Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Fans Gus Dur
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Aswaja, News Fans Gus Dur

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Kamis, 22 Februari 2018

Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah?

Assalamu’alaikum wr. Wb

Mohon maaf kepada tim redaksi, semoga kita semua mendapat ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Saya Yono dari Lampung mau bertanya tentang posisi memulai barisan kedua dan seterusnya pada shalat jamaah.

Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Mana Kita Mulai Shaf Kedua Dalam Shalat Jama’ah?

Jika barisan pertama sudah terisi penuh maka membuatlah barisan kedua  dan seterusnya. Saat membuat barisan kedua, apakah dimulai dari tengah (di belakang imam) atau dimulai dari sebelah kanan (mentok/mempet masjid).

Misalnya barisan pertama sudah penuh, dan barisan kedua hanya ada 3 orang. Pertanyaan saya, yang 3 orang ini posisinya apakah di tengah-tengah (di belakan imam) atau di sebelah kanan mentok/mepet tembok masjid?

Fans Gus Dur

Mohon penjelasannya karena di mushola di lingkungan saya terjadi perbedaan pendapat sehingga sering terjadi kekosongan (terputus/tidak menyatu) di barisan kedua (yaitu di bagian tegah sudah terisi beberapa orang, kemudian ada beberapa orang lagi yang mengisi di bagian kanan mempet tembok sehingga terjadi kekosongan di antara keduanya). Atas perhatian dan penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb (Yono/Lampung).

Fans Gus Dur

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Deskripsi masalah yang dibuat penanya begitu panjang dan setelah kami mencermati pertanyaan di atas, inti persoalannya adalah soal dari mana kita harus mulai shaf ke dua dalam shalat berjamaah. Apakah dari sebelah kanan, tengah, atau dari sebelah kiri?

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa meluruskan shaf shalat termasuk dari kesempuranaan shalat. Di samping itu shaf shalat yang lurus dan rapi akan terlihat indah. Hal ini tentunya tidak terlihat elok jika terjadi dalam shaf shalat itu ada yang berdiri di sebelah kanan dan ada yang berdiri di tengah sehingga terjadi kerenggangan.

Lantas bagaimana memulai shaf kedua jika shaf pertama sudah penuh sebagaimana pertanyaan di atas? Ketika kami membaca pertanyaan di atas dalam benak kami terbayang ada sisa tiga orang yang mau membuat shaf kedua karena shaf pertama sudah penuh. Dari mana mereka memulainya?

Muhyiddin Syaraf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menyatakan bahwa dalam shaf disunahkan untuk lurus atau seimbang. Ketika para jamaah berdiri, antara sebagian dan sebagian lainnya tidak boleh terlalu maju atau terlalu mundur dengan dada atau anggota tubuh yang lainnya. Selanjutnya Imam Nawawi menyatakan bahwa para jamaah disunahkan untuk berdiri di tengah imam sebagaimana dianjurkan dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah ra.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? , ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ?. “Bahwa sesungguhnya disunahkan adanya keseimbangan dalam shaf. Ketika mereka (para jamaah shalat) berdiri, mereka tidak boleh sebagian dari mereka terlalu maju dengan dadanya atau anggota tubuh yang lain, dan tidak boleh (pula) terlalu mundur dari jamaah lainnya. Mereka juga disunahkan untuk menjadikan imam berada di tengah-tengah dan mengelilinginya dari kedua sisinya karena didasarkan pada hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw, ‘Jadikan imam berada di tengah-tengah dan tutuplah celah,’” (Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Beirut-Dar al-Fikr, juz, IV, h. 301).

Jika penjelasan singkat ini ditarik ke dalam konteks pertanyaan di atas, jawabannya adalah bahwa shaf dimulai dari tengah di belakang imam dan menjadikan imam pada posisi tengah. Jika shaf kedua ada tiga orang, barisan dimulai dari tengah, kemudian sebelah kanan dan yang terakhir sebelah kiri. Hal ini agar menjadikan posisi imam berada di tengah.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Hendaknya kita semua meluruskan dan memerhatikan kerapian shaf dalam shalat berjamaah karena itu merupakan anjuran yang disyariatkan. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

PMII harus Kembali ke Masjid

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berharap agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali ke masjid sebagai basis gerakannya. Masjid sebagai pusat kegiatan keummatan akan memberikan nilai spiritualitas yang tak akan diperoleh dari tempat lainnya.

“Mari kita kembali ke masjid,  bolehlah demo, tapi basisnya harus spiritualitas, visinya harus kerakyatan, tapi harus diikatkan dengan hablumminallah. Jangan tidak pernah ke masjid,” tuturnya kepada Fans Gus Dur beberapa waktu lalu.

PMII harus Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII harus Kembali ke Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII harus Kembali ke Masjid

Beralihnya pusat kegiatan PMII dari masjid dikatakannya bisa menghilangkan visi dan ideologi yang dimiliki oleh organisasi yang banyak melahirkan para pemimpin dari NU ini. “Berangkat demo dari jalan, kembali ke jalanan, akhirnya menjadi orang jalanan, ini lama-lama bisa kehilangan visi dan ideologinya, lama-lama bisa menjadi pendemo bayaran,” tandasnya

Direktur Pusat Pengkajian dan Pengembangan Pesantren ini (P3M) ini menjelaskan bahwa pada masa rasulullah, masjid merupakan pusat peradaban yang mana segala kegiatan dilakukan disana, bukan sekedar sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah mahdhoh.

 

“Kita bisa diskusi di masjid, tentang Islam yang paling sosialitik pun, tapi dalam perspeksif agama, mendiskusikan Das Kapitas, Adam Smith, dha papa asal didialogkan dengan pesan-pesan etika dan keagamaan, ini baru seru, baru ada karakter,” tambahnya.

Fans Gus Dur

Pesan kembali ke masjid tersebut juga disampaikan kepada para kader GP Ansor. Saat selesai menjalankan aktifitas dunianya, masjid merupakan tempat kembali untuk menyelesaikan berbagai urusan.

“Kalau semua urusan diselesaikan di situ, insyaallah lebih berkah. Dan kalau kita memutuskan segala sesuatu di masjid, spiritnya kan lain, nga mungkin memutuskan sesuatu di masjid dengan jotos-jotosan, sesuatu yang sekarang lazim,” imbuynya. (mkf)

Fans Gus Dur



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News Fans Gus Dur

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

Bojonegor, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro kembali menggelar aksi demo, Kamis (20/3), menuntut pemanfaatan rumah sakit di Jalan Veteran, Bojonegoro, Jawa Timur, yang hingga kini terbengkalai. 

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

PMII Bojonegoro menilai, selama 7 tahun memerintah, Bupati Bojonegoro Suyoto membiarkan bangunan tersebut sia-sia. Rumah sakit yang dibangun pada masa pemerintahan bupati sebelumnya, Santoso, ini menelan anggaran Rp110 miliar.

Menurut para aktivis ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2010 Tentang Penertiban dan Penyalahgunaan Tanah Terlantar dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik serta UUPA No 5 Tahun 1960 Tentang Penelantaran Aset Daerah.

Fans Gus Dur

"Kami dari PMII Bojonegoro tetap konsisten untuk mengawal agar segera difungsikannya bangunan RS di Jalan Veteran," kata Koordinator aksi, M Asadullah saat berorasi. 

Fans Gus Dur

PMII Bojonegoro berpendapat, penelantaran ini dilakukan karena faktor politik hingga masyarakat harus menjadi korban. Mereka mendesak pemerintah agar segera memfungsikan rumah sakit tersebut. Terlebih, bangunan RSUD dr Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro dinilai sudah sering kelebihan kapasitas dan bangunannya mengalami kerusakan. 

"Dalam aksi sebelumnya, Wabup juga berjanji akan memasukkan anggaran di APBD 2014 dan pembangunan serta pemindahan akan dimulai awal tahun," imbuh Asadullah. 

Aksi kali ini diawali dengan melakukan orasi di depan bangunan rumah sakit di Jalan Veteran. Selanjutnya, aksi dilanjutkan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan menuju Kantor Pemkab Bojonegoro. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Nahdlatul Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Mataram, Fans Gus Dur. Gelaran Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama (Munas Konbes) NU turut dimeriahkan dengan sunatan massal oleh Care-LAZISNU, Rabu (22/11). Terdapat sedikitnya 50 anak-anak menjadi peserta sunatan yang bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).

“Ini bagian kerja sama setelah acara sunatan di Jakarta sukses. Di sini menggabungkan dengan Munas NU yang sudah kami koordinasikan dengan panitia Munas, hal. berbagi kebahagian," kata Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, di lokasi kegiatan Pesantren Darul Hikmah Pagutan,

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Sunatan massal juga sebagai upaya NU Care-LAZISNU mengajak anak-anak bergembira.





"Dengan menunaikan sunatan keinginan mereka dalam menunaikan sebagai umat Islam terpenuhi.

Fans Gus Dur





Peserta sunatan juga diberikan uang tunai dan sepeda.



Fans Gus Dur



Pengasuh Pesantren Darul Hikmah, TGH Abdul Hamid menyampaikan pihanya beryukur dengan pelaksanaan sunatan yagn bisa melibatkan masyarakat di Lombok.





"Semoga dapat dilakukan di kesempatan lainnya," harapnya.

Deputi Branch Manager Alfamart, Ahmad Saeful mengatakan sunatan masal merupakan salah satu bentuk penyaluran donasi bantuan pelanggan Alfamart periode Oktober 2017.





“Ini juga sebagai bukti bahwa Alfamart selalu dekat dengan masyarakat,” tambah Saeful.



Budiono orangtua, dari Riski Setiono (5 tahun); menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi peserta sunatan tersebut.

"Alhamdulillah, anak saya juga senang karena dapat hadiah sepeda," kata Budiono. 





Senada, Slamet orangtua Teguh Muhamad Agus Setiawan (5,5 tahun), mengungkapkan rasa syukurnya.





"Karena anak saya juga sudah waktunya disunat," kata Slamet. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Halaqoh, News Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Jeddah, Fans Gus Dur. Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji menggugat pihak Garuda Indonesia agar menanggung sepenuhnya biaya transportasi dan akomodasi para jamaah yang telantar di Jeddah, menyusul molornya jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air hingga lebih dari 20 jam.

"Kami hanya minta ganti rugi dalam bentuk uang terkait penyediaan akomodasi dan transportasi selama masa menunggu. Termasuk hotel tempat menginap sementara," kata Baluki Ahmad, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji di Madinah, Selasa (23/11). Sejak Sabtu hingga Selasa (23/11/2010), baru sekitar 2.000 jamaah bisa diangkut pihak Garuda.

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Rombongan jamaah dari biro penyelenggara haji dan umrah itu baru diberangkatkan setelah lebih dari 30 jam terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Padahal, penundaan penerbangan-penerbangan awal pemulangan jamaah tersebut berakibat pada penundaan jadwal-jadwal berikutnya, yang membuat antrean jamaah yang akan dipulangkan bertambah panjang.

Fans Gus Dur

Sejauh ini pihak Garuda menjanjikan hanya memberi semacam "ganti rugi" 180 riyal Saudi kepada tiap jamaah. Padahal, menurut Djadjang Sudradjat, pada saat seperti sekarang tarif hotel melati di Jeddah saja 300 riyal Saudi per malam. Belum lagi untuk makan dan penyediaan transportasi, yang semua harus dihitung ulang akibat penundaan kepulangan.

Sementara itu pihak Garuda di Jeddah yang dihubungi wartawan via telepon dari Madinah belum bersedia berkomentar. "Kami ini sudah terjadwal secara ketat. Sekarang ini tidak ada hotel yang bisa diperpanjang karena hari berikutnya sudah dipesan orang lain,”ujarnya.

Fans Gus Dur

Menurut perhitungan sementara, dengan 245 orang jamaah saja biaya tambahan yang mesti dikeluarkan sekitar 20.000 dollar AS. Baik Baluki maupun Djadjang juga mengeluhkan buruknya pelayanan Garuda secara keseluruhan. kalau tuntutan itu tidak dipenuhi, maka akan menggugat secara hukum resmi.

Apalagi tarif angkutan haji Jakarta-Jeddah dan sebaliknya jauh lebih mahal dibandingkan rute ke Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan pihak Garuda dinilai jauh dari memadai. "Pelayanan Garuda sangat minim, padahal ongkos yang ditarik hingga 1.800 dollar AS per jamaah,”tutur Djadjang.

Sementara untuk rute ke Eropa, Jepang dan Australia ketika masa puncaknya saja paling mahal 1.200 dollar AS dan pelayanan yang diberikan Garuda sangat bagus. Djadjang pernah bekerja di Garuda sebagai GM Garuda di Jeddah pada 1990-1992.(amf/kcm)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Hikmah, News Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai

Pamekasan, Fans Gus Dur - Seiring kian pesatnya perkembangan teknologi informasi, marwah kiai saat ini sedang dipertaruhkan. Beberapa kelompok intoleran makin gencar melancarkan serangan berbau ujaran kebencian terhadap kiai yang dikenal penebar kasih sayang dalam berdakwah.

Demikian penegasan Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman saat memberi sambutan dalam pelantikan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Pakong di Yayasan At-Taqwa Pakong, Sabtu (17/12).

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai

Atas kondisi ini Dosen Universitas Madura tersebut menginstruksikan kepada segenap kader GP Ansor untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga maru‘ah para kiai.

"Hidupkanlah militansi sebagai kader Ansor. Jangan sekali-kali mencaci kiai dan guru kita," tegasnya yang disimak oleh sesepuh NU Pakong, Muslimat NU Pakong beserta badan otonom seperti Fatayat, IPNU, dan IPPNU.

Fans Gus Dur

Manakala ada pemikiran kiai yang kurang ditangkap akal pikiran para pemuda yang tergabung GP Ansor, Fathorrahman menekankan agar tidak langsung mengumpatnya. Tapi, harus lewat jalan tabayun dan atau tukar pendapat secara sopan santun.

Fans Gus Dur

"Kader GP Ansor dididik untuk tegas dan santun dalam menyikapi perbedaan, tidak menggunakan kekerasan fisik maupun lisan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fathorrahman mengimbau kepada para pengurus GP Ansor Pakong yang baru dilantik untuk konsentrasi dalam memaksimalkan kaderisasi formal semacam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar. Lebih dari itu, pimpinan ranting juga harus segera dibentuk.

"Jangan sungkan-sungkan silaturrahim ke para senior NU dan para kiai NU. Mintalah arahan dan konfirmasikan ke beliau-beliau tiap kali hendak mengadakan kegiatan. Sebab, GP Ansor adalah badan otonom NU," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Kamis, 21 Desember 2017

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme

Tasikmalaya, Fans Gus Dur. Komandan Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU Dede Rusyandi, menegaskan tiga pesannya ketika apel kesetiaan pancasila Pelajar dan Santri Jawa Barat yang merupakan rangkaian dari konferensi Wilayah IPNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning, Tasikmalaya Jumat (28/7) lalu.

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme

Dalam amanatnya ia menyampaikan bahwa IPNU ini merupakan anak bungsu NU, yang diproyeksikan untuk meneruskan perjuangan dan harapan NU di masa yang akan datang.

Oleh karenanya, pria yang akrab dipanggil Derus ini menyampaikan tiga amanat. Pertama, Pelajar dan Santri NU se-Jawa Barat ini harus bisa tangkal gerakan radikalisme dan gerakan-gerakan yang bisa memecah belah bangsa kita.

Posisi Jawa Barat yang terbentang dari ujung cirebon sampai ujung bekasi harus kita jaga, bahkan komitmen kita dalam mars ya lal wathon itu "siapa datang mengancammu kan binasa dibawah durimu" kita harus siap.

Kedua, sesuai dengan tema Konferwil IPNU Jabar, Meneguhkan Prestasi untuk Jawa Barat Bermartabat, generasi muda NU khususnya para pelajar, santri dan mahasiswanya harus bisa meningkatkan kualitas dan prestasinya untuk Jawa Barat bermartabat karena pelajar ini generasi ini harapan bangsa.

Fans Gus Dur

Ketiga, generasi muda ini harus budayakan tabayyun dan memfilter segala informasi yang masuk, jangan asal sebar, itu tidak baik.?

Sekarang ini marak broadcast yang kerap meresahkan dan berpotensi membuat resah dan perpecahan, untuk itu klarifikasi dan filter terlebih dahulu sebelum broadcast atau ketika menerima informasi.

Setelah Apel, dilaksanakan deklarasi santri dan pelajar Jawa Barat menolak Teroriame Radikalisme dan kekerasan terhadap anak yang ditandatangani oleh 3000 Peserta. (Husni Mubarok/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, News Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Nadhaman Asmaul Husna Dulu, Baru Memulai Pelajaran

Kudus, Fans Gus Dur. Nadhoman Asmaul Husna dibaca di madrasah-madrasah NU di Kudus mulai dari tingkat TK/TPQ, MI, Mts hingga MA/SMA NU.

Sebelum jam pelajaran pertama dimulai, semua siswa-siswi membaca bersama-sama di ruangan kelas masing-masing dengan pimpinan guru maupun siswa sendiri.

Bahkan dari kebiasaan itu, mereka termasuk anak-anak  tingkat TK sudah hafal seluruh syair dalam nadhoman Asmaul Husna 

Nadhaman Asmaul Husna Dulu, Baru Memulai Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadhaman Asmaul Husna Dulu, Baru Memulai Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadhaman Asmaul Husna Dulu, Baru Memulai Pelajaran

Bismillahi bada’na # wal hamdu lirabbina/ wassholatu wassalam #’alannabi habibina// Ya allahu ya rabbana#anta maqshuuduna/ridhoka mathlubuna# dunyaana Wa ukhrona/ Ya rahmanu ya rahiim # ya Maliku Ya quddusu/Ya salamu ya mu’min#Ya muhaiminu Ya Aziz / ...//

Fans Gus Dur

Demikian beberapa kutipan  Nadhaman Asma’ul Husna ciptaan H. Amdjad al Hafizh, dosen Universitas Wahid Hasyim Samarang,.yang berkumandang pada forum-forum pengajian dan lembaga pendidikan seperti madrasah-madrasah setiap waktu.

Kepala MI NU Al Huda Padurenan Gebog Kudus Mustahal mengatakan, tradisi membaca Asmaul Husna sebagai spirit bagi anak didik dan guru untuk  lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Fans Gus Dur

“Bacaan asmaul Husna ini juga untuk menumbuhkan semangat spirit dan karakter anak didik mengenal dan mengangungkan Asma Allah,” katanya kepada Fans Gus Dur, Rabu (2/1).

Selain syairnya berisi berisi Asma Allah, Ia menilai nadhoman ini terdapat do’a-do’a yang sudah mencakup keseluruhan  (murakkab). Begitu juga, sangat mempermudah pelafalan dan penghafalan bagi siapapun yang membacanya. 

“Sebelum ada nadhoman ini, kita sangat sulit melafalkan dan menghafalkan Asmaul Husna.” terang Gus Musta, sapaan akrabnya 

Pernyataan senada juga disampaikan Kepala MINU Basyirul Anam Jati Wetan Noor Yadi. Menurutnya, membaca Asmaul Husna ini sebagai implementasi ayat Al Qur’an surat al’araf ayat 180 dan Hadits Nabi yang diriwiyatkan Imam Turmudzi.

“Dalam ayat tersebut disebutkan, Allah mempunyai asmaul Husna maka berdoalah kamu semua kepadanya dengan menggunakan Asmaul Husna,” jelas Noor Yadi mengutip sebuah ayat tersebut.

Yadi menilai Nadhaman ini sangat cepat popular dan dibaca semua kalangan dikarenakan sangat ikhlasnya sang penulisnya  yakni Drs H. Amdjad Al Hafizh. 

“Semua kalangan bisa dengan mudah melafalkan dan menghafalkannya. Tidak hanya kalangan warga atau pelajar NU saja  tapi semua orang termasuk pejabat dinas pemerintahan lainnya membacanya.” tambahnya.

Guru MA Miftahul Falah Piji Dawe Agung Riyanto menyatakan nadhoman ini mempunyai nilai seni yang indah dan nilai kekompakan ketika dibaca secara bersama.  

“Yang paling penting adalah Manfaat dalam membaca asmaul Husna,menguatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah sang pencipta semua alam, " tandasnya.

Nadham asma-ul Husna ciptaan H Amdjad ini yang sudah popular sejak tahun 2000-an, mulai terkenal lewat sosialisasi melalui para  mahasiswa Unwahas Semarang. Mereka menyebarkan karya dosen Unwahas ini sampai ke pelosok pedesaan di forum-forum pengajian dan lembaga pendidikan.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor :  Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani

Jember, Fans Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang penuh kontroversial, tapi dikagumi. Nyleneh, tapi diikuti. Semua itu merupakan kelengkapan referensi bagi masyarakat untuk melihatnya secara lengkap. Demikian diungkapkan oleh Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat bertaushiyah dalam acara Haul Gus Dur ke-7 di Masjid Sunan Kalijaga, Jember, Jawa Timur, Selasa (27/12).

Menurutnya, sosok yang nyleneh di pesantren bukan hal yang asing. Namun kenyelehan tersebut sering kali sebagai “isyarat alam” yang tidak bisa dibaca oleh orang awam, namun dikemudian hari ternyata benar adanya. “Sikap-sikap Gus Dur yang kontroversial, tidak masuk akal, wajib kita hormati, walaupun tidak perlu kita ikuti. Sebab, kalau orang awam mengikuti dan meniru sikap kontroversial Gus Dur, itu bisa fatal,” ujarnya.

Terlepas dari kontroversialitas sikap Gus Dur, kata Kiai Muhyiddin, sesungguhnya cucu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu, memiliki sifat yang sangat layak diteladani. Pertama, beliau suka bersilalturrahmi. Di manapun Gus Dur turun ke daerah, hampir pasti mengunjungi tokoh atau kiai setempat. “Kalau di Jember, tokoh yang selalu beliau kunjungi adalah KH Khotib Umar dan KH Muchit Muzadi,“ urainya.

Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani

Kedua, Gus Dur adalah pribadi yang sederhana. Kiai Muhyiddin lalu bercerita saat dirinya bertemu pertama kali dengan Gus Dur sekitar tahun 1970. Ketika itu, Gus Dur datang ke Jember, sowan ke Mbah Muchit. Dan Gus Dur berkenan mampir ke rumah Kiai Muhyiddin di Patrang. “Dari rumahnya Kiai Muchit, Gus Dur naik becak sambil menenteng? mesin ketik. Mesin ketik itu mau saya bawakan, gak? boleh. Waktu itu Gus Dur sudah jadi tokoh, tapi masih? mau bawa mesin ketik sendiri,” jelasnya.

Ketiga, Gus Dur adalah sosok yang sangat tawakkal. Sekitar tahun 2006, Gus Dur berkunjung ke Jember untuk yang kesekian kalinya. Dari Surabaya ke Jember, Gus Dur naik pesawat kecil yang berkapasitas 4 orang penumpang. Salah seorang anggota rombongan, tidak mau naik pesawat tersebut karena takut kecelakaan. “Gus Dur bilang ke orang tersebut, sudahlah naik. Kalau belum waktunya mati, gak bakalan mati. Kalau waktunya mati, kejepit pintu juga bisa mati.Itu sikap pasrah yang luar biasa dari Gus Dur,” ungkap Kiai Muhyiddin.

Keempat, Gus Dur adalah sosok yang sangat perhatian pada sahabat.? “Kalau saya ke Jakarta, ketemu Gus Dur, yang beliau tanya selalu? soal kabar kesehatan Kiai Muchit dan Kiai Khotib Umar. Ini ‘kan bentuk perhatian yang luar biasa,” tambahnya.

Fans Gus Dur

Acara yang di masjid “milik” Kiai Muhit Muzadi tersebut tersebut, selain dipenuhi jama’ah ? masjid, juga dihadiri oleh Raktor Universitas Jember, Muhammad Hasan dan sejumlah kiai. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?



Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Ubudiyah, News Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo

Sukoharjo, Fans Gus Dur. Kasatkorcab Banser Tegal yang kini Bupati Tegal, yaitu Ki Dalang Enthus Susmono hadir di Kabupaten Sukoharjo untuk mengisi pagelaran wayang kulit semalam suntuk di alun-alun kota Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad ( 19/1).

Sebelum kehadiran Ki Enthus, para anggota Gerakan Pemuda Ansor Sukoharjo secara khusus membuat spanduk yang bertuliskan ”Selamat Datang Sahabatku Ki Enthus Susmono Kasatkorcab Banser - Bupati Kabupaten Tegal Di Kabupaten Sukoharjo”.

Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo

Ucapat tersebut sebagai salah satu wujud kebahagiaan Ansor Sukoharjo atas terpilihnya Ki Enthus sebagai bupati Tegal beberapa waktu yang lalu.

Fans Gus Dur

“Kami sangat bangga dan bahagia salah satu sahabat kami akhirnya menjadi orang nomor satu di Tegal”, ujar Syafi’i, salah satu anggota Ansor Sukoharjo.

Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah tersebut, Ki Enthus membawakan lakon Punokawan Nagih Janji . Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang hadir saat itu juga menyampaikan pesan ucapan selamat atas kepercayaan masyarakat Kabupaten Tegal yang telah memberi amanah Ki Enthus sebagai Bupati Tegal periode 2014 – 2019.

Fans Gus Dur

Disamping menjadi hiburan dan tontonan, kata Bupati Sukoharjo, pentas wayang dalam rangka pengesahan undang-undang desa ini diharapkan akan membawa manfaat dan tuntunan bagi semuanya. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Fragmen, News Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur

Klaten, Fans Gus Dur. Gelaran maulid nabi selama 12 hari, yang diselenggarakan Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta tahun ini, dibuka tadi malam (12/1) atau 1 Rabi’ul Awwal 1434 H, bertepatan pada acara haul KH Muhammad Manshur, yang dilaksanakan di halaman masjid Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten.

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Jamuro Ramaikan Haul Mbah Manshur

Acara pengajian umum semalam merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan untuk memeriahkan acara haul ke-58 Mbah Manshur. Pada acara sebelumnya diadakan sema’an al-qur’an, khitanan massal dan ziarah ke makam al-maghfurlah Mbah Manshur.

Turut hadir dalam acara tersebut Habib Syekh bin Abdul Qadir as-Segaf, para pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshur diantaranya KH M Salman Dahlawi, KH A Djablawi, dan KH Nasrun Minallah. Bupati Klaten H. Sunarno, dan pengurus NU Klaten juga terlihat dalam acara tersebut.

Fans Gus Dur

Acara diawali dengan pembacaan khatmil qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh KH Abdul Karim dan doa yang dibacakan oleh Habib Syekh.

Pada tahun ini, seperti biasanya gelaran 12 malam Jamuro akan diadakan berkeliling di wilayah Solo Raya. Rencananya Jamuro akan dilaksanakan terakhir pada malam 12 Rabi’ul Awwal di Balaikota Surakarta. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk menghormati bulan kelahiran Nabi saw ini, sudah berlangsung sejak 1424 H lalu.

Fans Gus Dur

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Cerita, Kajian Fans Gus Dur

Selasa, 07 November 2017

NU dan FPI dalam Tiga Matra

Oleh M. Kholid Syeirazi



Banyak orang bertanya, apa beda Nahdlatul Ulama (NU) dan Front Pembela Islam (FPI)? Apa pula persamaannya? FPI ditulangpunggungi para habaib. Untuk urusan ta’dzim kepada habaib, orang NU tidak ada duanya. Sejak kecil, para santri dididik menghormati keturunan Rasululllah. Di Pekalongan, kota kelahiran saya, ‘salim’ dengan habib merupakan berkah luar biasa. Karena itu, jika sowan atau bertemu habib, salamannya tidak cukup cium tangan sekali, tetapi berkali-kali, dibolak-balik. Kalau tidak percaya, datang ke Pekalongan, sowan ke Habib Luthfi atau Habib Baqir. InsyaAllah akan jumpa bahwa yang salaman ke habib dengan cara tangan dibolak-balik itu bukan hanya santrinya, tetapi juga kiainya. Para kiai NU sangat menghormati habib, termasuk Gus Dur. Dulu, ketika Ketua MUI KH Hasan Bisri meragukan eksistensi keturunan Rasulullah di Indonesia, Gus Dur membela para habaib.

NU dan FPI dalam Tiga Matra (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan FPI dalam Tiga Matra (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan FPI dalam Tiga Matra

Salah seorang yang diyakini sebagai keturunan Rasululullah itu bernama Habib Rizieq Syihab (HRS), pendiri Front Pembela Islam (FPI). Apa semua habib sama? Pasti tidak! Ada yang mendukung pola dakwah HRS, ada juga yang tidak. Belakangan, NU dan FPI sering bersitegang di lapangan. Kenapa ini terjadi? Titik temu dan titik beda NU dan FPI bisa dilihat dari tiga matra, yaitu âmaliyyah, fikrah, dan harakah.

Pertama, secara ‘amaliyyah ubûdiyyah, tradisi NU dan FPI sama: sama-sama pelaku tradisi, sama-sama ‘pengamal bid’ah’. NU qunut, FPI qunut. Tarawih–nya sama-sama 20 rakaat.? Sama-sama gemar shalawatan, tahlilan, dan ziarah kubur. Shalawatannya sama-sama pakai kata ‘sayydina’. Jelas kedua-duanya bukan penganut Islam puritan. Karena itu, FPI pasti tidak cocok dengan aliran Islam yang mengusung agenda purifikasi. Dalam soal ini, FPI akur dengan NU dan ‘bentrok’ dengan Wahabi, HTI, Islam modernis, dan aliran lain yang agendanya adalah memberantas TBC (tahayul, bid’ah, dan churafat).

Fans Gus Dur

Kedua, secara fikrah, FPI akur dengan NU dalam fikrah dîniyyah (pemikiran keagamaan), tetapi ‘bentrok’ dengan NU dalam fikrah siyâsiyyah (pemikiran politik). Dalam fikrah dîniyyah, NU dan FPI sama-sama pengikut ajaran Abu Hasan al-Asy’ari dalam tawhid, pengikut Imam Syafi’i dalam fikih, dan al-Ghazali dalam tasawuf. HRS, dalam berbagai kesempatan, menegaskan dirinya sebagai penganut Asy’ari dan menyerang i’tiqad Salafi-Wahabi. Oleh para pengikut Wahabi, HRS juga kerap dituduh Syi’ah, sama seperti KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU. Dalam fikrah siyâsiyyah, FPI berseberangan dengan NU. NU menyatakan NKRI final, dalam bentuk sekarang. HRS menginginkan NKRI Bersyariah. Agendanya seperti Piagam Jakarta. Dalam isu ini, FPI ‘bentrok’ dengan NU dan punya titik temu dengan sejumlah ormas Islam yang mendukung agenda formalisasi syariat Islam, entah itu HTI, Wahabi, atau sebagian partai eks-Masyumi yang mengusung isu formalisasi syariat Islam.

Fans Gus Dur

Ketiga, dalam harakah (gerakan), NU dan FPI cenderung ‘bentrok.’ Dakwah NU mengusung prinsip tawassuth (moderasi), tasâmuh (toleransi), tawâzun (proporsional), dan i’tidâl (tidak berat sebelah). NU juga meyakini prinsip ?? ? ? yaitu alon-alon, bertahap dalam dakwah dan mengamalkan syariat Islam. NU mengayomi budaya dan meyakini syariat Islam bisa diterapkan secara swadaya oleh masyarakat, tanpa legislasi dan campur tangan negara. Pemberlakukan syariat Islam yang perlu campur tangan negara, seperti hudud, bisa diganti dengan hukuman lain yang bisa diterima semua pihak. Dalam harakah, FPI punya titik temu dengan gerakan Islam transnasionalyang mengusung agenda formalisasi syariat Islam. FPI juga resisten dengan adopsi budaya lokal sebagai medium dakwah. Karena itu, HRS dengan keras menolak diskursus Islam Nusantara dan memelesetkannya dengan istilah yang kurang sedap. ?

Ala kulli hâl, dari tiga matra, satu setengah FPI cocok dengan NU, satu setengah yang lain FPI berbeda dengan NU. Namun, dibanding kepada ormas Islam puritan, FPI lebih dekat secara ‘amaliyyah dengan NU dan karena itu punya potensi untuk beraliansi strategis. Di sebuah tayangan youtube, yang direkam dari ceramah beliau, HRS bilang FPI bukan orang lain. FPI adalah anak NU yang bandel. Jika HRS sekarang cenderung ‘bersahabat’ dengan Islam puritan, saya merasa itu bentuk dari aliansi taktis untuk tujuan politis. Namanya aliansi taktis, suatu saat akan bubar,? jika tujuan politisnya hilang atau bertolak belakang.

Penulis adalah Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, AlaNu Fans Gus Dur

Minggu, 05 November 2017

Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu

Diriwayatkan, seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khattab. Ia menceritakan pengalaman hidupnya. ”Seorang puteri saya di zaman jahiliyah saya dikubur hidup-hidup,” katanya.

“Namun aku sempat mengeluarkannya kembali sebelum dia meninggal dunia. Hingga puteriku ini masih mendapatkan masa Islam dan telah memeluk Islam.”

Belum ada yang istimewa dari ceritanya. Kemudian ia melanjutkan, ”Ketika puteriku memeluk Islam sebagai seorang Muslimah, dia terkena salah satu hukuman had karena berzina, hingga puteriku kemudian mencoba bunuh diri dengan melukai nadinya. Lalu aku menemukannya, sementara dia sudah memotong sebagian nadi lehernya.”

Beberapa sahabat lain yang turut mendengar ceritanya tercengang. Lalu lelaki ini melanjutkan kisahnya, ”Maka lantas kuobati puteriku sampai sembuh. Kemudian dia pun bertaubat dengan baik. setelah itu, dia minta dicarikan jodoh.”

Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat Umar, Jangan Ceritakan Masa Lalu Putrimu

Pun hingga ia berkata demikian, belum jelas apa sebenarnya maksud kedatangannya menemui Khalifah Umar bin Khattab, hingga ia pun berkata, ”Wahai Amirul Mukminin! Apakah aku harus memberitahu calonnya tentang keadaan puteriku pada masa lalu?” Rupanya inilah maksud kedatangannya menemui sahabat Umar dari awal.

Mendengar pertanyaan ini Umar lantas menjawab dengan keras, ”Apakah kamu ingin menyingkapkan apa yang telah ditutupi oleh Allah? Demi Allah, jika kamu memberitahukan tentang kisah hidup puterimu kepada seseorang yang ingin menkahinya, kami akan menjadikanmu sebagai contoh hukuman bagi seluruh penduduk negeri karena telah membuka aib seseorang. Lebih baik nikahkanlah puterimu dalam pernikahan yang suci tanpa harus menanggung malu karena aib masa lalunya.” (Anam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, News Fans Gus Dur

Sabtu, 04 November 2017

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Jakarta, Fans Gus Dur

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) menggelar pengobatan gratis bagi pasien penderita penyakit pascabanjir di DKI Jakarta awal Februari lalu. Kegiatan pengobatan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun itu dilakukan di Balai RW 08/81, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu yang membawa serta anaknya sudah menyerbu dan mulai mengantre di bawah tenda untuk menunggu pemeriksaan dari dokter yang bertugas. Mereka terlihat sangat antusias terhadap aksi sosial pengobatan gratis tersebut. Maklum, sejak banjir merendam daerahnya, belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Wakil Ketua LPKNU Dr Bina Suhendra mengatakan, selain karena merupakan daerah yang terkena banjir cukup parah, kelurahan tersebut juga adalah daerah kumuh dan padat penduduk. Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, tampak tak terjaga dengan baik.

Karenanya, dua dokter, dua bidan dan sepuluh relawan lainnya yang dikerahkan dalam aksi tersebut tak hanya memberikan pengobatan secara cuma-Cuma. Tim LPKNU juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu tim dokter dr Fauzan yang langsung menangani pasien membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar memang jauh dari standar. “Kebersihan di perkampungan ini sangat jauh di bawah standar. Selain kumuh, banyak selokan-selokan yang mampet,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, daerah tersebut cukup beruntung. Dari sekitar 300 pasien anak-anak yang ia tangani, tidak ditemukan penyakit leptospirosis. Padahal, katanya, penyakit diakibatkan air seni tikus tersebut rawan muncul dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama lingkungan pascabanjir. “Setidaknya, dari pasien yang saya tangani tidak ditemukan penyakit atau tanda-tanda ada leptospirosis,” pungkasnya.

Fans Gus Dur

“Mayoritas penyakit yang diderita warga adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut-Red), batuk, pilek, diare, DKI (dermatitis kontak iritan) dan gangguan pencernaan. Rata-rata sudah pernah berobat tapi belum sembuh,” ujar dr Fauzan.

Marini (34) yang memeriksakan anak perempuannya, Dian (4), mengatakan, sudah dua minggu batuk berdahak, pilek dan demam anaknya tak kunjung sembuh. Padahal sebelumnya ia sudah memeriksakan ke Puskesmas. “Batuknya parah banget dan berdahak. Demamnya tinggi. Udah sebulan ini anak saya berat badannya menurun,” ujarnya.

Fans Gus Dur

Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah warga yang turut dalam pengobatan cuma-muma itu mencapai 300 orang lebih. "Kami membagikan kupon pengobatan untuk 350 warga. Tapi kalau lebih, kami siap untuk 50 pasien lagi,” ujar Avianto Muhtadi, Program Officer Community Based Disaster Risk and Management NU.

Selain penyuluhan dan pengobatan cuma-cuma, dalam kesempatan itu, LPKNU juga memberikan sejumlah makanan dan susu untuk anak-anak bagi setiap pasien. “Ini juga menjadi perhatian kita. Tidak hanya pengobatan. Kebutuhan gizi mereka (anak-anak) juga harus dipenuhi,” ujar Avianto.

Sebelumnya, tim kesehatan LPKNU bersama warga setempat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bekerja bakti membuang sampah yang masih tersisa akibat banjir dan membersihkan selokan-selokan yang mampet.

“Kita ingin warga sadar betapa menjaga kebersihan dan kesehatan sangat penting. Lebih penting daripada pengobatan sendiri kalau sedang sakit,” terang Avianto yang juga Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser DKI Jakarta. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, News, Sunnah Fans Gus Dur

Kamis, 26 Oktober 2017

Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya

New Delhi, Fans Gus Dur. Pengadilan tinggi India pada Selasa (22/8) mengeluarkan larangan terhadap praktik talak tiga oleh suami Muslim kepada istrinya karena dianggap inkonstitusional, kata AFP.

Talak tiga merupakan proses instan penceraian istri yang dilakukan hanya dengan mengucapkan kata talak sebanyak tiga kali. Sebagian lelaki Muslim India menggunakannya untuk menceraikan pasangan secara gampang. Para perempuan yang menjadi korban praktik ini pun mengadu ke mahkamah agung setempat dan meminta terbitnya sebuah larangan resmi. 

Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya

"Talak tiga bukan bagian integral dari praktik keagamaan, dan ini melanggar moralitas konstitusional," kata sebuah panel majelis hakim agung.

Majelis hakim terdiri dari lima orang yang berasal dari agama besar India: Hindu, Kristen, Islam, Sikhisme, dan Zoroastrianisme. Dalam keputusannya, mereka mereka menyatakan praktik talak tiga sebagai kesewenang-wenangan yang nyata yang memungkinkan seorang pria memutus hubungan perkawinan dengan aneh dan tak terduga.

Larangan terhadap praktik talak tiga merupakan sejarah baru dalam keputusan mahkamah agung India meski praktik serupa pernah dilakukan oleh lembaga di bawahnya.

India mempersilakan institusi-institusi agama untuk mengatur masalah perkawinan, perceraian, dan harta warisan di negara multi-kepercayaan itu. Namun, soal talak tiga ini mendapat ganjalan karena dianggap diskriminatif atau tidak adil perempuan.

Fans Gus Dur

Kelompok yang cukup getol memperjuangkan larangan ini adalah pejabat dan partai dari kalangan nasionalis Hindu.

Fans Gus Dur

Masalah ini tetap sangat sensitif di India, dan rawan memicu kekerasan akibat ketegangan yang disulut sentimen keagamaan. 

The All India Muslim Personal Law Board (AIMPLB), sebuah kelompok organisasi Islam di sana, telah menentang upaya untuk melarang praktik talak tiga ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, News, Quote Fans Gus Dur

Sabtu, 29 Juli 2017

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat

Karanganyar, Fans Gus Dur. Warga desa Mojo kecamatan Mojogedang kabupaten Karanganyar tampak berdesak-desakan memenuhi jalan desa dalam rangka merayakan lebaran ketupat, Sabtu (2/8). Mereka berkerumun menyaksikan atraksi tarian kuda lumping yang tengah kesurupan.

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat

Menurut penuturan salah satu warga setempat Karni, kesenian jaran kepang boleh dibilang sudah menjadi kesenian khas yang dihadirkan pada saat lebaran ketupat seperti ini.

“Biasanya selain pada momen lebaran ketupat tarian kuda lumping juga dimainkan pada saat bersih desa,” kata Karni menerangkan waktu pagelaran kuda lumping kepada Fans Gus Dur, Sabtu (2/8).

Fans Gus Dur

Bagi warga di sini, lanjut Karni, kesenian jaran kepang adalah tontonan yang sudah membudaya. “Jadi kalau ada atau mendengar ada jaran kepang biasanya warga daerah lain juga ikut berbondong-bondong menyaksikannya, dan itu sudah menjadi tradisi sejak jaman dulu.”

Sementara di jalan desa tampak beberapa orang menari dengan menunggang jaran kepang. Satu dari mereka yang mengenakan topeng berputar-putar mengelilingi para penari. Semakin lama, musik khas Jawa yang awalnya terdengar mendayu-dayu berubah tempo semakin cepat.

Fans Gus Dur

Salah seorang di antaranya mengentakkan cambuk. Sejak itu pemakai topeng yang kesurupan tidak segan-segan mengejar penonton. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Habib, News Fans Gus Dur

Selasa, 18 Juli 2017

Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah

Probolinggo, Fans Gus Dur. Memeriahkan Harlah ke-91 NU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Sumberasih, Probolinggo menggelar pelatihan mengurus jenazah, Selasa (10/6). Puluhan peserta pelatihan belajar menangani seseorang jelang sakratul maut, pemandian, pengafanan, pensholatan, hingga penguburan jenazah.

Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sumberasih Latihan Urus Jenazah

Peserta pelatihan yang digelar di aula MTs Wali Songo desa Laweyan, terdiri atas para pengurus NU mulai dari tingkat wakil cabang, ranting, anak ranting di samping pengurus lembaga, lajnah, dan badan otonom NU.

“Melalui pelatihan ini, kita setidaknya berupaya menciptakan kader NU yang benar-benar andal dan terampil dalam mengurus jenazah. Sederhananya, warga NU bisa mengurus jenazah keluarganya sendiri tanpa tergantung kepada orang lain,” ujar Ketua MWCNU Sumberasih Imam Syafi’i.

Fans Gus Dur

Menurut Imam, pelatihan rukun kifayah ini bertujuan untuk berbagi ilmu secara mendalam terkait tata cara merawat jenazah yang benar menurut syari’ah Islam.

Fans Gus Dur

“Dengan pelatihan ini warga NU bisa mengamalkan bagaimana cara merawat jenazah yang benar sesuai dengan tuntunan Aswaja NU dan kitab-kitab yang digunakan ulama NU,” jelasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Meme Islam, News Fans Gus Dur

Jumat, 30 Juni 2017

Ibu Ajengan

Ketika aku berpapasan dengan Ajengan di sebuah tepi jalan, ia sempat menceritakan istrinya yang jompo. Aku tidak kaget mendengarnya. Bukan hanya karena usia lanjut, tapi dari dulu Ibu Ajengan memang sakit-sakitan.

Keadaannya tambah parah karena Nyi Halimah, anak satu-satunya bertahun-tahun tiada rimbanya. Padahal Nyi Halimah sangat dimanja sejak kecil.

Ibu Ajengan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibu Ajengan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibu Ajengan

Ibu Ajengan satu-satunya istri ajengan di pesantrenku. Ajenganku tak pernah poligami dua apalagi tiga seperti umumnya ajengan di kampung.

Ibu Ajengan sangat menyayangiku. Dulu ia punya anak laki-laki (kakak Nyi Halimah). Cuma usianya tidak panjang. Jika masih hidup anaknya sepantaran denganku. Ia meninggal usia 9 tahun, tenggelam di sungai saat berenang bersama santri-santri. Ketika mereka pulang di pondok pesantren, baru sadar si Ujang, putra Ajengan, tiada. Mereka kemudian mencarinya, tapi sayang ia ditemukan tewas di sebuah batu di bawah jembatan gantung.

Fans Gus Dur

Tidak tahu yang sebanarnya, menurut Ibu Ajengan, anaknya mirip denganku. Ganteng katanya. Sebab itulah Ibu Ajengan begitu menyayangiku. Menurut kabar lain, katanya Ibu Ajengan ingin mengambilku jadi menantunya. Masya Allah, padahal waktu itu aku masih sangat kanak-kanak.

Tapi menurutku, karena aku datang ke pesantren diantar orang tua seperti yang entar akan kuceritakan di depan. Akulah satu-satunya santri yang diantar orang tua. Disamping itu, Ajengan dan istinya segan pada orang tuaku, lebih-lebih pada kakekku. Singkat kata, di pesantren aku dianggap “pangmenakna*”. Mereka menyebutku Aden*.

Fans Gus Dur

Pernah Ibu Ajengan meminta supaya aku tidak memasak nasi sendiri. Beberapa bulan aku mengikuti permintaannya. Aiku mengiyakannya, beberapa bulan “indekos” di ajengan. Tapi setelah bersahabat dengan si Atok, aku masak sendiri. Tapi sebenarnya si Atoklah yang masak. Sebagai imbalannya, makan si Atok aku yang menanggung.

Ibu Ajengan tidak banyak bicara, tapi kalau sudah marah tidak habis dua hari. Sudah ada dua tiga santri pulang karenanya.

Ibu Ajengan bernama Nyi  Djuriah mengajar santri-santri putri dari kampung sekitar. Tempatnya mengajar ngaji santri putri disebut pangwadonan. Haram laki-laki masuk ke situ, kecuali ketika kosong. Ia mengajar selalu di tempat yang sama, di samping tiang dekat gorden. Kerudung kuningnya samar-samar membayang di balik gorden.

Ibu Ajengan mengajar lebih ayem jika dibanding Ajengan. Ajengan sering membentak. Suaranya bisa terdengar ke mana-mana. Sementara Ibu Ajengan tidak, tapi sering mencambuk dengan sapu lidi. Aku tahu seperti itu karena sering mengintip dari balik gorden jika ia sedang berpaling ke arah lain.

Selepas mengajar, Ibu Ajengan sering memberi petuah santri putri. Sampai sekarang masih terdengar petuahnya yang rutin ditanamkan. “Perempuan harus lebih tebal tauhidnya kepada Pangeran. Sebab kalau tauhid perempuan tidak tebal, mustahil punya anak yang rajin beribadah. Sebab dalam sebuah rumah tangga, ibu paling dekat dengan dengan anak. Sementara laki-laki selewatan saja.”

Perkataannya tidak persis seperti itu, tapi maksudnya begitu. Belakangan, aku sering membaca buku pengajaran. Tak beda sedikit pun bahasan hubungan antara perempuan dan keluarga dengan petuah Ibu Ajengan yang rutin disampaikan itu.

Petuah Ibu Ajengan lain yang rutin disampaikan, “Kata Nabi, sorga di telapak kaki ibu, dan ibu itu adalah perempuan.” Dari situ, Ibu Ajengan kemudian mengisahkan mustika-mustika istri dari sejarah Nabi seperti Siti Khodijah, Siti Aisyah, Siti Fatimah. Petuah Ibu Ajengan pada santri putri tidak kalah kendati dibandingkan dengan pidato-pidato pemimpin di kota yang sedang memperingati pahlawan-pahlawan perempuan. Aku tahu pidato mereka didapat dari buku, sementara petuah Ibu Ajengan lahir dari sanubarinya sendiri.

Kepada yang sudah bersuami, Ibu Ajengan sering menekankan seperti ini, “Ingat, kewajiban perempuan itu patuh pada suami. Membangkang kepadanya sama dengan membangkang pada kedua orang tua. Doraka dunia akhirat. Nanti berada di neraka Wailul tempatnya.”

Ibu Ajengan bertubuh gemuk. Meski sudah berumur, tampak sisa-sisa kecantikan di masa mudanya. Tidak usah jauh-jauh, lihat saja paras Nyi Halimah yang anggun. Orang-orang sependapat Nyi Halimah yang cantik itu tidak lain Ibu Ajengan saat belia.

Waktu aku menulis cerita ini, Ibu Ajengan sudah menghembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit akibat serangan jantung. Robbana, semoga iman Islamnya diterima, terang benderang keadaan alam kuburnya.

 

Cerpen ini diterjemahkan dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia oleh Abdullah Alawi dari kumpulan cerpen Dongeng Enteng dar Pesantren. Kumpulan cerpen tersebut diterbitkan tahun 1961 dan memperoleh hadiah dari LBBS di tahun yang sama. Menurut Adun Subarsa, kumpulan cerpen otobiografis tersebut digolongkan ke dalam kesusastraan Sunda modern sesudah perang. Nama pengarangnya Rahmatullah Ading Afandie sering disingkat RAF. Ia lahir di Ciamis 1929 M. Pada zaman Jepang pernah nyantri di pesantren Miftahul Huda Ciamis. Tahun 1976, ia muncul dengan sinetron Si Kabayan di TVRI, tapi dihentikan karena dianggap terlalu tajam. Ketika TVRI cabang Bandung dibuka, RAF muncul lagi dengan sinetron Inohong di Bojongrangkong.   

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Pertandingan Fans Gus Dur

Jumat, 16 Juni 2017

Tujuan Kartanu: dari Database sampai Pemberdayaan Ekonomi

Jakarta, Fans Gus Dur. PBNU akan meluncurkan penggunaan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) pada 27 Juni 2016 di 43 PCNU di seluruh Indonesia. Sampai Juli akhir warga NU bisa mendaftarkan diri di PCNU-PCNU tersebut. Setelah itu, pada bulan Agustus seluruh warga NU bisa mendaftarkan diri di setiap PCNU.

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengatakan, ada 3 tujuan PBNU dalam program Kartanu ini, yaitu untuk kebutuhan database warga NU.

Tujuan Kartanu: dari Database sampai Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuan Kartanu: dari Database sampai Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuan Kartanu: dari Database sampai Pemberdayaan Ekonomi

Menurut dia, database tersebut untuk menyempurnakan data yang ada dengan sistem baru sehingga ke depan memetakan permasalahan-permasalahan, potensi-potensi yang dihadapi warga NU. “Sekaligus mengintegrasikan komunitas warga NU dalam muamalah, dalam konteks membangun sinergi antara warga dengan warga NU,” terangnya kepada Fans Gus Dur Rabu (22/6).

Fans Gus Dur

Kedua, kata dia, Kartanu sebagai transformasi organisasi yang nantinya akan menjadi Key Performance Indicators (KPI) indikator kinerja Cabang-Cabang NU. Jadi, kalau dalam setahun hanya memgumpulkan100 anggota berarti KPI PCNU itu kurang baik.

Fans Gus Dur

Menurut dia, PBNU saat ini punya penghitungan jumlah warga NU sekitar 91 juta berdasarkan lembaga survey. “Dari jumlah tersbut, KPI bisa digunakan Pengurus Wilayah untuk mengukur KPI Cabang NU. Cabang NU bisa melakukannya untuk MWCNU. Dan dari MWCNU ke ranting. Dari situ bisa mengukur seberapa kemampuan Cabang dalam mendata anggota,” tambahnya. PBNU menargetkan, paling tidak selama 5 tahun, 50 persen warga NU bisa terdata di setiap kabupaten. ?

Ketiga, lanjut dia, Kartanu ini sebagai daya ungkit pemberdayaan ekonomi dari warga NU, oleh warga NU, untuk warga NU. “Di dalam e-kartanu ini kita menyiapkan kanal beramal.”

Di kanal beramal itu, pemilik Kartanu bisa langsung mentransfer ke masjidnya, ke lembaga wakaf atau atau lembaga LAZISNU. Itu salah satu model pemberdayaan berbasis voluntery. Jadi dengan basis zakat infaq dan shadaqah seseungguhnya bisa secara profuktif di lapangan.

Kemudian ada kanal dari NU Mart. Ini kanal untuk warga yang memiliki hasil-hasil agribisnis. Melalui kanal tersebut, bisa memasarkan produknya. “Seperti toko online. Juga ada Warnu, warung NU, semacam forum antarwarga yang bisa melakukan jual-beli onlins. Misalnya ada warga lagi butuh duit mau menjual radionya bisa dilakukan di situ,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, News Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock