari sela-sela jarinya serta mukjizat yang lain. Namun Ibnu Rusydi, seorang cendikiawan besar asal Kordoba (Spanyol Islam) yang layak disebut Mukjizat sebenarnya adalah Al-Quran.

Apa yang dikemukakan oleh Ibnu Rusydi ini sangatlah tepat. Al-Quran yang awal mula diturunkan di bulan Ramadhan merupakan bukanlah mukjizat yang bergantung pada pribadi seorang Rasul yang mana jika rasul tersebut wafat maka hilang pula lah mukjizat tersebut. Namun Al-Quran tidak akan pernah hilang dari muka bumi sebagaimana firman Allah:

? ? ? ? ? ? ?. Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya. (QS? Al-Hijr: 9)

Sementara isi dan kandungan Al-Quran merupakan oase yang dapat memberi petunjuk (hudan) bagi hidup manusia di dalam segenap aspek kehidupan mereka.

Prof Dr Roger Garaudy dan Dr Maurice Bucaille di Perancis pernah mengkaji dan menguji Al-Quran dari segi isinya. Di antaranya, Maurice Bucaille mencoba menguji berapa jauh kebenaran ilmiah ayat-ayat yang bersangkutan dengan proses kejadian manusia dalam Surat Al Hajj ayat 5. Dr Maurice Bucaille menemukan, bahwa ternyata penjelasan dari Alquran yang turun 15 abad yang lalu itu dalam menggambarkan asal muasal manusia, lebih tepat dari ilmu embriologi mutakhir. Hal itu secara jelas diditulis dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Man”.

Pengujian Graudy dan Bucaille tersebut hanya sebagian kecil dari keistimewaan Al-Quran. Lebih dari sepertiga manusia yang hidup di muka bumi ini percaya bahwa Al-Quran merupakan wahyu Tuhan yang terus dibaca sebagai petunjuk dalam mencapai kebagiaan hidup dua alam (alam dunia dan akhirat).? Masih banyak keistemewaan Al-Quran yang belum tersingkap dan menunggu kekuatan nalar dan kejernihan hati kita untuk menerjemahkannya.

Oleh sebab itu, dalam momen Ramadhan ini sudah selayaknya kita membaca Al-Quran bukan sekedar untuk mendapatkan pahala namun sekaligus memahami isi kandungan Al-Quran agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat membantu kita dalam mewujudkan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh kalangan dan diridhai oleh Allah SWT.

?

? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? .



Khutbah II



. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Humor Islam Fans Gus Dur

Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh

Bojonegoro, Fans Gus Dur? . PC Fatayat NU Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kemampuan kader perempuannya dengan menggelar Workshop ‘Sales Warrior’ bertajuk Jadilah Pejuang Ekonomi Keluarga Yang Tangguh di Hotel Layung Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (6/6) lalu agar kader Fatayat NU menjadi tangguh.

Kegiatan itu diikuti seluruh pengurus PC Fatayat NU Bojonegoro dan perwakilan dari seluruh PAC Fatayat NU Bojonegoro. Serta mengundang pengurus PC NU Bojonegoro, PC GP Anshor NU, PC Muslimat NU dan PC IPNU-IPPNU Bojonegoro.

Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh

Ketua panitia, Hj Muntafiah mengucapkan terima kasih kepada peserta yang ikut dan bantuan dari pihak lain. Pasalnya kegiatan ini untuk mencerdaskan bangsa, dengan mendidik kader-kader perempuan di Kabupaten Bojonegoro.

Fans Gus Dur

"Workshop ini dimaksudkan mengasah lebih jauh lagi kemampuan kader Fatayat NU Bojonegoro, sebagai pejuang ekonomi keluarga yang tangguh," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Hj Ifa Khoriya Ningrum mengungkapkan, kegiatan ini dalam upaya mencapai visi Fatayat NU Bojonegoro yang telah disusun dalam program kerja. Bahwa akan dilakukan kegiatan-kegiatan pelatihan dan seminar sebagai langkah riil.

Fans Gus Dur

"Dimana ? Workshop ini merupakan step ketiga dan tentunya akan ada pelatihan atau seminar lagi setelah ini. Sehingga seluruh kader Fatayat NU Bojonegoro dapat menjadi wanita yang berdaya dan tangguh," jelasnya.

Sedangkan perwakilan PCNU Bojonegoro, Zainuddin Azhari menuturkan, sangat mengapresiasi dan salut terhadap PC Fatayat NU Bojonegoro yang semakin hari semakin eksis dengan kegiatan-kegiatan yang bagus.

Tema workshop yang diangkat sesuai dengan salah satu dari tiga pilar berdirinya NU yaitu pilar Nahdlatut Tujar, dan yang paling penting ilmu yang diperoleh dalam workshop harus disebarluaskan pada kader Fatayat NU secara menyuluruh. "Sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah," ujar Zainuddin. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Nahdlatul Fans Gus Dur

Jumat, 08 Desember 2017

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa

Jombang, Fans Gus Dur

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang mengajak para kadernya untuk memahami dinamika yang berkembang di pemerintahan desa belakangan ini. Di antaranya terkait dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat hingga daerah.

H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang mengatakan bahwa perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap desa saat ini sangat luar biasa, bisa dilihat dari banyaknya dana yang dikucurkan ke desa. "Mulai pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah perhatiannya ke desa saat ini sangat luar biasa," katanya saat menggelar Ansor Peduli Desa di kantor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gudo Jalan Raya Gudo No 8, Ahad (20/3).

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa

Pada kondisi demikian, Ansor sebagai organisasi kepemudaan memiliki potensi untuk melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pemanfaatan dana tersebut. "Saya mau ketika ada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh desa, baik yang berupa kemashlahatan lebih-lebih yang bernuansa keagamaan, kader Ansor juga terlibat pada saat itu," ujarnya.

Jangan sampai pemuda Ansor tidak memahami perkembangan yang terjadi di desa saat ini, terlebih kader Ansor di Jombang tidak sedikit yang berada di pemerintahan desa itu sendiri, dan juga sebagai tokoh agama. "Apalagi kader Ansor rata-rata adalah bagian dari perangkat desa, tamir masjid, dan lain-lain," ungkapnya.

Gus Antok, demikian ia disapa, optimis Ansor akan memiliki nilai tawar untuk pemerintahan desa atau kabupaten tatkala bisa memahami sejumlah perkembangan yang ada di desa. Juga ikut andil dalam membentuk desa yang baik. "Ini adalah potensi yang ketika paham dengan dinamika saat ini, sangat memiliki nilai tawar yang luar biasa kepada pemerintah," ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ansor Peduli Desa diikuti oleh dua perwakilan Pimpinan Ranting GP Ansor dari empat kecamatan di Jombang. Di antaranya, Kecamatan Bandar, Perak, Ngoro, dan Gudo. Tak kurang dari 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut hingga rampung. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Lomba, Pesantren, Sholawat Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Warga Berbondong Hadiri Pasar Rakyat NU di Blitar

Blitar, Fans Gus Dur. Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan NU di Kota Blitar, Sabtu (26/1) sore mendapat sambutan menggembirakan dari masyarakat Blitar dan sekitarnya.



Warga Berbondong Hadiri Pasar Rakyat NU di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Berbondong Hadiri Pasar Rakyat NU di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Berbondong Hadiri Pasar Rakyat NU di Blitar

Ini dibuktikan dengan berbondong-bondongnya warga NU ke ? Lapangan PPIP, Sentul, Jalan Dr Mohammad Hatta, Kota Blitar, tempat dilaksanakannya acara.

Hadir Wakil Walikota ? Blitar, H Purnawan Buchori, yang datang mewakili ? Walikota Blitar, Mohammad Samanhudi Anwar ? SH yang sedang berada di luar kota. ? Hadir juga Rais Syuriyah PCNU Kota, KH Abdul Karim Muhaimin (Gus Karim), Ketua Tafidziyah NU, Drs Mohammad Bakir MPd, dan Wakilnya Mohammad Basit, Sekretaris NU Kabupaten Blitar yang baru Drs Maeduki dan wakilnya Mujianto.?

Fans Gus Dur

Pada kesempatan memberikan sambutan, Purnawan Buchori mengaku bangga dengan prakarsa panitia. Bahkan ia berharap acara serupa dilanjutkan ditingkat MWC dan Ranting NU di Kota Blitar.

Fans Gus Dur

“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan ini. Ini pas dan sejalan dengan program Pemkot Blitar terkait dengan ekonomi kerakyatan. Agar rakyat sejahtera dan tidak tergantung dengan pemodal besar. Bahkan kebijakan ? Pemkot Blitar, untuk melindungi ? rakyat kecil di Blitar, dilarang ? mall berdiri di Kota Bung Karno ini,’’ ungkap Pak Pur yang kini juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Blitar ini.?

“Ya, kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra. Tapi ? niat kami melindungi ? kepentingan rakyat kecil agar tidak tergilas dengan pemodal besar,’’ tambahnya.

Kegiatan pasar rakyat di Kota Blitar akan berlangsung hingga Ahad besok. Para pengunjung bisa mendapatkan beberapa bahan sembako dengan harga lebih murah daripada harga pasar. Demikian juga warga akan dihibur dengan live musik hingga jam sepuluh malam. “ Hiburan akan terus digelar selama acara berlangsung,’’ tambah Sidik.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Pesantren Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

Berhijrah Sebelum Terlambat

Oleh M. Akhfas Syifa Afandi

--Bagi umat Islam, bulan Muharram telah menyisahkan banyak memoar dalam ingatan. Berbagai peristiwa penting terjadi di bulan ini, peristiwa-peristiwa itu tak hanya menyisahkan kesan mendalam. Lebih dari itu, Rasulullah Saw. mewanti-wanti akan keutamaan bulan satu ini lewat pesan-pesan profetik beliau.

Seorang diantaranya al-Imam Zainuddin ibn Abdul Aziz ibn Zainuddin al-Malibary, telah mencatat rentetan peristiwa-peristiwa tersebut dalam bukunya Irsyad al-Ibad ila Sabil Al-Rosyad. Dengan membicarakan bulan Muharram, maka kita tak bisa mengabaikan peristiwa lain yang teramat penting, yakni hijrahnya Nabi Saw dari Makkah ke Madinah. Dua peristiwa ini seperti berjalan berkelindan, jika bulan Muharram menyimpan banyak keutamaan dan pahala yang berlipat ganda, maka hijrah Nabi Saw. telah mengajarkan nilai, norma, dan simbol ketaatan seseorang.

Berhijrah Sebelum Terlambat (Sumber Gambar : Nu Online)
Berhijrah Sebelum Terlambat (Sumber Gambar : Nu Online)

Berhijrah Sebelum Terlambat

Sebegitu pentingnya peristiwa hijrah, hingga para sejarawan muslim berusaha mendeskripsikannya dengan demikian gamblang. Ada pula yang mencari relasi antara hijrah dan bulan Muharram. Hijrah nabi (baca: perjalanan dari Mekkah ke Madinah) memang tidak terjadi di bulan Muharram, namun peristiwa penting ini telah menandai Muharram sebagai awal bulan dalam kalenderial Islam. Keputusan ini tak semudah yang dibayangkan, menyisahkan polemik dan pelbagai tanggapan. Dan yang menarik –diantranya– riwayat tentang Umar bin Khattab ra.. Suatu ketika, dalam pertemuan tertentu, seorang staf kekalifahan menyodorkan draf kegiatan di bulan Sya’ban, begitu menerima Umar kebingungan. “Bulan Sya’ban dalam draf ini yang telah lewat atau yang akan datang”, pinta Umar memohon penjelasan. Umar tak mendapatkan jawaban. Beberapa kolega yang hadir pun kebingungan, sebab saat itu belum ada patokan tentang tahun. Umar lekas mengambil sikap, beliau perintahkan para sahabat untuk membuat kalender Islam. Walhasil terjadilah perundingan, perbedaan pendapat sempat terjadi: dalam hal semenjak kapan penghitungan akan dimulai. Hal ini tak berlangsung lama, Umar segera bertindak dan para sahabat pun sepakat, awal kalender Islam dimulai semenjak hijrah Nabi Saw. dari Makkah ke Madinah. Sesaat sebelum penetapan, Umar terlebih dahulu meyakinkan para sahabat, “Pemilihan hijrah nabi sebab momen tersebut menjadi permisah atnara yang baik (hak) dan buruk (bathil)”, demikian pesan sang khalifah kepada para sahabat.   

 

Makna, relevansi dan kritik sosial

Seorang mufassir kenamaan abad ke enam hijriyyah, Abi Abdillah Muhammad ibn Ahmad ibn Abi Bakar atau yang dikenal dengan nama pena al-Qurtubi, menurutnya, hijrah ialah mobilitas dari satu tempat ke tempat lain dan berusaha mewujudkan kehidupan baru di tempat yang dituju. Sementara lawan kata Al-Hajr adalah Al-Wasl, yang berarti menyambung. Kata Al-Hijrah tak sendirian, kata ini mempunyai padanan, diantaranya Al-Hujroh dan Al-Muhâjaroh, ketiganya mempunyai arti yang sama, mobilitas ke negeri lain.

Fans Gus Dur

Sebuah penafsiran yang cukup dialogis dan sistematis diutarakan oleh seorang cendikia, pakar yuridis Islam, dan tokoh sufi kenamaan, Muhyiddin ibn Arobi, beliau mengatakan, dalam terminologi hijrah yang berupa perpindahan dari tempat tertentu (Al-Dihab fi al-Ard), para ulama mengklasifikasikan kedalam dua bagian, Haroban dan Tolaban. Khusus untuk bagian pertama terbagi menjadi enam, sala-satunya adalah Hijrah. Oleh Ibn Arabi hijrah disini diartikan sebagai perpindahan dari daerah konflik (Dar al-Harb) menuju tempat aman atau kawasan Islam (Dar al-Islâm), di masa Nabi Saw. hijrah semacam ini hukumnya wajib (fardlu) dan hingga saat ini jika dilakukan akan mendapat predikat yang sama, yakni kewajiban hingga hari kiyamat (Mafrudotun ila yaum al-Qiyamah).

Kata hijrah juga banyak ditemukan dalam al-Qur’an dan Hadist, namun ada beberapa ayat yang terang memerintahkan untuk hijrah, antara lain: Qs. An-nisa 3:100, Qs. Al-baqarah 2:218, Qs. Al-Anfal 8:74, dan Qs. At-Taubah 9:20. Sementara dalam hadis nabi Saw., diantaranya yang membicarakan tentang keutamaan niat, hijrah diartikan dengan meninggalkan keluarga dan tanah kelahiran menuju kota (Madinah). Yang menarik dari perintah hijrah, nabi memerintahkannya tidak atas dasar pencarian suaka atau perlindungan keamanan semata. Namun bersinggungan dengan masalah yang prinsipil, yakni menjadikan hijrah sebagai proses perjalanan ketaqwaan seseorang, maka tak mengherankan jika kemudian hijrah diartikan demikian beragam. 

Hingga pada taraf ini kita akan menemukan makna hijrah yang begitu luas. Seorang bisa saja berhijrah secara lahiriyyah, bisa juga bathiniyyah. Keduanya memberikan pilihan, untuk konteks zaman sekarang sepertinya tidak mungkin untuk berhijrah secara lahiriyah, maka bagian yang kedua adalah solusinya. Hijrah bathiniyyah adalah sebuah tawaran, manakala seorang tak mampu untuk berhijrah fisik, paling tidak mampu melakukan hijrah dengan cara berbeda: bermunajat dan taqorub pada sang khalik. Kita pasti berharap hijrah semacam ini dapat menjadi landasan seorang dalam mengambil langkah, sikap, dan keputusan. Kita bisa saja mengela, untuk kali ini tentu berbeda, karena hijrah adalah usaha untuk menggapai harapan yang lebih baik. Keputusan apapun tentu menginginkan hal yang terbaik. Namun tak selamanya dapat terwujud, dan hijrah adalah solusinya: keluar dari belenggu yang dihadapi. Disinilah kita akan menemukan makna hijrah yang demikian berbeda.

Berkenaan dengan hal tersebut, penggagas faham Tazkiyah an-Nafs, Ibnu Qoyyim al-Jauzy mendeskripsikan hijrah kedalam dua bagian. Pertama, hijrah lahiriyyah (jisim) sebagaimana makna hijrah diatas. Kedua, hijrah bathiniyyah (qalb), yakni berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Bagian ini lebih tepat diartikan sebagai hijrah spiritual, maksudnya hijrah selain kepada Allah untuk kembali kepada-Nya, beribadah selain kepada Allah untuk kembali mengesakan-Nya. Takut (khouf), meminta belas kasih (roja’), rendah diri (tawadlu), bersikap tenang (istikhanah) dan pasrah (tawakkal) selain kepada Allah untuk kembali kepada-Nya.

Fans Gus Dur

Ibu Qoyyim menegaskan, dengan hijrah bathiniyyah seorang berarti telah menggapai dua deminsi berbeda. Pertama, hijrah kepada Allah dengan menanamkan kasih sayang (mahabbah), senantiasa beribadah (ubudiyyah), dan menerima keadaan (tawakkal). Kedua,  hijrah kepada Rssulullah Saw. baik dalam meneladani tingkah laku atau ketenangan fisik (dohir) dan batin yang keduanya tetap sesuai dengan aturan syariat, dan menjadi tahapan dalam menggapai ridlo dan maqom tertinggi disisi-Nya.

Merenungi ungkapan Ibnu Qoyyim, kita telah menemukan makna hijrah yang demikian luas: hijrah tidak sebatas perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain atau mobilitas dari satu masa ke masa lain. Namun, hijrah diartikan pula sebagai perjalan spiritual hamba dengan Tuhannya. Maka tak berlebihan ketika seorang telah berhijrah, berarti ia mendapat predikat insan terbaik, karena hijrah adalah sikap, dorongan dan perjalanan ruhani dari semula kurang baik ke arah tatanan kehidupan yang lebih baik. Dalam penafsiran selanjutnya, kita akan menemukan perlunya mengaplikasikan hijrah dalam keseharian. Dalam kondisi tertentu kita tak selamanya berada dalam keberuntungan: kegalauan hidup, problem yang di hadapi dan masalah-masalah lainnya senantiasa menghadang. Disinilah hijrah diperlukan, keluar dari belenggu yang terus mengekang. Karena hijrah adalah solusi, maka kapan pun akan selalu menjadi prioritas.  

Menyelami makna hijrah, kita tak bisa mengabaikan penafsiran ulama tasawuf, mereka mempunyai penafsiran yang jauh lebih dalam. Menurutnya, hijrah terbagi kedalam dua kelompok, hijrah sughro dan kubro. Hijrah sughro secara definitif hampir sama dengan pengertian hijrah diatas dan mungkin dilakukan oleh banyak khalayak. Sedangkan hijrah kubro ialah perjalanan menembus batas (hijrotun nafs) dengan mengendalikan hawa nafsu dan menolaknya untuk kembali continu kepada sang pencipta jagat raya, Allah Swt. Taraf ini, tidak akan mampu di gapai  kecuali oleh orang yang mempunyai kehendak yang luhur (Himam as-Saniyyah) dan maksud yang luhur pula (Maqosid al-Ulya). Selain itu, dalam hijrah terdapat ihwal lain yang teramat penting, yakni adzan yang menurut pelaku sejarah, nabi Saw. baru melegalkan setelah hijrah beliau dari Makkah ke Madinah.

Seiring berjalannya waktu, belakangan mulai muncul pertanyaan yang mempertaruhkan relevansi hijrah. Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muawiyyah ra. paling tidak telah memberikan jawaban. Nabi Saw. bersabda, "Hijrah tidak akan terhenti (terputus) sampai terputusnya pintu taubat, dan pintu taubat tidak akan terhenti (tertutup) sampai keluarnya matahari dari ufuk barat (kiamat)". Hadist ini berbicara sampai kapan hijrah dapat dilakukan. Meskipun para ahli tafsir (mufassirin) mengartikan hijrah dalam hadist tersebut sebagai hijrahnya seorang muslim yang menetap di Negara non-muslim dan tidak dimungkinkan untuk mengikuti aturan-aturan dinegara tersebut. Hadist ini diakui berbicara dalam konteks bebeda, hal ini paling tidak menjadi legitimasi bahwa hijrah tetap relevan sampai kapanpun. Hanya yang dibutuhkan kini, bagaimana mengaplikasikan hijrah untuk kontek saat ini. Adalah hijrah sebagai sebuah solusi, hijrah yang adaptif dengan berbagai persoalan yang terjadi. Baik persoalan pribadi, bangsa atau umat beragama. Disinilah hijrah yang diharapkan, hijrah yang dapat menyelesaikan persoalan umat dan bangsa.

Kita patut bersyukur, penduduk bangsa ini bisa hidup rukun berdampingan. Namun kita juga patut mengelus dada, bangsa ini masih terlampau jauh untuk dikatakan subur-makmur. Sekedar mapan hidup pun sepertinya cukup sulit. Tapi siapa sangka ditengah palilit hidup, kita masih dikenal sebagai masyarakat yang hedonis, konsumerisme, dan yang tak ketinggalan prilaku para pemimpin bangsa yang sekenaknya ngemplang duit rakyat. Dalam kondisi seperti ini, kita masih disuguhkan berbagai sentimen umat beragama yang terus terjadi. Kita menyadari, sebagai umat beragama kita diatur oleh pranata atau aturan-aturan. Namun sepertinya selama ini agama hanya diingat disaat tertentu dan dalam kondisi tertentu pula. Kita telah kenyang, seringkali suguhan menarik tersaji, bayangan ‘kesalehan’ umat ada dimana-mana. Dengan penampilan khas berjenggot, berjubah, dan mondar-mandir membawa tasbih. Namun, pekertinya tidak sesaleh penampilanya. Pada bagian ini, relevansi hijrah kembali dipertaruhkan.

Disinilah perlunya kembali memaknai hijrah sebagai sebuah reposisi, di saat elan-elan penting dalam kehidupan terabaikan, hijrah semestinya menjadi pilihan. Persoalan yang dihadapi bangsa ini ataupun menjamurnya bayangan kesalehan umat, sejatinya telah menampilkan jati diri siapa sebenarnya bangsa kita. Ada banyak cara untuk keluar dari trem semacam ini, hijrah hanya salah-satunya. Untuk itu segeralah berhijrah sebelum anda terlambat!

M. Achfas Syifa Afandi, santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, penikmat kitab kuning, sejarah dan sastra-sastra populis

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Lomba Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe

Pamekasan, Fans Gus Dur. Selain menjadi sekolah percontohan budidaya tanaman Hortikultura, SMP Maarif 1 Kabupaten Pamekasan rupanya juga menghidupkan spirit berwirausaha. Para guru membimbing siswa-siswinya menjadi calon pengusaha yang mandiri.

Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe

Praktik pembuatan tempe kedelai menjadi salah satu kegiatan guna melejitkan jiwa pengusaha siswa SMP Maarif 1 Pamekasan. Siswa-siswi terlihat semangat mengikuti arahan dari guru biologi, Darul Kamal, Jumat (7/4).

"Untuk saat ini, pesertanya adalah siswa-siswi kelas 9a+b. Mereka berhasil memproduksi dengan sempurna," ujar Abu Siri, guru dan perintis berdirinya SMP Maarif 1 Pamekasan.?

Fans Gus Dur

Komposisi produksi tempe hanya dari dua bahan: kedelai dan ragi. Abu Siri berharap praktik tersebut bisa menjadi bekal bagi siswa sebelum dan setelah terjun ke masyarakat.

"Setelah ada di tengah-tengah masyarakat, kita harapkan mereka mampu menggalakkan ekonomi kerakyatan lewat home industry," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Nahdlatul, Pesantren Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Kemajuan tehnologi tidak serta merta mempermudah semua pekerjaan manusia. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dicapainya. Misalkan memahami realita, cinta, kasih sayang dan konsep kemanusiaan. Semua itu adalah di luar kemampuan tehnologi untuk membantu manusia. Begitu juga dengan kemampuan membaca, tehnologi secanggih apapun tidak akan bisa merubah manusia buta huruf menjadi melek huruf dalam hitungan tiba-tiba.Proses belajar  tidak akan bisa digantikan dengan tehnologi secanggih apapun. Manusia itu sendirilah yang harus berusaha. Dalam proses usaha inilah seringkali manusia lupa, bahwa apa yang dilakukannya masih dalam tatarab proses dan bukan tujuan akhir. Sehingga seringkali usaha itu berhenti sampai pada taraf proses saja.

Demikianlah yang terjadi di masyarakat kita. Pada awalnya penulisan al-Qur’an dengan tulisan latin seperti yang banyak dicetak dalam surat yasin merupakan usaha belajar membaca al-Qur’an. Tulisan latin itu pada awalnya memang diproyeksikan sebagai langkah awal membantu membaca al-Qur’an. akan tetapi sayangnya langkah ini berhenti begitu saja, karena banyak orang yang merasa cukup membaca al-Qur’an dengan tulisan latin, dan tidak mau berusaha meningkatkan usaha belajar membacanya dalam tulisan Arab.

Mengenai hal ini sebenarnya fiqih telah mewanti-wanti agar sedapat mungkin orang Islam belaja membaca langsung al-Qur’an dalam tulisan arabnya. Karena sesungguhnya berbagai aturan makhraj huruf itu terkandung dalam tulisan arab, bukan tulisan latin. Demikian keterangan dalam Hasyiyataa Qolyubi wa ‘amirah

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Ù�Ù�جÙ�ز Ù�تابتÙ� Ù�ا Ù�رائتÙ� بغÙ�ر اÙ�عربÙ�ة, Ù�Ù�Ù�ا Ø­Ù�Ù� اÙ�Ù�صحÙ� Ù�Ù� اÙ�Ù�س Ù�اÙ�حÙ�Ù�

Diperbolehkan menulis al-Qur’an dengan selain huruf Arab (latin semisal), namun tidak boleh membacanya dengan selain bahasa Arab. Dan demikian pula hukum menyentuhnya.

(Red/Pen. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pesantren, AlaNu, Humor Islam Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Selasa, 14 November 2017

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader

Padangpariaman,Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat terus melakukan pembenahan dengan konsolidasi kepengurusan Pimpinan Cabang di kabupaten dan kota. Kader Cabang-cabang yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) diminta mempersiapkan diri melaksanakan PKD lanjutan dan Konferensi Cabang (Konfercab).

Demikian diungkapkan Ketua Tim Carateker Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman pada rapat Tim Carateker PW Ansor Sumbar, Selasa (8/9) di batas Kota Padang – Padangpariaman.

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader

Dikatakan Rahmat, sesuai dengan SK Pengesahan Penunjukkan Tim Caretaker PW GP Ansor Sumbar tahun 2015 tertanggal 2 September 2015, menetapkan penasehat Rahmat Hidayat Pulungan (PP GP Ansor) dan Drs. Rusli Intan Sati, MM. Ketua Rahmat Tuanku Sulaiman, Sekretaris Hafnizon dengan anggota Armaidi, Firdaus, Zeki Ali Wardana dan Afriendi Sikumbang.

Menurut Rahmat Tuanku Sulaiman, dalam waktu dekat Tim Caretaker berkoordinasi dengan kader Ansor di sejumlah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. "Untuk lebih memaksimalkan kerja Tim Caretaker, masing-masing anggota mengkonsolidasi kabupaten/kota. Hafnizon (Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan), Afriendi (Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan Kota Padangpanjang), Armaidi (Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat), Zeki Ali Wardana (Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Pesisir Selatan), Firdaus (Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dhamasraya)," katanya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

"Kami berharap kader-kader Ansor, pemuda nahdiyin dan aktifis pemuda lainnya untuk menyiapkan diri masuk dalam kepengurusan Ansor di masing-masing Kabupaten/Kota. Sebelum dilaksanakan Konfercab, masing-masing pengurus diharuskan mengikuti PKD," kata Rahmat.

Rapat Tim Caretaker ini dihadiri Ketua Rahmat Tuanku Sulaiman, Sekretaris Hafnizon dengan anggota Armaidi, Zeki Ali Wardana dan Afriendi Sikumbang, minus Firdaus yang berhalangan hadir.

Di bagian lain, Rahmat menambahkan, pada Mei 2015 lalu PW GP Ansor Sumbar sudah melaksanakan PKD sebanyak 5 angkatan yang menghasilkan 205 kader yang sudah mengikuti PKD. "Syarat menjadi pengurus PC Ansor di Kabupaten/Kota harus mengikuti PKD yang disetujui oleh PP GP Ansor. Selain itu, instruktur PKD langsung dari PP GP Ansor Jakarta," tutur Rahmat mantan anggota KPU Kabupaten Padangpariaman ini. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan foto:

Rahmat Tuanku Sulaiman sedang memimpin Rapat Tim Caretaker, Selasa (8/9/2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Budaya Fans Gus Dur

Minggu, 15 Oktober 2017

Pengamat Tak Yakin Gus Dur Jadi Presiden Lagi

Jakarta, Fans Gus Dur

Bukan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) namanya bila tak membuat kontroversi. Pun pernyataannya tentang kesiapannya kembali maju menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (pilpres) pada 2009 mendatang ditanggapi beragam oleh banyak kalangan. Sejumlah pengamat mengaku tak yakin Gus Dur bakal menjadi presiden lagi.



Pengamat Tak Yakin Gus Dur Jadi Presiden Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengamat Tak Yakin Gus Dur Jadi Presiden Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengamat Tak Yakin Gus Dur Jadi Presiden Lagi

Pengamat Politik, Arbi Sanit, mengatakan, peluang Gus Dur menjadi presiden pada 2009 mendatang lebih kecil dibandingkan pada 1999 silam. “Kalau 1999 itu, kan bisa dikatakan calon presiden itu tidak ada. Orang-orang yang dianggap melebihi Amien Rais dan Megawati tidak ada," katanya di Jakarta, Kamis (20/9).

Menurutnya, Pilpres 1999 dan Pilpres 2009 jelas berbeda. Untuk Pilpres 2009, katanya, ada banyak calon yang menonjol untuk maju menjadi capres. "Kalau mau ada perubahan UU Pilpres sepertinya tidak akan mendapat banyak dukungan, karena urgensinya tidak ada. Bakal langsung kalah itu," terangnya.

Fans Gus Dur

Arbi menilai, saat menjadi presiden pada 1999, Gus Dur yang juga Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak memiliki prestasi dan kharisma yang luar biasa. "Kita tahu, saat memerintah dulu Gus Dur juga sering kesulitan memilih orang-orangnya. Jadi, kenapa PKB tidak mencari orang yang lebih sempurna dari Gus Dur," imbuh Arbi.

Fans Gus Dur

Senada dengan Arbi, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Maswadi Rauf, mengatakan, Pilpres 2009 bukan arena untuk Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur lebih pas jadi guru bangsa. Gus Dur, katanya, tidak cocok dengan jabatan-jabatan formal.

"Gus Dur sendiri kan pernah ngomong, dia bukan potongan presiden. Tapi, ya, kenapa masih mau juga. Presiden itu bukan arena Gus Dur. Dia harusnya jadi guru bangsa, jadi resi. Jangan urusi jabatan formal. Nanti orang repot ikut repot," tutur Maswadi.

Ia menilai, para pemimpin partai politik dan elit politik lebih memikirkan seleranya sendiri, ketimbang kepentingan rakyat Indonesia. "Di Indonesia itu ada masalah, yang dipentingkan kharisma sebagai kriteria dalam menentukan pemimpin, bukan prestasinya," kata dia.

Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Isra Ramli, berpendapat, saat masih menjadi tokoh alternatif dan belum pernah mencicipi kursi presiden, orang mengakui Gus Dur mampu menyatukan berbagai kalangan. Bahkan mampu menarik simpati. Namun, setelah berada di kekuasaan, Gus Dur tampil dengan dominasi dan hegemoni yang sangat eksesif (mau menguasai sendiri).

"Dan itu kemudian tidak diterima orang-orang yang merasa Gus Dur jadi presiden karena mereka. Mereka kemudian membuktikan Gus Dur tidak sehebat yang dikira," tutur Isra.

Meski komitmennya menjaga pluralisme diwujudkan, banyak pihak yang kecewa. Lewat Poros Tengah, para elit politik itu pun sepakat menjatuhkan Gus Dur. Saat kembali berada di luar kekuasaan, pengaruh Gus Dur tidak seperti saat dia belum menjadi presiden.

"Yang mau ditawarkan Gus Dur nanti apa. Orang akan melihat Gus Dur hanya akan membuat huru-hara politik baru. Dan, dari segi ekonomi, dia tidak kompeten. Jadi, dari segi demand, dia bukan pemimpin yang pas untuk saat ini," katanya.

Sementara itu, pernyataan bernada optimis dikemukakan Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI, Abdullah Azwar Anas. Ia menilai, perbedaan pendapat di kalangan pengamat politik merupakan hal yang wajar. “Tapi kan harus diingat, negeri ini bukan hanya milik pengamat," pungkasnya.

Politisi muda PKB ini menilai, sikap berani Gus Dur untuk kembali mencalonkan diri sebagai capres pada pemilu 2009 bukan tanpa perhitungan matang. Apalagi konteks deklarasi Gus Dur sebagai capres karena merespons realitas masyarakat yang kecewa dengan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena banyak janji-janji kampanyenya yang tidak terwujud. (dtc/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock