Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama

Bojonegoro, Fans Gus Dur - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Balen memanjatkan doa secara bersama-sama di aula Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Balen, Sabtu (30/1) malam. Di sini mereka merenungkan kembali pendirian NU hampir 1 abad lalu.

Kegiatan ini diikuti pengurus anak cabang dan ranting IPNU-IPPNU di tingkat desa. Tampak hadir beberapa alumni anak cabang IPNU-IPPNU Balen.

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama

Mereka menggelar istighotsah dan shalawat nabi. Mereka juga berbincang-bincang perihal sejarah pendirian NU dan perjalanannya sampai sekarang ini. "NU didirikan oleh orang-orang pilihan, termasuk Mbah Hasyim Asyari," kata Pembina IPNU Balen Muhtarul Anam.

Anam meminta seluruh kader NU, IPNU-IPPNU Balen untuk selalu mengadakan kegiatan. Pasalnya IPNU-IPPNU merupakan wadah kader sebagai penerus NU ke depan. "Kita semua ini nanti penerus NU, baik IPNU-IPPNU, maupun Ansor-Fatayat ke depannya menjadi penerus perjuangan NU," terangnya.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Ketua IPNU Balen Irzami menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengadakan kegiatan ke depan. Termasuk mendirikan IPNU-IPPNU di seluruh ranting sebagai wadah kaderisasi NU di tingkat desa.

"IPNU-IPPNU tempat kita belajar bersama," jelasnya.

Fans Gus Dur

Tidak hanya di bidang keilmuan, tetapi keterampilan juga akan diajarkan. Sehingga kader-kader NU di Kecamatan Balen dapat terampil dan menjadi penerus NU yang amanah. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Meme Islam, Nahdlatul Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

Kupang, Fans Gus Dur. PC PMII Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’aruf dan jajarannya hadir dalam pelantikan kepengurusan baru PMII Kupang yang akan berlangsung pada 25 Maret 2015 mendatang.  

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

“Pasalnya, sejak PMII Cabang Kupang berdiri tahun 2007, belum ada pengurus BPH PB PMII datang melantik kepengurusan Cabang Kupang, hanya anggota biro,” ungkap Ketua Demisioner PMII Kupang Tajudin M. Nur kepada Fans Gus Dur di Kupang, Rabu (18/3) di Kupang.

Pihaknya berharap PB PMII memberikan perhatian seperti cabang atau wilayah di pulau jawa, sumatera, sementara cabang yang berada di wilayah bagian timur tidak pernah disentuh.

Fans Gus Dur

Ketua Panitia Pelantikan PMII Kupang, Syamsul A. Rahman, mengatakan, sesuai informasi kemungkinan besar dalam pelantikan pengurus cabang kali tidak dihadiri oleh Ketua PB PMII. "Belum ada kepastian Aminudin Ma’ruf datang ke Kupang," ungkapnya. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Daerah Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

Mataram, Fans Gus Dur. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat menggelar Yasinan dan Tahillan Kemerdekaan Ke-70 Republik Indonesia dengan tema "Bersama Pelajar Kita Wujudkan Islam Nusatara yang Ramah bukan Pemarah" di Aula Kantor PWNU NTB Jln Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis (20/8)

Agenda ini dimulai dari shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, tahillan, doa, kemudian arahan dari beberapa alumni IPNU yang hadir. Puluhan? pengurus baru IPNU NTB tampak antusias mengikuti acara ini.

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

"Acara seperti ini insyaallah akan kita lakukan minimal satu kali sebulan, di samping juga kita laksanakan program kaderisasi formal maupun nonformal yang sesuai dengan PO? IPNU," kata Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB dalam pengantarnya.

Fans Gus Dur

Lebih lanjut, menurut Syamsul, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim dan kebersamaan sesama pengurus, dan juga cara pihaknya merayakan Kemerdekaan RI yang kini sudah mencapai usia ke-70 tahun.

"Kalau lembaga pendidikan formal dan instansi pemerintah melaksnakaan apel bendera dan sejenisnya maka kita di pimpinan wilayah (IPNU) merayakannya dengan cara yasinan, karena di sejumlah Pimpnan Komisariat (IPNU) yang ada di sekolah atau madrasah mereka melakukan apel bendera, bahkan ada PK yang merangkai acaranya dengan cara menggelar berbagai macam lomba," terangnya.

Fans Gus Dur

?

Lebih jauh, dia mengingatkan tentang bagaimana perjuangan para pendahulu dalam meraih kemerdekaan hingga kini bangsa Indonesia menuai hasilnya. “Oleh karena itu, kata syamsul, mari kita doakan bersama para pejuang, dan juga para tokoh-tokoh NU yang telah berkorban nyawa sekalipun dalam mempertahan bangsa. NU tetap jaya dengan prinsipnya dan juga bangsa Indoensia aman dari segala ancaman apapun yang membuat kita semua merugi,” harapnya.

Selain pengurus IPNU, tampak hadir Ketua PW GP Ansor NTB Suab Quri, dan wakil ketuanya, Akhdiansyah Yonqi dan Husni Abidin, Ketua PC GP Ansor Kota Mataram Hasan Basri. Mereka diberikan waktu sekitar 7-10 menit untuk berbicara seputar IPNU dan sejarah perjalalan IPNU selama ada IPNU di NTB. Ketua PW IPPNU NTB Bq. Maisyarah juga tampak hadir dalam kesempatan itu. (Idim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, AlaNu, Amalan Fans Gus Dur

Jumat, 19 Januari 2018

Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar

Banjar, Fans Gus Dur - Mantan Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Banjar periode 2011-2013 Irfan Fauzi berhasil menjadi nominator pemuda pelopor tingkat Jawa Barat tahun 2017 mewakili Kota Banjar dari bidang pendidikan.

Berkat gagasan pendirian LP Maarif Pangandegan di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar sejak tahun 2010 silam, kini bangunan lembaga yang baru hanya dua ruangan itu sudah memiliki 40 santri Raudlotul Athfal (RA), 105 Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan 30 santri Diniyah Takmilyah Wustho (DTW).

Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar

"Tahun 2013 kita mulai bangun tempat untuk belajar anak-anak dan itu semua swadaya masyarakat. Alhamdulillah ada yang mewakafkan seluas 125 meter persegi serta berbagai kebutuhan untuk membangun lembaga ini," kata Irfan kepada Fans Gus Dur, Jumat (21/7).

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan, keberadaan LP Maarif Pangandegan di wilayahnya menjadi harapan besar masyarakat agar anak-anak mereka bisa mempelajari ilmu agama Islam. Bahkan, dengan bukti adanya swadaya itu masyarakat semakin yakin akan tekadnya yang benar-benar mengabdikan dirinya di bidang pendidikan bersama para pemuda setempat.

Tak hanya itu, kata Irfan lagi, dukungan dari pihak keluarga, pemerintah setempat serta keluarga besar NU Kota Banjar juga membuatnya semakin optimis untuk lebih mengembangkan lagi pendidikan yang kini digarapnya.

Fans Gus Dur

"Kompetisi dalam ajang pemuda pelopor ini bagi saya adalah salah satu jalan untuk membuka inovasi, pengalaman, jaringan serta motivasi agar lembaga yang sudah saya buat menjadi lebih baik lagi. Satu lagi, semoga bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lain untuk mengabdikan kepada masyarakat dari berbagai bidang," ujarnya pria satu anak ini yang juga mantan anggota PMII Kota Banjar.

Ia menambahkan, setelah proses seleksi administrasi, wawancara di Hotel Endah Parahyangan Bandung, Kamis (13/7) serta kunjungan langsung (fact finding) tim juri dari Dispora Jawa Barat pada Kamis (20/7), Irfan harap bisa mengungguli kompetitornya di bidang pendidikan yang berasal dari Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon dan juga Kota Bogor.

"Mudah-mudahan saya bisa menyusul Rekan Deris (Mantan Ketua IPNU Banjar 2009-2011) yang sebelumnya menjadi pemuda pelopor tahun 2016 dan berhasil menjadi juara, meskipun harapan kelima tingkat nasional," pungkasnya. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Habib Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera

Makassar, Fans Gus Dur

Pembukaan Konferensi Wilayah Ke-10 Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan yang bertema ‘Bersatu Mewujudkan Indonesia Damai Sejahtera’ dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansah, Sabtu (5/3) di Gedung IMMIM Makassar.

"Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih dan bimbingannya selama ini kepada Ibu Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan Bapak Ketua NU Sulsel H Iskandar Idy yang selama ini banyak membantu Muslimat NU Sulsel," ujar Ketua PW Muslimat NU Sulsel Hj Nurul Fuadi.

Konferwil Muslimat NU bukan hanya menjadi acara rutinitas belaka, lanjutnya, melainkan sebagai suatu kemutlakan proses kaderisasi ditubuh NU. Tentunya juga tidak hanya membicarakan suksesi pemilihan ketua, tetapi lebih dari itu Konferwil harus dijadikan sebagai titik awal untuk melahirkan ide dan gagasan eksistensi Muslimat Sulsel 5 tahun ke depan.

Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera

Ketua PWNU Sulsel H Iskandar Idy dalam sambutannya berterima kasih kepada Muslimat NU Sulsel yang telah memberikan kontribusi besar atas eksistensi Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan.

"Tentunya kebesaran Muslimat NU di Sulsel, tentunya menjadi gambaran umum atas kebesaran NU di Sulawesi Selatan dan semoga Muslimat NU semakin jaya," ujarnya.

Fans Gus Dur

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak seluruh kader Muslimat NU Sulawesi Selatan untuk membesarkan NU di Sulawesi Selatan.

"Harapan kami seluruh unsur masyarakat, mulai dari Ulama, Pemerintah, dan Ormas harus menjadi pelopor kekuatan ukhuwah (persatuan), ketika ini terwujud tak ada lagi isu-isu yang sebenarnya melanggar nilai-nilai Agama, tetapi karena atas nama HAM, kita sesama Warga Indonesia selalu berdebat atas suatu persoalan Bangsa, sebut saja LGBT misalnya," ujar Khofifah.

Tak hanya itu terkadang ada masalah besar, tambah Khofifah, tetapi karena luput dari liputan media, sehingga persoalan ini disepelekan, sebut saja narkoba, berapa banyak warga Indonesia yang meninggal atas penyalahgunaan Narkoba, apakah ini bukan teror bagi Bangsa Indonesia ? Bandingkan saja dengan teror yang terjadi di Thamrin beberapa waktu lalu, semua media mengekspos, tetapi ketika Teror narkoba atas Bangsa Indonesia terjadi, tidak semua media mengekspos, padahal narkoba adalah teror yang sesungguhnya.

"Olehnya itu mari bersama-sama mulai dari keluarga terkecil, agar menjauhi Narkoba serta budaya-budaya yang menyalahi Norma Agama dan Norma Masyarakat," tambahnya.

Fans Gus Dur

Tampak hadir Wakil Ketua Muslimat NU Sulsel yang juga Rektor UIM Hj Majdah M Zain, Kakanwil Sulsel Abd Wahid Thahir yang juga Ketua PCNU Makassar, Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid, Ketua PW GP Ansor NU Sulsel Muh Tonang Cawidu, Para Ketua Lembaga dan Badan Otonom NU di Sulsel serta para Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Habib Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan

Jakarta, Fans Gus Dur. Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menggelar halaqoh Pendidikan, Senin (5/6) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat dengan tema "Reorientasi Pendidikan Nasional untuk Pendidikan yang Berkualitas, Adi, dan Merata".

Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu: Orientasi Pendidikan Harus Bermuatan Nilai Luhur Kebangsaan

Narasumber yang dihadirkan adalah dewan pakar dan penasehat PP Pergunu. Salah satunya, Prof Ojat Darojat, Guru Besar dalam bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Terbuka.?

Dalam keterangan tertulis kepada Fans Gus Dur, Selasa (6/6) menurut Ojat perlu integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam kurikulum pendidikan Nasional, sehingga proses pewarisan nilai luhur bangsa pada generasi berikutnya dapat berjalan secara baik dan benar, serta berkelanjutan.

"Negara bangsa ini telah memiliki sejarah luhur, yang sukses menemukan karakter khasnya, maka nilai luhur tersebut harus terwariskan pada generasi berikutnya. Pengembangan kurikulum harus terus mempertimbangkan nilai kearifan lokal dan ciri khas kebangsaan lainnya,” terang Doktor Curriculum theory and implementation dari Simon Fraser University (SFU) Canada.

Fans Gus Dur

Untuk itu menurutnya, dalam perspektif mikro, Guru harus menghadirkan pembelajaran yang mampu mengelaborasi kemampuan, minat, dan bakat peserta didik secara baik dan benar dengan muatan bahan ajar yang sesuai dengan karakter budaya bangsa. Salah satu karakter yang harus diperkuat adalah kepedulian (caring).?

"Mewariskan budaya luhur bangsa akan tercapai dengan menghadirkan pembelajaran yang mengandung muatan karakter peduli dan berbagi, atau kita sering kenal dengan gotong royong, dan lainnya. Maka, peserta didik harus terus digali kemampuan kreativitasnya, terus dilatih berbicara, bekerjasama, berinovasi sesuai minat dan bakatnya,” pungkas Ojat yang juga Kepala Lembaga Pengembangan Bahan Ajar, Ujian, dan Sistem Informasi Universitas Terbuka.

Pada kesempatan yang sama, KH Mujib Qulyubi, Dewan Penasehat PP Pergunu mengamanatkan agar Guru Binaan Pergunu menjadi bagian dari solusi kebangsaan. Terutama dalam membendung paham-paham radikalisme dan Islam transnasional yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.?

"Indonesia akhir-akhir ini telah diuji dengan paham Islam radikal, Islam takfiri yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita, maka saya berpesan kepada Guru NU agar berperan aktif gerakan tersebut, dengan menghadirkan pembelajaran berdasarkan Islam Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah ? yang rahmatan lil alamin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” terang Mujib Qulyubi yang juga Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi NU, Mohommad Afifi dalam paparan disampaikan menyebutkan bahwa lembaga dan Banom NU yang bergerak di dunia pendidikan harus bekerja sama dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi warga nahdliyin, serta dalam menghadapi tantangan gerakan ekstremis Islam yang cenderung menafikan nilai kebangsaan.

"Kita harus bersama, LPTNU, Maarif, RMI, Pergunu dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas di lingkungan nahdliyin. Hari juga tantangan kelompok Islam Radikal di Indonesia semakin nyata, apalagi di dunia kampus, maka sinergi untuk melawan itu, sangat dibutuhkan,” ujar Afifi yang juga Kepala Prodi Hukum UNU Indonesia.

Hadir dalam halaqoh yang digelar secara serial setiap satu bulan di antaranya perwakilan Ikatan Guru Indonesia (IGI), Pengurus Pergunu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jambi, serta beberapa tokoh pendidikan lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren

Garut, Fans Gus Dur . Seminar pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren menjadi pembuka acara haul dan temui alumni Pesantren Al- Munwwarah Ciloa- Limbangan Kabupaten Garut.

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren

Pimpinan Pesantren Al-Munawwarah KH R Agus Muhammad Sholeh, yang juga ketua PCNU Kabupaten Garut, dalam sambutan pembukaan seminar mengungkapkan dibukanya haul kali ini diharapkan mampu memberikan cakrawala dan mampu membangkitkan pengembangan ekonomi di lingkungan pesantren.

"Seminar pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren kali ini diharapkan  bisa membangkitkan pengembangan ekonomi di kalangan alumni dan pesantren," paparnya Ahad (3/3/2013).

Fans Gus Dur

Ekonomi dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sebuah perjalanan di tiap sendi kehidupan umat manusia baik secara pribadi maupun berorganisai bahkan dalam berbangsa dan bernegara tak terkecuali organisasi sebesar NU dimana dalam perjalanannya selalu berkhidmat untuk kepentingan umat

Fans Gus Dur

"Jika  umat Islam ingin maju dan bisa berkembang harus bisa menguasai pendidikan baik umum maupun pendidikan agama dan ekonomi,” ungkapnya.

Kebangkitan NU dan  pesantren di Nusantara diawali dengan kebangkitan perekonomian (Nahdlatut Tujjar).  

"Dulu, para ulama sebelum mendirikan NU terlebih dahulu mendirikan organisasi bernanma Nahdlatut Tujjar," paparnya. 

Ketua Ikatan Alumni Pesantren Al- Munawwarah Ciloa (IKAP) Kiai Gun-Gun Gunawan Al- Buhori mengungkapan, temu alumi ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali, biasanya dibuka dengan bahtsul masail terkait isu yang tengah berkembang, namun untuk temu alumi kali ini segaja diadakan seminar ekonomi dengan mendatangkan pelaku wirausaha yang telah sukses.

"Hal itu, kami lakukan supaya memotivasi para alumi maupun santri untuk mampuh mengembangkan ekonomi di lingkungannya masing," ungkapnya.

Besar harapan, selain membuka cakrawala keekonomian dikalangan pesantren, juga dengan kegiatan ini  diharapkan mampu membangun jejaring ekonomi di lingkungan para alumni.

Haul kali ini juga di buka bazar yang sudah di gelar sejak dua hari yang lalu.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Mutaqin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

GP Ansor-IPNU Sulsel Siapkan Program BPUN

Makassar, Fans Gus Dur. Rabu (15/5) kemarin, Pimpinan GP Ansor dan IPNU Sulsel melakukan rapat pemantapan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) di café KopiNU. Rapat pemantapan dilakukan untuk memaksimalkan program bimbingan pasca UN.

GP Ansor-IPNU Sulsel Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor-IPNU Sulsel Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor-IPNU Sulsel Siapkan Program BPUN

Rencananya bimbingan ini akan dihadiri Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam HS, Ketua GP Ansor Sulsel Muh. Tonang, Ketua IPNU Sulsel Ramli, Ketua PWNU Sulsel Prof. Iskandar Idy, Direktur Gama College Ikbal Parewangi, dan beberapa motivator lokal.

Peserta bimbingan pasca ujian nasional ini, setidaknya akan membimbing 60 peserta dari beberapa sekolah dan pesantren sekota Makassar, bahkan beberapa daerah mengutus pesertanya seperti Kab. Sinjai, Barru, Maros, dan Gowa.

Fans Gus Dur

Menurut Ketua GP Ansor Sulsel, “Bimbingan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pelajar tidak mampu dan berprestasi,” kata Ketua GP Ansor Sulse Muh. Tonang.

Fans Gus Dur

Ketua IPNU Sulsel Ramli menambahkan, program bimbingan ini merupakan bentuk advokasi IPNU bagi pelajar tidak mampu dan berprestasi.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib Fans Gus Dur

Selasa, 26 Desember 2017

MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa

Kudus, Fans Gus Dur. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Al-Khuriyah 1 dan 3 Besito Gebog Kudus menerima tamu Istimewa seorang aktivis LSM dari Latvia Eropa Mrs. Sarma Brauna Sabtu (16/3) kemarin.

MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Al-Khuriyah Dikunjungi Tamu dari Eropa

Kedatangan aktivis perempuan The Leader of NG yang didampingi sejumlah dosen STAIN Kudus itu,  disambut oleh kepala madrasah dan para dewan guru serta siswa siswi kedua madrasah NU tersebut.

Selama dua  jam, Sarma Brauna yang memakai baju dan kerudung warna ungu itu melakukan dialog dan foto bersama bersama pendidik serta anak didik MINU Al-Khuriyah. Dalam acara ini, Brauna dihibur dengan lagu-lagu daerah semacam Cublek-cublek Suweng  dan Ilir-ilir yang dinyanyikan siswa-siswi tersebut. Sang Bule itu merasa terkagum-kagum mendengar nyanyian tradisional khas Jawa ini..

Fans Gus Dur

Kepala MINU Al-Khuriyah 01 Sholahudin mengatakan, kedatangan Mrs Sarma Brauna merupakan kebanggaan tersendiri bagi lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya, hal ini akan mampu sebagai motivasi para guru dalam mendidik siswa-siswi madrasah. 

Fans Gus Dur

“Kami sangat merespon kedatangan Mrs Brauna. Semoga ini semua akan  terjalin komunikasi dan kerjasama untuk kemajuan MINU Alkhuriyah 1 dan 3,“ujarnya dalam sambutan selamat datang.

Pada kesempatan itu, Brauna juga merasa  sangat senang dan bangga  bisa diterima penuh keramahan dan keakraban. Ia mengatakan kegiatan ini yang pertama kali bisa bertatapan dan berdialog langsung dengan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah.

Brauna membandingkan budaya pendidikan Eropa dengan  Indonesia. Menurutnya, pelajar di Eropa timur tidak menggunakan seragam sekolah, sementara Indonesia berseragam sehingga kelihatan rapi dan setara.

“Jeleknya di sana (Eropa),  dengan tidak berseragam nampak jelas perbedaan antara yang kaya dan miskin,” kata Brauna dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan Ketua Ubinsa STAIN Kudus Muflichah.

Kepada siswa-siswi Alkhuriyah, Brauna berpesan untuk meningkatkan prestasi dan kedisiplinan seraya giat belajar. 

“Tingkatkan prestasi  supaya bisa menjadi kebanggaan negara republik indonesia. Saya siap  menyekolahkan ke luar negeri bagi yang berprestasi,” tegas Brauna.

Sementara Dosen STAIN Kisbiyanto menjelaskan Sarma Brauna datang ke kota kretek ini dalam rangka kunjungan untuk misi kemanusiaan dan pendidikan yang diemban LSM tersebut. 

“Selama lima hari Brauna di Kudus. Ia berkunjung ke perguruan tinggi STAIN Kudus, Pondok pesantren dan madrasah NU  Al-Khuriyah 1-3 Besito,” katanya kepada Fans Gus Dur.

Usai dari MI NU tersebut, Brauna melihat keindahan Menara Kudus yang berada di samping Masjid Al Aqsha Kudus. Selain dalam rangka kunjungan juga untuk kepentingan penelitian dan penukaran budaya pendidikan Indonesia dan Uni Eropa.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib Fans Gus Dur

Rabu, 20 Desember 2017

PWNU Jatim Gelar Istighosah ke-7 Doakan Korban Lumpur

Surabaya, Fans Gus Dur 

Sidoarjo - Luapan lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo telah menyengsarakan ribuan masyarakat. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar istighosah khusus untuk mendoakan agar semburan lumpur segera berhenti.

Istighosah digelar di Kompleks Makam Mbah Sayid Sulaeman di Desa Desa Kaoman, Mancilan, Mojoagung, Jombang, Jatim, Kamis (1/3/2007) sejak pukul 20.00-22.00 WIB. Ini merupakan istighosah ketujuh yang diadakan PWNU Jatim di berbagai tempat yang menjadi korban luapan lumpur.

PWNU Jatim Gelar Istighosah ke-7 Doakan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Gelar Istighosah ke-7 Doakan Korban Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Gelar Istighosah ke-7 Doakan Korban Lumpur

Hadir ratusan nahdliyin dan warga Porong dengan mengenakan pakaian putih-putih. Dalam doa yang dipimpin Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa, warga yang khusyuk tak kuasa menahan tangisnya. Hadir juga sejumlah kiai dari Jatim dan Wakil Bupati Sidoarjo Syaiful Illah.

Usai Istighosah, Ali meminta pemerintah tidak lepas tangan dan ikut bertanggung jawab terhadap para korban lumpur. "Pemerintah tidak bisa cuci tangan begitu saja," cetusnya.

Penetapan bencana nasional atau tidak, menurut Ali tidak lagi menjadi penting. Karena banyak warga kini yang menderita. Ali meminta pemerintah segera merelokasi secara massal ribuan warga yang kini mengungsi.

"Pemerintah bisa mendanai relokasi itu. Apakah setelah itu pemerintah menagih ke Lapindo itu lain persoalan. Tapi warga diperhatikan dulu. Kasihan warga kalau terus dihadap-hadapkan dengan Lapindo," pinta Ali.

Fans Gus Dur

Ali menambahkan, dari keterangan ahli geologi baik dalam dan luar negeri, semburan lumpur di Porong adalah mud vulcano yang diprediksi bisa berlangsung selama 20 tahun bahkan lebih.

Untuk itu, dia mendesak pemerintah membuat semacam lembaga permanen yang bertugas mengendalikan luapan lumpur. "Misalnya seperti penanganan di Aceh," kata Ali. Dia menilai kinerja Tim Nasional Penanggulangan Lumpur yang akan berakhir pada 8 Maret mendatang tidak mampu berbuat apa-apa selama 6 bulan bekerja di Porong.

"Contoh kegagalan itu adalah kemarahan warga Perum TAS 1 yang tidak dimasukkan ke dalam area yang terkena dampak lumpur yang mestinya mendapat ganti rugi. Hal ini telah menimbulkan dampak sosial," tandasnya. (dtc/mkfl)

Fans Gus Dur



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Bondowoso, Fans Gus Dur - Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengakui saat ini rata-rata tingkat pendidikan masyarakat di Kabupaten Bondowoso masih rendah. Untuk mendorong peningkatan pendidikan ini, katanya, peran Lembaga Pendidikan Ma’arif dan peran orang tua murid sangat penting.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara Wusuda Bersama Ke-6 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Bondowoso di Pendopo Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (25/5) pagi. Acara wisuda bersama tersebut diikuti 266 siswa dan siswi dari 20 sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU, yang terdiri dari jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Menurut Amin, kunci sukses adalah peningkatan iman dan ilmu. Ia berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati Lembaga Pendidikan Maarif NU setempat untuk tidak berpuas diri apa yang sudah dicapai. Kelulusan harus direspon dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Untuk itu yang sekolah MI atau SD untuk melanjutkan ke jenjang SMP atau ke tsanawiyah. Begitu juga yang tsanawiyah atau SMP untuk melanjutkan ke SMA atau SMK. Untuk yang sudah SMA atau SMK bisa terus melanjutkan ke perguruan tinggi," pintanya.

Fans Gus Dur

Pemerintah, katanya, berjanji memberikan dukungan, selain berkerja sama membuka kesempatan dengan berdirinya perguruan tinggi baru. Pemerintah juga berkomitmen menyiapkan beasiswa bagi murid yang memiliki prestasi.

Fans Gus Dur

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Muniri berserta pengurus lainnnya, kepala-kepala sekolah-sekolah di bawah naungan L Ma’arif NU, wali murid yang diwisuda, dan para undangan yang lain. Acara tersebut juga diisi dengan orasi ilmiah oleh H Matkur Damiri. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Habib, Ulama Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Jombang, Fans Gus Dur - Gerakan Pemuda Ansor telah memiliki Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA). Bahkan lembaga ini telah tersebar di sejumlah propinsi, kota dan kabupaten. Kegiatan yang diselenggarakan juga banyak diminati anak muda serta khalayak umum.

Dalam rangka penyegaran sekaligus silaturrahim, Pimpinan Pusat MDS RA melakukan konsolidasi. "Kegiatan juga sebagai sarana penegasan kembali gerakan ideologis sesuai bidangnya," kata Rudi Triwahid yang menjadi tuan, Ahad (26/2).

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Konsolidasi ini sangat istimewa lantaran dilangsungkan di area makam KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. "Kegiatan ini mengambil tajuk, liwetan santri dan dzikir untuk negeri," kata Rudi yang juga Ketua GP Ansor Jatim tersebut.

Menurut alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya, pilihan tempat diharapkan menyadarkan para anggota Rijalul Ansor untuk belajar kepada sosok Mbah Wahab. "Beliau adalah kiai, santri, penggerak ideologi NU hingga sebagai politisi ulung," jelasnya.

Fans Gus Dur

Selama kegiatan, ada sejumlah hal yang disampaikan peserta. "Salah satu hal menarik, bahwa kita sepakat semua harus bergerak secara organisatoris. Jangan bergerak sendiri-sendiri," ungkapnya. Keteraturan bergerak adalah kunci keberhasilan perjuangan ideologi, lanjutnya.

Dengan begitu Rijalul Ansor harus serius merebut kantong kegiatan keagamaan khususnya masjid yang mulai dimanfaatkan pihak berhaluan radikal. "Itu artinya, Rijalul Ansor perlu semakin keras memanfaatkan masjid jami’ sebagai simpul pergerakan tingkat kabupaten dan kota dengan menyemarakkan kegiatan dzikir dan shaawat ala Ahlussunah wal jamaah," tegasnya.

Fans Gus Dur

Sedangkan Ketua PP MDS RA Sholahul Am Notobuwono mengatakan, masjid jami’ adalah tempat strategis. "Karena di tempat itu mempertemukan sisi spiritualitas di satu sisi dan sisi kekuasaan pemerintah di sisi yang berbeda," kata Gus Aam, sapaan akrabnya.

Berbeda dengan keduanya, KH R Machfudz Chamid (Gus Afud) mendorong perlunya sinergi pesantren dengan kekuatan lain. "Para gus atau putra kiai tidak bisa diam di pesantrennya. Mereka harus kritis menyikapi keadaan jika tidak ingin NKRI lepas dari pangkuan ideologi Pancasila dan UUD 1945," kata Sekretaris PP MDS RA tersebut.

Menurut Rudi, para peserta satu suara untuk bergerak bersama. "Bergerak menjaga nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan melalui media majelis dzikir dan shalawat," katanya.

Konsolidasi ditutup dengan liwetan atau makan bareng ala santri di area pesarean Mbah Wahab. "Ini potret dan kesadaran bersama bahwa perjuangan ideologi kebangsaan masih panjang sehingga jangan sampai patah arang," pungkas Gus Aam. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Quote Fans Gus Dur

Kamis, 02 November 2017

Ada Konspirasi Internasional Terkait Pengendalian Tembakau

Temanggung, Fans Gus Dur. Jaringan Gusdurian dan GP Ansor Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengajukan penolakan terhadap ratifikasi Framework Convention of Tobacco Control (FCTC) atau kerangka pengendalian tembakau. Hal tersebut didasarkan bahwa ratifikasi tersebut tidak mendasarkan pada sisi ekonomi dan ditengarai ada konspirasi perdagangan tembakau internasional.

Ada Konspirasi Internasional Terkait Pengendalian Tembakau (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Konspirasi Internasional Terkait Pengendalian Tembakau (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Konspirasi Internasional Terkait Pengendalian Tembakau

Sekretaris Gusdurian Kabupaten Temanggung, Rozakul Yazid, mengatakan, FCTC yang disusun lebih berpotensi mematikan tembakau lokal, khususnya tembakau Temanggung yang memiliki ciri istimewa dengan kadar tar dan nikotin yang sangat tinggi. Sementara dibalik itu, produksi rokok putih yang rendah tar dan nikotin membanjiri pasaran rokok Indonesia.

“Ini jelas ada konspriasi internasional. Satu sisi produk lokal ditekan, tetapi pada sisi yang lain komoditas rokok impor justru meningkat pemasarannya di Indonesia. Padahal, hulu dan hilir tembakau lokal merupakan sumber mata pencaharian puluhan juta warga Indonesia,” terangnya.

Fans Gus Dur

Ia mengatakan, kerangka berfikir dalam FCTC juga tidak memperhatikan kearifan lokal dan produk khas Indonesia. Di Kabupaten Temanggung yang memiliki ciri khas tembakau paling istimewa, tembakau menjadi gantungan ekonomi bagi 80 persen warganya. “Tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi secara ekonomi tidak lepas dari tembakau,” terang pria yang Ketua PC PMII Temanggung ini.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, rokok kretek sebagai produk rokok khas Indonesia merupakan rokok yang istimewa dibanding rokok putih. Sebab, rokok kretek tidak hanya mengandung tembakau saja, tetapi bahan rempah seperti cengkih dan lainnya. “Hasil riset membuktikan dengan campuran rempah justru tidak membahayakan kesehatan dibanding tembakau murni seperti rokok putih,” terangnya.

Ketua GP Ansor Temanggung, Yami Blumut menambahkan,  pentingnya komoditas tembakau bagi masyarakat di Lereng Gunung Sindoro, Sumbing dan Prau ini, maka keberadaannya perlu dilakukan perlindungan. Tidak hanya di Temanggung, tembakau merupakan komoditas unggulan di daerah lainnya. “Regulasi dari negara justru menekan produksi tembakau dan menjegalnya sedemikian rupa,” terangnya. (Abaz Zahrotien/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Internasional Fans Gus Dur

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo

Kudus, Fans Gus Dur. Ratusan santri MA NU TBS Kudus lakukan sholat istisqo’, Selasa (3/11). Ritual ini dilakukan di halaman madrasah tepatnya saat memasuki jam istirahat pertama. Hadir dalam kegiatan ini beberapa kiai sepuh madrasah ini, KH Choiruzyad Turaichan Adjhuri, KH Musthafa Imron, KH Munfaat Lc, KH Abdullah Hafidz dan beberapa dewan guru lainnya.

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa MANU TBS Kudus Lakukan Sholat Istisqo

Pada kesempatan ini, yang menjadi imam sholat istisqo’ adalah KH Hasan Fauzi sedangkan yang menjadi khotib adalah KH Amin Yasin. Sebelum dimulainya prosesi sholat, terlebih dahulu diadakan pengarahan tentang tata cara sholat, khutbah serta penggunaan rida’ yang dilakukan oleh pihak madrasah. Prosesi ini, mulai dari pengarahan hingga berakhirnya sholat dan khutbah memakan waktu sekitar satu jam lamanya dan diakhiri dengan do’a yang intinya adalah memohon untuk diturunkannya hujan.

Dalam khutbah yang disampaikan oleh khotib, ada beberapa pesan yang disampaikan. Beberapa pesan itu adalah siswa diharapkan memperbanyak istighfar serta menjauhi maksiat, karena bisa jadi sebab banyaknya kemaksiatan di bumi maka Allah tidak menurunkan hujan sebagai peringatan kepada manusia.

Fans Gus Dur

Menurut Suwantho SPdI, selaku Wakil Kepala (Waka) bagian Humas, kegiatan semacam ini dilangsungkan karena kemarau yang cukup lama. “Atas inisiatif sendiri dan juga untuk melatih siswa agar mengetahui tata cara sholat istisqo,” jelasnya.?

Selepas serangkaian prosesi tersebut, pihak madrasah juga melakukan sedekah berupa dawet yang dibagikan kepada warga MANU TBS Kudus, serta perwakilan dari guru MI, MTS dan MPTs.

Fans Gus Dur

Malam hari setelah pelaksanaan sholat minta hujan, tepatnya sekitar jam tujuh hingga jam delapan malam, hujan turun di daerah Kudus, khususnya daerah sekitar MANU TBS Kudus. (Ahmad Hanan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib Fans Gus Dur

Kamis, 19 Oktober 2017

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo

Surabaya, Fans Gus Dur. Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya ziarah ke makam Pahlawan Nasional Bung Tomo di Ngagel Kota Surabaya Senin (22/10). Ziarah dilakukan dalam rangkaian acara memeringati Resolusi Jihad yang jatuh pada 22 Oktober.

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Resolusi Jihad, Ansor Surabaya Ziarah Makam Bung Tomo

Ketua GP Ansor Surabaya Much Asrori mengatakan, ada beberapa agenda yang ? disiapkan dalam dua bulan ini. 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan adalah puncak perlawanan arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah Belanda.?

"Namun dalam sejarah bangsa Indonesia ada sebuah keputusan yang menjadi titik tolak semangat Arek Suroboyo dalam komando Bung Tomo, yaitu Resolusi Jihad Nahdatul Ulama (NU)," katanya.

Fans Gus Dur

Menurut dia, resolusi Jihad adalah bentuk keputusan yang mengikat dari Ulama se-Jawa dan Madura yakni keputusan untuk "Jihad fi Sabilillah" melawan Belanda dari Tanah Air yang telah diploklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.?

"Maka menjadi fardlu ‘ain bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Negera Republik Indonesia," katanya.

Fans Gus Dur

Resolusi Jihad NU yang telah dirumuskan selama dua hari yaitu tanggal 21-22 Oktober 1945 oleh ulama dan kiai-kiai se-jawa dan Madura di Kantor NU Cabang Surabaya yang terletak di Jl. Bubutan VI No. 2 Surabaya.?

Resolusi ini yang kemudian Keputusan Resolusi Jihad tersebut diberikan kepada Bung Tomo. Maka satu-satunya semangat Arek-arek Suroboyo melawan penjajah Belanda khususnya di Surabaya tidak dapat dilepaskan dari Resolusi Jihad NU.

Sebagai generasi muda, lanjut dia, khususnya Gerakan Pemuda Ansor hendaknya meneladani para Kiai dan Ulama serta Tokoh pemuda yang saat itu dengan darah dan nyawanya diberikan untuk menegakkan Negara Republik Indonesia yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno.

"Maka untuk itu pada 22 oktober, kami usulkan kepada Pemerintah untuk ditetapkan sebagai Hari Resolusi Jihad," katanya.?

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Resolusi Jihad GP Ansor Surabaya M. Hasyim Asyari mengatakan dua bulan ini bagi Ansor adalah bulan yang penuh Momen bagi generasi muda, 22 Oktober Hari Resolusi Jihad NU, 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda dan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Adapun kegiatan memperingati Resolusi Jihad terangkai dalam kegiatan ziarah dan wasilah kepada tokoh Resolusi Jihad yaitu KH Hasyim Asyaari, KH Bisyri Syansuri, KH Wahab Hasbullah, KH Abdullah Abbas Cirebon dan Bung Tomo.

Selain itu, lanjut dia, di puncak acara memeringati Resolusi Jihad NU ini, GP Ansor bekerjasama dengan www.d-onenews.com dan Fans Gus Dur Jawa Timur akan menggelar Pameran Foto di Balik Perlawanan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 yang berlangsung pada 5-11 November di atrium Royal Plaza.

"Ada juga diskusi dan bedah buku, Testimoni dan temu Pahlawan 10 November 1945. Lomba Orasi, Lomba mewarnai, dan lomba karya ilmiah," katanya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Habib Fans Gus Dur

Selasa, 26 September 2017

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sidoarjo akan menerjunkan 1000 personil untuk melakukan pengamanan perayaan Natal 2015 disejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Selain itu, Banser juga akan melakukan pengamanan saat perayaan tahun baru 2016.

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Natal dan Tahun Baru, Banser Sidoarjo Terjunkan 1000 Personil

"Sekitar 1000 personil Banser gabungan dari Satkaryon akan dibagi disetiap kecematan untuk membantu Polres Sidoarjo dalam melakukan pengamanan Natal 2015 dan tahun baru 2016," kata Satkorcab Banser Sidoarjo M Hasanudin di Mapolres Sidoarjo usai gelar apel pasukan pengamanan natal dan tahun baru, Rabu (23/12).

Sekitar 10 hingga 15 personil Banser akan ditempatkan di setiap gereja yang ada. "Bagaimana pun sebagai Banser, atau badan semi otonom Ansor punya kewajiban membantu Polres Sidoarjo untuk pengamanan Natal dan tahun baru," tegas Hasan.

Fans Gus Dur

Kapolres Sidoarjo, AKBP M Anwar Nuris mengatakan, dalam apel gelar pasukan pengamanan Natal 2015 dan tahun baru 2016, pihaknya melibatkan 410 personil gabungan yang terdiri dari jajaran Polsek Sidoarjo, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo, Banser, Dinas Pemadam Kebakaran, Senkom dan penjinak bom (Jibom) Polda Jatim.

"Tahap pertama kami akan melakukan sterilisasi di sejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Sekitar 73 gereja itu akan kami sterilkan dengan bantuan pemuda gereja setempat dan Banser. Selanjutnya, pengamanan di luar gereja akan ada personil Jajaran Polres Sidoarjo dan Jibom," ucap mantan Kapolres Nganjuk Jawa Timur ini.

Fans Gus Dur

Anwar mengungkapkan, pihaknya akan menyebar personilnya di sejumlah gereja yang ada di Sidoarjo. Baik itu gereja yang berkapasitas kecil maupun besar. "Hampir sama, di titik kerawanan jumlah yang cukup besar akan dijaga 6 personil polisi dan gereja yang kecil akan dijaga 2 personil polisi," ungkapnya.

Anwar menambahkan, pengamanan tersebut akan dilakukan sebelum dan sesudah kebaktian. Adapun operasi lilin semeru itu sendiri dimulai sejak tanggal 24 Desember 2015 hingga 2 Januari 2016. Pihaknya berharap kepada masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada selama perayaan Natal dan tahun baru 2016 berlangsung.

Selain melakukan pengamanan disetiap gereja, Polres Sidoarjo juga mendirikan 11 pos terdiri dari 9 pos pam dan 2 pos pelayanan yang akan di tempatkan di Bungurasih Waru dan pintuk keluar (exit tol) Porong Sidoarjo. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Halaqoh Fans Gus Dur

Sabtu, 02 September 2017

KH Makruf Amin Ajak Nahdliyin Bersatu Kembali

Jombang, Fans Gus Dur. Wakil Rais Aam KH Makruf Amin mengajak para muktamirin dan seluruh warga NU untuk bersatu kembali setelah sebelumnya, dalam muktamar ke-33 ini penuh dinamika. 

“Kami hanya memohon doa dan dukungan, marilah kita menyatukan kembali. Kami sangat bersyukur sekali, walaupun awalnya ada ketegangan sebagai satu bagian dari dinamika pembahasan, pembicaraan dan perdebatan, tetapi akhirnya biaunillah, kita kembali bersatu dan menyatu dengan kompak,” katanya dalam pidato setelah ditetapkan oleh ahwa sebagai wakil rais aam.

KH Makruf Amin Ajak Nahdliyin Bersatu Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Makruf Amin Ajak Nahdliyin Bersatu Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Makruf Amin Ajak Nahdliyin Bersatu Kembali

Ia menyampaikan jabatan wakil rais aam merupakan satu tanggung jawab yang besar, yang sebenarnya terlalu berat, “tapi karena ini permintaan para ulama, dari seluruh cabang dan wilayah di seluruh Indonesia, maka dengan segala kerendahan hati, dengan segala permohonan maaf yang sebenar-besarnya, terpaksa kami menerima tugas ini sebagai rasa hormat kami kepada para ulama,” katanya.

Fans Gus Dur

“Kami menyadari betul tanggung jawab ini besar sekali, tantangan ke depan semakin besar dan kompleks, baik yang menyangkut berbagai aliran, pikiran, akidah, kebathilan dan berbagai tantangan... ini menjadi sesuatu yang sungguh sangat berat.” 

Selanjutnya, ia mengajak seluruh jamiyyah NU dan jamaah NU untuk melakukan kerja yang lebih keras lagi sesuai dengan tantangan yang dihadapi, “ kita kuatkan akidah aswaja, kita hidupkan lagi amaliyah nahdliyah. Kita tingkatkan kegiatan kita dalam rangka melakukan perbaikan halaqah islahiyah, baik yang sifatnya keagamaan diniyah maupun kemaslahatan ijtimaiyah.”

Fans Gus Dur

Ia juga berjanji akan melakukan penguatan kembali kepemimpinan para ulama dalam Nahdlatul Ulama seperti yang digariskan oleh para pendiri NU. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, RMI NU, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Selasa, 29 Agustus 2017

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kendal, Fans Gus Dur

Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah bekerja sama dengan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengadakan workshop sistem manajemen pesantren (Simapes). Pelatihan Peningkatan mutu ini bertempat di qoah (aula) utama pondok pesantren al-Musyaffa Brangsong. Hadir tim Simapes sebagai trainer pada acara ini.?

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tumbuh Merawat Tradisi dan Budaya Masyarakat

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng H Sholihin mengenang ketika masih di pesantren selalu ingat dengan 3 T+S+M yaitu tahu, tempe, terong ditambah sambel dan mendoan. Namun, substansi itu bukan yang ingin dijelaskan, tetapi pesantren menjadi lembaga pendidikan awal di Indonesia yang tumbuh merawat tradisi dan budaya masyarakat.?

"Pesantren ke depan akan menjadi ikon lembaga pendidikan di Indonesia," jelas Sholihin, Kamis (28/1/2016).?

Bisa dilihat, alumni pesantren itu menjadi perekat (lem sosial) di masyarakat. Mereka mau berbaur dengan masyarakat dimana mereka tinggal. Selain itu, pesantren merupakan laboratorium untuk mencetak santriwan-santriwati yang berakhlak mulia. Hal ini pun sejalan dengan visi-misi pemerintah khususnya presiden dengan revolusi mental. Revolusi mental sejatinya menginginkan manusia yang berkarakter baik.?

Fans Gus Dur

Selain itu pesantren tidak hanya memikirkan apa yang ada di dunia ini saja. "Pinter donyone pinter akhirate, (bagus di dunia juga di akhirat)," tambah Sholihin. Kita bisa melihat dengan negara-negara lain yang sekarang sedang terjadi konflik. Di Indonesia dengan segala keragaman suku, ras, agama dan etnis mampu meredam konflik yang akan muncul di permukaan. Ini tak lepas dari peran pesantren hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.?

Maka dari itu untuk meningkatkan kualitas pondok pesantren pelatihan ini menjadi penting. Simapes akan mempermudah untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap kinerja pesantren. Tim Simapes ini terbentuk dari unsur Kanwil Kemenag Jateng, RMINU Jateng, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Jawa Tengah dan alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi Jateng. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, AlaNu Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Rabu, 02 Agustus 2017

Satu Ayat Al-Qur’an yang Istimewa

Pada saat pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi satu mushaf, panitia memberlakukan aturan yang sangat ketat. Ketika ada orang datang dan menyatakan bahwa dirinya hafal satu ayat Al-Quran atau mengaku memiliki catatan satu ayat Al-Quran, pengakuan itu tidak lantas diterima. Namun ini tidak berlaku bagi satu ayat ini.

Pengumpulan Al-Qur’an terjadi pada masa masa Khalifah Abu Bakar. Umar ibn Khatab menetapkan keputusan bahwa setiap orang yang menyodorkan satu ayat yang diklaim sebagai ayat Al-Quran, harus menghadirkan dua orang saksi yang membenarkan pengakuannya. Hal ini dilakukan demi menjaga kemurnian Al-Quran dan menghindari masuknya nash-nash yang bukan bagian dari Al-Quran.

Namun, ketika Khuzaimah al-Anshari menyodorkan ayat:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Satu Ayat Al-Qur’an yang Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Satu Ayat Al-Qur’an yang Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Satu Ayat Al-Qur’an yang Istimewa

“Telah datang kepada kalian seorang Rasul dari jenis kalian. Terasa berat baginya apa-apa yang menyusahkan kalian. Ia sangat berharap kebaikan bagi kalian; sangat bersikap kasih dan sayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 128)

Umar langsung menerima ayat itu tanpa meminta Khuzaimah menghadirkan dua orang saksi. Umar hanya berkata, “Memang begitulah adanya Rasulullah Saw.” Demikian tertulis dalam Tafsir Ath-Thabari jilid 14/588.

Ayat di atas menggambarkan betapa Rasulullah sangat menyayangi umatnya. Ia merasa sangat susah jika tahu ada umatnya yang menderita. Kisah seperti ini sudah sangat jamak diketahui, bahkan menjelang akhir hayatnya, yang terucap dari lisan Rasulullah adalah kalimat “Umatku, umatku!...” Jika ayat tersebut dikontekstualisasikan dengan kondisi kekinian umat Islam, saya tidak bisa membayangkan, apakah saat ini Rasulullah sedang bergembira atau sedang sangat berduka.

Fans Gus Dur

Nabi Muhammad dilahirkan dan diutus ke muka bumi ini sebagai pembimbing umat manusia ke jalan yang lurus. Ada sederet rambu-rambu yang diberikan oleh Rasulullah kepada manusia sepanjang masa. Rambu-rambu paling tegas adalah akhlak yang dalam sebuah hadis ditegaskan bahwa Rasulullah bersabda, “Sungguh, aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (Imam Baihaqi, Sunan Al-Kubrâ, jilid 10/192).

Seorang manusia yang ditunjuk oleh Allah sebagai Rasul dengan misi menyempurakan kemuliaan akhlak tentu dia sosok manusia yang memiliki akhlak yang sangat mulia; tentu ia merupakan sosok manusia yang pantas dijadikan suri tauladan. Tidak mungkin Allah menjadikannya sebagai penyempurna kemuliaan akhlak sementara ia sendiri minus-akhlak. Dalam pribahasa Arab dinyatakan fâqidu asy-sya’i lâ yu’thîhi, orang yang tidak memiliki sesuatu tidak mungkin dapat memberikan sesuatu itu kepada orang lain!

H.M. Taufik Lc. Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PWNU-DKI Jakarta. (Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pesantren, Habib Fans Gus Dur

Sabtu, 29 Juli 2017

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat

Karanganyar, Fans Gus Dur. Warga desa Mojo kecamatan Mojogedang kabupaten Karanganyar tampak berdesak-desakan memenuhi jalan desa dalam rangka merayakan lebaran ketupat, Sabtu (2/8). Mereka berkerumun menyaksikan atraksi tarian kuda lumping yang tengah kesurupan.

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat

Menurut penuturan salah satu warga setempat Karni, kesenian jaran kepang boleh dibilang sudah menjadi kesenian khas yang dihadirkan pada saat lebaran ketupat seperti ini.

“Biasanya selain pada momen lebaran ketupat tarian kuda lumping juga dimainkan pada saat bersih desa,” kata Karni menerangkan waktu pagelaran kuda lumping kepada Fans Gus Dur, Sabtu (2/8).

Fans Gus Dur

Bagi warga di sini, lanjut Karni, kesenian jaran kepang adalah tontonan yang sudah membudaya. “Jadi kalau ada atau mendengar ada jaran kepang biasanya warga daerah lain juga ikut berbondong-bondong menyaksikannya, dan itu sudah menjadi tradisi sejak jaman dulu.”

Sementara di jalan desa tampak beberapa orang menari dengan menunggang jaran kepang. Satu dari mereka yang mengenakan topeng berputar-putar mengelilingi para penari. Semakin lama, musik khas Jawa yang awalnya terdengar mendayu-dayu berubah tempo semakin cepat.

Fans Gus Dur

Salah seorang di antaranya mengentakkan cambuk. Sejak itu pemakai topeng yang kesurupan tidak segan-segan mengejar penonton. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Habib, News Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock