Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

Bandung, Fans Gus Dur. Kepala Kemenag Jawa Barat H Saeroji mengharapkan keterlibatan jajaran pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas guru agama di Jawa Barat.

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

“Kita harap PERGUNU berperan meningkatan profesionalisme guru dan membantu sosialisasi serta implementasi Kurikulum 2013 dalam proses belajar-mengajar,” kata Saeroji saat kunjungan rombongan PW PERGUNU Jabar ke Kantor Kanwil Kemenag Jabar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1).

Dalam kesempatan itu, H Saeroji menyebutkan 40.000 guru yang sudah menerima sertifikasi dari 130.000 guru di lingkungan Kemenag Jabar.

Fans Gus Dur

Sementara Wakil Ketua PERGUNU Jabar H Saepuloh berharap terjalin kemitraan stategis antara PERGUNU dan Kanwil Kemenag Jabar dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan agama.

“Agar pendidikan agama terarah pada landasan nilai-nilai keagamaan sebagai basis moral pengembangan karakter anak bangsa,” terang H Saepuloh.

Fans Gus Dur

Pada itu PERGUNU meminta kesiapan H Saeroji menjadi narasumber pada Pelantikan dan Mukerwil PERGUNU Jawa Barat pada Sabtu-Ahad (22-23/2) mendatang. Rombongan PW PERGUNU Jabar diterima langsung H Saeroji. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Lomba Fans Gus Dur

Jumat, 23 Februari 2018

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

Sampang, Fans Gus Dur. KSPP Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Tambelangan Kabupaten Sampang, Jawa Timur telah resmi diluncurkan, Kamis (12/1). Kehadirannya diharapkan dapat menjadi penyemangat "Nahdlatut Tujjar" yang digelorakan Mbah Wahab Chasbullah pada tahun 1914 silam.

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

"Tentu acara ini menjadi sebuah kebanggaan sendiri bagi kalangan NU wabilkhusus warga NU Tambelangan," ujar Ketua Tanfidziyah MWCNU Tambelangan, KH Mujib saat memberi sambutan.

Kalau selama ini NU dikenal kaya pendapat, tambah Kiai Mujib, maka dengan hadirnya BMTNU ke depan insya Allah kuga akan kaya pendapatan. Sehingga, lebih bisa mandiri dalam menggerakkan organisasi.

"Dengan adanya BMTNU ini, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga NU serta lebih memajukan perjuangan NU," tukasnya.

Muaranya, BMTNU Tambelangan bisa menyemai manfaat bagi kemandirian jamaah dan jamiyah NU. Serta, berdaya guna untuk mendorong kejayaan agama, bangsa, dan negara. (Hairul Anam/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Lomba, Sejarah Fans Gus Dur

Kamis, 15 Februari 2018

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas

Purworejo, Fans Gus Dur. Kader GP Ansor Purworejo diharapkan menjadi pelopor dalam melakukan perubahan sosial. Guna menyikapi arus globalisasi, Ansor juga diharapkan menjaga moral anak bangsa. mereka perlu berupaya lebih keras untuk mencegah peredaran narkoba dan pergaulan bebas yang mendera generasi muda saat ini.

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas

Menurut Ketua GP Ansor Purworejo KH Muhamad Haekal pada pelantikan GP Ansor Pituruh di desa Megulungkidul, Purworejo, Kamis (19/2), persoalan yang perlu diwaspadai ialah maraknya pergaulan bebas yang belakangan menggejala di kalangan remaja.

Pergaulan itu diakibatkan salah satunya karena arus informasi yang bisa diakses dengan mudah dan cepat. "Karena itu, para orang tua harus selalu waspada menyikapi persoalan tersebut," kata Kiai Haekal.

Fans Gus Dur

Kader Ansor juga perlu giat melakukan kegiatan keagamaan yang melibatkan para pemuda. Kemasan kegiatan keagamaan itu perlu disesuaikan dengan minat pemuda agar mudah diterima.

"Kader Ansor harus bisa merangkul semua elemen masyarakat guna menyukseskan dakwah Islam," jelasnya.

Fans Gus Dur

Pada kesempatan itu Kiai Haekal melantik pengurus baru PAC GP Ansor Pituruh masa bakti 2015-2018. Ahmad Ngafifudin beberapa tahun ke depan akan menggerakkan pemuda Ansor di Pituruh.

Ngafifudin menyatakan komitmennya untuk berjuang mengembangkan dakwah Aswaja NU di Purworejo. Pihaknya juga berjanji untuk meningkatkan kualitas SDM anggota GP Ansor Pituruh. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Lomba Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016

Probolinggo, Fans Gus Dur - Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Pesantren An-Nur di Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Probolinggo menggelar rapat kerja (raker), Ahad (31/1) siang.

Raker yang dipusatkan di halaman Pesantren An-Nur tersebut diikuti oleh 100 undangan terdiri atas jajaran pengurus Muslimat NU, Fatayat NU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Kota Probolinggo. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PCNU Kota Probolinggo H Muhammad.

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016

Ketua Muslimat NU Kota Probolinggo Hj Siti Aminah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan acara raker. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran pengurus PCNU Kota Probolinggo dengan harapan bisa memberikan dukungan terhadap seluruh program Muslimat NU di Kota Probolinggo.

“Muslimat NU Kota Probolinggo memunyai tugas berat dalam rangka membesarkan dan menjadikan Muslimat jaya. Apalagi program Muslimat tidak didukung oleh Wali Kota Probolinggo. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat pengurus Muslimat untuk tetap eksis,” katanya.

Fans Gus Dur

Menurut Siti Aminah, raker ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2015 sekaligus menyusun program kerja Muslimat NU Kota Probolinggo untuk tahun 2016.

Fans Gus Dur

“Mudah-mudahan program kerja yang kami susun bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama kaum perempuan. Meskipun program ini murni swadaya dari pengurus dan tidak ada dukungan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara H Muhammad berpesan untuk tetap menjaga kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan di antara seluruh pengurus, walau program Muslimat tidak didukung oleh Pemerintah Daerah.

Jangan pernah patah semangat, jadikan semua ini sebagai cambuk dan motivasi untuk tetap semangat dalam menjalankan program kerjanya. “Tunjukkan bahwa Muslimat itu besar dan mampu berkarya walaupun tidak ada dukungan dari Pemerintah Daerah,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Lomba Fans Gus Dur

Senin, 12 Februari 2018

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi

Pati, Fans Gus Dur. Untuk menumbuhkan semangat kader dalam belajar, berjuang, dan bertaqwa, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pati gelar Harlah dan konsolidasi dengan Pimpinan Komisariat, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPNU se-Kabupaten Pati yang ditempatkan di Gedung PC NU Pati, Jum’at (15/3). ? ?

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Semangat, IPNU-IPPNU Pati Gelar Harlah dan Konsolidasi

Kegiatan Konsolidasi ini merupakan kegiatan yang kedua setelah setahun yang lalu juga mengadakan kegiatan yang serupa membentuk FORKAPIK (Forum Komunikasi Antar Komisariat dan Ranting), juga membentuk Koordinator Kawedanan atau Wilayah Pati.?

Namun, ada yang berbeda pertemuan konsolidasi kali ini karena acara ini memberikan penjelasan jalannya organisasi, juga menekankan pada seluruh Pimpinan komisariat, Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se- Pati agar berani melakukan papanisasi di sekretariat masing-masing.?

Fans Gus Dur

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Mubarok Ketua PC IPNU Kabupaten Pati.?

“Sebagai Kader NU harus siap belajar, berani berjuang, dan ikhlas bertqwa. Lantas juga harus berani memasang papanisasi di madrasah-madrasah yang sudah terbentuk Komisariat, maupun juga di tingkatan Pimpinan Ranting, Pimpinan Anak Cabang agar lingkungan masyarakat menerima dan mendukung kegiatan IPNU-IPPNU,” tegasnya semangat.?

Fans Gus Dur

Untuk setahun ke depan IPNU-IPPNU Pati mengawal penuh dalam program itu. Sebagai wujud nyata setelah puluhan madrasah di Pati dibentuk komisariat dan ranting-ranting.?

Di kesempatan itu pula Umi Lathifah Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati menyampikan, “Bagi pimpinan komisariat, ranting dan pimpinan anak cabang yang baru, yang belum punya panduan organisasi IPNU-IPPNU yaitu PDPRT dan PPOA, silahkan tulis memo terus bisa diserahkan pada kami,” jelasnnya.?

Lewat kegiatan ini Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Pati berharap sebagai momen pengaktualisasikan diri serta semangat baru untuk membesarkan organisasi kembali sehingga komisariat-komisariat, ranting-ranting yang vakum dan belum berdiri dapat lebih hidup. Melihat luasnya potendi kader di wilayah Kabupaten Pati.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: ? Birri Zamrock?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Lomba, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Bulan Sya’ban telah tiba. sebagaimana disebutkan banyak ulama, bulan Sya’ban adalah bulan istimewa. Di sekitar kita, dikenal malam nisfu Sya’ban, lalu peringatan beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam, serta tradisi masyarakat Indonesia yang begitu lekat dengan amalan bulan Sya’ban maupun nisfu Sya’ban yang beragam.

Ternyata, selain hal itu, bulan Sya’ban juga baik diisi dengan banyak tadarus Al-Quran sehingga ada ulama yang menyebut bahwa bulan Sya’ban adalah Syahrul Qur’an.

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Pada dasarnya tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu. Setiap orang yang memperbanyak tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri. Namun dalam Islam, memang diakui ada beberapa tempat dan waktu yang memang memiliki kekhususan ketika dilakukan ibadah di dalamnya. Seperti kemuliaan waktu ibadah pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan, keutamaan beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, waktu dan hari yang mustajab, dan sebagainya.

Fans Gus Dur

Karena itu, untuk memperjelas adanya sifat mulia suatu bulan ini Syekh Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban menjelaskan bahwa Sya’ban memiliki kemuliaan sebagai bulan Al-Quran.

Syekh Muhammad Al-Maliki menyitir kutipan dari Ibnu Rajab bahwa pada bulan Sya’ban kaum Muslimin menekuni dan membaca mushaf Al-Qur’an, serta menunaikan zakat mal untuk membantu saudara yang miskin untuk bisa turut menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan baik. Bahkan disebutkan pula, sampai-sampai ada ulama yang menutup tokonya pada bulan Sya’ban demi mengisi hari-hari bulan tersebut dengan menekuni Al-Quran.

Fans Gus Dur

Hadits-hadits sahih menyebutkan, setiap bacaan Al-Qur’an, setiap hurufnya diganjar sepuluh kebaikan. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan, orang yang membaca Alif lâm mîm, yang terdiri atas tiga huruf, maka sudah mendapat tiga puluh kebaikan.

Syekh Muhammad Al-Maliki juga mengutip riwayat dari Ibnu Rajab yang menyebutkan kisah dari Al-Hasan bin Sahal, bahwa bulan Sya’ban mengadu pada Allah.

“Wahai Tuhan, Kau jadikan aku di antara dua bulan yang agung (Rajab dan Ramadlan), maka apa yang Kau jadikan untukku?”

Allah menjawab: “Untukmu dijadikan sebagai bulan untuk membaca Al-Qur’an,”.

Di masyarakat kita umumnya, salah satu amalan Sya’ban yang kerap dilakukan adalah membaca surat Yasin tiga kali khususnya pada malam Nisfu Sya’ban. Dengan niat yang baik, memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada bulan Sya’ban tentu akan menambah keistimewaan dan keberkahan tersendiri bagi pengamalnya. Harapannya, kelak Al-Qur’an bisa memberikan pertolongan kelak di hari kiamat, dengan setiap huruf yang muta’abbud bi tilawatihi, yang setiap bacaannya dinilai ibadah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep

Sumenep, Fans Gus Dur. Lembaga Ta’mir Masjid PBNU menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) guna konsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan ta’mir masjid di kantor PCNU Kabupeten Sumenep, Madura, Sabtu-Ahad (26-27/01).?

Rapimda bertema Wujudkan masjid sebagai pemberdayaan umat tersebut diikuti 180 orang para imam, khotib, dan ta’mir masjid se-Kabupaten Sumenep.?

Menurut Sekretaris LTM-PBNU KH Ibnu Chazen, Rapimda ini bertujuan dalam rangka membangun, dan memperkuat struktur asjid dari pusat sampai ke daerah, terutama di basis-basis NU.?

Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep

“Dan yang lebih penting lagi adalah pemberdayaan ekonomi umatnya,” tambahnya. ? ? ?

Ibnu menambahkan, struktur sudah biasa, tapi yang lebih penting ekonominya. Kalau ekonominya sudah berjalan dengan baik, jamaah akan makmur. Kalau jamaah makmur, masjidnya akan lebih makmur.?

Dengan Rapimda ini, Ibnu berharap supaya LTM PCNU Sumenep bisa menjaga dan mempertahankan aqidah Ahlu Sunah wal-Jamaah ala thariqah Nahdlatul Ulama berbasis masjid.

Fans Gus Dur

“Agar masjid warga Nahdliyin, tidak disatroni gerakan dakwah yang mengatasnamakan pemurnian Islam,” ? pungkasnya. ? ?

Fans Gus Dur

Rapimda tersebut dibuka Bupati Sumenep, Busyro Karim. Dalam sambutannya, ia sejalan dengan tujuan LTM-PBNU, yaitu ingin memperkuat posisi masjid di Sumenep.

“Saya upayakan hal itu dengan melakukan safari ke masjid-masjid tiap Jumat,” ungkap bupati yang juga ‘Awan PCNU Sumenep tersebut.

Rapmda tersebut merupakan kerjasam LTM-PBNU, PCNU Kabupaten Sumenep dan minuman Larutan Penyegar cap Badak PT Sinde Budi Sentosa.

Redaktur : Hamzah Sahal ?

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Fragmen, Lomba Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Lamongan, Fans Gus Dur - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Babat Kabupaten Lamongan masa khidmah 2015-2017 menggelar istighotsah, do’a bersama, dan motivasi di Gedung Serbaguna Suroloyo, Kecamatan Babat. Ikhtiar menghadapi UN ini melibatkan santri dan pelajar setempat, Kamis (31/3).

Acara ini diikuti terutama siswa kelas tiga tingkat SLTP-SLTA dan kelas 6 MI-SD yang nantinya akan menghadapi Ujian Nasional sebagai syarat penentu kelulusan mereka.

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Tampak hadir sejumlah pengurus PCNU Babat, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Babat KH Ma’mun Affandi, Ketua LP Ma’arif MWCNU Babat H Soeradi, pengurus harian IPNU-IPPNU Babat, serta tamu undangan PAC IPNU-IPPNU se-Cabang Babat.

Ketua MWCNU Babat KH Ma’mun Affandi memberikan apresiasi untuk pengurus IPNU-IPPNU Babat atas kegiatan ini. Ia berpesan kepada pelajar yang hadir bahwa kunci sukses dalam menghadapi UN adalah istiqomah dalam belajar, istiqomah dalam berusaha, dan istiqomah dalam berdo’a.

Fans Gus Dur

Ketua PC IPNU Babat M Miftahul Aminin mendukung acara yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Babat. Ia mengimbau para pelajar untuk mengembangkan jiwa intelektual dengan belajar, berjuang dengan emosional, dan bertakwa untuk peningkatan spiritual.

Fans Gus Dur

Di awal pembukaan M Miftahul Aminin meminta dukungan dari MWCNU Babat dan LP Ma’arif MWCNU Babat untuk menyediakan waktu dan dukungannya atas kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IPNU dan IPPNU. (Aan Andri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Halaqoh, Nasional Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara

Jepara, Fans Gus Dur. Setelah rapat pimpinan daerah (Rapimda) Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) sukses diadakan PCNU Kabupaten Kudus, giliran PCNU Kabupaten Jepara menggelar acara serupa, Ahad (10/3).

Rapimda LTMNU Jepara dilaksanakan di aula PCNU setempat, Jalan Pemuda 51, Jepara, Jawa Tengah. Secara resmi acara dibuka Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi.

Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara

Ketua PCNU Jepara H Asyhari Syamsuri menilai, penyelenggaraan Rapimda di "Kota Ukir" ini sangat tepat, mengingat mayoritas masjid di Jepara dikelola warga NU.

Fans Gus Dur

Asyhari berharap, melalui Rapimda LTMNU kali ini peserta akan lebih aktif memaksimalkan fungsi masjid tak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga pembawa maslahat bagi masyarakatnya.

Fans Gus Dur

Sekurangnya 300 orang mengikuti acara konsolidasi ini, mayoritas adalah pengurus NU dari tingkat cabang hingga ranting. Sebagian lain, imam masjid, khatib, serta anggota Muslimat, Fatayat, GP Ansor, dan IPNU-IPPNU.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani beserta jajarannya dan perwakilan Bupati Jepara, Haryono Wibowo.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Nasional Fans Gus Dur

Minggu, 24 Desember 2017

Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola

Bandung, Fans Gus Dur 



Ketua Umum PBNU KH Said Siroj menyebutkan beberapa nilai positi sepak bola, di antaranya adalah memperkuat watak santri yang telah ditanamkan di pesantren. Salah satunya tidak boleh memiliki sikap egois.

Di dalam sepak bola, kata dia, santri harus bisa bekerja sama dengan santri lainnya. Mereka harus membangun teamworking yang sehat untuk kemenangan bersama. 

Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola

Tak hanya itu, Kiai Said bersyukur, karena adanya Liga Santri Nusantara simbol-simbol NU dan pesantren terbawa ke stadion.

“Alhamdulillah karena adanya Liga Santri, Shalawat Badar, Ya robbi bil mustofa, Ya Lal Wathon ada di lapangan sepak bola. Enggak ada itu sebelumnya, enggak ada itu,” tegas kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak itu. 

Fans Gus Dur

Bahkan, bait-bait kitab Alfiyah Ibnu Malik yang menjadi hafalan para santri dinyanyikan pendukung kesebelasan dari tribun. Mereka tidak mencaci pemain atau pendukung lawan, tapi fokus pada cara mendukung timnya.  

Lebih dari itu, penonton, pemain dan penyelenggara Liga Santri melaksanakan Shalat Berjamaah Maghrib di area atletik di stadion Gelora Bandung Lautan Api Ahad (29/10), sebelum Grand Final Liga Santri Nusantara 2017 di kota kembang Bandung.

Tentang hal itu, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama KH Abdul Ghofarrozin mengatakan, hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Liga Santri Nusantara berbeda dengan liga-liga yang lain. 

Fans Gus Dur

Sistem permainannya sama, sebagaimana sepak bola pada umumnya, tapi watak-watak pesantren ditekankan untuk dibawa ke lapangan. Misalnya menghormati keputusan wasit. Di lapangan, wasit diperlakukan sebagai kiai yang harus dipatuhi. Harus bersikap sportif dan tidak gampang emosi. 

Pada gelaran Grand Final Liga Santri 2017, Direktur Kompetisi dan Pertandingan LSN, M. Kusnaeni menyatakan, dua pesantren harus bangga bermain di stadion kebanggaan masyarakat Jawa Barat, Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). 

“Ini stadion yang digunakan Persib Bandung di Liga Satu,” katanya. 

Liga Santri Nusantara mulai digelar pada 2015 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tahun berikutnya dan tahun ini Kemenpora menggandeng RMINU sebagai penyelenggara. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Pendidikan Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Banser Gerak Cepat Bantu Ribuan Korban Banjir

Bandarlampung, Fans Gus Dur?

Banjir melanda sejumlah daerah di Lampung dan Bandarlampung akibat hujan berkepanjangan pada Senin (20/2). Gerakan Pemuda Ansor berikut badan semiotonomnya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bergerak menghimpun bantuan dan menyalurkan kepada para korban.

Banser Gerak Cepat Bantu Ribuan Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Gerak Cepat Bantu Ribuan Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Gerak Cepat Bantu Ribuan Korban Banjir

"Hari ini kami menyiapkan paket berisi mie instan, telur, biskuit, gula, deterjen dan obat-obatan sehubungan banyak korban banjir yang mengaku pilek dan gatal," ujar Kepala Satkorcab Banser Kota Bandarlampung Mamat Pribadi mewakili Ketua PC GP Ansor setempat, Agung Zahwil , di Bandarlampung, Kamis (23/2).Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, kerugian akibat banjir di daerah itu mencapai Rp4,7 miliar. Rinciannya, 9.169 rumah terkena banjir berada di 15 kecamatan yang ada di Kota Bandarlampung. Lalu satu kejadian tanah longsor, dua pohon tumbang dan 29 rumah hanyut.

"Kami sudah bergerak semampu tenaga sejak mulai banjir terjadi sehubungan ada instruksi dari Pimpinan Wilayah GP Ansor Lampung melalui Satkorwil Banser," papar Mamat lagi.

Selasa (21/2), Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri, meminta seluruh kader di masing-masing tingkatan melalui Satuan Kordinasi Cabang (Satkorcab) untuk melakukan pembentukam pos siaga dan bantuan untuk korban banjir.

Fans Gus Dur

“Setiap Satkorcab harus menyediakan sambungan jalur cepat untuk koordinasi, membantu melakukan pendataan dan inventarisasi titik banjir dan menyiagakan personalia untuk bantuan operasional atau peduli banjir,” ujar Tatang.

Di Kabupaten Pringsewu, Banser setempat melakukan pendataan dan inventarisasi titik banjir dan korban di wilayah satuan masing-masing.

Fans Gus Dur

Adapun di Lampung Timur, Gerakan Pemuda Ansor setempat sinergi dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) mempersiapkan Posko Penanggulanan Korban Bencana.

"Untuk GP Ansor Kota Bandarlampung segera menyalurkan bantuan ke seribu warga korban banjir melalui perwakilan RT masing-masing," ujar Mamat lagi.

Ansor Bandarlampung merangkul sejumlah pihak agar berkenan berbagi untuk sesama yang mengalami musibah banjir.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Lampung telah menyampaikan bantuan bagi korban banjir melalui GP Ansor Bandarlampung.

"Bantuan tersebut sedang kita kemas di ? Kampung Pasar Ambon, di Telukbetung Selatan sehubungan mau dibagikan sore ini," kata Mamat lagi. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba Fans Gus Dur

Jumat, 08 Desember 2017

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa

Jombang, Fans Gus Dur

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang mengajak para kadernya untuk memahami dinamika yang berkembang di pemerintahan desa belakangan ini. Di antaranya terkait dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat hingga daerah.

H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang mengatakan bahwa perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap desa saat ini sangat luar biasa, bisa dilihat dari banyaknya dana yang dikucurkan ke desa. "Mulai pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah perhatiannya ke desa saat ini sangat luar biasa," katanya saat menggelar Ansor Peduli Desa di kantor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gudo Jalan Raya Gudo No 8, Ahad (20/3).

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa

Pada kondisi demikian, Ansor sebagai organisasi kepemudaan memiliki potensi untuk melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pemanfaatan dana tersebut. "Saya mau ketika ada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh desa, baik yang berupa kemashlahatan lebih-lebih yang bernuansa keagamaan, kader Ansor juga terlibat pada saat itu," ujarnya.

Jangan sampai pemuda Ansor tidak memahami perkembangan yang terjadi di desa saat ini, terlebih kader Ansor di Jombang tidak sedikit yang berada di pemerintahan desa itu sendiri, dan juga sebagai tokoh agama. "Apalagi kader Ansor rata-rata adalah bagian dari perangkat desa, tamir masjid, dan lain-lain," ungkapnya.

Gus Antok, demikian ia disapa, optimis Ansor akan memiliki nilai tawar untuk pemerintahan desa atau kabupaten tatkala bisa memahami sejumlah perkembangan yang ada di desa. Juga ikut andil dalam membentuk desa yang baik. "Ini adalah potensi yang ketika paham dengan dinamika saat ini, sangat memiliki nilai tawar yang luar biasa kepada pemerintah," ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ansor Peduli Desa diikuti oleh dua perwakilan Pimpinan Ranting GP Ansor dari empat kecamatan di Jombang. Di antaranya, Kecamatan Bandar, Perak, Ngoro, dan Gudo. Tak kurang dari 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut hingga rampung. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Lomba, Pesantren, Sholawat Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize

Gresik, Fans Gus Dur. Heroisme perayaan Hari Santri Nasional juga menggema di kota santri Gresik Jawa Timur. Pesantren Mambaus Sholihin berpartisipasi dengan menggelar kirab santri yang melibatkan tak kurang dari 5000 santri dan alumninya untuk menggetarkan bumi Gresik, Sabtu (22/10).?

Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Hari Santri di Gresik Bertabur Doorprize

"Momentum hari santri ini memang kita manfaatkan betul untuk penguatan kembali semangat nasionalisme bagi para santri dan alumni. Tidk hanya sekedar kirab, bahkan kami menyediakan doorprice bagi peserta kirab," kata Ketua Umum Himpunan Alumni Mambaus Sholihin (HIMAM), Maftuh.?

KH Agus Muhammad Maruf, Ketua Yayasan Pesantren Mambaus Sholihin dalam sambutannya saat melepas peserta kirab menyampaikan ucapan syukur atas disahkanya 22 Oktober sebagai hari santri. Menurutnya, dengan adanya hari santri, negara telah mengakui peran besar santri, khususnya dalam mempertahankan kermerdekaan Indonesia.

Ia menilai, para pejuang kemerdekaan yang dimotori oleh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari melalui Resolusi Jihad mempunyai makna tersendiri bagi santri, bagi kaum santri, cinta tanah air merupakan manifestasi keimananan kepada Allah dan Rasul-Nya.?

Ia menambahkan, pada masa perjuangan kemerdekaan, cinta tanah air diwujudkan dalam bentuk berjuang mengusir penjajah, namun kini perjuangan itu bisa diwujudkan dalam bentuk dedikasi untuk membangun bangsa dari berbagai aspek.

Fans Gus Dur

Dengan berbagai kostum yang merepresentasikan tradisi santri, 5000 peserta kirab dengan tertib dan penuh semangat mengelilingi kota gresik diselingi yel-yel santri. Dan di penghujung acara, peserta semakin riuh saat tiba pengundian kupon berhadiah 25 juta teridiri dari kulkas, TV LED 21, mesin cuci, dan kelengkapan rumah tangga lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Lomba, Hadits Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Jombang, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar sosialisasi akreditasi, Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (SIGAP), dan pelatihan administasi organisasi di MI Al-Istiqomah, Yayasan Al-Istiqomah, Mojongapit, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8).

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menyampaikan, kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang, Ketua dan Sekretaris dari Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang. "Adanya sosialisasi akreditasi ini dapat memberikan motivasi sekaligus kejelasan arah dalam mengelola organisasi," ungkapnya.

Setidaknya ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan dalam menata Ansor, yaitu majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor atau kegiatan peringatan hari besar agama Islam, kaderisasi, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga kursus dan pelatihan, kebanseran, struktur organisasi dan pendataan anggota Ansor dalam SIGAP online.

Fans Gus Dur

"Sehingga kinerja organisasi bisa diukur dan kelayakan dalam pengelolaan organisasi juga dapat dinilai," katanya. Akhirnya reward dan punishment pun akan diberlakukan berdasar hasil akreditasi itu, lanjutnya.

Sementara materi tertib administrasi, pengisian laporan akreditasi dan pelatihan aplikasi SIGAP online dipandu sekretaris umum PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam. "Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan pengurus PAC dapat menertibkan administrasi organisasi, melakukan pendataan anggota melalui SIGAP online, menjalankan kegiatan sebagaimana yang dijadikan indikator penilaian dalam akreditasi dan disampaikan ke ranting masing-masing," tandas Muiz, panggilan akrabnya.

Fans Gus Dur

Ditambahkan, di samping materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi sekilas jurnalistik dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Afairur Ramadhan.

"Hal ini untuk memperkaya khazanah kepenulisan dalam rangka mempublikasikan kegiatan, baik di media sosial atau media online," terangnya.

Usai pelatihan, akan dilakukan tindak lanjut dari kegiatan untuk memantapkan materi yang didapat, utamanya melalui komunikasi intensif dan asistensi atau pendampingan. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

Kairo, Fans Gus Dur. Presiden Mesir Mohammad Mursi mengatakan bahwa negaranya sudah siap untuk memasuki era baru swasembada pangan.

Mursi menyatakan pernyataan itu di sela-sela pidato panen raya gandum yang digelar pada Rabu (15/5) kemarin di salah satu ladang petani di Provinsi Alexandria, Mesir Utara.

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Gandum Amerika-Israel, Mesir Siap Swasembada Pangan

"Dalam empat tahun kedepan, Mesir akan menghentikan secara total impor gandum dari luar dan lebih mengandalkan produksi dalam negerinya. Mesir siap untuk memasuki era swasembada pangan," demikian kata Mursi sebagaimana dilansir kantor berita Russia Today edisi bahasa Arab (16/5).

Fans Gus Dur

Meski tercatat sebagai negara yang subur dan hijau serta banyaknya produksi gandum, namun di zaman pemerintahan Mubarak atau pra-revolusi, Mesir justru tercatat sebagai negara pengimpor gandum terbesar di kawasan Timur Tengah. Mesir membeli dan mengimpor gandum didapatkan dari Amerika dan Israel.

Ditambahkan Mursi, produksi gandum di negaranya pada tahun ini terhitung mencapai angka 9,5 juta ton, meningkat 30 persen dari jumlah produksi di tahun sebelumnya.

Fans Gus Dur

Dua tahun ke depan, kata Mursi, Mesir menargetkan dapat mencapai kuota produksi gandum sejumlah 12 juta ton. Angka ini berarti Mesir sudah mencukupi 80 persen kebutuhan gandum dalam negerinya.

"Dan empat tahun ke depan, Mesir secara total akan menghentikan impor gandum dari luar," sambung Mursi.

Dengan pencapaian angka produksi gandum yang mencapai 9,5 juta ton tahun inim Mesir berarti hanya akan mengimpor gandum sekitar 4 juta ton sampai 5 juta ton saja, padahal sebelum-sebelumnya impor gandum di Mesir mencapai 10 juta ton pertahun.

Penulis: Ahmad Ginanjar Sya’ban

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

Berhijrah Sebelum Terlambat

Oleh M. Akhfas Syifa Afandi

--Bagi umat Islam, bulan Muharram telah menyisahkan banyak memoar dalam ingatan. Berbagai peristiwa penting terjadi di bulan ini, peristiwa-peristiwa itu tak hanya menyisahkan kesan mendalam. Lebih dari itu, Rasulullah Saw. mewanti-wanti akan keutamaan bulan satu ini lewat pesan-pesan profetik beliau.

Seorang diantaranya al-Imam Zainuddin ibn Abdul Aziz ibn Zainuddin al-Malibary, telah mencatat rentetan peristiwa-peristiwa tersebut dalam bukunya Irsyad al-Ibad ila Sabil Al-Rosyad. Dengan membicarakan bulan Muharram, maka kita tak bisa mengabaikan peristiwa lain yang teramat penting, yakni hijrahnya Nabi Saw dari Makkah ke Madinah. Dua peristiwa ini seperti berjalan berkelindan, jika bulan Muharram menyimpan banyak keutamaan dan pahala yang berlipat ganda, maka hijrah Nabi Saw. telah mengajarkan nilai, norma, dan simbol ketaatan seseorang.

Berhijrah Sebelum Terlambat (Sumber Gambar : Nu Online)
Berhijrah Sebelum Terlambat (Sumber Gambar : Nu Online)

Berhijrah Sebelum Terlambat

Sebegitu pentingnya peristiwa hijrah, hingga para sejarawan muslim berusaha mendeskripsikannya dengan demikian gamblang. Ada pula yang mencari relasi antara hijrah dan bulan Muharram. Hijrah nabi (baca: perjalanan dari Mekkah ke Madinah) memang tidak terjadi di bulan Muharram, namun peristiwa penting ini telah menandai Muharram sebagai awal bulan dalam kalenderial Islam. Keputusan ini tak semudah yang dibayangkan, menyisahkan polemik dan pelbagai tanggapan. Dan yang menarik –diantranya– riwayat tentang Umar bin Khattab ra.. Suatu ketika, dalam pertemuan tertentu, seorang staf kekalifahan menyodorkan draf kegiatan di bulan Sya’ban, begitu menerima Umar kebingungan. “Bulan Sya’ban dalam draf ini yang telah lewat atau yang akan datang”, pinta Umar memohon penjelasan. Umar tak mendapatkan jawaban. Beberapa kolega yang hadir pun kebingungan, sebab saat itu belum ada patokan tentang tahun. Umar lekas mengambil sikap, beliau perintahkan para sahabat untuk membuat kalender Islam. Walhasil terjadilah perundingan, perbedaan pendapat sempat terjadi: dalam hal semenjak kapan penghitungan akan dimulai. Hal ini tak berlangsung lama, Umar segera bertindak dan para sahabat pun sepakat, awal kalender Islam dimulai semenjak hijrah Nabi Saw. dari Makkah ke Madinah. Sesaat sebelum penetapan, Umar terlebih dahulu meyakinkan para sahabat, “Pemilihan hijrah nabi sebab momen tersebut menjadi permisah atnara yang baik (hak) dan buruk (bathil)”, demikian pesan sang khalifah kepada para sahabat.   

 

Makna, relevansi dan kritik sosial

Seorang mufassir kenamaan abad ke enam hijriyyah, Abi Abdillah Muhammad ibn Ahmad ibn Abi Bakar atau yang dikenal dengan nama pena al-Qurtubi, menurutnya, hijrah ialah mobilitas dari satu tempat ke tempat lain dan berusaha mewujudkan kehidupan baru di tempat yang dituju. Sementara lawan kata Al-Hajr adalah Al-Wasl, yang berarti menyambung. Kata Al-Hijrah tak sendirian, kata ini mempunyai padanan, diantaranya Al-Hujroh dan Al-Muhâjaroh, ketiganya mempunyai arti yang sama, mobilitas ke negeri lain.

Fans Gus Dur

Sebuah penafsiran yang cukup dialogis dan sistematis diutarakan oleh seorang cendikia, pakar yuridis Islam, dan tokoh sufi kenamaan, Muhyiddin ibn Arobi, beliau mengatakan, dalam terminologi hijrah yang berupa perpindahan dari tempat tertentu (Al-Dihab fi al-Ard), para ulama mengklasifikasikan kedalam dua bagian, Haroban dan Tolaban. Khusus untuk bagian pertama terbagi menjadi enam, sala-satunya adalah Hijrah. Oleh Ibn Arabi hijrah disini diartikan sebagai perpindahan dari daerah konflik (Dar al-Harb) menuju tempat aman atau kawasan Islam (Dar al-Islâm), di masa Nabi Saw. hijrah semacam ini hukumnya wajib (fardlu) dan hingga saat ini jika dilakukan akan mendapat predikat yang sama, yakni kewajiban hingga hari kiyamat (Mafrudotun ila yaum al-Qiyamah).

Kata hijrah juga banyak ditemukan dalam al-Qur’an dan Hadist, namun ada beberapa ayat yang terang memerintahkan untuk hijrah, antara lain: Qs. An-nisa 3:100, Qs. Al-baqarah 2:218, Qs. Al-Anfal 8:74, dan Qs. At-Taubah 9:20. Sementara dalam hadis nabi Saw., diantaranya yang membicarakan tentang keutamaan niat, hijrah diartikan dengan meninggalkan keluarga dan tanah kelahiran menuju kota (Madinah). Yang menarik dari perintah hijrah, nabi memerintahkannya tidak atas dasar pencarian suaka atau perlindungan keamanan semata. Namun bersinggungan dengan masalah yang prinsipil, yakni menjadikan hijrah sebagai proses perjalanan ketaqwaan seseorang, maka tak mengherankan jika kemudian hijrah diartikan demikian beragam. 

Hingga pada taraf ini kita akan menemukan makna hijrah yang begitu luas. Seorang bisa saja berhijrah secara lahiriyyah, bisa juga bathiniyyah. Keduanya memberikan pilihan, untuk konteks zaman sekarang sepertinya tidak mungkin untuk berhijrah secara lahiriyah, maka bagian yang kedua adalah solusinya. Hijrah bathiniyyah adalah sebuah tawaran, manakala seorang tak mampu untuk berhijrah fisik, paling tidak mampu melakukan hijrah dengan cara berbeda: bermunajat dan taqorub pada sang khalik. Kita pasti berharap hijrah semacam ini dapat menjadi landasan seorang dalam mengambil langkah, sikap, dan keputusan. Kita bisa saja mengela, untuk kali ini tentu berbeda, karena hijrah adalah usaha untuk menggapai harapan yang lebih baik. Keputusan apapun tentu menginginkan hal yang terbaik. Namun tak selamanya dapat terwujud, dan hijrah adalah solusinya: keluar dari belenggu yang dihadapi. Disinilah kita akan menemukan makna hijrah yang demikian berbeda.

Berkenaan dengan hal tersebut, penggagas faham Tazkiyah an-Nafs, Ibnu Qoyyim al-Jauzy mendeskripsikan hijrah kedalam dua bagian. Pertama, hijrah lahiriyyah (jisim) sebagaimana makna hijrah diatas. Kedua, hijrah bathiniyyah (qalb), yakni berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Bagian ini lebih tepat diartikan sebagai hijrah spiritual, maksudnya hijrah selain kepada Allah untuk kembali kepada-Nya, beribadah selain kepada Allah untuk kembali mengesakan-Nya. Takut (khouf), meminta belas kasih (roja’), rendah diri (tawadlu), bersikap tenang (istikhanah) dan pasrah (tawakkal) selain kepada Allah untuk kembali kepada-Nya.

Fans Gus Dur

Ibu Qoyyim menegaskan, dengan hijrah bathiniyyah seorang berarti telah menggapai dua deminsi berbeda. Pertama, hijrah kepada Allah dengan menanamkan kasih sayang (mahabbah), senantiasa beribadah (ubudiyyah), dan menerima keadaan (tawakkal). Kedua,  hijrah kepada Rssulullah Saw. baik dalam meneladani tingkah laku atau ketenangan fisik (dohir) dan batin yang keduanya tetap sesuai dengan aturan syariat, dan menjadi tahapan dalam menggapai ridlo dan maqom tertinggi disisi-Nya.

Merenungi ungkapan Ibnu Qoyyim, kita telah menemukan makna hijrah yang demikian luas: hijrah tidak sebatas perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain atau mobilitas dari satu masa ke masa lain. Namun, hijrah diartikan pula sebagai perjalan spiritual hamba dengan Tuhannya. Maka tak berlebihan ketika seorang telah berhijrah, berarti ia mendapat predikat insan terbaik, karena hijrah adalah sikap, dorongan dan perjalanan ruhani dari semula kurang baik ke arah tatanan kehidupan yang lebih baik. Dalam penafsiran selanjutnya, kita akan menemukan perlunya mengaplikasikan hijrah dalam keseharian. Dalam kondisi tertentu kita tak selamanya berada dalam keberuntungan: kegalauan hidup, problem yang di hadapi dan masalah-masalah lainnya senantiasa menghadang. Disinilah hijrah diperlukan, keluar dari belenggu yang terus mengekang. Karena hijrah adalah solusi, maka kapan pun akan selalu menjadi prioritas.  

Menyelami makna hijrah, kita tak bisa mengabaikan penafsiran ulama tasawuf, mereka mempunyai penafsiran yang jauh lebih dalam. Menurutnya, hijrah terbagi kedalam dua kelompok, hijrah sughro dan kubro. Hijrah sughro secara definitif hampir sama dengan pengertian hijrah diatas dan mungkin dilakukan oleh banyak khalayak. Sedangkan hijrah kubro ialah perjalanan menembus batas (hijrotun nafs) dengan mengendalikan hawa nafsu dan menolaknya untuk kembali continu kepada sang pencipta jagat raya, Allah Swt. Taraf ini, tidak akan mampu di gapai  kecuali oleh orang yang mempunyai kehendak yang luhur (Himam as-Saniyyah) dan maksud yang luhur pula (Maqosid al-Ulya). Selain itu, dalam hijrah terdapat ihwal lain yang teramat penting, yakni adzan yang menurut pelaku sejarah, nabi Saw. baru melegalkan setelah hijrah beliau dari Makkah ke Madinah.

Seiring berjalannya waktu, belakangan mulai muncul pertanyaan yang mempertaruhkan relevansi hijrah. Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muawiyyah ra. paling tidak telah memberikan jawaban. Nabi Saw. bersabda, "Hijrah tidak akan terhenti (terputus) sampai terputusnya pintu taubat, dan pintu taubat tidak akan terhenti (tertutup) sampai keluarnya matahari dari ufuk barat (kiamat)". Hadist ini berbicara sampai kapan hijrah dapat dilakukan. Meskipun para ahli tafsir (mufassirin) mengartikan hijrah dalam hadist tersebut sebagai hijrahnya seorang muslim yang menetap di Negara non-muslim dan tidak dimungkinkan untuk mengikuti aturan-aturan dinegara tersebut. Hadist ini diakui berbicara dalam konteks bebeda, hal ini paling tidak menjadi legitimasi bahwa hijrah tetap relevan sampai kapanpun. Hanya yang dibutuhkan kini, bagaimana mengaplikasikan hijrah untuk kontek saat ini. Adalah hijrah sebagai sebuah solusi, hijrah yang adaptif dengan berbagai persoalan yang terjadi. Baik persoalan pribadi, bangsa atau umat beragama. Disinilah hijrah yang diharapkan, hijrah yang dapat menyelesaikan persoalan umat dan bangsa.

Kita patut bersyukur, penduduk bangsa ini bisa hidup rukun berdampingan. Namun kita juga patut mengelus dada, bangsa ini masih terlampau jauh untuk dikatakan subur-makmur. Sekedar mapan hidup pun sepertinya cukup sulit. Tapi siapa sangka ditengah palilit hidup, kita masih dikenal sebagai masyarakat yang hedonis, konsumerisme, dan yang tak ketinggalan prilaku para pemimpin bangsa yang sekenaknya ngemplang duit rakyat. Dalam kondisi seperti ini, kita masih disuguhkan berbagai sentimen umat beragama yang terus terjadi. Kita menyadari, sebagai umat beragama kita diatur oleh pranata atau aturan-aturan. Namun sepertinya selama ini agama hanya diingat disaat tertentu dan dalam kondisi tertentu pula. Kita telah kenyang, seringkali suguhan menarik tersaji, bayangan ‘kesalehan’ umat ada dimana-mana. Dengan penampilan khas berjenggot, berjubah, dan mondar-mandir membawa tasbih. Namun, pekertinya tidak sesaleh penampilanya. Pada bagian ini, relevansi hijrah kembali dipertaruhkan.

Disinilah perlunya kembali memaknai hijrah sebagai sebuah reposisi, di saat elan-elan penting dalam kehidupan terabaikan, hijrah semestinya menjadi pilihan. Persoalan yang dihadapi bangsa ini ataupun menjamurnya bayangan kesalehan umat, sejatinya telah menampilkan jati diri siapa sebenarnya bangsa kita. Ada banyak cara untuk keluar dari trem semacam ini, hijrah hanya salah-satunya. Untuk itu segeralah berhijrah sebelum anda terlambat!

M. Achfas Syifa Afandi, santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, penikmat kitab kuning, sejarah dan sastra-sastra populis

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Lomba Fans Gus Dur

Senin, 20 November 2017

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik

Ketika bersantai bersama teman-teman guru dalam suatu obrolan seputar peran ulama, salah seorang dari mereka menyodorkan buku berjudul “Seratus Tokoh Islam Indonesia yang Paling Berpengaruh”. Penulisnya menempatkan KH Hasyim Asy’ari para posisi pertama, disusul kemudian berturut-turut tokoh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan proklamator kemerdekaan Ir Soekarno. Yang menarik ketika membuka daftar isi buku itu adalah tercantumnya nama Kiai Haji Ali Maksum pengasuh pondok pesantren Krapyak Jogjakarta.

Beliau adalah menantu KH Muhammad Moenawwir , pendiri pondok tersebut, seorang ulama Al-Qur’an yang memiliki reputasi hebat, yang mana dari tangan beliau lahir ulama’-ulama’ sekaliber KH Arwani Amin Kudus, KH Muntaha..

Sebagai salah satu lulusan krapyak tentunya secara pribadi bangga mana kala pengasuhnya “dianggap” sebagai sosok yang memiliki pengaruh. Tidak main-main pengaruh itu dalam skala nasional. Namun sesaat kemudian terlintas pikiran “nakal” yaitu pertanyaan” apakah betul bahwa kiai Ali Maksum ini benar-benar  termasuk tokoh yang berpengaruh di Indonesia?

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik

Apakah penulis buku ini benar-benar telah melakukan penilitian serius untuk sampai pada kesimpulan bahwa tokoh Kiai Krapyak ini layak menjadi salah satu dari seratus orang yang berpengaruh!! Apa parameter yang dipakai penulis itu dan apa pula bidang yang telah dipengaruhi oleh kiai Ali ini, sehingga pembaca haqqul yakin bahwa Kiai Ali Maksum ini layak mendapat tempat sebagai tokoh paling berpengaruh. 

KH Ali Maksum adalah generasi kedua selevel dengan KH Wahid Hasyim. Beliau seorang putra dari ulama utara jawa tepatnya kota lasem Rembang jawa tengah yaitu KH Maksum. KH Maksum sendiri juga tercatat sebagai pendiri NU bersama para kiai Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah dan lainnya.

KH Ali beberapa tahun mondok di pesantren termas pacitan setelah sebelumnya belajar pada ayahnya sendiri. Studi beliau berlanjut ke makkah belajar dibawa asuhan ayah ataupun kakek sayyid Muahammad Al-Maliki. Menurut riwayat, Kiai Ali Maksum  belajar dimakkah kurang lebih 2 tahun saja.

Fans Gus Dur

Selama menjadi pengasuh di Pesantren Krapyak, Kiai Ali juga dipercaya mengajar di IAIN Sunan Kalijaga. Beliau pernah dipercaya menjadi team Lajnah Pentafsir Al-Qur’an. Adapun karir oraganisasi kiai Ali adalah menjabat Rais Aam NU periode 80an setelah Rais Aam KH Bisri Sansuri Jombang wafat.  Pengukuhan kepemimpinan Kiai Ali ini ketika generasi pendiri NU wafat, padahal pada saat itu tokoh-tokoh  NU yang kharismatik( bahkan) secara usia lebih senior dari beliau masih banyak, misalnya KH As’ad Samsul Arifin situbondo, dan KH Ali Mahrus Kediri.

Kiai Ali Maksum tidak diragukan tingkat keilmuannya. Beliau termasuk jenis ulama’ yang berangkat tidak dari bangku sekolah formal layaknya ulama’ sekarang. Justru intelektualitasnya beliau bangun dari pesantren.

Kiai Ali sudah kesohor sebagai calon ulama’ handal ketika belajar di Pesantren Termas. Saat itu beliau sudah mendapatkan julukan “Munjid” berjalan, kamus arab karangan non muslim. Beliau juga sedikit berbeda dari ulama’ kebanyakan. Beliau sangat gandrung terhadap logika dan ilmu mantiq. Diantara karya penting yang menjadi petunjuk bahwa kedepan beliau merupakan tokoh penting dan berpengaruh adalah bukunya yang berjudul “Mizanul Uqul fi Ilmil Mantiq” pertimbangan akal dalam ilmu mantiq. Hal inilah tidak mengherankan bila mana santrinya diajak membaca sebanyak-banyaknya kitab apapun dari madzhab apapun, seperti yang pernah dituturkan oleh KH Masdar Farid. Seorang peneliti Belanda Martin van Bruenesen mengklasifikasikan Kiai Ali sebagai kiai alim, sedangkan Kiai As’ad sebagai kiai kanuragan.        

Fans Gus Dur

Dalam salah satu tulisan Gus Dur yang berjudul “Baik Belum Tentu Manfaat”, beliau menceritakan satu saat bertanya kepada Kiai Ali Maksum tentang belajar di pesantren sembari melakukan “puasa ngrowot” , yaitu puasa meninggalkan makan nasi dan lauk bernyawa semisal ikan, telur, digantikan sekedar makan ketela dan sejenis umbi-umbi lainnya selama belajar. Gus Dur menyatakan bahwa makanan itu tentunya jauh dari gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan dan berakibat lemahnya kemampuan santri selama mondok, namun mengapa dalam salah satu karya imam Al-Ghazali “laku” tersebut justru direkomendasinya selama proses belajar? 

Kiai Ali menjawab bahwa “pendapat (Al-Ghazali) itu baik tapi belum tentu manfaat”. Di sini oleh Gus Dur, Kiai Ali dianggap mampu melakukan dinamisasi yang diperlukan terhadap teks-teks klasik. Kiai Ali memahami kebaikan pendapat tersebut namun belum tentu manfaatnya khususnya untuk masa sekarang.

Hal yang tak kalah penting yang mendorong pentingnya posisi beliau dalam pentas nasional adalah momentum estafet kepemimpinan NU pasca wafatnya kiai Bisri Sansuri. Saat itu NU dalam tarikan yang sangat kuat antara NU politik dan NU kultural. Munculnya kelompok Cipete dan kelompok Situbondo menunjukkan indikasi tarik-menarik kepentingan yang sangat kuat saat itu. Bilamana dulu NU salah memilih pucuk pimpinan pengganti Kiai Bisri mungkin saja wajah NU tidak seperti sekarang. Nama-nama seperti KH Ahmad Siddiq, Gus Dur mungkin saja tidak muncul.

Yang menarik, suara-suara pembaharuan dari generasi ketiga NU yang moderat seperti KH Mustofa Bisri, KH Masdar Farid, Gus Dur adalah santri beliau sendiri. Begitu pula suara-suara ulama’sepuh saat itu kompak tertuju pada kiai Ali bahwa beliaulah yang paling cocok mengawal pembaharuan dalam tubuh NU.

Sekarang NU sudah dikenal oleh semua termasuk masyarakat luar. Penelitian tentang NU semakin banyak. Pemerintah nyaman menjalankan roda pemerintahannnya karena dukungan NU terhadap NKRI. Memang semua itu sumbangsih terbesar adalah Gus dur KH Ahmad Siddiq. Namun beliau berdua bekerja mengangkat harkat NU karena back up Kiai Ali Maksum.

Muktamar krapyak 89 menjadi saksi betapa kuatnya dukungan Kiai Ali pada duet kepemimpinan KH Ahmad Siddiq-Gus Dur dari suara ketidakpuasan sebagian kiai terhadap sepak terjang Gus dur selama ini.  Beliau yang mula-mula meredakan situasi internal NU. Beliau yang memberi ruang gerak bagi pikiran-pikiran segar bagi kebaikan NU. Pendek kata kiai Ali Maksum merupakan peletak dasar pikiran moderat NU yang sekarang ini merupakan mainstream NU secara umum.

 

Mohammad Yahya

Alumnus Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Kajian, Kajian Islam Fans Gus Dur

Senin, 13 November 2017

Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit

Gorontalo, Fans Gus Dur. Jika biasanya Al-Quran diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, maka dalam waktu dekat Gorontalo segera memiliki terjemahan kitab suci umat Islam tersebut, dengan menggunakan bahasa daerahnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang Tim Perumus terjemahan Al-Quran ke Bahasa Gorontalo, Lukman Katili, kepada wartawan ketika mengikuti Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Al-Quran Regional se-Sulawesi dan Kalimantan, Selasa (22/5) kemarin.

"Tahun depan insya Allah masyarakat Gorontalo akan memiliki Al-Quran yang diterjermahkan ke Bahasa Gorontalo," katanya.

Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit

Ia menambahkan, tujuan dari menerjemahkan Al-Quran ke Bahasa Gorontalo, agar masyarakat bisa memahami dan mengamalkan isi kandungan dari kitab suci tersebut.

"Dari tiga juz yang ada, saat ini baru satu juz yang telah diterjemahkan dan diedarkan kepada masyarakat muslim di daerah tersebut," kata Katili.

Tim penerjemah, selain dari tenaga ahli khusus agama Islam, juga melibatkan tokoh adat dan pemuka masyarakat, yang dimintai pendapat serta saran dalam penerjemahan Al-Quran ke bahasa Gorontalo.

Fans Gus Dur

"Kami berkerja sama dengan ahli Bahasa Gorontalo, sehingga dapat memberikan masukan serta menjaga jangan sampai ada kesalahan dalam penerjemahan dan penulisan," kata dia.

Dia menambahkan dengan adanya Al-Quran terjemahan Bahasa Gorontalo, diharapkan masyarakat lebih suka untuk membacanya serta mengetahui dan paham artinya. (ful/ant)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Kyai, Internasional Fans Gus Dur

Kamis, 09 November 2017

Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo

Solo, Fans Gus Dur. Selama bulan Ramadhan, seperti biasa Masjid Jami’ Assegaf Pasar Kliwon Solo, menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan. Menurut Imam Masjid Jami’ Assegaf, Habib Jamal Bin Abdul Qodir Assegaf, kegiatan sudah dimulai sejak pukul 12.00 WIB.

Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Si Jidan dan Burhan di Masjid As-Segaf Solo

“Setiap harinya, rutin mulai pukul 12 siang sampai dini hari, ada banyak kegiatan” terang kakak Habib Syech As-Segaf itu, saat ditemui Fans Gus Dur, Rabu (2/7) sore.

Setelah diawali dengan pengajian tafsir al-Qur’an, waktu sore hari dilanjut dengan kegiatan Rauhah Sore. “Setiap sore kita menafsiri Kitab Rayadhus Shalihin karangan Imam Nawawi,” ujar Habib Jamal.

Fans Gus Dur

Usai kajian kitab, kemudian jamaah berkumpul di serambi masjid untuk mendengarkan kultum dari salah seorang ustadz. Kultum berakhir hingga waktu azan Maghrib tiba.

Fans Gus Dur

Berbagai kegiatan usai salat tarawih, juga sudah disiapkan takmir masjid. “Ada Nyantri Ramadhan, Sarasehan Ramadhan, Dzikir dan Muhasabah,” katanya.

Agar jamaah tidak mengantuk, ada pula beberapa acara inspiratif seperti Kisah Malam, Suara Anda, dan Dialog Interaktif. Untuk tahun ini, panitia juga mengadakan beberapa program baru.

“Ada Burhan (Bubur Ramadhan) yang diselenggarakan pada dua puluh hari pertama Ramadhan dan Si Jidan (Santri Masjid Ramadhan),”

Dengan berbagai kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat menjadikan jamaah lebih tertarik untuk semakin giat dalam beribadah di bulan Ramadhan. Tak lupa, di malam hari para jamaah akan disuguhi secangkir kopi rempah khas masjid ini. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Yogyakarta mengadakan diskusi mengenai rancangan Perda Rokok.? Diskusi yang diadakan di kantor PWNU DIY (01/12) dihadiri berbagai golongan, mulai komunitas kretek, perhimpunan tani tembakau sampai pengasong rokok.

Adanya Undang-Undang masalah tembakau cenderung merugikan rakyak ‘bawah’.? Salah satu peserta dari pengasong rokok mengatakan, bahwa jika dirinya tidak menjual rokok, bagaimana dengan nasib keluarganya yang menggantungkan hidup dari penjualan tersebut? Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh KH Ash’ari Abta dalam sambutan sekaligus pembukaan diskusi tersebut.

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok

“NU memberikan hukum rokok hanya sebatas ‘makruh’ tidak lebih dari itu. Tidak usahlah kita melebihi hukum tersebut”, tutur Rais Syuriyah PWNU DIY. Karena sebenarnya masih banyak yang lebih madharat dibanding rokok, dan dampaknya lebih berbahaya bagi masyarakat seperti narkoba dan klub-klub malam yang merajalela.

Fans Gus Dur

Hal senada diutarakan H Zuhdi Muhdlor, mewakili ketua Tanfidziyah PWNU DIY yang berhalangan hadir. “Permasalahan tembakau memang banyak menimbulkan kompleksitas problem. Karena di dalamnya terjadi pertarungan,” tutur wakil ketua Tanfidziyah PWNU DIY.?

“Pertarungan kepentingan antara pemerintah, sponsor dan kaum petani dalam pro-kontra pengaturan tembakau,“ lanjutnya.

Pengharaman rokok merupakan bentuk pembekukan perekonomian masyarakat bawah. Hal itu juga akan berdampak pada perekonomian warga NU, karena kebanyakan petani tembakau adalah warga nahdliyyin. Pengharaman atas rokok hanya akan menyengsarakan petani tembakau dan buruh.

Fans Gus Dur

Dengan hal di atas, perlu adanya pengayoman atas warga NU dari ranah hukum yang perlu dilakukan oleh LPBH NU DIY. Dalam sesi penutupan, KH Chasan Abdullah berpendapat, bahwa adanya peraturan tembakau berpangkal pada adanya fatwa haram atas rokok.?

“Teman-teman tidak hanya perlu gencar menolak Perda tembakau, tetapi penting adanya penyikapan atas fatwa pengharaman rokok,” pesan Katib PWNU DIY.

Ia melanjutkan, “Padahal, dalam prinsip NU, semua kebijakan pemerintah yang ditujukan pada rakyat itu harus mempertimbangkan kemaslahatan. Sehingga pelibatan masyarakat dalam kebijakan-kebijakan adalah sebuah keniscayaan.“?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Suhedra

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Meme Islam, Lomba Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock