Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul

Jepara, Fans Gus Dur - KH Mahyan Ahmad memiliki cara untuk menggali dana. Kiai humoris asal Grobogan Jawa Tengah ini kerap secara tiba-tiba menggali sedekah di majelis pengajian. Seperti yang dilakukannya saat berceramah di desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Jawa Tengah Selasa malam (26/1).

Enggalian dana dilakukannya sebelum ia mengakhiri pengajian. “Nduk sini nduk, serbanku digelar,” pinta Kiai Mahyan kepada dua perempuan agar maju.

Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul

Di mulailah penggalian dana. Ada pun panitia yang lain mengedarkan kardus kosong agar diisi oleh ratusan jamaah yang hadir. Agar penggalian tidak monoton diiringi dengan rebana modern Al-Muhibbin asal Demak yang turut memeriahkan kegiatan ini.

Fans Gus Dur

“Ayo siapa lagi yang mau sedekah. Yang mau sedekah 100 ribu saya doakan InsyaAllah selamat dunia dan akhirat,” ajaknya.

Fans Gus Dur

Majulah Sidik. Jamaah asal desa Lebuawu ini menginfakkan 100 ribu. Kemudian Kiai Mahyan memimpin doa agar ia mendapat ganjaran yang setimpal dan selamat dunia akhirat.

Setelah ditotal oleh panitia dana yang terkumpul malam itu Rp 2.872.200. Dana tersebut diserahkan langsung kepada KH Muhsinin, Ketua MWCNU Kalinyamatan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jamaah yang berinfak untuk pembangunan gedung MWCNU Kalinyamatan. Semoga amal Anda berkah dan mendapat pahala yang berlipat ganda,” ucap Kiai Muhsinin dalam penyerahan dana secara simbolis ini.

Dari pantauan Fans Gus Dur Kiai yang kerap mengisi ceramah di luar negeri ini melakukan hal serupa saat Haul ke-2 KH Muchlisul Hadi serta Haul Massal yang digelar MWCNU Kalinyamatan. Saat itu juga memperoleh dana jutaan rupiah untuk meneruskan proses pembangunan gedung MWCNU yang berada di desa Banyuputih.

Pengajian yang digelar keluarga H. Abdullah Hafidz ini memang bukan atas nama jamiyyah NU. Tetapi sesuai dengan instruksi PCNU Jepara setiap pengajian yang dilaksanakan atas nama individu diwajibkan memberitahu pengurus NU dari Ranting hingga Cabang.

Selain itu, pihak PCNU juga mengimbau agar memasang bendera NU di sekitar lokasi pengajian. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pengajian “ilegal” yang bukan atas nama NU. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, Hikmah Fans Gus Dur

Minggu, 18 Februari 2018

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Saya masih ingat dulu pada dekade 70-80-an, saya memiliki seorang teman yang menyebut dirinya “Mbak Sri”. Jangan dibayangkan dia seorang cewek karena dia sesungguhnya seorang cowok sebagaimana saya. Nama lengkapnya sebut saja Sri Wardono. Ketika Mbak Sri masih dalam kandungan, ibunya sangat berharap ia akan lahir sebagai anak perempuan. Maklum di keluarganya, belum ada seorang pun anak perempuan. Semua anak adalah laki-laki yang jumlahnya sudah 4 orang. Ibunya sangat mendambakan kehadiran seorang anak perempuan agar ia tak sendiri sebagai perempuan dalam keluarga itu. Di sinilah awal mula permasalahan.

Ibunda Mbak Sri, sebut saja Bu Basuki, memang sangat mengidamkan memiliki seorang anak berjenis kelamin perempuan sebagaimana dirinya. Dalam setiap doanya kepada Tuhan ia selalu menyatakan hal itu. Mbak Sri belum lahir saja, ibunya sudah menyiapkan nama anak perempuan “Sri Lestari” sekaligus pakaian anak perempuan yang bagus-bagus. Singkat cerita Bu Basuki berdoa keras agar Tuhan memberinya anak perempuan yang akan menjadi anak kelima dalam keluarganya.

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Mbak Sri akhirnya benar-benar lahir ke dunia bukan sebagai anak perempuan, tetapi sebagai anak laki-laki. Bu Basuki kecewa dengan kanyataan yang ada. Tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Ia masih memiliki kesempatan untuk tetap memberikan nama depan “Sri” yang sudah ia siapakan sebelum kelahirannya. Nama belakang Mbak Sri bukan “Lestari” sebagaimana rencana awal, tetapi sudah disesuaikan dengan jenis kelamin yang sebenarnya, “Wardono”. Jadi nama lengkap Mbak Sri menjadi “Sri Wardono”.

Dengan nama depan “Sri”, ibunya masih bisa berimajinasi bahwa anak kelimanya adalah perempuan karena nama “Sri” lebih umum dipakai untuk anak perempuan. Setiap hari Bu Basuki memperlakukannya sebagai anak perempuan. Baju-baju anak perempuan yang sudah disiapkan sebelum kelahirannya, tetap dipakaiankan pada anak itu. Ketika baju-baju itu sudah tak cukup untuk badannya yang sudah semakin besar, Bu Basuki tetap membuatkan baju-baju baru dengan model baju perempuan.

Fans Gus Dur

Penampilan Mbak Sri yang dipaksakan feminin oleh ibunya ini, sedikit demi sedikit mempengaruhi kejiwaannya. Hal itu tampak pada perilakunya. Misalnya, ia lebih suka bergaul dengan anak-anak perempuan dan mulai tertarik dengan sesama laki-laki. Dia belajar berjalan dengan langkah gemulai meski suaranya tetap seperti kodratnya sebagai laki-laki. Ketika dewasa jakun di lehernya tak bisa disembunyikan.

Fans Gus Dur

Hari demi hari terus berjalan. Tahun demi tahun terus berlalu. Mbak Sri telah tumbuh dan berkembang cukup besar. Ia harus sekolah sebagaimana anak-anak sebaya. Oleh orang tuanya, Mbak Sri didaftarkan sebagai anak laki-laki. Di sekolah ia memakai celana dan kemeja. Di rumah ia memakai rok. Hal ini berlangsung hingga ia duduk di kelas 4 SD. Saat itu umurnya telah mencapai 10 tahun.

Di usia kesepuluh itulah, ia dikhitankan oleh orang tuanya. Namun, ketika lukanya telah mengering dan sembuh, ia memutuskan memilih menjadi anak perempuan dan tidak lagi mau sekolah. Ia tinggalkan bangku sekolah dan tanggalkan seluruh pakaian laki-lakinya. Selanjutnya ia hanya mau memakai pakaian perempuan, terutama rok. Termasuk dalam hal ini ia tanggalkan sarung yang selama ini ia kenakan untuk shalat di masjid. Kemudian ia mengganti sarung dengan mukena sebagaimana perempuan.

Jika sebelumnya ia selalu shalat berjamaah di ruang laki-laki, sejak itu ia pindah ke ruang perempuan. Di ruang perempuan ini, ia memilih bersendirian di baris paling belakang. Atau kalau memang di sebelah kiri atau kanannya ada perempuan, ia bersikap hati-hati dengan mengambil jarak agar tidak bersentuhan kulit. Ia menyadari kelaki-lakiannya dan cukup tahu hal-hal yang bisa membatalkan wudhu. Ia tak ingin membatali wudhu teman-teman perempuannya.

Ketika usia Mbak Sri telah mencapai 25 tahun, ia mengadakan pesta ulang tahun di rumah sendiri dengan mengundang banyak tamu terutama kerabat dekat, teman-teman sesama waria dan tetangga sendiri. Saya juga termasuk yang diundang dan hadir dalam acara itu. Saat itu saya sudah kuliah, entah di semester berapa saya lupa.

Perayaan ultahnya yang ke 25 itu ternyata ia manfaatkan untuk mengumumkan perkawinannya dengan seorang gay yang selama beberapa tahun memang dikenal sebagai pacarnya. Tentu saja tidak ada ritual khusus seperti ijab qabul dan sebagainya dalam acara itu. Mbak Sri dan “suaminya” duduk berdua di kursi “pelaminan” layaknya perkawinan yang sebenarnya. Mereka juga melakukan adegan saling menyuapi makanan di depan para tamu.

Usia Mbak Sri kini sekitar 58 tahun. Sedang usia saya memasuki 53, atau? lima tahun lebih muda dari pada Mbak Sri. Saya tak tahu kabar Mbak Sri sekarang. Di mana kebaradaannya saya juga tidak tahu. Sejak puluhan tahun ia telah pindah ke kampung lain yang tidak saya ketahui. Saya berharap ia masih ada dan sehat-sehat saja. Saya ingin bertemu. Jika perlu, saya ingin menasihatinya sebagai seorang kawan di saat usia kami sama-sama sudah lebih dari setengah abad.

Fenomena Mbak Sri hendaknya membuka kesadaran masyarakat bahwa seorang LGBT belum tentu bersalah 100 persen, jika memang mereka harus dipersalahkan. Bisa jadi awal mula kesalahan perilaku seksualnya bermula dari orang tuanya. Hal lain yang perlu menjadi pelajaran berharga adalah para orang tua tentu boleh mendambakan seorang anak dengan jenis kelamin tertentu sesuai harapannya. Namun doa yang tidak pernah dipasrahkan kepada Tuhan akan berpotensi memaksakan kehendak.

Jika ternyata Tuhan menghendaki lain, orang tua bisa sangat frustrasi atas kenyataan yang ada karena kurangnya tawakal. Yang saya maksud dengan tawakal dalam hal ini adalah sikap menyerahkan kepada Allah SWT semata apa pun hasil dari apa yang diperjuangkan baik melalui usaha maupun doa-doa. Mbak Sri adalah contoh dari sikap orang tua yang tidak bisa menerima kehendak-Nya. Mbak Sri adalah korban. Padahal Allah SWT telah mengingatkan di dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran, ayat 159:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:“Ketika engkau telah membulatkan tekad (memiliki keinginan tertentu), maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal (kepada-Nya).”

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah SWT tidak melarang seorang hamba memiliki keinginan tertentu. Tetapi Allah SWT mengingatkan apa pun tekad seseorang untuk mencapai keinginan tertentu itu, dari yang sepele hingga yang muluk-muluk, pada akhirnya tekad tersebut harus dipasrahkan kepada-Nya karena Dia-lah Yang Mengatur Hidup ini.



Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Anti Hoax, Khutbah Fans Gus Dur

Senin, 12 Februari 2018

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi

Pati, Fans Gus Dur. Untuk menumbuhkan semangat kader dalam belajar, berjuang, dan bertaqwa, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pati gelar Harlah dan konsolidasi dengan Pimpinan Komisariat, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPNU se-Kabupaten Pati yang ditempatkan di Gedung PC NU Pati, Jum’at (15/3). ? ?

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi

Kegiatan Konsolidasi ini merupakan kegiatan yang kedua setelah setahun yang lalu juga mengadakan kegiatan yang serupa membentuk FORKAPIK (Forum Komunikasi Antar Komisariat dan Ranting), juga membentuk Koordinator Kawedanan atau Wilayah Pati.?

Namun, ada yang berbeda pertemuan konsolidasi kali ini karena acara ini memberikan penjelasan jalannya organisasi, juga menekankan pada seluruh Pimpinan komisariat, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se- Pati agar berani melakukan papanisasi di sekretariat masing-masing.?

Fans Gus Dur

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Mubarok Ketua PC IPNU Kabupaten Pati.?

“Sebagai Kader NU harus siap belajar, berani berjuang, dan ikhlas bertqwa. Lantas juga harus berani memasang papanisasi di madrasah-madrasah yang sudah terbentuk Komisariat, maupun juga di tingkatan Pimpinan Ranting, Pimpinan Anak Cabang agar lingkungan masyarakat menerima dan mendukung kegiatan IPNU-IPPNU,” tegasnya semangat.?

Fans Gus Dur

Untuk setahun ke depan IPNU-IPPNU Pati mengawal penuh dalam program itu. Sebagai wujud nyata setelah puluhan madrasah di Pati dibentuk komisariat dan ranting-ranting.?

Di kesempatan itu pula Umi Lathifah Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati menyampikan, “Bagi pimpinan komisariat, ranting dan pimpinan anak cabang yang baru, yang belum punya panduan organisasi IPNU-IPPNU yaitu PDPRT dan PPOA, silahkan tulis memo terus bisa diserahkan pada kami,” jelasnnya.?

Lewat kegiatan ini Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Pati berharap sebagai momen pengaktualisasikan diri serta semangat baru untuk membesarkan organisasi kembali sehingga komisariat-komisariat, ranting-ranting yang vakum dan belum berdiri dapat lebih hidup. Melihat luasnya potendi kader di wilayah Kabupaten Pati.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: ? Birri Zamrock?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Lomba, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting

Garut, Fans Gus Dur

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU mempersilakan bagi kepengurusan NU di tingkat mana saja untuk mengadakan Pelatihan Penggerak Ranting. Lakpesdam PBNU siap memfasilitasi kegiatan yang menjadi program kerja lembaga yang lahir 7 April 1985 ini.

"Lakpesdam PBNU sangat siap untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan-pelatihan semacam ini. Kemana pun, bahkan walau yang mengundang setingkat MWC (Majelis Wakil Cabang NU) sekalipun kita siap untuk datang. Asalkan waktunya saja yang sesuai," kata Sekretaris Lakpesdam PBNU Marzuki Wahid.

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting

Marzuki menyampaikan hal itu saat mengisi Pelatihan Penggerak Ranting yang digelar Lakpesdam PCNU Garut di Pesantren Al-Fauzaniyah Garut, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (28-29/5). Pelatihan ini diikuti oleh beberapa utusan dari kabupaten/kota terdekat, antara lain Sumedang, Cimahi, dan Bandung.? Semuanya berjumlah 30 peserta.

Fans Gus Dur

Marzuki yang menjadi fasilitator dalam kegiatan ini membawa beberapa trainer (trainer) lainnya antara lain Abdullah Ubed, Kepala Divisi Pemberdayaan Manusia; dan pengurus dan staf lainnya, Tsabit Al-Fauzi dan Rofii.

Materi yang akan disampaikan dalam kesempatan ini meliputi NU dan Aswaja, Penataan Organisasi Ranting, Pengorganisasian, serta Profil dan Penggerak Ranting.

Fans Gus Dur

"Pelatihan ini diselenggarakan atas dasar realita akar permasalahan umat yang sering terjadi di tingkat ranting,” kata Hilwan Faqih, Ketua Lakpesdam NU Garut yang juga penyelenggara pelatihan ini.

Ketika rantingnya kuat, otomatis NU secara kesuluruhan pun akan kuat. Apalah artinya cabang banyak kegiatan, tetapi rantingnya minim kegiatan, tambahnya.

Seluruh peserta tampak sangat antusias atas diselenggarakan pelatihan ini. Mereka berharap sepulang dari pelatihan ini dapat mampu menjadi trainer-trainer yang hebat, yang bisa memfasilitasi kepada ranting-ranting di daerahnya tentang pemahaman akan Aswaja dan NU.

"Terima kasih atas terselenggaranya pelatihan penggerak ranting ini. Banyak ilmu serta pengalaman yang baru, di samping kita juga bisa sharing dengan fasilitator dan peserta yang lain. Sungguh pelatihan ini sangat bermanfaat," tutur Ramli salah satu peserta pada pelatihan ini. (Syarif Hidayatullah/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

Pelajar Butuh Ruang Ekspresi

Jakarta, Fans Gus Dur. Perilaku tawuran antarpelajar belakangan ini telah merenggut korban. Lagi-lagi nyawa melayang hanya untuk pertikaian yang tidak perlu. Peristiwa mengenaskan ini patut menjadi renungan bersama.

“Banyak faktor yang membuat kenapa pelajar sekarang menjadi seperti ini. Faktor lingkungan merupakan unsur dominan,” kata Farida Farichah, Sekretaris Bidang Kaderisasi PP IPPNU saat dikonfirmasi Fans Gus Dur pertelepon, Selasa (2/10) siang.

Pelajar Butuh Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Butuh Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Butuh Ruang Ekspresi

Dalam 24 jam, pelajar lebih banyak melewatkannya dengan pergaulan lingkungan. Mereka lebih dekat dengan lingkungan. Kedekatan ini yang akan membentuk dominan sifat mereka.

Fans Gus Dur

Masa pertumbuhan tidak menghindarkan mereka dari pergaulan, imbuh Farida. Hal ini bisa dimaklumi karena mereka tengah mengalami masa pertumbuhan baik raga maupun jiwa. Masa pertumbuhan memperkenalkan mereka dengan dunia di luar lingkungan sekolah dan keluarga.

Dunia di luar sekolah dan keluarga, menjadi rumah dan sekolah kedua bagi pelajar. Mereka cukup nyaman dengan dunia lingkungan. Mereka mencoba menemukan ruang-ruang ekspresi diri.

Fans Gus Dur

Saat sekolah dan rumah menyediakan ruang terbatas bagi ide, bakat, dan emosi, para pelajar menumpahkan semuanya di lingkungan. Bagi mereka, lingkungan memberikan tempat bagi kelisahan mereka yang tengah labil.

Sementara lingkungan yang mereka masuki, tidak cukup sehat. Pelajar banyak terjebak dalam lingkungan yang sehat. Pada gilirannya, lingkungan yang tidak sehat itu menampilkan wajahnya dalam aneka bentuk perilaku yang jauh disiplin moral, seperti tawuran, pergaulan bebas, narkotika, dan sebagainya, tutup Farida. 

 

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia

Jakarta, Fans Gus Dur ? ? ?

Rais Am PBNU KH A Mutofa Bisri berpendapat, di Nusantara Islam dikembangkan dan dipelihara melalui jaringan para ulama Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang mendalam ilmunya sekaligus terlibat secara intens dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia

Maka masyarakat muslim yang terbentuk adalah masyarakat muslim yang dekat dengan bimbingan para ulama sehingga peri hidupnya lebih mencerminkan ajaran Islam yang berintikan rahmat. “Islam Nusantara adalah solusi untuk peradaban,” kata kiai penyair yang akrab disapa Gus Mus ini.

Lebih lanjut pengasuh Pondok Pesantren Leteh Rembang ini menerangkan,? Islam Nusantara yang telah memiliki wajah yang mencolok, sekaligus meneguhkan nilai-nilai harmoni sosial dan toleransi dalam kehidupan masyarakatnya.

Fans Gus Dur

Hal itu menurutnya, karena para ulama Aswaja memberikan bimbingan dengan ilmunya yang mendalam, dan kontekstual, serta mengedepankan kebersamaan dan persatuan masyarakat/bangsa secara keseluruhan.

Ia katakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta bersendikan Bhinneka Tunggal Ika, secara nyata merupakan konsep yang mencerminkan pemahaman Islam ahlus sunnah wal jama’ah yang berintikan rahmat.

Fans Gus Dur

“NU didirikan untuk memelihara kebersamaan para ulama Aswaja di Nusantara dalam membimbing umatnya,” tutur budayawan ini.

Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Dalam makalahnya di acara Diskusi Panel bertema Indonesias Role In Addressing Global Islamist Extremism? yang diselenggarakan oleh Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Kamis (28/5), Gus Mus menyampaikan langkah penanganan masalah ekstremisme keagamaan kepada? pemerintah.

Ia memaparkan, pemerintah perlu memahami bahwa Islam Nusantara yang teduh yang telah menjadi wajah Indonesia, sungguh telah sesuai dengan ajaran dan contoh Pemimpin Agung Muhammad SAW. Bahwa pemahaman agama dalam keberagamaan (harmoni sosial dan toleransi) seperti yang ada di Indonesia selama ini, saat ini sangat diperlukan oleh dunia yang penuh kemelut ini.

“Pemerintah perlu juga kokohnya sistem nilai Islam Nusantara, mengingat mayoritas warganya beragama Islam dan wajib dijaga dari ancaman propaganda ekstremisme,” tuturnya.

Hal berikut yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyadari bahwa Indonesia dapat memainkan peran amat penting dalam upaya perdamaian dunia dengan menawarkan nilai-nilai Islam Nusantara sebagai model untuk umat Islam di seluruh dunia.

Dituturkannya, Nahdlatul Ulama telah dan akan terus bergerak mendakwahkan nilai-nilai Islam Aswaja demi perdamaian dunia. NU juga mengupayakan konsolidasi para ulama Aswaja seluruh dunia serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak secara Internasional.

“Di Tanah Air, jelas Nahdlatul Ulama tak henti-hentinya berjuang membimbing umat dan menjaga keselamatan negara. Di kancah Internasional, Nahdlatul Ulama tidak menunggu pihak mana pun untuk mengambil langkah-langkah strategis,” paparnya dalam diskusi di depan awak media asing tersebut.

Di akhir presentasinya Gus Mus membeberkan pengembangan organisasi dan kerjasama yang telah dilakukan NU. Yakni menginisiasi terbentuknya perkumpulan ulama ahlussunnah wal jama’ah di Afghanistas yang kemudian menamakan dirinya sebagai “Nahdlatul Ulama Afghanistan” dan bersepakat memegangi prinsip-prinsip tawassuth (moderat), tasaamuh (toleran), tawaazun (berimbang/obyektif), i’tidal (adil), dan musyaarakah (kebersamaan dalam masyarakat), persis dengan NU.

“Kerja sama juga telah dirintis bersama Universitas Wina, Austria, di bawah kepemimpinan Prof Dr Rüdiger Lohker, untuk membangun suatu pusat penelitian terapan (applied research) dalam rangka strategi menghadapi ekstremisme agama,” pungkas dia.

Panelis lain dalam acara tersebut adalah Dekan Fakultas Sains Islam Universitas Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Abdel-Moneem Fouad, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof? Dr Azyumardi Azra, dan guru besar studi Islam University of? Venna? Prof. Dr. Rudiger Lohlker. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Kyai, Kajian Islam Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Demak, Fans Gus Dur. Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah, menggelar kegiatan “Jalsah Mubarokah” bersama Prof. Dr. Muhammed Faisal dan Prof. Dr. Hamdallah Mohammed Hafed Ibrahim dari al-Azhar Kairo, Selasa malam (26/8), di Masjid An Nur pesantren setempat.

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Forum bertema”Dialog Damai bersama Tokoh Ulama Timur Tengah dalam Rangka Pencegahan Terorisme” ini merupakan kerja sama Pesantren Futuhiyyah dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Peserta dialog terdiri dari para kiai, santri, serta pejabat pemerintah yang ada di wilayah Demak.

Pada kesempatan itu Hamdallah menjelaskan bahwa kini banyak muncul aliran-aliran yang menjurus pada terorisme. Menurutnya, setidaknya ada tiga prinsip untuk mencegah adanya pemahaman ekstrem tersebut.

Fans Gus Dur

Pertama, perteguh aqidah Ahlussunah wal Jama’ah, yakni dengan mengikuti paham ‘Asy’ariyah. Kedua, penyampaian syariat menurut Madzhab Empat (madzahibil arba’ah) dalam memahami al-Qur’an dan Hadits, yakni dengan mengikuti salah satu imam madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi, Hanbali.? Ketiga, penerapan ajaran tashawuf atau berakhlak secara terpuji (mahmudah) baik terhadap sang kholiq, diri sendiri, maupun sesama manusia. ?

Fans Gus Dur

Sementara itu, Mohammed Faisal menambahkan tentang pentingnya mencari ilmu. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah tidak mewariskan harta benda apapun kecuali hanya ilmu. Mohammed Faisal mengajak kepada semua hadirin untuk senantiasa bersemangat dalam mencari ilmu.

Pengasuh Pesantren Futuhiyyah KH Muhammad Hanif Muslih mengaku bersyukur atas kehadiran ulama al-Azhar Kairo. Ini merupakan kali pertama Pesantren Futuhiyyah didatangi ulama dari Mesir khususnya al-Azhar, karena yang selama ini yang berkunjung di Futuhiyyah adalah dari Yaman. (Abdus Shomad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan

Jakarta, Fans Gus Dur. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan Rasulullah Muhammad SAW adalah tokoh perubahan. Rasulullah mengubah masyarakat jahiliyah yang tidak tahu nilai-nilai yang baik dan yang buruk, menjadi masyarakat yang tahu amar ma’ruf nahi munkar.

“Rasulullah tokoh perubahan yang luar biasa karena perubahan masyarakat itu dilakukan hanya 23 tahun,” kata Kiai Ma’ruf saat mengisi Maulid Kebangsaan di halaman Gedung PBNU, Sabtu (16/12) sore.

Selama 23 tahun itu, Rasulullah memberikan dampak yang besar.

Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan

“Berbeda dengan kita yang mungkin membawa dampak pelan sekali, atau tanpa membawa dampak,” lanjut Kiai Ma’ruf.

Karenanya, Maulid Kebangsaan yang digagas PP Fatayat NU, Kiai Ma’ruf berharap bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membuat perubahan, seperti yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAWA yang melakukan perbaikan dari waktu ke waktu.

Fans Gus Dur

“Apalagi NU sebagai organisasi perubahan, harus melakukan perbaikan ke arah yang lebih vaik.  Karena NU adalah organisasi kebaikan,” ujar kiai yang juga Ketua Umum Masjelis Ulama Indonesia (MUI). 

Perubahan yang dilakukan, sambung Kiai Ma’ruf, hendaknya harus berkelanjutan, serta tetap berada di dalam koridor kebangsaan. 

“Jangan dengan intoleran, jangan mengatakan golongan lain kafir, sesat,  toghut. Juga tidak dengan aksi radikal yang menginginkan perubahan tapi dengan menghancurkan yang ada seperti yang dilakukan teroris,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Hikmah, IMNU Fans Gus Dur

Jumat, 19 Januari 2018

Setengah Abad IAIC Meriah dengan Jalan Santai dan Tebar Hadiah

Tasikmalaya, Fans Gus Dur. Untuk memperingati hari lahirnya yang ke-50, Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) mengadakan jalan santai dan kejutan kepada Rektor IAIC yang ulang tahun ke-66 pada Ahad (27/09), di lapangan hellipad Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ribuan peserta jalan santai terdiri dari seluruh santri cipasung, mahasiswa IAIC, dan masyarakat sekitar. Dengan berpakaian olahraga, mereka antusias berkumpul sejak satu jam sebelum dimulai, dan berjalan dengan rute dari lapangan Cipasung menuju Jalan Muktamar NU? XXIX ke arah Kompleks Gedung Bupati Kabupaten Tasikmalaya, kemudian kembali lagi ke Cipasung.

Setengah Abad IAIC Meriah dengan Jalan Santai dan Tebar Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Setengah Abad IAIC Meriah dengan Jalan Santai dan Tebar Hadiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Setengah Abad IAIC Meriah dengan Jalan Santai dan Tebar Hadiah

Setelah selesai seluruh peserta berkumpul menunggu Rektor IAIC mengumumkan pengundian hadiah.? Hadiah utama berupa sepeda motor yang dimenangkan seorang pedagang Aci di colok (Cilok). Seusai mengumumkan undian Rektor mendapatkan kejutan dari Civitas Akademi IAIC bersama puterinya dengan memberikan kue ulang tahun sang Rektor yang ke-66 pada 27 September 2015.

Fans Gus Dur

Rektor IAIC KH Abun Bunyamin Ruhiat mengaku sangat terkejut dengan kue ulang tahun ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang membuat dirinya gembira. Pimpinan Pesantren Cipasung ini meneruskan dengan mendoakan semoga cipasung lebih berkah dan untuk semuanya semoga tambah berkah.

Menurut Panitia Koordinator Jalan Santai Neng Wahidah, jalan santai ini merupakan tradisi dari Harlah IAIC setiap tahunnya dan hiburan juga untuk para santri yang tiap hari mengaji. “Dan kejutan ini sengaja dibuat untuk memperingati hari lahirnya Bapak Rektor ke-66 yang kebetulan hari ini pada 27 September,” terusnya. (Husni Mubarok/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Jeddah, Fans Gus Dur. Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji menggugat pihak Garuda Indonesia agar menanggung sepenuhnya biaya transportasi dan akomodasi para jamaah yang telantar di Jeddah, menyusul molornya jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air hingga lebih dari 20 jam.

"Kami hanya minta ganti rugi dalam bentuk uang terkait penyediaan akomodasi dan transportasi selama masa menunggu. Termasuk hotel tempat menginap sementara," kata Baluki Ahmad, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji di Madinah, Selasa (23/11). Sejak Sabtu hingga Selasa (23/11/2010), baru sekitar 2.000 jamaah bisa diangkut pihak Garuda.

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Rombongan jamaah dari biro penyelenggara haji dan umrah itu baru diberangkatkan setelah lebih dari 30 jam terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Padahal, penundaan penerbangan-penerbangan awal pemulangan jamaah tersebut berakibat pada penundaan jadwal-jadwal berikutnya, yang membuat antrean jamaah yang akan dipulangkan bertambah panjang.

Fans Gus Dur

Sejauh ini pihak Garuda menjanjikan hanya memberi semacam "ganti rugi" 180 riyal Saudi kepada tiap jamaah. Padahal, menurut Djadjang Sudradjat, pada saat seperti sekarang tarif hotel melati di Jeddah saja 300 riyal Saudi per malam. Belum lagi untuk makan dan penyediaan transportasi, yang semua harus dihitung ulang akibat penundaan kepulangan.

Sementara itu pihak Garuda di Jeddah yang dihubungi wartawan via telepon dari Madinah belum bersedia berkomentar. "Kami ini sudah terjadwal secara ketat. Sekarang ini tidak ada hotel yang bisa diperpanjang karena hari berikutnya sudah dipesan orang lain,”ujarnya.

Fans Gus Dur

Menurut perhitungan sementara, dengan 245 orang jamaah saja biaya tambahan yang mesti dikeluarkan sekitar 20.000 dollar AS. Baik Baluki maupun Djadjang juga mengeluhkan buruknya pelayanan Garuda secara keseluruhan. kalau tuntutan itu tidak dipenuhi, maka akan menggugat secara hukum resmi.

Apalagi tarif angkutan haji Jakarta-Jeddah dan sebaliknya jauh lebih mahal dibandingkan rute ke Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan pihak Garuda dinilai jauh dari memadai. "Pelayanan Garuda sangat minim, padahal ongkos yang ditarik hingga 1.800 dollar AS per jamaah,”tutur Djadjang.

Sementara untuk rute ke Eropa, Jepang dan Australia ketika masa puncaknya saja paling mahal 1.200 dollar AS dan pelayanan yang diberikan Garuda sangat bagus. Djadjang pernah bekerja di Garuda sebagai GM Garuda di Jeddah pada 1990-1992.(amf/kcm)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Hikmah, News Fans Gus Dur

Kamis, 04 Januari 2018

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan

Sragen, Fans Gus Dur. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir pada Akhirussanah Khotaman ke-VIII, Haul Masyayikh sekaligus memperingati Harlah NU ke-94 di Pondok Pesantren Mamba’uth Thoyyibah Sempurejo Jambangan Mondokan Sragen, Kamis (11/5).

Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak warga untuk ikut mencintai bangsa, dengan bershalawat. “Mari mencintai Indonesia dengan cara masing-masing, salah satunya dengan shalawatan,” kata Ganjar di depan ribuan jamaah.

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jateng: Mari Cintai Indonesia dengan Shalawatan

Menurutnya, dengan bershalawat, dapat menebarkan pesan cinta, damai dan membuat masyarakat bahagia.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Al-Quar’aniyy Surakarta KH Abdul Karim Ahmad berpesan untuk senantiasa ikut menjaga generasi penerus, agar menjadi generasi yang saleh dan salihah. ”Jadikan anak-anak kita, anak yang salih dan salihah. Jangan jadikan mereka anak yang lemah,"

Fans Gus Dur

Dalam acara tersebut turut hadir pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf dan Rais Syuriyah PCNU Sragen KH Ahmad Riyadh Mushoffa, yang juga pengasuh pondok Mamba’uth Thoyyibah. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Hikmah Fans Gus Dur

Senin, 01 Januari 2018

PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren

Jakarta, Fans Gus Dur. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) akan menggelar Festival Budaya Pesantren. Dalam memperingati harlah ke-79 GP Ansor, Festival Budaya Pesantren digelar di Gedung Balai Kartini Kavling 37, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) malam.

PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren

Festival Budaya Pesantren diisi oleh sebuah rangkaian acara. PP GP Ansor menampilkan antara lain pidato budaya, pembacaan puisi, pertunjukan seni monolog, penampilan sebuah grup rampak bedug dari Padeglang Banten.

Demikian disampaikan staf harian sekretariat PP GP Ansor Faisal saat ditemui Fans Gus Dur di ruang kerjanya di Gedung Sekretariat PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya 65A, Jakarta Pusat, Selasa (16/4) malam.

Fans Gus Dur

Pidato budaya, sambung Faisal, akan disampaikan oleh Wakil Rais Am PBNU KH A Musthofa Bisri dengan tajuk “Kepemimpinan Dalam Perspektif Budaya Pesantren”. Sementara puisi dibacakan oleh penyair dari Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan KH D Zawawi Imron dari Pesantren Miftahul Ulum Madura.

Fans Gus Dur

“Selain instruksi dari PBNU, keterlibatan pesantren dalam harlah ke-79 GP Ansor merupakan bagian program GP Ansor,” tegas Faisal.

Pada harlah GP Ansor tahun ini, PP GP Ansor ingin mengoptimalkan budaya yang berkembang di pesantren. Konkretnya, tambah Faisal, ialah memberikan panggung bagi kesenian sebagai satu bentuk ekspresi kebudayaan di pesantren.

Pertunjukan seni monolog oleh aktor monolog berpengalaman Butet Kertaradjasa rencananya akan ditampilkan dalam festival itu. Sedangkan unsur seni musiknya akan diisi oleh grup Ki Ageng Ganjur, tandas Faisal.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Nahdlatul Fans Gus Dur

Rabu, 27 Desember 2017

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha

Surabaya, Fans Gus Dur

Setelah Program Satu Ranting Satu Rumah Pangan Kita, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya merilis Program LUAS (Lembaga Usaha Ansor Surabaya). Program ini akan menjadi prioritas usaha ekonomi mikro yang meliputi aktivitas di bidang otomotif, pengelolaan sampah terpadu, pelayanan kesehatan, kuliner, dan fesyen.

Sebelum meluncurkan program LUAS, PC GP Ansor Kota Surabaya bersilaturahim ke rumah mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan guna meminta arahan tentang manajemen dan strategi bisnis yang tepat untuk tercapainya kemandirian organisasi secara ekonomi.

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha

"Ansor punya potensi besar menggarap kegiatan sektor ekonomi demi terwujudnya kemandirian organisasi secara ekonomi, saya akan berikan ilmu yang saya punya untuk membangun program ini," kata Dahlan.

Fans Gus Dur

Lanjutnya, Ansor selain sebagai garda terdepan benteng ulama. Ansor harus bisa menjadi pendobrak ekonomi, mengingat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berjalan dan Ansor harus terlibat di dalamnya.

"Ansor Surabaya punya banyak role model sebagai pelaku bisnis, semisal Sahabat Alaik dan Sahabat Muhibbin. Mereka sudah matang dalam bisnis yang ditekuni. Saya akan bantu menguatkan program ini," kata Abah Dahlan, sapaan akrab Dahlan Iskan.

Fans Gus Dur

Melalui program ini, Ansor Surabaya akan melakukan enterpreneurship kader diseluruh tingkatan. Akan ada banyak varian usaha yang akan dikerjakan oleh Ansor Surabaya dan disinergikan kepada PAC dan Ranting se-Kota Surabaya untuk terwujudnya kemandirian organisasi secara ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ansor Surabaya, Muhibbin Billah juga berdiskusi tentang analisa ekonomi pada tahun 2017 yang cenderung mengalami anomali.

"Ini kesempatan berharga, mengingat Abah Dahlan adalah pelaku bisnis dan concern terhadap ekonomi. Ada banyak persoalan ekonomi yang perlu di diskusikan bersama," ucap Muhibbin.

Silaturahim pada Rabu (19/7) itu diisi diskusi tentang kemandirian ekonomi dan konstelasi perekonomian global, mengingat banyak dari pengurus Ansor Kota Surabaya adalah pelaku bisnis di bidang masing-masing.

Sebelum mengakhiri silaturahim, Dahlan Iskan mengundang secara khusus Muhibbin Billah dalam acara Ngaji Bisnis HPN di Graha Pena pada 29 Juli 2017 untuk memberikan testimoni dalam membangun bisnis Tour and Travel yang tengah ditekuni.

"Saya ingin sahabat Muhibbin ikut, biar mereka tahu ada pengusaha muda NU yang nekat dan sukses di bidang ekonomi, khususnya di Kota Surabaya," pungkasnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Hikmah, Nusantara Fans Gus Dur

Selasa, 19 Desember 2017

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif

Semarang, Fans Gus Dur. Bandha (aset) wakaf yang dimiliki masjid perlu dikelola agar produktif. Pengelolaan tersebut maksudnya diupayakan supay menghasilkan uang yang bisa dipergunakan untuk kemakmuran masjid dan umat di sekitarnya.

Para nazhir masjid perlu mengupayakan hal tersebut agar? masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah sholat saja. Tidak sebatas fungsi sebagai takmir yang memakmurkan masjid dengan kegiatan keagamaan saja.

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif

Demikian disampaikan Ketua Lajnah Talif wan-Nasyr PWNU Jateng Dr H Muhyar Fanani MAg saat memberikan pembekalan kepada para nazhir masjid utusan kabupaten/kota se-Jateng dalam Workshop Workshop "Optimalisasi Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif Angkatan II yang diselenggarakan Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, di Hotel Muria, Semarang, Selasa, (4/11/2014).

Fans Gus Dur

Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo ini menyatakan, mayoritas aset masjid, baik berupa tanah maupun bangunan, tidak dikelola secara produktif alias dibiarkan saja sebagai harta tak bergerak. Dia mengutip data Kemenag RI, di tahun 2008 ada tanah wakaf masjid seluas 1,6 milyar meter persegi, dan menjadi 3,49 milyar meter persegi pada 2012. Aset seluas itu,? hanya 34 persen yang telah dikelola secara produktif. ?

Apabila dirupiahkan, 3,49 miliar meter persegi yang berada di 420.003 titik itu dengan asumsi harga tanah hanya Rp100 ribu per meter persegi, nilainya mencapai Rp 349 triliun.

Fans Gus Dur

"Inilah sebabnya kita perlu mengajak seluruh nazhir masjid berpikir soal bisnis dan ekonomi," tuturnya.

Ia tambahkan, wakaf selain tanah juga bisa digali dari umat Islam. Yaitu wakaf uang yang saat ini sudah ditampung dalam Tabungan Wakaf Indonesia (TWI) dan wakaf berupa saham (surat berharga). Potensi dari wakaf non tanah ini, menurutnya, mencapai Rp 4 triliun per tahun.

Disebutkannya, kelemahan umum umat Islam adalah kurangnya ilmu manajemen dan kurangnya profesioanlitas dalam urusan dunia. Rata-rata takmir atau nazhir masjid adalah orang-orang berjiwa ikhlas yang pikirannya hanya dipenuhi soal pahala dan sorga, tentang kehidupan akhirat. Kalaupun memproduktifkan bandha masjid, sekedar membuka toko atau menyewakan tanah, sambil berharap usaha itu berkembang. Tanpa manajemen yang profesional.

"Yang dibutuhkan adalah ilmu manajemen. Jadi harus profesional jika ingin produktif. Tidak asal-asalan," ujarnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Perlu Kemitraan

Muhyar menyadari, tidak realistik apabila mendorong para nazhir masjid melakukan usaha itu sendirian. Yang paling mungkin adalah mendorong mereka bermitra dengan pebisnis, atau merekrut orang yang ahli bisnis menjadi pengelola wakaf masjid. Dan dalam kemitraan itu memakai asas bisnis profesional. Yakni dengan perjanjian yang jelas, dengan aturan hak dan kewajiban yang rinci dan terukur.

"Nazhir perlu bermitra dengan pebisnis yang terpercaya. Karena tidak realistis jika kita mendorong nazhir mengelola usaha sendiri. Kecuali memang mereka yang punya keahlian itu," tandasnya.

Hal itu menurutnya, sesuai dengan UU nomor 41 tahun 2004 tentang Perwakafan. Terlebih, lanjutnya, UU ini juga mengatur tentang perlunya memberi tunjangan kesejahteraan kepada nazhir masjid.

Ia jelaskan, ciri-ciri sebuah wakaf telah produktif adalah apabila memenuhi tiga hal. Yaitu semua pembiayaan dilakukan dalam bingkai proyek, kesejahteraan nazhir diperhatikan, dan asas akuntabilitas dan transparansi dipraktekkan.

Karena itu, kata dia, nazhir masjid haruslah orang yang kreatif, tekun dan cakap. Ini sebagai syarat tambahan selain keimanan dan akhlaknya. Dan untuk itu, memang harus mendorong perubahan cara kerja nadzhir. Jika selama ini 92 persen menjadi nazhir sebagai sambilan, diubah menjadi nazhir penuh dan terlembagakan. Tidak perorangan.

Muhyar menyayangkan acara tersebut tidak menghadirkan pemateri dari praktisi bisnis atau motivator. Dia mengritik pihak Kemenag masih berpikir seperti umumnya takmir masjid. Membahas tentang perekonomian, tetapi yang dihadirkan ulama semua. Ahli fiqih dan ahli ibadah semua.

"Mestinya workhsop ini menghadirkan pembicara dari praktisi bisnis dan motivator. Semisal Tung Desem Waringin, Andrie Wongso dan semacamnya. Padahal ini sudah angkatan ke-2. Mestinya pembicaranya jangan ahli agama semua," pungkas dia.

Dalam jadwal workshop tersebut, tertera para pembicara selain Muhyar Fanani adalah H. Ahmad Furqon Lc MAg, Dr H Ayoeb Amin MAg, Ahmad Arif Budiman MAg, dan Prof. Dr. HM Ali Mansyur Mhum. Sedangkan para moderator, seluruhnya adalah para pegarai Kanwil Kemenag Jateng. [ichwan/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Sejarah, Hikmah Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah

Probolinggo, Fans Gus Dur. Untuk memaksimalkan penyebaran kegiatan keagamaan kepada Nahdliyin, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendirikan sebuah radio komunitas bernama Radio Dakwah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah).

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah

Radio yang bermarkas di Kantor MWCNU Kecamatan Maron ini mengudara melalui frekuensi 97,2 MHz dengan siaran full kegiatan kegamaan dan penyampaian program-program MWCNU Kecamatan Maron mulai dari lembaga, lajnah hingga badan otonom (banom).

Sekretaris MWCNU Kecamatan Maron M. Mascung Asy’ari saat ditemui di ruangannya, Jumat (4/4) mengungkapkan bahwa Radio Dakwah Aswaja ini didirikan dengan tujuan sebagai media untuk memperluas jangkauan kegiatan-kegiatan NU mulai dari pengajian Aswaja dalam kegiatan lailatul ijtima’, istighotsah maupun kegiatan NU yang lain.

Fans Gus Dur

“Dengan adanya radio dakwah ini diharapkan seluruh warga NU khususnya di Kecamatan Maron bisa mengikuti semua kegiatan NU melalui siaran radio tanpa harus datang ke lokasi kegiatan. Hal ini dilakukan karena banyak warga NU yang tempat tinggalnya berada jauh dari Kantor MWCNU Kecamatan Maron,” ungkapnya.

Mascung menegaskan dengan adanya radio ini nantinya semua kegiatan NU di Kecamatan Maron akan disiarkan secara langsung supaya bisa diterima oleh seluruh warga NU. Selain menjadi pendengar, nantinya warga NU juga bisa berperan aktif menyampaikan aspirasinya melalui forum dialog melalui jaringan telepon secara live.

Fans Gus Dur

“Kami akan berupaya agar setiap lembaga, lajnah dan badan otonom dapat memanfaatkan keberadaan radio dakwah ini untuk menyiarkan program-programnya agar bisa diketahui oleh masyarakat. Nanti akan kami atur jadwalnya supaya ada pemerataan partisipasi,” jelasnya.

Namun Mascung membantah jika penyiaran kegiatan agama di radio ini merupakan salah satu upaya pengurus MWCNU Kecamatan Maron untuk mengurangi intensitas turba (turun ke bawah) kepada masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa pendirian radio ini merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang selama ini tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan NU. Untuk kegiatan kemasyarakatan lain akan tetap kami lakukan sebab hal itu adalah salah satu upaya untuk mempererat silaturahim antara pengurus dengan warga NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Nasional, Hikmah Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa

Surabaya, Fans Gus Dur. Konflik di Negara-negara Islam adalah pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, NU memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kondusifnya suasana di negeri ini.

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: NU Penyangga Keutuhan Bangsa

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (22/8). Bagi Kiai Said, sumbangsih NU bagi bangsa ini sangat besar sehingga tidak terjadi kekerasan dan kerusuhan.

“Di Indonesia, kita memiliki NU yang merupakan organisasi sosial kegamaan terbesar sehingga mampu meredam sejumlah gejolak yang akan memicu disintegrasi dan kerusuhan massal,” katanya.

Fans Gus Dur

Kiai Said membandingkan kondisi negara Timur Tengah yang terus begolak. “Di negara-negara itu ada polisi dan pasukan militer,” katanya. “Namun karena tidak memiliki organisasi kemasyarakatan yang mengakar, akhirnya kerusuhan tidak bisa terhindarkan,” lanjutnya.

“Kebesaran Islam di Maroko, Syria maupun Mesir yang telah berlangsung beratus tahun lamanya akhirnya porak poranda oleh kerusuhan yang kini terjadi,” terangnya.

Fans Gus Dur

Karena itu Kiai Said mengharapkan agar keberadaan NU terus menjadi perekat umat dan tidak mudah tercerai berai. “Marilah kita jaga keutuhan Indonesia dengan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Dan Jawa Timur hendaknya tetap menjadi ruh bagi NU di Indonesia. “Ruh NU ada di Jawa Timur,” tandas Kiai Said. “Kalau ruh NU sudah tidak ada, maka tidak akan ada lagi NU di negeri ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu kepengurusan PWNU Jawa Timur hasil Konferensi Wilayah yang diselenggarakan di SMP Progresif Bhumi Shalawat Lebo Sidoarjo beberapa waktu lalu dilantik. Menempati bangunan lantai tiga kantor PWNU Jawa Timur di Jalan Masjid al-Akbar Timur No 9 Surabaya, sejumlah ketua lembaga dan lajnah juga diambil sumpah untuk berkhidmat kepada jam’iyah dan jamaah NU. 

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Syaifullah Ibnu Nawawu 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Fragmen, Hikmah Fans Gus Dur

Jumat, 08 Desember 2017

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali

Jepara, Fans Gus Dur. Sempat vakum selama puluhan tahun, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya bangkit kembali.

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jepara, Ahad pagi (31/05), melantik para pengurus baru PR IPNU-IPPNU Karangnongko di SMP NU Assalam Desa Krangnongko. Acara yang berlangsung pukul 09.00 Wib itu mengundang antusiasme para pelajar-pelajar NU yang ada di desa tersebut. Ini terbukti dengan hadirnya puluhan kader-kader NU pada kesempatan itu.

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali

Dalam sambutannya, ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Nalumsari, Lukman Hakim memberi dorongan semangat kepada para Pelajar NU Desa Karangnongko yang sudah susah payah mendirikan organisasi IPNU-IPPNU lagi. "Saya ucapkan Selamat dan Sukses kepada kader-kader NU Desa Karangnongko," katanya

Fans Gus Dur

Menurutnya, dalam menjalankan organisasi, para pengurus harus mempunyai “DUIT”. "DUIT ialah (singkatan dari) dedikasi yang tinggi, usaha, ikhlas dan tanggung jawab," tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Maka dari itu, nantinya dalam menjalankan organisasi, harus mempunyai dedikasi yang tinggi. Tentunya dengan usaha-usaha yang maksimal untuk mensiarkan agama allah di masyarakat dengan baik dan akhirnya bisa berkembang dan maju.

Fans Gus Dur

Tidak hanya itu saja, harus juga diniatkan ihklas karena allah. Dan juga bisa bertangung jawab untuk menjalankan organisasi secara maksimal.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Karangnongko, Andi Setiawan memberi apresiasi yang tinggi terhadap para pengurus yang sudah dilantik. "Ini adalah awal kemajuan IPNU-IPPNU di Karangnongko, setelah puluhan tahun vakum. Saya ucapkan selamat berjuang," tegasnya.

Andi juga memberi dorongan semangat kepada pengurus untuk ihklas dalam menjalankan organisasi, meskipun tidak ada imbalan materi yang didapat. "Menjalankan organisasi harus diniatkan karena allah, meskipun tidak ada imbalan materinya," ujar Andi yang juga menjabat bendahara Geraan Pemuda Ansor Nalumsari.

Ia berharap kader-kader NU ini Jangan pernah putus semangat dalam menjalankan organisasi. "Kalian harus terus belajar dan Jangan pernah merasa pintar," katanya.

Dia juga mengimbau untuk tidak pernah bosan mengajak kader-kader yang lain untuk ikut organisasi IPNU-IPPNU. "Saya harap jangan hanya memajukan salah satu dusun saja, harus ada kader di setiap dusun," katanya. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Jakarta, Fans Gus Dur. Mantan Senator Amerika Serikat Christopher Kit Bon, Selasa (23/4) petang, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulam (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Kit Bon mengadakan dialog dengan sejumlah pengurus dan warga NU.

Kedatangan Kit Bon disambut Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud. Turut hadir, antara lain, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Iqbal Sulam, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Utara Shalahudin Kafrawi, dan sekitar 20 pengurus lembaga dan lajnah NU.

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Senator Kit Bon mengaku, sebelumnya pernah berkunjung ke Jakarta dan mendapat sambutan hangat dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia mendukung, Islam sebagai ajaran pada prinsipnya adalah penebar kedamaian.

Dalam acara yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan oleh PCINU Amerika Utara ini, Kit Bon menjelaskan, terorisme sama sekali tidak identik dengan Islam. Ia mengaku, stereotip kekerasan terhadap Islam di berbagai negara menjadi tantangan berat bersama.

As’ad menyambut positif kiprah Kit Bon selama ini. Kit Bon dinilai cukup berjasa dalam mencitrakan Islam di Amerika sebagai agama yang ramah. Ia optimis, kebangkitan Islam di dunia akan dimulai dari Asia Tenggara. Seperti ditunjukkan NU, Islam mengedepankan pedekatan budaya dan dialog antarperadaban (hiwar bainal hadlarah).

Fans Gus Dur

Marsyudi dalam kesempatan itu, menjelaskan profil singkat NU, meliputi sejarah pendirian, keanggotaan, serta segenap jaringan kelembagaan yang dimiliki. ”NU sudah berdiri sejak Indonesia belum berdiri. Dan NU merupakan salah satu pendiri republik ini,” katanya.

 

Fans Gus Dur

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Hikmah Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Fans Gus Dur

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Fans Gus Dur

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Aswaja, Internasional, Hikmah Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Menag Dukung UNU Surakarta Buka Program Doktor

Surakarta, Fans Gus Dur



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan Kementerian Agama mendukung penuh keinginan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta untuk membuka program doktoral ? (S3).

“Kemenag mendukung penuh program S3 di Universitas Nahdlatul Ulama,” demikian penegasan Menag saat memberikan Orasi Ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Dalam Rangka Wisuda ke XVIII Program Sarjana dan Magister di UNU Surakarta, Sabtu (27/02) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag Dukung UNU Surakarta Buka Program Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Dukung UNU Surakarta Buka Program Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Dukung UNU Surakarta Buka Program Doktor

Penegasan ini merespon permintaan Rektor UNU Mufrod Teguh Mulyo bahwa UNU sedang memproses perizinan membuka Program Doktor Prodi Pendidikan Agama Islam. Menurut Mufrod, proposal sudah dipresentasikan di hadapan tim Direktorat Pendidikan Tinggi Islam dan sudah divisitasi tim ahli pada Desember 2015.?

“Saat ini tinggal menunggu Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam,” terang Mufrod.

“Pascasarjana UNU sudah memiliki alumni magister PAI sebanyak 686. Tidak berlebihan jika membuka program doktoral PAI,” tambahnya.

Fans Gus Dur

Di hadapan civitas akademikai UNU, Menag menyambut baik keinginan UNU untuk mengembangkan program S3. Menurut Menag, prosesnya sedang ditindaklanjuti karena setidaknya ada dua hal yang harus dicermati.

Fans Gus Dur

Kedua hal itu, menurut Menag, terkait dengan keberadaan profesor ahli di bidang PAI yang mengajar di UNU Surakarta. Hal kedua, terkait dengan kelengkapan infrastruktur akademik seperti koleksi buku dan perpustakaan.

“Prinsipnya, Kemenag mendukung dibukanya program S3 di UNU,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock