Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

Sleman, Fans Gus Dur 

Meramaikan kemah kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah, Satuan Khusus Nasional Banser Husada (Basada) bekerja sama dengan Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia (ATSGI) perwakilan Yogyakarta dan Magelang,  di areal Candi Prambanan, yang dimiliki dua provinsi, Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Sabtu (16/12).

Sejumlah kamituo (master) dan praktisi ATS dari Paguron Dharma Cakra, Yogyakarta dan Sapto Argo, Magelang dan Banser Husada akan meramaikan bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis bagi masyarakat dan wisatawan berkunjung di Candi Prambanan.

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

"Itu pelayanan tambahan dari kami bagi publik. Kita ingin menegaskan jika kami, pemuda-pemuda Indonesia, para pecinta budaya, tak lelah memberi manfaat," ujar Kepala Satuan Unit Khusus Husada Satkornas Banser Yunianto Wahyudi, di Prambanan, Jumat (15/12).

Bakti sosial tanpa dipungut biaya untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti migrain, vertigo, sakit gigi, lemah jantung, asma dan berbagai penyakit medis itu akan digelar mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Untuk diketahui, ATS merupakan warisan husada leluhur Nusantara. Cara bekerja metode ini tergolong cepat, menyembuhkan tanpa menyakiti, termasuk saat digunakan untuk menerapi kaki dan tangan terkilir.

Fans Gus Dur

Selain pelayan bakti sosial ATS, Satsusnas Basada juga menyediakan posko kesehatan bagi peserta kegiatan bertema "Pemuda Hebat Jaga Bumi" sehubungan akan dihadiri sekitar 20.000 peserta kegiatan.

"Kita ingin mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dengan cermat, karena itu dalam rapat koordinasi panitia kami secara khusus meminta posko kesehatan," ujar Yunianto lagi.

Pada kegiatan bertujuan menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis itu, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka acara. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur PonPes, Santri, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 18 Februari 2018

Diplomasi Politik ala Subhan ZE

Bagaimana memahami diplomasi politik Subhan ZE? Sebagai seorang ahli strategi dan penggerak, Subhan ZE menjadi catatan penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Namun, tidak banyak kader yang memahami secara komprehensif alur sejarah hidup, kegelisahan, pemikiran, dan jaringan yang dibangun olehnya.?

Hingga kini, nama Subhan ZE terus terngiang dalam berbagai forum diskusi dan obrolan santai, namun tidak banyak yang memahami jurus politik dan strategi diplomasinya dalam mengawal negara dan menjaga Nahdlatul Ulama.

Diplomasi Politik ala Subhan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Diplomasi Politik ala Subhan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Diplomasi Politik ala Subhan ZE

Subhan merupakan tokoh yang lahir pada 29 Januari 1929 di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, serta besar di Kudus, Jawa Tengah. Dari penelusuran yang dilakukan penulis, tidak banyak keluarganya di Malang yang dapat diwawancarai terkait dengan sosok Subhan. Bahkan, warisan tanah dan harta benda dari Subhan ZE yang telah dihibahkan ke sebuah lembaga pendidikan, juga telah berganti yayasan. Nama Subhan sering disebut oleh aktifis muda NU, khususnya di PMII dan Ansor, namun tidak banyak yang memahami sepak terjangnya.

Semasa hidupnya, Subhan tidak lekang oleh kontroversi. Ia sering dicitrakan sebagai pemuda yang glamour, dengan jaringan perkawanan yang luas. Mobilitasnya ditopang oleh kekuatan ekonomi dan jaringan bisnis yang telah dibangunnya, yang menghantarkan Subhan sebagai sosok mandiri yang tangguh dan mampu bergerak dengan idealisme.

Meski sering dianggap melanggar batas etika kaum santri, Subhan ternyata disayang banyak kiai. Ia juga dianggap dekat dengan kiai-kiai nasional, karena seringnya silaturahmi dan keteguhan prinsipnya menjaga negara. Subhan disebut sebagai kadernya Kiai Asnawi Kudus, serta dekat dengan Kiai Mashum Lasem, Kiai Bisri Mustofa Rembang, Kiai Asad Syamsul Arifin, serta Kiai Rifai Imam Puro (Mbah Liem) Klaten. Dengan para kiai, Subhan menempatkan diri sebagai santri, sebagai murid spiritual.

Dalam catatan Asad Said Ali, Subhan ZE merupakan kader yang dididik oleh Kiai Asnawi. Di antara kader didikan Kiai Asnawi, yakni Kiai Turaikhan, Kiai Arwani dan beberapa tokoh penggerak dari kalangan santri (Pergolakan di Jantung Tradisi: NU yang Saya Amati, 2008). Jaringan pesantren di Kudus, merupakan basis pondasi bagi Subhan untuk membangun komunikasi dengan para kiai. Selain itu, pendidikan dan jaringan bisnis Subhan juga dimulai dari Kudus, yang membuatnya memiliki ikatan pertemanan yang kuat dengan tokoh-tokoh kunci di kawasan pantura.

Fans Gus Dur

Dukungan para kiai tampak ketika Subhan hendak dipecat dari PBNU, pada puncak perseteruan dengan Kiai Idham Chalid. Ketika hendak dipecat oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Subhan ZE dibela Mbah Mashum Lasem. Tentu saja, dukungan Kiai Mashum berdasar pada prinsip yang kuat, dengan wibawanya di antara para kiai membuat Subhan mendapatkan legitimasi.

Atas apa yang terjadi pada Subhan, Mbah Mashum mengungkapkan bahwa keputusan rapat Syuriah tidak bisa memecat tanpa melalui prosedur organisasi yang sah. Menurut Mbah Mashum, jika PBNU hendak memecat Subhan ZE, haruslah melalui mekanisme muktamar. Dalam membela Subhan, Mbah Mashum bukan satu-satunya kiai yang memiliki prinsip kuat seperti itu. Pandangannya diikuti oleh beberapa kiai lain, di antaranya Kiai Mahrus Ali (Lirboyo), Kiai Abdul Malik (Demak, anggota DPR dari Partai NU), serta KH Ali Mashum, menantu Kiai Munawwir pengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta. Di sisi lain, beberapa pengurus cabang NU juga mendukung Subhan. Juga, sebagian besar berpendapat bahwa apa yang dilakukan Subhan, dengan segenap keglamourannya, dilakukan sebelum menjadi pengurus PBNU. Alasan pemecatan Subhan ZE sudah usang, dan terlihat sebagai kemarahan yang terlambat (Thomafi, Mbah Mashum Lasem, 2007: 159).

Selain dekat dengan para kiai, Subhan ZE juga mengkader anak-anak muda pesantren, yang kelak menjadi tulang punggung Nahdlatul Ulama. Di antaranya, Kiai Tolhah Hasan, yang pernah menjadi Menteri Agama Indonesia, pada 1999-2001. Kiai Tolhah juga menjadi Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), hingga 1998. Kiai Tolhah juga menjadi Wakil Rais Am PBNU (2004).

Nasaruddin Umar, dalam Kiai Multitalenta: Sebuah Oase Spiritual KH Tolhah Hasan (2006: 151), menuliskan betapa sosok Subhan ZE sangat penting bagi Kiai Tolhah Hasan. Bagi kiai Tolhah, Subhan ZE merupakan guru politiknya, yang mengkader pergerakan, organisasi, dan perjuangan kebangsaan. Inilah yang membentuk mental tanggung dalam diri Kiai Tolhah, berkat sentuhan dan diskusi intensif dengan Subhan ZE. Subhan ZE merupakan guru politik bagi Kiai Tolhah Hasan. "Subhan ZE, tokoh NU yang dikenal cerdas, kaya dan berani, juga menjadi gurunya. Ketokohannya, diakui tidak hanya di kalangan NU, tapi telah menjadi tokoh nasional. Gagasan-gagasannya sangat brilliant." Bagi Kiai Tolhah, Subhan ZE sangat berkesan dalam membangun mental anak-anak muda, agar berani bergerak dan memperjuangkan prinsip.

Fans Gus Dur

Subhan berpengaruh tidak hanya di kalangan pesantren, namun juga berjejaring dengan generasi muda lintas agama dan organisasi. Dengan aktifis PMKRI, HMI, PMII dan GP Ansor, Subhan ZE menjadi referensi untuk mencari celah di tengah puncak kekuasaan Soekarno. Subhan bersama anak-anak muda, melawan komunisme. Di antara yang bergerak bersama Subhan ZE, adalah aktifis penting dari PMKRI: Harri Tjan SIlalahi (Tjan Tjoen Hok).

Harri Tjan lahir di Yogyakarta, pada 11 Februari 1934. Ia mengawali karir organisasi sebagai aktifis PMKRI. Di organisasi ini, ia menjadi Ketua pada periode 190-1961. Ia juga melalangbuana untuk menghadiri forum internasional di Jakarta, Praha dan Kanada, dalam prose pembebasan Irian Barat. Selain itu, ia juga turut mendirikan Pax Romana di Roma, Montevideo, dan Buenos Aires. Pada 1957, Harri Tjan dikirim ke Amerika untuk mempelajari dinamika perburuhan di St. Jons College di Baltimore. Ia juga berkunjung ke Detroit, Amerika Serikat pada 1962, untuk menghadiri siding ISC (International Stundent Conference).

Nama Silalahi, merupakan pemberian suku adat di Batak, ketika ia berkujung bersama kawannya di daerah itu. Di tanah Batak, ia dianggap sebagai pengganti adik temannya yang hilang pada masa kecil, sehingga diberi marga Silalahi (Tim Setyautama, Tokoh-Tokoh Tionghoa di Indonesia, 2008: 434). Harri Tjan Silalahi merupakan teman Subhan ZE dalam isu perlawanan terhadap PKI. Ia terpilih sebagai sekjen Front Pancasila, sebuah organisasi anti komunis yang dikomando Subhan ZE. Pada tahun 1965, Harri Tjan menjadi anggota Partai Katolik. Dan, tahun 1967 ia menjadi Sekjen Partai Katolik. Pada 1975, Harri Tjan ikut dalam pemilihan umum, sebagai calon dari Partai Katolik, namun tidak terpilih. Kemudian, Harri Tjan berkiprah sebagai Direktur CSIS, serta menjadi Pembina Bakom PKB (Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa) Pusat bersama Jusuf Wanandi (Liem Ban Kie).

Jaringan luas Subhan ZE dapat menjadi referensi anak-anak muda pesantren, yang memiliki passion di pergerakan politik. Subhan piawai membangun komunikasi dengan para kiai sepuh, sekaligus bergerak serentas menembus komunitas lintas agama-etnis. Memahami jurus-jurus politik dan seni diplomasinya, senantiasa membuka tirai misteri bagi sejarah panjang tokoh-tokoh penggerak Nahdlatul Ulama. (Munawir Aziz)

?

Penulis adalah Wakil Sekretaris LTN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, bukunya bertema "Gus Dur & Jaringan Tionghoa Nusantara", dalam proses terbit(Komunikasi via email: moena.aziz@gmail.com)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Ubudiyah Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media

Sumenep, Fans Gus Dur - Pimpinan Cabang GP Ansor Sumenep dalam menyambut harlah ke-83 menggelar pelatihan Jurnalistik dan Cyber Media yang dilaksanakan di kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Dungkek, Ahad (2/4) siang. Pendidikan ini dilaksanakan selama seharian dan diikuti oleh dua delegasi dari setiap anak cabang GP Ansor se-Kabupaten Sumenep.

Materi jurnalistik yang disampaikan meliputi sejarah jurnalistik, pengertian jurnalistik, unsur-unsur jurrnalistik, macam-macam penulisan berita, cara menulis berita, dan kode etik jurnalistik.

Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Penulis Moderat, GP Ansor Sumenep Hadirkan Kader Cyber Media

Ketujuh materi itu dikupas tuntas oleh tim instruktur GP Ansor Sumenep yaitu, Ainul Horri, A Qusyairi Nurullah, Rusydiyono, Abd Muksit, Suryadi dan Adi Pornomo. Dengan alokasi waktu dua jam, selebihnya? penekanan terhadap praktik membuat berita.

Fans Gus Dur

Pendidikan jurnalistik itu diadakan untuk mengagas kader GP Ansor menjadi seorang jurnalis. Selain itu juga, hasil pendidikan tersebut bisa berkontribusi menulis di media yang dibuat oleh GP Ansor Sumenep.

Ketua panitia hari ulang tahun (harlah) GP Ansor Sumenep Abd Wajid Muslim mengatakan, tujuan dilaksanakan pelatihan jurnalistik untuk menggagas kader GP Ansor menjadi seorang jurnalis.

"Maraknya informasi media yang beredar mayoritas dibuat oleh orang-orang di luar NU. Sehingga, berita yang diviralkan pasti tidak lepas dari kepentingan mereka," ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri mengatakan, warga NU sekarang masih tergolong lemah dalam mengoprasikan IT.

"Kader Ansor setelah mengikuti pelatihan ini, bisa mempublikasikan setiap kegiatan di media," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren

Klaten, Fans Gus Dur. Pagar Nusa PCNU Klaten belum lama ini menjalin berbagai kerja sama dengan beberapa pihak seperti sekolah dan pesantren. kerja sama ini merupakan langkah konkret Pagar Nusa Klaten dalam mempersiapkan sistem pengembangan kader.

“Kita sudah menjalin dengan Ma’arif NU agar Pagar Nusa bisa dijadikan salah satu ekstrakurikuler di sana,” ungkap Ketua Pagar Nusa Klaten Ardani, saat ditemui Fans Gus Dur, di sela acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-30 Pagar Nusa di Lapangan Merdeka Delanggu, Klaten, Ahad (3/1) lalu.

Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Klaten Masuk Sekolah dan Pesantren

Tidak hanya pada lingkup Ma’arif atau NU, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan sekolah umum maupun negeri. “Untuk sekolah lain, kami juga sudah siap, apabila dari pihak mereka ada yang membutuhkan,” imbuhnya.

Fans Gus Dur

Selain masuk ke sekolah dan pesantren, Pagar Nusa Klaten yang kini anggotanya berjumlah sekitar 1.300 orang terus mendorong kadernya untuk bisa mengasah dan menggali potensi mereka.

“Beberapa kali kita kirim mereka ke berbagai kejuaraan. Alhamdulillah terakhir di Kejurda di Semarang, dua anggota kami, ada yang berhasil meraih juara ke-3,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Kajian Islam Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Rembang, Fans Gus Dur. Masyarakat di Kabupaten Rembang akhirnya tidak memprotes setelah mendapat penjelasan tentang penundaan keberangkatan haji tahun ini. KH Mustofa Bisri membantu memberikan penjelasan kepada para calon jama’ah.

“Haji adalah panggilan Allah SWT, apabila kita tertunda dan berangkat pada tahun berikutnya, sama halnya kita berhaji dua kali,” kata Gus Mus saat memberikan bimbingan manasik haji. 

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Jama’ah pun akhirnya merasa senang ketika mendengar pernyataan Wakil Rais Aam PBNU tersebut. 

Fans Gus Dur

Kemenag memerlukan proses yang lama dalam memberikan pengertian terhadap masyarakat yang sudah berharap berangkat tahun ini. Kasi Haji dan Umroh, Drs. H. Atto’illah Muslim Kementrian Agama Kab. Rembang, mengalami pengurangan sebesar 14,5 %, Selasa (20/8). 

Salah satu calon jema’ah, Satibi menjelaskan, “Saya menerima segala keputusan dari Kementerian Agama Rembang, apabila harus mendapatkan jatah berangkat pada tahun yang akan datang. Saya juga senang, lanjut Satib jika pemerintah memberikan prioritas kepada para jama’ah dengan memberikan fasilitas apabila pelunasan pada tahun berikutnya naik. jama’ah tak perlu bayar jika turun jama’ah dapat kembalian.”

Fans Gus Dur

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Tegal, Pahlawan Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta yang terletak di Jl Honggowongso ini sudah ada sejak tahun 1969. Ketika itu, NU yang masih berdiri sebagai partai menggunakan gedung ini sebagai kantornya.

Pada prasasti peresmian yang terpampang di salah satu ruang kantor PCNU Solo, terdapat sejumlah data dimulainya pembangunan sampai peresmian. Gedung Partai NU Kotamadya Surakarta ini mulai dibangun pada tanggal 1 Agustus 1968 M / 6 Djumadil Awwal 1388 H. Bangunan ini berdiri di atas tanah wakaf dari Moh. Jusuf Darori, BA, salah seorang simpatisan NU pada waktu itu.

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Setelah hampir 1 tahun proses pembangunan, akhirnya gedung tersebut selesai dibangun. Tepatnya pada tanggal 8 Pebruari 1969 M / 22 Dzul Qo’dah 1388 H, Ketua NU Wilayah Jawa Tengah, KH Imam Sofwan, meresmikan gedung. Pembangunan dan peresmian gedung ini juga turut direstui sejumlah tokoh PBNU, diantaranya KH Dr. Idham Chalid, KH Moh Dahlan, dan KH Achmad Sjaichu.

Setelah Khittah NU di Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo, NU kembali menjadi Jam’iyyah seperti pada pembentukan awalnya dan menyatakan tak lagi menjadi partai politik. Keputusan ini kemudian juga menimbulkan konsekuensi pada kantor partai NU di Surakarta. Kantor itu kemudian juga ber-khittah, menjadi kantor PCNU Kota Surakarta.

Fans Gus Dur

Sampai sekarang, kantor ini masih berdiri megah di tengah modernitas kota. Beberapa perbaikan gedung telah banyak dilakukan. Dan terakhir, pada tahun 2012 lalu, gedung simbol warga NU Solo ini mengalami renovasi yang semakin menjadikan bangunannya bertambah kuat dan terlihat sedap dipandang. Harapannya, semoga perubahan itu juga menular pada organisasi NU-nya, semakin kuat dan indah jua. (Ajie Najmuddin/Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Tegal, Internasional Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Jakarta, Fans Gus Dur. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan yang mengambil sikap tengah-tengah atau moderat sangat penting untuk diimbangi oleh hujjah ilmiah agar orang-orang NU mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi kelompok-kelompok Islam garis keras (kanan) atau kelompok yang sangat liberal (kiri).

Demikian ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam acara pelantikan Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen dan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Senin, (22/12) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta.

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Moderat Harus Diikuti Hujjah Ilmiah

Maka dari itu, tambah  Guru Besar Tasawuf ini, pembentukan Universitas di lingkungan NU sangat baik dalam mendukung hujjah-hujjah NU secara ilmiah.

Fans Gus Dur

“Saya berharap para rektor ini juga harus mempunyai peran di tengah-tengah masyarakat sehingga tidak saja tafaqqahu fiddin (memperdalam agama), tetapi juga liyundziru qawmahum (mengabdi kepada masyarakat),” paparnya di depan para akademisi NU dari berbagai daerah yang hadir.

Fans Gus Dur

Di akhir pidatonya, Kang Said juga berharap, para rektor mampu membawa amanat kepemimpinan dengan baik sehingga dapat menciptakan konsep-konsep yang riil untuk kemaslahatan Nahdliyin dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Selain pelantikan Dr. Fatkul Anam sebagai rektor UNU Sidoarjo dan Dr. Masykur Rozaq sebagai rektor UMNU Kebumen, acara juga dilanjutkan dengan kegiatan Lokakarya Pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama Se-Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung

Bandar Lampung, Fans Gus Dur - Indonesia harus dijaga dari gerakan radikalisme, dan ini tugas bersama, ujar Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tumpah ruah di lapangan Korpri pemerintah setempat.

Kurang lebih tiga puluh ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung Tumpah ruah memenuhi lapangan , Selasa (29/8) menolak Full Day School (FDS) melalui rapat akbar.

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Rapat Akbar Tolak FDS, Ini Pernyataan Ketua DPRD Lampung

Dedi menyatakan, ia telah mengamati kondisi terkini. "Insya Allah, jika pimpinan DPRD turun sudah klir. Kita bersyukur, ulama-ulama kita terus berperan aktif membendung radikalisme," kata dia lagi.

Selepas ini, Dedi menegaskan segera memanggil Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyampaikan aspirasi warga NU.

Fans Gus Dur

"Tidak ada diskusi lagi untuk menyikapi FDS, cukup satu kata, tolak. Sekali tolak tetap tolak, tegas dan jelas," ujar Sekretaris GP Ansor Lampung Budi H Yunanto menambahkan.

Fans Gus Dur

Rapat akbar dihadiri seluruh unsur Badan Otonom (Banom) NU dari 15 kabupaten/kota yaitu IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat NU, HIPSI, Pagar Nusa, Sarbumusi, PMII dan perwakilan pesantren di Bumi Ruwai Jurai itu, orasi dilakukan bergantian.

"Kami santri masih butuh bimbingan kiai-kiai," ujar Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ichwan Aji Wibowo. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Tegal, RMI NU Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia; menjadi penjelas (bayyinat) sekaligus menjadi pembeda (furqan) antara yang baik dan yang buruk. Petunjuk yang dijelaskan dalam Al-Qur’an meliputi hukum perkawinan, hukum waris, dan lain sebagainya. Hukum yang diterangkan secara umum dan garis-garis besarnya ada yang diperinci dan dijelaskan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, dan ada yang diserahkan pada kaum muslim sendiri melalui proses yang disebut dengan ijtihad.

Dalam rangka memposisikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk tentu perlu adanya upaya penggalian dan pemahaman dengan metode-metode tertentu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian menghasilkan sebuah penafsiran sebagai upaya untuk melakukan dialog antara Al-Qur’an dan ragam problematika zaman yang dinamis dengan membongkar makna terdalam atau pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Dalam peta keilmuan Islam, ilmu tafsir adalah ilmu yang tergolong belum matang, sehingga selalu terbuka untuk dikembangkan dengan berbagai metode, manhaj dan karakteristiknya, yang secara garis besar terbagi menjadi tafsir bil-matsur dan tafsir bir-rayi. Tafsir bil-ma’tsur diartikan sebagai tafsir yang dilakukan dengan jalan riwayat, yakni penafsiran yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, riwayat shahabat dan tabi’in, sedangkan tafsir bir-ra’yi didefinisikan sebagai upaya menyingkap isi kandungan Al-Qur’an dengan ijtihad yang dilakukan dengan mengapresiasi eksistensi akal.

Fans Gus Dur

Tafsir bir-ra’yi sebagai hasil penggalian, pemahaman, pemikiran, interpretasi dan komentar, tentunya mengandung kebenaran yang sifatnya relatif. Tafsir bir-ra’yi tidaklah mutlak atau absolut kebenarannya. Setiap hasil penafsiran tetaplah nisbi, oleh sebab itu, setiap penafsiran mempunyai potensi untuk mengalami kekeliruan. Tidak ada hasil penafsiran yang kebenarannya bersifat mutlak. Hal ini memberi arti, bahwa setiap hasil penafsiran dimungkinkan untuk dikritik.

Fans Gus Dur

Karena relativitas hasil penafsiran, maka jika ditelusuri terdapat kemungkinan adanya kekeliruan-kekeliruan dalam tafsir bi ar-ra’yi. Kekeliruan tersebut bisa jadi disebabkan karena mufassir tidak/kurang menguasai kaidah-kaidah serta ilmu-ilmu yang dijadikan persyaratan sebagai seorang mufassir, seperti bahasa Arab, asbabun-nuzul, nasikh wal mansukh, ilmu hadits, ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lain yang menjadi syarat keabsahan sebuah penafsiran.

Selain itu kemungkinan kesalahan juga bisa muncul dari tafsir bil-ma’tsur jika sumber-sumber yang dijadikan rujukan oleh mufassir kurang bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya sehingga menghasilkan sebuah penafsiran yang melenceng, yang pada klimaksnya menghasilkan ad-dakhil fit-tafsir yaitu penafsiran Al-Qur’an yang tidak memiliki sumber jelas dalam Islam; baik itu tafsir menggunakan riwayat-riwayat hadits lemah dan palsu, ataupun menafsirkannya dengan teori-teori sesat sang penafsir karena sebab lalai ataupun disengaja. Kesalahan tersebut menjalar di beberapa kitab tafsir ketika para mufassir kurang jeli meriwayatkan hadits. Ketika mereka meriwayatkan hadits tanpa mencantumkan para perawinya, kecuali rawi a`la (perawi yang menerima langsung dari Nabi SAW), bercampur-baurlah antara riwayat shahih, dhaif, dan ad-dakhil dalam kitab tafsir.

Sebagai jawaban akan problematika kerancauan kualitas hadits dalam tafsir bi al ma’tsur, tentu diperlukan sebuah upaya untuk menganalisis, membedakan dan mengelompokkan hadits-hadits shahih, dari riwayat yang kurang bisa dipertanggungjawabkan dalam tafsir bil ma’tsur, Di sinilah urgensi buku Majma’ al-Bahrain fi Ahadits al-Tafsir min Shahihain yang ditulis oleh Kiai Muda NU, Dr. KH. Afifuddin Dimyathi, Lc. MA.

Buku ini–sebagaimana yang dituturkan penulis dalam kata pengantar–sebenarnya bukan dalam rangka menjawab problem kerancauan kualitas hadits bahkan al-dakhil fit tafsir bil ma’tsur, akan tetapi upaya penulis dalam mengumpulkan hadits-hadits yang termaktub dalam kitab Shahihain hanya untuk membantu dan mempermudah para pemerhati dan pengaji Al-Qur’an dalam merujuk hadits-hadits tentang tafsir ayat Al-Qur’an. Walaupun penulisan buku ini bukan dalam rangka menjawab problem di atas, namun upaya penulis untuk mengumpulkan hadits-hadits dari kitab shahihain dalam sebuah buku tersendiri dapat dikategorikan sebagai langkah awal dalam menjaga orisinalitas tafsir bil ma’tsur dari masuknya riwayat-riwayat bermasalah dan penyelewengan penafsiran.

Sebelum memaparkan kumpulan hadits shahih, penulis lebih dulu memberikan pengantar dan penjelasan tentang hujjah penafsiran Nabi (baca: tafsir bil ma’tsur) serta ruang lingkup hadits nabi dalam sebuah penafsiran, baru kemudian memaparkan hadits-hadits yang berkaitan dengan tafsir atau yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an tanpa mencantumkan para perawinya kecuali rawi a`la.

Selain mengumpulkan hadits-hadits tentang tafsir ayat, penulis juga memasukkan hadits-hadits yang berkenaan dengan asbabun-nuzul (latar belakang turunnya ayat) dan keistemewaan sebuah surah, namun sayang penulis tidak memberikan syarhul hadits (penjelasan hadits) walau sekadar mufradat yang gharib (kosa kata yang asing). Di akhir tulisannya, Gus Afif–demikian panggilan akrab beliau–memaparkan secara singkat metodologi sumber primer buku yang ditulisnya yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Walhasil, buku ini sangat layak untuk dibaca, baik santri, akademisi bahkan kalangan awam sekalipun, serta sebagai koleksi perpustakaan. Akhiran, selamat membaca dan masuk dalam bahtera samudra ilmu tafsir dan hadits.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab

Referensi Resensi:

Jalaluddin al-Sayuthi, al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an (Beirut : Dar al-Fikr, 1951) Vol II

Jamal Musthofa Abdul Hamid, Ushul ad-Dakhil fi at-Tafsir Ayyit Tanzil, (Kairo: Jami’ah Azhar, 2001).

Muhammad Ali al-Shabuni, al-Tibyan Fi Ulum al-Qur’an, (Beirut : Dar al-Kutub Al-islamiyyah, 2003).

Muhammad Husein az-Dzahabi, al-Tafsir wal Mufassirun, (T.Tp : Maktabah Mus’ab bi Umair, 2004) Vol I

Data Buku

Judul? ? ? ? ? ? ? : Majmaal Bahrain fi ahadits tafsir min al-shahihain

Penulis? ? ? : Dr. Muhammad Afifuddin Dimyati, Lc. MA.

Penerbit? ? : Maktabah Lisan Araby, Sidoarjo

Tahun? ? ? ? ? ? : 2016

Halaman : 257

ISBN ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-74486 1-2

Peresensi: Umar AH, penikmat buku; alumni Pondok Pesantren al-Maruf Grobogan dan UIN Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Tegal, Santri Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, Fans Gus Dur. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

Fans Gus Dur

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Fans Gus Dur

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Tegal Fans Gus Dur

Rabu, 20 Desember 2017

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

Solo, Fans Gus Dur. Berawal dari hobi mengisi TTS (Teka Teki Silang), Kang Zubad berpikir mengapa begitu jarang TTS yang mengasah pengetahuan tentang agama. Dari hal itulah, santri asal Subang tersebut kemudian memiliki ide untuk membuat TaksiNU (Teka Teka Silang NU).

“Isinya kebanyakan tentang sejarah NU,” terang alumni Pesantren Al Hikam Malang ini, saat ditemui di kediamannya di daerah Laweyan Solo, Ahad, (25/8).

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Pengetahuan Aswaja Lewat TTS

Menurutnya orang juga bisa belajar Aswaja dan NU melalui permainan, “Jadi memahaminya tidak mesti lewat buku yang serius,” Pengetahuan seperti nama para tokoh NU, singkatan, pesantren, dan hal yang berkaitan dengan keaswajaan dikemas dalam bentuk permainan TTS.

Fans Gus Dur

Rencananya buku edukasi Aswaja ini akan dibuat sebanyak 9 jilid. “Saat ini baru dalam bentuk PDF, belum kami bukukan,” ungkapnya.

Fans Gus Dur

Pria yang hobi menulis ini mengaku belum tertarik untuk mengkomersilkannya. “Ya, baru sekedar untuk iseng memenuhi hobi pribadi. Pernah juga ada yang memesan, belum lama ini salah satunya dari IPNU Kab. Malang,” katanya.

Melalui TTS ini, Zubad mengatakan warga Nahdliyyin pada khususnya bisa bermain sekaligus belajar tentang ke-NU-an, “diharapkan mereka bisa memahami apa itu NU beserta pernak-perniknya secara sederhana,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Jakarta,Fans Gus Dur

Penulis buku Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Pribumi dan Islam Transnasional, Imdadun Rahmat menilai, karakter Islam transnasional yang cenderung kaku, hitam-putih, tekstual, dan intoleran menjadi bahaya bagi keberlangsungan negara Indonesia yang dikenal plural.

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Selain itu, Islam transnasional bisa menggerus watak Islam Indonesia yang cenderung ramah dengan budaya lokal.

“Islam transnasional berpretensi menghabisi Islam lokal, Islam yang telah mengalami proses dialog, proses akulturasi positif dengan konteks lokal,” kata Imdad seusai peluncuran dan bedah buku itu di Jakarta, Senin (9/10).

Fans Gus Dur

Imdad menjelaskan, Islam transnasional juga menganggap bahwa praktik Islam di Nusantara itu bukan Islam yang sempurna (kaffah) karena sudah bercampur dengan unsur-unsur budaya dan tradisi masyarakat setempat. Kemudian, mereka menawarkan Islam transnasional yang memiliki slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai Islam yang sempurna (kaffah).

Fans Gus Dur

Lulusan Pesantren Jumput Pamotan, Rembang itu menilai, konsep Islam kaffah yang ditawarkan oleh kelompok Islam transnasional juga merupakan Islam yang berakar pada budaya lokal, yaitu budaya di Arab dan Timur Tengah.

“Kemudian dipersepsikan sebagai Islam yang paling otentik, yang paling asli, murni, dan tidak tercampur dengan unsur-unsur di luar Islam,” jelasnya.

Perkuat Islam moderat ala Indonesia

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2016-2017 itu berpendapat, Islam transnasional dengan segala karakternya tersebut tidak sesuai dan cocok dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, Islam moderat (wasathiyah) ala Indonesia harus diperkuat untuk menangkal Islam transnasional itu.

Ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, membangun argumen Islam wasathiyah yang kuat baik dari sisi sosiologi ataupun sisi teologi.

“Buku yang saya karang ini adalah kontribusi untuk membangun argumen Islam wasathiyah secara sosiologis dan teologis,” urainya.

Bagi Imdad, melalui buku ini ia berpendapat bahwa Islam Indonesia dengan karakter moderasi adalah juga Islam yang paripurna (kaffah). Ada delapan ranah budaya Islam: Arab, Persia, Turki, Anak Benua India, sub-Sahara Islam, China Islam, belahan dunia Barat, dan Nusantara.

“Sesungguhnya (Islam Nusantara) sama sahnya dengan yang ada di Arab ataupun yang lainnya. Maka yang paling tepat untuk Indonesia ya Islam Nusantara,” ucapnya.

Menurut dia, Islam yang paripurna (kaffah) bagi Indonesia bukanlah Islam yang diimpor dari tempat lain dengan segala unsur budaya yang tercampur di dalamnya, tetapi Islam Nusantara yang telah mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal.

Kedua, mensosialisasikan argumen Islam wasathiyah. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tahu dan tidak terkecoh dengan kelompok Islam transnasional.

“Dan membentengi masyarakat dari pengaruh mereka,” tukasnya.

Ketiga, de-transnasionalisasi Islam transnasional. Imdad menerangkan, harus dilakukan penyadaran terhadap mereka yang meyakini bahwa Islam transnasional adalah kebenaran tunggal untuk Indonesia.

“Harus disadarkan untuk kembali kepada Islam yang cocok untuk Indonesia, yaitu Islam Nusantara,” terangnya.

Terakhir, pemerintah harus membuat regulasi untuk membendung radikalisasi dan kekerasan yang ditimbulkan oleh Islam transnasional.

“Harus ada sinergi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat,” tutupnya. (Mukhlison Rohmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Humor Islam, Tegal Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Jombang, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar sosialisasi akreditasi, Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (SIGAP), dan pelatihan administasi organisasi di MI Al-Istiqomah, Yayasan Al-Istiqomah, Mojongapit, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8).

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menyampaikan, kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang, Ketua dan Sekretaris dari Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang. "Adanya sosialisasi akreditasi ini dapat memberikan motivasi sekaligus kejelasan arah dalam mengelola organisasi," ungkapnya.

Setidaknya ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan dalam menata Ansor, yaitu majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor atau kegiatan peringatan hari besar agama Islam, kaderisasi, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga kursus dan pelatihan, kebanseran, struktur organisasi dan pendataan anggota Ansor dalam SIGAP online.

Fans Gus Dur

"Sehingga kinerja organisasi bisa diukur dan kelayakan dalam pengelolaan organisasi juga dapat dinilai," katanya. Akhirnya reward dan punishment pun akan diberlakukan berdasar hasil akreditasi itu, lanjutnya.

Sementara materi tertib administrasi, pengisian laporan akreditasi dan pelatihan aplikasi SIGAP online dipandu sekretaris umum PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam. "Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan pengurus PAC dapat menertibkan administrasi organisasi, melakukan pendataan anggota melalui SIGAP online, menjalankan kegiatan sebagaimana yang dijadikan indikator penilaian dalam akreditasi dan disampaikan ke ranting masing-masing," tandas Muiz, panggilan akrabnya.

Fans Gus Dur

Ditambahkan, di samping materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi sekilas jurnalistik dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Afairur Ramadhan.

"Hal ini untuk memperkaya khazanah kepenulisan dalam rangka mempublikasikan kegiatan, baik di media sosial atau media online," terangnya.

Usai pelatihan, akan dilakukan tindak lanjut dari kegiatan untuk memantapkan materi yang didapat, utamanya melalui komunikasi intensif dan asistensi atau pendampingan. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Fans Gus Dur

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Cirebon, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Kab. Cirebon menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), Sabtu 09 Januari 2016 di Sekretariat PC. IPNU-IPPNU Kab. Cirebon.?

Acara tersebut dihadiri lebih dari seratus orang yang terdiri dari perwakilan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR) dan pengurus Pimpinan Cabang.?

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Seperti biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah Marhabanan (pembacaan shalawat dan Barzanji). Hal ini yang membuat ramai dan lebih semangat serta antusias yang diiringi oleh group hadrah dari Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMAN 1 Plumbon Cirebon.?

Fans Gus Dur

Setelah Marhabanan itu selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan-makan. Baru kemudian agenda beralih pada Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab).

Fans Gus Dur

Moehammad Mu’min sebagai ketua pelaksana acara tersebut, menyatakan sangat senang karena acara ini bisa berjalan dengan lancar dan memuaskan. “Terlebih, saya sedikit kaget serta tidak menyangka bahwa acara ini didatangi lebih dari seratus orang, yang sebelumnya diperkirakan hanya kurang dari seratus orang,” kata Mu’min.?

Sementara, Nur Aida Fajriyanti sebagai ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon berkata, “Kami sebagai umat Nabi Muhammad Saw, sudah seharusnya memperingati maulidnya. Walaupun acaranya hanya sederhana, yang terpenting adalah cara memakanainya. Terlebih saya berharap kegiatan marhabanan ini tidak hanya dilakukan pada peringatan Maulid saja, tapi dilakukan rutin ? setiap minggunya,” tandas Aida. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Ubudiyah, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus

Kudus, Fans Gus Dur. Haul ke-56 pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi akan diperingati di kompleks makam Menara dan pesantren Raudhatuth Thalibin, Bendan, Kudus, Kamis-Jum’at (24-26/4). Seperti tahun sebelumnya, peringatan haul tahun ini akan dilangsungkan takhtimul Qur’an dan pengajian umum.

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus

Salah seorang sucu KHR Asnawi Abdullah Mun’im mengatakan, peringatan haul selalu diadakan setiap 25 Jumadil Akhir  sesuai hari wafatnya. Pada tahun ini, kegiatan akan diawali dengan takhtimul Qur’an bil ghoib di kompleks pesantren peninggalan KHR Asnawi, Kamis (24/4) malam. 

Sedangkan Jum’at pagi diadakan takhtimul Qur’an bin nazhar yang dilanjutkan dengan tahlilan umum pada sore hari di kompleks makam Menara Kudus. Malam harinya pengajian umum akan dipandu KH Abdul Qoyyum Mansur (Rembang) dan Habib Umar Muthohar (Semarang).

Fans Gus Dur

“Melalui kegiatan ini para santri dan generasi penerus bisa menjaga ukhuwwah Islamiyah dan wathaniah seperti ajaran yang disampaikan beliau,” terangnya kepada Fans Gus Dur, Kamis (23/4).

Selain acara yang diadakan keluarga dan pesantren Raudhotuth Thalibin, pelajar Madrasah Qudsiyah juga akan memperingati haul KHR Asnawi dengan sepeda santai pada Ahad (27/4). (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Tegal, AlaNu Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Memahami Islam dan Gerakannya (Bagian I)

Oleh? M Kholid Syeirazi

Era multimedia telah menghasilkan banjir bah informasi. Setiap orang kini dapat sekaligus menjadi produsen dan konsumen berita, instan, nyaris tanpa filter. Ruang-ruang? online? menjelma ajang bebas pameran opini, kontestasi ideologi, dan dalam beberapa hal prasangka buruk lebih dominan. Setiap informasi disebarkan, direproduksi secara cepat, menjalar melalui jejaring media sosial yang dioper hampir tanpa cek silang, apalagi? tabayyun.?

Bahkan, setiap kabar yang paling banal dan tidak masuk akal sekalipun bisa menyergap layar ponsel pintar kita, lantas menjadi rujukan dalam cara kita berpikir dan mengambil tindakan. Muncul berhala-berhala baru dan tokoh-tokoh baru, dalam lakon protagonis dan antagonis. Mereka dipuja atau dicaci, tergantung selera pembeli informasi.

Anatomi dan Peta Gerakan

Memahami Islam dan Gerakannya (Bagian I) (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Islam dan Gerakannya (Bagian I) (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Islam dan Gerakannya (Bagian I)

Dalam era banjir bandang informasi inilah narasi Islam tumbuh. Dia diperagakan, diajarkan, direproduksi dan disebarkan melalui media-media online, diramifikasi melalui media sosial. Salah satu kelompok yang lebih duluan sadar akan perkembangan TI justru dari kalangan muslim fundamentalis, yang terafiliasi dengan? manhaj? salafi Wahabi abad ke-18.

Kelompok salafi Wahabi bukan tunggal, mereka terpecah ke dalam banyak faksi, dari yang paling keras hingga moderat, tapi terhubung oleh benang merah? fikrah? dan? harakah. Semunya mengusung agenda purifikasi Islam, mengusung jargon kembali kepada al-Qur’an dan Hadis, menyerang bid’ah, cenderung harfiah, dan meyakini? syumûliyyatul Islâm? dalam aplikasi politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Mereka sangat aktif di kanal-kanal online, mendominasi narasi Islam dalam pertarungan opini publik. Pengikut mereka semakin menjangkau jumlah yang tidak bisa dianggap remeh. Mungkin mayoritas Muslim menolak aksi teror dan kekerasan bersampul Islam, tetapi semakin banyak Muslim yang sealiran atau bersimpati dengan cara pandang mereka memahami Islam.? ? Mereka yang pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS bertemu, dalam titik tertentu, dengan cara berfikir kelompok yang menolak Pancasila, anti-NKRI, mengusung agenda khilafah, gandrung dengan Arabisasi, dan cenderung melihat Islam sebagai bentuk, identitas, dan simbol ketimbang substansi, nilai, dan isi.? ? Mereka yang getol mengusung agenda formalisasi Islam punya modal cukup untuk kelak bergabung atau setidaknya bersimpati dengan gerakan sejenis ISIS. Mereka yang menggemakan jargon “solusi Islam niscaya” (al-hall al-islâmî farîdlah wa dharûrah) senyampang dengan doktrin yang diyakini para pemanggul senjata di Timur Tengah.?

Basis ideologi doktrin salafi dikembangkan Ibn Taymiyyah (1263-1328 M), bermadzhab Hanbali. Madzhab Hanbali didirikan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal? (780 - 855 M), satu dari empat Imam Madzhab dalam tradisi sunni. Di antara para imam madzhab, Hanbali dikenal yang paling tekstualis. Dari garis Imam Hanbali yang hidup pada abad ke-9, muncul pembela madzhabnya pada abad ke-13, bernama Ibn Taymiyah, dikenal sebagai? syeikhul Islam, disebut sebagai bapak fundamentalisme Islam. Imam Hanbali adalah murid Imam Syâfi’î (767 820 M). Dia cenderung tekstualis, tetapi tidak absolutis. Absolutisme mengeras di tangan Ibn Taymiyyah, yang cenderung memutlakkan pendapat dan menghidupkan tradisi takfiri. Dia gemar mengkafirkan ulama, antara lain Syeikhul Akbar Ibn Arabi (1165-1240 M), yang dituduh kafir karena ajaran-ajaran sufinya dianggap menyimpang. Ibn Taymiyyah mempunyai murid kesayangan, bernama Ibn Qayyim al-Jauziyyah (1292-1350 M), penulis banyak kitab. Ajaran-ajaran salafisme Ibn Taymiyah menjadi kekuatan politik yang ganas di tangan Muhammad Ibn Abdul Wahab (1703-1792 M), yang berkolaborasi dengan Muhammad Ibn Saud (1726–1765M), pendiri dinasti Saudi pada abad ke-18. Ajarannnya dikenal dengan Wahabisme, berbasis kepada doktrin Muhammad ibn Abdul Wahab yang bersumber dari ajaran Ahmad ibn Hanbal dan Ibn Taymiyah. Jargonnya kembali kepada al-Qur’an dan Hadis, agendanya membasmi bid’ah dan? khurafat. Para pengikutnya mengklaim sebagai sunni, penganut Ahlus Sunnah Waljama’ah, karena pangkalnya adalah Imam Hanbali. Tentu klaim sunni kelompok salafi Wahabi ini berbeda dengan klaim sunni NU yang bermadzhab Syafi’i.

Fans Gus Dur

Pada paruh kedua abad ke-19 dan abad ke-20, muncul gerakan modernisme Islam dengan tokoh-tokohnya Jamaluddin al-Afghani (1838-1897 M)? dan Muhammad Abduh (1849-1905 M)? di Mesir, Allal al-Fasi (1910-1974 M)? di Maroko, Abdelaziz al-Tha’albi (1876-1944 M) di Tunisia, Abdelbamid ibn Badis (1889-1940 M) di Aljazair, dan Sayyid Ahmad Khan (1817-1898 M)? serta Muhammad Iqbal (1877-1938 M)? di anak benua India. Agendanya melakukan sintesis Islam dengan pemikiran Barat modern, menegaskan perlunya ijtihad untuk menafsirkan Islam dari sudut pandang kemodernan, dan berusaha memberikan alasan bagi pembaharuan pendidikan, hukum, dan sosial guna membangkitkan kembali umat Isam dari kejumudan dan keterbelakangan. Dampak dari gerakan ini adalah mewabahnya sekularisme dan liberalisme. Murid-murid Abduh terlibat dan menjadi pemuka gerakan nasionalisme sekuler seperti Saad Zaghlul (pendiri Partai Wafd), Thaha Husain dan Rifaat Tahtawi, konseptor cikal bakal negara Mesir modern, serta Ali Abdurraziq, konseptor sistem pemerintahan sekuler. Buku Abdurraziq,? al-Islâm wa ushûl? hukm, memantik kontroversi karena menyebut Islam tidak punya konsep tentang pemerintahan.

Fans Gus Dur

Rasyid Ridha (1865-1935 M), murid Abduh, kemudian tampil mewahabikan kembali gerakan tajdid menjadi gerakan purifikasi. Ia menghadirkan kembali Ahmad ibn Hanbal dan Ibn Taymiyah ke Mesir dan secara terbuka menunjukkan simpati kepada dinasti Wahabi Ibn Saudi di Arabia. Sikap Ridha meratakan jalan bagi lahirnya al-Ikhwan al-Muslimun di Mesir dan Jama’at Islami (JI) di Pakistan. Ikhwan didirikan di Isma’iliah pada 1928 oleh murid Rasyid Ridha di Darul Ulum, bernama Hasan al-Banna (1906-1949 M). JI didirkan oleh Abul A’la al-Mawdudi(1903-1979 M)? di anak benua India pada 1941. Ikhwan terlibat dalam banyak peristiwa berdarah. Kadernya membunuh PM Mesir Nuqrasi Pasa pada 1948. Polisi loyalis Raja Farouk membalas membunuh Hasan al-Banna pada 1949. Nasser, pemimpin Dewan Revolusi pengganti Farouk, hendak dibunuh tapi gagal oleh militan Ikhwan pada 1954. Nasser bertindak tegas. Organisasi Ikhwan digencet, para aktivisnya diburu. Mereka eksodus ke Arab Saudi, mendapat suaka dari Pangeran Faisal dan menetap di Jeddah, Riyadh, Mekkah, dan Madinah. Mereka menjalankan bisnis dan meradikalisasi gerakan Wahabi. Sebagian lain mengungsi ke Suriah dan membuat huru-hara melawan Hafez Asad, penguasa Suriah, seorang Alawyyin yang dianggap sekuler. Sayyed Quthb (1906-1966 M), orang kedua Ikhwan pengganti al-Banna, dijebloskan ke penjara atas tuduhan terlibat dalam percobaan pembunuhan. Di balik terali besi, dia menulis? Tafsîr fî Dzilâl al-Qur’ân? dan buku lain yang radikal, berjudul? Ma’âlim fi al-Tharîq. Buku terakhir ini terinspirasi oleh risalah pendek karya Mawdudi berjudul? al-Musthalahât al-Arba’ah? yang mengenalkan konsep? hâkimiyah,? ulûhiyah,? rabbâniyah, dan? wahdâniyah.?

Setelah sempat keluar dari penjara, Quthb diseret kembali ke sel karena bentrok dengan Nasser dan dihukum gantung pada 1966. Ikhwan kemudian ditetapkan sebagai organisasi terlarang, para aktivisnya dijebloskan ke penjara. Di penjara bawah tanah, Ikhwan terpecah ke beberapa faksi. Anwar Sadat, pengganti Nasser, sempat mengupayakan rekonsiliasi politik dengan Ikhwan, tetapi gagal. Dia dibunuh oleh Khalid Islambuli, aktivis? Jamâ’ah al-Jihâd, pecahan Ikhwan, pada 1981. Tokoh? Jamâ’ah al-Jihâd? adalah Abdussalam Farag, penulis risalah juklak jihad yang sangat berpengaruh, berjudul? al-Farîdlah al-Ghâibah.? ? Bahan-bahannya diramu dari kitab? Majmû’ah Fatâwa? karya Ibn Taymiyah,? Nail al-Authâr? dan? Fath? al-Qadîr? karya al-Syaukâni,? ? Subul al-Salâm? karya al-Shun’âni, dan buku-buku ibn Qayyim al-Jawziyah. Pecahan Ikhwan lain, Syabâb Muhammad, melakukan percobaan kudeta, tetapi berhasil ditumpas pada 1974. Pada 1977, Jama’at al-Muslimin, pecahan Ikhwan juga, membunuh Husayn al-Dzahabi, ulama pro pemerintah setelah sebelumnya diculik.

Di Palestina, ada seorang figur kunci, teman dekat Hasan al-Banna, bernama Haji Amin al-Husseini (1895-1974 M). Dia adalah mufti agung Yerusalem (menjabat 1921–1948), pendiri Makarim Society yang berafiliasi dengan Ikhawan al-Muslimun. Dia berjasa menyebarkan pendirian cabang-cabang Ikhwan di seluruh Palestina.Peran Haji Amin digantikan Syeikh Ahmad Yasin, tokoh Ikhwan yang kelak mendirikan HAMAS pada 1987. Di Palestina terdapat tokoh lain, bernama Taqyuddin Nabhani. Dia alumni Darul Ulum dan al-Azhar Mesir, menjabat sebagai qadhi di Mahkamah Syar’iyah al-Quds, Palestina. Dia mendirikan Hizbut Tahrir pada 1953 dan menarik cukup banyak aktivis Ikhwan, salah satunya Abdul Qadir Zallum. Zallum adalah tokoh Ikhwan, sebelumnya aktif di gerakan Jihad al-Quds pimpinan Haji Amin al-Husseini. Hizbut Tahrir (HT) bersimpang jalan dengan al-Banna dan Ikhwan. Ikhwan bisa menerima? nation-state? dan perjuangan parlementer, tetapi HT menolak dan mengusung konsep Khilafah transnasional. Agenda Ikhwan adalah mengislamkan negara atau formalisasi Islam ke dalam kehidupan bernegara. Sebaliknya, agenda HT adalah menghidupkan kembali khilafah yang bubar oleh gerakan nasionalisme pada tahun 1924. Karena orientasinya yang menolak? nation-state, HT banyak di larang di berbagai negara.

Berbagai gerakan Islam ini tidak seragam, orientasi dan targetnya berbeda, meskipun punya benang merah dan keserupaan pemikiran keislaman. Gerakan salafi Wahabi yang dipelopori Muhammad Ibn Abdu Wahab, modernism Islam yang dipelopori Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh, Ikhwan al-Muslimun yang didirikan Hasan al-Banna, dan Hizbut Tahrir yang dibentuk Taqyuddin Nabhani serupa dalam memegangi ortodoksi, mendukung purifikasi, dan menentang bid’ah dan khurafat. Namun, orientasi gerakan masing-masing berbeda. Target salafi Wahabi adalah “mengislamkan” orang Islam: muslim pelaku bid’ah belum Islam karena itu harus diislamkan menurut versi Islam mereka. Target modernisme Islam adalah memerangi tahayul, bid’ah, dan khurafat agar umat Islam maju dengan berkiblat kepada kemajuan barat. Barat menjadi rujukan dalam kemajuan berbagai bidang, kecuali watak imperialisnya. Target Ikhwan adalah membebaskan masyarakat dari praktik-praktik bid’ah agar terbentuk masyarakat dan negara Islam. Negara nasional bisa diterima, tetapi harus diislamkan melalui regulasi dan kebijakan. Target HT adalah purifikasi Islam secara total, dalam agama dan politik, dengan kembali kepada praktik? Khilâfah Râsyidah.? Nation-stateditolak karena produk sekuler warisan Kristen Eropa.

Anatomi ini menunjukkan perbedaan masing-masing gerakan. Orang awam dengan mudah menganggap semuanya Wahabi, padahal berbeda, dan bahkan di antara mereka saling menyesatkan. HT dengan tegas menuduh Ikhwan jahiliyah karena menerima negara nasional dan tidak memperjuangkan? khilafah. Wahabi Saudi, meski pernah memberi suaka kepada para pegiat Ikhwan, tetap mewaspadai gerakan mereka yang dapat mengancam monarki karena menerima demokrasi, negara nasional, dan perjuangan parlementer. Gerakan modernisme Islam, yang berkiblat kepada kemajuan Barat, menolak orientasi salafi Wahabi dan HT dan tidak setuju dengan militansi Ikhwan. Meskipun berbeda, harus diakui ada elemen Wahabi dalam berbagai gerakan ini, yaitu kecenderungannya kepada ortodoksi dan purifikasi.

Di Indonesia, afiliasi gerakan-gerakan Islam di Timur Tengah ini menjelma ke dalam berbagai organisasi. Gerakan salafi Wahabi ini massif, menyerbu masjid, kantor-kantor pemerintah dan swasta. Ciri-ciri pengikutnya condong kepada Arabisasi: mengenakan jubah dan sorban, memelihara jenggot, bercelana congklang, berjidat hitam, gemar dengan istilah-istilah Arab. Rujukan hujjah mereka adalah fatwa-fatwa Ibn Taymiyah dan ulama-ulama Wahabi seperti Nashiruddin al-Albani, Ben Baz, Utsaimin, dll. Mereka anti bid’ah, anti-ziarah, anti maulid, dll dan sering meledek tradisi NU melalui portal-portal? online? dan forum-forum? offline. Seiring dengan meningkatnya ketegangan Saudi dan Iran, mereka gencar memerangi Syiah dan para pengikutnya di Indonesia. Gerakan Ikhwan menyerbu kampus dan rohis, membentuk KAMMI, dan akhirnya menjelma menjadi PK dan PKS. Buku-buku yang diajarkan di forum-forum pengkaderan mereka adalah karya Hasan al-Banna, Sayyed Qutb, Said Ramadan, Mustafa Siba’i, Yusuf Qardhawi, dan tokoh-tokoh Ikhwan lain.Yusuf Qardhawi pernah datang ke Jakarta, menghadiri forum PKS, dan mengonfirmasi afiliasi mereka dengan Ikhwan al-Muslimun. PKS berafilasi dengan Ikhwan sayap moderat. Mereka setuju perjuangan parlementer dan menolak kekerasan. Gerakan modernisme Islam menjelma ke dalam Muhammadiyah. Orientasi gerakannya kembali ditabalkan dengan tema Muktamar ke-47 di Makassar tahun 2015, “Islam Berkemajuan.”Islam berkemajuan adalah reiterasi tafsir? khaira ummah? ala Alm. Prof Kuntowijoyo yaitu? humanisasi, liberasi, dan transendensi. Semangat pencerahan Barat modern, humanisasi dan liberalisasi, digabung dengan nilai-nilai transendensi Islam. Gerakan Hizbut Tahrir menjelma ke Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI menolak NKRI, menentang Pancasila, demokrasi, dan parlemen karena dianggap produk sekuler dan tidak islami. Belakangan agresif menarik pengikut, menggunakan figur yang melek sosmed untuk menyampaikan pandangan-pandangan keislaman yang eksklusif. Kecuali muslim modernis, pengikut salafi Wahabi, sayap militan PKS, dan HTI rentan direkrut ke dalam gerakan sejenis ISIS atau paling tidak bersimpati kepadanya.

Lantas, di mana posisi Nahdlatul Ulama dan bagaimana metodologi pemikiran keagamaannya? Uraiannya akan dibahas di bagian II tulisan ini.

Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Sholawat Fans Gus Dur

Sabtu, 11 November 2017

Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan

Probolinggo, Fans Gus Dur - Sebagai upaya rangkaian memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 tahun 2017, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudlatul Muta’allimin Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) dasar kepemimpinan, Jum’at hingga Ahad (20-22/10).

Dalam kegiatan ini beragam kegiatan dilaksanakan mulai dari latihan kepemimpinan, kajian Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), napak tilas tokoh NU (Pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Alm KH Marzuqi), nonton bareng (nobar) sang kiai serta upacara secara sederhana memperingati HSN ke-3 tahun 2017.

Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan

Kegiatan ini diikuti oleh 185 siswa kelas 7 dan 8 MTs Raudlatul Mutaallimin. Tidak ketinggalan pula para dewan guru MTs Raudlatul Muta’allimin.

Kepala Tata Usaha (TU) MTs Raudlatul Muta’allimin Abdul Jalal mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepemimpinan, melatih kemandirian sebagaimana seorang santri, mengetahui makna seorang santri serta memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 tahun 2017.

Fans Gus Dur

“Ketaatan seorang santri kepada guru dan ilmunya akan membawanya dalam keselamatan di dunia dan akhirat. Intinya adalah melatih kepemimpinan santri yang ada di MTs Raudlatul Muta’allimin,” kata pengurus GP Ansor di Kabupaten Probolinggo ini.

Fans Gus Dur

Wakil Kepala Kesiswaan MTs Raudlatul Muta’allimin Bahyun mengharapkan kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat belajar siswa dan menumbuhkan mental kepemimpin terhadap siswa. Sesuai dengan motto peringatan HSN ke-3 tahun 2017 Santri Mandiri NKRI Hebat.

“Harapan kami kegiatan ini bisa terlaksana setiap tahun. Karena dengan ini Insyaallah bisa membentengi siswa dari hal-hal yang negatif di antaranya narkoba yang sudah marak belakangan ini. Dengan adanya kegiatan ini bisa mengantisipasi dari kegiatan yang negatif dengan nasehat dan motivasi siswa untuk berprestasi,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 15 Oktober 2017

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Jakarta,Fans Gus Dur. Puluhan anak muda pengagum dan pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gusdurian) berkumpul di beranda gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, selepas magrib Ahad (1/2). Mereka berdoa dengan membacakan Hizb Nashar dan istigotsah.  

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Baca Hizb Nashar dan Istighotsah di KPK

Hizb dan istigotsah itu merupakan doa yang dikeluarkan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PBNU. Hal itu terlihat pada logo tiap lembar HVS yang dibaca tiap peserta.

Menurut salah seorang Gusdurian, Abdul Moqsith Ghazali, hal itu dilakukan untuk mendoakan supaya KPK selamat dari upaya kalangan tertentu yang akan melemahkan lembaga pemberantas korupsi tersebut.

Fans Gus Dur

Sengaja, kata dia, para Gusdurian berdoa dengan panjang karena tidak tahu bagian mana yang akan dikabulkan Allah. Tapi yakin, di antara doa itu ada yang dikabulkan. Berbeda dengan wali  yang berdoa dengan pendek karena sudah tahu doa mana yang akan diterima.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, para pengagum dan pecinta Gus Dur tersebut adalah para santri yang tinggal di Jakarta. Jangan diragukan lagi bahwa mereka orang-orang yang fanatik cinta tanah air. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Tegal, Tokoh Fans Gus Dur

Minggu, 24 September 2017

KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Jeddah, Fans Gus Dur. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jumat pagi (15/8) langit biru di Jeddah Arab Saudi dikagetkan dengan kabar dari Indonesia. Sekitar pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi atau pukul 11.00 WIB waktu Indonesia, KH Mahfud Masud telah dipanggil ke haribaan Ilahi Robbi Allah SWT.

KH Mahfud Masud wafat setelah menjalani perawatan di RS DR Soetomo Surabaya. Alamat duka di Kawatan GG.4/21 Jalan Bubutan Surabaya, Jawa Timur.

KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Semasa mudanya, KH Mahfud Masud menghabiskan masa belajarnya di pondok pesantren, termasuk di pondok pesantren Tebuireng Jombang pengasuh  Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama.

Fans Gus Dur

Selepas mengenyam pendidikan di berbagai pesantren di Indonesia ia melanjutkkan pendidikan di Universitas Ummul Quro Makkah Al mukarromah sampai lulus dan meraih gelar LC.

Ia tergolong selalu aktif mendampingi dan mengasuh warga negara Indonesia di Arab Saudi terutama di Makkah dan Jeddah melalui pengajian-pengajian termasuk MTI (Majlis Taklim Indonesia) Jeddah. Aktif menghadiri event pertemuan NU luar negeri maupun di dalam negeri (Indonesia) di samping itu juga ia aktif sebagai pengasuh sekaligus penyiar di Radio Al Majid Arab Saudi berbahasa Indonesia sampai akhir hayatnya.

Fans Gus Dur

Pada tahun 2000, PCINU Arab Saudi didirikan. Ia terpilih sebagai Rais Syuriyah sampai tahun 2014. Pada Konfercab II tanggal 19-20 Juni 2014 ia dipilih sebagai Musytasyar PCINU Arab Saudi sampai akhir hayatnya.

Lahir di Gresik 17 Juni 1942 dengan nama lengkap Mahfud Masud bin Abdul Fatah Zen. Genap di usia 72 tahun beliau Pulang Rahmatullah. Dengan meninggalkan Istri dan tujuh Putra putri serta 14 cucu.

Kami warga negara Indonesia di Arab Saudi sangat kehilangan beliau sosok yang istiqomah dan Zuhud pengayom masyarakat.  Mudah-mudahan Allah SubhanaAllah wataala mengampuni segala dosa dan kesalahan dan menerima serta melipat gandakan pahala amal ibadah beliau juga ditempatkan di dalam surga Allah SWT. Amiin. Lahul Fatihah! (Ahmad Thobib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Ulama, Syariah Fans Gus Dur

Jumat, 08 September 2017

Semarak Rajaban di Kampung Kranji

Pekalongan, Fans Gus Dur. Rajaban adalah istilah lain peringatan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Hampir setiap daerah memiliki tradisi yang mungkin berbeda istilah atau cara perayaannya.

Namun sejatinya semua memiliki esensi yang sama, yakni sebuah pengingat peristiwa agung, tatkala Nabi saw melakukan perjalanan dari Makah ke Palestina (isra’), kemudian naik (mi’raj) hingga ke Sidratul Muntaha untuk bertemu Rabb-nya.

Semarak Rajaban di Kampung Kranji (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Rajaban di Kampung Kranji (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Rajaban di Kampung Kranji

Tak terkecuali kegiatan Rajaban yang diselenggarakan oleh masyarakat di Kampung Kranji Kab. Pekalongan, Kamis kemarin (23/5). Rajaban menjadi sebuah momentum acara bersama mulai dari remaja, ibu-ibu hingga para sesepuh kampung turut menyemarakkan acara tersebut.

Fans Gus Dur

Semarak acara sebetulnya sudah tampak sejak hari-hari sebelumnya, dimana para remaja yang tergabung dalam IPNU-IPPNU membuka bazar. Selain mereka yang berjualan aneka makanan dan minuman, para pedagang dari luar juga turut ngalap berkah dari acara tersebut. Bermacam-macam pedagang tumpah-ruah di dekat kompleks Masjid Jami’ Kranji.

Rabu (22/5), para remaja putri dari IPPNU, dan Fatayat serta siswa-siswi dari Madrasah Diniyah Nurul Anam berbondong-bondong datang ke kompleks makam. Di sana mereka mengadakan yasinan dan tahlilan sampai menjelang Maghrib. Malam harinya, diadakan lagi yasinan dan tahlilan untuk umum. selesai itu, acara dilanjutkan dengan khataman Al-Quran 30 juz bil ghaib.

Fans Gus Dur

Puncak acara peringatan Rajaban di Kampung Kranji, yakni acara peringatan Isra’ Mi’raj dan Haul Mbah Nurul Anam serta para Sesepuh Kampung Kranji diselenggarakan Kamis (23/5) lalu di kompleks pemakaman Kampung Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Salah satu peziarah, Mustofa, menuturkan dirinya bersama rombongan dari Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang selalu menghadiri Khaul Ulama Nurul Anam setiap tahunnya.

”Kehadiran kami dalam acara tersebut diantaranya adalah ngalap berkah. Selain itu juga agar dapat meneladani ulama Nurul Anam semasa hidupnya,” ujar warga Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang tersebut.

Hal itu juga dibenarkan H. Subhan dari Cirebon Jawa Barat. Meski bersama rombongan kecil, pihaknya terus mengikuti acara Khaul Ulama Nurul Anam setiap tahunnya. “Selain sebagai pencerahan, kami juga ingin ngalap berkah,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Quote, Nahdlatul Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock