Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

Bandung, Fans Gus Dur. Kepala Kemenag Jawa Barat H Saeroji mengharapkan keterlibatan jajaran pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas guru agama di Jawa Barat.

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

“Kita harap PERGUNU berperan meningkatan profesionalisme guru dan membantu sosialisasi serta implementasi Kurikulum 2013 dalam proses belajar-mengajar,” kata Saeroji saat kunjungan rombongan PW PERGUNU Jabar ke Kantor Kanwil Kemenag Jabar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1).

Dalam kesempatan itu, H Saeroji menyebutkan 40.000 guru yang sudah menerima sertifikasi dari 130.000 guru di lingkungan Kemenag Jabar.

Fans Gus Dur

Sementara Wakil Ketua PERGUNU Jabar H Saepuloh berharap terjalin kemitraan stategis antara PERGUNU dan Kanwil Kemenag Jabar dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan agama.

“Agar pendidikan agama terarah pada landasan nilai-nilai keagamaan sebagai basis moral pengembangan karakter anak bangsa,” terang H Saepuloh.

Fans Gus Dur

Pada itu PERGUNU meminta kesiapan H Saeroji menjadi narasumber pada Pelantikan dan Mukerwil PERGUNU Jawa Barat pada Sabtu-Ahad (22-23/2) mendatang. Rombongan PW PERGUNU Jabar diterima langsung H Saeroji. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Lomba Fans Gus Dur

Kamis, 22 Februari 2018

Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan

Bandar Lampung, Fans Gus Dur. Memasuki pertengah bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Kelompok Studi Kader (Klasika) akan membuka Kuliah Ramadhan (Kurma) dengan tema Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman yang diadakan di halaman depan Rumah Ideologi Klasika, Jl. Sentot Alibasa, Gg. Pembangunan E, Sukarame-Bandar Lampung. 

Kuliah tersebut diadakan dalam dua sesi yaitu sesi I pada 9 dan 11 Juni 2017. Kemudian sesi II pada 16,17, dan 19 Juni 2017. Kedua sesi tersebut dimulai setiap pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. 

Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Studi Kader Gelar Kuliah Serial Ramadhan

Dalam release yang dikirimkan ke Fans Gus Dur, panitia menyatakan kegiatan ini diselenggarakan karena adanya keprihatinan terhadap tradisi intelektual yang mulai kendur sehingga mesti dikencangkan kembali, dimulai dari  kesadaran diri yang menjadi modal dan prinsip untuk dapat mengendalikan diri secara optimal, yaitu kesadaran tentang tiga pusat dalam diri yang meliputi pikiran, jiwa dan fisik. Materi pertama ini akan dipaparkan oleh aktor teater sekaligus Ketua Harian Komunitas Berkat Yakin (Kober) Alexander GB.

Pertemuan kedua akan membahas salah satu kasus tradisi intelektual yang sulit untuk dilakukan, terjadi di provinsi Patani, Thailand Selatan. Perilaku berkelompok atau berkumpul akan selalu dicurigai sebagai gerakan radikal terorisme. perkembangan tradisi intelektual sangat diawasi oleh pemerintah Thailand bahkan dengan mengerahkan satuan militer. Pencarian jalan keluar untuk menyelesaikan konflik antara pemerintah Thailand dan minoritas Muslim yang ada di Patani pun selalu diupayakan, salah satu titik pijak penyelesaian konflik tersebut adalah berdasarkan perspektif hukum Islam. Materi ini akan diulas langsung oleh mahasiswa yang sedang menjalani program magister di UIN Raden Intan Lampung yang berasal dari Patani, Hafeesee Soh.

Selanjutnya, pada pertemuan ketiga pada sesi II, dibahas maraknya praktik kesalahan dalam berlogika atau dapat diartikan sesat pikir, begitu banyak argumen atau pendapat-pendapat yang rancu dan merusak cara pandang, sehingga tradisi intelektual tidak lagi digunakan sebagai kekuatan untuk membangun, namun menjadi sebuah alasan yang kuat untuk memerangi atau memusnahkan. 

Fans Gus Dur

Argumentum ad hominem adalah salah satu macam sesat pikir, yaitu suatu argumen yang  ditujukan bukan kepada persoalan yang dibahas melainkan menyerang dan menjatuhkan pribadi lawan bicara. Diskusi atau tukar pikiran bukan lagi untuk sebuah pengetahuan yang lebih tinggi, melainkan untuk sekedar menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Pendalaman tentang kesalahan logika akan disampaikan oleh seorang penyair, yang juga menekuni kajian filsafat, keramik, serta seni rupa, yaitu Ahmad Yulden Erwin.

Fans Gus Dur

Berikutnya materi yang berjudul Islam Indonesia Islam Ramah oleh Alamsyah selaku dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Intan Lampung. Dalam hal ini Islam merupakan agama yang memberi kedamaian, bukan hanya bagi pemeluknya namun lebih luas kepada lingkungan dan alam sekitarnya. Berbagai bentuk keindahan yang terjadi seperti perdamaian antarumat beragama, toleransi, serta berbagai budaya merupakan penerapan nilai-nilai Islam, bukan seperti paham radikal yang berusaha merusak keutuhan bangsa dan merusak identitas kebudayaan yang telah ada di Indonesia. 

Peran pemerintah dalam dunia politik juga akan diulas oleh Khaidir Bujung, selaku anggota DPRD Provinsi Lampung. Berbagai sistematisasi dan dinamika dalam perpolitikan akan dijelaskan dengan lugas. Ia juga akan menyampaikan seperti apa wajah politik Indonesia di masa yang akan datang.

Kuliah Ramadhan ini terbuka bagi 25 Orang peserta. Bagi mahasiswa atau umum yang ingin bergabung dalam Kuliah Ramadhan dapat melakukan registrasi di Rumah Ideologi Klasika atau menghubungi narahubung di 0856 6462 6929 (A. Mufid)./ WA : 0895 3455 98643/ FB: Klasika Kelompok Studi Kader. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax Fans Gus Dur

Minggu, 18 Februari 2018

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Saya masih ingat dulu pada dekade 70-80-an, saya memiliki seorang teman yang menyebut dirinya “Mbak Sri”. Jangan dibayangkan dia seorang cewek karena dia sesungguhnya seorang cowok sebagaimana saya. Nama lengkapnya sebut saja Sri Wardono. Ketika Mbak Sri masih dalam kandungan, ibunya sangat berharap ia akan lahir sebagai anak perempuan. Maklum di keluarganya, belum ada seorang pun anak perempuan. Semua anak adalah laki-laki yang jumlahnya sudah 4 orang. Ibunya sangat mendambakan kehadiran seorang anak perempuan agar ia tak sendiri sebagai perempuan dalam keluarga itu. Di sinilah awal mula permasalahan.

Ibunda Mbak Sri, sebut saja Bu Basuki, memang sangat mengidamkan memiliki seorang anak berjenis kelamin perempuan sebagaimana dirinya. Dalam setiap doanya kepada Tuhan ia selalu menyatakan hal itu. Mbak Sri belum lahir saja, ibunya sudah menyiapkan nama anak perempuan “Sri Lestari” sekaligus pakaian anak perempuan yang bagus-bagus. Singkat cerita Bu Basuki berdoa keras agar Tuhan memberinya anak perempuan yang akan menjadi anak kelima dalam keluarganya.

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Mbak Sri akhirnya benar-benar lahir ke dunia bukan sebagai anak perempuan, tetapi sebagai anak laki-laki. Bu Basuki kecewa dengan kanyataan yang ada. Tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Ia masih memiliki kesempatan untuk tetap memberikan nama depan “Sri” yang sudah ia siapakan sebelum kelahirannya. Nama belakang Mbak Sri bukan “Lestari” sebagaimana rencana awal, tetapi sudah disesuaikan dengan jenis kelamin yang sebenarnya, “Wardono”. Jadi nama lengkap Mbak Sri menjadi “Sri Wardono”.

Dengan nama depan “Sri”, ibunya masih bisa berimajinasi bahwa anak kelimanya adalah perempuan karena nama “Sri” lebih umum dipakai untuk anak perempuan. Setiap hari Bu Basuki memperlakukannya sebagai anak perempuan. Baju-baju anak perempuan yang sudah disiapkan sebelum kelahirannya, tetap dipakaiankan pada anak itu. Ketika baju-baju itu sudah tak cukup untuk badannya yang sudah semakin besar, Bu Basuki tetap membuatkan baju-baju baru dengan model baju perempuan.

Fans Gus Dur

Penampilan Mbak Sri yang dipaksakan feminin oleh ibunya ini, sedikit demi sedikit mempengaruhi kejiwaannya. Hal itu tampak pada perilakunya. Misalnya, ia lebih suka bergaul dengan anak-anak perempuan dan mulai tertarik dengan sesama laki-laki. Dia belajar berjalan dengan langkah gemulai meski suaranya tetap seperti kodratnya sebagai laki-laki. Ketika dewasa jakun di lehernya tak bisa disembunyikan.

Fans Gus Dur

Hari demi hari terus berjalan. Tahun demi tahun terus berlalu. Mbak Sri telah tumbuh dan berkembang cukup besar. Ia harus sekolah sebagaimana anak-anak sebaya. Oleh orang tuanya, Mbak Sri didaftarkan sebagai anak laki-laki. Di sekolah ia memakai celana dan kemeja. Di rumah ia memakai rok. Hal ini berlangsung hingga ia duduk di kelas 4 SD. Saat itu umurnya telah mencapai 10 tahun.

Di usia kesepuluh itulah, ia dikhitankan oleh orang tuanya. Namun, ketika lukanya telah mengering dan sembuh, ia memutuskan memilih menjadi anak perempuan dan tidak lagi mau sekolah. Ia tinggalkan bangku sekolah dan tanggalkan seluruh pakaian laki-lakinya. Selanjutnya ia hanya mau memakai pakaian perempuan, terutama rok. Termasuk dalam hal ini ia tanggalkan sarung yang selama ini ia kenakan untuk shalat di masjid. Kemudian ia mengganti sarung dengan mukena sebagaimana perempuan.

Jika sebelumnya ia selalu shalat berjamaah di ruang laki-laki, sejak itu ia pindah ke ruang perempuan. Di ruang perempuan ini, ia memilih bersendirian di baris paling belakang. Atau kalau memang di sebelah kiri atau kanannya ada perempuan, ia bersikap hati-hati dengan mengambil jarak agar tidak bersentuhan kulit. Ia menyadari kelaki-lakiannya dan cukup tahu hal-hal yang bisa membatalkan wudhu. Ia tak ingin membatali wudhu teman-teman perempuannya.

Ketika usia Mbak Sri telah mencapai 25 tahun, ia mengadakan pesta ulang tahun di rumah sendiri dengan mengundang banyak tamu terutama kerabat dekat, teman-teman sesama waria dan tetangga sendiri. Saya juga termasuk yang diundang dan hadir dalam acara itu. Saat itu saya sudah kuliah, entah di semester berapa saya lupa.

Perayaan ultahnya yang ke 25 itu ternyata ia manfaatkan untuk mengumumkan perkawinannya dengan seorang gay yang selama beberapa tahun memang dikenal sebagai pacarnya. Tentu saja tidak ada ritual khusus seperti ijab qabul dan sebagainya dalam acara itu. Mbak Sri dan “suaminya” duduk berdua di kursi “pelaminan” layaknya perkawinan yang sebenarnya. Mereka juga melakukan adegan saling menyuapi makanan di depan para tamu.

Usia Mbak Sri kini sekitar 58 tahun. Sedang usia saya memasuki 53, atau? lima tahun lebih muda dari pada Mbak Sri. Saya tak tahu kabar Mbak Sri sekarang. Di mana kebaradaannya saya juga tidak tahu. Sejak puluhan tahun ia telah pindah ke kampung lain yang tidak saya ketahui. Saya berharap ia masih ada dan sehat-sehat saja. Saya ingin bertemu. Jika perlu, saya ingin menasihatinya sebagai seorang kawan di saat usia kami sama-sama sudah lebih dari setengah abad.

Fenomena Mbak Sri hendaknya membuka kesadaran masyarakat bahwa seorang LGBT belum tentu bersalah 100 persen, jika memang mereka harus dipersalahkan. Bisa jadi awal mula kesalahan perilaku seksualnya bermula dari orang tuanya. Hal lain yang perlu menjadi pelajaran berharga adalah para orang tua tentu boleh mendambakan seorang anak dengan jenis kelamin tertentu sesuai harapannya. Namun doa yang tidak pernah dipasrahkan kepada Tuhan akan berpotensi memaksakan kehendak.

Jika ternyata Tuhan menghendaki lain, orang tua bisa sangat frustrasi atas kenyataan yang ada karena kurangnya tawakal. Yang saya maksud dengan tawakal dalam hal ini adalah sikap menyerahkan kepada Allah SWT semata apa pun hasil dari apa yang diperjuangkan baik melalui usaha maupun doa-doa. Mbak Sri adalah contoh dari sikap orang tua yang tidak bisa menerima kehendak-Nya. Mbak Sri adalah korban. Padahal Allah SWT telah mengingatkan di dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran, ayat 159:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:“Ketika engkau telah membulatkan tekad (memiliki keinginan tertentu), maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal (kepada-Nya).”

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah SWT tidak melarang seorang hamba memiliki keinginan tertentu. Tetapi Allah SWT mengingatkan apa pun tekad seseorang untuk mencapai keinginan tertentu itu, dari yang sepele hingga yang muluk-muluk, pada akhirnya tekad tersebut harus dipasrahkan kepada-Nya karena Dia-lah Yang Mengatur Hidup ini.



Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Anti Hoax, Khutbah Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat

Blora, Fans Gus Dur



Setidaknya enam dari 17 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini tengah membangun gedung untuk sekretariat. Gedung Perkantoran tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan organisasi. Baik untuk kegiatan PCNU maupun banom-banomnya.

Enam MWCNU yang tengah membangun perkantoran antara lain MWCNU Blora I, MWCNU Banjarejo, MWCNU Kunduran, dan MWC NU Menden. Kemudian ada MWC NU Randublatung dan MWCNU Doplang.

Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam MWCNU di Blora Bangun Gedung Sekretariat

Ketua MWCNU Menden Imron Rosyidi mengatakan, pembangunan kantor sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan organisasi. Sebab, banyak kegiatan yang harus diputuskan melalui rapat bersama. Karena belum memiliki kantor permanen, akhirnya rapat sering dilaksanakan di sejumlah tempat. Salah satunya adalah di rumah pengurus atau warga NU.

“Kami berharap kantor MWCNU bisa segera rampung,” ungkap Imron, yang juga Kasi Pais Kemenag Blora.

Fans Gus Dur

Menurutnya, di MWCNU Menden, saat ini ada sejumlah amal usaha NU. Seperti puluhan Madrasah Diniyah dan TPQ, MTs Hasyim Asy’ari, SMA NU, SMK NU dan sejumlah MI NU. Selain itu, sejumlah banom seperti IPNU-IPPNU, GP Ansor, Muslimat, Fatayat, LP ma’arif dan Pagar Nusa juga cukup aktif.?

”Semua kegiatan tersebut membutuhkan pengendalian dan koordinasi, sehingga keberadaan kantor NU sangat diperlukan,” tambahnya.

Hal yang sama dikatakan Pengurus MWCNU Menden Karjo Thoyib. Menurutnya, MWCNU tengah berupaya mewujudkan Kantor NU. Sebab, dengan adanya kantor, maka kegiatan organisasi akan semakin lancar.

Fans Gus Dur

”Keberadaan kantor NU sangat penting. Sebab, sejumlah rantingyang ada di MWCNU Doplang berlokasi di tengah hutan jati. Sehingga diperlukan koordinasi bersama sesama pengurus,” ungkapnya. (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional, Senin (1/6) kemarin bersilaturahim ke kediaman Koordinator Nasional Gusdurian Alissa Wahid di Yogyakarta. Kunjungan sekaligus dalam rangka meminta saran serta arahan dari putri sulung Gus Dur ini.

Rombongan silaturrahim ini antara lain Presidium Nasional 1 dan 4 KMNU, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), BPH Regional 2, serta perwakilan pengurus inti KMNU UII, UGM dan UNY.

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Zimamul Adli, Presidium 1 KMNU, dalam kesempatan itu menjelaskan beberapa hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KMNU yang telah terselenggara di Jakarta, awal April lalu. Diantaranya adalah mengenai logo resmi KMNU Nasional dan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan KMNU di masa-masa awal berdirinya.

Alissa Wahid menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan NU (KMNU, PMII dan PKPT IPNU/IPPNU) tidak seharusnya saling mencurigai dan saling menegasikan. Ketiganya harus bisa bekerjasama dan bersinergi. Karena memang jamaah NU sangat banyak serta memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu ia mendorong agar ketiganya mengadakan musyawarah guna memperjelas diferensiasi di antara ketiganya.

Fans Gus Dur

Dalam pengkaderan, sebaiknya KMNU merancang sistem pengkaderannya sendiri yang original dan tidak meniru sistem pengkaderan organisasi-organisasi lain yang sudah ada. Ia memberikan contoh komunitas Gusdurian yang sukses dengan sistem pengkaderannya yang original. Sistem pengkaderan harus dirancang dengan baik dan telaten sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Fans Gus Dur

Ia juga menyarankan agar KMNU membentuk lembaga pengelola dana yang berfungsi untuk menghimpun donasi dari para alumni dan untuk membantu pembiayaan segala kegiatan yang diadakan oleh KMNU Nasional. Dengan cara itu diharapkan KMNU dapat menjadi organisasi yang professional dan mandiri dalam pengelolaan dana.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan dukungan yang sangat besar bagi hadirnya KMNU Nasional. Ia meyakinkan kepada seluruh pengurus KMNU mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga tingkat pusat agar tetap percaya diri dan jangan takut terhadap perubahan. Semua pengurus KMNU harus menjadi mahasiswa yang responsive bukan mahasiswa reaktif. Yaitu mahasiswa yang bukan hanya kritis, namun juga solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. (Muhammad Dliyauddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Demak, Fans Gus Dur. Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah, menggelar kegiatan “Jalsah Mubarokah” bersama Prof. Dr. Muhammed Faisal dan Prof. Dr. Hamdallah Mohammed Hafed Ibrahim dari al-Azhar Kairo, Selasa malam (26/8), di Masjid An Nur pesantren setempat.

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Forum bertema”Dialog Damai bersama Tokoh Ulama Timur Tengah dalam Rangka Pencegahan Terorisme” ini merupakan kerja sama Pesantren Futuhiyyah dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Peserta dialog terdiri dari para kiai, santri, serta pejabat pemerintah yang ada di wilayah Demak.

Pada kesempatan itu Hamdallah menjelaskan bahwa kini banyak muncul aliran-aliran yang menjurus pada terorisme. Menurutnya, setidaknya ada tiga prinsip untuk mencegah adanya pemahaman ekstrem tersebut.

Fans Gus Dur

Pertama, perteguh aqidah Ahlussunah wal Jama’ah, yakni dengan mengikuti paham ‘Asy’ariyah. Kedua, penyampaian syariat menurut Madzhab Empat (madzahibil arba’ah) dalam memahami al-Qur’an dan Hadits, yakni dengan mengikuti salah satu imam madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi, Hanbali.? Ketiga, penerapan ajaran tashawuf atau berakhlak secara terpuji (mahmudah) baik terhadap sang kholiq, diri sendiri, maupun sesama manusia. ?

Fans Gus Dur

Sementara itu, Mohammed Faisal menambahkan tentang pentingnya mencari ilmu. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah tidak mewariskan harta benda apapun kecuali hanya ilmu. Mohammed Faisal mengajak kepada semua hadirin untuk senantiasa bersemangat dalam mencari ilmu.

Pengasuh Pesantren Futuhiyyah KH Muhammad Hanif Muslih mengaku bersyukur atas kehadiran ulama al-Azhar Kairo. Ini merupakan kali pertama Pesantren Futuhiyyah didatangi ulama dari Mesir khususnya al-Azhar, karena yang selama ini yang berkunjung di Futuhiyyah adalah dari Yaman. (Abdus Shomad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia; menjadi penjelas (bayyinat) sekaligus menjadi pembeda (furqan) antara yang baik dan yang buruk. Petunjuk yang dijelaskan dalam Al-Qur’an meliputi hukum perkawinan, hukum waris, dan lain sebagainya. Hukum yang diterangkan secara umum dan garis-garis besarnya ada yang diperinci dan dijelaskan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, dan ada yang diserahkan pada kaum muslim sendiri melalui proses yang disebut dengan ijtihad.

Dalam rangka memposisikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk tentu perlu adanya upaya penggalian dan pemahaman dengan metode-metode tertentu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian menghasilkan sebuah penafsiran sebagai upaya untuk melakukan dialog antara Al-Qur’an dan ragam problematika zaman yang dinamis dengan membongkar makna terdalam atau pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Dalam peta keilmuan Islam, ilmu tafsir adalah ilmu yang tergolong belum matang, sehingga selalu terbuka untuk dikembangkan dengan berbagai metode, manhaj dan karakteristiknya, yang secara garis besar terbagi menjadi tafsir bil-matsur dan tafsir bir-rayi. Tafsir bil-ma’tsur diartikan sebagai tafsir yang dilakukan dengan jalan riwayat, yakni penafsiran yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, riwayat shahabat dan tabi’in, sedangkan tafsir bir-ra’yi didefinisikan sebagai upaya menyingkap isi kandungan Al-Qur’an dengan ijtihad yang dilakukan dengan mengapresiasi eksistensi akal.

Fans Gus Dur

Tafsir bir-ra’yi sebagai hasil penggalian, pemahaman, pemikiran, interpretasi dan komentar, tentunya mengandung kebenaran yang sifatnya relatif. Tafsir bir-ra’yi tidaklah mutlak atau absolut kebenarannya. Setiap hasil penafsiran tetaplah nisbi, oleh sebab itu, setiap penafsiran mempunyai potensi untuk mengalami kekeliruan. Tidak ada hasil penafsiran yang kebenarannya bersifat mutlak. Hal ini memberi arti, bahwa setiap hasil penafsiran dimungkinkan untuk dikritik.

Fans Gus Dur

Karena relativitas hasil penafsiran, maka jika ditelusuri terdapat kemungkinan adanya kekeliruan-kekeliruan dalam tafsir bi ar-ra’yi. Kekeliruan tersebut bisa jadi disebabkan karena mufassir tidak/kurang menguasai kaidah-kaidah serta ilmu-ilmu yang dijadikan persyaratan sebagai seorang mufassir, seperti bahasa Arab, asbabun-nuzul, nasikh wal mansukh, ilmu hadits, ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lain yang menjadi syarat keabsahan sebuah penafsiran.

Selain itu kemungkinan kesalahan juga bisa muncul dari tafsir bil-ma’tsur jika sumber-sumber yang dijadikan rujukan oleh mufassir kurang bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya sehingga menghasilkan sebuah penafsiran yang melenceng, yang pada klimaksnya menghasilkan ad-dakhil fit-tafsir yaitu penafsiran Al-Qur’an yang tidak memiliki sumber jelas dalam Islam; baik itu tafsir menggunakan riwayat-riwayat hadits lemah dan palsu, ataupun menafsirkannya dengan teori-teori sesat sang penafsir karena sebab lalai ataupun disengaja. Kesalahan tersebut menjalar di beberapa kitab tafsir ketika para mufassir kurang jeli meriwayatkan hadits. Ketika mereka meriwayatkan hadits tanpa mencantumkan para perawinya, kecuali rawi a`la (perawi yang menerima langsung dari Nabi SAW), bercampur-baurlah antara riwayat shahih, dhaif, dan ad-dakhil dalam kitab tafsir.

Sebagai jawaban akan problematika kerancauan kualitas hadits dalam tafsir bi al ma’tsur, tentu diperlukan sebuah upaya untuk menganalisis, membedakan dan mengelompokkan hadits-hadits shahih, dari riwayat yang kurang bisa dipertanggungjawabkan dalam tafsir bil ma’tsur, Di sinilah urgensi buku Majma’ al-Bahrain fi Ahadits al-Tafsir min Shahihain yang ditulis oleh Kiai Muda NU, Dr. KH. Afifuddin Dimyathi, Lc. MA.

Buku ini–sebagaimana yang dituturkan penulis dalam kata pengantar–sebenarnya bukan dalam rangka menjawab problem kerancauan kualitas hadits bahkan al-dakhil fit tafsir bil ma’tsur, akan tetapi upaya penulis dalam mengumpulkan hadits-hadits yang termaktub dalam kitab Shahihain hanya untuk membantu dan mempermudah para pemerhati dan pengaji Al-Qur’an dalam merujuk hadits-hadits tentang tafsir ayat Al-Qur’an. Walaupun penulisan buku ini bukan dalam rangka menjawab problem di atas, namun upaya penulis untuk mengumpulkan hadits-hadits dari kitab shahihain dalam sebuah buku tersendiri dapat dikategorikan sebagai langkah awal dalam menjaga orisinalitas tafsir bil ma’tsur dari masuknya riwayat-riwayat bermasalah dan penyelewengan penafsiran.

Sebelum memaparkan kumpulan hadits shahih, penulis lebih dulu memberikan pengantar dan penjelasan tentang hujjah penafsiran Nabi (baca: tafsir bil ma’tsur) serta ruang lingkup hadits nabi dalam sebuah penafsiran, baru kemudian memaparkan hadits-hadits yang berkaitan dengan tafsir atau yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an tanpa mencantumkan para perawinya kecuali rawi a`la.

Selain mengumpulkan hadits-hadits tentang tafsir ayat, penulis juga memasukkan hadits-hadits yang berkenaan dengan asbabun-nuzul (latar belakang turunnya ayat) dan keistemewaan sebuah surah, namun sayang penulis tidak memberikan syarhul hadits (penjelasan hadits) walau sekadar mufradat yang gharib (kosa kata yang asing). Di akhir tulisannya, Gus Afif–demikian panggilan akrab beliau–memaparkan secara singkat metodologi sumber primer buku yang ditulisnya yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Walhasil, buku ini sangat layak untuk dibaca, baik santri, akademisi bahkan kalangan awam sekalipun, serta sebagai koleksi perpustakaan. Akhiran, selamat membaca dan masuk dalam bahtera samudra ilmu tafsir dan hadits.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab

Referensi Resensi:

Jalaluddin al-Sayuthi, al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an (Beirut : Dar al-Fikr, 1951) Vol II

Jamal Musthofa Abdul Hamid, Ushul ad-Dakhil fi at-Tafsir Ayyit Tanzil, (Kairo: Jami’ah Azhar, 2001).

Muhammad Ali al-Shabuni, al-Tibyan Fi Ulum al-Qur’an, (Beirut : Dar al-Kutub Al-islamiyyah, 2003).

Muhammad Husein az-Dzahabi, al-Tafsir wal Mufassirun, (T.Tp : Maktabah Mus’ab bi Umair, 2004) Vol I

Data Buku

Judul? ? ? ? ? ? ? : Majmaal Bahrain fi ahadits tafsir min al-shahihain

Penulis? ? ? : Dr. Muhammad Afifuddin Dimyati, Lc. MA.

Penerbit? ? : Maktabah Lisan Araby, Sidoarjo

Tahun? ? ? ? ? ? : 2016

Halaman : 257

ISBN ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-74486 1-2

Peresensi: Umar AH, penikmat buku; alumni Pondok Pesantren al-Maruf Grobogan dan UIN Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Tegal, Santri Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi

Jakarta, Fans Gus Dur - Peneliti senior Kemenag RI Prof Dr Atho Mudzhar memandang posisi sekolah Islam yang dikelola pihak swasta terpinggirkan. Ia tidak menemukan perbedaan urgensi antara sekolah Islam negeri dan sekolah Islam yang dikelola pihak swasta.

Demikian disampaikan Prof Atho Mudzhar saat peluncuran Laporan Tahunan (Annual Report) 2015 oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Hotel A One Jalan KH Wahid Hasyim No 80 Jakarta, Senin (27/6) siang.

Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi

Prof Atho Mudzhar menyayangkan kenapa pihak pemerintah hanya memerhatikan sekolah Islam negeri. Padahal pesantren dan madrasah swasta tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan pemerintah.

Fans Gus Dur

“Sekolah Islam yang dikelola pihak swasta berhak menerima bantuan dari pemda dan kementerian-kementerian di luar Kemenag RI,” kata Prof Atho Mudzhar yang hadir sebagai narasumber diskusi laporan tahunan 2015 Puslitbang Penda.

Ia mengajak segenap pihak untuk tidak segan menurunkan bantuan kepada lembaga pendidikan Islam baik negeri maupun swasta. (Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Internasional Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik

Jakarta, Fans Gus Dur. Faktor kesukuan di jazirah Arab merupakan faktor yang turut mempengaruhi mengapa konflik di sana berlangsung tiada henti dari dulu sampai sekarang.?

KH Said Aqil Siroj yang menempuh pendidikan sarjana sampai doktor di Arab Saudi menjelaskan, partai politik maupun mazhab keagamaan basisnya kesukuan.?

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik

“Fanatisme kesukuan masih tebal sekali. Kalau kepala sukunya syiah, maka syiah semua. Kalau wahabi, ya wahabi semua. Kayak suku Tamimi, itu wahabi semua sejak dulu. Jadi kalau ada konflik mazhab, maka konfliknya menjadi konflik suku atau konflik politik,” katanya.

Fans Gus Dur

Maka, ketika ada perang mazhab atau perang politik, para ujungnya juga perang suku, sebagaimana yang terjadi di Yaman, yang saat ini muncul kesan kuat adanya peperangan antara kelompok sunni dan syiah, yang masing-masing didukung oleh Saudi Arabia dan Iran.

Dijelaskannya, pandangan masyarakat Arab tradisional tentang kepemimpinan adalah seorang pemimpin menduduki jabatannya sampai meninggal. Mereka tidak mempersoalkan berapa lama menjadi presiden, yang penting adalah jujur atau tidak sebagaimana para khalifah yang dulu memimpin sampai meninggal.?

Fans Gus Dur

Perubahan paradigma terjadi ketika banyak generasi muda yang pulang belajar dari Barat yang ingin mentransfer sistem demokrasi melalui Arab Spring, tetapi faktanya hal tersebut ternyata tidak mudah. Libya, Yaman dan Suriah kini menjadi negara yang dalam kondisi perang. Mesir meskipun kelihatannya damai, tetapi semu.

Mengenai hubungan antara Kerajaan Saudi dan ulama Wahabi, keduanya juga tidak selalu harmonis, tetapi mereka saling membutuhkan. Kerajaan Saudi tak akan kuat tanpa dukungan kelompok ulama wahabi, dan demikian pula sebaliknya.

Yang unik adalah, Kesultanan Oman. Meskipun secara resmi mereka mengikuti mazhab Al Ibadiyah, yang merujuk pada pemuka khawarij ? Abdullah Al Ibadi, tapi tidak ekstrim, sangat moderat, malah berbeda dengan kelompok yang mengaku sunni tapi radikal. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Anti Hoax, Berita Fans Gus Dur

Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa

Cirebon, Fans Gus Dur. Komitmen Presiden Joko Widodo membangun Indonesia dari desa ke desa sesuai Nawacita ditegaskan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Marwan melakukan sosialisasi dana desa dihadapan ribuan masyarakat umum, para alumni pesantren dan santri Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun, Cirebon, Ahad (29/5).

Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa

Marwan menegaskan, kenaikan anggaran dana desa setiap tahun menjadi bukti bahwa pemerintah sangat memprioritaskan desa sebagai salah satu program utama pembangunan.

Fans Gus Dur

"Membangun dan memberdayakan desa menjadi perhatian pemerintah. Ini dibuktikan dengan kenaikan dana desa hingga 125 persen pada tahun ini. Tahun lalu, pemerintah memberikan dana desa sekitar Rp 300 juta per desa. Tahun ini menjadi 600 juta hingga 800 juta per desa," tandas Marwan.

Fans Gus Dur

Masyarakat umum dan para alumni pesantren diminta aktif mengawasi penggunaan dana desa agar tepat sasaran. Marwan mengingatkan bahwa dana desa digunakan untuk tiga hal. Pertama, pembangunan infrastruktur desa semisal irigasi desa, talud dan drainase. Kedua, pembangunan sarana dan prasarana desa seperti ? Posyandu dan PAUD.?

"Ketiga, pengembangan kapasitas ekonomi desa. Contohnya mengembangkan koperasi, peternakan desa, pertanian desa dan Badan Usaha Milik Desa. Perlu dicatat, dana desa tidak boleh digunakan untuk membangun kantor desa atau hal lain di luar tiga hal tersebut," tegas Marwan.

Atas nama pemerintah, Marwan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa, masyarakat dan kalangan pesantren yang terus berpartispasi dalam pembangunan dan pemberdayaan desa serta menyukseskan program-program pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan itu, Marwan juga mengingatkan bahaya narkoba. Narkoba tidak mengenal status sosial. Narkoba bisa menyasar siapa saja, tidak pandang bulu. Para santri wajib menjauhi narkoba.

"Korban penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Narkoba sudah sangat jelas dan nyata adalah musuh bersama. Harus kita cegah agar korban tidak semakin banyak. Ini salah satu bentuk perjuangan dan khidmah (pengabdian) kita bagi masyarakat, bangsa dan negara," ujar Marwan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Anti Hoax Fans Gus Dur

Sabtu, 30 Desember 2017

Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat

Bandung Barat, Fans Gus Dur. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus terus berpegang kepada Kaidah Nahldatul Ulama ‘Al-Muhafadhotu Alal Qadimishalih Wal Akhdhu Bijadidil Ashlah’  yakni menjaga nilai-nilai yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik harus terus dilaksanakan oleh Jam’iyyah dan Jama’ah NU.

Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sampaikan Ceramah Maulid di Bandung Barat

Demikian pesan penting dalam taushiyah disampaikan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, senin (4/1) di Mesjid Al-Irsyad Kotabaru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Rais Aam menjelaskan, sekarang ini banyak aliran sempalan, pemikiran radikal yang mengganggu umat muslim di Indonesia. Pemikiran garis keras muncul dari pemahaman agama yang dangkal, pemikiran yang selalu melihat ajaran agama secara tekstual, tidak mau melihat pendapat para ulama salaf. 

Fans Gus Dur

“Para ulama selalu berijtihad karena tidak semua perilaku kehidupan ini ada teks Qur’annya. Selama itu menyangkut perbedaan paham atau madzhab itu ditoleransi oleh MUI atau PBNU, tapi jangan sekali-sekali membuat hal penyimpangan agama karena hal itu harus disingkirkan. Perbedaan pendapat harus ditoleransi dan penyimpangan harus diamputasi,” paparnya.

Fans Gus Dur

Menurut Rais Aam, untuk menjembatani itu, NU mempunyai prinsip tawasuth dan tasamuh. Mempunyai pemikiran moderat ditengah-tengah perbedaan pendapat. Pemikiran yang mengedepan mashlahat, tidak keras dan juga tidak bebas. 

Dalam bahasa agama Qaulan Layyina. Harus lembut cara menyampaikan pendapat dan isi pendapat tersebut disampaikan dalam bahasa lembut pula. Islam lahir di Indonesia begitu beragam, dan keberagaman dalam beragama saat ini NU menyebutnya dengan istilah Islam Nusantara. 

“Artinya Islam yang mengakui perbedaan dan keberagaman madzhab. Islam lahir apa adanya dari budaya leluhur yang tidak bertentangan secara Aqidah. Perbedaan pendapat jangan mudah disebut bid’ah. Perbedaan adalah baik dan yang bid’ah adalah telunjuk mereka yang suka tunjuk orang semaunya,” tandasnya.

Karena itu menurut Rais Aam, inti dari acara Maulid ini, harus terus menjaga persatuan, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyyah.  

Peringatan maulid ini terselenggara atas kerjasama pihak DKM Al-Irsyad Kotabaru dengan MUI KBB, PCNU KBB, Aliansi Ormas KBB, Kementerian Agama KBB dan Yayasan Kotabaru Parahyangan. Hadir Ketua PCNU KBB,  H Agus Mulyadi, Bupati KBB, H Abu Bakar, dan para Asisten serta jajaran dari Pemkab Bandung Barat. Kepala Kemenag KBB, H Asep Ismail, Ketua MUI KBB KH Mohammad Ridwan, dan Rais Syuriyah PCNU KBB KH Aa Maulana. (Saprudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax Fans Gus Dur

Rabu, 27 Desember 2017

Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia

Oleh Muhammad Mu’afi Himam

Kunjungan bersejarah Grand Syeikh Al Azhar, Prof Dr Ahmad Muhammed ath-Thayyib ke Indonesia memiliki pesan penting yang bersumbu pada kampanye Islam santun untuk dunia. Dengan memilih Indonesia sebagai latar orasi kemanusiaan dan perdamaian dunia, ketua umum Majelis al-Hukama Muslimin ini menyetujui posisi Indonesia sebagai “negeri tempat menyebarkan Islam sebagai agama yang menyerukan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Namun bukan sikap pesimis berlebihan, kondisi masyarakat muslim Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan? ath-Thayyib. Problematika radikalisme dan terorisme yang menjadi agenda utama pemerintah dalam membenahi masyarakat, menjadi? bukti bahwa keislaman Indonesia masih jauh dari kata moderat. Temuan peneliti LIPI menyebutkan, arus gerakan kekerasan yang dikembangkan secara tersembunyi dan sistematis menjadi kendala utama pemerintah serta beberapa ormas Islam dalam menangkal gerakan yang mulai menjamur sejak era roformasi ini.

Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia

Ideologi Radikalisme

“Saya percaya, selama ulama tidak bersatu terlebih dahulu, maka tidak ada harapan untuk menyatukan umat,” kata ulama kelahiran Qina, Mesir ini. Pada kenyataannya, kondisi ini memang sedang terjadi di dunia Islam, tak terkecuali Indonesia. Beberapa perselisihan tersebut didasari pada perbedaan yang rigid akibat fanatisme berlebihan pada seseorang maupun keyakinan tertentu. Tak hanya itu, menguatnya dukungan material dan spiritual pada tiap golongan semakin melebarkan jurang, alih-alih meredupkan perselisihan serta menebarkan perdamaian.

Mengakarnya kaderisasi kelompok radikal di beberapa kampus, yang sebagian besar merupakan kampus-kampus negeri, semakin menguatkan posisi gerakan ini di kalangan intelektual. Hal itu merupakan akibat dari gerakan yang sebelumnya telah menjamur di beberapa sekolah menengah yang tak terjamah tangan pemerintah. Bahkan, sikap intoleransi yang akrab dengan gerakan ini telah menyusup ke dalam birokrasi pemerintah.? Tak heran jika ada PNS bergabung dalam aksi demontrasi dengan organisasi Islam garis keras menolak Pancasila.

Fans Gus Dur

Selain itu, kondisi warga Indonesia yang berada di daerah konflik serta rawan konflik seperti seperti Timur Tengah, perlu mendapatkan perhatian khusus. Beberapa warga yang berstatus sebagai pelajar di kawasan ini mulai terjangkit pemikiran “ISIS bukanlah teroris. Bahkan, sebagian pihak yang terjun di daerah konflik mulai menyebarkan bibit ideologi ini kepada masyarakat Indonesia melalui jejaring media sosial.

Dengan munculnya beberapa kasus tersebut, terbukti segala elemen masyarakat serta birokrasi tak lagi steril dari paham intoleran dan fundamentalisme yang tak lagi terkontrol. Pemerintah sebaiknya tak perlu terlalu fokus pada insiden yang merupakan produk dari indoktrinisasi yang memang telah terbentuk sejak lama. Dengan momen kedatangan Grand Syeikh al-Azhar yang menekankan “kembali ke khazanah klasik untuk menyikapi perbedaan”, pemerintah bekerjasama dengan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah perlu memformulasikan konsep Islam toleran untuk ?ndonesia, yang hingga kini masih mengendap di permukaan. Konsep ini perlu segera digarap secara serius, bersamaan dengan usaha pemerintah menanggulangi radikalisme hingga ke akarnya.

Sunni-Syiah

“Sunni dan Syiah adalah saudara,” terang Grand Syeikh di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (22/02). Pernyataan ini sekaligus menegaskan pendapat ath-Thayyib perihal Syiah. Islam mempunyai lima prinsip utama, dan kelompok Syiah mayoritas tak menyangkalnya. ?

Pernyataan tersebut menjadi poin pertama yang disampaikan ath-Thayyib pada pertemuannya bersama Menteri Agama. Memang, isu ideologi Sunni-Syiah mengemuka, atau dikemukakan bersamaan dengan konflik kepentingan yang terjadi di Irak, Syiria dan Yaman. Lantas, beberapa ulama seperti Syeikh Ramadhan al-Buthi, Muhammad Taufik al-Buthi, Habib Ali al-Jufri, serta ath-Thayyib sendiri yang menentang gerakan pemberontakan di Syiria dengan mudahnya dikategorikan menjadi pendukung Syiah.

Fans Gus Dur

Gerakan ‘mensyiahkan’ yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia sebenarnya merupakan ‘gerakan sempalan’ yang pada hakikatnya juga berakar pada radikalisme, mengingat gerakan mereka semakin dibatasi dan mulai teridentifikasi sebagai golongan yang meresahkan. Dengan akar yang sama, tujuan gerakan ini pun sama, menanamkan ideologi intoleran pada masyarakat. Isu Syiah ini pada akhirnya berujung pada sikap saling mengafirkan sesama muslim. Oleh karenanya, sejak awal ath-Thayyib terus mengkampanyekan Sunni dan Syiah sebagai saudara.

Indonesia mungkin bisa belajar kepada masyarakat Mesir dan Turki dalam menghadapi konflik ideologi ini. Di Mesir, al-Azhar mengadakan program rutin yang melibatkan kelompok Sunni dan Syiah dari berbagai negara; Iran, Lebanon dan Syiria. Program ini meliputi pengajian bersama di bulan Ramadhan, peringatan 10 Muharram yang dirayakan oleh segenap elemen masyarakat, serta dialog antar mazhab. Di Turki, walaupun para pengikut Syiah yang identik dengan Jafariyah mempunyai masjid sendiri, namun ketika shalat Jumat masjid tersebut juga dipenuhi oleh para pengikut Sunni, shalat berdampingan tanpa kekerasan.

Persatuan

Grand Syeikh menegaskan, umat muslim sebagai mayoritas penduduk ?ndonesia tak boleh berdiam diri menghadapi problematika ideologi yang telah merambah hingga ranah ekonomi, sosial dan politik. Masyarakat seharusnya bergotong royong dan mulai mambangun jalan bersama mempertegas kembali identitas asli agama Islam sebagai agama anti kekerasan.

Bagi pemerintah, seruan ini merupakan momentum yang tepat untuk bekerjasama dengan para pemuka agama. Pemblokiran situs dan media sosial penyebar paham radikal, sosialisasi bahaya radikalisme serta operasi anti terorisme harus diiringi dengan proyek “kembali ke khazanah klasik” sebagai wahana untuk mempertegas identitas Islam Indonesia yang merupakan wujud dari Islam yang toleran, dan anti kekerasan sebagaimana perintah yang telah diulang berkali-kali dalam ayat Al Quran.

Harapan Grand Syeikh, Indonesia sebagai negara muslim terbesar mampu menjadi pionir dalam mewujudkan mimpi yang sulit dan berat, mempersatukan ulama dari berbagai mazhab dan aliran dalam satu wadah dan organisasi, saling bertemu dan bermusyawarah serta bersepakat pada satu pendapat yang dapat disampaikan ke masyarakat. Mampukah Indonesia?





*Alumni Universitas al-Azhar, Kairo. Sedang menempuh pendidikan Master di Uluda? Üniversitesi Departemen Filsafat dan Studi Agama, Turki.











Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Tokoh, Anti Hoax Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan

Probolinggo, Fans Gus Dur. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Timur mengawal pemilihan Ketua IPPNU Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, sudah dua periode organisasi pelajar tersebut vakum, tidak ada kepengurusan dan kegiatan.

Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan

Fakhriyah, Bidang Kaderisasi IPPNU Wilayah Jawa Timur mengatakan, vakumnya IPPNU di Kraksaan adalah permasalahan organisasi yang cukup serius, “Karena itu Wilayah memimpin langsung pemilihan ketua IPPNU,” katanya kepada Fans Gus Dur, Jumat (/24/5).

Menurutnya, pengurus yang akan terpilih harus mengobarkan semangat untuk selalu berkiprah dalam memajukan organisasi, “Dukungan keilmuan, materi, dan emosi dengan pengurus yang lainnya sangat penting bagi keberlangsungan organisasi,” tambahnya.  

Fans Gus Dur

Dengan musyawarah mufakat, secara aklamasi, Nur Indah Mu’tamarah terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan di gedung PCNU Kota Kraksaan pada Jum’at (24/5.

Sekretaris PCNU Kraksaaan Fauzan mengatakan, vakumnya kepengurusan IPPNU disebabkan minimnya kader, “Sebab masyarakat mengatakan bahwa kepengurusan IPPNU harus berasal dari kalangan pelajar, “padahal tidak demikian. Ada AD/ART yang telah mengatur tentang hal ini,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Hal tersebut, sambung Fauzan, berimplikasi pada tidak adanya Konfercab IPPNU di kota Kraksaan.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

Pedang Cinta

Oleh Abdullah Zuma

Ketika duduk di bangku SMA, saya beruntung mendapat guru-guru yang menguasai mata pelajarannya. Salah satunya guru bahasa Indonesia. Dia sangat menguasai segala tetek-bengek pelajaran ini; mulai dari tata bahasa, apresiasi sastra, hingga wacana, dan lain lain. Maklum sudah puluhan tahun dia menekuni pelajaran ini. Tak salah jika dibilang guru senior atau gaek. Usianya hampir kepala tujuh. Perawakannya kurus tinggi, mirip Pramudya Ananta Toer.

Pedang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pedang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pedang Cinta

Konon, guru yang satu ini dulunya dia perokok berat. Tapi karena sempat mengidap penyakit paru-paru, dia ambil langkah seribu dari dunia nikotin. Biasanya, saat mengajar, dia pantang berdiri atau mondar-mandir di muka kelas. Ciri khasnya, sering menyelipkan guyonan dalam mengajar. Murid-murid jadi tidak jenuh. Tapi, kadang melarang ketawa. Susah benar! Ini yang kadang jadi persoalan. Dan selalu mencak-mencak jika pembicaraannya tidak diperhatikan. Kalau yang ini wajar, siapa pun pasti marah kalau pembicaraannya diacuhkan.

Suatu ketika, pelajaran membahas intonasi. Dia begitu semangat membahasnya. Padahal menjelang istirahat. Kelas lain ada yang mencuri start meninggalkan kelas. Konsentrasi penghuni kelas jadi buyar karena ada yang tak tahan lapar, kebelet ingin ke toilet, hendak menemui seseorang atau memang malas belajar. Tampak sebagian teman berbisik-bisik dengan teman sebangkunya. Sementara yang lain ngobrol tak karuan. Kelas terdengar gemeremang seperti di pasar, atau nyaris seperti tawon hijrah.

Fans Gus Dur

“Diam....!!!!” bentak Pak Guru sambil menggebrak meja.

Kontan suasana kelas saya berputar 180 derajat. Sekarang seperti di kuburan malam Jumat Kliwon. Tatapan penghuni kelas langsung memusat ke meja guru supaya terkesan memperhatikan.

Fans Gus Dur

“Begitulah intonasi saat marah...” kata Pak Guru sambil membetulkan letak kacamatanya.

Teman-teman yang meyimak pelajaran, terdengar ketawa terbahak-bahak. Semantara yang lain, masih bertanya-tanya; menertawakan siapa atau apa? Tidak paham kedua kalinya.

Bel tanda istirahat pun berbunyi. Dada penghuni kelas terasa plong. Setelah mengucap salam, Pak Guru pun keluar dengan santai. Padahal habis membentak.

Teman-teman yang tidak tahu duduk permasalahan, bertanya kepada teman-teman yang tadi ketawa. Tapi kemudian mereka terdiam karena Pak Guru masuk kembali.

“Ada yang melihat pedang cinta Bapak?” tanyanya.

Sekarang teman-teman terperengah mendengar istilah yang tidak akrab di telinga.

“Pedang cinta?”

“Apaan tuh..., Pak?” tanya salah seorang.

Dia tak menjawab, malah sibuk meneliti meja guru dan membalik-balikkan buku.

“Ini!” katanya sambil tersenyum.

Alamak..., Ternyata sisir.

Jumat, 09 Mei 2009



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax Fans Gus Dur

Selasa, 12 Desember 2017

Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi

Surabaya, Fans Gus Dur. Umat Islam Indonesia harus belajar dari situasi yang terjadi di Timur Tengah. Jangan sampai kondisi damai yang ada di negara ini justru rusak karena hadirnya ajaran menyimpang, terutama dari kelompok Wahabi.

Peringatan ini disampaikan Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman Al-Khauli Al-Rifai Al-Husaini saat mengisi materi Daurah Aswaja Internasional di gedung PWNU Jawa Timur, Ahad, (13/3).

Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Samir Ingatkan Muslim Indonesia akan Bahaya Wahabi

"Jaga Indonesia dari pengaruh ajaran yang menyimpang dari Ahlussunnah wal Jamaah. Kita jaga teguh ajaran yang penuh keteduhan ini jangan sampai diganggu dengan aliran ekstrim," katanya.

Dengan menggunakan bahasa Arab, Syekh Samir menjelaskan, Islam menyebar di negeri ini tanpa kekerasan apalagi pertumpahan darah. "Islam datang ke Indonesia lewat perdagangan. Dan karena akhlak pembawanya akhirnya menimbulkan simpati sehingga masyarakat berbondong-bondong memeluk Islam," ungkapnya.?

Guru besar asal Lebanon ini kembali mengingatkan jangan sampai di negeri ini terjadi pertumpahan darah lantaran kemunculan aliran yang gemar mengafirkan antarkelompok seperti yang dilakukan Wahabi.

"Tugas (menebar kedamaian) ini ada di pondok pesantren masing-masing peserta (dauroh) untuk saling bersinergi menjaga kondisi negeri agar tetap damai," terangnya. ?

Fans Gus Dur

Oleh karena itu, syekh yang datang dengan mengenakan farwa atau baju kebesaran berwarna kuning emas tersebut mengingatkan peserta untuk menjaga diri agar tidak mudah terpengaruh golongan Wahabi yang bertentangan dengan Aswaja. "Kita harus selalu mengingatkan akan bahaya mereka (Wahabi)," katanya dengan suara lantang.

Sebagai bukti, Syekh Samir memaparkan bahwa dalam sejarahnya mereka mengaku dirinya sebagai Salafi atau pengikut ulama salaf. "Tapi pengakuan itu adalah dusta," sergahnya. Karena dalam perjalanannya, ketika kelompok ini menguasai sebuah negara dan akan menyatukan dalam sebuah barisan, padahal yang dilakukan adalah mengakafirkan bahkan membunuh kelompok muslim lain.

Fans Gus Dur

"Apa yang dilakukan mereka adalah memorak-porandakan sebuah negara dan kemanusiaan," katanya.?

Kepada negara dan kawasan yang dimasuki, lanjut Syekh Samir, Wahabi akan menebarkan bom, bunuh diri, takfir atau mengafirkan siapa saja yang tidak sepaham, lanjutnya.

"Untuk di Indonesia, Wahabi kerap mendirikan pesantren, lembaga kursus komputer yang di dalamnya mendoktrinkan ajaran ekstrim yang justru bertentangan dengan Aswaja," jelasnya.?

Karena itu Syekh Samir menyarankan agar jangan sampai mempercayakan pendidikan dan keterampilan generasi muda kepada mereka yang justru nantinya akan menentang Aswaja.

Di akhir ceramahnya, syekh mengajak peserta untuk menirukan kalimat yang diucapkan terkait tauhid, bahwa tiada sesuatu yang menyerupai-Nya (Allah). "Allah ada tanpa tempat," pungkasnya dengan bahasa Indonesia yang fasih. (Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga

Setiap individu berhak mentasarufkan harta benda dan kekayaannya sesuai keinginannya, asal tidak melupakan kewajibannya berzakat, bersedekah dan infak. Karena setiap harta benda yang dimiliki terdapat hak orang lain di dalamnya.

Kekayaan dan harta benda yang dimiliki seseorang haruslah dijaga dan dirawat serta digunakan demi kemaslahatan dan kebaikan. Tidak diperbolehkan menggunakannya untuk kejahatan dan kerusakan apalagi sampai membahayakan kehidupan orang lain.

Demikianlah keterangan dalam Kitab Fatawa Isma’il Zain bahwa,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjing dan Sihir sebagai Penjaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga

Menjaga kebun dengan sihir tidak diperbolehkan karena menggunakan sihir secara mutlaq hukumnya adalah haram. Sedangkan menjaganya dengan doa-doa atau dengan anjing yang terlatih maka hukumnya boleh.

Secara tekstual pelarangan penggunaan sihir untuk keamanan adalah hal yang dilarang oleh agama, karena hal itu bertentangan dengan aqidah dan membahayakan orang lain yang terkena dampak dari sihir tersebut. Begitu juga dilarang memagari rumah dengan aliran listrik yang mematikan. Sungguhpun hal itu tidak bertentangan dengan aqidah tetapi sangat membahayakan orang lain.

Oleh karena itulah Islam mengajarkan berbagai doa yang berguna untuk ‘mengamankan’ harta benda, kekayaan dan segala milik agar terhindar dari kejahatan orang lain. Andaikan diperlukan, maka menggunakan jasa hewan seperti anjing yang telah terlatih sebagai penjaga, hukumnya boleh-boleh saja. Dengan catatan anjing tersebut tidak meresahkan orang lain dan warga sekitar. (Pen. Fuad H/Red. Ulil H)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri

Hubungan (senggama) suami-istri merupakan kenikmatan dunia yang menduduki posisi puncak tertinggi, atau klimaks. Menurut KH Syaroni Ahmadi, Kudus, kenikmatan dunia yang paling mendekati kenikmatan surga hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang berhubungan suami-istri. Meskipun kenikmatan itu masih belum ada apa-apanya jika dibanding dengan kenikmatan surge, setidaknya hal itulah yang paling mendekat ke sana.

Dalam bersenggama, masing-masing pasangan diperbolehkan menyentuh atau bahkan memegang kelamin pasangan masing-masing tanpa ada perbedaan pendapat dari kalangan ulama.

Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri

Suami diperbolehkan melihat semua sudut tubuh istrinya selain farji (vagina) baik pada bagian luar atau dalam. Melihat vagina bagian dalam hukumnya sangat dimakruhkan. Tetapi jika ada satu kebutuhan, melihatnya tidak makruh.

Fans Gus Dur

?) ? (? ?) ? ? (?) ? (? ?) ? ? (?) ? ? ? ? ? (?) ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? ?

Fans Gus Dur

Artinya, “Bagian kedua yaitu melihatnya seorang suami pada tubuh istrinya dan tubuh budak perempuannya yang halal baginya untuk ia buat senang-senang, hukumnya boleh melihat kepada tubuh kedua orang tersebut saat mereka masih hidup, karena itulah tempat untuk bersenang-senang, selain farji (vagina) yang diperbolehkan bagi mereka. Jika melihat vagina hukumnya tidak boleh dengan prosentase 50-50. Melihat vagina itu hukumnya makruh jika tanpa ada keperluan. Sedangkan melihat bagian dalam vagina sangat dimakruhkan.

Sayyidah Aisyah RA berkata, ‘Aku tak pernah melihat punyanya Rasul dan ia juga tak pernah melihat punyaku,’ (farji),” (Lihat Muhammad bin Ahmad As-Syarbini, matan dari Hasyiyah Al-Bujairimi Alal Khatib, Darul Fikr, juz IV, halaman 103).

Melihat kemaluan istri, menurut sebagian ulama bisa menyebabkan kebutaan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

? ? ? ? ? ) ? ?

Artinya “Melihat kelamin seorang wanita itu bisa menyebabkan kebutaan.”

Ulama berbeda pendapat tentang buta yang dimaksud di sini, ada yang menyebut buta mata bagi si pelaku itu sendiri, ada yang mengatakan buta pada mata anaknya kelak. Ada pula yang menjelaskan bahwa buta yang dimaksud di hadits tersebut adalah buta mata hatinya.

Ibnu Hibban dan imam-imam yang lain menganggap bahwa kualitas hadis tersebut adalah dhaif. Bahkan Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini ke dalam kitabnya Al-Maudlu‘at yang berarti hadits ini adalah hadits maudlu‘. Begitu pula Ibnu Adiy, hadits yang sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Qatthan tersebut merupakan hadis munkar.

Ibnus Shalah mempunyai pandangan berbeda dengan ulama di atas. Ia menjelaskan bahwa hadits ini mempunyai level derajat hasan. Yang berarti bisa dipakai untuk tendensi.

Perlu diketahui, polemik perbedaan pendapat dalam memandang hadits di atas hanya berhenti pada masalah menyebabkan kebutaan atau tidaknya. Sedangkan masalah kemakruhan melihat vagina bagi suami tetap makruh jika tidak ada hajat (kebutuhan). (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Humor Islam, Anti Hoax Fans Gus Dur

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Maros, Fans Gus Dur. Pengurus MWCNU Biringkanayya Kota Makassar dalam waktu dekat akan mendata semua masjid di kecamatan Biringkanayya. Keputusan dalam rapat kerja di Villa Nahdliyyin Pucak Desa Purnakarya, Tanralili, Maros, Ahad (5/4) ini, diambil sebagai kerja jangka pendek untuk mengetahui gambaran riil kekuatan Aswaja NU di daerah Biringkanayya.

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Agenda terdekat lainnya ialah pembentukan lembaga dakwah, lembaga amil zakat, infaq dan sadaqah, sarasehan pemantapan kader generasi muda NU, dan pembentukan lembaga ekonomi Nahdliyyin.

Ketua MWCNU Biringkanayya H Abdur Razak Mustafa mengatakan, dalam rapat kerja ini pengurus hanya mengagendakan dan merumuskan sejumlah program yang dapat direalisasikan sebagai prioritas utama dalam waktu dekat sesuai kebutuhan umat dan masyarakat.

Fans Gus Dur

“Kegiatan akreditasi masjid sengaja kami jadikan prioritas utama untuk mengukur keterlibatan orang-orang NU mengurus masjid di sekitar pemukimannya. Sejak awal ulama selalu memusatkan pembinaan umat di masjid,” kata Razak.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, kalau sekarang karakter berbangsa dan bernegara jadi persoalan besar di Indonesia tentu fungsi masjid sangat strategis dan harus mendapat perhatian, terutama di dalam menangkal gerakan radikal yang jadi kecemasan berbagai pihak.

Menurut Razak, gambaran ril jumlah masjid yang betul-betul diurus sepenuhnya oleh warga NU sangat dibutuhkan. Dengan begitu, akan terlihat bagaimana pelaksanaan ibadah dan kegiatan pengajian di masjid itu.

Kategori akreditasi masjid NU meliputi tiga hal. Kalau semua pengurus masjid itu orang NU, menjaharkan basmalah, qunut Subuh dan pengajian rutin kitab kuning, maka sudah bisa dipastikan masjid itu diberi sertifikat akreditasi A.

Sebaliknya, jika pengurusnya hanya bebarapa orang saja dari kalangan NU besar kemungkinannya hanya terakreditasi B atau C.

“Manfaat akreditasi masjid ini akan memudahkan pengurus NU dan ulama NU membuat peta dakwah dan pembinaan umat berdasarkan konsep Aswaja versi NU,” tandasnya.

Untuk mempercepat pekerjaan ini, pekan depan MWCNU Biringkanayya kembali menggelar rapat teknis yang diikuti pengurus lengkap MWCNU dan juga seluruh pengurus ranting sekecamatan Biringkanayya. (Abdul Jurlan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Anti Hoax, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana

Demak, Fans Gus Dur



Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, LSM yang fokus di bidang pendidikan usia dini dan memberi pendampingan pengembangan PAUD, mengundang 201 guru PAUD se¬-Kabupaten Demak dan Kota Semarang, di Gedung Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkab Demak, Jumat (11/5).?

Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana (Sumber Gambar : Nu Online)
Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana (Sumber Gambar : Nu Online)

Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana

Para guru tersebut mendapat apresiasi atas hasil karya mereka menciptakan alat permainan edukatif (APE). Setelah sebelumnya ratusan APE itu dipamerkan dan mendapat masukan dan komentar dari sesama guru PAUD, kali ini dilombakan dalam dua kategori, yakni Monofungsi dan Multifungsi.?

Seluruh APE dibuat dari barang bekas seperti bekas botol minuman, kardus, kayu, anyaman bambu, ember, kayu, maupun dari daun kering. Praktis para guru PAUD membuat peralatan rumit itu tanpa dana sama sekali. Satu-satunya dukungan dana hanya dari uang stimulan Rp50 ribu bantuan dari AMURT Indonesia.?

Manager AMURT Indonesia Haryono menyatakan, pihaknya telah mendampingi 48 PAUD dan 16 HIMPAUDI Kecamatan selama 3 bulan, Februari-April, dan mengumpulkan mereka dalam lomba tersebut untuk ajang silaturahim.?

Fans Gus Dur

"Ini untuk silaturahim antarguru PAUD binaan AMURT dan guru-guru yang tergabung di HIMPAUDI di luar wilayah dampingan. Alhamdulillah yang hadir ratusan peserta," katanya.?



Fans Gus Dur

Rasa Senang, Semua Menang

Tim Juri yang berjumlah 10 orang, yang terdiri dari para akademisi dan praktisi PAUD Jawa Tengah menilai mereka dengan mengukur seberapa bagus, aman, mudah, dan bermanfaat untuk menunjang pendidikan anak-anak. Di tahap pertama dewan juri memilih 15 finalis. Lalu mereka diwawancarai, diminta mempraktikkan penggunaan APE, dan dicoba oleh juri. Hasil presentasi pembuat APE lantas dinilai untuk menentukan pemenang.?

Hasilnya, tiga APE guru yang mewakili Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Karang Tengah, Demak, terpilih sebagai juara APE monofungsi. APE buatan si pemenang adalah rangkaian permainan out door yang terbuat dari ban motor bekas, anyaman bambu, tripleks, karung bekas, dan aneka bahan plastik dari limbah.?

APE ini berguna melatih syaraf motorik anak-anak sekaligus mengenalkan tentang konsep antre, kerja sama, keseimbangan, kesabaran, dan motivasi mencapai tujuan secara disiplin. Karena anak yang memainkan APE ini akan mengikuti pola langkah, menyusuri lubang dengan merangkak, menerobos terowongan, memasang kertas pola, menaiki batok kelapa bertali, dan melempar bola. Semua harus dilakukan secara satu persatu, tidak boleh berdesak desakan atau berebut. Setiap ada yang berhasil akan bertepuk tangan dan tertawa gembira.?

Juara berikutnya di katagori ini adalah APE buatan HIMPAUDI Gayamsari Kota Semarang, dan APE buatan Ida Ismiyati dari PAUD Islam Permata Bangsa Semarang. Adapun tiga juara katagori APE Multifungsi diraih oleh Wahyuni dari PAUD Darul Iman Semarang, HIMPAUDI Gajahmungkur Semarang, dan Ratna S dari PAUD Ceria Anakku Semarang.?

Masing-masing juara mendapat hadiah uang dan piagam penghargaan. Sebanyak sembilan APE lain yang masuk final dinyatakan sebagai juara harapan dengan hadiah piagam penghargaan.?

Anggota juri yang juga Ketua HIMPAUDI Jawa Tengah Dedy Andriyanto mengatakan, lomba APE tersebut sesungguhnya bukan kompetisi yang mempertandingkan para guru PAUD. Namun sebuah ajang berkumpul bersama dalam suasana dan semangat senang, dan semuanya adalah pemenang.

"Kita semua di sini senang. Gembira riang. PAUD itu serba senang. Semuanya menang," ujarnya seraya mengajak menanyi yelyel PAUD.?

Ia mengatakan, rerata peserta lomba telah membuat APE yang luar biasa bagus, sangat serius, dan dibuat dengan rasa cinta pada ilmu dan anak. Namun memang masih perlu ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi unsur pendidikan karakter anak-anak.?

Menurutnya, mayoritas APE telah mengenalkan anak tentang huruf, angka, dan benda benda. Serta pengenalan pada diri sendiri, lingkungan terdekat, dan keseharian manusia. Yang perlu didorong adalah mengenalkan anak pada rasa syukur, keimanan, keinginan berbuat baik, tenggang rasa dan seterusnya.?

?

Dedy menegaskan, segala energi guru untuk mengajar dan membuat APE, harus dicurahkan bukan hanya untuk membuat anak mampu membaca, menulis dan berhitung (Calistung), tetapi anak mampu Bermain, Cerita, Menyanyi (BCM).?

"Ayo bernyanyi! Guru PAUD. Menyenangkan. Mencerdaskan. Siapa Itu. Aku, Yeee....," yel-yel Dedy menutup sambutannya, disambut koor serempak hadirin sambil berdiri, lalu bertepuk tangan. Ramai dalam tawa bahagia. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Daerah Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat

Jakarta, Fans Gus Dur. H Rhoma Irama dalam taushiyah istighotsah di halaman Gedung PBNU meminta warga membantu penyelenggara Pilpres Juli mendatang untuk menyeleksi ketat calon Presiden Indonesia ke depan. Capres itu, menurutnya, mesti bebas dari segala bentuk pelanggaran hukum termasuk pengkhianatan terhadap negara.

“Kualitas Presiden Indonesia harus ditentukan sejak penyeleksiannya oleh penyelenggara Pilpres,” ujar H Rhoma yang kerap dipanggil Bang Haji di hadapan sedikitnya 150 jamaah istighotsah di halaman PBNU Jakarta Pusat, Rabu (30/4) malam.

Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat

Menurutnya, sosok pemimpin harus memiliki sifat sidiq. Lebih dari sekadar jujur, sifat sidiq dipahaminya sebagai sebuah kebersihan seorang pemimpin dari segala bentuk cacat baik secara moral, hukum, maupun konstitusional.

Fans Gus Dur

“Artinya ia tidak pernah tercatat sebagai pelaku tindakan kejahatan atau pengkhianatan terhadap negara pada masa lalu. Kejahatan korupsi dan kelalaian terhadap pemerataan ekonomi merupakan satu bentuk pengkhianatan terhadap UU selain berbuat makar,” kata Bang Haji.

Di samping itu, pemimpin Indonesia harus bertakwa kepada Allah SWT. “Ketakwaan ini syarat mutlak pemimpin Indonesia. Takwa menjadi modalnya dalam menjalankan pemerintahan sesuai amanah UUD 1945,” ujar Raja Dangdut yang mengenakan kopiah dan pakaian serba putih.

Fans Gus Dur

Menutup taushiyahnya, Bang Haji mengajak jamaah untuk melantunkan bersama bait sebuah lagunya, “Hai manusia, hormati ibumu; yang melahirkan; dan membesarkanmu.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Pahlawan, Pendidikan Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock