Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Guru besar sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Bambang Purwanto mengatakan, penerbitan buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempunyai tempat tersendiri dalam penulisan sejarah atau historiografi Indonesia. Dan sebagai sebuah sejarah, buku putih itu tentu memuat subyektifitas.

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

“Sejarah tidak pernah obyektif. Historiografi selalu memuat subyektifitas. Bagi kami sejarawan, buku putih yang ditulis oleh NU ini sangat berarti sebagai sumber historiografi,” kata Prof Bambang dalam bedah buku putih itu di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan yang digelar PWNU Yogyakarta dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis dari Jakarta.

Sebelumnya ketua tim penulis buku putih Abdul Mun’im DZ mengatakan, buku putih itu ditulis sebagai bahan pegangan atau panduan bagi warga NU sendiri, terutama generasi muda yang tidak terlibat dalam peristiwa penting yang melibatkan NU di masa lalu. “Buku ini lebih tepat disebut sebagai buku politik, bukan buku ilmiah,” kata Wakil Sekjen PBNU itu.

Fans Gus Dur

Bambang Purwanto mengatakan, jika buku “Benturan NU-PKI” itu dimaksudkan sebagai buku panduan bagi kader NU atau menjadi buku politik, maka berbagai pertanyaan yang menyangkut persoalan historiografi telah selesai. Dalam konteks itu, buku putih yang ditulis oleh NU sudah berhasil.

Fans Gus Dur

“Sebagai buku pegangan bagi kader NU, buku ini sudah berhasil menyampaikan apa yang ingin disampaikan dan layak untuk dibaca. Buku ini telah berhasil betul mengatakan bahwa NU itu hebat betul. Bahwa NU hampir tidak ada cacat,” katanya.

Namun, ia memberikan catatan, buku putih NU itu sangat monolitik. “Tidak ada yang berperan selain NU. Yang lain hanya pelengkap. Bahwa NU kemudian menjadi superhero, sangat terasa dalam buku ini,”katanya.

Namun menurutnya, membaca buku putih itu sama seperti membaca Babad Tanah Jawi, atau babad dan hikayat lainnya. Dengan menulis buku itu, lanjutnya, NU itu telah mengembalikan tradisi penulisan sejarah yang dilakukan orang-orang terdahulu.

“Buku putih ini merupakan produk narasi NU yang menjadi bahan baru untuk menulis historiografi baru,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Cerita, Sejarah Fans Gus Dur

Selasa, 20 Februari 2018

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, Fans Gus Dur. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

Fans Gus Dur

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

Fans Gus Dur

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Fans Gus Dur

Kamis, 15 Februari 2018

Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini

Yogyakarata, Fans Gus Dur. Jaringan Islam Rahmatan lil ‘Alamin Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana mengadakan halal bihalal dan tabligh akbar Silaturahim Kebangsaan bertema “Mewujudkan Dakwah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin” di Masjid Kampus UGM, Kamiis (4/9) malam ini, pukul 19.00 WIB.

Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini

Kegiatan yang digagas sekelompok mahasiswa UGM dari kalangan Islam moderat ini bertujuan untuk menjunjung nilai-nilai Islam sebagai agama (ad-din) yang rahmatan lil ‘alamin. Acara yang pertama kali diadakan di Masjid Kampus UGM ini terbuka untuk umum dan gratis.

“Kegiatan ini juga berusaha mengembalikan wacana UGM sebagai Kampus Pancasila dan menjadi titik awal untuk mendakwahkan Islam yang sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia yang heterogen” kata Mukhanif Yasin Yusuf, salah satu penggagas.

Fans Gus Dur

Kegiatan ini rencananya menghadirkan Alissa Wahid, putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Rektor UGM Prof Dr Pratikno, M.Soc. Di samping mengundang pula KH Muwafiq, ulama dan budayawan; serta Ahmad Hadidul Fahmi Lc, alumni tafsir dan ulumul qur’an Universitas Al Azhar, eks Ketua Lakpesdam PCINU Mesir. (Mukhanif YY/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Daerah Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya

Surabaya, Fans Gus Dur. Setiap Manusia yang belajar satu bab ilmu maka lebih baik dari pada shalat seratus rakaat. Itulah yang dikatakan oleh KH Abdussalam Mujib, Pengasuh Ponpes Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo saat menerangkan isi kitab Kifayatul Atqiya di Kantor Ikatan Alumni Al-Khoziny Cabang Surabaya, Selasa (1/8).

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya

"Nabi Muhammad SAW bersabda barang siapa berangkat pagi hanya untuk menuntut satu bab ilmu maka lebih baik dari pada sholat 100 rakaat, diriwayatkan oleh Imam Ibn Abdul Barr," kata Kiai Abdussalam Mujib mengutip karya Sayyid Bakri Al-Makki Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi.

Imam Syafii mengatakan mencari ilmu itu lebih utama daripada shalat sunnah. "Lebih banyak pahalanya mencari ilmu yang manfaat dari pada shalat sunnah," lanjut Kiai Salam.

Keutamaan lainnya adalah apabila orang yang menuntut ilmu tersebut meninggal dunia maka itu dikatakan mati syahid. Hal itu sesuai dengan yang disabdakan oleh Rasulullah diriwayatkan Ibnu Munir dalam kitab Shahih bukhori. 

"Hadist ini untuk memberi semangat kepada tholabul ilmi dan memberi penyemangat," tutur terang Mustasyar PCNU Sidoarjo ini.

Fans Gus Dur

Imam Malik guru dari Imam Syafii bercerita ada seorang santri (orang yang belajar ilmu) yang ingin belajar kepada Imam Malik. Namanya Yahya, sang Imam pun langsung berkata, kalau menuntut ilmu janganlah tidur terus. 

"Seorang santri harus betah melek malam. Kurangi tidur terutama di waktu malam," terang Kiai Salam.

Fans Gus Dur

Diceritakan ada seorang pemuda yang bermimpi bertemu dengan santri yang meninggal di pondok. Semasa hidupnya dihabiskan di pesantren untuk belajar satu bab Ilmu. Saya melihat Allah SWT mengangkat satu drajat di surga. Lalu Allah berkata kepada malaikatNya agar menambai derajat itu dengan warisan para nabi.

Selain keutamaannya, Kiai Salam juga membacakan kitab di halaman 64, yang diterangkan, barang siapa yang mencari ilmu agar menyaingi atau mau mengalahkan orang lain atau memalingkan wajahnya dari manusia atau ingin punya pengaruh. Maka Allah akan memasukkan ke dalam neraka.

"Manusia itu memiliki dua jatah yaitu di surga atau di neraka. Kalau ada manusia yang seperi ini maka dia mengambil jatahnya di neraka," pungkas Kiai Salam. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Cerita Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme

Bandar Lampung, Fans Gus Dur. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengutuk peledakan bom di Gereja Oikumene, Kota Samarinda. Menurutnya, setiap pelaku bom (teroris, red) tidak paham bahwa Islam bukanlah agama yang mengajarkan kekerasan apalagi membunuh.

"Islam adalah agama cinta, agama yang menebarkan keselamatan dan menebarkan rahmat. Sehingga tindakan teroris atas nama agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak ada dalilnya dalam ajaran Islam," ujar Gus Ishom melalui akun Facebook-nya, Senin (14/11).

Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Dangkalnya Pemahaman Agama Picu Aksi Terorisme

Kiai muda ini menegaskan, di Indonesia yang merupakan negara hukum, warganya wajib tunduk pada hukum, tidak boleh sewenang-wenang memastikan orang lain pasti bersalah dengan hukuman menurut vonis atas pendapatnya sendiri.

"Melainkan jika bersengketa, masing-masing pihak harus tunduk kepada keputusan dari pihak yang berwenang menanganinya. Setiap persengketaan itu bisa dicarikan solusinya melalui jalur hukum, meskipun itu bukan satu-satunya jalan penyelesaian," tulisnya.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, harus diakui bahwa maraknya diskriminasi dan kekerasan atas nama agama seringkali disebabkan oleh rendahnya mutu kualitas sumber daya manusia pelakunya. Pemahaman agama yang demikian dangkal dan semangat beragama yang menggebu-gebu seringkali menjadi pemicunya.

Kedangkalan pemahaman terhadap substansi ajaran Islam dengan ciri tekstualis-literalis telah menjebak mereka ke dalam ruangan ideologis yang lebih pengap, tertutup dan amat subjektif.

"Maka wajarlah jika mereka selalu merasa benar sendiri, tidak menghormati perbedaan dan sering memaksakan kehendaknya, sehingga kegaduhan sosial tak terhindarkan," tegasnya.

Fans Gus Dur

Menghadapi fenomena ini menurutnya, setiap umat Islam hendaknya kembali belajar agama secara langsung ? kepada para ahlinya yang lebih mengedepankan akhlak mulia, lebih menyejukkan umat dan mereka yang terus menerus memperjuangkan terwujudnya kemaslahatan hidup bersama sebagai suatu bangsa.

"Bukan belajar agama dari sumber-sumber yang tidak jelas mata rantai (sanad) pengambilan ilmu agamanya seperti belajar Islam lewat internet," pungkasnya. (Muahmmad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita, Cerita Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur. Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

Fans Gus Dur

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

Fans Gus Dur

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus. 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur.

Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

 

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

 

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

 

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

 

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

 

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus.   

 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

 

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

 

 

 

s

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Humor Islam, AlaSantri Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU

Jakarta, Fans Gus Dur

Ritual Istighotsah ternyata tak hanya diminati warga Nahdlatul Ulama. Beberapa kalangan yang dinilai kurang akrab dengan kegiatan agama pun melakukan aktivitas dzikir dan doa yang berisi pembacaan sejumlah ayat al-Qur’an, shalawat, tashbih, tahlil, dan asma’ul husna, itu.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Ibrahim Karim dalam acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan LDNU yang digelar di Masjid an-Nahdlah di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/6) malam.

”Menjelang UN (Ujian Nasional) kemarin, sekolah-sekolah negeri—bukan sekolah Islam—banyak sekali yang menyelenggarakan istighotsah. Malah saya pernah saksikan karyawan mau demo, istighotsah dulu. Ini menunjukkan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah diterima masyarakat luas,” katanya.

Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU

Seperti diwartakan Fans Gus Dur menjelang UN beberapa waktu lalu, sejumlah sekolah tingkat menengah pertama dan atas non-agama, baik yang berstatus swasta maupun negeri, menggelar istighotsah dan mujahadah di beberapa daerah, seperti Wonosobo, Probolinggo, Jepara, dan Wonosobo.

Istighotsah dan Pengajian Bulanan LDNU diikuti ratusan Nahdliyin selama kurang lebih tiga jam. Selain istighotsah dan pengajian, kegiatan rutin ini juga diisi kajian kitab kuning seputar Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam kajian kitab kuning, LDNU mengingatkan jamaah untuk teguh dalam meyakini sekaligus tidak mudah memberikan vonis sesat kepada kelompok lain. Sikap ini dinilai menjadi karakter dasar keberagamaan Ashlussunnah wal Jamaah.

Fans Gus Dur

”Kalaupun ada perbedaan tidak sampai mengkafirkan. La yukaffiru ba’dluhu ba’dlan,” kata narasumber kajian KH Misbahul Munir, yang juga pengurus LDNU.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Cerita, IMNU Fans Gus Dur

Lelang Lukisan KH Hasyim Muzadi untuk NU

Jakarta,Fans Gus Dur

Meski telah wafat, KH Hasyim Muzadi masih menyumbang bagi jam’iyyah yang pernah dipimpinnya. Sumbangan almarhum melalui wajahnya yang dilukis Ketua Lesbumi MWCNU Blimbing H Azam Bachtiar. Lukisan itu kemudian dilelang. Hasil penjualan kemudian diserahkan sebagai uang kas MWCNU Blimbing, Malang, Jawa Timur.

Demikian dituturkan Arifin Thaha kepada Fans Gus Dur, Ahad (19/3) malam. Thaha mengungkapkan proses pelelangan lukisan berlangsung di kantor MWCNU Blimbing, Jalan Raden Intan, Malang, Ahad (19/3) itu, bersamaan dengan kegiatan taaruf dan pelantikan pengurus MWCNU Blimbing.

Lelang Lukisan KH Hasyim Muzadi untuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lelang Lukisan KH Hasyim Muzadi untuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lelang Lukisan KH Hasyim Muzadi untuk NU

“Lukisan diri Doktor KH Achmad Hasyim Muzadi berukuran 100 x 60 centimeter, dikerjakan secara spontan di lokasi kegiatan, oleh Kang Haji Azam Bachtiar. Setelah selesai, lukisan itu lalu dilelang. Pemenang lelang adalah Wali Kota Malang Abah Anton yang menawar dengan harga sepuluh juta rupiah,” urai Thaha.

Fans Gus Dur

Uang hasil lelang tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu pengembangan kantor MWCNU Blimbing. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Fragmen, Cerita Fans Gus Dur

Minggu, 24 Desember 2017

Ramadhan Sebagai Momentum Penguat Organisasi

Cirebon, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kecamatan Lemahabang kabupaten Cirebon akan menjadikan bulan Ramadhan sebagai sarana terbaik untuk memperkuat organisasi. 

Demikian disampaikan Mohammad Arifin, ketua panitia saat acara diskusi dan buka bersama di Masjid Besar An-Nur Kecamatan Lemahabang kabupaten Cirebon. Kamis (18/7).

Ramadhan Sebagai Momentum Penguat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Sebagai Momentum Penguat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Sebagai Momentum Penguat Organisasi

“Selain untuk ibadah tentunya, kami akan memanfaatkan berkah Ramadhan ini untuk menguatkan program-program organisasi. Kesempatan untuk membahas masa depan organisasi lebih memiliki banyak kesempatan, bisa melalui acara buka bersama seperti ini, sahur bareng, tarawih keliling, tadarus akbar, dan lainnya,” ungkap Arifin.

Fans Gus Dur

Arifin menambahkan, dalam setiap pertemuan yang digelar, PAC IPNU dan IPPNU kecamatan Lemahabang kabupaten Cirebon tidak hanya diisi dengan diskusi dan kajian, namun juga diisi dengan  penyampaian materi pelatihan yang penting untuk penguatan organisasi, antara lain materi kejurnalistikan, riset, serta pengetahuan umum tentang keorganisasian.

“Kami sengaja tidak hanya mengisi pertemuan-pertemuan ini hanya dengan diskusi dan kajian, tetapi juga berbagi pengetahuan yang penting bagi masing-masing individu dalam organisasi ini, semisal saat ini, kami mengundang tim dari Jingga Media, sebuah lembaga analisis data dan pengembangan media komunitas untuk mengajari kami tentang riset dan penelitian,” tambah Arifin.

Fans Gus Dur

Acara diskusi dan buka bersama tersebut dihadiri oleh tiga puluh peserta yang merupakan delegasi dari pimpinan ranting IPNU-IPPNU di wilayah kecamatan Lemahabang kabupaten Cirebon. Peserta tampak antusias dalam menerima materi dan menyambut baik pertemuan rutin selama bulan Ramadhan ini. 



Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian

Sidoarjo, Fans Gus Dur

Terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur masa khidmah 2017-2019, Choirudin Abdillah, akan menjalankan amanah yang diberikan peserta konferancab kepadanya, yaitu membangun badan usaha mandiri.

Tak hanya itu, lanjut Choirudin, pihaknya akan mengakomodir secara keseluruhan kader-kader potensial di Ansor serta melaksanakan PKD bagi anggota ranting maupun PAC yang belum menjalankan.

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian

"Saya berharap akan terbentuk kultur Nahdliyin di Wonoayu yang saling berpadu. Berpadu dalam membangun negeri," tegasnya di sela konferancab GP Ansor Wonoayu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Candinegoro, Wonoayu, Sidoarjo, Ahad (19/2).

Fans Gus Dur

Konferancab GP Ansor Wonoayu, yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum, telah melalui proses akreditasi ranting yang sebelumnya dilakukan oleh PC GP Ansor Sidoarjo.

Fans Gus Dur

Proses pelaksanaan konferancab GP Ansor sebagaimana tertuang dalam Peraturan Organisasi (PO) menyebutkan bahwa, sebelum konferensi dilaksanakan harus melalui tahapan-tahapan diantaranya proses akreditasi ranting.

Akreditasi tersebut menitikberatkan pada SK ranting, SK Rijalul Ansor, SK Banser, SK LKMS, biodata Pengurus, data sigap seluruh anggota, sertifikat PKD seluruh anggota, foto kegiatan sosial, foto kegiatan Rijalul Ansor dan daftar hadir kegiatan. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Internasional, Cerita Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan

Jakarta, Fans Gus Dur?



Pelukis Nabila Dewi Gayatri menjelaskan tentang pameran tunggalnya, lukisan kiai-kiai Nusantara dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hingga KH Said Aqil Siroj, adalah sebagai pelunasan janji, tanda berbakti, dan penghormatan.?

“Sebagai tanda bakti dan penghormatan kepada siapa,” tanyanya yang kemudian dijawabnya sendiri, “kepada abi (ayahnya) dan kepada seluruh ulama Nahdlatul Ulama,” ungkapnya pada pembukaan pameran bertajuk Sang Kekasih di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Senin (8/5). ?

Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan

Menurut dia, ketika ayahnya merelakan dirinya menjadi seorang pelukis, ia memberikan satu syarat agar pada suatu saat menyempatkan melukis kiai-kiai NU. Permintaan sang ayah diungkapkan ketika sekitar 2003 ketika Nabila pulang menyelesaikan kuliah S2 jurusan Aqidah Filsafat dari Al-Azhar, Kairo, Mesir.?

Kini ayahnya telah meninggal. Permintaanya, bagi Nabila menjadi sebentuk wasiat yang mau tak mau haris dilakukan.?

Fans Gus Dur

Dimulai sejak tahun 2014, perempuan kelahiran Gresik, Jawa Timur 1969 itu mulai mewujudkannya, melukis satu per satu para kiai dengan segenap cinta dan penghormatan.?

“Lukisan-lukisan itu bukan hanya bukti kesediaan atas janji, tapi juga sebagai tanda bakti untuk abah dan para kiai NU lainnya.”

Fans Gus Dur

Ulama-ulama NU, menurutnya, sejak awal adalah mereka yang di belakang Soekarno ketika membentuk negera ini. Kemudian kiai-kiai NU konsisten melakukannya. Mereka mengajarkan keteladanan dan membumikan agama.?

Bagi Nabila menghadirkan sosok kiai-kiai itu saat ini adalah upaya untuk mengingatkan kepada khalayak tentang keteladanan mereka itu. Hidup mereka yang penuh dengan perjuangan. Segala ucapan dan tindakan mereka tiadak lain demi kemaslahatan umat.?

Hal itu karena mereka mengaji tidak hanya pada kitab kuning, hadits dan Al-Qur’an, tapi mengaji kehidupan. “Ngaji urip, segala yang dihamparkan Allah, itu ayat nyata. Mereka semua murid kehidupan,” tegas alumnus Institut Sepuluh November Surabaya itu. ?

Karena mereka mengaji kehidupan, lanjutnya, tindak-tanduknya santun dan tawadhu. Mereka tidak berbicara jika memang tidak penting untuk berbicara. Mereka menangis ketika melihat orang susah. Mereka memberikan apa yang dipunya.

Pameran Sang Kekasih dibuka ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dengan memukul gong sembilan kali disaksikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian, Ketua PBNU H. Marsudi Syuhud, AIzuddin Abdurrahman, Robikin Emhas, Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa M. Nabil Harun, Ketua Umum PP Fatayat NU, dan tamu undangan lain.?

Pameran yang memajang 50 lukisan itu akan berlangsung hingga 14 Mei. Tiap hari dibuka pukul 09.00 dan tutup 21.00. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Pemurnian Aqidah, Ubudiyah Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?



Yth Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Iftitah Rais ‘Aam di Munas dan Konbes NU 2017



Yth Para Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

Yth Para Menteri Kabinet Kerja

Fans Gus Dur

Yth Bapak Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi

Yth Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, baik jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziyah, a’wan, lembaga, dan banom.

Hadirin-hadirat yang dirahmati Allah.

Fans Gus Dur

Syukur Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul untuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama2017 yaitu pertemuan minimal dua kali diantara dua muktamar untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam muktamar yang lalu dan menyiapkan pelaksanaan program hingga muktamar mendatang, serta merespon permasalahan aktual yang terjadi pada saat ini. 

Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden yang telah berkenan hadir dan membuka secara resmi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tahun 2017. Hal itu menunjukkan perhatian besar Bapak Presiden kepada Nahdlatul Ulama. 

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar di Indonesia mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengawal negara dan bangsa dari berbagai ancaman. Tanggung jawab tersebut harus diemban dengan penuh kesadaran oleh semua pengurus NU di setiap tingkatan dan mengajak warga Nahdliyin untuk dengan penuh keikhlasan mengemban tanggung jawab tersebut.

Melalui mars Syubbanul Wathan yang terus-menerus dikumandangkan di lingkungan NU antara lain menyatakan “Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu” karena akan berhadapan dengan santri-santri NU. Kalau pada masa yang lalu NU telah berusaha menjaga dan mengawal negara melalui fatwa jihad yang dikeluarkan oleh Rais Akbar PBNU Hadratussyekh Hasyim Asyari yang menyatakan bahwa hukum memerangi kaum penjajah adalah wajib yang kemudian dijadikan Resolusi Jihad oleh PBNU sehingga mendorong masyarakat terutama para santri untuk melawan Belanda sehingga terjadi perang 10 November dan dinyatakan sebagai hari pahlawan. Alhamdulillah tanggal 22 Oktober lahirnya Resolusi Jihad akhirnya juga dinyatakan sebagai Hari Santri Nasional oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2015 walaupun sesudah 70 tahun dari peristiwa terjadinya Resolusi Jihad. Untuk itu, kepada presiden RI Joko Widodo kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya.

Salah satu ancaman yang kita hadapi sekarang ini menurut kami adalah radikalisme dan intoleran. Radikalisme adalah kelompok yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan dasar yang lain. Sedangkan kelompok intoleran adalah kelompok yg dapat merusak keutuhan bangsa.

Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama ini akan membahas upaya-upaya yang sistematis dan terencana dalam menanggulangi bahaya radikalisme dan intoleransi tersebut, yang kemudian dirumuskan menjadi program kerja NU dan rekomendasi Munas/Konbes.

Nahdlatul Ulama tetap istiqamah dalam posisi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945 dari setiap upaya pembelokan arah oleh kelompok-kelompok radikalis agama ataupun sekuler, ekstrimis kanan ataupun kiri, kelompok separatis dan teroris, serta kelompok intoleran. Bagi NU Pancasila dan NKRI sudah final.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Tantangan berikutnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara adalah terkait ekonomi yang berkeadilan. Saat ini, kesenjangan ekonomi di negeri ini sudah sangat terasakan. Bagian terbesar asset ekonomi di negeri ini dikuasai oleh segelintir orang. Sedangkan bagian terbesar masyarakat memperebutkan “remah-remah” sisanya. Hal ini bisa menjadi bom waktu dan bisa memantik terjadinya konflik horizontal yang laten. Oleh karena itu, perlu ada upaya sungguh-sungguh yang terencana untuk mengikis kesenjangan tersebut.

Kami mengapresiasi Bapak Presiden yang telah memerintahkan kepada jajarannya untuk mengambil langkah dan upaya guna mengikis kesenjangan tersebut. Paradigma baru dalam kebijakan ekonomi yang lebih memprioritaskan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah harus terus didorong dan diformalkan menjadi program utama pemerintah. Ide Presiden memberlakukan kebijakan redistribusi aset dan kemitraan antara usaha kecil-menengah dengan pengusaha besar merupakan terobosan yang perlu diformalkan menjadi kebijakan negara.

Nahdlatul Ulama mendukung upaya yang telah dilakukan presiden tersebut. Sebagai ormas yang besar, NU berkepentingan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. Karena sebagian besar warga Nahdliyin adalah masyarakat kecil dan menengah tersebut.

Munas Alim Ulama ini akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu materi pembahasan. Regulasi yang menyebabkan terbukanya peluang kepemilikan asset secara berlebihan akan dikaji secara kritis dan akan dibuat rekomendasi adanya regulasi baru yang memperkuat kebijakan redistribusi aset. 

Munas juga akan merumuskan dari perspektif ajaran agama, bagaimana distribusi aset dilakukan, sejauh mana negara berkewajiban mengatur terkait dengan penguasaan asset dan tanah yang berkeadilan, sehingga tidak terjadi adanya penguasaan asset dan tanah yang berlebihan oleh sekelompok orang, padahal di sisi lain banyak masyarakat yang tidak memilikinya. Munas akan merumuskan upaya apa saja yang akan dilakukan oleh NU terkait dengan masalah ini.





Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati,

Munas dan Konbes juga akan membahas tentang penguatan organisasi NU, agar secara jam’iyah dapat menjalankan tugas-tugas besar terkait kebangsaan dan keumatan. Revitalisasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi (REKONFU) setiap potensi yang dimiliki oleh jam’iyah merupakan upaya yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga NU sebagai ormas yang besar bisa memberikan sumbangsih yang besar pula kepada bangsa dan negara. Terlebih NU sebagai jam’iyah saat ini berada pada penghujung 100 tahun pertama dan akan memasuki 100 tahun kedua. Dalam sebuah hadis disebutkan:

« ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? »





“Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini setiap ujung seratus tahun orang yang memperbarui agama mereka.”

Dalam berjam’iyah, hadis tersebut dapat ditangkap semangat dan konteksnya. Di setiap seratus tahun akan ada orang yang melakukan gerakan pembaruan (harakah tajdidiyah). Nahdlatul Ulama saat ini berada pada penghujung usia seratus tahun, dan setelah itu akan memasuki babak baru fase seratus tahun kedua. Karena itu, kita para pengurus NU di setiap tingkatan harus siap bekerja lebih keras untuk menguatkan jam’iyah kita ini. Kita perbarui semangat kita untuk tetap mengusung cara berfikir dan beragama ala NU (fikrah nahdliyah). Kita perbarui semangat gerakan ke-NU-an (harakah nahdliyyah) di setiap tingkatan organisasi. Kita siapkan runway yang kuat, sehingga diharapkan di awal 100 tahun kedua, Nahdlatul Ulama sudah bisa take off dan tinggal landas secara mulus dan tanpa hambatan berarti.

Bapak Presiden serta hadirin-hadirat yang kami hormati

Demikianlah kiranya sambutan saya, mudah-mudahan ada manfaatnya dan dapat dijabarkan melalui persidangan Munas dan Konbes NU ini. Kami berdoa semoga permusyawaratan ini diridhai  oleh Allah SWT dan dapat merumuskan hasil-hasil yang baik. 

Selanjutnya, mohon berkenan Bapak Presiden memberikan sambutannya, dan dilanjutkan membuka secara resmi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU tahun 20017.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Mataram, November 2017

Rais ‘Aam,





Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

Waykanan, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Waykanan menyatakan syukur atas pelaksanaan pilkada di daerah setempat yang berlangsung damai dan tertib. Suasana damai pemilihan ini menandai peningkatan pemahaman masyarakat setempat dalam perbedaan pilihan politik.

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

"Pesta demokrasi 9 Desember 2015 telah usai. Patut disyukuri perhelatan di Waykanan berlangsung dan berakhir damai. Suatu penanda proses dan pemahaman demokrasi berlangsung baik di masyarakat," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (10/12).

Pilkada Waykanan diikuti pasangan nomor urut 1 Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, dan Nasdem. Serta pasangan nomor urut 2 Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) diusung Demokrat, PAN, Hanura dan PKS.

Fans Gus Dur

Berdasarkan data KPU setempat sebanyak 337.827 pemilih terdiri atas pemilih lelaki berjumlah 172.810. sedangkan pemilih perempuan berjumlah sebanyak 165.017 orang sebagai pemilik suara yang bisa menggunakan suaranya di 780 TPS yang ada.

Fans Gus Dur

Berdasarkan hitung cepat Rakata Institute dari data masuk 95,10 persen dengan tingkat partisipasi 67,72 persen, Bustami-Adinata mendulang suara 39,73 persen. Lalu Berani meraup 60,27 persen.

"Jabatan adalah amanah. Siapapun yang terpilih, tugas kami sebagai pemuda adalah berpartisipasi dalam pembangunan, bukan sebaliknya. Ini kami buktikan pada 2015, GP Ansor Waykanan dibantu sejumlah pihak seperti Tim Penggerak PKK, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu menggelar Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau Sanlat BPUN," kata Gatot lagi.

Gatot mengucapkan selamat kepada anggota Dewan Pembina Gerakan Pemuda Ansor Waykanan H Raden Adipati Surya dan Ketua PD Muhammadiyah Waykanan Dr H Edward Anthoni atas perolehan suara terbanyak pada Pilkada 9 Desember 2015. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an

Pringsewu, Fans Gus Dur

Ketua LP Ma’arif NU Provinsi Lampung H Fauzi adalah sosok yang sangat komit dan inten berkiprah dalam dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Dengan keuletan dan kegigihannya, Alumni S3 Universitas Gajah Mada ini berhasil mendirikan sejumlah perguruan tinggi di beberapa Kabupaten di Provinsi yang dijuluki Bumi Ruwai Jurai tersebut.

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Lampung Beri Beasiswa Pendidikan kepada Para Penghafal Qur’an

Perguruan Tinggi yang berhasil didirikannya tersebut tidak semata diikuti oleh para mahasiswa yang hanya mampu dalam hal finansial. Dalam hal agama, Fauzi juga memberikan kesempatan kepada para Penghafal Quran (Hafiz dan Hafizah) untuk dapat mengenyam pendidikan di Peguruan Tinggi miliknya.

Para Hafiz Qur’an tersebut tidak hanya dapat berkuliah dan mendapatkan ilmu sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Namun mereka juga mendapatkan beasiswa kuliah gratis di lima Perguruan Tinggi miliknya yang tersebar di empat Kabupaten di Provinsi Lampung.?

Menurutnya, langkah yang dilakukannya ini adalah dalam rangka memuliakan para hafiz hafizah dengan memberikan kesempatan berkiprah di dunia pendidikan. Selain itu Ia ingin keberkahan selalu menaungi Kampus yang didalamnya terdapat para Hafiz dan Hafizah.

"Saya ingin memberikan fasilitas kepada mereka untuk menekuni dunia pendidikan formal di Kampus sehingganya insyaallah akan membawa manfaat bagi mereka dan membawa keberkahan bagi kami," ujarnya disela kesibukan hariannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Rabu (26/5).

Fans Gus Dur

Ditemui ditempat terpisah Wakil Ketua Bidang III STIT Pringsewu Abdul Hamid menjelaskan bahwa lima Perguruan Tinggi yang memberikan beasiswa gratis kepada para hafidz yaitu STMIK Pringsewu, STIT Pringsewu, STIT Multazam Lampung Barat, STEBI Tanggamus ataupun STIE Lampung Timur.

Abdul Hamid yang juga Hafiz Quran ini menjelaskan bahwa bagi Alumni SLTA yang sudah menghafal Al Quran dan ingin melanjutkan kuliah bisa langsung mendaftarkan diri pada Tahun Akademik 2016-2017 ini.

"Silahkan hubungi saya atau langsung datang ke kampus untuk melewati rangkaian proses yang salah satunya adalah test kemampuan menghafal Quran," kata Hamid yang juga Pengurus JQHNU Kabupaten Pringsewu.

Fans Gus Dur

Ia mengatakan bahwa program ini ditujukan sebagai apresiasi terhadap para penghafal quran khususnya di Provinsi Lampung. "Mudah mudahan dengan program ini banyak para pelajar yang termotivasi untuk menghafalkan Al-Qur’an. Sehingga Kitab Suci kita tersebut dapat tertanam pada jiwa jiwa generasi penerus kita," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Cerita, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Jakarta, Fans Gus Dur?

Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri menyampaikan tentang peran penting teman dekat dalam mewarnai sukses tidaknya seseorang.?

"Kalian harus bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan," katanya pada acara Sarasehan Dakwah bil Sosmed bersama Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

Ia mengatakan, bahwa sikap, mental dan kepribadian seseorang sangat diwarnai siapa yang menjadi teman dekatnya.?

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Bahkan, katanya, para pakar pendidikan telah sepakat, bahwa pengaruh keturunan, pengaruh pendidikan masih kalah kuat dan dominan dengan pergaulan.?

"Jangan percaya orang sukses berangkat sendiri. Jangan percaya ada orang hebat berangkat sendiri," kata pria yang akrab disapa Gus Ali.

Fans Gus Dur

Karena menurutnya, manusia itu selain sebagai makhluk individu, juga sebagai makhluk sosial.?

Ia mencontohkan, pendiri NU KH Hasyim Asyari yang tidak berangkat sendiri. Menurutnya, disekitarnya terdapat juga orang-orang hebat seperti KH Wahab Hasbullah, KH Romli Tamin, KH Siddiq Jember, KH Faqih Maskumambang, KH Abbas Buntet. (Husni Sahal/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Internasional Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur

Klaten, Fans Gus Dur. Gelaran maulid nabi selama 12 hari, yang diselenggarakan Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta tahun ini, dibuka tadi malam (12/1) atau 1 Rabi’ul Awwal 1434 H, bertepatan pada acara haul KH Muhammad Manshur, yang dilaksanakan di halaman masjid Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten.

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur

Acara pengajian umum semalam merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan untuk memeriahkan acara haul ke-58 Mbah Manshur. Pada acara sebelumnya diadakan sema’an al-qur’an, khitanan massal dan ziarah ke makam al-maghfurlah Mbah Manshur.

Turut hadir dalam acara tersebut Habib Syekh bin Abdul Qadir as-Segaf, para pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshur diantaranya KH M Salman Dahlawi, KH A Djablawi, dan KH Nasrun Minallah. Bupati Klaten H. Sunarno, dan pengurus NU Klaten juga terlihat dalam acara tersebut.

Fans Gus Dur

Acara diawali dengan pembacaan khatmil qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh KH Abdul Karim dan doa yang dibacakan oleh Habib Syekh.

Pada tahun ini, seperti biasanya gelaran 12 malam Jamuro akan diadakan berkeliling di wilayah Solo Raya. Rencananya Jamuro akan dilaksanakan terakhir pada malam 12 Rabi’ul Awwal di Balaikota Surakarta. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk menghormati bulan kelahiran Nabi saw ini, sudah berlangsung sejak 1424 H lalu.

Fans Gus Dur

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Cerita, Kajian Fans Gus Dur

Jumat, 17 November 2017

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku

Takkan sanggup rasanya,

Aku memperbincangkan aib manusia lain

Bila aku ingat, kita juga punya aib

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku (Sumber Gambar : Nu Online)
Andai Tuhan Tak Menutup Aibku (Sumber Gambar : Nu Online)

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku

Takkan sempat rasanya,

Aku menggunjing salah manusia lain

Bila aku ingat, kita punya kesalahan

Fans Gus Dur

Andai saja aibku dan salahku itu tampak

Pastilah aku lebih hina dari yang ku cerca

Pastilah aku lebih salah dari yang kuanggap salah

Fans Gus Dur

Aku bukan manusia baik,

Hanya saja tuhan menyayangiku,

dengan menutup aib-aibku.

Iman yang kumiliki hari ini,

Bisa saja lari meninggalkan diri hina ini

Menampakkan keburukan hati ini

Menghinakanku sehina-hinanya?

Malang, 24 Oktober 2016

Mukhammad Lutfi,? Sahabat PMII Rayon “Perjuangan” Ibnu Aqil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Abdi Ma’had Sunan Ampel Al-Ali UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Cerita, Ubudiyah Fans Gus Dur

Selasa, 07 November 2017

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, Fans Gus Dur. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi Fans Gus Dur, Sabtu (20/6).

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

Fans Gus Dur

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

Fans Gus Dur

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Internasional Fans Gus Dur

Sabtu, 04 November 2017

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Jakarta, Fans Gus Dur

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) menggelar pengobatan gratis bagi pasien penderita penyakit pascabanjir di DKI Jakarta awal Februari lalu. Kegiatan pengobatan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun itu dilakukan di Balai RW 08/81, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu yang membawa serta anaknya sudah menyerbu dan mulai mengantre di bawah tenda untuk menunggu pemeriksaan dari dokter yang bertugas. Mereka terlihat sangat antusias terhadap aksi sosial pengobatan gratis tersebut. Maklum, sejak banjir merendam daerahnya, belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Wakil Ketua LPKNU Dr Bina Suhendra mengatakan, selain karena merupakan daerah yang terkena banjir cukup parah, kelurahan tersebut juga adalah daerah kumuh dan padat penduduk. Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, tampak tak terjaga dengan baik.

Karenanya, dua dokter, dua bidan dan sepuluh relawan lainnya yang dikerahkan dalam aksi tersebut tak hanya memberikan pengobatan secara cuma-Cuma. Tim LPKNU juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu tim dokter dr Fauzan yang langsung menangani pasien membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar memang jauh dari standar. “Kebersihan di perkampungan ini sangat jauh di bawah standar. Selain kumuh, banyak selokan-selokan yang mampet,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, daerah tersebut cukup beruntung. Dari sekitar 300 pasien anak-anak yang ia tangani, tidak ditemukan penyakit leptospirosis. Padahal, katanya, penyakit diakibatkan air seni tikus tersebut rawan muncul dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama lingkungan pascabanjir. “Setidaknya, dari pasien yang saya tangani tidak ditemukan penyakit atau tanda-tanda ada leptospirosis,” pungkasnya.

Fans Gus Dur

“Mayoritas penyakit yang diderita warga adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut-Red), batuk, pilek, diare, DKI (dermatitis kontak iritan) dan gangguan pencernaan. Rata-rata sudah pernah berobat tapi belum sembuh,” ujar dr Fauzan.

Marini (34) yang memeriksakan anak perempuannya, Dian (4), mengatakan, sudah dua minggu batuk berdahak, pilek dan demam anaknya tak kunjung sembuh. Padahal sebelumnya ia sudah memeriksakan ke Puskesmas. “Batuknya parah banget dan berdahak. Demamnya tinggi. Udah sebulan ini anak saya berat badannya menurun,” ujarnya.

Fans Gus Dur

Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah warga yang turut dalam pengobatan cuma-muma itu mencapai 300 orang lebih. "Kami membagikan kupon pengobatan untuk 350 warga. Tapi kalau lebih, kami siap untuk 50 pasien lagi,” ujar Avianto Muhtadi, Program Officer Community Based Disaster Risk and Management NU.

Selain penyuluhan dan pengobatan cuma-cuma, dalam kesempatan itu, LPKNU juga memberikan sejumlah makanan dan susu untuk anak-anak bagi setiap pasien. “Ini juga menjadi perhatian kita. Tidak hanya pengobatan. Kebutuhan gizi mereka (anak-anak) juga harus dipenuhi,” ujar Avianto.

Sebelumnya, tim kesehatan LPKNU bersama warga setempat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bekerja bakti membuang sampah yang masih tersisa akibat banjir dan membersihkan selokan-selokan yang mampet.

“Kita ingin warga sadar betapa menjaga kebersihan dan kesehatan sangat penting. Lebih penting daripada pengobatan sendiri kalau sedang sakit,” terang Avianto yang juga Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser DKI Jakarta. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, News, Sunnah Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

Nyantri Sehari ala PAUD Averroes

Jepara, Fans Gus Dur. PAUD Averrroes Bangsri Jepara memanfaatkan peringatan Hari Santri dengan kegiatan Nyantri Sehari. Kegaiatan yang diikuti sekitar 77 anak dipusatkan di PAUD Averroes, Jalan Wijaya Kusuma 2 RT.02 RW.07 Bangsri Jepara, Sabtu (22/10/16) kemarin.?

Nyantri Sehari ala PAUD Averroes (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyantri Sehari ala PAUD Averroes (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyantri Sehari ala PAUD Averroes

Kegiatan yang berlangsung sehari dilaksanakan mulai pagi hingga sore hari. Kegiatannya meliputi Senandung Asmaul Husna, Kegiatan Keagamaan, Ngaos, Movie Learning, Shalat Berjamaah serta Jalan-jalan Sore.?

Irwan Sayoko, ketua panitia menyebutkan kegiatan dikhususkan untuk TK kecil dan TK besar. Sedangkan untuk anak PAUD dan Todler tidak diwajibkan.?

Khusus kegiatan keagamaan kata dia dibagi menjadi tujuh kelompok. Satu kelompok terdiri dari kegiatan yang berbeda. Sebagaimana data yang diterima Fans Gus Dur tiap kelompok terdiri dari satu kegiatan keagamaan.?

Fans Gus Dur

Adapun kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya kelompok 1 menyusun bentuk geometri menjadi masjid, kelompok 2 meronce manik-manik menjadi tasbih, kelompok 3 story telling (boneka tangan/ wayang/ hafiz doll), kelompok 4 membuat kamus bahasa Arab bergambar, kelompok 5 kolase huruf hijaiyah dengan daun kering, kelompok 6 menyusun gambar urutan wudlu, kelompok mewarnai tulisan pegon “Ayo Mondok”.?

M. Aszulfan Naufani merupakan salah satu peserta dari kelompok tujuh. Kesempatan itu, anak yang duduk di TK kecil PAUD Averrous kebagian kelompok mewarnai tulisan pegon “Ayo Mondok” dengan menggunakan crayon.?

Ditanya soal mengikuti kegiatan, Naufan merasa senang. “Saya pengen pinter ngaji,” katanya polos. Dia juga ada keinginan untuk mondok.?

Fans Gus Dur

Mewakili Kepala Sekolah PAUD Averroes Faizatun Nikmah, Sayoko menambahkan kegiatan merupakan cara untuk mengenalkan kegiatan pesantren ke anak-anak PAUD.?

“Kedepan anak-anak ada yang tertarik untuk mondok,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock