Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional

Pamekasan, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan berkomitmen dalam melakukan gerakan membumi. Salah satunya, dengan cara mentradisikan konsumsi makanan tradisional tiap kali menggelar acara.

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional

Hal itu terlihat pada acara kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor di Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan, Jumat (13/1) malam. Acara yang dilangsungkan di rumah Ketua Ansor Kadur Hairul Anam itu, dihadiri pengurus PAC, MDS Rijalul Ansor, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), dan Satkoryon Banser Kadur.

Selama acara berlangsung, peserta disuguhi makanan tradisional hasil budi daya pertanian Desa Kertagena Tengah. Yakni, berupa ketela pohon yang dimasak dengan legen dan buah sukun yang dikukus.

"Alhamdulillah. Selain lezat, makanan ini juga menyehatkan. Bisa dikatakan tidak ada unsur kimia yang mengancam terhadap kesehatan," ujar Wasekjen PAC GP Ansor Kadur Imam Syafii.

Kolom bulanan Rijalul Ansor kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada Desember 2016 bergulir di kediaman Ketua MDS Rijalul Ansor Kadur, Muhammad Salam Bakir. Untuk bulan depan, direncanakan akan ditempatkan di kediaman sahabat Ubaidillahi Taala, Desa Bangkes, Kadur, Pamekasan.

Fans Gus Dur

"Kegiatan ini dalam rangka menghidupkan tradisi ke-NU-an berupa shalawat dan zikir," ujar Sekretaris GP Ansor Kadur, Fathorrahman, sembari melahan ketela dengan lahapnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Khutbah, Pahlawan Fans Gus Dur

Minggu, 18 Februari 2018

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Saya masih ingat dulu pada dekade 70-80-an, saya memiliki seorang teman yang menyebut dirinya “Mbak Sri”. Jangan dibayangkan dia seorang cewek karena dia sesungguhnya seorang cowok sebagaimana saya. Nama lengkapnya sebut saja Sri Wardono. Ketika Mbak Sri masih dalam kandungan, ibunya sangat berharap ia akan lahir sebagai anak perempuan. Maklum di keluarganya, belum ada seorang pun anak perempuan. Semua anak adalah laki-laki yang jumlahnya sudah 4 orang. Ibunya sangat mendambakan kehadiran seorang anak perempuan agar ia tak sendiri sebagai perempuan dalam keluarga itu. Di sinilah awal mula permasalahan.

Ibunda Mbak Sri, sebut saja Bu Basuki, memang sangat mengidamkan memiliki seorang anak berjenis kelamin perempuan sebagaimana dirinya. Dalam setiap doanya kepada Tuhan ia selalu menyatakan hal itu. Mbak Sri belum lahir saja, ibunya sudah menyiapkan nama anak perempuan “Sri Lestari” sekaligus pakaian anak perempuan yang bagus-bagus. Singkat cerita Bu Basuki berdoa keras agar Tuhan memberinya anak perempuan yang akan menjadi anak kelima dalam keluarganya.

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Mbak Sri akhirnya benar-benar lahir ke dunia bukan sebagai anak perempuan, tetapi sebagai anak laki-laki. Bu Basuki kecewa dengan kanyataan yang ada. Tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Ia masih memiliki kesempatan untuk tetap memberikan nama depan “Sri” yang sudah ia siapakan sebelum kelahirannya. Nama belakang Mbak Sri bukan “Lestari” sebagaimana rencana awal, tetapi sudah disesuaikan dengan jenis kelamin yang sebenarnya, “Wardono”. Jadi nama lengkap Mbak Sri menjadi “Sri Wardono”.

Dengan nama depan “Sri”, ibunya masih bisa berimajinasi bahwa anak kelimanya adalah perempuan karena nama “Sri” lebih umum dipakai untuk anak perempuan. Setiap hari Bu Basuki memperlakukannya sebagai anak perempuan. Baju-baju anak perempuan yang sudah disiapkan sebelum kelahirannya, tetap dipakaiankan pada anak itu. Ketika baju-baju itu sudah tak cukup untuk badannya yang sudah semakin besar, Bu Basuki tetap membuatkan baju-baju baru dengan model baju perempuan.

Fans Gus Dur

Penampilan Mbak Sri yang dipaksakan feminin oleh ibunya ini, sedikit demi sedikit mempengaruhi kejiwaannya. Hal itu tampak pada perilakunya. Misalnya, ia lebih suka bergaul dengan anak-anak perempuan dan mulai tertarik dengan sesama laki-laki. Dia belajar berjalan dengan langkah gemulai meski suaranya tetap seperti kodratnya sebagai laki-laki. Ketika dewasa jakun di lehernya tak bisa disembunyikan.

Fans Gus Dur

Hari demi hari terus berjalan. Tahun demi tahun terus berlalu. Mbak Sri telah tumbuh dan berkembang cukup besar. Ia harus sekolah sebagaimana anak-anak sebaya. Oleh orang tuanya, Mbak Sri didaftarkan sebagai anak laki-laki. Di sekolah ia memakai celana dan kemeja. Di rumah ia memakai rok. Hal ini berlangsung hingga ia duduk di kelas 4 SD. Saat itu umurnya telah mencapai 10 tahun.

Di usia kesepuluh itulah, ia dikhitankan oleh orang tuanya. Namun, ketika lukanya telah mengering dan sembuh, ia memutuskan memilih menjadi anak perempuan dan tidak lagi mau sekolah. Ia tinggalkan bangku sekolah dan tanggalkan seluruh pakaian laki-lakinya. Selanjutnya ia hanya mau memakai pakaian perempuan, terutama rok. Termasuk dalam hal ini ia tanggalkan sarung yang selama ini ia kenakan untuk shalat di masjid. Kemudian ia mengganti sarung dengan mukena sebagaimana perempuan.

Jika sebelumnya ia selalu shalat berjamaah di ruang laki-laki, sejak itu ia pindah ke ruang perempuan. Di ruang perempuan ini, ia memilih bersendirian di baris paling belakang. Atau kalau memang di sebelah kiri atau kanannya ada perempuan, ia bersikap hati-hati dengan mengambil jarak agar tidak bersentuhan kulit. Ia menyadari kelaki-lakiannya dan cukup tahu hal-hal yang bisa membatalkan wudhu. Ia tak ingin membatali wudhu teman-teman perempuannya.

Ketika usia Mbak Sri telah mencapai 25 tahun, ia mengadakan pesta ulang tahun di rumah sendiri dengan mengundang banyak tamu terutama kerabat dekat, teman-teman sesama waria dan tetangga sendiri. Saya juga termasuk yang diundang dan hadir dalam acara itu. Saat itu saya sudah kuliah, entah di semester berapa saya lupa.

Perayaan ultahnya yang ke 25 itu ternyata ia manfaatkan untuk mengumumkan perkawinannya dengan seorang gay yang selama beberapa tahun memang dikenal sebagai pacarnya. Tentu saja tidak ada ritual khusus seperti ijab qabul dan sebagainya dalam acara itu. Mbak Sri dan “suaminya” duduk berdua di kursi “pelaminan” layaknya perkawinan yang sebenarnya. Mereka juga melakukan adegan saling menyuapi makanan di depan para tamu.

Usia Mbak Sri kini sekitar 58 tahun. Sedang usia saya memasuki 53, atau? lima tahun lebih muda dari pada Mbak Sri. Saya tak tahu kabar Mbak Sri sekarang. Di mana kebaradaannya saya juga tidak tahu. Sejak puluhan tahun ia telah pindah ke kampung lain yang tidak saya ketahui. Saya berharap ia masih ada dan sehat-sehat saja. Saya ingin bertemu. Jika perlu, saya ingin menasihatinya sebagai seorang kawan di saat usia kami sama-sama sudah lebih dari setengah abad.

Fenomena Mbak Sri hendaknya membuka kesadaran masyarakat bahwa seorang LGBT belum tentu bersalah 100 persen, jika memang mereka harus dipersalahkan. Bisa jadi awal mula kesalahan perilaku seksualnya bermula dari orang tuanya. Hal lain yang perlu menjadi pelajaran berharga adalah para orang tua tentu boleh mendambakan seorang anak dengan jenis kelamin tertentu sesuai harapannya. Namun doa yang tidak pernah dipasrahkan kepada Tuhan akan berpotensi memaksakan kehendak.

Jika ternyata Tuhan menghendaki lain, orang tua bisa sangat frustrasi atas kenyataan yang ada karena kurangnya tawakal. Yang saya maksud dengan tawakal dalam hal ini adalah sikap menyerahkan kepada Allah SWT semata apa pun hasil dari apa yang diperjuangkan baik melalui usaha maupun doa-doa. Mbak Sri adalah contoh dari sikap orang tua yang tidak bisa menerima kehendak-Nya. Mbak Sri adalah korban. Padahal Allah SWT telah mengingatkan di dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran, ayat 159:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:“Ketika engkau telah membulatkan tekad (memiliki keinginan tertentu), maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal (kepada-Nya).”

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah SWT tidak melarang seorang hamba memiliki keinginan tertentu. Tetapi Allah SWT mengingatkan apa pun tekad seseorang untuk mencapai keinginan tertentu itu, dari yang sepele hingga yang muluk-muluk, pada akhirnya tekad tersebut harus dipasrahkan kepada-Nya karena Dia-lah Yang Mengatur Hidup ini.



Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Anti Hoax, Khutbah Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media

Cimahi, Fans Gus Dur. Menjadi penggagas dalam menciptakan kota inklusi bukanlah hal yang mudah. Inklusi dalam pengertian mengembangkan lingkungan yang terbuka, mengikutsertakan semua orang, saling merangkul dan menghargai dengan beragam perbedaan dan multi karakter etnik, agama, ras, budaya hingga disabilitas.

Nah, butuh kerja keras dan aksi? nyata dalam mengampanyekan pentingnya inklusi sosial kepada seluruh pihak termasuk masyarakat, pemerintah, dan organisasi sosial kemasyarakatan.

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media

Tidak ada alasan untuk menyerah dan berhenti bergerak. Inilah yang terus diupayakan Lakpesdam NU Cimahi melalui Program Peduli dalam membangun inklusi sosial. Ada banyak agenda dengan berbagai kegiatan, semisal seminar, pelatihan dan kampanye serta aksi turun yang terus digalakkan Lakpesdam NU cimahi dalam mencapai tujuan di atas.

Fans Gus Dur

Minggu lalu, tepatnya 23-24 Juli 2016, Lakpesdam NU Cimahi mengadakan Pelatihan Literasi Media ke-2. Pelatihan tersebut bertajuk Pengembangan Jurnalisme Warga untuk Perdamaian dan Inklusi Sosial. Hadirnya acara ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan dan keterampilan para aktivis perdamaian untuk bisa memproduksi informasi dan konten tentang inklusi sosial dalam berbagai bentuk.

Dengan bertempat di gedung BPPKS Dinas Sosial Cimahi, acara pelatihan literasi media 2 berjalan lancar dengan diikuti oleh peserta yang berasal dari latar belakang agama dan institusi yang berbeda. Tercatat Perwakilan dari IPNU, IPPNU, OMK, Masyarakat Adat Cireunde dan organisasi lainnya turut meramaikan acara tersebut.

Fans Gus Dur

Hari pertama, acara pelatihan diisi dengan kegiatan berlatih menulis khususnya menulis tulisan-tulisan yang berisi kampanye perdamaian. Sesi ini difasilitasi oleh seorang dosen dan praktisi perdamaian UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Bambang Q. Anees.

Tidak hanya pelatihan menulis, pada hari kedua, peserta juga diajak untuk berkenalan dan mencoba membuat suatu bentuk media kampanye yaitu video dan design grafis. Dengan difasilitasi oleh Imam Ma’ruf, salah satu pakar media lakpesdam PBNU, peserta mendapatkan ilmu yang luar biasa berharga tentang pembuatan video yang unik dan mudah dibuat.

Dari hasil testimoni para peserta, kebanyakan mengaku sangat antusias mengikuti acara tersebut. Menurut mereka, pelatihan tersebut telah memberi kesadaran bahwa kemampuan menulis ternyata tidak mustahil untuk dilakukan selama menjadikannya kebiasaan. Mereka mengaku akan terus mengembangkan bakat mereka dalam menulis, terkhusus dalam membuat tulisan-tulisan yang bertemakan perdamaian.

Acara tersebut juga memberikan mereka ruang untuk terlibat aktif dalam perbaikan masyarakat dengan salah satunya menjalankan program yang disebut “Design For Change”. Mereka mengatakan bahwa projek tersebut sangat menginspirasi dan harus segera dilaksanakan.

Kesuksesan Lakpesdam NU cimahi dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, diskusi, kunjungan dan menginisiasi adanya gerakan pemuda untuk inklusi cimahi (GRADASI) merupakan satu bukti yang nyata bahwa inklusi sosial bukan hanya buaian yang ingin dicapai oleh tim program yang pimpin Diana Handayani.

Pencapaian yang telah dilakukan adalah bukti telah hadirnya gerakan-gerakan inklusi untuk membuat Cimahi yang damai dan bertoleransi. Selamat dan sukses selalu untuk Lakpesdam NU Cimahi! (Yeni Latifah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Khutbah, Berita Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

Membangun Cara Berpikir Aswaja NU

Buku, memang sudah terkenal menjadi salah satu jendela ilmu. Dengannya, wawasan semakin bertambah dan ilmu semakin mendalam serta pandangan akan agama, dunia dan akhirat semakin arif dan bijak.

Buku Manhaj Aswaja NU: “Berakar Tradisi, Merajut Toleransi dan Menjaga NKRI” hadir di tengah-tengah kita guna menjawab pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan ke-Aswaja-an yang dewasa ini sedang dan semakin terusik akan keilmiahannya. Buku ini hadir menguak berbagai problematika umat, NU. Buku ini menggunakan metode tanya jawab yang mudah dimengerti. Buku ini mengulas apa dan bagaimana ahlu as-sunah wa al-Jamaah dan penafsiran kontekstualnya dalam kehidupan modern.?

Membangun Cara Berpikir Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Cara Berpikir Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Cara Berpikir Aswaja NU

Buku Manhaj aswaja ini terdiri dari 5 tema pembahasan, yakni Pengantar Manhaj Aswaja NU, Manhaj Aswaja NU dalam bidang Akidah, Manhaj Aswaja NU dalam bidang Fiqih, Manhaj Aswaja NU dalam bidang Tasawuf, Manhaj Aswaja NU dalam bidang Dakwah, Manhaj Aswaja NU dalam bidang Politik. Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa buku ini hadir dengan metode tanya jawab, disana terdapat 34 pertanyaan berkaitan dengan masing-masing bidang manhaj aswaja NU itu sendiri.

Pengantar Manhaj Aswaja NU terdiri dari 8 pertanyaan. Bidang akidah terdiri dari 9 pertanyaan. Bidang Fiqih terdiri dari 4 pertanyaan. Bidang tasawuf terdiri dari 3 pertanyaan. Bidang dakwah terdiri dari 5 pertanyaan. Bidang politik terdiri dari 4 pertanyaan. Semua pertanyaan disajikan dengan jawabannya beserta rujukan yang menguatkannya.

Buku ini akan mengantarkan kita pada pengertian Islam yang menjadi rahmat lil ‘alamin. Yakni Islam yang menjadi agama kasih sayang, baik kepada umatnya, yang teguh meyakini dengan keimanan dan ketakwaanya, maupun kepada seluruh umat manusia. Uraian-uraian kata dan kalimat di dalamnya akan mampu menguatkan keyakinan pada amaliyah-amaliyah yang sudah mentradisi di lingkungan NU.?

Fans Gus Dur

Buku ini merupakan pengiring hadirnya kegiatan ngaji manhaj aswaja NU yang akan dilaksanakan sebagai program kerja LD PCNU Kabupaten Purbalingga. Dan tidak menutup pintu bagi rekan-rekan di kabupaten lain bila ingin membedah buku ini sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, karena dapat berdialog langsung dengan penyusun buku.

Selain itu, buku ini sangat cocok untuk kaum akademis, baik alumnus pesantren maupun nonpesantren. Buku ini akan membantu anda dalam memahami keaswajaan NU dan membangun mindset dalam mengembangkannya dan mengejawantahkan dalam kehidupan sosial kontekstual dan modern.

Fans Gus Dur

Kelebihan buku ini adalah disusun secara sistematik, sangat mudah dipahami pembaca. Materi disusun secara teratur mulai satu bidang ke bidang yang lainnya dengan metode tanya jawab diserta sumber rujukan yang valid.

Buku ini menampilkan epistimologi keilmuan aswaja NU yg menghantarkan pada pola berpikir dan bertindak moderat guna mewujudkan Islam rahmatan lil alamin.

Desain sampul buku menarik dan penuh warna sehingga sangat tertarik untuk lebih mengetahui isi dari buku tersebut. Jenis huruf yang dipakai menjadikan mata betah untuk membaca baik untuk usia muda, terlebih usia tua. Kalimat-kalimat atau penggunaan bahasa yang disajikan dalam buku ini tidak sulit untuk dimengerti.

Sementara kekurangan buku ini terdapat tulisan arab dalam berbagai ayat, hadits maupun qoul ulama yang hurufnya tidak nyambung dengan huruf yang lainnya. Inkonsistensi jenis huruf arab yang terdapat dalam paragraph. Dan masih terdapat kata-kata yang tidak menyambung dengan kata didepannya. Masih terdapat kata-kata yang bergandeng dengan kata di depannya.

***

Agama tidak lahir untuk timur atau barat, agama lahir untuk manusia. Mengapa Islam bisa diterima di barat dan di timur? Hal ini karena Islam membawa misi kemanusiaan untuk manusia. Tak heran bila nabi sendiri dalam sabdanya mengatakan bahwa Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak (adab) manusia. Jauh sebelum para pemikir dunia mencoba memprediksi masa depan agama, nabi sendiri sudah memperkirakan aka nada masa dimana manusia berada pada krisis besar.

Islam lahir sebagai agama rahmat bagi seluruh alam, yakni kasih sayang yang dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh alam. Misi Islam ini tidak akan terwujud kecuali dengan landasan berpikir dan bertindak adil, proporsional dan bijak. Adil, proporsional dan bijak tidak akan terwujud kecuali dengan ditopang oleh sikap moderat, toleran, seimbang dan tetap konsisten untuk mengatakan mana yang benar dan mana yang salah.

Sikap-sikap yang bersifat manhaji/sistematis inilah yang dalam keilmuannya, berada pada kevalidan data dengan ditunjukkan kuatnya ketersambungan sanad keilmuannya yang sampai kepada Rasulullah SAW. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengna petikan teks hadits yang berbunyi “ma ana alaihi wa ashabi” yang kemudian masyhur disebut Ahlussunah wal-Jamaah.

Bagi NU, sebagai organisasi besar di dalam bangsa yang besar ini, menyadari bahwa kurun waktu yang sudah begitu jauh, ditambah kadar kemampuan umat Islam sebagai individu sangat beragam, maka para ulama menyepakati dengan bermadzhablah. Bermadzhab diartikan dengan mengikuti hasil ijtihad para ulama mujtahid baik yang berupa metode maupun produk hukumnya. Hal ini dipercaya akan lebih meminimalisir ketersesatan dan keluar dari “ma ana alaihi wa ashabi”.

Para mujtahid yang telah menghasilkan metode dan produk hukum ini didukung oleh sumber dalil as-sam’iyyah, yakni berupa al-Qur’an, hadits dan perkataan para ulama, ad-dalail al-‘aqliyyah, yakni berupa rasio dan panca indera (empiris) dan ad-dalail al’aqliyyah. Yaitu kasyaf dan ilham dalam menyelesaikan berbagai masalah. Memanfaatkan ketiga potensi sumber dalil ini dapat menjadikan konstruksi keilmuan lebih mapan dan tidak mudah dibongkar seenaknya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

KH Basyir Fadlulloh, menegaskan bahwa NU dalam menengarai dan menyelesaikan berbagai persoalan umat, baik dalam bidang akidah, fiqih, tasawuf, dakwah maupun yang bersifat kenegaraan khususnya dalam bidang politik, merumuskan bagaimana menjadi insan kamil yang memiliki kasih sayang dan dapat mensejahterakan, baik untuk agama Islam sendiri maupun untuk bumi ini, khalifatulloh fi al ardli, sesuai dengan misi Islam yang lahir dan sampai di bumi nusantara.

Penyusun buku yang merupakan alumnus Magister Pendidikan Islam IAIN Sunan Kalijaga memberikan pengantar Manhaj Aswaja NU dalam buku ini bahwa tersusunnya buku ini bertujuan memberikan pemahaman tentang Manhaj aswaja NU, sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan klaim-klaim yang menyerang terhadap keaswajaaan NU, baik secara amali maupun secara manhaji, dan buku ini menjadi salah satu pegangan dalam berdakwah, menyebarkan paham “Islam rahmatan lil ‘alamin”.

Selain sebagai ketua LD PCNU Purbalingga, KH Basyir Fadlulloh yang menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Islam Minhajut Tholabaha Kembangan Purbalingga, berusaha memberikan kemudahan bagi para pembaca dengan menyajikan buku ini berupa stimulus-respon; pertanyaan dan jawaban agar para pembaca dari semua kalangan dengan mudah bisa membaca dan memahaminya.

Lebih lanjut, penyusun memperkuat bahwa dalil-dalil yang diambil adalah bersumber dari al-dalail al-sam’iyyah; Al-Qur’an, al-Hadits dan qoul ulama didukung beberapa dalil rasional dan hanya beberapa dalil yang bersumber dari data empiris karena berdasarkan beberapa pertimbangan.

Menutup beberapa petikan buku ini, penyusun mengucapkan selamat membaca. Semoga buku ini bermanfaat. Adapun kritik dan saran yang membangun demi perbaikan, baik dari isi maupun literature secara EYD, sangat kami harapkan.

Tentang Buku

?

Judul Buku : Manhaj Aswaja NU: Berakar Tradisi, Merajut Toleransi dan Menjaga NKRI

Penyusun Buku : KH Basyir Fadhlulloh, M.Pd.I

Penerbit Buku : Gading Press

Kota Terbit : Jogjakarta

Tahun Terbit : 2017

Tebal Buku : 158 halaman

ISBN : 978-602-0809-39-7

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah Fans Gus Dur

Sabtu, 03 Februari 2018

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Jakarta, Fans Gus Dur

Ratusan jamaah majelis Ashabul Kahfi Jabodetabek melantunkan dzikir thariqah Syadziliyah di Masjid An-Nahdlah di gedung PBNU Lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada malam Nisfu Sya’ban, Sabtu (21/5). Dzikir thariqah dipimpin oleh Kiai Rahmat, badal thariqah Syadziliyah di Bekasi.

Acara dibuka dengan penampilan seni hadrah Ashabul Kahfi. Kemudian dilanjutkan dengan kajian ke-Syadziliyah-an yang diisi oleh Kiai Lukman Nursalim, pengasuh Pesantren Yatim Piatu di Depok, Jawa Barat.

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj sangat mendukung dzikir thariqah Syadziliyah di masjid PBNU. Ia mengatakan, Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili sebagai pendiri thariqah Syadziliyah merupakan sosok sufi istimewa, yang membuka pemahaman tersendiri tentang keduniaan.

Fans Gus Dur

"Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili merupakan sufi yang menerangkan bagaimana memahami keduniaan yang tidak umum di kalangan sufi," katanya jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.

Fans Gus Dur

Menurut Hasyim Habibi, ketua umum Santri Kebumen se-Jabodetabek, dzikir thariqah Syadziliyah yang diselenggarakan oleh Ashabul Kahfi di masjid PBNU merupakan kegiatan perdana selapanan (rutin bulanan) dari majlis Ashabul Kahfi. Harapannya, nilai-nilai ke-Syadziliyah-an bisa turut mengisi spirit Nahdlatul Ulama.

"Majelis Ashabul Kahfi yang dipimpin badal thariqah Syadziliyah Alkahfi Kebumen di Jabodetabek, Kiai Lukman Nursalim, selama ini menggelar rutin di masjid-masjid se-Jabodetabek. Malam Nisfu Syaban ini, menjadi malam pertama yang rencananya rutin selapanan di masjid PBNU," kata Hasyim Habibi.

Dikatakan juga, acara dzikir thariqah Syadziliyah diikuti oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan. Dijelaskan, jamaah sebagian dari yang sudah berbaiat (anggota resmi tarekat Syadziliyah) dan sebagian lagi jamaah dari kalangan muhibbin alias simpatisan.

"Peserta sengaja dibatasi melihat keterbatasan tempat. Kita berterima kasih dengan pengurus takmir masjid PBNU yang bersama ikhlas untuk acara ini. Kita juga berterima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas motivasinya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, thariqah Syadziliyah bisa menjadi salah satu sarana dalam mengatasi fenomena terorisme, ekstrimisme, kebodohan dan kemiskinan.

"Apabila masyarakat menerapkan nilai-nilai ke-Syadziliyah-an, saya percaya problem kebangsaan seperti terorisme, ekstrimisme, kebodohan, kemiskinan bisa terselesaikan," tegasnya.

Hadir dalam dzikir thariqah Syadziliyah, malam Nisfu Syaban di masjid PBNU, di antaranya, Ustadz Nurcholis (dai dari Bekasi), Ustadz Kamaludin Fikri (dai dari Karawang), Ustadz Miftahudin (pengasuh majelis Darusalam di Tangerang), serta pengurus takmir masjid PBNU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Bahtsul Masail, Daerah Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Jakarta, NU.Online
Mantan Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di RSCM Senin (4/8) dan setelah itu dia mungkin diizinkan pulang ke rumah.

"Besok jam 10.00 akan ada perayaan sederhana HUT Gus Dur di RSCM mengingat tanggal 4 Agustus adalah hari ulang tahunnya," kata Jubir Gus Dur, Adhi Massardi, di Jakarta, Senin malam.

Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, tanggal 4 Agustus 1940. Sejak Jumat dinihari (1/8) Gus Dur dirawat di RSCM karena tekanan darah tinggi.

Adhi belum bisa mengungkapkan siapa-siapa saja yang besok akan datang ke RSCM untuk ikut merayakan HUT Gus Dur dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. "Saya belum bisa memastikan siapa saja dan agenda apa yang akan dilakukan dalam perayaan HUT Gus Dur mengingat seharian ini saya belum sempat menengok beliau. Tapi mungkin selametan sederhana saja," katanya.

Menurut Adhi, kondisi Gus Dur dalam beberapa hari ini terus membaik namun tetap disarankan untuk melakukan istirahat total di tempat tidur. Gus Dur ingin keluar dari RSCM tetapi dokter Umar Wahid yang selama ini terus mengawasinya minta agar sebaiknya jangan pulang dahulu dan menunggu esok hari.

"Bisa jadi kalau keadaan terus membaik setelah merayakan HUT, Gus Dur sudah bisa meninggalkan RSCM untuk selanjutnya istirahat di rumah," kata Adhi. Ketika ditanya, tokoh masyarakat siapa-siapa saja yang menengok Gus hari Minggu, Adhi mengaku tidak tahu persis, mengingat seharian ini tidak sempat membesuk Gus Dur.

Adhi juga tidak tahu persis agenda penting apa yang akan
dilakukan Gus Dur setelah kembali ke rumah. Dokter Umar Wahid yang memeriksa pernah menyarankan agar Gus Dur tidak meninggalkan Jakarta selama seminggu untuk istirahat dan tidak melakukan aktivitas yang membebani pikirannya.(Ant/Cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Pahlawan, RMI NU Fans Gus Dur

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Senin, 15 Januari 2018

Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah

Umat Islam tidak boleh lengah atas bahaya laten yang mengancam mereka. Bahaya laten ini menyusup bukan di tengah-tengah umat Islam. Bahaya laten ini jauh lebih halus menyusup di dalam tubuh mereka dalam aktivitas ibadah dengan segala bentuknya (yaitu shalat, puasa, zikir, tadarus, tahfiz, sedekah, haji, umrah, dan ibadah lainnya) sebagai keterangan Ibnu Athaillah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bahaya Laten Bagi Umat Islam Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Unsur nafsu pada perbuatan maksiat tampak jelas. Sedangkan unsur nafsu pada amal ibadah tersembunyi dan laten. Upaya pengobatan atas penyakit yang tersembunyi itu sulit.”

Fans Gus Dur

Bahaya laten yang patut diwaspadai umat Islam adalah unsur nafsu yang menyusup pada aktivitas ibadah mereka. Nafsu yang suka menuntut ini pada gilirannya dapat mencelakai mereka yang tak mewaspadai bahaya laten ini. Bagaimana bisa orang beribadah menjadi celaka?

Pertama kita harus pahami dahulu watak nafsu. Watak dasar nafsu cenderung berlari dari tanggung jawab. Sementara ibadah adalah tanggung jawab manusia terhadap Allah SWT sebagai tujuan dari penciptaan mereka. Tetapi ketika nafsu mengajak kita memikul tanggung jawab yang sejatinya ia tidak sukai, maka waspadalah.

Fans Gus Dur

Kenapa demikian? Ketika nafsu menyelinap di tengah-tengah aktivitas ibadah kita, maka sejatinya nafsu mengarahkan kita ke jalan lain, bukan menuju Allah SWT. Ini cukup menyulitkan. Pasalnya, unsur nafsu tampak terang-terangan pada perbuatan maksiat. Sedangkan untuk aktivitas ibadah, unsur nafsu biasanya menyusup, menyelinap, mendompleng, atau menunggangi sebagai keterangan Syekh Syarqawi berikut ini.

? ? ? ?) ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Unsur nafsu pada perbuatan maksiat) seperti zina (tampak jelas) yaitu kenikmatan atas maksiat tersebut. Nafsu itu tidak memintamu mengaburkan keinginannya pada maksiat itu selain hanya untuk kenikmatanmu atas maksiat tersebut sehingga bencana dan petaka menimpamu. (Sedangkan unsur nafsu pada amal ibadah tersembunyi dan laten). Tak satupun melihat unsur nafsu itu selain mereka yang membuka mata batin. Kenapa demikian? Amal ibadah itu berat. Tetapi ketika nafsu mengajakmu beribadah–sementara kamu tak tahu unsur nafsu pada ibadah tersebut kecuali dengan ketelitian–, maka secara lahiriah ia memperlihatkan dirinya mengajakmu taqarrub kepada Allah, tetapi sejatinya yang dituju tidak lain adalah perhatian manusia kepadamu dan kemasyhuranmu sebagai orang saleh di tengah mereka. Siapa yang memerhatikan nafsunya dan mengawasi gerak batinnya, maka kebenaran sejati akan tampak padanya,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 4).

Unsur nafsu yang menyusup di dalam aktivitas ibadah menggiring pelakunya ke jalan lain, yaitu riya sebagai penyakit destruktif yang berbahaya bagi umat Islam. Pengalihan jalan ke selain jalan Allah ini yang patut dicurigai dan diwaspadai. Jangan sampai Allah murka dengan aktivitas ibadah yang disusupi nafsu. Pengalihan jalan ini biasanya berlangsung tanpa kita sadari.

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Sejauh penyakit dan bahaya laten ini belum terdeteksi, maka upaya pengobatan sulit dilakukan sebagai keterangan Syekh Zarruq berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Buat saya, (Ibnu Athaillah) berkata, kesulitan pengobatannya itu bergantung pada kadar kesamarannya karena pengobatan itu mengikuti sejauhmana pengetahuan seseorang terhadap pokok, sebab, dan sifat penyakit itu sendiri. Ketika pokok dan sebab penyakit itu belum terdeteksi dan sudah sampai pada pemeriksaan (lalu terdeteksi), maka penyakit tak mungkin diobati kecuali dengan susah payah. Salah satu penyakit laten yang menyelinap pada amal ibadah adalah riya terhadap makhluk-Nya,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 135).

Upaya preventif dari bahaya laten (nafsu yang berujung pada riya) ini harus dilakukan sejak dini. Kewaspadaan tinggi perlu dilakukan. Sementara upaya pengobatannya tidak kalah sulit. Perlu banyak zikir dengan segala lafalnya atau bimbingan dari para guru tarekat.

Namun demikian, hikmah ini tidak bertujuan untuk melemahkan semangat beribadah kita. Hikmah ini juga tidak menyarankan kita untuk berburuk sangka terhadap mereka yang gemar ibadah. Hikmah ini hanya mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap segala penyusupan dan bahaya laten pada aktivitas ibadah kita yang dapat membuatnya rusak dan sia-sia. Hikmah ini justru mendorong kita untuk beribadah secara istiqamah di jalan menuju Allah, bukan jalan ke lain-Nya. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Khutbah Fans Gus Dur

Jumat, 12 Januari 2018

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman

Pada Idul Fitri kali ini adalah ketiga kalinya bagi saya selama kuliah di Yaman. Satu kali berada di kota Mukalla dan dua kali di desa Tarim keduanya berada di Provinsi Hadhramaut Yaman.

Kalau di Mukalla biasanya syiar takbir hari raya begitu syahdu terdengar sepanjang malam dari berbagai masjid. Masjid Asrama kami misalnya, Masjid Imam Syafii. Menurut informasi yang kami dapatkan merupakan masjid terbesar yang ada di Hadhramaut. Di masjid Imam Syafii sepanjang malam mengumandangkan takbir guna Ihya Lailatil Ied menghidupkan malam Idul Fitri serta qiyamul lail sebagaimana anjuran Nabi hingga waktu shalat tiba.

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Khazanah Idul Fitri di Kota Tarim Yaman

Berbeda dengan Kota Mukalla Desa Tarim yang klasik memiliki tradisi yang berbeda. Masyarakat tarim lebih banyak mengisi malam harinya dengan qiyamul lail dan shalat Tasbih, Qosidah, serta dzikir-dzikir kepada Allah SWT. Adapun takbiran dilantunkan tanpa pengeras suara. Barulah sehabis shalat subuh dikumandangkan takbir dengan pengeras suara.

Pembayaran zakat juga semarak diberikan kepada fakir miskin sehari sebelum pelaksanaan shalat ied. Kemarin saat saya akan membayar zakat fitrah setiap orangnya diminta 500 real untuk beras yang kualitas rendah, 700 Real beras kualitas menengah, dan 1000 Real untuk beras unggulan.

Beberapa masjid yang terkenal di Tarim melaksanakan shalat Ied dengan ragam yang berbeda. Misalnya masjid fenomenal dengan Menara tanah liat tertinggi di Yaman yaitu Masjid Al-Muhdlor. Nampak para jemaah yang shalat di sini lebih mengintepretasikan makna khusyu dan ketenangan. Jamaah yang hadir ada yang sejak subuh duduk bersama bertakbir dan berdzikir kepada Allah SWT. Adapun yang menjadi khotib adalah dari keluarga bin Syihab yang terkenal di Tarim.

Fans Gus Dur

Begitu juga dengan masjid Al-Fath masjid yang didirikan oleh Imam Abdulloh al-Haddad nampak tidak jauh berbeda dengan masjid muhdlor. Hanya saja jika solat dimasjid ini kita bisa melihat ornamen hiasan kaligrafi dan lampion bergaya eropa. Kitapun juga bisa mengunjungi tempat peribadatan Imam Abdulloh Al-Haddad dan melihat artefak peninggalan dakwah beliau. Adapun yang menjadi imam dan khotib di masjid fath adalah dari keluarga al-Haddad

Pada hari raya kali ini kebetulan kami ingin merasakan suasana yang berbeda dan saya pun melaksanakan shalat Ied di Jabbanah yaitu masjid yang berada di sebelah kanan makam zambal dan furait. di pinggiran jalan menuju Jabbanah banyak orang menjajahkan mainan anak-anak, batotis, sambossa, makanan ringan dan manisan hari raya.?

Di Jabbanah juga unik berbeda dengan masjid lainnya sebab di sini banyak sekali anak anak kecil yang sengaja diajak orang tuanya untuk membeli maenan dan kuliner hari raya. Dengan mengenakan aneka pakaian ala cinderella arab dan dandanan Jambul rambut bermacam macam membuat anak anak itu makin nampak lucu dan menggemaskan. Karena saya orang indonesia, saya terperajat melihat kecantikan dan ketampanan gadis dan bocah Arab.

Sholat ied di masjid Jabbanah dipenuhi ribuan masyarakat dan santri dari Universitas Al-Ahqof, Rubath Tarim, dan Universitas Imam Syafii. Sementara yang menjadi imam dan khotib adalah dari keluarga Al-Khotib.? Selepas sholat ied para jamaah berziarah ke makam para ulama wal Auliya di zambal serta makam Syuhada Perang Badar. Sementara sebagian lainnya masih asyik berbelanja dan menikmati kuliner disekitar masjid jabbanah.

Fans Gus Dur

Darul Mustofa, pesantren asuhan habib umar memiliki cara sendiri dalam melaksanakan hari raya. Darul Mustofa terkenal sebagai pesantren yang mencetak dai kelas dunia, di sini ribuan santrinya menggunakan pakaian jubah dan imamah lengkap.

Kemudian segenap santri Darul Musthofa, Mahad idrus, Mahad Nur dan masyarakat sekitar kompleks Aidid bergerak melakukan arak arakan dari Markas musholla Ahlul Kisa menuju Masjid Ar-Raudloh yang berjarak sekitar 500 M. Arak arakan ini dipimpin langsung oleh beliau Habib Umar Bin Hafidz dan putranya Habib Salim Bin Hafidz.?

Arak arakan ini sangat meriah sebab di depan di bawakan 4 empat atribut bendera habaib serta tabuhan genderang berirama klasik penghangat suasana. Teriakan Allohu Akbar Walillahil Hamd dan qosidah Ala Ya Alloh Binadzroh Minal Aini Rohimah memecah tangisan kerinduan kepada bumi pertiwi Indonesia serta mengingatkan pada masa kejayaan islam dibawah bendera Rosulullah SAW.

Sesampainya di masjid raudloh para jamaah langsung melaksanakan shalat Idul fitri dan yang menjadi imam adalah dari keluarga Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim. Biasanya selepas sholat ied segenap santri dan mahasiswa bersalam salaman dan selfie bersama sambil melepas kerinduan dengan keluarga dirumah. Yang berbeda khutbah iedul fitri di Tarim menggunakan rujukan dari kitab karya ulama Tarim yang telah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu.?

Seorang dosen saya Al-Qodli DR Abdullah Balfaqih menuturkan, khutbah di tarim memiliki ciri khas dari segi keistimewaan sastranya yang tinggi, keluhuran pesan morilnya, serta tidak pernah mengabaikan aspek dzikrulloh mengingat Alloh SWT maka jangan heran meskipun disaat suasana bahagia kalian akan menemukan khotibnya menangis tersedu sedu saat mengingatkan mengenai kematian, dunia yang hanya sementara dibanding kekalnya kehidupan akhirat.? Dan itu terbukti saya pun beserta jamaah lainnya turut menitikan air mata saat mendengarkan khutbah yang dibacakan oleh khatib.

Dihari pertama hari raya banyak dari kalangan santri dan mahasiswa yang melaksanakan halal bi halal dan Uzumah dengan menyewa Suggoh (losmen) atau di Masbah (kolam renang) dan bertemu teman kerabat yang berbeda institusi. Barulah di hari kedua biasanya kita melaksanakan puasa syawalan hingga tanggal 7 Syawal.

Demikianlah beberapa hal yang menjadi khas Idul Fitri di Kota Tarim. Semoga bermanfaat dan selamat menunaikan hari raya Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Tarim, 1 Syawal 1437 H

Dilaporkan oleh Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Khutbah Fans Gus Dur

Rabu, 10 Januari 2018

Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016

Malang, Fans Gus Dur. Dwi Wahyudi, anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih juara di ajang Bidikmisi on March (BIOMA) 2016 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. Mahasiswa Pendidikan Biologi Unila ini terinspirasi film animasi Yu Gi Oh dalam memperoleh ide yang selanjutnya ia tuangkan dalam karya tulis.

Dalam lomba esai BIOMA 2016, Dwi mengusung judul Heroes Card Game yang mengadaptasi konsep permainan pada kartu-kartu Yu Gi Oh. Konsep tersebut ia modifikasi dengan mengganti gambar kartu Yu Gi Oh dengan gambar para pahlawan nasional juga para penjajah.

"Berawal dari gemar main game, kebetulan ada teman ngabari BIOMA ini. Saya mengamati Indonesia saat ini banyak terjadi korupsi. Hal ini menunjukkan Indonesia mengalami krisis karakter. Jadi saya ingin gabungkan antara game dan krisis karakter di Indonesia”, tutur Dwi.

Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016

Lebih lanjut mahasiswa kelahiran Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung ini berharap esai Heroes Card Game yang ditulisnya dapat menanamkan karakter kepahlawanan sejak dini. Menurutnya, jika sejak SD sudah tertanam karakter jujur dan positif, maka ketika sudah dewasa nanti ia tidak akan bertindak amoral.

Dia juga menjelaskan bahwa nantinya selain konsep kartu secara fisik, Heroes Card Game ini dapat dikembangakan menjadi permainan pada PC maupun handphone berbasis android. Dengan ide ringan dan unik namun sangat bermakna inilah, Dwi Wahyudi berhasil menyabet juara umum lomba esai pada ajang BIOMA 2016.

"Ini adalah esai kedua yang saya tulis. Pencapaian ini saya jadikan sebagai bentuk rasa syukur ucapan terima kasih kepada mereka yang sudah memberikan dukungan moril pada saya, karena tanpa dukungan mereka saya tidak akan sampai pada pencapaian ini," ujar Dwi. Selamat Dwi Wahyudi, keluarga KMNU bangga padamu.(el Naomiy/Zunus)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Ubudiyah, Khutbah Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

BLK Ambon Tingkatkan Sinergi dengan Dunia Industri

Ambon, Fans Gus Dur. Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon terus meningkatkan sinergi dengan dunia industri. Upaya ini dilakukan dengan dibentuknya Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) BLK Ambon.



BLK Ambon Tingkatkan Sinergi dengan Dunia Industri (Sumber Gambar : Nu Online)
BLK Ambon Tingkatkan Sinergi dengan Dunia Industri (Sumber Gambar : Nu Online)

BLK Ambon Tingkatkan Sinergi dengan Dunia Industri



Dengan terbentuknya FKLPID ini, diharapkan alumni pelatihan BLK Ambon memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Selain itu, FKLPID ini juga membantu mereka agar lebih cepat terserap pasar kerja.

Fans Gus Dur



"Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan sinergitas antara Lembaga pelatihan kerja dengan industri dalam rangka penyiapan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya," kata Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono pada acara Pengukuhan Pengurus FKLPID BLK Ambon di Ambon pada Hari Kamis (28/9).



Fans Gus Dur

Pengukuhan FKLPID BLK Ambon ini sendiri diikuti oleh 42 orang yang mewakili 42 industri di Kota Ambon. Dengan adanya forum komunikasi ini, Satrio yakin bahwa pelatihan di BLK Ambon akan lebih sinergis dengan industri setempat.



"Manfaat dari kegiatan ini dapat terjalin sinergi antara BLK dan industri dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Provinsi Maluku, sesuai dengan potensi daerah yang di miliki," urainya.



Sinergitas ini juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri setempat akan kebutuhan tenaga kerja kompeten.



"Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja jangka pendek, maka pelatihan vokasi sangat di butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Blok Masela Maluku Barat Daya," paparnya.



Satrio mengapresiasi komitmen industri lokal dalam pembentukan FKLPID tersebut dan meminta dunia industri untuk tidak menjadikan investasi SDM sebagai beban. Investasi SDM harus dilihat sebagai sebuah perencanaan jangka panjang dunia industri.



"Perlunya industri mengalokasikan dana melalui pengembangan pelatihan di wilayah Provinsi Maluku," ujarnya. (Red. Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Hadits Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik

Jakarta, Fans Gus Dur. Faktor kesukuan di jazirah Arab merupakan faktor yang turut mempengaruhi mengapa konflik di sana berlangsung tiada henti dari dulu sampai sekarang.?

KH Said Aqil Siroj yang menempuh pendidikan sarjana sampai doktor di Arab Saudi menjelaskan, partai politik maupun mazhab keagamaan basisnya kesukuan.?

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Fanatisme Kesukuan Tebal, Arab Rentan Konflik

“Fanatisme kesukuan masih tebal sekali. Kalau kepala sukunya syiah, maka syiah semua. Kalau wahabi, ya wahabi semua. Kayak suku Tamimi, itu wahabi semua sejak dulu. Jadi kalau ada konflik mazhab, maka konfliknya menjadi konflik suku atau konflik politik,” katanya.

Fans Gus Dur

Maka, ketika ada perang mazhab atau perang politik, para ujungnya juga perang suku, sebagaimana yang terjadi di Yaman, yang saat ini muncul kesan kuat adanya peperangan antara kelompok sunni dan syiah, yang masing-masing didukung oleh Saudi Arabia dan Iran.

Dijelaskannya, pandangan masyarakat Arab tradisional tentang kepemimpinan adalah seorang pemimpin menduduki jabatannya sampai meninggal. Mereka tidak mempersoalkan berapa lama menjadi presiden, yang penting adalah jujur atau tidak sebagaimana para khalifah yang dulu memimpin sampai meninggal.?

Fans Gus Dur

Perubahan paradigma terjadi ketika banyak generasi muda yang pulang belajar dari Barat yang ingin mentransfer sistem demokrasi melalui Arab Spring, tetapi faktanya hal tersebut ternyata tidak mudah. Libya, Yaman dan Suriah kini menjadi negara yang dalam kondisi perang. Mesir meskipun kelihatannya damai, tetapi semu.

Mengenai hubungan antara Kerajaan Saudi dan ulama Wahabi, keduanya juga tidak selalu harmonis, tetapi mereka saling membutuhkan. Kerajaan Saudi tak akan kuat tanpa dukungan kelompok ulama wahabi, dan demikian pula sebaliknya.

Yang unik adalah, Kesultanan Oman. Meskipun secara resmi mereka mengikuti mazhab Al Ibadiyah, yang merujuk pada pemuka khawarij ? Abdullah Al Ibadi, tapi tidak ekstrim, sangat moderat, malah berbeda dengan kelompok yang mengaku sunni tapi radikal. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Anti Hoax, Berita Fans Gus Dur

Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga

Solo, Fans Gus Dur. Siswa Sekolah Dasar Ta’mirul Islam Surakarta memanggungkan lakon dakwah Sunan Kalijaga mulai dari bimbingan dari Sunan Bonang hingga menciptakan model dakwah Islam melalui kesenian dan sejumlah tembang. Pementasan ini digelar dalam rangka pelepasan siswa kelas VI SD Ta’mirul Islam di GOR Manahan Surakarta, Ahad (22/6).

Menurut sekretaris panitia akhirussanah Udin, pementasan drama ini melibatkan sebanyak 95 anak. “Pada lakon drama ini, kami ingin mengenalkan kisah Sunan Kalijaga kepada para siswa, sekaligus juga menyelipkan pesan moral tentang seni dan dakwah,” terang Udin.

Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga

Nilai-nilai seperti ini penting mengingat ajaran dakwah Islam perlu disampaikan dengan penuh kedamaian. Udin menambahkan, selain pentas drama, juga ditampilkan sejumlah kesenian di antaranya sholawatan, rebana, gamelan, tari dan musik.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam Slamet menyampaikan hasil perolehan siswa SD Ta’mirul Islam dalam Ujian Sekolah (US) 2014.

Fans Gus Dur

“Alhamdulillah, siswa kelas VI SD Ta’mirul Islam yang berjumlah 174 siswa, berhasil meraih peringkat kelima untuk US-SD se-Kota Surakarta,” pungkas Slamet. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Budaya, Khutbah Fans Gus Dur

Senin, 01 Januari 2018

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an

Brebes, Fans Gus Dur?

Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an yang terletak di Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah didirkan agar anak-anak remaja di bisa menyibukkan diri dengan hafalan Al-Qur’an. Lembaga tersebut berjejaring dengan lembaga KH Yusuf Mansur Jakarta.

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Tahfidz Alihkan Anak dari Medsos dengan Hafalan Al-Qur’an

“Ini adalah upaya mengalihkan mereka dari kebanyakan bermain facebook, game, WA, IG, YM, Twitter, Pokemon dan sebagainya. Karena begitu dahsyatnya pengaruh teknologi dan arus informasi media sosial terkini,” kata Pengasuh Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an Hadi Mulyanto pada peresmian lembaga pada Ahad (20/11) melalui siaran pers yang diterima Fans Gus Dur Rabu (23/11) .?

Lebih lanjut alumnus Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan, Tegal ini menjelaskan, banyak sekali manfaat menghafal Al-Qur’an. Di antaranya, adalah salah satu yang dirindukan surga sebagaimana diungkapkan dalam kitab Durrotun Nasihin.?

Fans Gus Dur

“Surga merindukan empat golongan,salah satunya adalah orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an juga nantinya akan menjadi teman penolong bagi orang yang membacanya, apalagi menghafalkannya. Sebagaimana di kitab Tanqihul Qoul, bacalah kamu semua terhadap Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan menjadi syafaat (penolong) bagi yang membacanya,” pungkas Dosen Agama Islam di Politeknik Harapan Bersama Kota Tegal.

Peresmian Rumah Tahfidz Sirrul Qur’an dilakukan KH Ahmad Sobari dari PPPA Darul Qur’an perwakilan Tegal. Pada kesempatan tersebut ia memberikan sertifikat pendirian Rumah Tahfidz disaksikan pengasuh dan 50 santriwan dan santriwati.?

Pada kesempatan tersebut KH Ahmad Sobari menyampaikan bahwa syarat mendirikan Rumah Tahfidz ada tiga, pertama ada santri, kedua ada tempat atau rumah dan ketiga ada Al Qur’an. Adapun santrinya minimal berusia 5 tahun dan maksimal 85 tahun. (Red: Abdullah Alawi)?

? ?

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah Fans Gus Dur

Sabtu, 30 Desember 2017

Sarbumusi Jember Minta Pemkab Tindak Tenaga Kerja Asing Ilegal

Jember, Fans Gus Dur - Ketua Sarbumusi Kabupaten Jember Umar Faruq meminta Pemkab Jember bertindak tegas terhadap tenaga kerja asing ilegal yang bercokol di Jember. Sebab, dengan status ilegal tersebut mereka telah melanggar peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

"Tindak tegas, dan usir mereka dari Jember," kata Faruq di ruang Komisi A saat uji publik? Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal terhadap Tenaga Kerja Asing, Senin (21/8).

Sarbumusi Jember Minta Pemkab Tindak Tenaga Kerja Asing Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Jember Minta Pemkab Tindak Tenaga Kerja Asing Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Jember Minta Pemkab Tindak Tenaga Kerja Asing Ilegal

Permintaan ini diajukan Faruq menyusul temuan tim Sarbumusi di lapangan bahwa masih ada tenaga kerja asing yang menjadi pimpinan tertinggi sebuah perusahan. Menurutnya, penggunaan tenaga kerja asing oleh perusahaan harus mendapatkan izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja RI, dengan sekian syarat. Tenaga kerja asing di Jember yang menjadi pimpinan perusahaan tersebut berkomunikasi menggunakan penerjemah karena tidak bisa berbahasa Indonesia.

Fans Gus Dur

"Bagaimana tenaga kerja asing sejenis ini akan memahami aturan dan prosedur yang ada di Indonesia khususnya Undang-Undang Ketenagakerjaan jika bahasa Indenesia saja tidak paham," jelasnya.

Ia juga meminta siapa saja agar tidak memberikan perlindungan dalam bentuk apapun kepada tenaga kerja asing ilegal. Sebaliknya, jika memang legal, maka harus dipastikan tenaga kerja asing itu tunduk dan patuh terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan, dan runtutannya, termasuk nanti Perda Kabupaten Jember.

Fans Gus Dur

"Ini salah satu bentuk kita dalam melindungi tenaga kerja lokal," lanjutnya.

Menanggapi itu, Ketua Bapemperda DPRD Jember Siswono menyatakan, pihaknya siap mengakomodasi usulan dari Sarbumusi Jember.

"Masukan? dan usulan yang ada akan kami kaji dulu bersama tim. Sedangkan? mengenai dugaan adanya tenaga kerja asing ilegal, akan kami perhatikan, dan kami tindaklanjuti bersama-sama," ujarnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar

Jombang,Fans Gus Dur. Pengurus Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang memiliki perhatian khusus pada minat dan bakat pelajar. Untuk hal itu, IPNU berupaya memfasilitasinya. Di antara upaya tersebut adalah mengadakan pelatihan-pelatihan.

Pada Ahad (20/11) IPNU memfasilitasi minat pada keterampillan menjadi pembawa acara karena salah kebutuhan dalam kegiatan-kegiatan resmi

Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar

"Pelatihan MC ini untuk memberikan tempat bagi pelajar yang berminat dalam pemandu acara," kata Riza, Ketua Panitia pelatihan MC, Rabu (23/11).

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, selain untuk mewadahi minat dan bakat pelajar setempat, pelatihan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengurus IPNU-IPPNU dalam berorganisasi.

Fans Gus Dur

Dengan diperhatikannya bakat pelajar, kata Riza, pelajar setidaknya akan terus semangat mengabdi di masyarakat, mereka juga akan dengan sendirinya melakukan kaderisasi terhadap pelajar lainnya.

"Pelatihan MC ini merupakan kegiatan untuk memotivasi para kader dan anggota IPNU-IPPNU Ngoro, dalam pelatihan ini, panitia menghadirkan pemateri handal, yaitu Durrotul Bahiyah asal Ngoro," tambahnya.

Sementara Ketua PAC IPPNU Ngoro Siti Mufarrikha mengungkapkan, MC sangat dibutuhkan di lingkungan masyarakat. Hal itu juga menjadi salah satu bakal ketika hendak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"MC? jika ditekuni dengan baik, ulet dan serius akan menjadikan ilmu yang bermanfaat bagi para kader muda IPNU-IPPNU Ngoro dan masyarakat sekitarnya, kegiatan ini memberikan manfaaat ketika terjun ke masyarakat kelak," jelasnya.

Pelatihan yang berlangsung di kantor MWCNU Ngoro, Ahad (20/11) lalu itu, diikuti oleh sekitar 50 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan Pengurus Komisariat (PK), Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU se-Kecamatan Ngoro. Sejumlah peserta ini akan terus dikembangkan bakatnya melalui pertemuan-pertemuan rutin. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Warta Fans Gus Dur

Rabu, 20 Desember 2017

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Pati, Fans Gus Dur. Ada kejadian menyentuh hati kala Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari. Dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang.

Kesaksian ini diceritakan dokter H Imron Rosyidi kepada Fans Gus Dur usai tahlil malam kedua yang digelar di kediaman Rais Aam, Sabtu (25/1) malam. Dokter pribadi keluarga Mbah Sahal ini mengaku merinding mendengar lantunan hadlarah (bacaan sebelum tahlil) dari bibir Mbah Sahal yang terbaring lemah.

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Dokter muda yang juga direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Pati ini menambahkan, saat membaca tahlil Mbah Sahal mengirim fatihah kepada para wali, kepada Mbah Mutamakkin, kepada PBNU, dan para ulama se-dunia. Setelah itu, Rais Aam tiga periode ini (1999-2004, 2004-2009, 2010-2014) berulang kali membaca aneka surah Al-Quran yang dihafal.

Dalam pantauan Fans Gus Dur, tahlil malam kedua di kediaman Mbah Sahal komplek Pesantren Maslakul Huda diikuti oleh lebih dari 2000 orang. Tahlil yang dipimpin KH Asmu’i ini juga dihadiri para kiai dari segenap pesantren di Desa Kajen. Pengasuh Pesantren Putri Roudloh At-Thahiriyyah KH Muadz Thohir dan Pengasuh Pesantren Maslakul Huda (PMH) Putri KH A Nafi’ Abdillah nampak sibuk mempersilakan tamu.

Fans Gus Dur

Menurut KH Umar Faruq al-hafidz, tahlil malam pertama juga dipenuhi para jamaah hingga meluber hingga jalan. Sementara kendaraan para pelayat sebagian besar diparkir di halaman RSI Pati, 100 meter arah barat dari pesantren Mbah Sahal. “2000 kursi yang disediakan panitia tidak cukup. Sebagian jamaah mengikuti tahlil dari musholla di mana Mbah Sahal kemarin disholati,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Khutbah, Ahlussunnah, Sunnah Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Tangerang, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor dan Baznas Tangerang menggelar acara Santunan Mualaf yang diselenggarakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Tangerang pada Ahad (11/6). Kegiatan ini mengambil tema Berbagi di Bulan Suci, Menggapai Ridho Ilahi.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan. "Ini bentuk pangabdian kita terhadap masyarakat sekaligus bukti kepedulian kita terhadap kaum mualaf," ucapnya.

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Menurutnya, para mualaf dan mualafah tersebut datang dari berbagai daerah di Kabupaten Tangerang.?

"Data mualaf tersebut kami peroleh dari jejaring Banser dan Muslimat yang ada di masing-masing wilayah. Ada 102 mualaf yang kami santuni," tambahnya.

Fans Gus Dur

Ketua Baznas Kabupaten Tangerang KH Afif Afifi menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyalurkan zakat, infaq, sedekah yang terhimpun di Basnas kepada masyarakat yang memang memiliki hak atas ZIS tersebut.?

"Santunan mualaf ini adalah bagian upaya penyaluran dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat yang diserahkan kepada Baznas," tuturnya.

Ia juga berharap ke depan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk mempercayakan zakat, infak, dan sedekah kepada Baznas.

"jika kesadaran masyarakat untuk membayar zakat ini tinggi maka Baznas sebagai lembaga akan mendapatkan akumulasi dana yang besar sehingga ikhtiar kita untuk selalu ingin membantu sesama juga akan semakin besar dan maksimal."

Fans Gus Dur

Sementara ketua panitia Anwari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang digagas oleh keluarga besar NU, Basnas dan juga oleh Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA).?

"Ini upaya kita membangun kebersamaan antarlembaga melalui program-program nyata bagi masyarakat."

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian seribu ? takjil, buka puasa bersama kader-kader Ansor Banser dan FPLA se-Kabupaten Tangerang.

Anwari juga mengatakan kegiatan membagi-bagikan takjil ini dilakukan untuk mempermudah warga dan para pengendara kendaraan motor yang hendak berbuka puasa.

"Kami menyiapkan seribu takjil untuk buka puasa warga yang melintas di depan Sekretariat Ansor." Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Ajarkan Santri Jadi Pegiat Perdamaian

Al-Muayyad, mendengar nama tersebut khalayak pasti akan tertuju pada sebuah pondok pesantren di daerah Mangkuyudan Surakarta. Namun, sesungguhnya ada Al-Muayyad lain di luar Mangkuyudan yang sama-sama dikenal masyarakat. Pesantren tersebut dikenal sebagai Al-Muayyad Windan.

Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan yang berlokasi di Dukuh Windan RT 02 RW 08 Desa Makamhaji Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, sejak didirikan 15 Oktober 1996 lalu, kini menjadi tempat rujukan bagi kalangan mahasiswa untuk menimba ilmu agama Islam.

“Pondok ini berawal dari Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan yang didirikan kakek saya, KH Abdul Mannan tahun 1930. Dalam perkembangannya para sesepuh merasa perlu membuat pesantren lanjutan khusus untuk para mahasiswa,” kata Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan, KH Mohammad Dian Nafi’, Kamis (16/7).

Tercatat dalam waktu 18 tahun hingga sekarang, dari awal santri yang berjumlah hanya 7 orang, kini alumninya hampir seribuan. Mereka para mahasiswa yang berasal dari beberapa pulau di tanah air.

Ajarkan Santri Jadi Pegiat Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Santri Jadi Pegiat Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Santri Jadi Pegiat Perdamaian

“Saat ini, santri mukim yang tinggal di asrama pondok sebanyak 56 orang. Sedang yang non-mukim atau santri kalong sebanyak 119 orang,” terang dia.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Gus Dian itu, selain mengaji ilmu agama para santri juga dibekali dengan berbagai skill, antara lain jurnalistik, penyiaran, pengembangan masyarakat dan pertanian.

Fans Gus Dur

“Semisal yang terkait dengan pengembangan untuk mengasah keterampilan di bidang penyiaran radio, kami mengelola Radio Gesma FM. Melalui radio ini mereka dapat mengaktualisasikan hasil ngaji-nya di pondok ke dalam produksi siaran dan pengembangan program,” papar Gus Dian yang kini juga mengemban amanah sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah.

Kajian tentang ihya’ul mawat (penyuburan lahan terlantar) dalam kitab fiqh diwujudkan dengan membuat rombongan belajar bernama Santri Sahabat Bumi pada 2014. Sesi 1 berlangsung di pondok. Sesi 2-3 berlangsung di Kopeng Kabupaten Semarang dan sesi 4 adalah membantu petani memasarkan produk sayuran organik ke super market.

Gagasan ini dipicu oleh kenyataan banyaknya lahan luas yang belum tergarap optimal di daerah asal santri di luar Jawa. “Ironis, lahan kami luas, tetapi produk sayuran segar dan beras harus kami datangkan dari Jawa,” aku Saifullah, santri asal Lampung yang dipercaya rekan-rekannya menjadi koodinator Santri Sahabat Bumi (SSB).

SSB ini kemudian juga belajar perihal pelestarian lingkungan hidup secara cerdas, yaitu melekatkan ikhitar ekonomi dengan konservasi.

Juru Damai

Fans Gus Dur

Sebagai seorang yang dikenal sebagai tokoh perdamaian, Gus Dian juga mengajak para santrinya untuk menjadi garda terdepan dalam membangun perdamaian sesuai dengan misi Islam sebagai pembangun perdamaian. Santri perlu belajar banyak dari banyak sumber, termasuk masyarakat, agar dapat menjadi pendamping yang baik.

“Santri harus menjadi pribadi yang mendamaikan. Jangka pendeknya dapat melerai pertikaian, jangka menengah memulihkan hubungan, dan jangka panjangnya ikut dalam upaya membangun relasi yang adil,” tutur Kiai Dian yang pernah bergelut bersama Tim Independen Rekonsiliasi Ambon (TIRA), Tim Pemberdayaan Masyarakat Pasca-Konflik (TPMPK) Maluku Utara dan sempat hadir dalam beberapa konferensi perdamaian di beberapa negara ini.

Penanaman nilai ini, diakui para santri menjadi bekal penting ketika mereka ditugaskan menjadi relawan, baik ketika menghadapi persoalan konflik langsung atau tidak langsung, maupun ketika ikut menolong survivor bencana alam.

“Kadang kita pikir, ketika ada musibah, kita hanya bantu dengan materi. Padahal, kita juga bisa ikut membantu dengan pendampingan psikososial untuk penyembuhan trauma agar survivor lebih cepat pulih berdaya,” terang salah satu santri alumni, Ade Irman, belum lama ini.

Untuk itulah, Pesantren Al-Muayyad Windan kemudian juga membentuk sebuah lembaga yang bernama Amwiner (Al-Muayyad Windan Emergency Response), sebuah wahana pembelajaran manajemen penanggulangan bencana.

Melalui Amwiner ini pula, para santri Windan dimampukan untuk menjadi relawan dan konselor (pendamping) saat terjadi bencana alam di berbagai daerah di Indonesia, dimulai dari dampak kerusuhan Sampit pada tahun 2001.

“Beberapa kali kami mengirim para santri terlatih mendampingi survivor bencana, misalnya di Madura, Aceh, Yogyakarta, Klaten, Pangandaran, Padang dan Sragen. Dalam pelaksanaannya, kami bekerjasama dengan berbagai pihak,” terang suami Murtafiah Mubarokah itu.

Siapa Saya?

Santri yang belajar di Jurusan Tarbiyah, Kependidikan dan Psikologi dapat mengembangkan bakatnya melalui Raudhatul Athfal (RA) Al-Muayyad Windan yang didirikan pada 2005, disusul dengan RA serupa di kompleks baru yang dikelolanya di Widororejo, sebelah timur laut kompleks Windan. Basis kompetensi Al-Quran melalui pembelajaran multisensori menjadi ciri khasnya.

Gus Dian yang menantu KHM Salman Dahlawi ini tak menyangka pesantren mahasiswa yang dirintisnya itu mendapatkan respons yang baik. “Ada saja yang belajar di sini, ya mahasiswa, anak-anak, ibu-ibu, pegiat LSM dan wartawan. Ada juga dosen dari dalam dan luar negeri menyempatkan diri untuk tinggal beberapa hari berbagi pengetahuan atau suka rela menjadi native speaker untuk mata pelajaran Bahasa Inggris di sini,” kata Gus Dian.

Yang khas, dalam tiga tahun pertama para santri akan menjawab tiga pertanyaan pokok. Pertama, menjawab pertanyaan, siapa saya? Kedua, menjawab siapa diri ini bersama orang lain. Kemudian yang ketiga, siapa diri ini untuk orang lain.

Setiap level perlu dijawab oleh santri dalam waktu satu tahun lamanya. Santri harus menemukan siapa jati diri yang sesungguhnya itu. “Dengan itu Al-Muayyad Windan meneruskan tradisi tua pesantren nusantara, yaitu dalil agama diupayakan menubuh ke dalam pengamalan para santri, kemudian dikaitkan dengan pengalaman pendampingan masyarakat agar mereka dapat hidup bermartabat di ruang publik,” pungkas Kiai Dian. (Ajie Najmuddin)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat

Bagi sebagian orang, wudhu merupakan salah satu laku ibadah yang telah merasuk menjadi rutinitas. Setiap kali bersentuhan dengan air, seketika itu pula ia berwudhu. Ini adalah suatu kebaikan, karena berusaha mengkondisikan diri dalam keadaan suci.

Namun demikian perlu diperhatikan bahwasannya berwudhu haruslah dalam keadaan aurat tertutup. Minimal aurat depan (qubul) dan belakang (dubur). Walaupun sebenarnya menutup aurat bukanlah termasuk syarat sah wudhu. Akan tetapi, ini berhubungan dengan tata cara dan hukum menutup aurat ketika sendirian (khalwat) yang batasannya berbeda dengan aurat ketika shalat dan ketika bersosialisasi di depan umum.

Menurut Az-Zarkasyi sebagaimana tercantum dalam Nihayatul Muhtaj, bahwa aurat yang wajib ditutup ketika sendirian (khalwat) adalah dua kemaluan saja bagi laki-laki (qubul dan dubur), dan antara pusar dan lutut bagi perempuan.

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat

قال الزركشى: والعورة التى Ù? جب سترها فى الخلوة السوأتاÙ? فقط Ù…Ù? الرجل ومابÙ? Ù? السرة والركبة Ù…Ù? المرأة

Azzarkasyi berkata bahwa aurat yang wajib ditutup ketika khalwat adalah dua kemaluan saja bagi laki-laki (qubul dan dubur), dan antara pusar dan lutut bagi perempuan.

Bahwasannya ? ada dua macam aurat khusus. Pertama aurat ketika sendirian (khalwat) dan kedua aurat ketika di hadapan orang yang boleh memandang kepadanya seperti istri dan budak perempuan (sesuai perkembangan zaman, konsep perbudakan kini sudah tidak ada lagi). Keduanya memiliki tata cara yang berbeda seperti diterangkan dalam kitab Fathul Muin bahwa:

وجاز تكشف له اى للغسل فى خلوة او بحضرة Ù…Ù? Ù? جوز Ù? ظره الى عورته كزوجة او أمة والستر افضل وحرم اÙ? كاÙ? ثم Ù…Ù? Ù? حرم Ù? ظره الÙ? ها كماحرم فى الخلوة بلاحاجة وحل فÙ? ها لأدÙ? Ù‰ عرض كما Ù? أتى

Fans Gus Dur

Boleh membuka aurat (telanjang bulat) ketika mandi karena khalwat (sendirian), atau (boleh juga membuka aurat) di depan orang yang diperbolehkan memandang auratnya seperti istri atau budak perempuannya. Namun menutup aurat lebih afdhal. Dan haram membuka aurat jika di sana ada orang yang terlarang (tidak diperbolehkan) melihatmya. Seperti halnya diharamkan membuka aurat ketika sendirian tanpa ada keperluan apa-apa.

Dari keterangan di atas dapat difahami bahwa seseorang hanya diperbolehkan membuka aurat atau bertelanjang bulat ketika mandi sendirian atau ketika hanya berhadapan hadapan dengan istri. Karena mandi harus meratakan air ke seluruh tubuh, dan ini tidak bisa tercapai tanpa harus membuka semua penutupnya. Maka dibolehkan bertelanjang bulat ketika mandi.

Fans Gus Dur

Ini berbeda dengan kasus wudhu, karena keperluan wudhu dalam meratakan air tidak seperti mandi, maka berwudhu harus dengan menutup auratnya, minimal aurat depan (qubul) dan belakang (dubur). Dengan kata lain, jika mandi memang perlu bertalanjang, sedang wudhu tidak perlu bertelanjang. Maka dilarang berwudhu dengan bertelanjang bulat tanpa menutup aurat walaupun sendirian tanpa sesuatu keperluan apapun.

Oleh Karena itu, ketika seseorang selesai mandi dan ingin mengakhiri mandinya dengan berwudhu, sebaiknya terlebih dahulu menutup auratnya. Walaupun hanya dengan celana dalam ataupun handuk yang melingkar di badan. Wallahu a’lam. Ulil Hadrawy

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Pemurnian Aqidah, Khutbah Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Solo, Fans Gus Dur

Alkisah, seorang bapak telah meninggal, hingga 3 tahun sejak ia dikuburkan. Selama itu pula ia terus mendapat siksa kubur, hingga pada suatu hari tiba-tiba siksaan yang ia terima dihentikan. Ia pun bertanya? Ada apa gerangan?

“Rupanya pada hari itu, anaknya yang dulu masih kecil, kini mulai belajar mengaji, membaca alif ba’ ta’. Bapak yang tidak mengajarkan anaknya mengaji, ikut mendapatkan berkah dari anaknya yang belajar Al-Qur’an,” tutur Habib Noval bin Muhammad Alaydrus, pada acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an siswa SD-MI-SMP Ta’mirul Islam, di Hotel The Sunan, akhir pekan lalu.

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Diterangkan pengasuh Majelis Ar-Raudhah tersebut, betapa pentingnya memberikan pendidikan membaca dan memahami Al-Qur’an kepada anak. Sebab, dari anak pula para orang tua mendambakan kiriman doa ketika mereka sudah meninggal dunia.

“Kalau kita sudah meninggal siapa yang akan mendoakan kita. Bagaimana kalau anak kita tidak bisa mengaji? Apa kita akan mengandalkan orang lain untuk mendoakan kita,” tanya dia.

Ditambahkan Habib Novel, yang juga penasihat GP Ansor Kota Solo, terlebih ketika memiliki putra-putri penghafal Al-Qur’an, maka sesuai dengan janji Allah pada sebuah hadits, orang tuanya akan mendapat mahkota dan pakaian yang indah.

Fans Gus Dur

Sementara itu, pada kesempatan tersebut sebanyak 267 siswa diwisuda. Koordinator Al-Quran SD Tamirul Islam, Mukhlisin, para peserta yang diwisuda, sebelumnya telah menyelesaikan hafalan Al-Quran masing-masing minimal juz 30.

“Beberapa dari mereka, bahkan ada yang telah menyelesaikan hafalan juz 1, 2, 26, 27, 28, dan 29,” terang dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Humor Islam, Khutbah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock