Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak

Jakarta, Fans Gus Dur - Tidak semua orang menyadari penyakit menular Tuberkolosis (TB) masih mengancam Indonesia. Bahkan banyak yang mengira bahwa penyakit yang dulunya bernama TBC ini sudah tidak ada lagi di Indonesia. Untuk itu Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bersama sejumlah pihak terus mengupayakan pemberantasan TB.

Demikian disampaikan Ketua LKNU pada pengantar diskusi bersama media di Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (8/3).

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak

Dalam rangka mengentaskan penyakit TB ini, LKNU berkolaborasi dengan Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) dan Johnson & Johnson Indonesia.

Fans Gus Dur

Ia berharap agar masyarakat lebih meningkatkan kesadarannya terhadap penyakit Tuberkolosis ini. Menurutnya, apa yang dianggap oleh masyarakat itu tidak sesuai dengan kenyatannya. Indonesia justru menempati kasus TB nomor dua di dunia.

Fans Gus Dur

Ia berharap, lewat acara diskusi pada temu pers siang hari ini bisa menjadi sarana  untuk menyebarluaskan kepedulian masyarakat terhadap penyakit yang satu ini.

Narasumber diskusi ini adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Vice President GFO, OTC, Johnson & Johnsos Asia Pasific Lakish Hatalkar, dan Ketua Forum Shop TB Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro. (Husni Sahal/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Makam Fans Gus Dur

Rabu, 28 Februari 2018

Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi

Tehran, Fans Gus Dur. Negosiator nuklir Iran Ali Larijani, Kamis (21/6), mengatakan kepada kekuatan-kekuatan dunia bahwa satu-satunya cara mengatasi krisis nuklir Iran adalah melalui jalur perundingan dan bukannya penjatuhan sanksi.



Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi

Namun Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, penjatuhan sanksi adalah langkah terbaik bagi Iran untuk menghentikan pengayaan uraniumnya. AS mendesak Iran untuk merubah "ranah kontroversial" nya. AS dan sekutu-sekutunya menuduh program nuklir Iran adalah untuk pembuatan senjatan pemusnah massal.

"Dengan resolusi (DK PBB), mereka tidak dapat menghentikan keinginan Iran, namun mereka bisa mencapai solusi melalui negosiasi-negosiasi," terang Larijani.

Fans Gus Dur

AS sebelumnya mengatakan, pihaknya bersama lima anggota kekuatan dunia lainnya (Inggris, Rusia, Perancis, German, dan China) telah mulai membahas sejumlah sanksi kepada Iran atas program nuklirnya.

Iran berulang kali mengatakan tekanan apapun tidak akan mampu menghentikan program nuklirnya untuk tujuan damai yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.

Fans Gus Dur

"Kata-kata kasar terhadap bangsa Iran akan menuai respon yang lebih kuat...jika mereka berbicara dengan lembut dan logis, ini adalah demi keuntungan mereka sendiri," kata Larijani dalam pidatonya di Tehran beberapa waktu lalu.

Sumber Reuters melaporkan, Larijani dijadwalkan akan bertemu dengan Ketua Badan Pengawas Atom PBB Mohamed ElBaradei di Wina pada Jumat dan Javier Solana di Lisbon, Sabtu.

Pertemuan terakhir antara Larijani dan Solana di Madrd bulan lalu, tidak menghasilkan terobosan atas isu nuklir Iran dan mendesak kekuatan-kekuatan Barat untuk memperingatkan Iran menghadai sanksi keras.

Larijani mengatakan: "Negara-negara yang biasa berpikir bahwa dengan mengeluarkan sejumlah resolusi kepada kita, kita akan mundur. Namun realitasnya adalah bahwa kita sedang memperjuangkan hak-hak kita." (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Fenomena yang terjadi saat seorang anak kejang seperti mata mendelik, tangan-kaki kaku kelojotan serta lidah tergigit, tak ayal membuat para orang tua panik. Pasalnya, kejang pada anak merupakan hal yang menakutkan bagi orang-tua. Sebagai langkah awal dalam menangani kejang, orang tua harus tetap tenang.

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

"Maka hal selanjutnya yang harus dilakukan orang tau adalah mencari penyebab anak tersebut seperti meletakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah, baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak," kata dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Vanisia Hayu Firdayanti kepada Fans Gus Dur, Rabu (12/10).

Vani mengungkapkan, jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak seperti memasukkan sendok, kayu, jari orang tua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang. Karena hal itu akan berisiko serta bisa menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka.

"Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang. Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat," ungkap Vani.

Fans Gus Dur

Pada umumnya, anak yang sedang mengalami kejang akan menunjukkan gejala seperti hilangnya kesadaran dan berkeringat, tangan dan kaki kaku, keluar busa atau cairan dari mulut, kedua matanya seperti melirik ke atas. Setelah kejang reda, anak akan mengantuk dan tertidur.

Vani menjelaskan, penyebab kejang tersering pada anak di antaranya kejang demam, infeksi susunan syaraf pusat, trauma kepala, keracunan (akohol, teofilin), penghentian obat anti epilepsy dal lain sebagainya.

Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama, ? obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Fans Gus Dur

Untuk mendiagnosis penyebab kejang, sambung Vani, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan di antaranya pemeriksaan darah, urine, atau pemeriksaan cairan tulang belakang untuk mengetahui apakah terjadi infeksi sistem saraf pusat seperti meningtis. Selain pemeriksaan tersebut, dokter bisa saja menyarankan electroencephalogram (EEG) atau rekam otak (sesuai indikasi) untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejang yang dialami oleh anak.

"Pada saat di IGD dan kejang pada anak sedang berlangsung, dokter akan segera memberikan obat anti kejang yang dimasukkan lewat dubur dan oksigenasi untuk memperbaiki aliran oksigen ke otak. Setelah itu terapi dikhususkan terhadap penyebab kejang. Jika epilepsy merupakan dasar penyebab anak kejang, maka dokter akan memberikan obat anti epilepsy yang harus diminum selama minimal 1 tahun pasien bebas kejang, bukan 1 tahun setelah pasien pertama kejang," ujar dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini.

Perlu diketahui bahwa, kejang sendiri didefinisikan sebagai kondisi di mana otot tubuh berkontraksi dan relaksasi secara cepat dan berulang, oleh karena abnormalitas sementara dari aktivitas elektrik di otak, disebabkan karena proses intracranial, ekstracranial dan metabolic.

Tipe kejang yang paling umum ditemukan biasanya berupa kejang tonik-klonik, di mana tubuh menjadi kaku diikuti dengan gerakan kelojotan. Selama periode ini, lidah dapat tergigit sehingga menyebabkan perdarahan di mulut, atau dapat pula berupa gerakan-gerakan abnormal salah satu sisi tubuh, mata terlihat menatap dengan pandangan kosong, gerakan-gerakan mengunyah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, RMI NU, Kyai Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

IPNU Ajak Pelajar Kenal Budaya Islami

Kudus, Fans Gus Dur - Wakil Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Dwi Syaifullah mengajak pelajar nahdliyin supaya lebih mengenal budaya Islami. Menurutnya, pelajar NU harus memiliki identitas, tidak boleh terpengaruh budaya baru yang berdampak negatif.

"Kita tidak bisa mengelak adanya budaya baru, namun kita harus bisa memfilter dengan lebih mengenal dan mengikuti budaya Islami," tegasnya pada Ngaji Budaya dalam rangka Konferensi IPNU-IPPNU Kudus di SMKNU Maarif Desa Prambatan, Kudus, Jumat (12/8) malam.

IPNU Ajak Pelajar Kenal Budaya Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Ajak Pelajar Kenal Budaya Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Ajak Pelajar Kenal Budaya Islami

Dwi mengatakan, belakangan ini muncul gejala baru di kalangan anak-anak pelajar yang lebih menyukai sesuatu yang kurang membawa manfaat. Ia mencontohkan anak-anak sekolah dasar yang memiliki kegemaran suara klakson bus atau istilahnya tolelat.

"Ini gejala baru yang menyesatkan bagi mereka (anak-anak). Karena mereka ingin menunjukkan jati dirinya lewat hal tersebut. Ajaklah mereka gabung ke IPNU-IPPNU," tegasnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Ia meminta para kader pelajar NU harus terus belajar ilmu agama, berbudaya dan berakhlakul karimah serta tidak melanggar norma agama. Di samping itu, pelajar tetap mencintai dan hormat kepada guru, ulama dan kiai.

"Yang lebih utama, hormati juga kedua orang tua yang membesarkan mendidik kita semuanya," kata Dwi di hadapan ratusan pelajar Kudus.

Ia mengharapkan kader-kader muda menjadi orang yang militan, loyalitas yang tinggi dalam meneruskan perjuangan dan menjaga Islam Ahlus snnah wal Jamah melalui IPNU-IPPNU.

"Mari kita perkuat jati diri dengan agama supaya ideologi maupun nilai-nilai Aswaja tetap kokoh tertanam dalam hati," tegas Dwi yang mengakhiri sambutannya dengan menyanyikan lagu Bersemilah diiringi goupmMusik Sumobudhoyo dari Pekalongan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga

Pringsewu, Fans Gus Dur - Mantan Ketua KMNU Universitas Lampung periode 2016 Ahmad Saroji berharap kepada kepengurusan baru periode 2017 untuk menjaga kekompakan dalam berdakwah di tengah arus modernisasi yang sangat mempengaruhi para generasi muda khususnya para mahasiswa. Ia juga menyatakan kesiapan segenap jajaran panitia Rakernas KMNU 2016 yang akan digelar di Lampung selama 3 hari mulai 1-3 April 2016.

"Kami siap menyambut kedatangan sahabat-sahabat KMNU di Agenda Rakernas 2016 di Bumi Ruwai Jurai Lampung," kata Saroji yang sekarang diamanahi sebagai MPO KMNU Universitas Lampung, Jumat (25/3).

Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga

Menurutnya, ladang dakwah sekarang ini sangat luas dan sangat kompleks. "Di sana nanti pasti ada tangisan, hambatan, badai yang akan menerjang."

Dalam menghadapi semua itu, ia berharap para kader muda Mahasiswa NU harus tetap tenang dan selalu menjaga soliditas organisasi. Dalam mengemban dakwah hendaknya menanamkan prinsip untuk tidak menebar kebencian dan tidak mencari musuh dalam berdakwah.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

"Tidak ada lawan dalam berdakwah. Lawanmu adalah nafsu dan dirimu sendiri. Jaga kebersamaan," ujar Saroji.

Ia mengajak seluruh pengurus KMNU untuk senantiasa menjunjung tinggi akhlaq masing-masing sekaligus menjadi contoh bagi organisasi dakwah lainnya yang sekarang menjamur di berbagai kampus perguruan tinggi.

"Selamat berkhidmat untuk umat dan mengabdi pada negeri. Selamat atas dilantiknya Pengurus KMNU 2016," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam Fans Gus Dur

Selasa, 28 November 2017

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,? Fans Gus Dur?

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas. ?

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

“Apakah kalian siap?” tanya Alfa.

Fans Gus Dur

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

Fans Gus Dur

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Pondok Pesantren, Makam Fans Gus Dur

MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan

Jember, Fans Gus Dur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember menghimbau agar masyarakat tidak melayani permintaan sumbangan dari para tukang amal dan pengemis yang biasanya semakin menjamur ketika memasuki bulan Ramadhan, apalagi memanfaatkan anak-anak kecil.

MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Jember Haramkan Pengerahan Anak untuk Minta Sumbangan

Menurut Ketua MUI  Kabupaten Jember, Prof. Halim Subahar, tindakan mengemis dan pengerahan anak kecil untuk meminta sumbangan sudah masuk dalam kategori haram.

"Beberapa alasan fatwa haram itu dikarenakan tindakan pengemis dan tukang amal lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, mengganggu lalu lintas, bahkan sering terjadi perusakan kendaraan karena pemilik kendaraan tidak memberikan sumbangan," tandasnya di kediamannya, kemarin (30/6).

Fans Gus Dur

Halim menambahkan, fatwa haram tersebut sudah dikeluarkan MUI se-eks Karesidenan Besuki pada tahun 2011 untuk menyikapi fenomena pengemis dan tukang amal yang mengatas-namakan yayasan sosial keagamaan dengan berbagai modusnya, termasuk memakai anak kecil.

Fans Gus Dur

Dikatakannya, lebih baik sumbangan diberikan  ke tempat-tempat yang jelas seperti ke kotak amal di masjid. Atau bisa juga sumbangan disalurkan langsung ke yayasan anak yatim piatu,  atau diberikan kepada tetangganya yang miskin dan layak diberi sumbangan atau sodaqoh dan zakat.

“Itu lebih jelas pertanggung jawabannya. Tempatnya ada, penanggung jawabnya juga ada, orangnya ada, “ ujarnya.

Guru Besar STAIN Jember tersebut meminta agar Pemkab Jember segera menertibkan tukang amal dan pengemis, lebih-lebih untuk menjaga kekhidmatan bulan Ramadhan.

"Saya minta petugas Satpol PP dan Dinas Sosial bisa lebih aktif merazia pengemis dan petugas amal yang meresahkan masyarakat Jember," pungkas  Halim.  (Aryudi A. Razaq/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

NU Karangwareng Mengoptimalkan Fungsi Bendera

Cirebon, Fans Gus Dur. Awal tahun 2013 merupakan masa kebangkitan warga Nahdliyin di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon. Semua kelembagaan Nahdlatul Ulama (NU) baik tingkat ranting maupun tingkat  majlis wakil cabang (MWC) sudah terpenuhi secara struktural dan kepengurusan yang aktif. 

NU Karangwareng Mengoptimalkan Fungsi Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Karangwareng Mengoptimalkan Fungsi Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Karangwareng Mengoptimalkan Fungsi Bendera

Dinamisasi pada badan otonomi seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, terlihat dari kegiatan yang padat dan guyub. Tak ketinggalan para pelajar NU kecamatan Karangwareng yang sudah tergabung dalam kelembagaan IPNU dan IPPNU. 

Demikian dikatakan Abdul Halim, ketua PAC. GP Ansor Kecamatan Karangwareng kabupaten Cirebon, tadi pagi (3/1).

Fans Gus Dur

“Kebangkitan warga Nahdliyin di kecamatan Karangwareng diawali dengan cerita-cerita para sepuh yang kerap menceritakan kisah-kisah historis warga NU dalam membela keutuhan bangsa di tahun 65-an, terutama gerakan Ansornya. Dari sana kami merasa ingin bangkit kembali, setelah beberapa dekade warga nahdliyin di sini tidak memiliki wadah dan struktur kelembagaan NU,” jelas Abdul Halim.

Salah satu aktifis Ansor Karangwareng, Ade Mukhtar menambahkan, berawal dari cerita-cerita para kiai tentang sejarah NU tersebut, sejak sekitar tahun 1996 para pemuda NU kerap menyertakan atribut-atribut NU dan banom-banomnya dalam setiap acara-acara keagamaan yang sedang berlangsung di sekitar kecamatan Karangwareng, padahal secara kelembagaan sebagai keterwakilan dari atribut tersebut belum ada. 

Fans Gus Dur

“Pada waktu itu, kami sengaja memasang bendera NU dan banom-banomnya dalam setiap kegiatan keagmaaan yang berlangsung di sekitar kami, padahal secara kelembagaannya belum ada. Hal ini dilakukan sebagai pengenalan secara lebih luas tentang ke-NUan di tengah-tengah masyarakat. Walhasil, semua itu alhamdulillah membawa dampak yang baik, kecintaan masyarakat Karangwareng terhadap NU semakin tinggi dan kuat,” paparnya.

Nahdliyin kecamatan Karangwareng berharap, dengan semakin semaraknya kegiatan-kegiatan NU di wilayahnya akan mampu terus menguatkan dan mengembangkan rasa kecintaan terhadap NU dari generasi ke generasi. Bermula dari kisah-kisah kiai, kemudian terpenuhinya kelembagaan dan banom-banom NU, kemudian memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Nahdliyin kecamatan Karangwareng kabupaten Cirebon. 

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Makam Fans Gus Dur

Jumat, 17 November 2017

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku

Takkan sanggup rasanya,

Aku memperbincangkan aib manusia lain

Bila aku ingat, kita juga punya aib

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku (Sumber Gambar : Nu Online)
Andai Tuhan Tak Menutup Aibku (Sumber Gambar : Nu Online)

Andai Tuhan Tak Menutup Aibku

Takkan sempat rasanya,

Aku menggunjing salah manusia lain

Bila aku ingat, kita punya kesalahan

Fans Gus Dur

Andai saja aibku dan salahku itu tampak

Pastilah aku lebih hina dari yang ku cerca

Pastilah aku lebih salah dari yang kuanggap salah

Fans Gus Dur

Aku bukan manusia baik,

Hanya saja tuhan menyayangiku,

dengan menutup aib-aibku.

Iman yang kumiliki hari ini,

Bisa saja lari meninggalkan diri hina ini

Menampakkan keburukan hati ini

Menghinakanku sehina-hinanya?

Malang, 24 Oktober 2016

Mukhammad Lutfi,? Sahabat PMII Rayon “Perjuangan” Ibnu Aqil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Abdi Ma’had Sunan Ampel Al-Ali UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Cerita, Ubudiyah Fans Gus Dur

Selasa, 14 November 2017

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2009 mendatang. Hanya saja, katanya, ia akan maju jika diperintahkan lima orang kiai sepuh.



Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres

"Saya siap jika diperintahkan oleh orang-orang tua. Ada lima orang, tapi saya tidak mau menyebut nama," kata Gus Dur kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/9) kemarin.

Ia mengatakan, salah seorang dari lima kiai sepuh, yang disebutnya berusia antara 75-93 tahun, telah memintanya maju, namun ia menunggu perintah dari kiai yang lain.

Fans Gus Dur

Gus Dur sendiri menyatakan siap jadi presiden karena memiliki konsep-konsep untuk mengatasi kesulitan atau krisis yang dialami bangsa Indonesia.

Ditanya apakah sudah berkonsultasi dengan DPP PKB terkait kesiapannya maju sebagai capres, Gus Dur menyatakan belum.

Fans Gus Dur

Namun, lanjut Gus Dur, karena ia adalah Ketua Umum Dewan Syura PKB, maka

pernyataannya bisa juga dianggap sebagai pernyataan PKB. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, IMNU Fans Gus Dur

Jumat, 03 November 2017

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Probolinggo, Fans Gus Dur. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin menyampaikan sebagai penerus perjuangan, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU diharapkan untuk menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam pelantikan 80 orang pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serta PC IPNU Kota Kraksaan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/1) pagi.

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

“Semua kader IPNU dan IPPNU harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengajak para pelajar NU untuk selalu disiplin dalam segala hal. Disiplin itu penting untuk mencetak perilaku dan akhlak yang baik. Pelajar NU harus meneguhkan kembali sebagai agen akhlak dan perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlak atau etika itu diatas dari segala-galanya dan keilmuan dimiliki butuh implementasi yang dibutuhkan orang lain.

Fans Gus Dur

“Sebagai generasi muda NU, janganlah menjadi anak muda yang pesimis. Anak muda NU haruslah optimis dan akan saya hantarkan jika para anak muda di Kabupaten Probolinggo yang mempunyai perilaku akhlak yang baik dapat menjadi agen-agen NU yang mampu membantu masyarakat,” katanya.

Hasan Aminuddin mengimbau agar para pelajar NU mengusulkan apapun dengan catatan tidak membahas opini. Organisasi NU ini jangan dijadikan sebagai alat untuk mencari uang atau nafkah. Oleh karena itu harus ikhlas tenaga, pemikiran, jiwa dan raganya berjuang untuk NU demi keutuhan NKRI.

“Untuk itu, sebagai generasi muda NU perbanyaklah berkumpul untuk memadukan frekuensi dan dilaksanakan dengan musyawarah mufakat serta menjalin komunikasi baik dan tunjukkan perilaku akhlak saat menjadi generasi NU untuk orang lain,” tegasnya.

Pelantikan 3 (tiga) cabang organisasi pelajar NU ini dipimpin oleh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur Rekan Haikal Atiq Zamzami dan pengurus PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Rekanita Nurul Hidayati .

Fans Gus Dur

Dalam pelantikan ini juga dilakukan dialog interaktif dengan tema “Pelajar Sehat Menuju Indonesia Cerdas dan Demokratis”. Narasumber dialog ini berasal dari Satreskoba Polres Probolinggo dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Hikmah, Syariah Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya

Jakarta, Fans Gus Dur. ISIS adalah wujud sekte dalam Islam yang paling sesat saat ini. Kesesatan ISIS sudah dikatakan Rasulullah Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. ?

Jumu Tuani menuturkan sebuah riwayat, “Jika kalian melihat bendera-bendera hitam maka diamlah, jangan mengikuti. Mereka akan mengaku sebagai pemilik khilafah, tetapi tidak ada pihak lain yang mengakui hal itu. Nama-nama mereka juga dinisabatkan kepada beberapa daerah.”?

Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya

Demikian disampaikan Jumu Tuani, mantan pelaku terorisme asal Maluku saat mengisi diskusi pada Forum Kajian Ramadhan bertema “Peran Islam untuk Perdamaian Indonesia” yang diselenggarakan Wahid Foundation di Masjid Al-Fataa Menteng Jakarta Pusat, Selasa (28/6) petang.?

Menurut Jumu, apa yang diceritakan dalam riwayat tersebut adalah ISIS. ISIS lahir dilandasi kebuntuan tentang Islam. Penganutnya tidak mempelajari fiqih jihad secara benar, sehingga masalah ISIS adalah masalah yang paling krusial.?

Fans Gus Dur

ISIS menganjurkan pengikutnya dan semua orang untuk berbaiat kepada ISIS. ISIS mengaggap orang atau golongan di luar itu adalah kafir yang wajib dibunuh. ISIS menempatkan baiat kekufuran dalam tauhid mereka.

Bukti kesesatan ISIS lainnya adalah ketiadaan wilayah, tetapi mengaku-aku memiliki wilayah. Juga tidak ada kedaulatan dan tidak ada satu pun di dunia ini yang mengakui kedaulatan tersebut.?

Berikutnya, kekhalifaan yang seharusnya dibaiat oleh ahlul halli wal aqdi yang terdiri dari orang-orang saleh, tetapi tidak dilakukan. ISIS mengaku-aku sebagai khilafah, walaupun tidak ada yang mengakui. Dari hal ini menandakan faham ISIS sangat bertentangan dengan Islam.

Jumu mendorong perang melawan ISIS harus dilakukan, karena ajaran Islam mengedepankan kasih sayang. Mengutip sebuah hadist, Jumu mengatakan bahaya ISIS, “Membunuh satu orang sama artinya dengan membunuh semua orang.” (Kendi Setiawan/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Pondok Pesantren, Makam Fans Gus Dur

Deni, Bocah Penderita Tumor Butuh Bantuan

Kudus, Fans Gus Dur. Deni setiyawan (6), siswa SD  5  Desa Jurang Gebog Kudus, Jawa Tengah menderita tumor ganas di dagu. Tumor ganasnya terus membesar. Menurut pengakuan putra pasangan Abd. Sholeh dan Imik Kusmiyati itu, sakit bila tersenggol sedikit saja.

Menurut penuturan tantenya, Sriyati (30), Deni menderita tumor ganas ini sejak bulan Agustus 2013. Tumor itu begitu cepat membesar. Pada waktu itu, Deni terlebih dahulu diperiksakan ke Puskesmas Gebog empat kali, lalu ke Rumah Sakit Umum (RSU) Jati. Setelah itu, baru dirujuk di Rumah Sakit dr Kariadi Semarang.

Deni, Bocah Penderita Tumor Butuh Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Deni, Bocah Penderita Tumor Butuh Bantuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Deni, Bocah Penderita Tumor Butuh Bantuan

“Setelah diperiksa empat kali oleh tim dokter RS dr Kariadi, saat ini Deni menunggu proses operasi tumor yang dideritanya dengan biaya gratis dari Jamkesmas,” terangnya.

Fans Gus Dur

Meskipun begitu, Sriyati menerangkan pihak keluarga terkendala dana operasional atau biaya perjalanan. Biaya operasinya memang gratis, tetapi biaya kesehariannya dan perjalananya untuk periksa juga tidak sedikit. Sehari tidak cukup Rp 100 ribu, ujar Sriyati.

Fans Gus Dur

Ia menceritakan, sejak kecil Deni sudah ditinggal pergi ibunya Imik Kusmiyati. Begitu pula ayahnya Abd. Sholeh tiga hari merantau ke luar kota mencari pekerjaan guna menambah biaya perjalanan berobat anaknya.

Sekarang, Deni ditemani kakek-neneknya Warsani (55) dan Karmi (50) serta kakak semata wayang, Lusi Sholikhah (13).  Kakek dan neneknya tak mempunyai kesempatan bekerja karena harus merawat cucunya itu. Untuk kesehariannya,mereka ditopang dari bantuan sanak famili Deni yang semuanya buruh.

Salah seorang guru SD 5 Jurang, Siti Rohmah mengharapkan ada pihak yang mempunyai kepedulian membantu Deni sehingga kondisinya bisa segera teratasi. “Kepada pihak yang ingin membantu bisa menghubungi kami dengan no Hp 081228506471,” kata mantan Ketua PAC Fatayat NU kecamatan Gebog Kudus ini.

PRNU Desa Jurang mendapat laporan kondisi cucu anggota NU ini. Pihaknya akan segera turut membantu Deni. “Insya Allah kita akan segera menindaklanjuti informasi ini dan membicarakan dengan Ketua Anak Ranting NU setempat,” kata ketua PRNU Jurang Syaifuddin setelah dilapori Fans Gus Dur.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam Fans Gus Dur

Senin, 30 Oktober 2017

Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur

Jakarta, Fans Gus Dur - Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siroj yang biasa disapa Kang Said hadir dalam peresmian Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis, (28/4) pagi. Kang Said mengucapkan selamat kepada masyarakat Maluku Tenggara yang telah mengabadikan nama Gus Dur menjadi salah satu jalan di sana.

“Terima kasih kepada Bupati (Maluku Tenggara) yang sudah sangat tepat menamakan jalan utama bandara ini dengan nama Jalan KH Abdurrahman Wahid,” ujar Kang Said saat memberikan sambutan dalam acara peresmian jalan ini di hadapan ratusan masyarakat Maluku Tenggara.

Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Masyarakat Maluku Tenggara Hormati Gus Dur

Kang Said menilai Gus Dur sebagai sosok yang tidak sombong saat dipuji. “Dan saat dicaci serta dilengserkan dari kursi presiden, ia tidak takut dan tidak minder. Itulah Gus Dur,” kata Kang Said.

Fans Gus Dur

Senada Kang Said, salah satu putri Gus Dur Inayah Wahid mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Maluku Tenggara.

“Ini jalan yang kedua bernama KH Abdurrahman Wahid setelah yang pertama terletak di Jombang, tanah kelahiran dan berpulangnya bapak,” kata Inayah yang turut hadir dalam peresmian jalan ini.

Fans Gus Dur

Ia berharap agar ini bisa menjadi jalan kebersamaan bagi keberagamaan yang ada di sana untuk menuju Indonesia yang damai, santun, dan toleran.

Bupati Maluku Tenggara Andreas Rentanubun mengatakan bahwa pemberian nama jalan ini dengan nama Gus Dur adalah bentuk penghargaan kepadanya. “Sebagai bapak keragaman yang telah banyak jasanya, dan itu kami rasakan di sini,” jelas Andreas.

Ia menceritakan, proses pembangunan jalan ini sangat cepat. Hanya dua tahun. “Inilah mungkin berkahnya Gus Dur, karena biasanya pembangunan jalan (seperti ini) bisa sampai empat sampai lima tahun,” ungkap laki-laki yang beragama Katolik.

Acara ini diprakarsai oleh Pemkab Maluku Tenggara. Turut hadir dalam acara ini Kang Said, Inayah Wahid, pejabat di Pemkab Maluku Tenggara, pengurus wilayah dan cabang NU Maluku Tenggara. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Daerah, Cerita Fans Gus Dur

Senin, 09 Oktober 2017

Ketua NU Sidoarjo Intruksikan RSI Siti Hajar Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Ketua PCNU Sidoarjo, H Maskhun, mengimbau kepada Direksi dan manajemen RSI Siti Hajar Sidoarjo agar terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal itu, menurut H Maskhun, sesuai dengan semangat KH Hasyim Asyari bahwa dalam meningkatkan kualitas harus didasari rasa cinta, senyuman dan kasih sayang.

"Usahakan, saat melayani masyarakat harus dengan senyuman. Karena senyummu adalah obatmu. Oleh karena itu, dalam memberikan pelayanan harus semangat, senang dan cinta terhadap siapapun. Sebab berkhidmat terhadap NU Insya Allah barokah," kata Abah Maskhun, Kamis (23/2).

Ketua NU Sidoarjo Intruksikan RSI Siti Hajar Tingkatkan Kualitas Pelayanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sidoarjo Intruksikan RSI Siti Hajar Tingkatkan Kualitas Pelayanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sidoarjo Intruksikan RSI Siti Hajar Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Menurutnya, dalam meningkatkan kualitas pelayanan, di NU sudah mempunyai pakem, yang sederhana dan tidak sulit, yakni memberikan senyum, rasa senang, cinta dan kasih kepada pasien.

Pihaknya berharap, melalui momentum Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-54, tidak ada lagi keluhan dari masyarakat bahwa perawatannya tidak pernah senyum.

"Kami berharap, semuanya harus meningkatkan kejujuran. Karena itu tidak kalah pentingnya dan akan dipertanggung jawabkan. Jadi kalau berkhidmat, harus dhohiron wabatinan," tegasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Internasional, Makam Fans Gus Dur

Senin, 02 Oktober 2017

Jangan Mudah Mengafirkan, Itu Penyakit!

Semarang, Fans Gus Dur. Unit kegiatan mahasiswa (UKM) Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BP2M) Universitas Negeri Semarang menggelar dialog keberagaman bertajuk ‘Membangun Harmoni dan Damai dalam Keberagamaan dan Kemajemukan’, Senin (23/11) bertempat di lantai dua gedung pusat kegiatan mahasiswa utama. Ratusan mahasiswa hadir memenuhi ruangan.

Hadir sebagai pembicara Prof Dr Ir Saratri Wilonoyudho (akademisi, Dosen Unnes), Dr Muhsin Jamil, MAg (Dekan Fakultas Ushuludin dan Humaniora UIN Walisongo), Ustadz Fuad Hamimi, (Juru Dakwah Jamaah Ansharusyariah/JAS) Jawa Tengah.

Jangan Mudah Mengafirkan, Itu Penyakit! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Mudah Mengafirkan, Itu Penyakit! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Mudah Mengafirkan, Itu Penyakit!

Indonesia tak hanya beragam dalam hal ras, budaya hingga bahasa. Termasuk didalamnya adalah Syiah yang masuk ke Indonesia. Banyak fakta historis bisa kita peroleh yang menunjukkan Syiah menjadi bagian yang kuat mewarnai kehidupan masyarakat Islam Indonesia. Selain itu, perlunya kesadaran kita untuk memahami Syiah yang ada di Indonesia guna membangun dialog dan saling pendekatan antar mazhab (taqrib al-mazahib). 

Fans Gus Dur

“Ke depan kita membuat proyek pendekatan Sunni dan Syiah, berfikir untuk ukhuwah (persaudaraan) dan bisa memberikan kontribusi dunia Islam,” ungkap Muhsin Jamil. 

Intelektual muda NU ini mengingatkan, kaum Syiah masih bisa berangkat haji ke tanah suci Makkah. “Jangan mudah mengkafirkan orang lain, itu penyakit,” tegas Mukhsin. Syiah, katanya, juga bagian dari umat Islam. Cobalah sekarang ini kita kurang untuk tidak mudah mengkafirkan orang lain. Dengan begitu kita bisa berkoeksistensi, hidup bersama, berdampingan bisa duduk berdiri sama tinggi, tak lagi mempermasalahkan hal-hal yang bersifat remeh. 

Fans Gus Dur

Prof Saratri lebih mengukuhkan bahwa pada masa yang akan datang yang perlu diwaspadai adalah pangan dan energi. Sudah seharusnya kita selesaikan perselisihan sesama saudara seiman dalam Islam untuk membangun harmoni. 

“Kita harus mencari dan mencapainya bersama. Sudah tak zaman kita mengedepankan klaim kebenaran kita masing-masing,” ujar pembina BP2M UNNES itu. (Mukhamad Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita, Daerah, Makam Fans Gus Dur

Rabu, 27 September 2017

LPNU Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Proteksi Harga Pertanian

Jakarta, Fans Gus Dur. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) meminta pemerintah membentuk semacam badan atau lembaga khusus untuk memproteksi harga produk-produk pertanian. Langkah ini perlu dambil untuk memberikan jaminan kepada petani pascapanen.

LPNU Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Proteksi Harga Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Proteksi Harga Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Proteksi Harga Pertanian

“Pemerintah harus berani untuk membuat jaminan harga pertanian dengan membentuk semacam badan atau lembaga proteksi harga pertanian,” kata Ketua Pengurus Pusat LPNU Mustholihin Madjid di sela seminar nasional pra muktamar NU bertema "Menyoal Ekonomi Kerakyatan dan Kedaulatan Pangan di Era Jokowi" di ruang pertemuan kantor PBNU Jakarta, Rabu (1/7).

Pemerintah harus memihak petani terkait hasil pasca panen. LPNU menilai, selama ini petani terjebak pada kecepatan jual. Jika hasil pertanian tidak segera terjual akan segera rusak atau menjamur.

Fans Gus Dur

“Perlu tersedianya mesin-mesin pascapanen dan dan dibebaskannya dari PPN untuk peralatan tersebut. Kalau tidak, pasca panen hanya akan menambah umur simpan bukan menambah nilai,” katanya.

Fans Gus Dur

Terkait persoala lahan, LPNU meminta keseriusan pemerintah dalam menghitung area luas lahan pertanian dan produksinya. Selama ini pemerintah dinilai cenderung main-main dengan data lahan dan produksi. “Ujung-ujungnya untuk kepentingan pengelembungan angka subsidi pupuk dan bibit,” kata Mustholihin.

Dalam seminar yang dihadiri Sekretaris Badan Ketahan Pangan Rochjat Darmawiredja, Direktur Irigasi, Rawa dan Air Amir Hamzar Kementerian PUPR, Kepala Biro Ekonomi BCA David Gumual dan Ketua PBNU yang juga guru besar pertainaian UGM Maksum Mahfudz, LPNU meminta pemerintah serius dan tidak sekedar jargon dalam memperbaiki irigasi dan infrastruktur pertanian.

“Pembiayaan sektor pertanian agar lebih konkret dengan pengawalan program yang nyata. Pemerintah harus berani membentuk dana alokasi khusus untuk pertanian,” pungkas Mustholihin Madjid. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam Fans Gus Dur

Minggu, 17 September 2017

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Jombang, Fans Gus Dur. Bencana Longsor di Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng yang menewaskan 14 korban jiwa menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan juga warga Muslimat NU Setempat. Pasalnya, salah satu korban, yakni Mukhayaroh (55) merupakan Ketua Muslimat NU Ranting Ngrimbi.

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Mukhayarah ditemukan telah tidak bernyawa bersama suaminya, Sunarimo (61) setelah pencarian yang dilakukan Tim gabungan dari TNI, Polri dan BASARNAS dibantu ratusan relawan, Kamis (30/1). Jasad suami istri ini ditemukan bersamaan dengan anaknya, Nurul (27) dan menantunya, Panji (32)  juga Nindi cucunya yang masih berusia 3 tahun. Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi ini ditemukan masih memegang seuntai tasbih.

Proses evakuasi korban longsor lereng Anjasmoro ini terbilang sulit. Pasalnya, jalan setapak yang digunakan untuk jalur evakuasi licin akibat siraman hujan semalam."Jasad Mukhayaroh ditemukan pada kedalaman penggalian delapan meter. Saat ditemukan, ditangannya masih memegang tasbih. Namun pakaiannya sudah hancur, jadi tidak bisa diketahui dia memakai mukena atau tidak," kata Wakapolres Jombang Kompol Sumardji ditemui dilokasi kejadian saat evakuasi.

Fans Gus Dur

Keluarga Mukhayaroh dikenal masyarakat sebagai tokoh NU di kampungnya, Sunarimo sendiri merupakan takmir dan Imam Masjid Al Huda Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng. Sedangkan Nurul yang alumni IPPNU ini juga dikenal aktif di Fatayat NU setempat.

Ketua Muslimat NU Kabupaten Jombang, Hj Aisyiah Baidlowi membenarkan bahwa Mukhayaroh adalah kader muslimat yang masih aktif. Bahkan saat ini istri dari Sunarimo itu menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi.

Fans Gus Dur

Oleh sebab itu pula, setiap pagi jamaah muslimat setempat selalu menggelar doa bersama di masjid setempat. "Ibu Mukhayaroh merupakan Ketua Muslimat Desa Ngrimbi. Dia sangat aktif di jamaah pengajian. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah, dan semua dosanya diampuni." tutur Aisyiah Baidlowi Ketua PC Muslamat NU Jombang mengatakan.

Bencana tanah longsor di Dusun Kopen berawal dari hujan disertai angin yang terus mengguyur mulai Senin (27/1) pukul 18.00 WIB kemarin. Guyuran air hujan itu baru reda sekitar pukul 01.30 WIB. Belum reda hujan yang mengguyur, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Akibatnya, 5 rumah tertimbun longsor  dan 14 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa itu. Dari jumlah tersebut 9 orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal, sedangkan 5 lainnya hingga kini masih proses pencarian. (MuslimAbdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita, Makam, Internasional Fans Gus Dur

Minggu, 27 Agustus 2017

Dasar Politik Pesantren

Buku karya Ahmad Baso ini menceritakan bagaimana ilmu politik Indonesia tergerus sedikit demi sedikit yang menyebabkan keterputusan dengan tradisi dan kehilangan identitasnya. Semua itu bermula dengan adanya penjajahan. Menurut Baso, penjajahan bangsa asing, bukan hanya menyebabkan penderitaan rakyat di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, melainkan juga menyebabkan kita kehilangan ilmu politik asli bangsa Indonesia warisan leluhur. Dan penjajah mengisi kekosongan ilmu politik bangsa ini dengan ilmu politik mereka hingga dewasa ini. Indikasinya banyak kitab, buku yang dicuri dibawa oleh penjajah ke negaranya, sehingga banyak generasi kita selanjutnya terputus pengetahuan politiknya dengan tradisinya dan tanah airnya.

Tentunya di jaman penjajahan masih ada kitab politik Nusantara, kitab politik pesantren yang bisa diselamatkan. Tentunya masih ada politisi yang menjaga tradisi pengetahuan politik kebangsaan Nusantara. Mereka ini bukan hanya menyelamatkan kitab, tradisi tersebut, melainkan juga melakukan perjuangan, melawan penjajahan dalam segala bidang, perang fisik, perang politik, mempertahankan nilai sosial dan budaya di masyarakat.

Dasar Politik Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasar Politik Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasar Politik Pesantren

Menurut Baso dalam buku ini, mereka ini teridentifikasi sebagai para Walisongo, penyebar agama Islam aswaja di Nusantara. Para wali ini pulalah kemudian yang menjadi pemula pendirian pondok pesantren, mengajarkan bentuk-bentuk gerakan perlawanan terhadap penjajahan, pelawanan fisik dan perlawanan metafisik. Dan ini diajarkan dan diteruskan kepada syekh, kiai, ustadz dan rakyat.?

Bentuk perlawanan fisik, salah satunya adalah uzlah. Jadi ketika wilayah pesisir dikuasai penjajah, mereka membentuk kuasa sendiri di pedalaman. Ketika kota pedalaman dikuasai penjajah pula, mereka membangun peradaban dan jaringan di desa dan di gunung.

Fans Gus Dur

Di desa dan gunung tersebut mereka mempertahankan sekaligus memperjuangkan politik kebangsaan, politik pesantren-aswaja menghadapi penjajah. Di desa dan gunung tersebut pula mereka membentuk sebuah peradaban, jaringan, masyarakat baru dengan melakukan koalisi dengan masyarakat Cina dan Eropa yang mempunyai kesamaan ide kebangsaan adalah mengelola hidup bersma secara baik jauh dari pada merusak.

Fans Gus Dur

Mereka membentuk kuasa tandingan, dengan memunculkan masyarakat, negara, kekuasaan dan raja tandingan-baru. Baso dalam buku ini mencontohkan gerakan politik kaum santri adalah dengan terbentuknya kekuasaan Pakubuwono II walaupun hanya beberapa saat. (Hlm 228-229)

Sementara itu bentuk perlawanan metafisik, adalah kekuatan ramalan. Mereka mengaksarakan dan mengoralkan ramalan tersebut pada rakyat Indonesia. Salah satunya adalah kekuatan ramalan Jayabaya menyebar di kalangan priyayi dan rakyat jelata. Ramalan tersebut bermuatan politik, kritik atas kondisi sosial-ekonomi kolonialisme, serta memberi harapan kepada rakyat akan masa depan kebangsaannya.?

Lantas apa isi dan visi politik pesantren? Baso menunjukkan bahwasannya dalam Babad Jaka Tingkir dijelaskan mengenai visi politik pesantren adalah ilmu politik ditujukan bukan untuk melayani penguasa, tapi mewakili suara rakyat dan menerjemahkan kebebasan politik mereka. Baso lantas menjustifikasinya, bukankah itu demokrasi? Pesantren sudah lama memunculkan ide kedaulatan rakyat dengan kosa kata kedaulatan wong kabeh, bahasa kaum santri paugeraning kaum santri, santri Bugis ratuna tau sibutta.?

Salah satu ciri dan dasar politik pesantren adalah selalu memuat rasa optimisme akan masa depan yang lebih baik, selalu berpikir positif di tengah kekejaman kolonialisme. Mereka juga melakukan pendidikan politik, terutama terhadap penguasa yang tidak adil, tidaklah menyebutnya sebagai orang yang terkutuk selama-lamanya. Tapi diberi peluang untuk bertobat, kembali ke masyarakat, memperbaiki kekeliruannya serta mengasah diri dari dalam kultur keadilan masyarakat, bukan dari dalam kraton/kekuasaan.?

Dari sinilah kemudian kaum santri memaknai politik itu bukan sesuatu yang dihindari karena kotor. Tapi justru kita diberi peluang untuk memperbaikinya, dari yang sifatnya personal hingga sistemik (perbaikan struktural-kelembagaan). Ini pula yang memberikan salah satu karakter ilmu politik pesantren visioner, transformatif, reformatif dan reflektif. Seperti penerjemahan patriotisme atau bela Nusantara adalah mensejahterakan desa dan orang-orang desa. (Hlm 377 dan 407).

Meskipun buku ini sepertinya halnya buku-buku Baso sebelumnya, selalu menampilkan kecerewetan dan kebinalan berlebihan. Buku ini memiliki relevansi sebagai bentuk kritik dengan kondisi perpolitikan kita, terutama dengan politik Islam di Indonesia. Bangsa Indonesia mengaku sebagai bangsa demokrasi. Bangsa ini juga mengaku melakoni semangat jamannya adalah orde reformasi. Namun nyatanya, demokrasi dan reformasi tidak mengurangi jumlah pengangguran, angka kemiskinan, malah yang terjadi korupsi menggila, utang negara naik tajam. Dengan demikian ada yang salah dari politik kebangsaan kita selama ini.

Politik dan politisi Islam di Indonesia sampai kini belum memberikan peran signifikan akan kesejahteraan, kedamaian pada rakyat. Mereka menampilkan kualitas berpolitik yang buruk. Mereka juga terseret arus liberalisasi politik yang menyebabkan mereka kehilangan identitas politiknya. Akhirnya, Baso, melalui bukunya ini, mengajak politisi dan calon politisi, mahasiswa Fisip untuk melakukan kritik diri, meluruskan niat, tujuan dan cara berpolitik secara bijak bukan sekedar mengkaji buku politik dan demokrasi dari Barat dan melupakan naskah politik Nusantara dan cara berpolitik kebangsaan para leluhur kita.

Judul Buku: Pesantren Studies, Buku Keempat; Khitah Republik Kaum Santri dan Masa Depan Ilmu Politik Nusantara, Juz Pertama; Akar Historis dan Fondasi Normatif Ilmu Politik-Kenegaraan Pesantren, Jaringan dan Pergerakannya Se-Nusantara Abad 17 dan 18

Penulis: Ahmad Baso

Penerbit: Pustaka Afid

Cetakan I: 2013

Tebal Buku: xvi + 437 Halaman

Harga Buku: Rp 100.000,00

Peresensi: ? Muhamad Rifai, pembaca buku, tinggal di Temanggung Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Makam, Hikmah Fans Gus Dur

Kamis, 24 Agustus 2017

Ke PWNU Jateng, Waketum PBNU Berikan Pengarahan

Semarang, Fans Gus Dur. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengadakan Silaturahim dan Diskusi dengan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar NU H As’ad Said Ali di lantai tiga gedung PWNU, Semarang, Kamis (27/3).

Ke PWNU Jateng, Waketum PBNU Berikan Pengarahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PWNU Jateng, Waketum PBNU Berikan Pengarahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke PWNU Jateng, Waketum PBNU Berikan Pengarahan

Acara yang digelar sederhana ini dihadiri alumnus Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan I Jawa Tengah, ketua lembaga, lajnah dan badan otonom di lingkungan PWNU Jateng, juga tampak pengurus teras tanfidziyah dan syuriyah. ?

Abu Hafshin, Ketua PWNU Jawa Tengah, menyatakan dalam sambutannya bahwa NU perlu mengimbangi kekuatan organisasi dengan kekuatan ekonomi.

Fans Gus Dur

Dikatakannya NU memiliki banyak tantangan diantaranya bidang politik, NU merupakan organisasi sosial kemasyarakatan, tidak mungkin berpolitik praktis. Mengutip pernyataan KH Sahal Mahfud bahwa politik NU adalah politik kebangsaan dan kerakyatan.

Fans Gus Dur

As’ad lebih menjelaskan pola gerakan politik yang muncul pada abad ke-19 disambungkan dengan keadaan Indonesia sekarang. Hal ini terdapat pertalian yang tidak dapat diputuskan bahkan pola yang ada cenderung tidak berubah. Sekarang, Indonesia masih memiliki pekerjaan menata sistem politik yang belum selesai dan masih dalam proses mencapai yang terbaik.

Sementara itu, lanjutnya, NU dari dulu sekarang harus tetap konsisten dalam menjalankan prinsip dasar antara lain, tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), itidal (tegak lurus), tasamuh (toleransi). As’ad menegaskan, “Kita ya kita”. Dalam menjalani tawasuth, ia ad mengibaratkan, “Kita mendayung diantara dua karang.” Jangan sampai kita terdampar di salah satu karang, katanya. (Mukhamad Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Halaqoh Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock