Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim

Lombok Timur, Fans Gus Dur. Untuk kedua kalinya TGH Khudri Abdullah dipercaya sebagai Rais Syuriyah ? PCNU Lombok Timur dan H Imran Fauzi Haetami sebagai Ketua PCNU Lotim. Keduanya dipilih dalam konfrensi cabang di pesantren Riyadul Falah, Aik Prapa kecamatan Aikmel Lombok Timur, Sabtu (8/2).

H Imran Fauzi Haetami mendapat dukungan dari 14 MWCNU dan dukungan dari lembaga dan badan otonom NU.

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim (Sumber Gambar : Nu Online)
TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim (Sumber Gambar : Nu Online)

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim

Dalam proses pemilihan, sebanyak enam utusan MWC tidak hadir. Sementara Menteri PDT Helmi Faishal Zaini urung hadir dalam konfercab karena mengunjungi sebuah perguruan tinggi swasta di desa Gapuk kecamatan Suralaga. Ketidakhadirannya mengecewakan ribuan warga NU di Lotim.

Fans Gus Dur

Konfrensi ini kemudian membentuk formatur yang diserahi amanah untuk menyempurnakan kepengurusan PCNU Lotim periode 2014-2019. Hasilnya akan dilaporkan kepada PWNU NTB dan PBNU di Jakarta untuk segera disahkan. (M Darma Santosa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Budaya, Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 24 Februari 2018

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Tarim, Fans Gus Dur. Universitas Al-Ahgaff merupakan salah satu universitas unggulan dan terkemuka di Hadhramaut-Yaman. Dengan tingkat kesulitan ujian semester yang cukup tinggi, sehingga mahasiswa yang belajar di sana dituntut untuk lebih giat dan ekstra dalam mempersiapkan ujian semester. ?

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Namun, ironisnya tak sedikit dari mahasiswa yang kurang beruntung dalam ujian karena belum bisa lulus (rosib). Walaupun demikian, pihak idarah (administrasi) masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang rosib untuk mengajukan taqdim (pengoreksian ulang) terhadap lembar jawaban soalnya dengan ketentuan membayar RY.2000.- dan uang tersebut tidak akan dikembalikan, toh hasilnya lulus ataupun tidak.

Merespons hal tersebut, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Yaman, menggelar Bahtsul Masail perdana pada Jumat malam (10/03) di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Ahgaff Tarim. Acara ini diikuti sejumlah mahasiswa Indonesia di Tarim Hadhramaut, Yaman. Sekitar 30 delegasi mahasiswa yang hadir menyemarakkan Bahtsul Masail tersebut.

Dalam forum BM tersebut, dibahas sejumlah persoalan. Diantaranya adalah jenis akad apakah praktek pembayaran uang peninjauan ulang (taqdim) tersebut?

Fans Gus Dur

Selanjutnya, delegasi pertama menawarkan jawaban, yaitu akad ini termasuk akad ijaroh. Hal ini sejalan dengan ta’rif di ijaroh. Pun dapat dikatakan mu’athoh karena tidak ada shighot di dalamnya. Berlandaskan dari pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhah.

Adapun delegasi yang lain, menawarkan akad ju’alah sebagai jawaban. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, perumus merumuskan untuk memandang pada beberapa hal.

“Fiqih itu berinovasi terus direhabilitasi, maka tidaklah mungkin dalam masalah ini diasumsikan tidak berakad dan tak dapat dihukumi oleh rasional semata. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa ketika seorang mahasiswa telah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Al-Ahgaff. Dengan itu Ia pun harus mematuhi segala tata-tertib dari universitas. Berdalil dengan apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, bahwa taat terhadap imam adalah wajib. Hal ini pun dikuatkan oleh sebuah kaidah; tashorruful imam ala al-ro’iyyah manuthun bil-mashlahah,” tegasnya.

Fans Gus Dur

Selepas itu, forum memutuskan bahwa praktik pengajuan koreksi ulang seperti diskripsi di atas termasuk kategori akad ijarah fil-dzimah al-sohihah. Hal ini berdasarkan dari kitab Asnal Matholib.

Kemudian bagaimanakah hukum penerimaan uang tersebut bagi pihak lembaga universitas tersebut ?

Hukum penerimaan uang pengoreksian ulang adalah diperbolehkan atas nama ujroh (uang upah). Apabila hal tersebut perkara yang mubah bersamaan dengan adanya letih. Sekiranya telah diketahui tentu diperbolehkan untuk mengambil upah. Maka, uang yang diterimanya adalah halal dengan adanya letih dan tujuan yang lain, sejalan dengan ? akad ju’alah.?

Acara berakhir sekitar pukul 23.00 KSA, seusai pembacaan do’a oleh Mushohhih. (Moh Azizi Al-Mahbub/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kajian, Meme Islam Fans Gus Dur

Selasa, 20 Februari 2018

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU

Kemunculan Departemen Perguruan Tinggi dalam IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), merupakan sebuah upaya untuk mewadahi para mahasiswa NU yang ada di IPNU-IPPNU. Hal tersebut terwujud pada muktamar III IPNU pada tanggal 27 – 31 Desember 1958 di Cirebon

Namun, upaya untuk mendirikan satu organisasi yang menghimpun para mahasiswa NU tersebut sebenarnya sudah lama ada, hal ini terbukti dengan adanya kegiatan sekelompok mahasiswa NU yang berdomisili di Jakarta untuk mendirikan IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama) yakni pada bulan Desember 1955.

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU

Untuk lebih jelasnya kita kutipkan tulisan A. Chalim: “Hasrat untuk mahasiswa Islam yang berhaluan Ahlusunha wal jamaah untuk mendirikan organisasi tersendiri sebenarnya sudah lama ada, dan karena Partai Nahdatul Ulama adalah merupakan refleksi dari Islam Ahlusunha Wal Jamaah organisasi itu (IMANU, Pen) diorientasikan kepadanya (Partai NU), cita pembentukan organisasi itu pada bulan Desember 1955 di Jakarta dengan nama IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama)”.

Fans Gus Dur

Namun, kehadirannya oleh PP. IPNU belum bisa diterima. Karena selain kelahiran IPNU itu sendiri masih baru yaitu pada tanggal 24 Februari 1954, pada waktu diadakan konferensi Besar Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama se Indonesia di Semarang, yang juga banyak diantara pengurus IPNU itu sendiri kebetulan sebagian besar mahasiswa sehingga apabila IMANU didirikan dikhawatirkan justru akan lenyapnya IPNU.

Dari adanya keberatan para aktifis IPNU itu maka boleh dikatakan bahwasanya kehadiran IMANU itu menemui jalan buntu atau lebih tepat dikatakan mati sebelum dibesarkan. Tetapi usaha usaha untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu tetap terus berlanjut bahkan dapat pula dicatatkan disini satu usaha untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu pernah pula mencapai keberhasilan walaupun sifat organisasi itu hanya bersifat lokal.?

Kemunculan KMNU di Solo

Fans Gus Dur

Upaya untuk membentuk organisasi mahasiswa NU tersebut juga terjadi Di Kota Surakarta, Jawa tengah. Sekelompok mahasiswa NU yang dimotori oleh sahabat H. Mustahal Ahmad (waktu itu beliau mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Cokroaminoto Surakarta), dengan mendirikan keluarga mahasiswa Nahdatul Ulama (Surakarta) juga pada tahun 1955, bahkan boleh dikatakan KMNU adalah satu-satunya organisasi mahasiswa NU yang dapat bertahan sampai dengan lahirnya PMII pada tahun 1960.

Kelahiran dan perkembangan KMNU ini, walaupun tidak ada sangkut pautnya dengan PMII, secara kronologis historis dengan kelahiran PMII tetapi perlu pula kami catatkan disini sebab nanti ketika PMII dibentuk di Surabaya, salah satu bahkan dua diantara 13 sponsor pendiri PMII berasal dari Kota Solo.

Kembali usaha untuk mendirikan satu organisasi mahasiswa NU yang bersifat nasional masih terus berlanjut, hal ini terbukti dari makin besarnya keinginan para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa sendiri, suara-suara itu didengungkan dalam Muktamar II IPNU pada tahun 1957 di kota Pekalongan. Hal ini seperti dituturkan oleh sahabat Wail Haris Sugianto, “Tiga tahun setelah berdirinya IPNU yaitu dalam Muktamar II IPNU di kota Pekalongan yang diselenggarakan pada tanggal 1-5 Januari 1957 nampak lebih terang lagi mahasiswa-mahasiswa NU yang tergabung dalam IPNU makin besar jumlahnya. Dimana dalam muktamar tersebut sudah ada keinginan untuk membentuk satu wadah tersendiri dikalangan mahasiswa mahasiswa Nahdatul Ulama.”

Selain IMANU (Jakarta) dan KMNU (Solo), kemudian di Bandung juga muncul PMNU (Persatuan Mahasiswa NU) dan masih banyak lagi di kota yang terdapat perguruan tinggi, yang mempunyai keinginan serupa. Tetapi dalam hal ini pimpinan IPNU tetap membendung usaha-usaha tersebut, dengan satu catatan pimpinan pusat IPNU akan lebih mengintensifkan akan usaha-usahanya untuk mengadakan penyelidikan :

1. Berapa besar potensi mahasiswa Nahdatul Ulama?

2. Sampai berapa jauh kemampuan untuk berdiri sendiri sebagai organisasi mahasiswa?

Kemudian didalam Muktamar III IPNU di Cirebon yang diselenggarakan pada tanggal 27-31 Desember 1958, Muktamar berpendapat bahwa sudah waktunya untuk menentukan status dari para mahasiswa kita. Akhirnya dalam Muktamar tersebut diputuskan adanya Departemen Perguruan Tinggi IPNU yang dipimpin oleh rekan Ismail Makky.

Namun pada kenyataanya usaha tersebut diatas tidaklah banyak berarti bagi kemajuan para mahasiswa NU sendiri hal tersebut dikarenakan beberapa sebab yakni:

1. Kondisi obyektif menyatakan bahwasanya keinginan para pelajar sangat berbeda dengan keinginan dan perilaku para mahasiswa.

2. Dan ternyata gerak dari Departemen Perguruan Tinggi IPNU itu sangat terbatas sekali terbukti untuk duduk menjadi anggota PPMI (Persatuan Perhimpunan mahasiswa Indonesia, satu konfederasi organisasi mahasiswa extra Universitas), tidaklah mungkin bisa, sebab PPMI adalah gabungan ormas-ormas mahasiswa. Apalagi dalam MMI (Majelis Mahasiswa Indonesia, satu federasi dari para Dewan / Senat Mahasiswa, juga tidaklah mungkin).

Menyadari akan keterbatasan itu dan berkat dorongan-dorongan dari pelbagai pihak serta dengan mengambil beberapa per imbangan diantaranya :

1. Didirikannya Perguruan Tinggi NU dipelbagai tempat seperti PTINU di Surakarta (sekarang bernama Universitas Nahdatul Ulama), Fakultas Ekonomi dan Tata Niaga dan Fakultas Hukum dan Tata Praja di Bandung (sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara, Bandung, Pen) dan Akademi Ilmu Pendidikan dan Agama Islam di Malang (sekarang bernama Universitas Islam Malang, Pen) dan yang berarti makin dibutuhkannya saluran bidang bergerak bagi mahasiswa mahasiswa kita.

2. Adanya dorongan dari pucuk pimpinan lembaga Pendidikan Maarif NU sendiri agar lebih mengkonkritkan bentuk organisasi mahasiswa kita.

3. Adanya dorongan-dorongan dari perorangan para mahasiswa kita yang kuliah di PTINU untuk mengkonkritkan wadah dari para mahasiswa NU.

4. Adanya kenyataan praktis maupun psikologis yang berbeda disegi system belajar dari kalangan pelajar dan mahasiswa, dan akhirnya berkesimpulan

5. Dirasakan sudah waktunya untuk mendirikan satu organisasi mahasiswa Nahdatul Ulama.

Dan akhirnya upaya-upaya untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu mencapai titik terang setelah secara panjang lebar sahabat Ismail Makky dan sahabat Muhamad Hartono, BA berbicara di depan konferensi Besar I IPNU di Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Maret 1960 dan akhirnya atas dasar uraian-uraian dan perbagai argumentasi tentang pentingnya dibentuk satu wadah organisasi mahasiswa NU yang lepas baik secara organisatoris maupun adminstratif.

Maka diputuskanlah bahwa setelah konferensi besar IPNU ini maka akan di adakan musyawarah mahasiswa NU dengan limit waktu satu bulan setelah konbes IPNU tersebut, direncanakan musyawarah pembentukan organisasi mahasiswa NU itu akan dilaksanakan di Kota Surabaya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Sejarah singkat IPNU IPPNU, buku. Kenang-kenangan Makesta IPNU-IPPNU Kodya Surakarta (1970); Buku Sejarah PMII Surakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, Sholawat, Syariah Fans Gus Dur

Jumat, 16 Februari 2018

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan

Sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya bahwa niat memegang peranan penting terhadap perjalanan hukum fiqih. Sebagaimana kaidah:

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan

? ?

Fans Gus Dur

“Bahwa segala perbuatan adalah bergantung lada maksudnya (niat).”

Fans Gus Dur

(Baca: Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad)

Kaidah ini dibangun berdasarkan hadits yang sangat terkenal bahwa sesungguhnya sahnya suatu amal harus disertai dengan niat. Maksud dari hadits ini adalah bahwasannya balasan atau pahala suatu amal adalah tergantung pada niat. Demikian juga, sah atau tidaknya suatu amal adalah tergantung pula pada niat.?

Seseorang mengambil barang hilang di jalan, yang ternyata kemudian barang tersebut rusak di tangannya, atau bahkan hilang. Apakah ia berkewajiban mengganti barang yersebut? Maka, dalam kasus seperti ini, memecahkannya adalah dikembalikan lagi pada niat awal ketika orang tersebut mengambil barangnya. Jika niat awal mengambilnya adalah untuk diserahkan kepada pemilik asli barang, atau agar orang lain tahu bahwa barang tersebut ada di tangannya , dan sewaktu-waktu pemiliknya mencari, barang itu akan ia serahkan, maka dalam hal ini pelaku adalah seorang yang memang amanah sehingga ia tidak dikenakan atas ganti rugi terhadap barang yang hilang atau rusak tersebut.

Namun bila, niat awal mengambil barang tersebut adalah untuk dimilikinya, sementara di kemudian hari ternyata pemilik sebenarnya datang mencari dan menemui orang yang mengambil tersebut, maka bila barang itu hilang atau rusak, dengan demikian ia wajib untuk menggantinya. Mengapa? Karena akibat perbedaan niat awal tersebut, pelaku yang mengambil bisa dihukumi dengan dua sudut pandang fiqih yang berbeda. Pertama, ia dihukumi sebagai orang yang amanah, dan yang kedua ia dihukumi sebagai pencuri. Inilah konsistensi fiqih, yang memandang pekerjaan yang sama namun dengan dua hukum yang berbeda, karena niatnya berbeda. Sikap konsistensi fiqih ini kemudian digambarkan dalam sebuah kaidah:?

? ? ? ? ? ?

“Pada hakikatnya hukum itu tergantung pada sebab, bukan pada keumuman lafadh.”

Kaidah fiqih ini jika diterapkan pada bentuk terapan dalam wilayah akad/transaksi, sebenarnya masih terlalu umum. Karena tidak semua sebab adalah niat, dan tidak semua niat adalah sebab. Misalnya pernyataan “padinya dimakan tikus”, untuk menjelaskan bahwa tikus merupakan sebab, sehingga suatu padi di dalam petak gagal untuk dijual.?

Jika ada suatu hadiah diberikan, namun dilengkapi dengan adanya syarat dan ketentuan sehingga hadiah tersebut gagal diterima bila syarat dan ketentuan tersebut tidak dilengkapi, maka pada dasarnya hadiah tersebut bukanlah hadiah, meskipun ia disebut sebagai hadiah. Lebih tepatnya hal itu bisa disebut sebagai akad jual beli sehingga bukan tempatnya jika ia disebut sebagai hadiah. Nah, sampai di sini, manakah yang disebut sebagai sebab, dan mana yang disebut sebagai niat?

Untuk itulah kemudian ulama mengembangkan sebuah kaidah lain dengan berangkat dari lafadh sebab khusus dan lafadh umum, sebagaimana kaidah di atas.?

? ? ? ? ? ? ? ?

"Hukum di dalam akad tergantung pada niat dan makna sehingga bukan bergantung pada lafadh dan bentuknya."

Sesuai dengan kaidah ini, meskipun pemberian di atas dinamakan hadiah, tetapi karena dalam praktiknya ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh yang diberi, serta hadiah tersebut bisa batal untuk diberikan manakala tidak dipenuhi persyaratannya, maka hadiah tersebut sejatinya bukan hadiah, melainkan jual beli.?

Contoh kasus yang lain adalah pada praktik pengalihan hutang (hawalah). Jika merujuk pada pola hawalah, maka seharusnya bagi pihak yang mengalihkan hutang adalah sudah bebas dari hutangnya dan ia sudah tidak memiliki tanggung jawab lagi terhadap hutang tersebut. Akan tetapi, bila ternyata dalam praktiknya, orang yang mengalihkan ternyata masih harus menanggung beban pembayaran dari orang yang menggantinya, maka meskipun akad tersebut pada awalnya disebut sebagai hawalah namun pada dasarnya, ia bukanlah hawalah, melainkan kafalah.

Kesimpulannya, “sebab” yang sebelumnya merupakan niat dan soko utama dalam akad/transaksi, menjadi diperinci kembali, apakah benar ia sebagaimana yang diniatkan, ataukah sebagaimana yang dimaksudkan? Jika dalam praktiknya ia harus dikembalikan kepada sebagaimana yang dimaksudkan dalam maknanya shighat, maka harus ada penelitian kembali terhadap jenis akad yang berlangsung sehingga tidak terjadi salah sebut akad. (Muhammad Syamsudin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Ubudiyah, Kajian Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Jakarta, Fans Gus Dur

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta meluncurkan kelompok diskusi yang diberi nama Diskursus Pemuda Kebangsaan (DPK), Kamis (21/1) di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. Peluncuran ini dilaksakanakan bersamaan dengan diskusi rutin yang dilakukan PKC PMII DKI Jakarta.

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Koordinator utama DPK, Don Gustiral mengatakan, setiap diskusi yang dilaksakan oleh PMII merupakan diskursus akademik sebagai perwujudan keilmuan yang diterima oleh mahasiswa di kampus.?

Pemuda sebagai pilar bangsa, lanjutnya, sangat penting dalam memahami berbagai problematika kebangsaan tak terkecuali persoalan radikalisme yang terus bergerak masif mengancam keutuhan bangsa.

“Di PMII, sudah menjadi tradisi terkait dengan kelompok-kelompok kajian serius. Misal kelompok kajian 164 yang terbukti melahirkan banyak intelektual dan tokoh yang hingga saat ini aktif menghasilkan pemikiran-pemikiran brilian,” ujar Don Gustiral di tengah puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Ketua Umum PKC PMII DKI Jakarta, Mulyadin Permana juga menuturkan, walaupun masih dalam tataran diskusi, kelompok kajian kebangsaan ini sangat penting guna menyadarkan generasi muda secara umum terkait problem kebangsaan. Merujuk pada kasus bom Thamrin, Mulyadin menegaskan bahwa mental intoleran masih melekat pada diri generasi muda.

“Diskusi problem kebangsaan harus terus digelorakan. PMII mengajak kepada para mahasiswa untuk aktif menyumbang pemikiran guna mengurai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Adapun dalam diskusi bertema ‘Pemuda dan Pemahaman Kebebasan Beragama’ ini, PKC PMII DKI Jakarta menghadirkan Ketua Kanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman Harun, Wasekjen PP GP Ansor Masud Shaleh, Anggota FPDIP Jalaluddin Rahmat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, dan Ketua Banteng Indonesia I Ketut Guna Arta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian, Kyai, Warta Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam

Jakarta, Fans Gus Dur. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU) sedang menggalakkan program kaderisasi ranting NU, yakni kepengurusan NU di tingkat desa atau kelurahan. Program percontohan kaderisasi ranting telah dilakukan dengan melibatkan pengurus tingkat cabang (PCNU) dan diharapkan berlanjut ke sebanyak mungkin ranting (PRNU) seluruh Indonesia.

Ketua PP Lakpesdam NU H Yahya Ma’shum kepada Fans Gus Dur di Jakarta, Senin (16/6) mengatakan, keberadaan organisasi NU harus dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga di tingkat lapis paling bawah, yakni ranting atau jika perlu sampai ke anak ranting.

Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)
Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)

Indikator Pengurus Ranting NU Tergolong “Aktif”, Menurut Lakpesdam

Dalam rangka meningkatkan peran NU di tingkat ranting atau desa dan kelurahan, maka SDM pengurus ranting harus dipersiapkan. Sementara program di tingkat ranting terdekat yang sudah berjalan bisa menjadi acuan.

Fans Gus Dur

Sebagai motivasi, PP Lakpesdam NU telah menyampaikan beberapa ciri atau indikator kepengurusan NU di tingkat ranting atau tingkat kecamatan (MWCNU) dapat dinilai sehat atau aktif.

Fans Gus Dur

Pertama, pengurus ranting telah terlibat atau bahkan menggerakkan berbagai aktivitas atau tradisi keagamaan di desa atau kelurahan setempat. “Jadi indikator pertama PRNU aktif adalah jika amaliyah NU berjalan,” kata Yahya Ma’shum.

Kedua, pengurus ranting NU telah meningkatkatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Para pengurus juga bisa menghimpung dana dalam bentuk zakat dan infaq dari masyakrat yang dikembalikan untuk keperlan masyarakat setempat. Dalam hal ini peran lembaga di tingkat kabupaten hanya menjadi partner yang menfasilitasi berbagai program di tingkat ranting aau kecamatan.

“Selanjutnya, bagaimana ranting sehat itu dicirikan dengan terjadinya proses kaderisasi secara sederhana melalui berbagai even atau kegiatan. Di dengan melibatkan warga arau anak-anak muda untuk menjadi panitia kegiatan itu sudah merupakan kaderisasi,” kata Yahya.

Indikator selanjutnya, PRNU dinilai aktif apabila pengurus telah telibat dalam kegiatan peningkatkan taraf perekonomian warga yang disesuaikan dengan  kondsi dan kebutuhan warga setempat.

Warga juga harus dikenalkan dengan politik anggaran. “Sekarang desa menjadi pusat perhatian dan alokasi anggaran untuk desa juga cukup besar,” katanya.

Di bidang pendidikan, pengurus NU di tingkat ranting dinilai aktif jika bisa membangun atau menggerakkan pendidikan yang ada, mulai dari PAUD, Taman Pendidikan Al-Quran, atau lembaga pendidikan lain dengan taraf lebih tinggi sesuai kapasistas ranting setempat.

“Yang juga perlu diperhatikan diperhatikan oleh ranting adalah syarat adminitrasi dan managemen keorganisasian. Lalu, kantor atau pusat kegiatan NU minimal ditandai dengan papan nama,” kata Yahya.

“Jadi buat apa NU berkibar di tingkat cabang, kalau di MWC dan ranting tidak,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

 

Ilustrasi: Kantor Pengurus Ranting NU di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, yang juga sekaligus sebagai kantor beberapa badan otonom dan unit usaha NU setempat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Kajian Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja

Kudus, Fans Gus Dur. Masjid maupun mushola Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting untuk melestarikan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dari gerusan ajaran lainnya. Salah satunya, pengurus masjid NU harus menumbuhkembangkan tradisi-tradisi keagamaan Aswaja di masjid.

"Disamping mengurusi warganya sendiri, masjid NU harus memperkuat tradisi Aswaja guna mencegah masuknya paham non Aswaja yang mengancam jamaah," kata pengurus Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Kudus H. Ahmad Syafii, Jumat (19/8).?

Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja

Syafii mengatakan, ancaman paham lain akan hilang manakala masjid NU masih mensyiarkan berbagai kegiatan maupun tradisi Aswaja di lingkungan masjid. Ia menyebut tradisi-tradisi ajaraan Aswaja semacam nabuh bedug-kentongan sebelum adzan, membaca syiir puji-pujian setelah adzan, serta dzibaan-berjanzenan supaya tetap digerakkan dan dipertahankan.

"Kalau bisa maksimalkan syiarnya dengan pengeras suara, walaupun dibatasi waktunya demi toleransi warga sekitarnya," ujarnya.?

Fans Gus Dur

Dalam penataan manajemen masjid, kata dia, perlu ada penyeragaman administrasi. Struktur kepengurusan wajib mencantumkan pengurus NU sebagai pelindung di bawah kepala Desa.?

"Penyeragaman papan nama masjid NU juga sangat perlu untuk menangkal aliran yang tidak jelas jluntrung-nya," tegas Syafii yang juga ketua pengurus masjid Baitul Muttaqin Jatiwetan Kudus.?

Syafii memohon para kiai NU bisa menyebarluaskan ilmunya termasuk naskah khutbahnya kepada jamaah. Sebab, ia menyadari sebagian khotib muda lebih senang mengcopy naskah khutbah dari internet.?

Fans Gus Dur

"Yang kita khawatirkan, manakala mengambil teks khutbah berpaham non-Aswaja. Insyaallah kita akan gagas penerbitan buletin atau selebaran bagi jamaah masjid," katanya. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, PonPes Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Yogyakarta, Fans Gus Dur. LAZIS NU Wilayah Yogyakarta bekerjasama dengan PCNU dan MWCNU Kotagede melaksanakan santunan kepada anak yatim dan lansia serta masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan di dua tempat sekaligus pada Ahad pagi (12/07). 

Acara dilaksanakan pada pukul 8 pagi di pesantren Nurul Ummah Kotagede dengan memberikan paket sembako dan sejumlah uang dan dilanjutkan santunan berikutnya di pondok pesantren Ulul Albab Balerejo. Hadir pada rangkaian acara ini Imam Priyono, selaku wakil walikota Yogyakarta sekaligus pembina Ansor Wilayah Provinsi DIY. Hadir pula Ketua PCNU kota Yogyakarta H A Yubaidi yang memimpin acara dengan diawali dzikir dan sholawat bersama.

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Yubaidi juga menyampaikan harapannya agar LAZIS NU kota Yogyakarta dapat menjadi lembaga yang memiliki integritas tinggi dalam pergerakannya di bidang zakat, infak, dan sedekah.

 

KH Munir Syafa’at selaku rais syuriyah PCNU kota Yogyakarta juga menuturkan bahwa LAZIS NU Kota Yogyakarta sangat dibutuhkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya maupun infak atau sedekah untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. (Failashuf/Mukafi Niam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, AlaSantri Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Jumat, 05 Januari 2018

Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016

Tasikmalaya, Fans Gus Dur - Turnamen Liga Santri Nusantara (LSN) untuk zona Jawa Barat III siap digelar. Pertandingan ini akan diawali dengan Kick Off di Stadion Dadaha Kota Tasikmalaya pada 21 Agustus 2016 mendatang.

Menjelang Kick Off LSN 2016 Region Jabar III ini, panitia penyelenggara bersiap diri dengan melaksanakan rapat teknis bersama official tim peserta dan melibatkan Asosiasi Wasit dan Perangkat Pertandingan Profesional Indonesia (AWAPPI) Jawa Barat.

Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasikmalaya Siap Sukseskan Liga Santri Nusantara 2016

Acara yang dilaksanakan pada Ahad (14/8) di Sekretariat LSN Region Jabar III Jalan Raya Timur, Cintaraja Singaparna Kabupaten Tasikmalaya diikuti 38 official tim. Mereka berasal dari pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, Kota Tasikmalaya dan Banjar.

Fans Gus Dur

Usep Saeful Kamal, Koordinator Region, “Technical Meeting ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara panitia penyelenggara dengan peserta LSN terkait peraturan pertandingan dan persipan teknis menjelang kick off hingga pertandingan selanjutnya. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindarkan.”

Fans Gus Dur

LSN sungguh memiliki arti bagi Region Jabar III sebagai wilayah basis utama pesantren di Jawa Barat, terutama Tasikmalaya. Di dalamnya terpendam santri berbakat hebat sebagai pemain sepakbola. “Even LSN ini menjadi pembuktian santri, bahwa mereka bisa menjadi pesepakbola profesional dan berkontribusi besar bagi dunia olah raga,” tegasnya.

Ketua Panitia Nanang Waslian menuturkan, “Mari kita manfaatkan teknikal meeting ini sebaik-baiknya, di mana kami melibatkan AWAPPI untuk memberikan pencerahan terkait hal-hal teknis demi suksesnya penyelenggaraan LSN di Region Jabar III.”

Waslian menuturkan, “Kami sadar betul bahwa dalam helatan yang baru kami laksanakan ini dibutuhkan support dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi dibidangnya berdasarkan ketentuan dari panitia nasional.”

Sementara itu, Haris Sanjaya yang mewakili penanggung jawab panitia penyelenggara Region Jabar III menuturkan, “Terkait dengan ranah teknis pelaksanaan pertandingan LSN kami serahkan sepenuhnya kepada AWAPPI sebagai ahli dibidangnya, adapun hal-hal terkait ranah panitia kami siap diajak berkomunikasi.”

Untuk itu, seluruh pesantren diharapkan menyatakan kesanggupan dan berkomitmen mengikuti kompetisi dan bersedia mematuhi ketentuan-ketentuan FIFA/AFC/AFF/Federasi/RMI/Panitia Nasional Liga Santri Nusantara 2016 berlaku. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Fans Gus Dur

Fogging Dilakukan di Seluruh Sudut Lokasi Utama Muktamar

Jombang, Fans Gus Dur. Perhelatan Muktamar ke-33 NU di Jombang tinggal beberapa hari lagi. Panitia daerah (panda) terus menggenjot persipan untuk lokasi utama, terutama alun-alun setempat yang bakal digunakan acara pembukaan.

Untuk keperluan itu, pemerintah Jombang membantu panitia melalui pengasapan atau fogging di lokasi utama Muktamar NU, Selasa (28/7). Dua petugas kesehatan nampak melakukan pengasapan hampir seluruh sudut lapangan. Tidak terkecuali panggung yang akan digunakan presiden Joko Widodo.

Fogging Dilakukan di Seluruh Sudut Lokasi Utama Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Fogging Dilakukan di Seluruh Sudut Lokasi Utama Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Fogging Dilakukan di Seluruh Sudut Lokasi Utama Muktamar

"Fogging ini hanya untuk mengurangi populasi nyamuk saja. Kalau soal bahaya DBD tidak ada," ujar Kepala Dinas Kesehatan Heri Wibowo.

Fans Gus Dur

Tidak hanya alun-alun, lanjut Heri, penyemprotan insektisida itu juga bakal dilakukan di empat pesantren yang juga digunakan sebagai penginapan peserta Muktamar ke-33 NU. Empat pesantren itu adalah Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Pesantren Darul Ulum Rejoso, dan Pesantren Tebuireng. "Untuk pesantren besok (hari ini) fogging baru dilakukan," pungkas Heri.

Fans Gus Dur

Di sela-sela meninjau langsung lokasi utama Alun-alun, Selasa (28/7), Ketua Panda Muktamar Ke-33 NU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, persiapan alun-alun sudah mencapai 95 persen, hanya ada beberapa yang kurang di antaranya adalah penerangan, penambahan genset dan toilet, serta penerangan jalan umum.

"Kalau secara umum baik empat pesantren dan alun-alun kita bisa lihat sekarang semuanya sudah siap. Kita berharap semuanya sudah tuntas sebelum tanggal 1 Agustus," tandasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Fans Gus Dur

Kamis, 21 Desember 2017

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja

Jombang, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor Jombang memastikan kader dan anggotanya tidak ada yang berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi demonstrasi, Jumat (4/11). ? Namun demikian, dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) hendaknya segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penegasan ini disampaikan Ketua GP Ansor Jombang Jawa Timur, Zulfikar Damam Ikhwanto. "Kader Ansor dan Banser tidak ada yang berangkat ke Jakarta demi mengikuti demonstrasi 4 November," katanya, Kamis (3/11) petang di kantornya. Justru sejumlah kader akan mengerjakan amaliyah Ahlussunnah waljamaah dengan berdoa, membaca shalawat, istigatsah demi bangsa Indonesia agar lebih baik, lanjutnya.

Bagi Gus Antok, sapaan akrabya, kepada masyarakat yang melakukan demonstrasi agar mengedepankan persatuan dan kesatuan, serta menjaga kebhinekaan. "Upaya-upaya memecah persatuan Indonesia harus kita tangkis bersama," terangnya. ? Dan kalaupun melakukan demonstrasi hendaknya tetap menjaga suasana kondusif, tidak melakukan tindakan anarkhis, serta berdemo secara santun demi menjaga keutuhan NKRI. ?

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja

Ia menandaskan, boleh saja melakukan demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi. "Namun sebagai Muslim dan warga negara Indonesia, hendaknya hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun," pesannya.?

Pesan Gus Antok, saat melakukan demo hendaknya tidak dengan menyampaikan ujaran kotor dan umpatan yang justru merusak tata nilai sebagai orang beragama. "Tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati, mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai masyarakat yang mejemuk terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama," tandasnya.?

Fans Gus Dur

"Kita serahkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara Ahok kepada kepolisian sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," katanya.?

Baik Ansor dan Banser mendukung fatwa MUI Pusat dan hasil musyawarah ulama, tokoh masyarakat, dan ? juga para kiai di Jombang beberapa waktu lalu agar kasus Ahok diproses sesuai mekanisme hukum yang ada di Tanah Air. (Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian, IMNU, Doa Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif

Pringsewu, Fans Gus Dur - Maksimalisasi peran dan manfaat zakat bagi peningkatan kemakmuran ekonomi umat menjadi perhatian penting Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. Sebagai lembaga yang berkiprah dalam hal tersebut LAZISNU Pringsewu menggandeng beberapa pihak untuk memaksimalkan zakat diantaranya dalam bentuk zakat produktif.

"LAZISNU Pringsewu sudah melakukan aksi dengan menasharufkan zakat produktif dalam wujud hewan ternak," kata Ketua LAZISNU Pringsewu Khairuddin di sela-sela penyaluran hewan ternak Kambing tahap kedua, Jumat (9/9).

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif

Jika zakat produktif ini dapat dikelola dengan baik oleh para mustahiq penerima zakat dengan bimbingan dari LAZISNU, ia yakin zakat ini akan meningkatkan taraf hidup perekonomian mereka yang rata-rata berada dalam kondisi ekonomi lemah.

Fans Gus Dur

Berbagai variasi zakat produktif juga terus dikaji oleh LAZISNU Pringsewu dengan melihat kebutuhan dan prospek yang ada di masyarakat khususnya di Kabupaten Pringsewu.

"Kita tidak hanya mewujudkan zakat produktif dalam wujud hewan ternak kambing. Tetapi hewan ternak lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi juga disalurkan seperti kita sudah menyalurkan hewan ternak berupa burung love bird yang akan diternak oleh para mustahiq," jelasnya.

Fans Gus Dur

Pemilihan burung love bird sebagai alternatif wujud zakat produktif didasarkan atas tingginya minat masyarakat untuk memelihara burung yang terkenal memiliki variasi warna dan kicauan ini.

"Burung ini mudah dalam perawatan dan cepat berkembang biak dan dipasaran juga harganya bersaing. Oleh karenanya kita berharap mustahiq yang merawat burung ini akan terangkat ekonominya," harapnya.

Nantinya pengelolaan zakat produktif ini akan terus dipantau perkembangannya dan dilakukan evaluasi berkala sehingga akan terlihat bentuk zakat apa yang paling prospektif.

"Mudah-mudahan jenis-jenis pentasyarufan zakat produktif ini akan benar-benar dapat menelurkan produk dan bermanfaat bagi pengentasan kemiskinan khususnya di Kabupaten Pringsewu," harapnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Kajian Fans Gus Dur

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Bantul, Fans Gus Dur. Lahan terbatas sama sekali bukan alasan untuk berani berkreasi atau berkarya. Tampak dalam foto, Pengasuh Pondok Pesantren Alimdad, KH M Habib A Syakur, sedang berusaha meluruskan batang tanaman lombok dan terong di media tanam polybag di terik sinar matahari.

Beberapa puluh polybag berisi tanaman lombok dan terong memang sengaja ditata sedemikian rupa oleh Habib di pekarangan kediamannya, yang masih masuk dalam kawasan komplek Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul. Dalam keterangannya, Habib menyebutkan bahwa ia telah menyiapkan sekira 500 polybag untuk kedua jenis tanaman tersebut.

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

"Sejatinya, saya juga ingin mempersiapkan beberapa ratus polybag lagi untuk berbagai jenis tanaman lain, seperti tomat, timun, dan kacang panjang. Tapi, saya kira hal ini akan saya lakukan secara berjenjang dahulu," ujar Habib.

Fans Gus Dur

Media tanam polybag yang dirawat oleh Habib ini terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang dan kompos yang keduanya merupakan hasil dari pengolahan limbah di Pondok Limbah yang dimiliki PP Al-Imdad Bantul. Hal ini adalah ejawantah dari visi pesantren Al-Imdad sendiri, yaitu SANTRI SALIH--Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup.

Fans Gus Dur

"Saya gak punya pengetahuan apa-apa tentang tanaman polybag ini, tapi saya beranikan diri untuk mencobanya, sebab berdasarkan teori dan pengalaman sebagian orang, hal semacam ini mungkin saja dilakukan," jawab Habib saat ditanya perihal pengalamannya menekuni tanaman polybag ini.

Habib lantas memungkasi, "Kalau usaha saya berhasil, ini akan meringankan anggaran belanja untuk makan santri dan kalaupun gagal, saya kira tak jadi masalah. Sebab, dalam prosesnya saja, saya sudah terhibur dengan merawatnya."(Yusuf Anas/Anam) Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ulama, Kajian Fans Gus Dur

Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London

Jakarta, Fans Gus Dur. Perusahaan pakaian Muslim Aab membuka toko pertamanya di London untuk melengkapi penawaran online, Inggris Daily Mail melaporkan, Senin.

Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London (Sumber Gambar : Nu Online)
Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London (Sumber Gambar : Nu Online)

Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London

"Kami sangat gembira dan senang untuk dapat memulai toko fisik pertama kami untuk klien kami di London," kata Nazmin Alim, direktur kreatif dari Aab.

"Kota ini merupakan pasar yang penting bagi kami. Ini salah satu pusat internasional yang paling penting dari fashion, "tambah Alim.

Fans Gus Dur

"Toko butik ini merupakan manifestasi fisik dari merek Aab. Ini akan memungkinkan kami untuk menyajikan kualitas premium dari merek otentik yang sesuai sehingga pelanggan kami akan dapat melihat, menyentuh dan merasakan produk kami dalam lingkungan kita dengan hati-hati. " seperti dikutip oleh Al Arabiya.

Aab, terletak di East London, lebih dari 2.000 pembeli datang selama acara pembukaan.?

Fans Gus Dur

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2007 dan mengkhususkan diri dalam pakaian konservatif. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Kajian Fans Gus Dur

Kamis, 14 Desember 2017

Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi

Jakarta, Fans Gus Dur - Pada acara penyerahan sertifikat kepada alumni Kelas Menulis Fans Gus Dur angkatan ketiga di gedung PBNU lantai 5, Pemred Fans Gus Dur Mukafi Ni’am, memberikan motivasi menulis ke kader-kader muda NU yang hadir di kesempatan itu.

Menurut Ni’am, menulis adalah proses yang panjang dan tidak bisa jika hanya berhenti belajar setelah Kelas Menulis Fans Gus Dur. Ia mengambil contoh perjalanan karir kepenulisan Mahbub Djunaidi, yang dijuluki sebagai Pendekar Pena.

Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi

“Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari Mahbub. Dari kalangan NU, Mahbub termasuk tokoh yang menyejarah,” ungkapnya, Jumat (17/2) malam.

Fans Gus Dur

Ni’am mengatakan, ketua umum pertama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menjadi sejarah berkat menulis. Ni’am pun menceritakan rekam jejak dan komitmen Mahbub sebagai seorang penulis.

Fans Gus Dur

Dalam usia yang masih sangat muda, Mahbub menjadi pemimpin redaksi Harian Duta, yang hal itu membuat seorang tokoh pers Indonesia, Rosihan Anwar, sempat iri padanya. Hal tersebut, lanjut Ni’am, terjadi di Kedutaan Besar Amerika.

“Kemudian, Mahbub pun pernah menjadi kolumnis tetap ‘Asal-Usul’ di Harian Kompas. Mahbub mengisi kolom ‘Asal-Usul’ selama tujuh tahun tanpa absen. Hingga akhirnya, Mahbub pun dikenal oleh masyarakat luas,” kisah pria berkacamata ini.

Pada kesempatan malam itu, Ni’am pun berpesan kepada alumni dan peserta Kelas Menulis Fans Gus Dur angakatan keempat, agar kemampuan menulis terus ditempa. “Bakat saja tidak cukup, jika tak ditempa,” pungkasnya. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Kajian, Nahdlatul Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

Pesantren Al-Nahdlah Tawarkan Beasiswa untuk Pelajar Timor Leste

Depok, Fans Gus Dur. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok, menawarkan beasiswa kepada pelajar Timor Leste yang berminat menempuh pendidikan di Al-Nahdlah Islamic Boarding School. Hal ini disampaikan Kepala Madrasah Aliyah Al-Nahdlah Abdullah Mas’ud, saat menerima kunjungan delegasi Timor Leste Coalition for Education (TLCE), di Pesantren Al-Nahdlah, Depok, Rabu (26/10). ?

Pesantren Al-Nahdlah Tawarkan Beasiswa untuk Pelajar Timor Leste (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Nahdlah Tawarkan Beasiswa untuk Pelajar Timor Leste (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Nahdlah Tawarkan Beasiswa untuk Pelajar Timor Leste

“Kalau ada anak Timor Leste yang mau sekolah di sini, kami akan terima dengan senang hati dan juga akan kami berikan beasiswa sampai lulus sekolah," tegas pria yang juga Wakil Ketua LAZISNU ini di hadapan Presiden TLCE Augusto Pires, dan rombongan.

Dalam pidatonya, Kepala Madrasah Aliyah Al-Nahdhah, menyambut baik kunjungan pegiat pendidikan dari Timor Leste ini. Ia bercerita bahwa para pendiri pesantren dan madrasah Al-Nahdlah sama seperti aktivis TLCE. Para pendirinya adalah para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang juga fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, lalu mereka bertekad mendirikan lembaga pendidikan. ?

Masud juga bercerita bahwa pesantren Al-Nahdhah kini telah berusia 10 tahun. Para alumninya sudah tersebar di berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan swasta favorit, seperti di ITB, UI, ITS, IPB, Unair, Unpad, Undip bahkan di UNRI dan STAN. Pesantren ini menampung siswa dari seluruh Indonesia, sehingga para siswa tidak hanya dari Jakarta dan Pulau Jawa saja. Banyak juga siswa yang berasal dari luar Jawa seperti Papua, Manado, Makassar, Lampung, dan lain sebagainya.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Presiden Timor Leste Coalition for Education (TLCE) Augusto Pires, menyampaikan bahwa kunjungannya ke Indonesia adalah untuk studi banding tentang kebijakan pendidikan di Indonesia dan juga implementasinya. Pendidikan di Timor Leste masih menghadapi sejumlah masalah, terutama kekurangan tenaga pendidik yang berkualitas.?

“Kita perlu banyak belajar tentang pengelolaan kebijakan pendidikan kepada Indonesia, yang jelas lebih maju,” tukas Augusto Pires.

Augusto Pires menambahkan pendidikan di pesantren sudah terpadu dan patut ditiru. Di pesantren, tersedia semua jenjang pendidikan, mulai dari dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Apalagi tempat tinggal siswa dan ketersediaan gizinya juga sudah terprogram dengan baik dengan model asrama.

“Model pendidikan yang terintegrasi seperti ini perlu diterapkan di Timor Leste,” katanya

Delegasi Timor Leste ini datang ke Indonesia atas fasilitas Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Abdulah Ubaid, Koordinator Nasional JPPI mengatakan, delegasi ini ingin belajar dari sistem pendidikan 24 jam yang diterapkan pesantren.?

Fans Gus Dur

“Karena itu, mereka kami antar ke pesantren Al-Nahdhah yang juga menyelenggarakan pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah ini,” terang Ubaid.?

Selain ke pesanten, delegasi Timor Leste ini juga berkunjung ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk berdiskusi terkait dengan kebijakan pendidikan di Indonesia. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Fans Gus Dur

Minggu, 10 Desember 2017

Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah

Sebagaimana telah dimaklumi bersama, NU merupakan ? ? ? (organisasi keagamaan yang bersifat sosial). Sebagai organisasi keagamaan Islam, tugas utama NU adalah menjaga, membentengi, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam menurut pemahaman ? ? ? di bumi nusantara pada khususnya dan di seluruh bumi Allah pada umumnya.

Tugas ini tidaklah sederhana, di tengah-tengah era keterbukaan yang memberi peluang masuknya aliran-aliran dan kelompok-kelompok keagamaan yang cenderung memanfaatkan kebebasan untuk mencaci maki dan menyesat-nyesatkan (?), bahkan menkafir-kafirkan (?) terhadap pihak lain yang berbeda pemahaman keagamaan dengan dirinya. Padahal seharusnyalah era keterbukaan dan kebebasan membuat setiap kelompok semakin memantapkan sikap toleran (?­) dalam menyikapi perbedaan.

Alangkah dalamnya makna ungkapan Al-Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i dalam kaitan ini:

Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah

? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?

(Pendapat saya benar namun mungkin memuat kesalahan, pendapat orang lain salah namun mungkin juga ada benarnya: Red)

Menghadapi kenyataan yang tidak menggembirakan tersebut, menjadi tugas PBNU untuk menggerakkan secara optimal perangkat organisasi yang terkait dengan fungsi menjaga, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam ASWAJA, seperti mendorong optimalisasi peran dan kinerja Lembaga Dakwah NU (LDNU), Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) dan Lajnatut-Ta’lif wan-Nasyr NU (LTNNU). Dengan pendekatan? dan ? ? dapat dipelihara kelangsungan ajaran ASWAJA, tanpa harus terlibat dalam tindakan-tindakan anarkhis yang sangat merugikan citra paham ASWAJA sebagai representasi ajaran Islam ? ?

Sebagai organisasi sosial (? ?), NU harus mencurahkan perhatiannya secara serius pada bidang sosial, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, pertanian dan lain-lain yang menjadi problem kehidupan sehari-hari warga, masyarakat dan bangsa.

Fans Gus Dur

Hal ini perlu diingatkan, menjelang tahun 2014 yang merupakan tahun politik bangsa kita, karena dikhawatirkan tidak sedikit pengurus NU di berbagai tingkatan yang memperlakukan NU seakan-akan sebagai sebuah partai politik (? ?), yang bergerak pada tataran politik praktis alias politik kekuasaan.

Fans Gus Dur

Politik kekuasaan yang lazim disebut politik tingkat rendah (low politics/? ?) adalah porsi? partai politik dan warga negara, termasuk warga NU secara perseorangan. Sedangkan NU sebagai lembaga, harus steril dari politik semacam itu. Kepedulian NU terhadap politik diwujudkan dalam peran politik tingkat tinggi (high politics/? ? ? ), yakni politik kebangsaan, kerakyatan dan etika berpolitik.

Politik kebangsaan berarti NU harus ? dan proaktif mempertahankan NKRI sebagai wujud final negara bagi bangsa Indonesia. Politik kerakyatan antara lain bermakna NU harus aktif memberikan penyadaran tentang hak-hak dan kewajiban rakyat, melindungi dan membela mereka dari perlakuan sewenang-wenang dari pihak manapun.

Etika berpolitik harus selalu ditanamkan NU kepada kader dan warganya pada khususnya, dan masyarakat serta bangsa pada umumnya, agar berlangsung kehidupan politik yang santun dan bermoral yang tidak menghalalkan segala cara.

Dengan menjaga NU untuk bergerak pada tataran politik tingkat tinggi inilah, jalinan persaudaraan di lingkungan warga NU (? ?) dapat terpelihara. Sebaliknya,manakala NU secara kelembagaan telah diseret ke pusaran politik praktis, ? ? akan tercabik-cabik, karenanya ? ? ? ?!

Oleh karena itu, sinyalemen adanya Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah di beberapa daerah yang dicalegkan dan lain sebagainya, wajib mendapatkan respons yang sungguh-sungguh dari Rapat Pleno ini, sesuai dengan ketentuan AD/ART tentang larangan rangkap jabatan.

Kiranya inilah pesan dan arahan yang perlu kami sampaikan.

DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH

Rais ‘Aam PBNU

?

*Sambutan dan Pengarahan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) disampaikan pada Rapat Pleno PBNU tanggal 6-8 September 2013 di Pondok Pesantren UNSIQ Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Warta, Kajian Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir

Yogyakarta, Fans Gus Dur

Bulan Harlah yang ditetapkan PBNU juga benar-benar semarak di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). PWNU DIY menggelar sejumlah kegiatan yang akan di laksanakan pada minggu pertama bulan Februari.

“Memang sesuai instruksi PBNU, wilayah (PWNU, red) hendaknya mengadakan kegiatan yang terkait dengan Harlah pada minggu keempat bulan Januari. Namun PWNU DIY berdasarkan beberapa pertimbangan akan menyemarakkan harlah pada minggu pertama bulan Februari,” ungkap Zuhdi Mudlor, M.Hum, Sekretaris PWNU DIY.

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir

Sejumlah kegiatan yang akan menghiasi perayaan Harlah NU, di antaranya adalah dialog antar aktor Strategis NU yang akan di selenggarakan di Laboratorium Jurusan Ilmu Politik UGM. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LKPSM) NU dengan jurusan Ilmu Politik UGM.

Fans Gus Dur

Menurut rencana akan hadir sebagai pembicara; K.Yudian Wahyudi, Ph.D, pengasuh Pesantren Nawesea yang juga dekan Fakultas Syariah, Suharko, Ph.D, Ketua program pascasarjana Sosiologi, Drs.H.A Hafidz Asram, MM, Anggota DPD dari DIY, dan M. Najib, M.Si, direktur LKPSM NU DIY.

Pada tanggal 3 Februari yang akan lakukan donor darah yang di pusatkan di kantor NU baru Jln. MT Haryono. Pada saat itu juga akan dilangsungkan pendidikan kesekretariatan untuk pengurus NU bagian sekretariat di tingkatan wilayah, cabang dan semua lajnah yang ada di PWNU DIY. Pendidikan ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan pada pengurus terutama yang mengurusi kesekretariatan.

Fans Gus Dur

Sementara puncak acara akan di langsungkan di Gedung Pamungkas Kridosono, berupa pengajian akbar pada tanggal 10 Februari 2008. Menurut rencana Sri Sultan Hamangkubuana X di jadwalkan hadir untuk memberi sambutan pada acara tersebut. Sementara yang akan mengisi pengajian adalah KH Muhajir Sulthon, kyai gaul dari Bojonegoro.

PWNU DIY juga mengharapkan seluruh muda NU untuk melakukan pawai keliling kota Yogyakarta dengan membawa bendera NU. Namun PWNU mengharapkan untuk melakukan pawai simpati.

“Kami berharap para muda NU yang kemarin sudah melakukan pawai, seperti di Bantul. Harap melakukan pawai lagi gabungan dengan seluruh kabupaten. Namun Jangan di Blong knalpotnya. Silahkan tampil sopan dan tertib,” Zuhdi mengingatkan.

Instruksi Upacara Bendera

PWNU juga menginstruksikan kepada seluruh pendidikan Ma’arif di semua tingkatan untuk melaksanakan upacara bendera pada tanggal 31 Januari atau bertepatan dengan hari kelahiran NU.

Protap acara sesuai dengan standar upacara biasanya, hanya saja ada kekhususan yang harus ditampilkan, yakni mengheningkan cipta, doa di tujukan untuk para tokoh NU serta inspektur upacara membacakan sambutan pidato Harlah dari Rais Syuriyah PWNU DIY, dan doa khusus Harlah sudah disiapkan PWNU DIY. (ron)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Kajian Fans Gus Dur

Senin, 20 November 2017

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik

Ketika bersantai bersama teman-teman guru dalam suatu obrolan seputar peran ulama, salah seorang dari mereka menyodorkan buku berjudul “Seratus Tokoh Islam Indonesia yang Paling Berpengaruh”. Penulisnya menempatkan KH Hasyim Asy’ari para posisi pertama, disusul kemudian berturut-turut tokoh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan proklamator kemerdekaan Ir Soekarno. Yang menarik ketika membuka daftar isi buku itu adalah tercantumnya nama Kiai Haji Ali Maksum pengasuh pondok pesantren Krapyak Jogjakarta.

Beliau adalah menantu KH Muhammad Moenawwir , pendiri pondok tersebut, seorang ulama Al-Qur’an yang memiliki reputasi hebat, yang mana dari tangan beliau lahir ulama’-ulama’ sekaliber KH Arwani Amin Kudus, KH Muntaha..

Sebagai salah satu lulusan krapyak tentunya secara pribadi bangga mana kala pengasuhnya “dianggap” sebagai sosok yang memiliki pengaruh. Tidak main-main pengaruh itu dalam skala nasional. Namun sesaat kemudian terlintas pikiran “nakal” yaitu pertanyaan” apakah betul bahwa kiai Ali Maksum ini benar-benar  termasuk tokoh yang berpengaruh di Indonesia?

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik

Apakah penulis buku ini benar-benar telah melakukan penilitian serius untuk sampai pada kesimpulan bahwa tokoh Kiai Krapyak ini layak menjadi salah satu dari seratus orang yang berpengaruh!! Apa parameter yang dipakai penulis itu dan apa pula bidang yang telah dipengaruhi oleh kiai Ali ini, sehingga pembaca haqqul yakin bahwa Kiai Ali Maksum ini layak mendapat tempat sebagai tokoh paling berpengaruh. 

KH Ali Maksum adalah generasi kedua selevel dengan KH Wahid Hasyim. Beliau seorang putra dari ulama utara jawa tepatnya kota lasem Rembang jawa tengah yaitu KH Maksum. KH Maksum sendiri juga tercatat sebagai pendiri NU bersama para kiai Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah dan lainnya.

KH Ali beberapa tahun mondok di pesantren termas pacitan setelah sebelumnya belajar pada ayahnya sendiri. Studi beliau berlanjut ke makkah belajar dibawa asuhan ayah ataupun kakek sayyid Muahammad Al-Maliki. Menurut riwayat, Kiai Ali Maksum  belajar dimakkah kurang lebih 2 tahun saja.

Fans Gus Dur

Selama menjadi pengasuh di Pesantren Krapyak, Kiai Ali juga dipercaya mengajar di IAIN Sunan Kalijaga. Beliau pernah dipercaya menjadi team Lajnah Pentafsir Al-Qur’an. Adapun karir oraganisasi kiai Ali adalah menjabat Rais Aam NU periode 80an setelah Rais Aam KH Bisri Sansuri Jombang wafat.  Pengukuhan kepemimpinan Kiai Ali ini ketika generasi pendiri NU wafat, padahal pada saat itu tokoh-tokoh  NU yang kharismatik( bahkan) secara usia lebih senior dari beliau masih banyak, misalnya KH As’ad Samsul Arifin situbondo, dan KH Ali Mahrus Kediri.

Kiai Ali Maksum tidak diragukan tingkat keilmuannya. Beliau termasuk jenis ulama’ yang berangkat tidak dari bangku sekolah formal layaknya ulama’ sekarang. Justru intelektualitasnya beliau bangun dari pesantren.

Kiai Ali sudah kesohor sebagai calon ulama’ handal ketika belajar di Pesantren Termas. Saat itu beliau sudah mendapatkan julukan “Munjid” berjalan, kamus arab karangan non muslim. Beliau juga sedikit berbeda dari ulama’ kebanyakan. Beliau sangat gandrung terhadap logika dan ilmu mantiq. Diantara karya penting yang menjadi petunjuk bahwa kedepan beliau merupakan tokoh penting dan berpengaruh adalah bukunya yang berjudul “Mizanul Uqul fi Ilmil Mantiq” pertimbangan akal dalam ilmu mantiq. Hal inilah tidak mengherankan bila mana santrinya diajak membaca sebanyak-banyaknya kitab apapun dari madzhab apapun, seperti yang pernah dituturkan oleh KH Masdar Farid. Seorang peneliti Belanda Martin van Bruenesen mengklasifikasikan Kiai Ali sebagai kiai alim, sedangkan Kiai As’ad sebagai kiai kanuragan.        

Fans Gus Dur

Dalam salah satu tulisan Gus Dur yang berjudul “Baik Belum Tentu Manfaat”, beliau menceritakan satu saat bertanya kepada Kiai Ali Maksum tentang belajar di pesantren sembari melakukan “puasa ngrowot” , yaitu puasa meninggalkan makan nasi dan lauk bernyawa semisal ikan, telur, digantikan sekedar makan ketela dan sejenis umbi-umbi lainnya selama belajar. Gus Dur menyatakan bahwa makanan itu tentunya jauh dari gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan dan berakibat lemahnya kemampuan santri selama mondok, namun mengapa dalam salah satu karya imam Al-Ghazali “laku” tersebut justru direkomendasinya selama proses belajar? 

Kiai Ali menjawab bahwa “pendapat (Al-Ghazali) itu baik tapi belum tentu manfaat”. Di sini oleh Gus Dur, Kiai Ali dianggap mampu melakukan dinamisasi yang diperlukan terhadap teks-teks klasik. Kiai Ali memahami kebaikan pendapat tersebut namun belum tentu manfaatnya khususnya untuk masa sekarang.

Hal yang tak kalah penting yang mendorong pentingnya posisi beliau dalam pentas nasional adalah momentum estafet kepemimpinan NU pasca wafatnya kiai Bisri Sansuri. Saat itu NU dalam tarikan yang sangat kuat antara NU politik dan NU kultural. Munculnya kelompok Cipete dan kelompok Situbondo menunjukkan indikasi tarik-menarik kepentingan yang sangat kuat saat itu. Bilamana dulu NU salah memilih pucuk pimpinan pengganti Kiai Bisri mungkin saja wajah NU tidak seperti sekarang. Nama-nama seperti KH Ahmad Siddiq, Gus Dur mungkin saja tidak muncul.

Yang menarik, suara-suara pembaharuan dari generasi ketiga NU yang moderat seperti KH Mustofa Bisri, KH Masdar Farid, Gus Dur adalah santri beliau sendiri. Begitu pula suara-suara ulama’sepuh saat itu kompak tertuju pada kiai Ali bahwa beliaulah yang paling cocok mengawal pembaharuan dalam tubuh NU.

Sekarang NU sudah dikenal oleh semua termasuk masyarakat luar. Penelitian tentang NU semakin banyak. Pemerintah nyaman menjalankan roda pemerintahannnya karena dukungan NU terhadap NKRI. Memang semua itu sumbangsih terbesar adalah Gus dur KH Ahmad Siddiq. Namun beliau berdua bekerja mengangkat harkat NU karena back up Kiai Ali Maksum.

Muktamar krapyak 89 menjadi saksi betapa kuatnya dukungan Kiai Ali pada duet kepemimpinan KH Ahmad Siddiq-Gus Dur dari suara ketidakpuasan sebagian kiai terhadap sepak terjang Gus dur selama ini.  Beliau yang mula-mula meredakan situasi internal NU. Beliau yang memberi ruang gerak bagi pikiran-pikiran segar bagi kebaikan NU. Pendek kata kiai Ali Maksum merupakan peletak dasar pikiran moderat NU yang sekarang ini merupakan mainstream NU secara umum.

 

Mohammad Yahya

Alumnus Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Kajian, Kajian Islam Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur

Klaten, Fans Gus Dur. Gelaran maulid nabi selama 12 hari, yang diselenggarakan Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta tahun ini, dibuka tadi malam (12/1) atau 1 Rabi’ul Awwal 1434 H, bertepatan pada acara haul KH Muhammad Manshur, yang dilaksanakan di halaman masjid Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten.

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur

Acara pengajian umum semalam merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan untuk memeriahkan acara haul ke-58 Mbah Manshur. Pada acara sebelumnya diadakan sema’an al-qur’an, khitanan massal dan ziarah ke makam al-maghfurlah Mbah Manshur.

Turut hadir dalam acara tersebut Habib Syekh bin Abdul Qadir as-Segaf, para pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshur diantaranya KH M Salman Dahlawi, KH A Djablawi, dan KH Nasrun Minallah. Bupati Klaten H. Sunarno, dan pengurus NU Klaten juga terlihat dalam acara tersebut.

Fans Gus Dur

Acara diawali dengan pembacaan khatmil qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh KH Abdul Karim dan doa yang dibacakan oleh Habib Syekh.

Pada tahun ini, seperti biasanya gelaran 12 malam Jamuro akan diadakan berkeliling di wilayah Solo Raya. Rencananya Jamuro akan dilaksanakan terakhir pada malam 12 Rabi’ul Awwal di Balaikota Surakarta. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk menghormati bulan kelahiran Nabi saw ini, sudah berlangsung sejak 1424 H lalu.

Fans Gus Dur

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Cerita, Kajian Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock