Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Sumenep, Fans Gus Dur. Banyaknya tanah rakyat khususnya di daerah pesisir yang dibeli orang luar daerah bahkan dari luar negeri menjadi keprihatinan bagi PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena itu, Ahad (1/11) PCNU Sumenep menggelar seminar agraria bertempat di gedung pertemuan PCNU Sumenep dalam rangka menyikapi banyaknya persoalan tersebut.

Menurut sekretaris PCNU Sumenep, A Waris Umar, maksud diadakannya seminar ini sebagai bagian mengonsolidasi Nahdliyin serta memberikan pengetahuan seputar masalah agraria dan konflik yang menyertainya.

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Hadir dalam seminar tersebut dua orang narasumber, Muhammad Fayyadl (Gus Fayyadl) dari Paiton, Probolinggo dan KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak) dari Guluk-Guluk, Sumenep.

Fans Gus Dur

Menurut gus Mamak, kerusakan bumi dalam Alquran selalu dikaitkan dengan ketamakan atau kerusakan. Berpindahnya kepemilikan tanah pada pemodal bisa menjadi pemicu bagi munculnya kerusakan bumi.

Lebih lanjut Gus Fayyadl menegaskan, maraknya pembelian tanah oleh para pemodal di tingkat lokal tak lepas dari desain di tingkat nasional bahkan global. Kapitalisme global dengan kuatnya invasi modal asing telah menguasai seluruh sumber daya alam.?

“Darat dan laut kita banyak yang telah dikelola asing. Kehadiran Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam sebenarnya didorong oleh kegelisahan realitas ini,” ujar Fayyadl.

Fans Gus Dur

Seminar agraria ini diikuti utusan MWC NU se-Kabupaten Sumenep, lembaga dan banom, mahasiswa, pesantren, perguruan tinggi, dan insan pers.

Mengakhiri seminar, PCNU Sumenep mendirikan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA di Kabupaen Sumenep sekaligus melantik A Dardiri Zubairi sebagai koordinatornya. (Dayat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Olahraga, Daerah Fans Gus Dur

Rabu, 28 Februari 2018

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Fenomena yang terjadi saat seorang anak kejang seperti mata mendelik, tangan-kaki kaku kelojotan serta lidah tergigit, tak ayal membuat para orang tua panik. Pasalnya, kejang pada anak merupakan hal yang menakutkan bagi orang-tua. Sebagai langkah awal dalam menangani kejang, orang tua harus tetap tenang.

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

"Maka hal selanjutnya yang harus dilakukan orang tau adalah mencari penyebab anak tersebut seperti meletakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah, baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak," kata dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Vanisia Hayu Firdayanti kepada Fans Gus Dur, Rabu (12/10).

Vani mengungkapkan, jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak seperti memasukkan sendok, kayu, jari orang tua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang. Karena hal itu akan berisiko serta bisa menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka.

"Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang. Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat," ungkap Vani.

Fans Gus Dur

Pada umumnya, anak yang sedang mengalami kejang akan menunjukkan gejala seperti hilangnya kesadaran dan berkeringat, tangan dan kaki kaku, keluar busa atau cairan dari mulut, kedua matanya seperti melirik ke atas. Setelah kejang reda, anak akan mengantuk dan tertidur.

Vani menjelaskan, penyebab kejang tersering pada anak di antaranya kejang demam, infeksi susunan syaraf pusat, trauma kepala, keracunan (akohol, teofilin), penghentian obat anti epilepsy dal lain sebagainya.

Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama, ? obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Fans Gus Dur

Untuk mendiagnosis penyebab kejang, sambung Vani, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan di antaranya pemeriksaan darah, urine, atau pemeriksaan cairan tulang belakang untuk mengetahui apakah terjadi infeksi sistem saraf pusat seperti meningtis. Selain pemeriksaan tersebut, dokter bisa saja menyarankan electroencephalogram (EEG) atau rekam otak (sesuai indikasi) untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejang yang dialami oleh anak.

"Pada saat di IGD dan kejang pada anak sedang berlangsung, dokter akan segera memberikan obat anti kejang yang dimasukkan lewat dubur dan oksigenasi untuk memperbaiki aliran oksigen ke otak. Setelah itu terapi dikhususkan terhadap penyebab kejang. Jika epilepsy merupakan dasar penyebab anak kejang, maka dokter akan memberikan obat anti epilepsy yang harus diminum selama minimal 1 tahun pasien bebas kejang, bukan 1 tahun setelah pasien pertama kejang," ujar dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini.

Perlu diketahui bahwa, kejang sendiri didefinisikan sebagai kondisi di mana otot tubuh berkontraksi dan relaksasi secara cepat dan berulang, oleh karena abnormalitas sementara dari aktivitas elektrik di otak, disebabkan karena proses intracranial, ekstracranial dan metabolic.

Tipe kejang yang paling umum ditemukan biasanya berupa kejang tonik-klonik, di mana tubuh menjadi kaku diikuti dengan gerakan kelojotan. Selama periode ini, lidah dapat tergigit sehingga menyebabkan perdarahan di mulut, atau dapat pula berupa gerakan-gerakan abnormal salah satu sisi tubuh, mata terlihat menatap dengan pandangan kosong, gerakan-gerakan mengunyah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, RMI NU, Kyai Fans Gus Dur

Sabtu, 24 Februari 2018

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Jakarta, Fans Gus Dur - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyerukan Ansor dan Banser di seluruh Indonesia untuk tidak memusuhi eks-anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah organisasi masyarakat (ormas) tersebut resmi dibubarkan Pemerintah. Bahkan Yaqut meminta anggota eks-HTI dirangkul dan diajak bersama membangun negeri.

"Jangan dimusuhi, nggak boleh. Saya meminta seluruh anggota Ansor dan Banser untuk merangkul mereka, kembali ke Ibu Pertiwi, bersama-sama memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tegak berdiri, membangun negara tercinta ini," tegas Gus Yaqut, sapaan akrab pria yang juga anggota DPR RI ini, Sabtu (22/7).

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Minta Anggotanya Rangkul Eks-HTI

Menurut Gus Yaqut, para eks-HTI adalah saudara seiman, saudara se-ukhuwah Islamiyah sehingga wajib hukumnya untuk tidak dimusuhi, dikucilkan. "Terhadap yang berbeda keyakinan saja kita menghormati, menjalin silaturahmi yang baik, apalagi ini saudara sesama muslim. Wajib hukumnya," katanya.

Fans Gus Dur

Kendati begitu, terkait langkah pemerintah membubarkan HTI melalui Perppu Nomor 2/2017, Ansor mendukung penuh. Pasalnya, sebagai ormas berbadan hukum gerakan HTI dinilai telah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, serta mengancam keutuhan NKRI.

"Sejak awal kami memang meminta pemerintah membubarkan HTI karena dengan jelas gerakan mereka membahayakan NKRI, bertentangan dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Pancasila dan NKRI sudah final, tidak boleh diganggu gugat," tandasnya.

Fans Gus Dur

Gus Yaqut menginstruksikan seluruh anggota Ansor dan Banser untuk mengawal keputusan pemerintah yang membubarkan HTI.

"Ansor dan Banser harus bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat mengawal langkah pemerintah tersebut. Namun, tetap dalam koridor hukum. Serahkan semua kepada yang berwajib, tidak boleh bergerak sendiri. Tetap satu barisan satu komando," kata Gus Yaqut. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Nusantara, RMI NU Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Padang, Fans Gus Dur - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman dan Padang Pariaman dalam program antisipasi penyebaran paham radikal kepada lulusan SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar memberikan kesempatan kepada GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman untuk merekomendasi tamatan SMA/SMK/MAN yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Demikian diungkapkan Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto, Kamis (20/7/2017), ketika penandatanganan MoU itu dengan GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, di Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor II UNU Nazaruddin yang juga Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNU Sumbar dengan Ketua PC Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban dan Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariman Zeki Aliwardana.

Fans Gus Dur

Menurut Arianto, UNU hadir di Sumatera Barat salah satunya bertujuan untuk mencetak sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mencintai tanah air NKRI, dan berakhlakul karimah. "Belakangan ini banyak tamatan SMA/SMK/MAN yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terpengaruh oleh pemikiran radikal dan bertentangan dengan nilai-nilai dan paham dari orangtuanya," kata Arianto.

Akibatnya, setelah kuliah dan menyelesaikan pendidikan, pemahaman keagamaannya sudah bergeser bahkan bertentangan dengan orangtuanya sendiri. Pulang ke kampungnya sudah mulai menyalahkan tradisi yang selama menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat, kata Arianto.

Fans Gus Dur

Kehadiran UNU Sumbar menurutnya justru memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di Sumatera Barat. Kearifan lokal Sumatera Barat yang dikenal dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi acuan dalam melahirkan lulusan UNU. "Bagi UNU, mahasiswa harus ditanamkan rasa cinta NKRI. Karena NKRI lahir salah satunya tidak terlepas dari peran ulama, terutama yang tergabung di Nahdlatul Ulama," tutur Arianto.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, kita akan dorong tamatan SMA dan sederajat di Kabupaten Padang Pariaman untuk melanjutkan pendidikannya ke UNU Sumbar. Padang Pariaman yang mayoritas masyarakat sangat sesuai dengan misi pendidikan tinggi yang dikembangkan UNU tersebut.

"Makin gencarnya serangan pemikiran radikal dan terhadap praktek keagamaan yang ada di Padang Pariaman belakangan ini, maka harus dilakukan upaya membentengi generasi muda. Salah satunya tamatan SMA harus memasuki lembaga pendidikan tinggi yang dapat dipastikan membentengi mahasiswanya dari paham radikal dan tidak mengkafir-kafirkan umat Islam lainnya.

"Dari 100-an nagari yang ada di Padang Pariaman, diupayakan minimal satu orang dapat direkomendasi melanjutkan pendidikan ke UNU Sumbar. Secara bertahap akan lahir sarjana yang membentengi Islam berpaham Ahlussunnah Waljamaah dari Padang Pariaman sebagaimana misi dari UNU Sumbar," kata Zeki yang juga mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Meme Islam, RMI NU Fans Gus Dur

Minggu, 11 Februari 2018

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

Banda Aceh, Fans Gus Dur. Pemerintah Provinsi Aceh akan memperluas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah sekaligus menjadikan rumah ibadah tersebut sebagai ikon internasional.

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

"Pemerintah Aceh merencanakan perluasan infrastruktur Baiturrahman bernuansa Masjid Nabawi di Madinah. Salah satunya penambahan payung raksasa di pekarangan berukuran 15 dan 25 meter," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut disampaikan gubernur saat membuka Rakor pimpinan daerah se-Provinsi Aceh tentang pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. 

Fans Gus Dur

"Harapan kita semoga keinginan itu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Aceh," katanya menambahkan.

Fans Gus Dur

Gubernur menyebutkan, untuk jangka pendek dan jangka panjang direncanakan penambahan infrastruktur Masjid Raya Baiturahman akan menghabiskan dana sebesar Rp1,1 trilliun.

Diharapkan dukungan dari para ulama dan cendikiawan Aceh bukan hanya dalam bentuk ide dan gagasan tapi juga terlibat aktif serta saling bahu membahu menyatukan gerak dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman kearah yang lebih baik. 

Direncanakan, masjid kebanggaan Aceh tersebut akan dilengkapi dengan baseman untuk tempat wudhu dan area parkir, selain itu juga tempat minum di beberapa sudut strategis masjid.

Untuk jangka panjang direncanakan perluasan pekarangan masjid hingga ke bantaran sungai Aceh, lengkap dengan dermaga yang dapat mengantarkan para pengunjung langsung ke masjid raya dengan kapal yang telah disiapkan. 

Masjid Raya Baiturrahman siap dijadikan sebagai pusat pendidikan agama, dengan menyediakan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, dan lokasinya di belakang masjid.

"Rencananya juga akan dibangun sebuah gedung untuk pertemuan yang dapat digunakan oleh para ulama dan acara pernikahan. Semoga keinginan ini dapat terwujud," kata Abdullah. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Daerah, Santri Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta

Jakarta, Fans Gus Dur. Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dijadwalkan akan mengisi sebuah acara pengajian di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/8) malam ini.

Hal ini terungkap dalam undangan terbuka yang disebar panitia Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan HUT RI Ke-68 Kelurahan Kapuk, Kamis kemarin. Acara yang rencananya digelar di Jalan Kebon Jahe Pasar Alam RT 6/ RW 3 ini merupakan hasil kerja sama antara Jam’iyyah al-Islamiyah an-Nahdliyah as-Syarifiyah dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Kapuk.

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta

Dalam undangan, selain Habib Luthfi, tausiyah juga akan disampaikan KH Zimam Hanifun Nusuk (Gus Nif). Menurut ketua panitia lokal, H Yusuf Tajri, penyelenggaraan ini akan dihadiri jamaah kanzus shalawat dari Pekalongan, Jawa Tengah, di samping masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

Fans Gus Dur

Yusuf mengatakan, grup rebana asal Pekalongan direncanakan akan tiba di lokasi acara pada Sabtu pagi, sementara Habib Luthfi pada petang harinya, usai sembahyang maghrib. Rangkaian acara akan dimulai pukul 19.00 WIB.

Fans Gus Dur

 

“Jamaah yang akan hadir nanti diperkirakan mencapai 3000 orang,” ujarnya.

 

Berbeda dengan sejumlah daerah lain, tradisi peringatan maulid Nabi bagi masyarakat Betawi seolah tanpa ikatan waktu tertentu. Tak mesti pada bulan Rabi’ul Awal sebagaimana lazimnya, peringatan Maulid bisa dilaksanakan kapan saja, termasuk di dalam bulan Syawal seperti agenda besok ini.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Malang, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang IPNU - IPPNU kecamatan Pujon kabupaten Malang bersama komunitas 65391 mengadakan halal bihalal guna memperkokoh persaudaraan antar sesama di tengah adanya tindakan radikal yang menimpa saudara muslim di Papua.

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Halal bihalal yang diadakan di daerah setempat, Ahad (19/7) kali ini diisi juga dengan memberikan santunan anak yatim sejumlah 160 anak se kecamatan Pujon. Tidak hanya anak-anak beragama Islam, anak-anak yatim non muslim pun mendapat santunan.

Kegiatan ini dihadri muspika kec Pujon, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat.

Fans Gus Dur

Untuk memeriahkan acara, juga diisi dengan berbagai pagelaran, mulai dari sholawat banjari, music jazz, campursari hingga musik jalalan. Acara ditutup dengan mauidoh hasanah dengan tema Islam Nusantara yang Rahmatan lil Alamin.

Fans Gus Dur

"IPNU IPPNU pujon berharap Islam Nusantara dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan karena kami yakin dengan model Islam yang seprti itu akan tercipta situasi yang benar-benar aman tentram dan damai,” kata Fauzan Anwari, sekretaris PAC NU Kec Pujon.

“Pada akhir-akhir ini radikalisme dari berbagai agama sangat subur dan menyebar kemana-mana ditambah lagi islamphobia yang menjadi-jadi. Isu-isu dibuat untuk menghncurkn negara ,” tambahnya.

Upaya yang dilakukan kelompok radikal nyaris berhasil. Namun, lanjutnya, Indonesia tidak akan bisa diotak-atik oleh jika rakyatnya masih memiliki sikap kebhinekaan yang sudah seratus abad yang lalu terjaga.

“Jangan sampai sikap rakyatnya terdegradasi oleh budaya dan pemikiran sesat yang dikembangkn oleh Barat. IPNU IPPNU harus menjadi pioner dalam melegitimasi bahwa islam yang kita anut dan kita jalankn selama ini adl islam yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, RMI NU, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Banyumas, Fans Gus Dur - Setelah melalui proses penilaian Administrasi, Keuangan, Faktual Lapangan, dan Program Kerja Unggulan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyumas akhirnya meraih juara I Lomba Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Muntorichin mengatakan, salah satu persyaratan utama dalam mengikuti kegiatan Lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi ini adalah memiliki program atau kegiatan unggulan yang kreatif, inovatif, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Khusnul Khotimah Ketua IPPNU Banyumas berhasil memaparkan dan meyakinkan dewan juri dengan program unggulan Rumah Baca Kartini, yang kegiatanya meliputi TPQ, Calistug, Bimbel, Pelatihan Hadrah, dan Kelas Menulis pada presentasi yang dilakukan di Aula Bappedalitbang Banyumas, Rabu (12/4).

Adapun dewan juri lomba oleh Dinporabudpar Banyumas ini antara lain Akhmad Risqul karim, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang menilai Program Kegiatan Unggulan dan Presentasi; Taufik Budhi Pramono, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (faktual lapangan dan presentasi); dan Mohammad Syabani W, pengajar SMA Islam Andalusia Kebasen (Administrasi, Keuangan dan Presentasi).

Fans Gus Dur

Setelah semua peserta mempresantasikan program unggulanya, IPPNU dinyatakan sebagai juara pertama tahun ini dengan? perolehan nilai 3.074, sedang juara kedua diraih ST3 Telkom Purwokerto dengan perolehan nilai 2.977, disusul Banyumas Muda Kecamatan Banyumas dengan nilai 2.881 sebagi juara ketiga.

Dengan hasil yang diperoleh tersebut? IPPNU Banyumas dipastikan akan maju mewakili Kabupaten Banyumas pada Lomba Organisasi? Kepemudaan Berperstasi? tingkat Provinsi Jawa Tengah serta mendapatkan piala dan uang pembinaan.

Fans Gus Dur

Ketika ditanya persiapanya maju ke tingkat Provinsi, Khusnul menjawab akan berusaha lebih baik lagi. “Belum berpikir sejauh itu, yang jelas akan kami maksimalkan,” ucapnya. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ahlussunnah, RMI NU Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Jakarta, NU.Online
Mantan Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di RSCM Senin (4/8) dan setelah itu dia mungkin diizinkan pulang ke rumah.

"Besok jam 10.00 akan ada perayaan sederhana HUT Gus Dur di RSCM mengingat tanggal 4 Agustus adalah hari ulang tahunnya," kata Jubir Gus Dur, Adhi Massardi, di Jakarta, Senin malam.

Abdurrahman Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur, tanggal 4 Agustus 1940. Sejak Jumat dinihari (1/8) Gus Dur dirawat di RSCM karena tekanan darah tinggi.

Adhi belum bisa mengungkapkan siapa-siapa saja yang besok akan datang ke RSCM untuk ikut merayakan HUT Gus Dur dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. "Saya belum bisa memastikan siapa saja dan agenda apa yang akan dilakukan dalam perayaan HUT Gus Dur mengingat seharian ini saya belum sempat menengok beliau. Tapi mungkin selametan sederhana saja," katanya.

Menurut Adhi, kondisi Gus Dur dalam beberapa hari ini terus membaik namun tetap disarankan untuk melakukan istirahat total di tempat tidur. Gus Dur ingin keluar dari RSCM tetapi dokter Umar Wahid yang selama ini terus mengawasinya minta agar sebaiknya jangan pulang dahulu dan menunggu esok hari.

"Bisa jadi kalau keadaan terus membaik setelah merayakan HUT, Gus Dur sudah bisa meninggalkan RSCM untuk selanjutnya istirahat di rumah," kata Adhi. Ketika ditanya, tokoh masyarakat siapa-siapa saja yang menengok Gus hari Minggu, Adhi mengaku tidak tahu persis, mengingat seharian ini tidak sempat membesuk Gus Dur.

Adhi juga tidak tahu persis agenda penting apa yang akan
dilakukan Gus Dur setelah kembali ke rumah. Dokter Umar Wahid yang memeriksa pernah menyarankan agar Gus Dur tidak meninggalkan Jakarta selama seminggu untuk istirahat dan tidak melakukan aktivitas yang membebani pikirannya.(Ant/Cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Pahlawan, RMI NU Fans Gus Dur

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ulang Tahun DI RSCM

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung

Bandar Lampung, Fans Gus Dur - Indonesia harus dijaga dari gerakan radikalisme, dan ini tugas bersama, ujar Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tumpah ruah di lapangan Korpri pemerintah setempat.

Kurang lebih tiga puluh ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung Tumpah ruah memenuhi lapangan , Selasa (29/8) menolak Full Day School (FDS) melalui rapat akbar.

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung

Dedi menyatakan, ia telah mengamati kondisi terkini. "Insya Allah, jika pimpinan DPRD turun sudah klir. Kita bersyukur, ulama-ulama kita terus berperan aktif membendung radikalisme," kata dia lagi.

Selepas ini, Dedi menegaskan segera memanggil Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyampaikan aspirasi warga NU.

Fans Gus Dur

"Tidak ada diskusi lagi untuk menyikapi FDS, cukup satu kata, tolak. Sekali tolak tetap tolak, tegas dan jelas," ujar Sekretaris GP Ansor Lampung Budi H Yunanto menambahkan.

Fans Gus Dur

Rapat akbar dihadiri seluruh unsur Badan Otonom (Banom) NU dari 15 kabupaten/kota yaitu IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat NU, HIPSI, Pagar Nusa, Sarbumusi, PMII dan perwakilan pesantren di Bumi Ruwai Jurai itu, orasi dilakukan bergantian.

"Kami santri masih butuh bimbingan kiai-kiai," ujar Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ichwan Aji Wibowo. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Tegal, RMI NU Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

LKKNU Soroti Peran Penting Keluarga untuk Penyandang Disabilitas dan ABK

Jakarta, Fans Gus Dur

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PP LKKNU) menggelar bincang bersama tentang persoalan disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK), Kamis (21/4) di Gedung PBNU Jakarta.

Dalam sambutan pembukanya, Sekretaris PP LKKNU Luluk Nus Hamidah menilai bahwa persoalan disabilitas dan ABK sangat perlu untuk terus menjadi perhatian bersama, baik dari keluarga, masyarakat hingga negara.

LKKNU Soroti Peran Penting Keluarga untuk Penyandang Disabilitas dan ABK (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Soroti Peran Penting Keluarga untuk Penyandang Disabilitas dan ABK (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Soroti Peran Penting Keluarga untuk Penyandang Disabilitas dan ABK

Oleh karena itu menurutnya, perjuangan yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat harus didukung di level negara agar anak-anak jenis ini tidak terdiskriminasi dalam bentuk apapun di di tengah masyarakat.

“Disabilitas dan anak berkebutuhan khusus juga mempunyai hak sebagai warga negara dan manusia. Di level manapun mereka masih terdiskriminasi sehingga mendukung mereka sangat penting dalam rangka menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri,” jelas Luluk.

Sementara itu, salah satu narasumber dalam kegiatan ini, Primaningrum memberi penekanan pada peran keluarga secara teknis dan terpadu. Menurut aktivis di Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) ini, keluarga mempunyai peran yang sangat sentral dalam memberi pendampingan khusus kepada penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus.

Fans Gus Dur

“Karena wadah yang disediakan oleh negara seperti sekolah masih sangat minim. Misal di Jakarta, SLBA (sekolah luar biasa anak) hanya ada 1, yaitu di Lebak Bulus,” terang ibu berkaca mata ini.

Primaningrum mengakui sudah ada program inklusi dari pemerintah. Tetapi yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. “Selalu ada saja alasan sebuah lembaga pendidikan untuk menolak anak-anak ini, dari mulai hal teknis seperti ketidaktersediaan buku hingga kuota yang sudah penuh,” uangkapnya.

Selain Primaningrum, hadir juga sebagai narasumber anggota Komisi VIII DPR RI yang concern di bidang-bidang sosial, Arzetti Bilbina. Dalam pemaparannya, Arzetti menjelaskan bahwa persoalan terkait penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus telah menjadi perhatian wakil rakyat. Bahkan seharusnya tisak ada lagi diskriminasi karena negarasudah mengatur semua itu dalam bentuk undang-undang. (Fathoni)

Fans Gus Dur

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah

Cirebon, Fans Gus Dur

Dengan hadirnya TCash yang dapat diakses di mana pun, masyarakat dipermudah dalam melakukan pembayaran zakat, infak dan sedekah melalui NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU).

Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah

Demikian dikatakan Kepala Penjualan PT Telekomunikasi Seluler Cabang Cirebon, Andri Robiyana, di arena Rapat Pleno PBNU Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Ahad (24/7) siang.

Andri melanjutkan, TCash adalah uang elektronik berbasis kartu seluler. Pengisian saldo TCash dapat dilakukan melalui gerai-gerai TCash di sejumlah minimarket, atau dengan transfer antarbank melalui ATM.

Fans Gus Dur

Untuk mengaktifkan TCash, pengguna Telkomsel dapat menghubungi *800*88# di telepon genggam mereka. Selanjutnya bagi masyarakat NU yang ingin mengakses TCash LAZISNU dapat menghubungi *800*1926#. Untuk membayar ZIS pengguna dapat memilih menu “Pembayaran”, kemudian “Donasi”, kemudian “LAZIS NU”. Berikutnya pengguna dapat memilih jenis pembayaran ZIS dan jumlah donasi. Tidak ada batas minimal pembayaran ZIS, artinya nominal dana yang dibayarkan disesuaikan dengan minat pengguna.

Pada kesempatan yang sama Ketua Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, dengan adanya TCash masyarakat yang ingin melakukan pembayaran ZIS melalui NUCARE-LAZISNU, tidak harus membawa-bawa uang tunai yang banyak yang bisa merepotkan.

Fans Gus Dur

Menurut Khofifah dengan adanya TCash, pihaknya tidak perlu menunggu kapan atau apa. “Melakukan sesuatu tidak harus menunggu siapa atau apa. Kita lihat apa yang ada hari ini sebagai solusi, kita lakukan hari ini,” tutur Khofifah kepada Fans Gus Dur selepas mengisi sambutan pada pembukaan Rapat Pleno PBNU.

Sementara itu, Ketua LASIZNU Syamsul Huda mengatakan dengan TCash warga NU dapat mewujudkan kebersatuan. Dalam membeli pulsa melalui TCash, misalnya ada selisih harga yang menjadi keuntungan. Bila selisih itu dikalikan dengan pengguna kartu Telkomsel yang warga NU, akan ada keuntungan yang kesemuanya bermuara pada kepentingan NU.

Di arena Rapat Pleno PBNU 23-25 Juli 2016, Gerai TCash NUCARE-LAZISNU memberikan suvenir bagi pengunjung yang mengaktikan TCash di telepon seleluler mereka. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Aswaja, Pahlawan Fans Gus Dur

Sabtu, 30 Desember 2017

Gelar Rakornas di NTB, PMII Ingin Angkat Nama Daerah

Mataram, Fans Gus Dur. Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) resmi di gelar. Kota Mataram Nusa Tenggara Barat terpilih menjadi tuan rumah pertama rakornas hasil rekomendasi kongres PMII ke XVIII di Jambi pada September 2014 lalu.

Kegiantan ini dibuka langsung oleh gubernur NTB bapak Zainul Maqdi di Gedung Islamic Center Kota Mataram, Kamis (2/9). Dalam sambutannya, Zainul menyampaikan terima kasih serta ungkapan kegembiraannya kepada PMII yang memilih NTB sebagai tempat pergelaran Rakornas.

Gelar Rakornas di NTB, PMII Ingin Angkat Nama Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Rakornas di NTB, PMII Ingin Angkat Nama Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Rakornas di NTB, PMII Ingin Angkat Nama Daerah

Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’ruf menjelaskan, bahwa pelaksanaan Rakornas kali ini sengaja di laksanakan di NTB karena selama ini belum pernah menjadi tuan rumah kegiatan PMII bersekala nasional.?

Fans Gus Dur

“Ke depan PMII akan melaksanakan kegiatan di seluruh wilayah terutama daerah tertinggal, karena disamping PMII lebih di kenal masyarakat, juga mempunyai misi membantu mengangkat nama daerah,” terangnya.

Fans Gus Dur

Acara ini juga di isi dengan istighotsah dan halaqoh nasional di Pondok Pesantren Nurul Islam Sukarbela Mataram. Hadir mengisi acara Sekjen Kementrian Agama Republik Indonesia Prof Dr Nur Syam.

Rakornas PMII berlansung tanggal 2-5 September 2015 dan mengundang seluruh pengurus koodinator cabang (PKC) PMII dari seluruh Indonesia. Menurut Ketua Pelaksana, Wahyu Satriadi bahwa sudah lebih dari 80% peserta yang hadir, sementara lokasi rapat koordinasi internal nanti ? akan difokuskan di Asrama Haji Dermaga, Lombok Barat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU Fans Gus Dur

Jumat, 22 Desember 2017

Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Meski pendapatan asli daerah Kabupaten Sidoarjo mencapai 1,2 triliun, namun isentif bagi kesejahteraan para guru TPQ se-Sidoarjo dinilai masih rendah. Pasalnya, dari 6579 guru TPQ masih mendapatkan isentif senilai Rp. 135 ribu rupiah perbulan melalui kepala bagian Kesrah Kabupaten Sidoarjo.

?

Sekitar 6579 guru TPQ yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo dari berbagai lembaga di bawah naungan BMQ At-tartil Sidoarjo, telah mengajukan proposal kepada Pemerintah Sidoarjo terkait dana isentif bagi guru ngaji di setiap lembaga TPQ. Setiap lembaga yang mengajukan proposal harus mempunyai santri sebanyak 30 dari satu guru TPQ.

Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah

?

"Dana yang diberikan tahun ini untuk 6579 guru tingkat TPQ, untuk tahun 2015 naik Rp. 100 ribu perbulannya. Sedangkan tahun 2016 ini menjadi Rp. 135 ribu. Sementara PAD di Sidoarjo dan Surabaya berbeda, di Surabaya sekitar 9 triliun, di Sidoarjo belum mencapai itu. Tapi kalau dibandingkan dengan kabupaten lain, Sidoarjo masih tinggi," kata Ketua BMQ At-tartil Sidoarjo, Imam Syafii, usai menghadiri acara Temu Guru Al-Quran di Masjid An-Nur Desa Panggreh, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (7/8).

?

Fans Gus Dur

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin mendukung dengan kegiatan guru TPQ. Menurutnya, guru TPQ merupakan pekerjaan yang mulia sehingga Pemerintah Daerah Sidoarjo membantu dana isentif melalui dana yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sidoarjo.

Fans Gus Dur

?

"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu uangnya rakyat, jadi harus digunakan untuk yang baik-baik, salah satunya ? adalah kegiatan TPQ. Karena mengajar TPQ adalah perbuatan yang baik dan mulia yang harus disupport oleh pemerintah. Semua harus selayaknya ? bisa mendapatakan apa yang telah diberikan oleh APBD," pungkas pria yang akrap disapa Cak Nur ini. (Moh Kholidun/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, RMI NU Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Jakarta, Fans Gus Dur - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) tengah beristirahat di kediamannya. Ia dikabarkan sedang kurang sehat. Kendati demikian, Kang Said tetap menjalankan aktivitasnya mengasuh santrinya di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Bapak kurang enak badan. Besok bapak menjalani general check up di rumah sakit,” kata Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, istri Kang Said kepada Fans Gus Dur via telepon, Selasa (9/2) malam.

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Aktivis PP Muslimat NU ini mengharapkan doa agar suaminya cepat pulih dan dapat beraktivitas kembali di tengah warga NU.

Fans Gus Dur

“Bapak hanya kurang enak badan biasa. Sekarang bapak lagi nonton Aswaja TV. Saya mohon doanya agar bapak cepat pulih,” tandas Hj Nurhayati.

Sementara salah seorang pengajar di Pesantren Ats-Tsaqafah Ulinnuha menerangkan bahwa Kang Said masih menjalani aktivitasnya membimbing para santri di Pesantren Ats-Tsaqafah.

Fans Gus Dur

“Kemarin bapak masih ngajar di pesantren. Bapak ngajar kitab Al-Barzanji. Ia menerangkan isi Al-Barzanji kepada para santri mulai dari kosakata hingga sejarahnya,” kata Ulinnuha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU Fans Gus Dur

Selasa, 12 Desember 2017

Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah

Surabaya, Fans Gus Dur. Untuk ketiga kalinya, majalah Aula menyelenggarakan pameran haji dan umrah, Rabu (15/10). Kegiatan yang berlangsung di Jatim Expo jalan Ahmad Yani Surabaya ini juga diisi sejumlah talk show selama pameran berlangsung.

Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf secara resmi membuka kegiatan yang diikuti puluhan biro perjalanan ternama di tanah air ini, Rabu (15/10) petang.

Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah

H Saifullah yang biasa disebut Gus Ipul yang didampingi pemimpin umum majalah Aula dan Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar, berkenan menabuh bedug sebagai tanda dimulainya kegiatan yang akan berlangsung mulai Rabu 15 hingga Ahad 19 Oktober mendatang.

Fans Gus Dur

Atas nama pimpinan majalah Aula, Arif Afandi menyebut usia ketiga puluh enam bagi majalah Aula untuk terus berbenah. "Termasuk mengubah perusahaan berada di bawah PT Aula Media Nahdlatul Ulama," kata Arif Afandi yang dipercaya sebagai pemimpin umum.

Fans Gus Dur

Dengan perubahan itu membawa konsekuensi bahwa majalah kebanggan ini harus dikelola secara profesional. "Termasuk pelaporan di akhir tahun yang harus disampaikan secara terbuka dalam (RUPS) rapat umum pemegang saham," kata mantan Pemimpin Redaksi Harian Pagi Jawa Pos ini.

Lewat penanganan yang lebih baik tersebut akan membuat majalah Aula bisa lebih mendekatkan diri kepada warga NU di berbagai lapisan. "Aula bisa menjadi media syiar bagi NU agar dapat lebih dikenali dan diintip oleh kalangan lain," kata Ketua PW Lembaga Perekonomian NU Jawa Timur ini.

Kiai Miftah sangat mengapresiasi kepada banyak pihak yang telah berupaya membesarkan majalah Aula. "Dengan segudang pengalaman dan orang-orang yang memiliki dedikasi, diharapkan majalah ini kian bisa mendekatkan warga kepada para pemimpin NU," katanya.

Karena itu, Kiai Miftah sangat berharap agar jangkauan majalah ini kian diperluas.?

Pada saat yang sama, ruang untuk berkomunikasi antara warga dengan kiai dan pengurus NU juga hendaknya lebih dibuka. "Termasuk lewat rubrik surat pembaca yang bisa menjadi aspirasi dari berbagai daerah yang tidak sempat hadir di kantor NU setempat," ujar Kiai Miftah.

Kegiatan ini juga menjadi ajang meluncuran secara resmi keberadaan majalah baru yakni Auleea yang membidik segmen perempuan muslimah. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Tokoh Fans Gus Dur

Senin, 11 Desember 2017

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi

Wonosobo, Fans Gus Dur

Sedikitnya 250 alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Temanggung menggelar halal bihalal di Gedung Aula MWC NU Kedu, Sabtu (23/7).?

Halal bihalal tersebut tak hanya sekedar pertemuan belaka, karena akan menggagas kemandirian ekonomi kader NU. Gagasan tersebut juga akan langsung direalisasikan dalam sebuah kegiatan nyata dalam bentuk pemberdayaan ekonomi.?

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi

"Selama ini, kader IPNU-IPPNU masih kurang dalam mempedulikan ekonomi, sebab lebih fokus pada dakwahnya saja. Padahal, ketika sudah menjadi alumni, dalam berdakwah juga diperlukan bekal ekonomi, supaya dakwahnya bisa berjalan dengan baik," tutur Al-Amin mantan Ketua PC IPNU Kabupaten Temanggung 2001 di sela-sela persiapan halal bihalal.?

Menurut Al-Amin, gerakan nyata para alumni IPNU-IPPNU Temanggung sudah banyak. Di antaranya, setelah melakukan berbagai diskusi, juga sudah direalisasikan media informasi, yakni radio Santika 96,4 FM.?

"Setelah adanya diskusi rutin lintas generasi, yang pernah digelar di rumah Gus Furqon, Pengasuh PP Al Hidayah, kami sudah bisa mendirikan radio Santika 96,4 FM. Itu adalah radio yang dibentuk atas gagasan para alumni IPNU-IPPNU. Kami ingin, agar usai mengabdi di IPNU-IPPNU ada yang bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya," jelasnya.?

Fans Gus Dur

Halal bihalal juga menjadi media pemersatu para alumni yang tak bisa berkiprah aktif di struktural NU. Sebab, tidak mungkin semuanya, bisa berkiprah secara aktif dalam struktural.?

"Dulu ada Komunitas Muda (KM) Bintang 9. Diskusi-diskusi itu membuahkan hadirnya radio. Gagasan-gagasan dalam halal bihalal muncul dengan pertimbangan banyak yang dulunya aktif di IPNU-IPPNU tak mungkin semuanya masuk dalam struktural. Dan melalui komunitas alumni ini, mereka bisa memberikan gagasan baik pemikiran maupun sumbangsih materi," katanya.?

Halal bihalal ini digagas untuk mempertemukan alumni lintas generasi. Secara tidak langsung halal bihalal menggali gagasan dan pemikiran untuk memajukan NU di Temanggung.?

"Setidaknya ingin memajukan NU Temanggung karena sumbangsih para alumni sangat diperlukan," jelasnya. (Fathul Jamil/Mukafi Niam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU Fans Gus Dur

Minggu, 10 Desember 2017

Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Sepak terjang kelompok garis keras yang menamakan diri MTA dibincang di acara pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, Jum’at (31/5) malam.

Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah (PWNU) Jatim KH Miftahul Akhyar dalam pidato pengantar atau iftitah yang disampaikan dalam bahasa Arab menyesalkan munculnya kelompok Islam garis keras yang gemar yang gemar menuding kafir dan syirik untuk kelompok lain.

“Kelompok yang dimaksud di sini adalah yang bernama MTA atau majelis tafsir al-Qur’an,” kata Kiai Miftah.

Fans Gus Dur

Ia menyesalkan kelompok ini yang sangat membenci berbagai tradisi keagamaan NU. Bahkan kelompok ini menyebut tradisi tahlil lebih hina dari pada daging anjing, sampai-sampai mereka latah menyebut daging anjing halal hukumnya.

Fans Gus Dur

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat KH Agoes Ali Masyhuri saat memberikan sambutan menegaskan kembali pernyataan Rais Syuriyah. “Sekarang ini ada kelompok yang mengharamkan tahlil dan menghalalkan anjing,” katanya.

Namun kepada ribuan warga NU yang hadir hingga ke luar pagar pondok pesantren, melalui pengeras suara sang tuan rumah buru-buru berpesan, tidak perlu menaggapi kelompok yang dimaksud. “Yang beda jangan dianggap lawan,” katanya.

Seperti diwartakan kasus MTA ini muncul ke permukaan setelah pimpinan MTA melaporkan Ketua PCNU Kota Malang KH Marzuki Mustamar ke polisi akibat ceramahnya di pondok pesantren Tambak Beras Jombang yang mengkritik keras hujatan-hujatan MTA melalui siaran radio.

Akibat laporan itu, pengasuh Pesantren Tambak Tambak Besar Gus Irfan sempat dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Kontan kejadian ini memicu reaksi dari warga NU di berbagai daerah terutama dari para anggota Banser dan pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa.

KH Agoes Ali Masyhuri saat memberikan sambutan dalam acara pombukaan Konferwil itu sempat bergurau. “Kita ini biasanya kumpul dan kompak kalau ada mongso (lawan),” katanya.

Pembukaan Konferwil NU Jatim dihadiri sejumlah tokoh antara lain sesepuh NU KH Muchit Muzadi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Staquf, Mantan Ketua MK Mahfud MD, Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Soekarwo dan Saifullah Yusuf, dan delegasi pengurus NU dari 44 cabang serta para kiai dari berbagai pondok se-Jatim.

Terkait sepak terjang MTA, salah satu agenda di arena Konferwil adalah bedah buku bertajuk “Meluruskan Doktrin MTA: Kritik atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur’an di Solo” yang menghadirkan KH Marzuki Mustamar dan penulis buku itu. Kegiatan tidak diselenggarakan di ruang sidang konferwil, namun di panggung terbuka di sekitar arena konferwil pada Ahad (2/6) siang yang akan diikuti ribuan warga yang hadir.

.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Pahlawan, RMI NU Fans Gus Dur

Jumat, 08 Desember 2017

150 Anggota GP Ansor Tulungagung Ikuti Pendidikan Kader Terpadu

Tulungagung, Fans Gus Dur - Pimpinan Cabang GP Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang Banser (Satkorcab Banser) Kabupaten Tulunggung terus melakukan rekrutmen terhadap generasi muda Muslim untuk bergabung di dalam barisan Ansor dan Banser. Hampir setiap tiga bulan sekali GP Ansor dan Satkorcab di Kota Marmer itu menggelar acara pendidikan dari satu ke lain anak cabang.

Salah satunya penyelenggaraan Diklat Terpadu Dasar (DTD) berupa gabungan pelatihan dasar Ansor dan pelatihan dasar Banser di Dusun Manding Desa Betek Kecamatan Kalidawir, Jumat-Ahad (2-4/9).

150 Anggota GP Ansor Tulungagung Ikuti Pendidikan Kader Terpadu (Sumber Gambar : Nu Online)
150 Anggota GP Ansor Tulungagung Ikuti Pendidikan Kader Terpadu (Sumber Gambar : Nu Online)

150 Anggota GP Ansor Tulungagung Ikuti Pendidikan Kader Terpadu

Pembukaan pendidikan terpadu ini dihadiri langsung oleh Dansatkornas Banser Ir H Alfa Isneini dan jajaran pengurus PCNU Kabupaten Tulungagung, Jumat (2/8) sore.

Sekitar 150 lebih peserta mengikuti pendidikan dasar itu. Mereka datang dari beberapa desa di wilayah kecamatan Kalidawir tersebut. “Pelatihan ini akan terus kami lakukan. Sampai semua PAC dan ranting tuntas semua,” ujar Ketua GP AnsorTulungagung Moh Syahrul Munir kepada Fans Gus Dur.

Fans Gus Dur

Jadi semua pendidikan ini cabang Ansor dan Satkorcab Banser hanya bertindak sebagai fasilitator. Semua teknik penyelenggaraan sudah ditangani oleh PAC dan Satkoryon Banser.

Fans Gus Dur

“Klaster 1 di wilayah Jatim semua kegiatan DTD dan Diklatsar harus sudah ditangani oleh PAC Ansor dan Satkoryon Banser. Cabang hanya memfasilitasi instruktur dan lainnya,” tambah Kepala Satkorcab Banser Tulungagung Yoyok Mubarok KL.

Meski pendidikan di tingkat dasar, pemateri pelatihan langsung disampaikan para instruktur? nasional khususnya materi wajib seperti Ke-NUan, Aswaja NU, Ke-Ansoran, Ke-Banseran, Bela Negara, dan lainnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan

Solo, Fans Gus Dur. IAIN Surakarta pada Kamis (20/12) malam, sedikit berbeda. Betapa tidak, kampus yang biasanya sudah sepi di sore hari, karena kelarnya proses perkuliahan, malam itu dibanjiri setidaknya dua ribu jamaah.

Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rebana, Jalan Pemusik Menuju Tuhan

Bakda sembayang Isya, kira-kira pukul delapan, jamaah dari wilayah Surakarta dan sekitarnya mulai memenuhi aula besar IAIN Surakarta. Mereka datang dengan mengenakan busana beragam untuk menghadiri dzikir dan Shalawat sekaligus peluncuran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH Al-Wustho IAIN Surakarta. 

Acara dimulai dengan pembacaan syair-syair yang ada dalam kitab al-Barjanzi, diiringi rebana, alat musik pukul, yang salah satu jenisnya dikenal dengan sebutan hadroh. Dipimpin grup Hadroh JQH Al-Wustho, para jama’ah khusuk mengumandangkan syair-syair pujian untuk Nabi Muhammad SAW

Fans Gus Dur

Dilanjutkan dengan peresmian Unit Kegiatan Mahasiswa Jamiatul Qurra wal Huffadz (UKM JQH) Al-Wustho IAIN Surakarta. UKM tersebut didirikan untuk menjadi ruang kreasi mahasiswa dalam bidang seni, khususnya shalawat, tilawatil Qur’an, dan kaligrafi.

Fans Gus Dur

Ketika sesi ceramah tiba, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengawali tausiah dengan meminta grup hadrah yang ada dihadapannya membawakan lagu Aa Gym yang pernah populer beberapa tahun lalu, Jagalah Hati. Noval minta lagu tersebut diiringi dengan rebana, namun para pemusik grup hadroh JQH Al-Wustho canggung, belum pernah mengiringi lagu tersebut dengan rebana.

Saat itulah, Noval mengatakan bahwa musik, khususnya rebana, merupakan bagian yang sangat penting dari kebudayaan umat Islam.

"Musik khususnya rebana merupakan thariqah, salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan, Nabi Muhammad SAW selalu membawa anjasah atau munsyid ke manapun beliau pergi. Rasulullah juga menampakkan kegembiraannya ketika seorang wanita menunaikan nadzarnya dengan menabuh rebana di hadapan beliau," begitu pimpinan Majlis Dzikir dan Ilmu Ar-Raudhoh, Solo, memaparkan tentang rebana. 

Dia mengingatkan, karena rebana dan shalawat itu penting, para penabuh rebana dan vokalis shalawat seharusnya tidak bersenda gurau atau bercakap-cakap ketika bershalawat. "penabuh rebana dan vokalis jangan bercanda saat membawakan shalawat," ujarnya.

Pemusik, kata Noval, harus menghadirkan rasa dan hati, membayangkan seolah sosok Rasulullah Muhammad SAW hadir di hadapannya. 

"Bayangkan kegembiraan masyarakat Madinah al-Munawarah saat menyambut hijrah Rosululloh. Dengan begitu, hadirin juga akan terbawa ke dimensi yang berbeda. Perasaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata. Kedekatan dengan Sang Khalik dan kekasih-Nya yang menyebabkan air mata tidak terbendung, mulut ingin berteriak lantang memuji kebesaran Rasulullah Muhammad. Jika sudah seperti itu, maka nur Illahiah akan lebih mudah masuk di dalam hati," lanjutnya.

Selain berbicara musik, malam itu Noval mengupas tentang pentingnya cinta dalam kehidupan. 

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Pekik Nursasongko

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock