Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

Sleman, Fans Gus Dur 

Meramaikan kemah kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah, Satuan Khusus Nasional Banser Husada (Basada) bekerja sama dengan Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia (ATSGI) perwakilan Yogyakarta dan Magelang,  di areal Candi Prambanan, yang dimiliki dua provinsi, Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Sabtu (16/12).

Sejumlah kamituo (master) dan praktisi ATS dari Paguron Dharma Cakra, Yogyakarta dan Sapto Argo, Magelang dan Banser Husada akan meramaikan bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis bagi masyarakat dan wisatawan berkunjung di Candi Prambanan.

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

"Itu pelayanan tambahan dari kami bagi publik. Kita ingin menegaskan jika kami, pemuda-pemuda Indonesia, para pecinta budaya, tak lelah memberi manfaat," ujar Kepala Satuan Unit Khusus Husada Satkornas Banser Yunianto Wahyudi, di Prambanan, Jumat (15/12).

Bakti sosial tanpa dipungut biaya untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti migrain, vertigo, sakit gigi, lemah jantung, asma dan berbagai penyakit medis itu akan digelar mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Untuk diketahui, ATS merupakan warisan husada leluhur Nusantara. Cara bekerja metode ini tergolong cepat, menyembuhkan tanpa menyakiti, termasuk saat digunakan untuk menerapi kaki dan tangan terkilir.

Fans Gus Dur

Selain pelayan bakti sosial ATS, Satsusnas Basada juga menyediakan posko kesehatan bagi peserta kegiatan bertema "Pemuda Hebat Jaga Bumi" sehubungan akan dihadiri sekitar 20.000 peserta kegiatan.

"Kita ingin mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dengan cermat, karena itu dalam rapat koordinasi panitia kami secara khusus meminta posko kesehatan," ujar Yunianto lagi.

Pada kegiatan bertujuan menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis itu, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka acara. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur PonPes, Santri, Tegal Fans Gus Dur

Sabtu, 24 Februari 2018

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Jakarta, Fans Gus Dur?



Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tito Karnavian menyempatkan diri melihat lukisan wajah-wajah kiai Nusantara buah karya Nabila Dewi Gayatri di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Senin (8/5). Ia ditemani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pelukisnya.?

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Pada kesempatan itu, Kiai Said, secara otomatis memperkenalkan nama-nama kiai yang dilukis serta kiprah hidupnya kepada Kapolri. Mulai dari KH Abdurrahman Wahid, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri, KH Ali Maksum, KH Ahmad Shiddiq, KH Ilyas Ruhiat, KH Ihsan Jampes, KH Asnawi Kudus, dan lain-lain.?

Ketika melihat salah satu lukisan, dan Kiai Said menyebut Syekh Nawawi Banten, Kapolri berhenti. “Oh ini gurunya KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari,” katanya.?

“Iya, kata Kiai Said, “Beliau mengajar di Masjidil Haram, di Mekkah. Karyanya banyak.”?

“Tapi asalnya dari Banten, tempatnya pesantren Kiai Ma’ruf (Rais ‘Aam PBNU, red.)” kata Kapolri.?

Fans Gus Dur

“Ya, ya, Tanara,” jawab Kiai Said.

Fans Gus Dur

“Saya sudah pernah ke sana,” lanjut Kapolri.?

Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan guru bagi kiai-kiai di Nusantara yang menuntut ilmu di Makkah. Ia menulis ratusan karya yang hingga saat ini masih dikaji di berbagai pesantren. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita, PonPes Fans Gus Dur

Sabtu, 17 Februari 2018

Sewindu Haul Gusdur, Luncurkan Koin Peduli dan Santuni Anak Yatim

Sumenep, Fans Gus Dur. Memperingati haul kedelapan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep bersama sejumlah badan otonom atau Banom memberikan santunan kepada anak yatim. Kegiatan bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah NU atau Lazisnu setempat.

Kiai Ali Tsabit Habibi mengajak seluruh pengurus dan Banom mengembangkan pola dakwah sebagaimana yang dilakukan almarhum Gus Dur. Hal tersebut agar kiprah yang dilakukan dirasakan masyarakat khususnya kalangan bawah. 

Sewindu Haul Gusdur, Luncurkan Koin Peduli dan Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sewindu Haul Gusdur, Luncurkan Koin Peduli dan Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sewindu Haul Gusdur, Luncurkan Koin Peduli dan Santuni Anak Yatim

"Seperti yang Gus Dur ajarkan kepada kita, bahwa keberadaan NU harus seimbang dan merata kepada semua kalangan,” kata Ketua Majelis Wakil Cabang Ganding ini, Jumat (12/1). Karena dengan begitu, NU bisa diterima berbagai kalangan. Ke depan apa yang dilakukan harus mampu menjadikan nahdliyin sebagai objek utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan, lanjutnya. 

Melihat banyaknya anak yatim yang selama ini kurang tersentuh di wilayahnya, maka MWC NU Ganding tergerak turut serta memberdayakan warga. “Ini sesuai nilai rahmat yang diajarkan oleh NU," tandasnya. 

“Pada kegiatan ini juga diluncurkan Koin NU Peduli sebagai langkah penguatan di bidang ekonomi,” kata Abdul Syakur selaku kordinator koin peduli sekaligus Sekretaris MWC NU Ganding. 

Fans Gus Dur

Selain menyantuni 60 anak yatim, “Koin NU Peduli” nantinya juga dengan serentak dijalankan kepengurusan di tingkat ranting di bawah komando MWC NU Ganding. 

"Kami mengharap nahdliyin turut serta menyukseskan program ini,” ungkapnya. Sehingga program tersebut mampu menguatkan perekonomian di kalangan warga dan tentu saja kita peruntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, imbuhnya. 

MWC NU Ganding memiliki sumber daya yang cukup seperti adanya BMT NU yang terus menjadi mitra dalam kegiatan jam’iyah maupun ekomomi.  Beberapa waktu lalu telah diluncurkan NU Mart. Kegiatan dihadiri Direktur BMT NU Ganding, Lazisnu Sumenep, Serta alumni PKPNU Ganding beserta tokoh masyarakat.  (Zaynollah/Ibnu Nawawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Jakarta, Fans Gus Dur. Umat Islam diimbau sangat berhati-hati dalam melakukan praktik nikah secara online. Pasalnya, dengan maksud dan ketentuan yang menyimpang dari aturan syari’at, nikah lewat dunia maya ini bisa menjadi sarana melakukan perzinaan bagi kedua pasangan.

"Jika nikah siri online akadnya abal-abal, jelas haram, dan hal itu menjadi pembuka kesempatan perzinaan," kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) PBNU KH Arwani Faisal, Rabu (18/3), menaggapi maraknya fenomena menikah siri dengan hanya berbekal koneksi internet belakangan ini.

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Kiai Arwani menjelaskan, memang ada sebagian ulama yang memperbolehkan nikah secara online. Namun hal tersebut tetap dengan melengkapi syarat dan rukun yang sudah menjadi keharusan dalam akad nikah. Ulama yang menganut pendapat ini memaknai keharusan menikah dalam satu majelis sebagai akad yang tak boleh terputus alias harus dilakukan dalam satu waktu, bukan tempat.

Fans Gus Dur

Fenomena nikah online menjadi tren lantaran sarana kemudahan yang diberikan. Tak jarang hal ini dimanfaatkan oleh pria hidung belang dan perempuan malam untuk melampiaskan nafsu mereka dengan berlindung di balik aturan fiqih nikah. Dalam praktiknya, sering terjadi pelanggaran terhadap ketentuan nikah yang semestinya.

"Hukumnya tetap haram dan hubungan senggama yang kemudian dilakukan termasuk zina, jika syarat dan rukun nikah yang mesti terpenuhi itu ternyata abal-abal. Misalnya, walinya bukan wali yang sebenarnya, dan saksinya bukan saksi yang sah," tambahnya lewat surat elektronik.

Fans Gus Dur

Kiai Arwani mengingatkan, jangan ada kemasan dengan sebutan apapun yang mengesankan nikah sah padahal kenyataannya adalah perzinaan karena syarat dan rukunnya tidak terpenuhi. "Jika fenomena ini benar, Kementerian Agama wajib segera mengambil tindakan cepat dan tegas," katanya.

Menurut Kiai Arwani, sebagian ulama tidak menganggap nikah online sebagai praktik yang sah. Karena menurut mereka, akad nikah harus dilakukan dalam satu majelis, dengan pengertian ada pertemuan langsung dalam satu tempat antara pihak yang melakukan ijab dan qabul. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, PonPes Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

Jakarta, Fans Gus Dur. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini hadir memberikan motivasi kapada korban bencana banjir di kampung Cipinang Muara Jakarta Timur. Di hadapan anak-anak dan keluarga korban pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa kesabaran adalah kunci utama untuk menghadapi musibah.

"Kita harus sabar namun tetap optimis bahwa semua ada hikmahnya. Yang penting jangan putus asa," jelasnya, Rabu.

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Posko Banjir, Sekjen PBNU Tekankan Sikap Optimis kepada Warga

PBNU, lanjut Helmy, telah mengirimkan relawan yang dimotori oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU). Sebanyak puluhan personil diturunkan ke lokasi yang tersebar di beberapa titik sejak Ahad (19/2).

"PBNU memprioritaskan program-program kemanusiaan. Beberapa waktu lalu di Pidie Jaya, Aceh dan juga Brebes. Sekarang kita di Jakarta," jelas Helmy.

Saat dikonfirmasi, Ketua PP LPBI NU, Ali Yusuf mengatakan bahwa LPBI NU pusat dibantu oleh LPBI NU DKI Jakarta yang memiliki Tenaga relawan yang dari kalangan santri (Santri Siaga Bencana).

Fans Gus Dur

"Kami sudah turun sejak hari minggu. Kami dibantu oleh realawan Sntri Siaga Bencana yang merupakan bagian dari LPBINU DKI Jakarta," jelas Ali.

Jenis bantuan yang diberikan oleh LPBINU adalah sembako dan juga kebitujan sekolah. "Kami prioritaskan sembako san juga alat-alat sekolah," pungkas Ali. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nasional, PonPes, Pahlawan Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin

Batam, Fans Gus Dur -

Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Asad Said Ali, di Batam Kepulauan Riau, Jumat (25/12) mengajak kader muda Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa bersyukur dan cerdas dengan kekuatan batin dimiliki.

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin

Mantan Wakil Kepala BIN itu menegaskan, salah satu kekuatan Ansor adalah kekuatan ruhani. "Bersyukur kepada Allah membuat tenang. Lalu wirid yang diajarkan ulama-ulama kita, itu membuat batin anak-anak Ansor menjadi kuat," ujar dia lagi.

Alumni Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta itu mengingatkan kader Ansor yang menjadi peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III untuk menjaga lisan dan perbuatan.

"Sekali kita berbohong maka akan terus berbohong. Kader Ansor harus cerdas, jangan mengumbar persoalan internal ke media sosial, itu namanya goblok bin goblok," ujar dia lagi.

Fans Gus Dur

Ia lalu menyarankan, kader Ansor yang pintar harus masuk atau membuat koperasi.

"Itu ada mas Fahmi Akbar Idries, Ketua Divisi Nusa Makmur Induk Koperasi Syirkah Muawwanah Nusantara atau Inkopsimnus. Jagoan itu kalau soal koperasi, tapi ingat, jangan korupsi," tuturnya.

Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 19 Desember 1949 itu lalu mencontohkan PCNU Magetan, Jawa Timur yang bisa membangun gedung senilai Rp7 miliar dengan kemandirian ekonomi.

Fans Gus Dur

"Sumber daya sebagai syarat pergerakan organisasi harus dipahami dulu. Jangan bondo nekat," ujar dia di sela memaparkan materi.

Susbanpim III PP GP Ansor digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau, bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, PonPes Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda

Surabaya, Fans Gus Dur. Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan ulama sepuh/senior KH Abdullah Faqih (pengasuh Pesantren Langitan, Tuban), mengumpulkan kiai di tempat yang berbeda.

"Gus Dur akan bertemu sekitar 17.000 ribu lebih kiai/ulama dan tokoh masyarakat dalam Majelis Silaturrahmi Ulama Rakyat (MaSURa) di Masjid Ampel Surabaya pada 1 April," ujar koordinator panitia MaSURa Jatim, M Mas’ud Adnan, di Surabaya, Jumat.

Sementara itu, kiai Faqih bersama 16 ulama/kiai sepuh lainnya, akan mendeklarasikan kelahiran Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Pesantren Langitan, Tuban, pada 31 Maret.

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda

Menurut Mas’ud Adnan yang juga Wakil Ketua DPW PKB Jatim itu, pertemuan MaSURa itu akan bersifat sakral untuk mendoakan bangsa dan negara, terkait dengan bencana alam yang akhir-akhir melanda. Karena itu, acaranya diisi dengan sholat taubat, diba’ (pujian kepada Nabi Muhammad SAW), dan istighotsah.

"MaSURa akan dihadiri belasan ribu orang yang terdiri atas kiai pesantren, pengurus langgar/musholla, takmir masjid, ibu nyai, serta para simpatisan dan undangan. Ulama yang hadir antara lain KH Nawawi Pasuruan, KH Chotib Umar Jember, dan KH Miftahul Akhyar (Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim)," paparnya.

Lain halnya dengan Ketua Panitia Nasional (Pannas) Deklarasi PKNU Chudry Sitompul SH MH. "Kami akan mengundang presiden, duta besar dari negara sahabat, tokoh nasional, dan tokoh partai politik (Parpol) untuk menghadiri deklarasi, termasuk Gus Dur (Ketua Dewan Syuro DPP PKB pro-Muktamar Semarang)," tegasnya.

Fans Gus Dur

Ke-17 ulama yang akan menjadi deklarator PKNU adalah;

Fans Gus Dur

01. KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban),

02. KH Ma`ruf Amin (Tanara, Banten),

03. KH Abdurrohman Chudlori (Magelang, Jateng),

04. KHA Sufyan Miftahul Arifin (Situbondo, Jatim),

05. KH Idris Marzuqi (Lirboyo, Kediri, Jatim),

06. KHA Warson Munawwir (Krapyak, Jogjakarta),

07. KH Muhaiminan Gunardo (Temanggung, Jateng),

08. KH Abdullah Schaal (Bangkalan, Jatim),

09. KH Sholeh Qosim (Sidoarjo, Jatim),

10. KH Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri, Jatim),

11. KH Chasbullah Badawi (Cilacap, Jateng),

12. KHA Adzim Abdullah Suhaimi MA (Mampang Prapatan, Jakarta),

13. KH Mas Muhammad Subadar (Pasuruan, Jatim),

14. KHA Humaidi Dahlan Lc (Banjarmasin, Kalsel),

15. KHM Thahir Syarkawi (Pinrang, Sulsel),

16. Habib Hamid bin Hud Al-Atthos (Cililitan, Jakarta),

17. KH Aniq Muhammadun (Pati, Jateng).

"Deklarasi digelar di Tuban, karena dalam situasi bangsa yang akhir-akhir ini dilanda bencana, rasanya tidak elok bila ada acara politik di Jakarta," ucapnya. (ant/eko)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes Fans Gus Dur

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku

Jakarta, Fans Gus Dur

Para pelaku terorisme tidak jarang memanfaatkan media justru sebagai alat menyebarkan rasa takut di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, media tidak mengeksplorasi potensi-potensi yang bisa membuat para teroris menjadi menang. Artinya, kejayaan (glorifikasi) pada diri mereka tidak diangkat menjadi konsumsi publik.

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku

Hal ini disampaikan oleh Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Polisi Hamidin dalam diskusi bertajuk Diseminasi Pedoman Peliputan dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Kamis (7/4) di Gedung Hall of Blessing ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

"Contoh kasus terkini, kasus Siyono. Ada sebuah media nasional yang menulis berita dengan judul Jenazah Harum Siyono. Menurut saya Dewan Pers harus menegur hal itu," ujar Jenderal Polisi bintang satu ini.

Lebih jauh, Hamidin mengungkapkan bahwa kaderisasi teroris saat ini tidak lagi face to face (bertemu langsung), tetapi mereka menggali sendiri lewat media di internet, baik paham radikal sampai merakit bom.

Fans Gus Dur

"Sebab itu, saya sendiri cukup tertarik saat bom Thamrin. Media memberitakan hal-hal yang justru menguatkan masyarakat, seperti mengekspose tukang sate dan penjual kacang rebus yang sedang asyik berjualan di tengah serangan bom," terang Hamidin.

Senada dengan Hamidin, Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo mengatakan, media jangan menjadikan media sosial sebagai sumber utama, karena media sosial hanya sebatas informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

"Media juga jangan terlalu over dalam liputan, seperti menyorot bentrokan antara Polisi dan teroris sambil menunduk-nunduk misalnya. Selain membahayakan dirinya sendiri, liputan tersebut juga tidak baik untuk konsumsi publik," ujar Yoseph.

Fans Gus Dur

Media, lanjut Yoseph, juga jangan sembarangan dalam mencari narasumber. Jangan mentang-mentang orang tersebut mantan Kepala BIN, lalu dimintai keterangan tentang kasus terorisme yang sedang terjadi. "Padahal si orang tersebut sudah tidak update lagi sehingga akan memunculkan persoalan baru bagi negara dan masyarakat," ? tuturnya.

Selanjutnya, Yoseph memberikan petunjuk kepada 180 wartawan yang hadir untuk mengakses pedoman peliputan untuk isu-isu terorisme di www.dewanpers.or.id.

Selain kedua narasumber tersebut, hadir juga sebagai narasumber jurnalis Tempo Sunu dan mantan teroris Nasir Abbas serta 180 wartawan media online, cetak, dan televisi yang hadir sebagai peserta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

LP Maarif Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah

Semarang, Fans Gus Dur. Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jawa Tengah dibantu dana hibah dari Australian Agency for International Development (AusAid) untuk akreditasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di tiga Kabupaten; Demak, Jepara dan Pati.

LP Maarif  Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif Peroleh Hibah untuk Akreditasi 100 Madrasah

Bantuan berupa block grant untuk stimulus tersebut akan diberikan dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama sebanyak Rp 8 miliar untuk 100 MI dan MTs. Dengan dana itu diharapkan dalam tiga semester seluruh madrasah target telah terakdeditasi minimal nilai B.

Komitmen bantuan itu disampaikan  Russel Keogh dan Robert Kingham bersama tim AUSAID dalam kunjungan persiapan teknis ke kantor PWNU Jateng Jl Dr Cipto 180 Semarang, Rabu (29/2).

Fans Gus Dur

Kunjungan tim AUSAID  tersebut juga dibarengi tim Asesor dari Kemenag RI yang akan melakukan penilaian akreditasi terhadap madrasah target. Para tamu diterima Ketua PWNU Jateng Muhammad Adnan, Wakil Sekretaris Najahan Musyafa, Ketua PW LP Maarif Jateng Mulyani M Nur dan jajarannya, serta sejumlah pejabat Kanwil Kemanag Jateng.

Fans Gus Dur

Penanggungjawab program bantuan yang juga Sekretaris LP Maarif NU Jateng, Sahidin, usai menerima kunjungan perwakilan AUSAID mengatakan, setiap madrasah sasaran akan mendapatkan hibah Rp 80 juta.

Uang sejumlah itu langsung ditransfer pihak AUSAID ke rekening sekolah target, dan dipersilakan untuk dibelanjakan material untuk mendukung penilaian akreditasi.

Setiap sekolah yang mendapat bantuan, lanjutnya, harus membuat laporan yang baik sesuai aturan dari AUSAID, dan siap diperiksa sewaktu-waktu termasuk audit fisik dari lembaga donor.

“Sebanyak 100 Madrasah di Kabupaten Demak, Jepara dan Pati akan mendapat masing-masing Rp 80 juta. Kami persilakan belanja apapun untuk bisa memperoleh akreditasi dari tim asesor Kemenag Jateng. Penerima harus membuat laporan yang baik dan siap diperiksa sewaktu-waktu,” ujarnya didampingi penasehat PW LP Maarif NU yang juga anggota tim asesor dari Badan Akreditasi Provinsi Jateng M Zain Yusuf. 

Dia katakan, uang sebanyak Rp 80 juta itu pasti tidak cukup untuk belanja kebutuhan agar memenuhi 157 item syarat untuk MI dan 165 item syarat untuk MTs seperti yang ditentukan oleh asesor.

Pasalnya, dana hibah itu hanya diperbolehkan maksimal 25 persen untuk bidang fisik, sedangkan sisanya 75 persen wajib dialokasikan untuk penguatan sumber daya manusia.

Karena sifatnya stimulus, maka, kata dia, pihak madrasah harus mencari sendiri tambahan untuk kebutuhannya. Dan dia yakin setiap madrasah penerima dana mampu melakukannya karena biasanya sudah punya dukungan kuat dari masyarakat, terutama para kyai dan umatnya.

“Uang Rp 80 juta itu jelas tidak cukup. Makanya disebut stimulus. Madrasah penerima harus mencari tambahan sendiri. Dan saya yakin pasti bisa,” lanjut Sahidin sambil mengantar tim AUSAID melihat-lihat dokumen dan suasana kantor LP Maarif di gedung PWNU Jateng.

Lebih lanjut dia mengatakan, mulai Maret ini dana hibah sudah mulai ditransfer. Direncanakan, kerja sama dengan AUSAID melalui program Australias Education Partnership with Indonesia (AEPI) School System and Quality (SSQ) tersebut akan berjalan selama lima tahun dengan target 300 madrasah terakreditasi.

PW LP Maarif NU Jateng berharap madrasah penerima akan menjadi model bagi madrasah lain. Sebab, jumlah itu baru sebagian kecil dari 3.280 madrasah yang berada dalam naungan LP Maarif NU Jateng. Namun dia jelaskan, dari ribuan madrasah itu, sudah 30 persen yang telah maju dan terakreditasi dengan dana mandiri.

Ketua PWNU Jateng M Adnan mengharapkan, akreditasi dapat meningkatkan kualitas dan profesionalitas madrasah Maarif dalam memberikan pelayanan di bidang pendidikan. Selain itu, madrasah juga diharapkan menjadi percontohan bagi madrasah lainnya yang belum terakreditasi.

"Kami harapkan menjadi madrasah percontohan, karena bantuan memang belum bisa mencukupi seluruh madrasah," katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Solo, Fans Gus Dur. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama (NU), yang jatuh pada Sabtu (31/1) ini, menjadi momentum spesial bagi warga Nahdliyin.

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Berbagai ucapan selamat, serta tak lupa pesan dan harapan diungkapkan mereka untuk NU, baik via SMS maupun diunggah di akun media sosial (medsos).

Ketua PC GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, berharap pada momentum ini program yang digarap para pengurus dapat lebih mengena kepada masyarakat.

Fans Gus Dur

“Semoga program-program NU ke depan lebih menyasar, berpihak pada warga NU. Karena selama ini peran program NU kurang bisa dirasakan warga NU secara keseluruhan, khususnya bidang ekonomi, yg kelihatan menjamur hanya dibidang amaliah,” ujarnya.

Senada dengan Anwar, Ketua PC PMII Sukoharjo, David Zainuddin berharap NU lebih menaruh perhatiannya terhadap upaya pemberdayaan secara ekonomi kepada anggotanya.

“Mayoritas anggota NU adalah mereka yang berada di desa. Banyak anggota NU yang kemudian berpaling ke ormas lain karena masalah ini. Mumpung Menteri Desa-nya dari NU, maka harus ada upaya secara terstruktur dan kolektif dari semua pihak,” ungkap Mahasiswa IAIN Surakarta itu.

Fans Gus Dur

Suara perempuan pun ikut hadir untuk memberikan pesan di hari Harlah ini. “Harlah NU, semoga para Nahdliyin tetap solid menjaganya, berjuang dengan ikhlas demi tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah ala an-Nahdliyah," begitu tulis ketua PC Fatayat Boyolali, Nur Fauziah dalam akun facebook-nya.

Sedangkan Ketua PC IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin menaruh harapan tinggi kepada NU, agar dapat meningkatkan kualitas sekolah yang dimiliki NU. “Meningkatkan kualitas pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi,” harapnya singkat. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pondok Pesantren, PonPes Fans Gus Dur

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi

Banyuwangi, Fans Gus Dur. Sebanyak 192 orang mengikuti Festival Rujak Soto, Sabtu (20/9) siang. Peserta yang terdiri atas pelbagai profesi dengan bangga menjajakan makanan yang memadukan bumbu rujak dan soto ini di ruang terbuka hijau sepanjang jalan Taman Blambangan, Banyuwangi.

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi

"Jangan malu foto selfie sambil makan rujak soto. Selfie jangan hanya pas makan burger," imbau Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mencintai makanan lokal.

Festival Rujak Soto ini, kata Anas, adalah upaya daerah mengembangkan ekonomi pelaku usaha kuliner lokal. Dengan festival ini, cita rasa dan penampilan rujak soto akan meningkat. Penjual tahu bagaimana cara penyajian yang menarik banyak orang.

Fans Gus Dur

Anas ingin makanan lokal bisa semakin mendapat tempat di masyarakat, seperti juga buah lokal yang terus dipromosikannya. "Makan rujak soto sama kerennya dengan makan burger," kata Anas.

Fans Gus Dur

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi Alief Rahman menambahkan, poin utama dalam penilaian di festival ini adalah cara mengulek juga mengolah bumbu.

"Kami ingin mempromosikan rujak soto sebagai kekayaan kuliner lokal," ujar Alief.

Rujak Soto Banyuwangi adalah makanan yang disajikan dalam mangkuk. Isinya rujak sayur yang disiram kuah soto babat. Dihiasi dengan kerupuk emping melinjo dan kerupuk udang yang cukup unik. Rasanya cukup unik karena menghasilkan campuran antara soto dan rujak. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja

Kudus, Fans Gus Dur. Masjid maupun mushola Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting untuk melestarikan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dari gerusan ajaran lainnya. Salah satunya, pengurus masjid NU harus menumbuhkembangkan tradisi-tradisi keagamaan Aswaja di masjid.

"Disamping mengurusi warganya sendiri, masjid NU harus memperkuat tradisi Aswaja guna mencegah masuknya paham non Aswaja yang mengancam jamaah," kata pengurus Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Kudus H. Ahmad Syafii, Jumat (19/8).?

Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU Harus Perkuat Tradisi Keagamaan Aswaja

Syafii mengatakan, ancaman paham lain akan hilang manakala masjid NU masih mensyiarkan berbagai kegiatan maupun tradisi Aswaja di lingkungan masjid. Ia menyebut tradisi-tradisi ajaraan Aswaja semacam nabuh bedug-kentongan sebelum adzan, membaca syiir puji-pujian setelah adzan, serta dzibaan-berjanzenan supaya tetap digerakkan dan dipertahankan.

"Kalau bisa maksimalkan syiarnya dengan pengeras suara, walaupun dibatasi waktunya demi toleransi warga sekitarnya," ujarnya.?

Fans Gus Dur

Dalam penataan manajemen masjid, kata dia, perlu ada penyeragaman administrasi. Struktur kepengurusan wajib mencantumkan pengurus NU sebagai pelindung di bawah kepala Desa.?

"Penyeragaman papan nama masjid NU juga sangat perlu untuk menangkal aliran yang tidak jelas jluntrung-nya," tegas Syafii yang juga ketua pengurus masjid Baitul Muttaqin Jatiwetan Kudus.?

Syafii memohon para kiai NU bisa menyebarluaskan ilmunya termasuk naskah khutbahnya kepada jamaah. Sebab, ia menyadari sebagian khotib muda lebih senang mengcopy naskah khutbah dari internet.?

Fans Gus Dur

"Yang kita khawatirkan, manakala mengambil teks khutbah berpaham non-Aswaja. Insyaallah kita akan gagas penerbitan buletin atau selebaran bagi jamaah masjid," katanya. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, PonPes Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU

Jakarta, Fans Gus Dur?



Peluncuran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 diluncurkan di gedung PBNU, Jakarta, Kamis malam (27/7). LSN mempertandingkan olahraga sepak bola antarpesantren di seluruh Indonesia yang akan dimulai Agustus dan berakhir Oktober.?

Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara 2017 Diluncurkan di PBNU

Hadir pada peluncuran LSN 2017 Menteri Pemuda dan Olahraga H. Imam Nahrawi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, inisiator LSN H. Muhaimin Iskandar, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghofarozzin yang juga Ketua LSN, perwakilan dari PSSI Danurwindo.?

LSN merupakan perhelatan sepak bola akbar yang digelar sejak 2015 oleh Kemeterian Pemuda dan Olahraga. Namun, sejak 2016, LSN diadakan Kemenpora denganbekerja sama dengan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah, asosiasi pondok pesantren Nahdlatul Ulama yang menaungi sekitar 23 ribu pesantren.?

Menurut Menpora Imam Nahrawi, LSN adalah program yang berpotensi besar untuk mencetak bibit unggul pesepakbola profesional Indonesia. Di gelaran 2015-2016, misalnya LSN menghasilkan 3 pemain yang sempat dipanggil oleh pelatih Indra Sjafri untuk mengikuti seleksi Timnas U-19,” katanya.?

Menurut dia, hal itu merupakan prestasi yang membanggakan dari kalangan pesantren yang telah menunjukkan nilai-nilai sportivitas dan kerja sama untuk mengangkat semangat persatuan.?

Fans Gus Dur

“Tagline dari pesantren untuk NKRI diharapkan dapat memperkuat rajutan dan keutuhan bangsa, melalui sepka bola,” lanjutnya.?

Peluncuran dilakukan dengan tendangan bola dari Imam Nahrawi kepada Ketua RMINU KH Abdul Ghofarozzin. Kemudian keduanya membubuhkan tanda tangan di bola tersebut. Turut menandatangani di bola tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, inisiator LSN H. Muhaimin Iskandar, dan Danurwindo. (Abdullah Alawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Tidurlah Dulu Baru Shalat

Dunia dan segala macam isinya diciptakan oleh Allah swt untuk manusia, termasuk juga malam dan siang. Sebagian besar manusia mefungsikan siang untuk mencari nafkah dan menjalankan berbagai beraktifitas, dan memanfaatkan malam untuk beristirahat.

Malam yang gelap tanpa terik mentari sengaja dicipta agar tidak menyilaukan mata, agar manusia mudah terlelap dan malam menjadi sunyi. Bumi akan beristirhat melayani kebutuhan manusia. Berbeda ketika waktu telah berganti dengan siang yang terang. Panas matahari penuh energi mendukung segala aktifitas manusia, bumi kembali ramai dengan kehidupan dan kesibukan.

Namun tidak demikian, bagi sebagian orang malam yang sunyi menjadi ruang yang paling berharga. Kesunyian malam menjadi suasana yang paling kondusif membangun harmoni antara manusia dan Allah Yang Maha Kuasa. Di balik kesunyiannya, malam menyimpan seribu hikmah, apalagi sepertiga terakhir malam hari.Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan dari Abu Hurairah :

“ketika malam tinggal sepertiga, Allah swt turun ke langit dunia dan berkata:  barang siapa yang meminta padaku akan Ku kabulkan permintaannya, siapa yang minta ampunan akan Ku ampuni, siapa yang minta rizqi akan Ku beri, siapa yang minta dihindarkan dari keburukan akan Ku hindarkan hingga fajar tiba”

Tidurlah Dulu Baru Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidurlah Dulu Baru Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidurlah Dulu Baru Shalat

Ketika dunia sunyi, Allah swt membuka kesempatan pada siapapun yang hendak berkomunikasi dengannya. Demikianlah Rasulullah saw membagi malam menjadi tiga. Sepertiga pertama digunakannya waktu istirahat (tidur), sepertiga kedua difungsikannya untuk shalat, dan sepertiga terakhir adalah waktu Rasulullah saw berdzikir (mengingat-Nya), demikian bunyi haditsnya:

? ? ? ?, ? ?, ? ?, ? ? ?

Demikian keistimewaan ibadah di malam hari dibandingkan siang, seperti keutamaan shadaqah sirri (secara rahasia) yang mengalahkan shadaqah ‘alaniyah (secara terang-terangan).

Fans Gus Dur

Mengenai keutamaan sepertiga malam terakhir ini, Rasulullah saw juga pernah bertanya kepada Jibril? ? ?  mana malam yang didengar Allah? Jibril menjawab “? ? ? ? ? “ sesungguhnya ‘arsy bergetar di waktu sahur.

Begitu pentingnya shalat disepertiga terakhir malam sehingga Rasulullah saw pernah bersabda:

Fans Gus Dur

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?  

Shalat dua rak’at di sepertiga malam terakhir lebih baik dari dunia seisinya. Andaikan aku tidak khawatri memberatkan umatku, pastilah akan kuwajibkan shalat tersebut atas mereka.

Demikianlah berbagai fadhilah sepertiga malam yang sangat menggiurkan siapapun yang ingin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Meski demikian harus diperhatikan bahwa jasmani manusia sangat terbatas. Semangat yang tinggi harus diimbangi dengan kondisi badan yang baik, sehingga keinginan mulia untuk bangun malam dapat terlaksana. Membagi waktu adalah kunci segalanya. Karenanya sebuah solusi dari para ulama adalah menyempatkan diri tidur di siang hari, mengorbankan sedikit waktu demi kesuksesan bangun di waktu malam.  

Andaikan memang tidak ada kemampuan untuk mendirikan shalat di sepertiga malam, janganlah dipaksakan. Rasulullah saw menghimbau sebaiknya dituntaskan dulu rasa ngantuknya, tidurlah lagi. Baru kemudian laksanakan shalat malam. Begitu perintah Rasulullah saw dalam haditsnya:

? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jikalau engkau mengantuk dalam keadaan shalat, maka berbaringlah hingga hilang rasa kantukmu. (karena) jikalau engkau shalat dan mengantuk jangan-jangan kamu (bermaksud) minta ampunan tetapi kamu (malah) mencelakakn dirimu sendiri.

Demikian pula yang dilakukan oleh Rasulullah saw kepada Zainab ketika mengetahui ada tali yang dipergunakan untuk mengikatnya ketika shalat, Rasulullah pun mengatakan shalatlah engkau ketika trengginas, dan duduklah tatkala malas.

Sesungguhnya tidak ada paksaan dalam ibadah, bahkan semangat yang menggebu-gebu dalam ibadah harus ditinjau ulang. Dalam hal ini kondisi tubuh perlu dipertimbangkan. Demikian keterangan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam al-Ghunyah, li Thalibiy Thariqil Haqqi Azza wa Jalla  (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Kajian Islam Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren

Jombang, Fans Gus Dur - Menteri Sosial RI Hj Khofifah Indar Parawansa mengimbau pejabat dan aparat negara untuk sejenak melihat kiprah pesantren. Menurutnya, pesantren menyimpan banyak pelajaran yang patut dijadikan pelajaran.

Demikian disampaikan Hj Khofifah pada peringatan satu abad Pesantren Bahrul Ulum di Gedung Serba Guna Hasbullah Said Tambakberas, Jombang, Ahad (15/5).

Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren

"Negeri ini harus belajar banyak dari pesantren," katanya.

Fans Gus Dur

Pesantren telah banyak melahirkan tokoh berkharisma dan sangat berpengaruh terhadap tatanan kebangsaan. Hal ini disebabkan kontribusi pesantren tak diragukan dalam mendidik generasi bangsa.

"Negeri ini harus banyak belajar tentang nasionalisme, belajar tentang mencintai bangsanya. Dari pesantren lahirlah Presiden RI yang bijaksana, lahirlah Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), pahlawan nasional dan para pejabat lainnya," kata Khofifah.

Fans Gus Dur

Para santri di pesantren tentu telah diajarkan bagaimana mencintai negerinya dengan baik. Terlebih pendidikan cinta tanah air (hubbul wathan) merupakan salah satu cara kiai untuk menanamkan keyakinan santri dalam berbangsa dan bernegara.

Seperti yang sering diungkapkan oleh Pendiri Pesantren Bahrul Ulum KH Abdul Wahab Hasbullah semasa hidupnya. "Hubbul wathon minal iman (mencintai negara adalah sebagian dari iman) itu sering sekali disampaikan oleh Mbah Wahab bahkan seakan-akan sudah diangap seperti hadits," ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan budaya pesantren harus terus dilestarikan misalnya kajian sejumlah disiplin ilmu hendaknya terus menjadi keharusan tersendiri bagi santri agar menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas. Tak kalah penting penguasaan santri terhadap bahasa asing.

Sebelumnya, Khofifah menyerahkan santunan kepada anak yatim dengan total santunan Rp. 60. 000. 000,- berupa uang tunai dan peralatan sekolah bersama Ketua Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Kedatangannya disambut antusias baik dari pihak yayasan pesantren terkait, santri, pelajar, mahasiswa hingga jamaah Muslimat dan Fatayat NU dengan jumlah kurang lebih 1.000 peserta. Hampir seluruh ruangan penuh dengan peserta acara tersebut. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Kajian Islam, Tokoh Fans Gus Dur

Sabtu, 30 Desember 2017

Orang Mampu Mengaku Miskin

Sering kita jumpai orang mampu tapi mengaku orang miskin. Pengakuan tersebut sebenarnya lebih dikarenakan faktor mental, yakni orang tersebut bermental miskin, karena keserakahannya terhadap harta yang ingin dimilikinya. Orang seperti itu tidak akan merasa cukup sebelum semuanya menjadi milik dia.

Oleh karena itu, pengelola zakat harus berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya jangan sampai salah sasaran ke tangan orang yang bukan mustahiq. Jika pemberian itu  berupa hibah memang orang yang mampu berhak menerimanya. Asalkan penerima adalah orang yang membutuhkan atau pemberi hibah bermaksud mencari pahala. 

Dalam I’anatut-Thalibin disebutkan bahwa jika ada seseorang yang membayar zakat sebelum waktunya (ta’jil), dan orang fakir penerima zakat itu sudah tidak berhak lagi menerima zakat ketika waktu zakat tadi tiba, maka harta yang telah dizakatkan diambil lagi oleh muzakki. Memang orang yang mengaku fakir dan miskin bisa dibenarkan tanpa melalui sumpah, hanya saja orang kaya tidak mendapat bagian zakat. Demikian juga dijelaskan dalam Ma’rifatus-Sunan wal Atsar yang disusun Al-Baihaqi, “Tidak sah shadaqah diberikan kepada orang kaya dan orang mampu.”

Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Mampu Mengaku Miskin

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fii Syarhil Minhaj, Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan: “Jika pemberian diwakilkan kepada orang lain, dan barang diberikan kepada orang yang tidak diizinkan oleh muwakkil, maka penerima barang harus menggantinya (dhaman).” Demikian juga seorang karyawan atau pekerja yang mengaku belum dibayar (diberi upah) padahal sudah dibayar. Kemudian orang tersebut diberi upah, maka pemberian tersebut tidak halal baginya.

Hal ini dikarenakan dia telah berbohong sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar: “Jika seorang pekerja mengaku belum dibayar (diberi upah) secara bohong, kemudian ia pun diberi upah, maka ia tidak halal baginya untuk menerimanya dan ia tidak bisa memiliki upah tersebut.” 

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Dengan kata lain orang yang mampu dan berada tetapi mengaku-ngaku miskin dengan tujuan medapatkan zakat dan kemudian ia mendapatkan zakat. Sesungguhnya zakat yang diterimanya menjadi barang yang haram bagi dirinya. Wallahu a’lam bish shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, PonPes, Kiai Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba

Purwrejo, NU online

Menggunakan momentum Masa Kesetian Anggota dan Kemah Pelajar, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menggelar deklarasi memerangi narkoba. Deklarasi tersebut diikuti oleh sekitar 250 pelajar NU se-Kecamatan Bener.

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba

Ketua PC IPNU Kecamatan Bener Muhammad Shofiyudin mengatakan, deklarasi tersebut merupakan sebuah komitmen awal IPNU-IPPNU di tingkatan pelajar untuk melawan narkoba. “Pelajar NU jangan sampai pasif terhadap pelbagai persoalan di kalangan pelajar, harus menjadi yang terdepan,” ungkapnya.

Setelah deklarasi yang berlangsung Sabtu (1/10) di Aula SMK Ma’arif NU Bener itu, diselenggarakan Seminar Anti Narkoba yang diisi oleh Kapolsek Bener AKP Kitfirul Aziz. “Kita kumpulkan semua perwakilan pelajar se-Kecamatan Bener baik dari sekolah negeri maupun swasta untuk bersama-sama menyatukan barisan,” imbuhnya.

Fans Gus Dur

Menurut AKP Kitfirul Aziz, NU beserta banom-banomnya telah terbukti dalam berperan aktif dalam membangun masyarakat.

“Badan otonom NU selalu terlibat dalam membangun spiritual dan sosial masyarakat, termasuk narkoba. Maka saya harapkan, rekan-rekan dari IPNU-IPPNU meneruskan semangat positif tersebut,” pungkasnya. (Ahmad Nasuhan/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, PonPes Fans Gus Dur

IPNU Gelar Dua Sesi Pembahasan Radikalisme Pelajar di Rapimnas

Jakarta, Fans Gus Dur. Seminggu lalu, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) merilis hasil surveinya di Le Meridien Jakarta (8/11) tentang keberagamaan guru dan dosen dan pelajar dan mahasiswa. Sebanyak 37.71% responden setuju bahwa jihad adalah qital dan terutama ditujukan melawan non muslim, dan 23.35% responden setuju bahwa pemahaman tentang aksi teror bom bunuh diri merupakan jihad Islam.

Sebelumnya, pada akhir bulan lalu, Alvara Research Center bersama Yayasan Mata Air juga menyampaikan hasil penelitiannya tentang tema yang sama. Hasilnya menunjukkan, bahwa 16.8% mahasiswa dan 18.6% pelajar memilih ideologi Islam ketimbang Pancasila. 17.8% mahasiswa dan 18.3% pelajar setuju dengan khilafah. 23.4% mahasiswa dan 23.3% pelajar setuju jihad untuk khilafah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Asep Irfan Mujahid mengatakan, dua survei tersebut sudah cukup menjadi bukti, bahwa benih radikalisme di kalangan pelajar itu cukup kuat.

IPNU Gelar Dua Sesi Pembahasan Radikalisme Pelajar di Rapimnas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Gelar Dua Sesi Pembahasan Radikalisme Pelajar di Rapimnas (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Gelar Dua Sesi Pembahasan Radikalisme Pelajar di Rapimnas

“Alvara dan PPIM memberikan bukti dengan hasil penelitiannya, bahwa memang pelajar kita masih terpengaruh kuat dengan radikalisme,” katanya.

Selama ini, menurutnya, IPNU di beberapa cabang dan wilayah sudah secara aktif mengadakan dialog antaragama dengan berbagai kegiatan seperti kemah dan seminar, tetapi rupanya belum cukup.

“IPNU sudah berupaya menanggulangi hal tersebut dengan beragam model kegiatan, dari seminar, dialog antaragama, hingga kemah antarpelajar beragama. Tetapi upaya tersebut sepertinya belum cukup,” katanya.

Fans Gus Dur

Oleh karena itu, PP IPNU menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 di Bandung pada tanggal 18-20 November 2017 mendatang dengan salah satu agendanya membahas radikalisme di kalangan pelajar.

Perlunya Menggandeng IPNU

Ketua Pelaksana Rapimnas 2017 Wahyono Annajih mengatakan, bahwa upaya menangkal radikalisme itu tidak sebatas deklarasi semata, tetapi kementerian terkait juga perlu pengawasan.

Fans Gus Dur

“Tidak sebatas deklarasi (penolakan radikalisme), tetapi kementerian juga harus mengawasi betul,” tegasnya.

IPNU sebagai anak kandung Nahdlatul Ulama yang fokus pada dunia pelajar, menurut Wahyono, sudah sepatutnya untuk digandeng guna mencapai tujuan bersama, yakni hilangnya radikalisme di benak pelajar.

Survei Alvara menunjukkan, bahwa 45,4 persen pelajar dan 34,7 persen mahasiswa mengaku memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama dan 27,2 persen pelajar dan 22,5 persen mahasiswa mengakui keanggotannya.

“Basis anggota yang melimpah di seluruh tingkatan menjadi daya dorong IPNU menjadi organisasi pelajar yang siap berada di garda terdepan membendung paham-paham radikal,” jelasnya.

Empat prinsip dasar yang dipegang teguh oleh para pelajar Nahdlatul Ulama setidaknya menjadi modal dasar mereka menghadapi paham radikal. Meskipun begitu, pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas keberadaan paham tersebut perlu memberikan penguatan.

“Tasamuh, tawasuth, taaddul, dan tawazun sebagai empat prinsip dasar Nahdlatul Ulama adalah modal dasar anggota IPNU guna melawan radikalisme,” katanya.

Isu radikalisme dalam Rapimnas kali ini bakal dibahas dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua LD PBNU yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq, dan Sekretaris Fatwa Majelis Ulama Indonesia KH Asrorun Niam Soleh. Tema yang diangkat pada sesi awal ini adalah Membangun Soliditas Pelajar dan Pemuda sebagai Langkah Antisipasi Radikalisme di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Alvara Research Center, Direktur Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, dan Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi dijadwalkan mengisi di sesi kedua dengan tema tema Fenomena Bahaya

Radikalisme di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa serta Respons Pemerintah. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes Fans Gus Dur

Selasa, 26 Desember 2017

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI

Bandar Lampung, Fans Gus Dur
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera membuat fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW), terutama bagi mereka yang mencari kerja di luar negeri. "Saya sangat mendukung upaya Wakil Ketua DPR Pak Zainul Ma’arif yang akan meminta MUI mengeluarkan fatwa bagi pengiriman TKW ke Arab Saudi," kata Hasyim sebelum berceramah pada istighosah dan pelantikan PC NU Kota Metro, Lampung, Rabu malam.

Dalam pandangan Islam, termasuk NU, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, seorang wanita yang bepergian jauh seperti menjadi TKW tanpa didampingi mukhrim adalah dilarang. "Apalagi secara teknis mereka tidak mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang memadai, sehingga berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sperti terlunta-lunta dan perlakuan tidak senonoh lainnya," kata mantan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputeri pada Pilpres 2004 lalu.

Selain itu, kata Hasyim didampingi Ketua Pengurus WIlayah NU Lampung Khairudin Tahmid dan Walikota Metro Mosez Herman masalah TKW khususnya di negara Timur Tengah budayanya sangat berbeda dengan di Indonesia. Di Timur Tengah seperti di Saudi Arabia, ada yang memberlakukan TKW seolah-olah budak karena merasa mereka telah dibeli oleh majikannya.

Hasyim menyatakan prihatin dan sedih atas perlakuan sejumlah majikan atau pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga sejumlah TKW asal Indonesia mendapat siksaan, pemerkosaan serta dijadikan budak seks. Dia menyadari, timbulnya TKW atau tegana kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri karena tidak ada atau sulitnya kesempatan kerja di tanah air dan ini yang sebetulnya merupakan salah satu akar pokok persoalannya.

Sebelumnya Zainal Ma’arif yang juga pengawas haji DPR 2005 menemukan kasus TKW Indonesia di Arab Saudi yang diperjualbelikan dan dipaksa untuk melayani nafsu seks berbagai pihak tanpa mengindahkan prinsip-prinsip ketatanegaraan Kerajaan Arab Saudi. Melihat persoalah tersebut, Zainal Ma’ruf melayangkan surat ke MUI untuk meminta fatwa tentang pengiriman TKW ke Arab Saudi. (atr/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Daerah, Kyai Fans Gus Dur

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI

Sabtu, 09 Desember 2017

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban

Wonosobo, Fans Gus Dur 

Lima korban akibat tenggelamnya kapal di Waduk Wadaslintang berhasil di Evakuasi tim SAR Kolodete Kabupaten Wonosobo dalam Banser Tanggap Bencana, akhir pekan lalu.Korban berhasil diselamatkan setelah Tim SAR kolodete mengerahkan sebanyak dua regu penyelamatan. 

“Dalam simulasi Banser Tanggap Bencana (Bagana) ini sebanyak lima korban sudah kita selamatkan dengan mengerahkan dua regu yang dipandu oleh Intruktur Romadhon dan Intruktur Pepi,” Ungkap Muadzin Komandan SAR Kolodete ketika memandu simulasi Gabungan Banser Wadaslintang, Kaliwiro dan Garung di Waduk Wadaslintang.

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban

Disebutkan, dalam simulasi  kelima korban itu bernama Husain, Hasan, Syukur, Junaid serta Rudi. Kelima korban menderita patah tulang, bagian kepala memar, perut tertusuk kayu serta tangan patah. 

Fans Gus Dur

“Semua korban mengalami luka yang berbeda karena kita agendakan agar dalam menangani korban  ketika terjadinya bencana  Banser bisa dengan tanggap dan cepat,” terangnya.

Fans Gus Dur

Dalam simulasi yang diperagakan sekitar dua jam itu, Muazin menceritakan bahwa kronologi terjadinya kecelakaaan tenggelamnya kapal itu bermula pada saat lima wisatawan sedang menyaksikan pemandangan di Waduk Wadaslintang dengan menggunakan kapal pemandu wisata. Tiba-tiba di tengah-tengah waduk Wadaslintang kapal mengalami kebocoran. Karena kapasitas air yang masuk kedalam kapal semakin banyak maka mengakibatkan kapal tenggelam dan penumpang terjebak ditengah-tengah Waduk Wadaslintang. 

“Nah ketika wisatawan terjebak itulah SAR Kolodete yang anggotanya adalah BAnser maka langsung secara cepat mencoba menyelelamatkan korban yang sedang terjebak. Dengan kecepatan dan kesigapan SAR Kolodete maka korban bisa diselamatkan meskipun terjadi luka-luka dibagian tubuhnya,” terangnya.

Dalam penyelelamatan korban, Kata Muazin juga sudah disipakan tim medis Banser yang langsung mengobati korban ketika sudah sampai didarat. Tim medis itu dibentuk dengan maksud untuk mengobati dan menangani korban kecelakaan  tenggelammnya kapal. 

“Tim medis yang beranggotakan 6 banser sudah kita siapkan lengkap dengan obat serta alat-alat yang dibutuhkan,” terangnya.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Wonosobo Kurniyanto mengatakan, tujuan diselengarakannya simulasi banser tanggap bencana adalah sebagai wujud melatih para anggota banser agar mempunyai keahlian didalam menangani berbagai bencana yang melanda masyarakat. 

“Simulasi ini kita maksudkan agar Banser itu terlatih dalam menangani berbagai musibah. Karena Banser itu sebagai penolong masyarakat yang selalu siap kapanpun dibutuhkan,” terangnya.

Dengan simulasi ini, Anto berharap kedepan pembekalan Banser dalam menangani berbagai bencana agar selalu dilakukan dengan maksud agar terlatih dan tidak gagap dalam menangani segala bencana baik di Darat maupun laut. 

“Semoga setelah simulasi ini para peserta bisa mempraktekkan langsung ketika sedang menangani bencana, sehingga ruh banser sebagai pejuang itu bisa bermanfaat,” jelasnya.

Kontributor: Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Amalan Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock