Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak

Jakarta, Fans Gus Dur - Tidak semua orang menyadari penyakit menular Tuberkolosis (TB) masih mengancam Indonesia. Bahkan banyak yang mengira bahwa penyakit yang dulunya bernama TBC ini sudah tidak ada lagi di Indonesia. Untuk itu Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bersama sejumlah pihak terus mengupayakan pemberantasan TB.

Demikian disampaikan Ketua LKNU pada pengantar diskusi bersama media di Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (8/3).

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak

Dalam rangka mengentaskan penyakit TB ini, LKNU berkolaborasi dengan Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) dan Johnson & Johnson Indonesia.

Fans Gus Dur

Ia berharap agar masyarakat lebih meningkatkan kesadarannya terhadap penyakit Tuberkolosis ini. Menurutnya, apa yang dianggap oleh masyarakat itu tidak sesuai dengan kenyatannya. Indonesia justru menempati kasus TB nomor dua di dunia.

Fans Gus Dur

Ia berharap, lewat acara diskusi pada temu pers siang hari ini bisa menjadi sarana  untuk menyebarluaskan kepedulian masyarakat terhadap penyakit yang satu ini.

Narasumber diskusi ini adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Vice President GFO, OTC, Johnson & Johnsos Asia Pasific Lakish Hatalkar, dan Ketua Forum Shop TB Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro. (Husni Sahal/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Makam Fans Gus Dur

Jumat, 23 Februari 2018

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang

Kerawang, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Karawang selalu mempunyai cara yang unik dalam methode dakwahnya. Ahad, 26 Februari 2012 bertempat di Masjid Raya Al-Amien Perumnas Bumi Telukjambe Karawang jajaran PC Fatayat NU Karawang menyelenggarakan Festival Barzanji.

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang

Acara yang bertemakan “Membumikan Shalawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW dengan Mentradisikan Al-Barzanji” diikuti oleh 12 Tim yang berasal dari berbagai kecamatan di seantero wilayah Kabupaten Karawang.

Perhelatan Festival Al-Barzanji ini dimulai tepat pukul 09.00 dan berakhir pukul 14.00 WIB dengan diselingi jeda istirahat untuk Shalat Dhuhur dan makan siang.

Fans Gus Dur

“Kita adalah generasi penghubung antara para pendahulu dengan generasi anak-anak kita, untuk itu maka kami berusaha mentradisikan Al-Barzanji ini sebagai wujud rasa cinta kita kepada Kanjeng Nabi SAW, menjaga amanah dari generasi pendahulu dan siap mewariskannya kepada generasi penerus kita” ujar Ustadzah Hj Yani Suryani Mustari selaku Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bekasi.

Fans Gus Dur

Masing-masing tim begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Masing-masing tim berusaha menunjukkan kemampuannya sebagai yang terbaik.Acara ditutup dengan pemberian penghargaan secara simbolik kepada Tim dari PC Muslimat NU Karawang.

”Semua tim perform dengan sangat baik, dalam festival ini tidak ada juaranya, semuanya kami berikan penghargaan sebagai apresiasi terhadap partisipasinya, semua tim adalah Sang Pemenang” sahut Ustadzah Hj. Yani Suryani Mustari. Methode dakwah yang indah. Shalawat begitu membumi dan merasuk dalam relung-relung hati kami.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Arief Widhiharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Bahtsul Masail, Nasional Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016

Probolinggo, Fans Gus Dur - Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Pesantren An-Nur di Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Probolinggo menggelar rapat kerja (raker), Ahad (31/1) siang.

Raker yang dipusatkan di halaman Pesantren An-Nur tersebut diikuti oleh 100 undangan terdiri atas jajaran pengurus Muslimat NU, Fatayat NU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Kota Probolinggo. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PCNU Kota Probolinggo H Muhammad.

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Probolinggo Susun Program Kerja 2016

Ketua Muslimat NU Kota Probolinggo Hj Siti Aminah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan acara raker. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran pengurus PCNU Kota Probolinggo dengan harapan bisa memberikan dukungan terhadap seluruh program Muslimat NU di Kota Probolinggo.

“Muslimat NU Kota Probolinggo memunyai tugas berat dalam rangka membesarkan dan menjadikan Muslimat jaya. Apalagi program Muslimat tidak didukung oleh Wali Kota Probolinggo. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat pengurus Muslimat untuk tetap eksis,” katanya.

Fans Gus Dur

Menurut Siti Aminah, raker ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2015 sekaligus menyusun program kerja Muslimat NU Kota Probolinggo untuk tahun 2016.

Fans Gus Dur

“Mudah-mudahan program kerja yang kami susun bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama kaum perempuan. Meskipun program ini murni swadaya dari pengurus dan tidak ada dukungan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara H Muhammad berpesan untuk tetap menjaga kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan di antara seluruh pengurus, walau program Muslimat tidak didukung oleh Pemerintah Daerah.

Jangan pernah patah semangat, jadikan semua ini sebagai cambuk dan motivasi untuk tetap semangat dalam menjalankan program kerjanya. “Tunjukkan bahwa Muslimat itu besar dan mampu berkarya walaupun tidak ada dukungan dari Pemerintah Daerah,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Lomba Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

Jakarta, Fans Gus Dur. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini hadir memberikan motivasi kapada korban bencana banjir di kampung Cipinang Muara Jakarta Timur. Di hadapan anak-anak dan keluarga korban pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa kesabaran adalah kunci utama untuk menghadapi musibah.

"Kita harus sabar namun tetap optimis bahwa semua ada hikmahnya. Yang penting jangan putus asa," jelasnya, Rabu.

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

PBNU, lanjut Helmy, telah mengirimkan relawan yang dimotori oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU). Sebanyak puluhan personil diturunkan ke lokasi yang tersebar di beberapa titik sejak Ahad (19/2).

"PBNU memprioritaskan program-program kemanusiaan. Beberapa waktu lalu di Pidie Jaya, Aceh dan juga Brebes. Sekarang kita di Jakarta," jelas Helmy.

Saat dikonfirmasi, Ketua PP LPBI NU, Ali Yusuf mengatakan bahwa LPBI NU pusat dibantu oleh LPBI NU DKI Jakarta yang memiliki Tenaga relawan yang dari kalangan santri (Santri Siaga Bencana).

Fans Gus Dur

"Kami sudah turun sejak hari minggu. Kami dibantu oleh realawan Sntri Siaga Bencana yang merupakan bagian dari LPBINU DKI Jakarta," jelas Ali.

Jenis bantuan yang diberikan oleh LPBINU adalah sembako dan juga kebitujan sekolah. "Kami prioritaskan sembako san juga alat-alat sekolah," pungkas Ali. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nasional, PonPes, Pahlawan Fans Gus Dur

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Jakarta, Fans Gus Dur. Bukti bahwa Islam sangat menghormati dan melindungi non Muslim banyak terekam dalam al Quran. Banyak kisah-kisah non Muslim yang justru ada dalam al Quran dan tidak tersebut di kitab suci mereka. Demikian penjelasan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam Refleksi Awal Tahun PBNU, Selasa, 4 Desember 2011.

"Ketika terjadi Perang antara Romawi (Katolik) melawan Persia (Majusi) Rasulullah berharap Romawi menang, namun nyatanya Romawi kalah dan turunlah surat ar Rum yang menghibur. Dan ini diabadikan dalam al Quran," kata pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Dalam surat ar Rum disebutkan bahwa tidak lama lagi Romawi akan segera menang dan di saat itulah kaum Mumin harus ikut bergembira menyambut kemenangan Romawi.

Fans Gus Dur

Kang Said bercerita, suatu saat Rasulullah menerima hadiah dari Gubernur Mesir, yakni Mariah yang kemudian menjadi istri Rasulullah. Mariah adalah seorang wanita yang beragama Ortodok Koptik. Rasulullah berkata kepada Khalifah Umar, "Nanti Mesir akan berjaya melalui tanganmu (kekuasaanmu), saya titipkan keluarga Mariah kepadamu."

Fans Gus Dur

Kang Said menjelaskan bahwa Rasulullah menitipkan keluarga Mariah adalah untuk menjaga agama Mariah sebelumnya yakni Ortodok Koptik. "Dan akhirnya terbukti, ketika Perang Salib, tidak satupun orang Ortodok Koptik yang diserang. Dan hingga saat ini Ortodok Koptik tetap eksis di Alexandria," jelas Kang Said.

Kisah pembantaian Nasrani Najran diabadikan oleh al Quran dalam surah al Buruj. Saat itu Raja Dzu Nuwas dengan kejam membantai Nasrani Najran dan kemudian dimasukkan dalam lubang dan dibakar hidup-hidup. "Kisah ini terekam jelas dalam al Quran yang justru tidak disebutkan oleh Injil," jelas Kang Said.

"Jadi jangan dikira bahwa dalam kisah itu adalah cerita orang Islam, itu adalah kisah Nasrani Najran," tegas pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Korban yang terbunuh akibat kekejaman Dzu Nuwas ini hanya memiliki satu kesalahan, yakni beriman kepada Allah.

Cerita lain tentang pembelaan Islam terhadap non Muslim juga terjadi pada saat Khalifah Umar menerima kunci dan berkunjung ke gereja di Palestina. Saat itu masuk waktu ashar dan Khalifah Umar ingin bergegas melaksanakan salat. Kemudian Sofrinus, yang menyerahkan kunci, memersilakan Umar untuk salat di dalam gereja, namun Umar menolaknya.

Lalu Kang Said menjelaskan alasan penolakan Umar, "Khalifah Umar menolak bukan karena salat di dalam gereja. Namun beliau takut jika suatu saat nanti gereja tersebut akan direbut kaum Muslimin dengan alasan beliau pernah salat di sana."

Kisah-kisah perlindungan Islam terhadap non Muslim ini, menurut Kang Said, harus bisa dijadikan contoh teladan bagi kaum Muslimin agar tidak melakukan tindakan semena-mena terhadap non Muslim. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Tokoh Fans Gus Dur

Sabtu, 03 Februari 2018

PCINU Turki Gelar Konferensi Internasional Pertama

Istanbul, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU ) Turki menghelat konferensi internasional bertajuk “Reinventing Islamic Tradition in Indonesia and Turkey : Historical Roots, Presents Status and Future Projections”.

PCINU Turki Gelar Konferensi Internasional Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Turki Gelar Konferensi Internasional Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Turki Gelar Konferensi Internasional Pertama

Kegiatan yang berlangsung di Atakent Kultur Merkezi, Istanbul pada Ahad (18/5) ini merupakan konferensi internasional pertama PCINU Turki.

Hadir sebagai pembicara dalam konferensi ini Prof.Dr. Martin van Bruinessen ( Islamic Studies, Utrect University), Dr. Syafiq Hasyim ( Islamic Studies, Freie Universitaet Berlin) serta Prof. Dr. Sait Özervarl? (Ottoman Intelectual History, Y?ld?z Technical University).

Fans Gus Dur

Membuka acara konferensi ini GISBI (Gita Seni dan Budaya Indonesia) menampilkan tari Saman. Pada sesi pertama Duta Besar RI untuk Turki Nahari Agustini memaparkan kerjasama Indonesia dan Turki.“Kerjasama Indonesia dan Turki sudah dimulai sejak abad 16 ketika Turki mengirimkan bantuan perang untuk Aceh, ” kata Nahari Agustini.

Fans Gus Dur

Setelah itu Duta Besar RI untuk Aljazair Ahmad Ni’am Salim dan Ahmad Syaerozi  (Intelektual Muda NU) memaparkan pandangan mereka mengenai demokrasi dan Islam. Kemudian sesi yang dimoderatori oleh Zacky Khairul Umam ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang mendapatkan tanggapan cukup antusias dari ratusan peserta konferensi.

Untuk mengenalkan Nahdhatul Ulama ke masyarakat Turki sebelum sesi kedua dimulai, PCINU Turki menampilkan video profile organisasi yang didirikan di Surabaya 1926 tersebut dengan subtitle Bahasa Turki.

Sesi kedua konferensi serasa lebih hidup. Syafiq Hasyim, doktor yang juga Rais Syuriyah PCINU Jerman ini memaparkan pandangannya tentang demokrasi di Indonesia. Dimulai dari situasi terakhir Indonesia sejak jatuhnya Soeharto, modern Islam, dan kebebasan pers.

Kemudian Sait Ozervarli lebih memaparkan tentang sejarah Turki Usmani. Terakhir, Martin van Bruinessen peneliti Islam di Indonesia dan peneliti di berbagai negara ini membandingkan Islam di Indonesia dan Turki. Sesi kedua ini dimoderatori oleh Dr Altay Atl?. (Hari Pebriantok/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

London, Fans Gus Dur. Dubes RI di London, Dr Rizal Sukma mengatakan Inggris selalu menjadi negara favorit tujuan belajar mahasiswa Indonesia karena Inggris menawarkan program pascasarjana yang cepat dan dapat diselesaikan dalam satu tahun, sehingga dari segi pembiayaan lebih rendah dibanding belajar di negara lain.?

Hal itu diungkapkan Dubes Rizal Sukma pada kuliah umum, Update on Indonesia di Universitas Edinburgh, yang dihadiri Wakil Rektor bidang Internasional dan Dekan Internasional bidang studi Asia Timur dan Asia Tenggara serta sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Edinburgh serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. E. Amunudin Aziz, ? demikian Sekretaris Pertama KBRI London, Gita Loka Murti kepada Antara London, Sabtu (24/9).

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

Dubes Rizal Sukma menjelaskan mengenai perkembangan kondisi dalam negeri Indonesia khususnya di bidang politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan, arah kebijakan luar negeri Indonesia dan beberapa aspek bidang kerjasama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Inggris.?

Dikatakannya Pemerintah RI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dan perlunya perluasan kerjasama pendidikan antar kedua negara.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan itu Dubes Rizal Sukma mengundang dosen dan peneliti Skotlandia melakukan kerja sama riset dan pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia. Hal ini dalam upaya mensinergikan langkah bersama menuju perguruan tinggi Indonesia yang unggul sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional Indonesia.?

Pada kesempatan bertemu dengan Pimpinan Univeraitas Edinburgh, Dubes Rizal Sukma menawarkan peluang untuk pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Edinburgh dengan fasilitasi dari KBRI London.

Sementara pada saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Skotlandia dan sekitarnya, Dubes Rizal Sukma menekankan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat lainnya sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk terus mempromosikan capaian yang diraih Indonesia.?

Pada saat yang sama KBRI London membuka layanan kekonsuleran bagi warga Indonesia yang berdomisili di Skotlandia dan sekitarnya. Tercatat 132 orang menerima pelayanan kekonsuleran dari KBRI London, mulai dari lapor diri dan pembuatan paspor baru, hingga pencatatan kelahiran.?

Fans Gus Dur

Kebanyakan peserta yang memanfaatkan layanan ini tidak saja berasal dari Edinburgh tetapi juga masyarakat dari di sekitar, seperti York, Stirling dan Glasgow. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Aswaja, Nasional Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Lamongan, Fans Gus Dur - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Babat Kabupaten Lamongan masa khidmah 2015-2017 menggelar istighotsah, do’a bersama, dan motivasi di Gedung Serbaguna Suroloyo, Kecamatan Babat. Ikhtiar menghadapi UN ini melibatkan santri dan pelajar setempat, Kamis (31/3).

Acara ini diikuti terutama siswa kelas tiga tingkat SLTP-SLTA dan kelas 6 MI-SD yang nantinya akan menghadapi Ujian Nasional sebagai syarat penentu kelulusan mereka.

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Ikhtiar UN, Pelajar NU Babat Libatkan Santri dan Pelajar Istighotsah

Tampak hadir sejumlah pengurus PCNU Babat, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Babat KH Ma’mun Affandi, Ketua LP Ma’arif MWCNU Babat H Soeradi, pengurus harian IPNU-IPPNU Babat, serta tamu undangan PAC IPNU-IPPNU se-Cabang Babat.

Ketua MWCNU Babat KH Ma’mun Affandi memberikan apresiasi untuk pengurus IPNU-IPPNU Babat atas kegiatan ini. Ia berpesan kepada pelajar yang hadir bahwa kunci sukses dalam menghadapi UN adalah istiqomah dalam belajar, istiqomah dalam berusaha, dan istiqomah dalam berdo’a.

Fans Gus Dur

Ketua PC IPNU Babat M Miftahul Aminin mendukung acara yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Babat. Ia mengimbau para pelajar untuk mengembangkan jiwa intelektual dengan belajar, berjuang dengan emosional, dan bertakwa untuk peningkatan spiritual.

Fans Gus Dur

Di awal pembukaan M Miftahul Aminin meminta dukungan dari MWCNU Babat dan LP Ma’arif MWCNU Babat untuk menyediakan waktu dan dukungannya atas kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IPNU dan IPPNU. (Aan Andri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Halaqoh, Nasional Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara

Jepara, Fans Gus Dur. Setelah rapat pimpinan daerah (Rapimda) Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) sukses diadakan PCNU Kabupaten Kudus, giliran PCNU Kabupaten Jepara menggelar acara serupa, Ahad (10/3).

Rapimda LTMNU Jepara dilaksanakan di aula PCNU setempat, Jalan Pemuda 51, Jepara, Jawa Tengah. Secara resmi acara dibuka Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi.

Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kudus, Rapimda LTMNU Berlanjut ke Jepara

Ketua PCNU Jepara H Asyhari Syamsuri menilai, penyelenggaraan Rapimda di "Kota Ukir" ini sangat tepat, mengingat mayoritas masjid di Jepara dikelola warga NU.

Fans Gus Dur

Asyhari berharap, melalui Rapimda LTMNU kali ini peserta akan lebih aktif memaksimalkan fungsi masjid tak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga pembawa maslahat bagi masyarakatnya.

Fans Gus Dur

Sekurangnya 300 orang mengikuti acara konsolidasi ini, mayoritas adalah pengurus NU dari tingkat cabang hingga ranting. Sebagian lain, imam masjid, khatib, serta anggota Muslimat, Fatayat, GP Ansor, dan IPNU-IPPNU.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A Ghani beserta jajarannya dan perwakilan Bupati Jepara, Haryono Wibowo.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Nasional Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Bandar Lampung, Fans Gus Dur 

Salah satu tantangan dalam pengembangan lembaga pendidikan adalah persoalan peningkatan mutu. Oleh karena itu diperlukan komitmen semua pihak, baik  pemerintah maupun unsur masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Abdurrahman mengatakan, masalah khas madrasah atau sekolah berciri khusus, antara lain kesenjangan lokasi yaitu tersebar luas hingga pelosok, sampai persoalan kesenjangan sumber daya pendidikan.

“Di lingkungan madrasah sangat terbatas guru-guru mata pelajaran umum,’tuturnya ketika menerima kunjungan PW LP Ma’arif NU Lampung, Selasa (20/8) di kantornya.

Fans Gus Dur

Dijelaskan Abdurrahman, pihaknya mengapresiasi kiprah Ma’arif NU yang selama ini konsen terhadap upaya-upaya memajukan pendidikan. “Saat ini 94 persen madrasah dikelola swasta, dan dari jumlah itu sekitar 60 persen dinaungi Ma’arif NU. 

Jadi, tambah dia, kalau madrasah atau sekolah yang dikelola Ma’arif maju, berarti kemajuan yang dicapai secara umum cukup signifikan,” lanjutnya.

Fans Gus Dur

Abdurrahman mengharapkan Ma’arif NU Lampung tetap menjaga kualitas satuan-satuan pendidikan yang ada di jajarannya. “Pemerintah, dalam hal ini Kanwil Kemenag Lampung sangat mendukung pengembangan madrasah dan pendidikan yang berada di lingkungan kementerian Agama,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PW LP Ma’arif NU Lampung Fauzi menyampaikan beberapa program kerja dan kegaiatan yang sudah dilaksanakan. 

“Kami ingin menyinergikan program bersama pemerintah, khususnya Kementerian Agama. Alhamdulillah, melalui silaturrahim seperti ini terdapat banyak kesamaan visi dan sikap yang dapat ditindaklanjuti secara operasional,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, pihaknya mengemban misi meningkatkan kualitas lembaga pendidikan khususnya di lingkungan NU. Upaya itu ditempuh melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan 20 guru inti yang mengikuti pelatihan untuk pelatih dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Selain itu juga sedang mengembangkan sekolah unggulan dan adanya SMK Ma’arif di setiap kecamatan. Intinya kami komitmen pada peningkatan kualitas pendidikan dan akses pendidikan bagi masyarakat,” ujar Fauzi.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Dwi Rohmadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Warta, Nusantara Fans Gus Dur

Rabu, 10 Januari 2018

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat

Den Haag, Fans Gus Dur

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda akan menggelar koferensi cabang (konfercab) kedua pada 27-29 Maret 2017. Beberapa rangkaian kegiatan sedang disiapkan dalam rangka mematangkan konsep Islam Nusantara sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya Indonesia di ajang internasional.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCINU Belanda Fachrizal Afandi, tugas PCINU sebagai duta NU di luar negeri semakin berat dan menantang. Untuk itu, Konfercab PCINU Belanda kali ini layak menjadi momentum mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat.

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat

PCINU Belanda prihatin dengan menguatnya sentiment priomordial yang berdampak pada intoleransi dan kekerasan di berbagai penjuru dunia, termasuk di negara-negara dengan tradisi demokrasi dan hak-hak sipil yang kuat. Di benua Amerika Utara, tiga peristiwa penting yang baru-baru ini terjadi menggambarkan hal tersebut: kebijakan Presiden Trump mencegah warga negara dari tujuh negara Muslim masuk ke wilayah negara USA, pembakaran masjid di Texasm USA, dan penembakan membabi buta jamaah yang sedang shalat di sebuah masjid di Quebec, Kanada.

Fans Gus Dur

“Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan Muslim Indonesia kepada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis. Islam Nusantara harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka menghilangkan Islamophobia di Dunia Barat,” kata Fachrizal yang juga kandidat Doktor di Leiden University.

Fans Gus Dur

Rangkaian kegiatan ini akan dibuka dengan Konferensi Internasional dan Pameran Foto dengan tema “Rethinking Indonesia’s ‘Islam Nusantara’:? From Local Relevance to Global Significance". Acara ilmiah tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dan Vrije Universiteit Amsterdam. Sebagai kelanjutannya, pada hari kedua (28/3) akan diselenggarakan Konfercab PCINU Belanda yang bertempat di Masjid Al-Hikmah, Den Haag.

Dalam forum Konfercab ini juga akan dilakukan Bahtsul Masail untuk menjawab masalah-masalah keagamaan di kalangan muslim Belanda. Lantas, pada hari ketiga (29/3) akan diselenggarakan pemutaran dan diskusi film berjudul Jalan Dakwah Pesantren? di Universitas Leiden, Belanda.

Sebagai penutup rangkaian Konfercab ini adalah Gala Dinner dan Malam Kebudayaan. Acara ini diselenggarakan di KBRI Den Haag dengan menghadirkan enam duta besar Indonesia berlatar belakang santri yang bertugas di berbagai negara. Para duta besar ini akan menyampaikan pidato kebudayaan dengan penekanan pada bagaimana mempromosikan Islam Nusantara sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di negara mereka bertugas.

“Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rangkaian kegiatan ini, silahkan lihat di website kami (www.nubelanda.nl),” kata Ibnu Fikri, Ketua Panitia Konferensi Internasional. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kyai, Nasional Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

Yogyakarta, Fans Gus Dur

Dalam status Facebook-nya beberapa waktu lalu, KH Drs Habib A Syakur, M.Ag, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul Yogyakarta, menyampaikan kebanggaannya telah berkhidmah kepada Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal Abidin Munawwir sejak awal masuk Krapyak hingga akhir hayat beliau.

Habib menyatakan betapa khidmah sebagai santri beliau tersebut merupakan salah satu bentuk pendidikan yang ia terima. Misal, saat pertama kali mondok di Krapyak, Habib mengisahkan, tidak sedikit pelajaran yang ia petik dari Kiai Zainal.

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

“Ketika mengarang kitab Muqtathafat min Jawamii Kalimihi Shallallahu Alaihi wa Sallam, kira-kira tahun 1987-an, saya berkesempatan mengetik naskah tersebut di kertas sheet yang zaman itu dipergunakan untuk mencetak,” kenang Habib.

Fans Gus Dur

Habib melanjutkan, “Lantaran mengetik naskah kitab itu, ada banyak hal yang saya dapat, mulai dari ilmu yang ada di dalamnya sampai dengan kelancaran saya dalam mengetik teks Arab. Hasilnya, ternyata dari sinilah antara lain yang membuat saya dipercaya untuk mentahqiq beberapa kitab karya ulama nusantara tempo dulu oleh Depag RI.”

Fans Gus Dur

Habib yang di masa awalnya nyantri di Krapyak, tahun 1976, sudah ndherek KH Zainal Abidin Munawwir dan menempat di salah satu kamar di ndalem beliau. Waktu itu satu rumah masih ditempati bersama Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Hajjah Sukis (istri kedua Romo Kiai Munawwir, ibunda KH Zainal Abidin Munawwir, Ny. Hj. Hasyimah dan KH Ahmad Warson Munawwir), Ny. Hj. Jamalah (almh) bersama dua anaknya, dan keluarga baru Al-Maghfurlah KH A Warson Munawwir.

Habib juga mengisahkan, “Waktu itu, beliau masih menjadi anggota DPRD DIY dari Partai Nahdlatul Ulama. Yang istimewa, kalau ke kantor DPRD di Bantul, beliau naik sepeda onta lanang. Beliau sama sekali tidak kesengsem dengan kendaraan sepeda motor yang biasa dipakai oleh para anggota DPRD pada saat itu.”

Kesederhanaan dan kehati-hatian Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal dalam masalah harta memang sudah sedari awal didengar Habib dari Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Sukis. “Misalnya ketika beliau ndherekke ziarah haji ibundanya di tahun tujuh puluhan. Ternyata, berdasarkan kisah Nyai Sukis kepada saya, waktu mendaftar haji itu ternyata beliau menabung dengan mengumpulkan uang di dalam besek yang disimpan di atas pyan atau loteng. Sungguh sebuah perbuatan yang penuh dengan kehati-hatian.”

Habib juga tak lupa pesan terakhir beliau kepadanya sebelum beliau wafat menghadap Yang Maha Kuasa. Habib menyatakan bahwa pesan tersebut hampir mirip dengan pesan KH Ali Maksum ketika beliau memerintahkannya untuk membaca kitab di hadapan para santri.

“Pesan Pak Zainal kepada saya, ‘Bib... kowe kudu istiqamah anggonmu mulang. Aja nganti semangatmu kendho nek sing tok wulang ki ming sithik, wong siji loro’ (Bib, kamu harus istiqamah dalam mengajar. Jangan sampai semangatmu kendur jika yang kamu ajar itu hanya sedikit, satu atau dua orang saja-red.),” ujar Habib.

“Sementara pesan Pak Kiai Ali Ma’sum, ‘Atimu kudu padha antarane mulang wong siji karo wong sewu. Aja rumangsa luwih wibawa yen mulang wong sewu’ (Hatimu harus sama antara ketika mengajar satu anak dan seribu anak. Jangan merasa lebih berwibawa saat mengajar seribu orang-red.),” lanjut Habib. (Yusuf Anas/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Olahraga Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina

Jakarta,Fans Gus Dur. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa ratusan jamaah haji di Mina, Arab Saudi, pada Kamis (24/9). Dikabarkan, sekitar 310 jamaah meninggal, sementara 450 lainnya mengalami luka-luka.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, saya menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnnya atas kejadian yang menimpa di Mina Arab Saudi. Mereka adalah syuhada, ahlul jannah,” katanya kepada NU Onlline Kamis malam (24/9).

PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina

Musibah yang terjadi di Mina, kata dia, di luar kuasa manusia, mengingat tidak bisa diketahui kapan dan dimana seseorang meninggal. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ungkapnya. ?

Fans Gus Dur

Menurut dia, kita tidak usah mencari kesalahan atas kejadian itu. Sebab pemerintah Arab Saudi sedah berupaya semaksimal mungkin untuk melayani jemaah haji dari seluruh dunia. Namun berkumpulnya orang sekitar 3 juta, kesalahan manusia (human error) berakibat fatal.

Fans Gus Dur

Musibah terjadi pada akhir pelaksanaan ibadah haji. Musibah disebabkkan para jamaah haji berdesak-desakan di lembah padang pasir yang terletak sekitar lima kilometer sebelah Timur kota Mekkah, Arab Saudi. Letaknya di antara Mekkah dan Muzdalifah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Kyai, Nasional Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah

Probolinggo, Fans Gus Dur. Untuk memaksimalkan penyebaran kegiatan keagamaan kepada Nahdliyin, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendirikan sebuah radio komunitas bernama Radio Dakwah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah).

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah

Radio yang bermarkas di Kantor MWCNU Kecamatan Maron ini mengudara melalui frekuensi 97,2 MHz dengan siaran full kegiatan kegamaan dan penyampaian program-program MWCNU Kecamatan Maron mulai dari lembaga, lajnah hingga badan otonom (banom).

Sekretaris MWCNU Kecamatan Maron M. Mascung Asy’ari saat ditemui di ruangannya, Jumat (4/4) mengungkapkan bahwa Radio Dakwah Aswaja ini didirikan dengan tujuan sebagai media untuk memperluas jangkauan kegiatan-kegiatan NU mulai dari pengajian Aswaja dalam kegiatan lailatul ijtima’, istighotsah maupun kegiatan NU yang lain.

Fans Gus Dur

“Dengan adanya radio dakwah ini diharapkan seluruh warga NU khususnya di Kecamatan Maron bisa mengikuti semua kegiatan NU melalui siaran radio tanpa harus datang ke lokasi kegiatan. Hal ini dilakukan karena banyak warga NU yang tempat tinggalnya berada jauh dari Kantor MWCNU Kecamatan Maron,” ungkapnya.

Mascung menegaskan dengan adanya radio ini nantinya semua kegiatan NU di Kecamatan Maron akan disiarkan secara langsung supaya bisa diterima oleh seluruh warga NU. Selain menjadi pendengar, nantinya warga NU juga bisa berperan aktif menyampaikan aspirasinya melalui forum dialog melalui jaringan telepon secara live.

Fans Gus Dur

“Kami akan berupaya agar setiap lembaga, lajnah dan badan otonom dapat memanfaatkan keberadaan radio dakwah ini untuk menyiarkan program-programnya agar bisa diketahui oleh masyarakat. Nanti akan kami atur jadwalnya supaya ada pemerataan partisipasi,” jelasnya.

Namun Mascung membantah jika penyiaran kegiatan agama di radio ini merupakan salah satu upaya pengurus MWCNU Kecamatan Maron untuk mengurangi intensitas turba (turun ke bawah) kepada masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa pendirian radio ini merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang selama ini tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan NU. Untuk kegiatan kemasyarakatan lain akan tetap kami lakukan sebab hal itu adalah salah satu upaya untuk mempererat silaturahim antara pengurus dengan warga NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Nasional, Hikmah Fans Gus Dur

Selasa, 12 Desember 2017

Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan

Suatu waktu, saya tertarik dengan tulisan besar beraksara Jawa dan Arab. Tulisan tersebut ada di belakang Masjid Tegalsari Surakarta, di depan Sekolah Dasar Ta’mirul Islam, tempat saya mengajar penulis. 

Di tembok masjid itu tertulis tahun berdirinya masjid, 1928, serta nama-nama sang pendiri. Dan diantara nama para pendiri tertulis nama Den Kaji Adnan atau Raden Haj.

Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan

Saya tertarik dengan tokoh yang memiliki nama lengkap Prof. K.H.R Muhammad Adnan tersebut, karena di depan namanya terdapat gelar keraton dan gelar akademik. Ini pasti bukan orang sembarangan, pada zamannya ia sudah mendapat gelar prestisius seperti itu. Lalu Siapakah dia, Prof. K.H.R. Muhammad Adnan?

Fans Gus Dur

Menurut Agus Himawan, salah satu pengajar di Pesantren Al-Muayyad, beliau merupakan salah satu tokoh pendiri Masjid Tegalsari tersebut ternyata merupakan merupakan pendiri PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), kini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Beliau merupakan rektor UIN Kalijaga yang pertama,” Jelas Agus.

Muhammad Adnan menjabat sebagai rektor mulai tahun 1951 sampai pada tahun 1959, ia digantikan Prof. Dr. H. Muchtar Jahja. Prof. Adnan juga pernah menjadi penasehat Syuriah PBNU serta Dewan Pimpinan Umum PBNU pada tahun 1950.

Fans Gus Dur

Shauman, nama kecil Muhammad Adnan, lahir pada hari Kamis Kliwon tanggal 6 Ramadhan 1818 bertepatan dengan tanggal 16 Mei 1889, di dalam rumah pengulon (tempat kediaman Penghulu) di Kampung Kauman Surakarta. Orang tuanya adalah Kanjeng Raden Penghulu Tafsir Anom V (lima), seorang ulama bangsawan sebagai abdi dalem (pegawai) Keraton Surakarta. Tafsir Anom V memangku jabatan pengulu (qadli) ketika Sri Susuhunan Paku Buwana IX (1861-1893) berkuasa.

Tafsir Anom V adalah keturunan Tafsir Anom IV, yang menjabat penghulu semasa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) VII-IX. Kalau dirunut silsilahnya maka akan sampai pada Sultan Syah Alam Akbar III (R. Trenggono), sultan Demak terakhir. Adapun saudara Muhammad Adnan berjumlah 9 orang, diantaranya adalah Sahlan yang kemudian meneruskan ayahnya menjadi penghulu bergelar Tafsir Anom VI.

Riwayat pendidikan

Adnan kecil dibesarkan dalam suasana keluarga yang sangat erat kaitannya dengan adat Jawa dan bangsawan. Pendidikannya dimulai dari ayahnya sendiri dan terkadang juga didatangkan guru dari luar untuk mengajarkan baca tulis kepadanya. Dari Tafsir Anom V pula, Adnan mulai belajar ilmu agama Islam.

Tetapi kemudian Adnan berkesempatan juga memperoleh pendidikan formal di Sekolah Rakyat, dan sesudah berdiri Madrasah Manbaul Ulum, diapun belajar disana sampai selesai. 

Selain di Madrasah Manbaul Ulum, pada usia 13 tahun Muhammad Adnan juga belajar dan memperdalam ilmu agama Islam di berbagai pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Antara lain, Pesantren Mojosari Nganjuk pada Kiai Zaenuddin, pesantren Mangunsari yang diasuh Kiai Imam Bukhari, Pesanten Termas Pacitan asuhan Kiai Dimyati Abdullah, lalu kembali ke Surakarta berguru kepada Kiai Idris di Pondok Jamsaren.

Pada tahun 1908, ayahnya berkeinginan agar putra-putrinya ada yang memperdalam ilmu agama Islam di Makkah. Pilihan ayahnya jatuh pada tiga putranya yakni: Muhammad Adnan, Sahlan, dan Ishom. Muhammad Adnan yang pada saat itu masih berusia 17 tahun bersama kedua saudaranya belajar di Madrasah Darul Ulum dan berguru kepada beberapa ulama, diantaranya Kiai Mahfudz at-Tirmisi, Kiai Idris, Syaikh Syatho dan Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabaui.

Aktif dalam pendidikan

Darah perjuangan Tafsir Anom V yang mengalir pada dirinya, serta didukung pendidikannya baik di bidang umum maupun agama, menjadikannya sebagai seorang pejuang untuk nusa, bangsa dan agama. Sepulang dari Tanah Suci tahun 1916, Muhammad Adnan yang telah menikah dengan Siti Maimunah, berjuang bersama mertuanya KH Shafawi. Bidang yang digelutinya ialah bidang keguruan dan pendidikan. Bersama mertuanya ini pula beliau mendirikan Masjid Tegalsari Surakarta. Beliau juga menjadi salah satu tokoh perintis Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo.

Sebagai pendidik Muhammad Adnan pernah diangkat menjadi guru pada sekolah Madrasah Islamiyah di Pasar Kliwon (1916-1923), yang kemudian menjadi Holland Arabische School. Ia juga menjadi Mahaguru pada ”Kenkoku Gakuin” (Persiapan Sekolah Tinggi Hukum) zaman pendudukan Jepang. 

Pada tahun 1948 Kementrian Agama RI, Muhammad Adnan diserahi membentuk SGHI (Sekolah Guru Hakim Islam) di Surakarta, yang kemudian pindah ke Yogyakarta dan berganti nama SGHA (Sekolah Guru Hakim Agama), kemudian menjadi PHIN (Pendidikan Hakim Islam Negeri) dan beliau sebagai ketuanya.

Muhammad Adnan juga pernah memimpin Madrasah Manba’ul Ulum Surakarta, setelah beliau kembali belajar dari Makkah. Pada tahun 1951 Muhmmad Adnan mempelopori berdirinya ”Al Djami’atul Islamiyah” Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII) di Surakarta bersama KH. Imam Ghozali dan KH. As’at. Selanjutnya PTII Solo ini digabung dengan UII Yoyakarta dan dikenal kemudian dengan nama UII cabang Solo.

Pada tahun ini pula beliau diangkat sebagai Dewan Kurator/Pengawas serta diangkat sebagai Guru Besar tidak tetap pada Fakultas Hukum PTII. Tahun 1950 ketika Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) diresmikan diberi kepercayaan menjadi ketuanya sampai perguruan tinggi itu menjadi IAIN (1960), selain itu beliau juga diangkat menjadi guru besar dalam bidang fiqh beliau juga menjadi dosen luar biasa di UGM Yogyakarta.

Perjuangan dan karya

Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, pemerintahan Jepang sampai masa pemerintahan Republik Indonesia, Muhammad Adnan mempunyai tugas sebagai hakim agama dalam lingkungan peradilan agama Islam. Untuk memperjuangkan hak-hak pengadilan Agama, Muhammad Adnan pada tahun 1937 mendirikan organisasi kepenguluan yang diberi nama Perhimpunan Pengoeloe dan Pegawainya (PPDP) yang ruang lingkupnya meliputi wilayah Jawa dan Madura. 

Empat tahun kemudian, ia diangkat menjadi ketua Mahkamah Islam Tinggi di Jakarta. Ia juga pernah menjadi anggota DPA RI pada tahun 1947.

Pernah pada tahun 1945, Menteri Agama saat itu, Kiai H. Masykur pergi ke Surakarta untuk menemui Muhammad Adnan dan Syamsi. Dalam usaha mengirimkan misi haji Republik Indonesia yang pertama ke tanah suci Makkah pada musim haji 1948. 

Pemerintah RI mengutus Muhammad Adnan menjadi Ketua Misi Haji dan Misi Diplomasi pertama ke Saudi Arabia bersama KH. Sholeh Saudi, H. Syamsir dan KH Ismail Banda untuk mengadakan kontak dengan Raja Ibnu Saud dan pemimpin-pemimpin negara Islam yang sedang menjalankan ibadah haji, untuk merundingkan mendapat pengakuan Negara RI dan mengatur perjalanan haji yang pertama setelah Perang Dunia II.

Muhammad Adnan juga aktif menulis, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa, diantara karangannya adalah Tafsir Al-Qur’an Suci Basa Jawi, kitab Hidayatul Islam, buku Tuntunan Iman dan Islam, buku Peringatan Hari-Hari Besar Islam, buku Khutbah Jum’at Basa Jawa, buku Mutiara Hikmah

Pada tengah malam dini hari, Selasa Pon 24 Juni 1969, pukul 03.30 Prof. K.H.R. Muhammad Adnan dipanggil Sang Khaliq pada usia 80 tahun. Jenazahnya dimakamkan hari itu juga di makam Pajang Laweyan Surakarta, setelah disalatkan di Masjid Syuhada Yogyakarta dan Masjid Tegalsari Surakarta, masjid yang menjadi saksi perjuangan beliau. Sampai sekarang, masjid ini masih menjadi salah satu basis perjuangan dan pergerakan Islam di Surakarta. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Nasional Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Dukun Bola

Sebagai guru bangsa, menurut banyak kalangan, ilmu Gus Dur sangat komprehensif. Tak terkecuali sebagai pemerhati sepakbola. Hal ini dibuktikan dengan puluhan tulisan kritisnya dalam menganalisis sebuah pertandingan sepakbola setingkat Piala Dunia.

Namun, cerita kali ini berbeda. Suatu hari, kata Gus Dur, tim sepak bola dari Kecamatan Wanasari akan bertanding melawan tim sepakbola Kecamatan Losari dalam Kejuaraan Piala Bupati. Karena ingin menang, pimpinan persatuan sepakbola Wanasari minta bantuan seorang dukun.

“Oke, nanti saya buat 10 gol untuk kemenangan kalian,” kata sang dukun meyakinkan.

Dukun Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukun Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukun Bola

Ternyata pertandingan berakhir dengan skor 5 - 5 sehingga kapten kesebelasan Kecamatan Wanasari melakukan protes kepada sang dukun yang telah dibayar mahal.

“Lho, tadi saya sudah tiup bola dari sini untuk 10 gol,” ujar sang dukun.

“Iya, golnya memang 10, tapi skornya 5 - 5, imbang. Babak pertama kami mencetak 5 gol, tapi pada babak kedua setelah tukar tempat, kami kemasukan 5 gol. 10 gol masuk ke gawang utara semua,” kata sang kapten kesebelasan Wanasari sewot.

“Oh...sepakbola pakai tukar tempat ya? Saya ndak tahu kalau ada tukar tempat. Jadi ya, bola saya tiup semua ke gawang utara,” jawab sang dukun enteng. (Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nasional, Hadits, Sholawat Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah!

Jombang, Fans Gus Dur. Di tengah suasana tegang proses registrasi peserta muktamar di Gedung Olahraga (GOR) Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid No 151 Jombang, para peserta muktamar menyempatkan diri berbekam. Bekam dilakukan di sela-sela registrasi yang cukup melelahkan.

Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Capek Mengantre Registrasi? Berbekamlah!

Bekam menggunakan tanduk sapi khas Madura ini tampak ramai di depan GOR, Jumat (31/7) malam. Selain peserta muktamar, para penikmat shalawat Habib Syekh (Syeikher Mania) yang lalu lalang di seputar GOR juga mencoba bekam ini.

Heri (38), pria asal Pamekasan, Madura, mengaku telah membekam para pelanggan sejak sore. Ia bersama paman dan adik bungsunya berharap dapat berkah Muktamar ke-33 NU.

Fans Gus Dur

"Tiap event NU sekelas muktamar, munas, saya selalu datang untuk membekam. Muktamar Solo dan Makassar saya juga hadir," tuturnya.

Ia mengaku, tidak hanya muktamar saja, tapi tiap kegiatan NU di Jawa Timur dan di beberapa tempat lainnya. Ketika Heri ikut bazar di Jakarta pada awal Reformasi, ia mengaku kedapatan tamu spesial, yaitu Menteri Pertahanan Mahfud MD.

Fans Gus Dur

"Saya kaget juga waktu Pak Mahfud mampir ke lapak saya. Begitu beliau selesai saya bekam, akhirnya banyak pengunjung yang ikut-ikutan minta dibekam," kenangnya.

Bekam menggunakan tanduk sapi, lanjut Heri, memiliki keunikan. Selain bisa mengeluarkan darah kotor, juga bisa mengusir angin dari tubuh kita. "Sesuai pesanan saja. Mau keluarin darah apa nggak terserah saja. Saya siapkan jarum yang higienis," katanya.

Heri menekuni kegiatan bekam ini sejak masih jejaka. "Saya dapat ilmu bekam ini dari keluarga. Makanya, ini kami sekeluarga ke sini," ujarnya bangga.

Ia menghimbau para peserta muktamar yang kecapekan untuk melepas penat dengan alat bekamnya. "Murah kok. Saya patok 50 ribu tiap bekam. Mau banyak atau sedikit tanduknya, terserah. Setelah bekam, nanti saya pijit juga," pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

SMA NU 2 Gresik Dapat Kunjungan dari Thailand

Gresik, Fans Gus Dur. SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik, Jawa Timur, menerima tamu kehormatan dari Rajamangala University of Technology Krungthep, salah satu kampus favorit di Bangkok yang bermitra dengan 6 sekolah menengah di Thailand, yakni Sri Ayudhya School, Watsongtham School, Rajadamri School, Thepleela School, Triamudomsuksanomklao, Rajprachasamai School.

Kedatangan tamu dari Thailand, Selasa (9/12) itu, merupakan kunjungan balasan setelah SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik yang telah melakukan kunjungan bersama SMA dr. Sutomo Surabaya, SMA Wachid Hasyim Sidoarjo serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi NU Sidoarjo ke Thailand September yang lalu.

SMA NU 2 Gresik Dapat Kunjungan dari Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU 2 Gresik Dapat Kunjungan dari Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU 2 Gresik Dapat Kunjungan dari Thailand

Kepala Sekolah SMA NU 2 Gresik Drs. Muhamad Kirom mengatakan, anak Indonesia perlu dipersiapkan untuk dapat menjalin komunikasi dan kerjasama secara global. Hal ini berkaitan dengan proyeksi penerapan ilmu pengetahuan yang mereka miliki yang nantinya bukan saja bersifat nasional tapi juga internasional.

Fans Gus Dur

“Memahami budaya dan adat bangsa lain dianggap penting sebagai salah satu bekal untuk memperkaya kompetensi pribadi maupun profesional  mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak sekolah harus lebih proaktif lagi mempersiapkan siswanya untuk memperoleh bekal kepribadian dan ketrampilan yang lebih unggul dengan memberi peluang kepada siswa untuk mengenal dunia internasional melalui jalur pendidikan.

Fans Gus Dur

SMA Nahdlatul Ulama 2 yang terletak di Jalan Akim Kayat VII/49 sebagai salah satu lembaga pendidikan tingkat menengah yang masih terbilang baru, mencoba melakukan terobosan  merintis kerjasama dengan dunia pendidikan luar negeri yaitu dengan menandatangani MOU dengan lembaga pendidikan di Thailand.

“Diharapakan melalui kerjasama ini, memberikan peluang kepada para siswa untuk bisa melanjutkan pendidikan S1 di Thailand melalui program bea siswa serta program pertukaran baik pelajar maupun guru dalam bidang sains, teknologi dan seni budaya,” kata Muhamad Kirom. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus

Majalengka, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Majalengka berencana akan membuat kartu anggota NU (Kartanu). Hal ini terungkap seiring diselenggarakannya silaturahim dan konsolidasi internal dalam acara halal bihalal di gedung PCNU Majalengka di Jalan Pangeran Muhammad 15 Cikalong, Sukahaji, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/8) siang.

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus

Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri mengatakan, Kartanu yang pihaknya terbitkan dibuat khusus untuk anggota NU Majalengka dan bekerja sama dengan Bank Mandiri Majalengka.

Ia mengimbau pada seluruh warga NU Majalengka untuk turut serta dalam pembuatan Kartanu Khusus ini. Tidak hanya berfungsi sebagai identitas, Kartu ini  juga bisa digunakan sebagai alat transaksi keuangan ke Bank Syariah Mandiri Majalengka.

Fans Gus Dur

Harun juga menegasan, penyelenggaraan halal bihalal ini menjadi ajang untuk saling bertatap muka dan menguatkan kembali perangkat organisasi. Ia berharap ke depan penguatan organisasi di semua tingkatan bisa lebih massif sehingga NU Majalengka lebih baik untuk mempertahankan tradisi Islam Aswaja ala NU di tengah-tengah masyarakat Majalengka.

Fans Gus Dur

Acara tersebut dihadiri seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Pengurus Ranting NU, serta badan otonom NU setempat. Hadir juga Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beserta seluruh anggota DPRD Fraksi PKB Majalengka. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, IMNU, Meme Islam Fans Gus Dur

Sabtu, 18 November 2017

Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo

Purworejo, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, secara resmi dikukuhkan di Ballroom Sanjaya Inn Hotel Purworejo, Ahad (24/11). Sedikitnya 23 kader PMII dilantik menjadi pengurus cabang untuk masa khidmat 2013-2014.

Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo

Acara pelantikan dirangkai dengan seminar bertajuk “Reorientasi Peran Mahasiswa dalam Sistem Demokrasi di Indonesia”. Hadir dalam perhelatan kali ini Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah Muhammad Zuyyina Laili Jawa Tengah, Wakil Ketua DPRD M Abdullah, KH Khundari dari Mabincab PMII Purworejo, Polres, Koramil, pengurus NU setempat, elemen organisasi mahasiswa, serta ratusan kader PMII.

Ketua panitia Muhammad Hamzah mengatakan, dalam pelantikan tersebut, Lukman Hakim dilantik menjadi Ketua PMII Purworejo periode 2013-2014 menggantikan Saiful Anwar, ketua periode sebelumnya.

Fans Gus Dur

“Dalam kegiatan ini, kita bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo. KPU menyisipkan materi? tentang sosialisasi Pemilu Legislatif dan Presiden 2014 mendatang,” terang Hamzah saat ditemui disela-sela kegiatan.

H Muslihin Madiani, salah satu narasumber seminar yang juga mantan Ketua KPU Purworejo,? menyayangkan kedaulatan Indonesia yang ia nilai sudah tidak dirasakan kehadirannya dan kehidupan sehari-hari.

Fans Gus Dur

“Mulai dari fashion, makanan, alat telekomunikasi, kendaraan hingga apapun kita sudah tidak lagi berdaulat. Di Negeri kita sendiri, kita menjadi budak bagi asing,” ujarnya.

Lebih lanjut Muslikhin mencontohkan, sebuah pabrik air minum kemasan yang cukup terkenal di Indonesia. Air diambil dari bumi Indonesia, dikemas oleh orang Indonesia, dibeli oleh orang Indonesia, namun yang menikmati laba dan keuntungan dari produksi ini justru orang-orang asing.

Sementara itu, Purnomosidi selaku komisioner KPU Bidang Sosialisasi dalam paparannya juga menegaskan,? kader PMII ini merupakan generasi muda potensial untuk dididik agar menjadi manusia yang tidak apolitik.

“Kondisi saat ini cukup memprihatinkan karena kecenderungan mahasiswa hari ini udah mulai ogah-ogahan berdiskusi politik? atau belajar tentang politik. Padahal setiap hari, tanpa disadari kita tidak bisa lepas dari politik,” tandasnya.

Purnomosidi menambahkan, saat ini percepatan globalisasi semakin menggila dari waktu ke waktu. Meskipun begitu, seolah kita terlena dengan keterpurukan ini dan justru menikmatinya. Globalisasi berjalan sangat cepat, sementara masyarakat Indonesia terseok-seok mengimbanginya.

“Ini sangat memprihatinkan. Maka membaca dan diskusi menjadi cukup urgen ketika kita mengaku sebagai aktivis mahasiswa. Untuk itu, penguasaan pengetahuan menjadi kebutuhan yang cukup mendesak untuk terus digalakkan dan didorong karena abad mendatang, pemenang pertarungan dilevel manapun yang menang adalah power of knowledge,” tandasnya. (Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Nasional, IMNU Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock