Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Jakarta, Fans Gus Dur - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyerukan Ansor dan Banser di seluruh Indonesia untuk tidak memusuhi eks-anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah organisasi masyarakat (ormas) tersebut resmi dibubarkan Pemerintah. Bahkan Yaqut meminta anggota eks-HTI dirangkul dan diajak bersama membangun negeri.

"Jangan dimusuhi, nggak boleh. Saya meminta seluruh anggota Ansor dan Banser untuk merangkul mereka, kembali ke Ibu Pertiwi, bersama-sama memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tegak berdiri, membangun negara tercinta ini," tegas Gus Yaqut, sapaan akrab pria yang juga anggota DPR RI ini, Sabtu (22/7).

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Menurut Gus Yaqut, para eks-HTI adalah saudara seiman, saudara se-ukhuwah Islamiyah sehingga wajib hukumnya untuk tidak dimusuhi, dikucilkan. "Terhadap yang berbeda keyakinan saja kita menghormati, menjalin silaturahmi yang baik, apalagi ini saudara sesama muslim. Wajib hukumnya," katanya.

Fans Gus Dur

Kendati begitu, terkait langkah pemerintah membubarkan HTI melalui Perppu Nomor 2/2017, Ansor mendukung penuh. Pasalnya, sebagai ormas berbadan hukum gerakan HTI dinilai telah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, serta mengancam keutuhan NKRI.

"Sejak awal kami memang meminta pemerintah membubarkan HTI karena dengan jelas gerakan mereka membahayakan NKRI, bertentangan dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Pancasila dan NKRI sudah final, tidak boleh diganggu gugat," tandasnya.

Fans Gus Dur

Gus Yaqut menginstruksikan seluruh anggota Ansor dan Banser untuk mengawal keputusan pemerintah yang membubarkan HTI.

"Ansor dan Banser harus bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat mengawal langkah pemerintah tersebut. Namun, tetap dalam koridor hukum. Serahkan semua kepada yang berwajib, tidak boleh bergerak sendiri. Tetap satu barisan satu komando," kata Gus Yaqut. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Nusantara, RMI NU Fans Gus Dur

Sabtu, 03 Februari 2018

Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah

Nama Rabi’ah al-’Adawiyah harum di mata banyak orang. Kealimannya, kerendahhatiannya, dan hidup zuhudnya seolah memunculkan magnet yang menarik banyak kalangan untuk mengaguminya sebagai perempuan sufi yang tak biasa. Tak hanya masyarakat awam, kekaguman tersebut ternyata juga dimiliki para ulama besar yang sezaman.

Tak heran, ketika ulama perempuan ini berstatus janda lantaran sang suami wafat, banyak ulama yang berusaha melamarnya untuk menjadi pendamping hidup. Dalam kitab Durratun Nashihin diuangkapkan, para ulama ternama yang terpikat hatinya itu antara lain Hasan al-Bashri, Malik bin Dinar, dan Tsabit al-Banani.

Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Tiga Ulama Besar Melamar Rabi’ah al-‘Adawiyah

Ketika para ulama tersebut suatu hari datang ke kediaman Rabi’ah al-’Adawiyah dan mengutarakan maksud tulus mereka untuk meminang, dari balik hijab Rabi’ah berujar, “Baiklah, tapi aku ingin tahu, siapakah di antara kalian yang paling alim, maka aku akan bersedia menjadi istrinya.”

Fans Gus Dur

“Dialah Hasan al-Bashri,” sahut Malik bin Dinar dan Tsabit al-Banani. Suasana “persaingan” merebut hati Rabi’ah ternyata tak menghalangi mereka untuk tetap tawadhu’ satu sama lain.

Fans Gus Dur

Rabi’ah pun mulai mengajukan persyaratan kepada Hasan al-Bashri. “Jika Tuan mampu menjawab empat masalah yang aku ajukan maka aku bersedia menjadi istri Tuan.”

“Silakan, wahai Rabi’ah. Semoga Allah memberi taufiq kepada aku dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu,” balas Hasan al-Bashri.

“Menurut Tuan, kalau aku meninggal dunia, apakah kematianku dengan membawa ketetapan iman atau tidak?”

“Maaf, hal ini termasuk hal yang ghaib, dan tiada yang tahu pasti kecuali Allah,” jawab Hasan al-Bashri.

Rabi’ah melanjutkan, “Ketika aku bersemayam dalam kubur, lalu malaikat Munkar dan Nakir bertanya, menurut Tuan, mampukah aku menjawabnya?”

“Maaf, itu juga termasuk masalah ghaib. Yang tahu hanyalah Allah.”

“Menurut Tuan, ketika manusia dihimpun di hari Kiamat kelak, aku termasuk orang yang menerima kitab amal dengan tangan kanan ataukah kiri?”

Hasan al-Bashri masih mengutarakan jawaban yang sama. Ia tak dapat menjawab masalah yang ia nilai ghaib itu.

“Menurut Tuan, ketika manusia dipanggil, aku termasuk golongan orang yang masuk surge atau neraka?”

Lagi-lagi Hasan al-Bashri meminta maaf dan mengembalikan kepastian atas jawaban tersebut kepada Allah. Ia tahu, Rabi’ah adalah tokoh dengan ketaatan dan prestasi ruhani yang luar biasa. Tapi untuk urusan nasib kehidupannya kelak, Hasan tak mau memberi penilaian. Hasan menghindar dari apa yang menjadi hak prerogatif Allah.

“Bagi orang yang sedang kalut memikirkan empat masalah ini, mana ada kesempatan untuk berumah tangga?” kata Rabi’ah.

Para ulama itu pun meneteskan air mata dan keluar dari rumah Rabi’ah al-’Adawiyah dengan penuh penyesalan. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Nusantara, Kajian Islam Fans Gus Dur

Kamis, 01 Februari 2018

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

Jakarta, Fans Gus Dur - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melalui Bank Sampah Nusantara (BSN) memulai upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan berbasis komunitas dan pesantren. Pengurus LPBI NU membuka BSN Cabang Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari dan BSN Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Ahad (12/2).

Tim BSN LPBI NU berharap dua cabang ini menjadi embrio BSN lain untuk selalu menyuarakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Brebes.

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

BSN sudah mempunyai 15 cabang di seluruh di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh bulan. Bulan lalu BSN membuka cabang di Bogor. Sebelum mendirikan cabang baru, Tim BSN melakukan kajian tentang potensi perhitungan sampah per orang, potensi bisnis yang dihasilkan dari pengelolaan sampah dan potensi sumberdaya manusia yang ada di sebuah wilayah.

Fans Gus Dur

Sebelum pembukaan dua cabang baru di Brebes Tim BSN LPBI NU melakukan sosialisasi materi penyelamatan dan pelestarian lingkungan untuk masa depan. Mereka juga menjelaskan manajemen BSN mulai dari manajemen operasional, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran.

Sosialisasi pertama diadakan di Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari yang dihadiri 30 orang warga yang mayoritas pengurus ranting Muslimat NU. Pendirian BSN ini ditandai dengan dokumentasi hasil karya kerajinan tangan dari koran bekas dan terpilihnya Rodhia sebagai Kepala BSN Cabang Desa Kertabesuki.

"Acara ini merupakan rangkaian roadshow dalam rangka merayakan Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Setelah ini, pembentukan BSN akan terus dilakukan, karena di tahun 2017 ini? kita mempunyai target pembentukan 40 cabang BSN di seluruh Indonesia", kata Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI NU Fitria Ariyani.

Fans Gus Dur

Sosialisasi BSN dilanjutkan ke Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. Kegiatan yang dihadiri dihadiri 90 orang ibu-ibu PKK bertempat di balai desa. Sambutan dukungan diberikan oleh kepala desa, Saifuddin Trirosanto yang akan menganggarkan dana untuk kegiatan BSN di Desa Bulusari.

"Bank Sampah Nusantara kita ini baru berjalan, kami sangat butuh bantuan untuk ke depannya supaya BSN di desa kita ini berjalan terus tanpa hambatan," kata Kepala BSN Cabang Desa Bulusari Endang Supri Lestari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Nusantara Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Solo, Fans Gus Dur. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama (NU), yang jatuh pada Sabtu (31/1) ini, menjadi momentum spesial bagi warga Nahdliyin.

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Berbagai ucapan selamat, serta tak lupa pesan dan harapan diungkapkan mereka untuk NU, baik via SMS maupun diunggah di akun media sosial (medsos).

Ketua PC GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, berharap pada momentum ini program yang digarap para pengurus dapat lebih mengena kepada masyarakat.

Fans Gus Dur

“Semoga program-program NU ke depan lebih menyasar, berpihak pada warga NU. Karena selama ini peran program NU kurang bisa dirasakan warga NU secara keseluruhan, khususnya bidang ekonomi, yg kelihatan menjamur hanya dibidang amaliah,” ujarnya.

Senada dengan Anwar, Ketua PC PMII Sukoharjo, David Zainuddin berharap NU lebih menaruh perhatiannya terhadap upaya pemberdayaan secara ekonomi kepada anggotanya.

“Mayoritas anggota NU adalah mereka yang berada di desa. Banyak anggota NU yang kemudian berpaling ke ormas lain karena masalah ini. Mumpung Menteri Desa-nya dari NU, maka harus ada upaya secara terstruktur dan kolektif dari semua pihak,” ungkap Mahasiswa IAIN Surakarta itu.

Fans Gus Dur

Suara perempuan pun ikut hadir untuk memberikan pesan di hari Harlah ini. “Harlah NU, semoga para Nahdliyin tetap solid menjaganya, berjuang dengan ikhlas demi tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah ala an-Nahdliyah," begitu tulis ketua PC Fatayat Boyolali, Nur Fauziah dalam akun facebook-nya.

Sedangkan Ketua PC IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin menaruh harapan tinggi kepada NU, agar dapat meningkatkan kualitas sekolah yang dimiliki NU. “Meningkatkan kualitas pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi,” harapnya singkat. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pondok Pesantren, PonPes Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme

Jakarta, Fans Gus Dur



Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Andreas Yawangoe menilai, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Andreas: NU Sangat Tegas Soal Pancasila dan Nasionalisme

“NU memiliki pandangan bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan iman Islam. Bagi kami, itu sebuah ketegasan. Dengan demikian, nasionalisme diberi makan oleh iman itu,” kata Pendeta Andreas saat menjadi narasumber dalam acara peluncuran buku “Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan” di Gedung PBNU, Jumat (9/6).

Ia juga menilai, NU juga memiliki sikap yang tegas terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. “Menurut NU, Pancasila sudah final. Oleh karena itu, tidak boleh diotak-atik. Namun yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah bagaimana mengimplementasikan Pancasial dalam kehidupan sehari-hari,” urainya.

Selain itu, ia juga mengaku tertarik dengan Islam Nusantara yang ditawarkan oleh NU. menurutnya, itu bisa menjadi tameng dari serbuan aliran-aliran Islam yang datang dari luar Indonesia. Ia juga mengaku sadar, jika Islam Nusantara dididik di dalam pesantren. Oleh karena itu, ia menilai, pesantren memiliki peranan yang penting.

“Ini (Islam Nusantara) adalah tameng kita dari aliran Islam yang datang dari luar,” ucapnya.

Fans Gus Dur

Mengutip apa yang disampaikan KH Said Aqil Siroj di dalam Buku Miqat Kebinekaan, Pendeta Andreas mengaku tertarik karena Kiai Said menempatkan persaudaraan sesama anak bangsa (ukhuwah wathoniyah) berada di atas persaudaraan sesama umat Islam (ukhuwah islamiyyah).?

Hal itu, menurut dia, tidak berarti mengecilkan persaudaraan sesama umat Islam, tetapi ini adalah sebuah bentuk penegasan bahwa nasionalisme bukanlah bertentangan dengan Islam.

“Saya kira ini tidak mengecilkan ukhuwah islamiyyah, tetapi ini adalah sebuah penegasan bahwa nasionalisme itu bukan sesuatu yang asing, bukan bertentangan dengan Islam,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nusantara Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Pekalongan, Fans Gus Dur. Innalilllaahi wa inna ilaihi roojiun. Warga Nahdiyin Pekalongan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni H. Abdullah Machrus mantan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tinggal di Kota Batik Pekalongan, Sampangan Gang VI, Pekalongan.

H. Abdullah Machrus meninggal Jumat (7/2) menyusul istri tercintanya Hj. Tadzkiroh yang telah meninggal terlebih dahulu pada Senin (3/2). Menurut rencana jenazah almarhum akan dimakamkan di samping istrinya di makam keluarga di komplek Masjid Al Fairuz, Baros Pekalongan Sabtu (8/2).

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Kepergian H. Abdullah Machrus sangat mengagetkan warga nahdliyyin khususnya di Kota Pekalongan. Pasalnya, saat jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bertaziyah ke rumah Sampangan Gang VI Pekalongan Senin (3/2) Abdullah Machrus tampak sehat dan bisa berkomunikasi dengan baik dan lalu lalang menemui tamu tamu yang bertaziyah di rumah kediamannya.

Fans Gus Dur

Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, mengaku kaget atas kabar meninggalnya H. Abdullah Machrus yang beredar melalui SMS, BBM maupun facebook.

"Saya tidak mengira kalau H. Abdullah Machrus pergi begitu cepatnya menyusul istrinya yang belum genap 7 hari," ujar H. Abu Almafachir.

Fans Gus Dur

Sosok H. Abdullah Machrus, di samping aktifis di Nahdlatul Ulama, beliau adalah sosok pengusaha batik yang pernah moncer di zaman orde baru. Pasalnya, batik yang berlabel Mahkota Agung selalu menjadi seragam resmi istana kepresidenan dan keluarga Soeharto.

Tidak hanya di bidang bisnis batik Abdullah Machrus yang asli Semarang meraih sukses, dalam membina keluarga pun, juga dinilai berhasil. Atas prestasinya, dirinya mendapat penghargaan sebagai pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Provinsi Jateng 2007.

Dari tujuh anaknya, enam di antaranya sudah sarjana. Anaknya yang satu lagi tinggal selangkah menyusul meraih sarjana. Hebatnya, bukan hanya sarjana yang diraih, semuanya pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren dan kini juga sudah bisa hidup mandiri dari usahanya sendiri serta berhaji. Yang menarik lagi, bukan hanya anak-anaknya yang menjadi sarjana. Menantunya pun menjadi sarjana.

Apa kunci sukses membentuk keluarga sakinah? Menurut dia, sebenarnya ada pada istrinya. Saya ini bekerja sebagai wiraswasta, sehingga seringkali ke luar kota. Kegiatan saya di bidang sosial seabrek, sehingga jarang sekali saya berada di rumah. Karena itu, pendidikan anak-anak itu sebagian besar karena peran ibu, tuturnya.

Dalam pembelajaran kepada anak, diakui, memang yang diutamakan adalah kedisiplinan dan kejujuran. Bagi dia, anak harus tahu kapan waktu untuk beribadah, belajar, bermain, dan membantu orang tua.

Sebagai orang tua, Machrus selalu mengingatkan pada anaknya untuk menjaga dan menunaikan salat lima waktu. Bahkan juga mendorong anak-anaknya untuk shalat sunah seperti tahajud, duha, awwabin, dan rawatib.

Di antara pondok pesantren yang menjadi tempat mendidik agama anak-anaknya adalah Ponpes Al Hikmah Pati, Ponpes Al Islah Putra dan Al Ishom Putri, Mayong Jepara, Ponpes Maunah Sari Kediri, Jatim, serta beberapa ponpes di Jakarta dan Yogyakarta.

Abdullah Machrus adalah anak ke-4 dari pasangan Hj Aisyah Anwar dan Machrus Dhubian Al Hafidz, seorang veteran yang berjualan barang-barang kelontong di Pasar Johar Semarang pada waktu itu. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pendidikan Fans Gus Dur

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Jakarta, Fans Gus Dur. Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa perlu adanya batasan yang jelas perihal “radikal”. Kalau tidak ada ketentuan, pemblokiran terhadap situs-situs agama yang dianggap menyebarkan paham radikalisme tidak menutup kemungkinan akan menyasar pada situs institusi pendidikan Islam yang sama sekali aman dari radikalisme.

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Demikian komentar Menteri Agama RI menanggapi pemblokiran situs-situs radikal atas nama agama oleh Kemenkominfo atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui akun twitternya.

H Lukman menyayangkan pemblokiran situs tanpa kejelasan batas “radikal” baik dari Kemenkominfo juga BNPT.

Fans Gus Dur

“Penjelasan resmi dari BNPT itu diperlukan agar masyarakat mengetahui definisi dan batasan "radikal" itu seperti apa,” kata Lukman dalam akun twitternya.

Fans Gus Dur

Ia juga menyatakan bahwa pihak Kemenag RI tidak terlibat sama sekali dalam proses pemblokiran situs-situs tersebut.

Di lain kesempatan, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo menyatakan keberatan atas pemblokiran situs itu. Menurut Tjahjo, pendekatan pemerintah mesti berhati-hati dalam menangani penyebaran paham terorisme. Sementara untuk situs porno, Tjahjo menyatakan sepakat untuk menutup.

Menurut Tjahjo demikian rilis yang dikeluarkan Bidang Pemberitaan dan Media Visual DPD RI, pola deradikalisasi bisa dilakukan melalui sosialisasi dan komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan atau persyarikatan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

"ISIS memang mengkhawatirkan, tapi kita jangan terjebak istilah IS. Sedang dicari pola penanganannya agar jangan masuk ke generasi muda," kata Tjahjo dalam rapat kerja Komite I DPD RI dengan Kemdagri yang membahas program strategis kementerian di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Santri, Pendidikan Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Bandar Lampung, Fans Gus Dur 

Salah satu tantangan dalam pengembangan lembaga pendidikan adalah persoalan peningkatan mutu. Oleh karena itu diperlukan komitmen semua pihak, baik  pemerintah maupun unsur masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Abdurrahman mengatakan, masalah khas madrasah atau sekolah berciri khusus, antara lain kesenjangan lokasi yaitu tersebar luas hingga pelosok, sampai persoalan kesenjangan sumber daya pendidikan.

“Di lingkungan madrasah sangat terbatas guru-guru mata pelajaran umum,’tuturnya ketika menerima kunjungan PW LP Ma’arif NU Lampung, Selasa (20/8) di kantornya.

Fans Gus Dur

Dijelaskan Abdurrahman, pihaknya mengapresiasi kiprah Ma’arif NU yang selama ini konsen terhadap upaya-upaya memajukan pendidikan. “Saat ini 94 persen madrasah dikelola swasta, dan dari jumlah itu sekitar 60 persen dinaungi Ma’arif NU. 

Jadi, tambah dia, kalau madrasah atau sekolah yang dikelola Ma’arif maju, berarti kemajuan yang dicapai secara umum cukup signifikan,” lanjutnya.

Fans Gus Dur

Abdurrahman mengharapkan Ma’arif NU Lampung tetap menjaga kualitas satuan-satuan pendidikan yang ada di jajarannya. “Pemerintah, dalam hal ini Kanwil Kemenag Lampung sangat mendukung pengembangan madrasah dan pendidikan yang berada di lingkungan kementerian Agama,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PW LP Ma’arif NU Lampung Fauzi menyampaikan beberapa program kerja dan kegaiatan yang sudah dilaksanakan. 

“Kami ingin menyinergikan program bersama pemerintah, khususnya Kementerian Agama. Alhamdulillah, melalui silaturrahim seperti ini terdapat banyak kesamaan visi dan sikap yang dapat ditindaklanjuti secara operasional,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, pihaknya mengemban misi meningkatkan kualitas lembaga pendidikan khususnya di lingkungan NU. Upaya itu ditempuh melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan 20 guru inti yang mengikuti pelatihan untuk pelatih dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Selain itu juga sedang mengembangkan sekolah unggulan dan adanya SMK Ma’arif di setiap kecamatan. Intinya kami komitmen pada peningkatan kualitas pendidikan dan akses pendidikan bagi masyarakat,” ujar Fauzi.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Dwi Rohmadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Warta, Nusantara Fans Gus Dur

Rabu, 10 Januari 2018

Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air

Pekalongan, Fans Gus Dur. Ulama asal California, Amerika Serikat Syekh Abdul Aziz turut hadir dalam perhelatan Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara? yang digelar JATMAN di Pekalongan, Jawa Tengah. Syekh Aziz berkisah tentang Nabi Muhammad SAW yang begitu amat mencintai negerinya. Hal ini dia sampaikan saat sesi diskusi, Kamis (28/7) di Hotel Santika Pekalongan.

"Ada berapa rumah Rasulullah SAW,” tanya Syekh Abdul Aziz kepada hadirin.

Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Ulama California Berkisah tentang Kecintaan Nabi terhadap Tanah Air

Setelah Fathu Makkah, lanjutnya, Rasulullah ditawarkan kembali ke rumah beliau yang dulu di Makkah atau rumah istrinya, Sayyidah Khodijah.?

Apa jawab Rasulullah? "Aku lebih suka kembali ke Madinah, karena dari Madinah awal mula kejayaan dan kemuliaan Islam".

Beliau saat berhijrah juga berdoa: "Ya Allah, engkau mengetahui betapa aku sangat mencintai Makkah sebagai tanah airku, maka berilah aku tanah air yang lebih aku cintai daripada Makkah."

Fans Gus Dur

Rasulullah juga berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya Rasul dan kekasih-Mu Ibrahim as. Pernah memohon kepada-Mu untuk kemuliaan Makkah dan Engkau mengabulkannya, maka aku memohon pada-Mu untuk kemuliaan madinah agar Engkau mengabulkannya."?

Dari riwayat ini, Syekh Abdul Aziz ingin menekankan bahwa sudah semestinya sebuah bangsa mencintai tanah airnya. Kata bangsa dalam hal ini adalah setiap individu, apapun keyakinan, suku, maupun bahasanya sehingga mampu menumbuhkan kesadaran membela dan memperkuat negaranya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nusantara Fans Gus Dur

Rabu, 27 Desember 2017

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha

Surabaya, Fans Gus Dur

Setelah Program Satu Ranting Satu Rumah Pangan Kita, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya merilis Program LUAS (Lembaga Usaha Ansor Surabaya). Program ini akan menjadi prioritas usaha ekonomi mikro yang meliputi aktivitas di bidang otomotif, pengelolaan sampah terpadu, pelayanan kesehatan, kuliner, dan fesyen.

Sebelum meluncurkan program LUAS, PC GP Ansor Kota Surabaya bersilaturahim ke rumah mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan guna meminta arahan tentang manajemen dan strategi bisnis yang tepat untuk tercapainya kemandirian organisasi secara ekonomi.

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha

"Ansor punya potensi besar menggarap kegiatan sektor ekonomi demi terwujudnya kemandirian organisasi secara ekonomi, saya akan berikan ilmu yang saya punya untuk membangun program ini," kata Dahlan.

Fans Gus Dur

Lanjutnya, Ansor selain sebagai garda terdepan benteng ulama. Ansor harus bisa menjadi pendobrak ekonomi, mengingat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berjalan dan Ansor harus terlibat di dalamnya.

"Ansor Surabaya punya banyak role model sebagai pelaku bisnis, semisal Sahabat Alaik dan Sahabat Muhibbin. Mereka sudah matang dalam bisnis yang ditekuni. Saya akan bantu menguatkan program ini," kata Abah Dahlan, sapaan akrab Dahlan Iskan.

Fans Gus Dur

Melalui program ini, Ansor Surabaya akan melakukan enterpreneurship kader diseluruh tingkatan. Akan ada banyak varian usaha yang akan dikerjakan oleh Ansor Surabaya dan disinergikan kepada PAC dan Ranting se-Kota Surabaya untuk terwujudnya kemandirian organisasi secara ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ansor Surabaya, Muhibbin Billah juga berdiskusi tentang analisa ekonomi pada tahun 2017 yang cenderung mengalami anomali.

"Ini kesempatan berharga, mengingat Abah Dahlan adalah pelaku bisnis dan concern terhadap ekonomi. Ada banyak persoalan ekonomi yang perlu di diskusikan bersama," ucap Muhibbin.

Silaturahim pada Rabu (19/7) itu diisi diskusi tentang kemandirian ekonomi dan konstelasi perekonomian global, mengingat banyak dari pengurus Ansor Kota Surabaya adalah pelaku bisnis di bidang masing-masing.

Sebelum mengakhiri silaturahim, Dahlan Iskan mengundang secara khusus Muhibbin Billah dalam acara Ngaji Bisnis HPN di Graha Pena pada 29 Juli 2017 untuk memberikan testimoni dalam membangun bisnis Tour and Travel yang tengah ditekuni.

"Saya ingin sahabat Muhibbin ikut, biar mereka tahu ada pengusaha muda NU yang nekat dan sukses di bidang ekonomi, khususnya di Kota Surabaya," pungkasnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Hikmah, Nusantara Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon

Sleman,Fans Gus Dur. Momentum kunjungan ulama Ahlussunah wal-Jamaah dari Lebanon ke Indonesia, Syaikh Al Habib Khalil Dabbagh, dimanfaatkan dengan baik Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Gadjah Mada untuk menambah ilmu.

Bekerja sama dengan Syabab Ahlissunah wal Jama’ah (Syahamah), KMNU UGM menyelenggarakan Kajian Islam Ahlussunah wal Jama’ah (Kiswah) Kubro di Pondok Pesantren Innayatullah, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (7/6).

Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon

Dalam acara yang dimulai dari pagi hingga malam, Syaikh Khalil menekankan pentingnya bagi seorang mukallaf, yakni orang yang sudah dibebani syari’ah. Mereka adalah orang yang berakal, baligh, dan sudah mendapatkan syiar Islam.

Fans Gus Dur

“Pertama, masuk Islam. Kedua, menjaga iman dan Islam sampai akhir hayyat. Terakhir, melaksanakan hukum-hukum syari’at yang berlaku baginya” lanjut Syaikh Khalil.

Fans Gus Dur

“Puncak? ketundukan manusia kepada Allah adalah ibadah,” tambah Syaikh Khalil dalam bahasa Arab? yang diterjemahkan secara fasih oleh Mahfudz Effendi dari Syahamah.

Selain membahas tentang keimanan, Syaikh Khalil juga menyinggung bahayanya meyakini Allah sebagai jism (benda) katsif maupun latif. Di akhir acara, Beliau mengajak peserta Kiswah Kubro untuk berjanji, jika di antara peserta dalam majlis tersebut ada yang masuk surga, maka dia harus mengangkat tangan saudara-saudaranya yang mengikuti Kiswah Kubro untuk masuk surga bersamanya.

Sementara itu, Ketua KMNU UGM, Puguh Imam Al Abib berharap melalui Kiswah Kubro peserta dapat mengamalkan dan mensyiarkan aqidah Ahlussunah wal Jama’ah serta mengkritisi pola pemikiran firqoh Islam.

Kiswah Kubro merupakan agenda rutin dalam program kerja KMNU UGM yang diselenggarakan minimal sekali dalam satu tahun. Sedangkan masyarakat umum yang hendak mendapat ilmu-ilmu berbasis Aswaja bisa menghadiri Kiswah mingguan yang diselenggarakan tiap Ahad pagi di Masjid Al Adab, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. (Mukhanif Yasin Yusuf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Ge(b)rakan Pemuda untuk Perubahan

Oleh Ahmad Saifuddin

--Pemuda memiliki urgensitas yang tinggi dalam sejarah Indonesia. Setiap gerakan melawan kolonialisme, pemuda selalu ambil bagian. Sampai pada puncaknya, pemuda Nusantara bersatu dan mengikrarkan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yang berisikan tiga sendi, menjunjung tinggi tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan dan bahasa Indonesia.

Tiga sendi itu yang kemudian melenyapkan sisi-sisi fanatisme golongan sehingga muncul kekuatan nasionalisme dan akhirnya mampu menjadi bahan bakar penggerak gerakan-gerakan melawan kolonialisme menuju gerbang kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Ge(b)rakan Pemuda untuk Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ge(b)rakan Pemuda untuk Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ge(b)rakan Pemuda untuk Perubahan

Tidak hanya sampai di situ saja. Gerakan pemuda masih saja berlanjut untuk menjunjung tinggi martabat Indonesia dalam pergerakan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah perlawan arek-arek Surabaya yang menjadi peperangan terbesar mempertahankan kemerdekaan Indonesia sehingga hari itu dinobatkan menjadi Hari Pahlawan (10 November).

Bahkan, hampir di setiap fase pemerintah Indonesia, gerakan pemuda senantiasa menjadi balancer (penyeimbang) dengan menghadirkan sejumlah kritik terhadap pemerintah sehingga negara ini masih “sedikit” terselamatkan dari berbagai krisis di tingkat pemerintah.

Pemuda yang Terjajah

Fans Gus Dur

Meskipun kolonialisme bangsa asing berupa penjajahan ekspansi wilayah berakhir, namun penjajahan dalam bentuk lain justru semakin gencar terjadi. Kondisi yang kontras bisa dilihat antara pemuda era dahulu dengan era sekarang. Sekarang, tidak sedikit pemuda yang terkontaminasi virus kriminalitas dan penurunan moral. Tidak sedikit pemuda yang terlibat pergaulan bebas, narkoba, tindak kriminal, pembunuhan, perkelahian, dan sebagainya.

Banyak pemuda di era sekarang yang menjadi pemuja hedonisme, yang menyebabkannya menghabiskan waktu untuk kesenangan semu tanpa arah. Banyak pemuda yang egois dengan prinsip kebebasan dalam hidup sehingga merugikan orang lain. Pada akhirnya, banyak pemuda yang kehilangan masa depannya yang cerah dan hanya menjalani kehidupan seperti air yang mengalir ke bawah.

Di sisi lain, pemuda juga tercemar virus separatis dan radikalis. Tidak sedikit pemuda yang menjadi teroris, ikut serta dalam gerakan radikalis yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak hanya dibangun oleh founding fathers yang nasionalis, tetapi juga agamis. Melihat realita tersebut, jelas sangat memprihatinkan karena pemuda merupakan tulang punggung negara. Perlu adanya reorientasi pemuda agar pemuda kembali menemukan jati irinya.

Fans Gus Dur

Reorientasi Pemuda untuk Sebuah Ge(b)rakan

Perlu adanya gerakan reorientasi pemuda agar pemuda kembali menemukan jati dirinya. Meskipun banyak pemuda yang mengalami permasalahan kompleks, masih banyak pemuda yang memiliki spirit perubahan. Selain itu, penghayatan kembali atas sejarah kepemudaan sangat diperlukan agar nilai perjuangan dan nasionalisme serta semangat perubahan mampu tertanam kembali. Berbagai hal bisa dilakukan dalam rangka reorientasi pemuda tersebut.

Pertama, pemahaman psikologis dan pola pikir fase pemuda sangat penting. Dengan hal ini, pemuda akan mampu memahami karakteristik dirinya sendiri sehingga mampu melakukan self healing yang selanjutnya pemuda akan berperan dalam penyelesaian permasalahan yang menghinggapi bangsa dan negara.

Kedua, dalam dunia akademis, semangat menuntut ilmu harus diimbangi dengan semangat menginternalisasikan nilai dan moral. Sehingga, tidak hanya mengejar kuantitas dan kualitas ilmu, tetapi juga mengejar kuantitas dan kualitas akhlak dan moral. Terciptanya akademisi muda yang berintelektual dan bermoral. Mampu membangun peradaban dengan ilmu dan budaya luhur. Mampu menciptakan masyarakat cerdas dan berintelektual serta berbudi luhur.

Ketiga, menciptakan pemuda yang terampil, kreatif, dan inovatif menjadi hal penting di era modern sekarang. Seain itu, daya lenting yang tinggi harus dimiliki pemuda untuk menjadi pemuda yang tangguh dalam segala tantangan. Agar tetap senantiasa menjadi bagian negara yang maju dan kebal terhadap segala hambatan yang ada.

Keempat, penghayatan tentang konsep nasionalisme, cinta tanah air, dan demokrasi yang berlandaskan pada agama menjadi penting bagi pemuda, kaitannya sebagai upaya preventif agar pemuda tidak mudah menjadi target gerakan separatis dan radikalis. Hal ini perlu digencarkan karena gerakan radikalis dan separatis memilih pemuda yang secara psikologis mudah dipengaruhi dan secara pengetahuan belum terlalu mumpuni.

Kelima, menciptakan pemuda yang peka terhadap kondisi sosial menjadi penting juga agar pemuda tidak mudah terkontaminasi oleh permasalahan sosial. Namun, justru menjadi agen perubahan. Prinsip hidup harus membawa manfaat dan maslahat perlu diinternalisasikan agar pemuda menyadari akan perannya.

Keenam, penghayatan terhadap kisah faktual tokoh sebagai role model perlu ditanamkan dalam diri pemuda. Bagaimana menjadi pribadi yang kuat akan godaan termasuk godaan zina seperti Yusuf muda. Bagaimana menjadi pribadi yang cerdas memperjalankan spiritualitas dan logikanya untuk mencari kebenaran hakiki seperti Ibrahim muda. Bagaimana menjadi pribadi yang taat dan patuh kepada orang tua seperti Ismail muda. Bagaimana menjadi pribadi yang berakhlak mulia, jujur, dan amanah seperti Muhammad muda. Bagaimana menjadi pribadi yang selalu haus dalam menuntut ilmu seperti Muhammad ibn Idris asy-Syafi’i muda. Bagaimana menjadi pribadi yang berani melindungi kebenaran layaknya ‘Ali ibn Abu Thalib muda yang menggantikan Nabi Muhammad SAW tidur di tempat tidurnya ketika dikepung kafir Quraisy sehingga nyawa ‘Ali ibn Abu Thalib menjadi taruhannya. Spirit kisah-kisah ini perlu dibangkitkan kembali di saat pemuda banyak terbius oleh cerita konyol akan cinta dan gaya hidupnya yang hedonis, pemuja kesenangan, kebebasan tanpa batas, dan kebrutalan.

Gerak dan Gebrak untuk Perubahan

Semangat sumpah pemuda ke-86 yang juga berdekatan dengan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1436 Hijriyah, diharapkan mampu menjadi titik kelanjutan estafet gerakan pemuda sebelumnya. Terlebih lagi, pemuda era sekarang sudah banyak mengalami berbagai permasalahan kompleks. Di sisi lain, peran pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara masih tetap dibutuhkan.

Semangat hijrah (berubah menuju perbaikan) hendaknya selalu menjadi jiwa dalam diri pemuda. Hijrah sangat penting, terutama dalam kehidupan ini perubahan adalah keniscayaan. Hijrah yang berarti berpindah dari suatu tempat menuju ke tempat lain dapat dimaknai secara kontekstual dengan perpindahan menuju hal yang lebih baik. Layaknya hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah al Mukarramah menuju Yatsrib (Madinah al Munawwarah), agar dakwah dan Islam lebih berkembang. Terlebih lagi, prinsip beruntung dalam Islam adalah jika hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Dengan kata lain, modifikasi perilaku dan modifikasi lingkungan sangat diperlukan bagi pemuda sebagai teknik dan bekal membuat perubahan.

Tidak hanya bergerak, tetapi juga menggebrak. Hijrah dan bergerak untuk menuju perbaikan, menggebrak untuk melawan tantangan dan hambatan. Pemuda masa kini, pemimpin masa depan. Jayalah pemuda, jayalah Indonesia!

Ahmad Saifuddin, S.Psi., mahasiswa Magister Psikologi Profesi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Wakil Sekretaris Bidang Teknologi Informasi Komunikasi dan Jaringan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Propinsi Jawa Tengah, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Klaten, dan Sekretaris Lembaga Kajian Pemikiran Islam Darul Afkar Klaten.

Ilustrasi: Perjuangan pemuda di Surabaya 1945 dalam cover buku "Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad"

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Berita Fans Gus Dur

Kamis, 16 November 2017

Perlukah NU Adakan Tausiyah Kebangsaan?

Jepara, Fans Gus Dur. Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan, warga NU tidak perlu lagi diragukan nasionalismenya karena NU turun mendirikan republik ini. “Orang NU tidak perlu mengadakan tausiyah kebangsaan, karena orang NU ya orang Islam yang di Indonesia dan Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujarnya.

Perlukah NU Adakan Tausiyah Kebangsaan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlukah NU Adakan Tausiyah Kebangsaan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlukah NU Adakan Tausiyah Kebangsaan?

Hal ini disampaikan dalam pengarahan organisasi dan tausiyah kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Jepara, Sabtu (21/02) di gedung PCNU Jepara. Acara ini dihadiri seluruh banom PCNU, syuriyah dan tanfidziyah MWC NU se-Jepara.

Gus Mus berharap bahwa warga NU tidak terpengaruh oleh orang-orang yang mengaku nasionalis, karena orang NU itu orang Islam yang kebetulan hidup di Indonesia, bukan orang Indonesia yang kebetulan beragama Islam.?

Fans Gus Dur

“Para pendiri NU itu orang Islam yang ikut memperjuangkan NKRI,” imbuhnya.

Selama ini banyak golongan yang ingin menghancurkan, memecah belah NU. Namun itu sia-sia, orang NU di Indonesia tak perlu takut dengan orang yang mau menghancurkan NU. Karena NU adalah organisasi keagamaan terbesar di dunia.?

Fans Gus Dur

“Survey terakhir ? Jumlah warga NU kurang lebih 60 jutaan,” imbuh pria paruh baya berkacamata ini.

Harapan Gus Mus selanjutnya adalah, NU itu menjadi jam’iyyah yang benar-benar jam’iyyah. Supaya tidak perlu ada pembunuhan, sok benar sendiri, dan tetap terjaga keharmonisan warga NU khususnya dan orang Indonesia umumnya.

“Tidak perlu ikut-ikutan orang yang mengaku Islam namun kelakuannya tidak seperti orang Islam,” pungkasnya. (ahmad afandi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara Fans Gus Dur

Kamis, 02 November 2017

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat

Jakarta, Fans Gus Dur - Lupa itu ada ongkosnya. Meski hal sepele, tapi akbitanya kaki Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Brebes Khulasoh lecet karena saking bergesekan dengan sepatu yang dikenakannya.

“Biasanya pakai kaus kaki, tapi kali ini lupa,” kata pensiunan PNS di Kemenag Brebes sambil meraba jari-jari kakinya di aula utama Asrama Haji Embarkasi Jakara, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis siang (24/11).

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat

Kaki dalam kondisi seperti itu, tentu tidak nyaman beraktivitas di arena Kongres Muslimat ke-17 tersebut. Ibu kelahiran tahun 1947 tersebut tertatih jika berjalan.

Ia tak kehabisan akal untuk melindungi kaki lecetnya.

Fans Gus Dur

“Mas, di luar ada yang jualan hansaplas tidak ya?” ?

Fans Gus Dur

Tentu saja ini adalah kode bahwa ia sebetulnya ingin dibelikan benda tersebut. Di Jakarta, benda semacam itu pasti tersedia di hampir setiap warung. Saya pun menawarkan diri jadi relawan. Tanpa diskusi, langsung mencari benda tersebut. ?

Sepanjang perjalanan membeli tersebut, saya menebak, ibu tersebut pasti akan membayarnya. Dan ternyata betul. Namun saya menolaknya. Saya hanya meminta ditukar dengan kesediaan dia untuk diwawancarai. Dia mengiyakan.

“Saya diminta aktif di Muslimat pada tahun 1989 oleh almarhum KH Masyhuri Mughni dari Pesantren Benda Sirampog,” katanya.

Padahal, kata dia, waktu itu dia aktif di Fatayat sebelumnya saja tidak. Namun ia tak bisa menolaknya karena itu perintah kiai yang ditaatinya.

Bagi ibu yang pernah nyantri di Babakan Ciwaringin, Cirebon tersebut, perintah kiai Msyhuri dulu ia pahami sekarang bahwa aktif di Muslimat NU adalah karena li i’lai kalimatillah, menegakkan agama Allah.

“Saya merasakan betul-betul banyak manfaat aktif di Muslimat. Banyak barokahnya. Barokah silaturahim, barokah rezeki,” ungkapnya.

Sebagai ketua Muslimat, ia juga menjaga betul anak-anaknya agar tetap dalam barisan Nahdlatul Ulama. Caranya dengan memperkenalkan anak sedari dini melalui kegiatan, tradisi, praktik ibadah yang sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah an-nahdliyah.

Kongres Muslimat NU ke-17 tersebut dibuka Presiden Joko Widodo dengan tabuhan rebana disaksikan Ketua Umum PBNU, Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan ribuan pengurus dan anggota Muslimat serta tamu Undangan. Di antara tamu tersebut ada Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MPR RI Osman Sapta Odang, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Olahraga, Sholawat Fans Gus Dur

Selasa, 17 Oktober 2017

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran

Jakarta, Fans Gus Dur - Pengurus Ranting NU Dano Kabupaten Garut menggelar syukuran satu tahun jalannya kepengurusan, Sabtu (11/2). Pengurus harian PRNU Dano juga bersyukur karena telah meraih penghargaan sebagai PRNU terbaik se-Garut.

Acara syukuran ini dihadiri oleh sejumlah pengurus harian PCNU Garut. Turut hadir Rais Syuriyah dan Sekretaris PCNU Garut.

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran

Dalam sambutan Rais Syuriyah PCNU Garut menyampaikan pesan utama terkait isu yang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan kabar yang diragukan kebenarannya.

Fans Gus Dur

Selain itu, ia juga mengapresiasi pencapaian PRNU Dano yang menjadi ranting percontohan di usia satu tahun.

Kegiatan ini bertema Menebar Rahmah, Memperkokoh Ukhuwah dan Jamiyah dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

Fans Gus Dur

Dengan penghargaan ini PRNU Dano diharapkan dapat memberi kontribusi dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin.

Acara yang dimeriahkan dengan paduan suara DKM Al-Ihsan juga menghadirkan singa podium KH Aceng Abdul Mujib, pengurus LDNU Jawa Barat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Nusantara, Quote Fans Gus Dur

Minggu, 10 September 2017

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa

Pati, Fans Gus Dur. Ujian Madrasah (UM) untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselenggarakan 6-11 April 2015. Di Jawa Tengah, UM diikuti oleh ratusan madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Ketua Panitia Ujian Madrasah Pimpinan W LP Ma’arif NU Jateng Muh Junaidi mengatakan, peserta UM tingkat MTs/SMP tahun ini mencapai 57.500 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 597 MTs dan 79 SMP yang tersebar  di seluruh cabang LP Ma’arif NU Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah.

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ujian MTs/SMP Ma’arif Jateng Diikuti 57.500 Siswa

Lebih lanjut Junaidi mengungkapkan bahwa untuk melihat langsung pelaksanaan UM di daerah-daerah, PW LP Ma’arif NU Jateng melaksanakan pengawasan ke beberapa madrasah/sekolah. Beberapa daerah  yang dijadikan sampel pengawasan, antara lain Kabupaten Pati, Kabupaten Magelang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang.

Fans Gus Dur

“Tujuan monitoring ini untuk mengetahui apakah pelaksanaan UM ini sudah sesuai ketentuan atau belum. Merespon aspirasi cabang terkait pelaksanaan ujian. Memonitor  kendala-kendala yang muncul seperti validitas soal, kualitas cetak naskah, dan lain sebagainya,” kata Junaidi yang juga menjadi Kepala MTsN 1 Semarang ini.

Fans Gus Dur

Jamal, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs Perguruan Islam Munomen (PIM) Gembong Pati saat menerima kunjungan PW LP Ma’arif NU Jateng mengatakan, secara garis besar soal-soal UM dari wilayah cukup baik. “Sudah sesuai Standar Kelulusan (SKL), bahasa yang digunakan juga bagus. Hanya memang masih ada beberapa kesalahan teknis. Tetapi bisa kami atasi,” jelasnya.  (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Nusantara, PonPes Fans Gus Dur

Minggu, 13 Agustus 2017

Kisah di Balik Nama Pesantren “Nahdlatul Ulama 001”

Syahdan, pada tahun 13-19 April 1935 M, bertepatan dengan 10-15 Muharram 1354 H, untuk pertama kalinya Muktamar NU digelar di Kota Sala, Jawa Tengah.Pada Muktamar NU yang ke-10 tersebut, NU telah berkembang menjadi salah satu organisasi yang besar, dengan memiliki anggota yang terdaftar dalam kartu anggota NU, sebanyak 68.000 orang dari 68 cabang se-Indonesia.

Para tokoh ulama besar hadir dalam gelaran akbar itu, Rais Akbar Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Mahfud Shiddiq, KHR Asnawi, Mohammad Sutisnasenjaya, KH Fakih Maskumambang dan para tamu undangan lainnya.

Tak ketinggalan, para ulama dan tokoh setempat seperti KHR. Mohammad Adnan, KH Ahmad Shofawi, KH Masyhud, KH Dimyati, KH Abu Amar, KH Ahmad Siradj Umar, KH Mudzakir, KH Mawardi dan lain sebagainya.

Dari mulai proses pembukaan hingga penutupan acara, yang dihelat di Masjid Agung, para tamu undangan, disediakan tempat penginapan. Pihak panitia sendiri sudah memesan beberapa hotel untuk menjadi tempat istirahat para peserta dari luar kota.

Kisah di Balik Nama Pesantren “Nahdlatul Ulama 001” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Nama Pesantren “Nahdlatul Ulama 001” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Nama Pesantren “Nahdlatul Ulama 001”

Namun demikian, banyak dari para kiai, justru lebih memilih tinggal di rumah sahabat mereka, atau pondok pesantren yang ada di dekat lokasi Muktamar.

“Salah satunya KH Bisri Syansuri. Pengasuh pesantren di Denanyar Jombang itu, lebih memilih tinggal di Pesantren yang diasuh KH Ahmad Siradj,” terang Kiai Zainal Arifin, belum lama ini (27/10).

KH Zainal Arifin sendiri merupakan tokoh thariqah Qadiriyah di Boyolali, sekaligus murid dari KH Shoimuri, putra dari KH Ahmad Siradj.

Fans Gus Dur

Singkat cerita, rupanya pondok yang terletak di daerah Panularan tersebut belum memiliki nama. Akhirnya, atas usulan dari Kiai Bisri, pesantren tersebut diberi nama “Pesantren Nahdlatul Ulama 001”.

Pada perkembangannya, pesantren “NU 001” tersebut lebih dikenal dengan nama Pesantren As-Siradj, dinisbatkan kepada nama sang pendiri pesantren, Kiai Ahmad Siradj.? (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Olahraga Fans Gus Dur

Sabtu, 29 April 2017

Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia

Jakarta, Fans Gus Dur. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras tindakan penganiayaan majikan terhadap TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Arab Saudi. Dua kasus terakhir adalah penganiayaan yang menimpa Sumiati dan meninggalnya Kikim Komalasari.

“Saya minta Menakertrans segera menyelesaikan masalah ini. Pelakunya harus dituntut secara hukum,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj kepada Fans Gus Dur Jumat, 19 November.

Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Melindungi TKI, Menjaga Martabat dan Harga Diri Indonesia

Kejadian yang menimpa Sumiati, TKI asal Dompu, Nusa Tenggara Barat dan Kikim Komalasari TKI asal Cianjurm Jawa Barat harus bisa menjadi pelajaran berharga. Kasus penganiayaan majikan terhadap TKI di Arab Saudi memang kerap terjadi. Namun penyelesaian kasusnya seringkali tidak tuntas karena persoalan hukum.

Fans Gus Dur

“Menakertrans seharusnya bisa mengambil langkah-langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Kang Said.

Fans Gus Dur

TKI hingga saat ini masih menjadi penyumbang devisa terbesar untuk Indonesia. Namun jaminan keselamatannya masih terkesan diabaikan oleh Pemerintah. “Khususnya di Timur Tengah kasus semacam ini memang sering terjadi. Di era globalisasi semacam ini, perilaku semacam itu jelas-jelas melanggar HAM,” tegas Kang Said.

Kang Said berharap Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan tegas dalam menangani masalah ini. “Hal ini mutlak perlu dilakukan untuk menjaga martabat dan harga diri bangsa,” pungkasnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, Nusantara Fans Gus Dur

Rabu, 26 April 2017

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Surabaya,Fans Gus Dur

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur tengah membentuk tim khsusus, yakni Ansor Banser Cyber serta Satgas Antihoax. Tim ini secara khusus bertugas meminimalisir informasi bohong atau berita hoax yang beredar di media sosial.

"Tim ini memiliki scope (cakupan, red.) yang luas. Jejaringnya secara nasional, dan memproteksi kegiatan-kegiatan komunitas NU dan NKRI, terutama di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya, dari cyber attack," kata Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim Bidang IT Media dan Infokom M Nur Arifin, di Surabaya, Senin (16/1).

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jatim Siapkan Pasukan Khusus Antihoax

Menurut Arifin, Satgas Antihoax berfungsi untuk meminimalisir dampak negatif, fitnah dan ujaran kebencian di jagad maya.

Fans Gus Dur

Saat ini, lanjut dia, proses rekrutmen Ansor Banser Cyber (ABC) sedang berjalan. Usai dilakukan seleksi, mereka akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat Satgas Antihoax tersebut.

"Saat ini (seleksi) sudah mulai berjalan. Kami ingin memperkuat kapasitas kelembagaan khusus ini," kata pria yang juga Wakil Bupati Trenggalek ini.

Fans Gus Dur

Sementara Kasatkorwil Banser Jatim H Abid Umar menambahkan, proses seleksi anggota Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax diambil dari anggota berbagai satuan Banser di berbagai daerah di Jatim. "Mereka adalah kader-kader terbaik Ansor dan berbagai satuan Banser di Jawa Timur," ujar Abid.

Usai seleksi, para calon anggota tersebut akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus sebelum mereka diterjunkan untuk menjalankan tugas sebagai Ansor Banser Cyber dan Satgas Antihoax.

Abid juga menyebut, pembentukan tim khusus ini dipicu oleh mulai masifnya penyebaran berita atau informasi hoax. Sebab, penyebaran berita hoax rentan merusak harmoni kehidupan sosial masyarakat, merusak kerukunan antarumat beragama dan acaman terhadap keutuhan NKRI.

"Kami tidak ingin berita yang tidak benar ini bergulir dan menjadi bola liar. Kasihan masyarakat yang tidak tahu kebenarannya menyerap (informasi hoax) dan menyakininya, padahal tidak benar, " tegasnya.

Selain itu, lanjut Abid, Ansor Jatim akan terus mengkampanyekan literasi media sosial yang sehat dan santun. "Juga kami akan terus melakukan tindaka preventif dan represif," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Nusantara Fans Gus Dur

Minggu, 09 April 2017

NU Jatim Terima Bantuan Dua Ambulance Canggih

Surabaya, Fans Gus Dur. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)? Jawa Timur, Selasa (30/60, menerima dua unit armada ambulance dari Perusahaan Gas Negara atau PGN. Bantuan ini merupakan realisasi dari memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak pada pertengahan Maret lalu.

NU Jatim Terima Bantuan Dua Ambulance Canggih (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Terima Bantuan Dua Ambulance Canggih (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Terima Bantuan Dua Ambulance Canggih

"Pemberian dua unit armada ini sebagai realisasi pemberian bantuan dana CSR atau corporate social responsibility tahap pertama dari PGN kepada PWNU Jatim," kata Bendahara PWNU Jatim M Qodri, ST, Selasa siang. Selanjutnya, akan ada bantuan serupa namun dengan peruntukan berbeda, lanjutnya.

?

Dua armada tersebut akan diberikan kepada PCNU Kabupaten Lamongan dan PCNU Kabupaten Pasuruan. "Kelebihan? dari ambulance tersebut adalah dari kelengkapan alat medis, serta kecanggihan armada," ungkapnya.

Fans Gus Dur

?

Pak Qodri, sapaan akrabnya, mengemukakan bahwa kerja sama dengan PGN akan diupayakan bisa berkelanjutan sebagaimana nota kesepahaman yang telah diteken. "Ada sejumlahlah program yang dapat ditindaklanjuti dari kerja sama ini yakni pendidikan, ekonomi, UMKM atau usaha kecil, dakwah dan juga kesehatan," katanya.

?

Fans Gus Dur

Bagi kepengurusan NU di kabupaten dan kota di Jawa Timur dapat melayangkan pengajuan kerja sama untuk sejumlah program tersebut. "Silakan mengajukan permohonan kepada PWNU Jawa Timur untuk kami teruskan kepada pihak PGN," terang Pak Qodri.

?

Bantuan armada diserahkan oleh Direktur PGN, Bapak Djoko Saputro dan diterima pimpinan PWNU Jatim. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock