Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul

Jepara, Fans Gus Dur - KH Mahyan Ahmad memiliki cara untuk menggali dana. Kiai humoris asal Grobogan Jawa Tengah ini kerap secara tiba-tiba menggali sedekah di majelis pengajian. Seperti yang dilakukannya saat berceramah di desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Jawa Tengah Selasa malam (26/1).

Enggalian dana dilakukannya sebelum ia mengakhiri pengajian. “Nduk sini nduk, serbanku digelar,” pinta Kiai Mahyan kepada dua perempuan agar maju.

Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Pengajian Uang Jutaan Rupiah Terkumpul

Di mulailah penggalian dana. Ada pun panitia yang lain mengedarkan kardus kosong agar diisi oleh ratusan jamaah yang hadir. Agar penggalian tidak monoton diiringi dengan rebana modern Al-Muhibbin asal Demak yang turut memeriahkan kegiatan ini.

Fans Gus Dur

“Ayo siapa lagi yang mau sedekah. Yang mau sedekah 100 ribu saya doakan InsyaAllah selamat dunia dan akhirat,” ajaknya.

Fans Gus Dur

Majulah Sidik. Jamaah asal desa Lebuawu ini menginfakkan 100 ribu. Kemudian Kiai Mahyan memimpin doa agar ia mendapat ganjaran yang setimpal dan selamat dunia akhirat.

Setelah ditotal oleh panitia dana yang terkumpul malam itu Rp 2.872.200. Dana tersebut diserahkan langsung kepada KH Muhsinin, Ketua MWCNU Kalinyamatan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jamaah yang berinfak untuk pembangunan gedung MWCNU Kalinyamatan. Semoga amal Anda berkah dan mendapat pahala yang berlipat ganda,” ucap Kiai Muhsinin dalam penyerahan dana secara simbolis ini.

Dari pantauan Fans Gus Dur Kiai yang kerap mengisi ceramah di luar negeri ini melakukan hal serupa saat Haul ke-2 KH Muchlisul Hadi serta Haul Massal yang digelar MWCNU Kalinyamatan. Saat itu juga memperoleh dana jutaan rupiah untuk meneruskan proses pembangunan gedung MWCNU yang berada di desa Banyuputih.

Pengajian yang digelar keluarga H. Abdullah Hafidz ini memang bukan atas nama jamiyyah NU. Tetapi sesuai dengan instruksi PCNU Jepara setiap pengajian yang dilaksanakan atas nama individu diwajibkan memberitahu pengurus NU dari Ranting hingga Cabang.

Selain itu, pihak PCNU juga mengimbau agar memasang bendera NU di sekitar lokasi pengajian. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pengajian “ilegal” yang bukan atas nama NU. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, Hikmah Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Pelajar NU Komit Terus Lawan Hoax

Jember, Fans Gus Dur. Pelajar NU Jember membulatkan tekad untuk memerangi hoax (berita palsu). Kebulatan tekad tersebut diwujudkan dengan Deklarasi Pelajar Anti Hoax yang digelar di sela-sela pelantikan PC IPNU-IPPNU Masa Khidmat 2016-2018 di Aula SMK IBU, Pakusari, Jember, Jawa Timur, Ahad (26/2).?

Menurut Ketua PC IPNU Jember, Aris Dermawan, berita hoax sangat berbahaya karena dapat meracuni opini masyarakat, sehingga harus diperangi.?

Pelajar NU Komit Terus Lawan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Komit Terus Lawan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Komit Terus Lawan Hoax

"Berita hoax itu dapat menggiring masyarakat untuk membenci sesuatu atau sebaliknya. Jadi sangat berbahaya jika dibaca masyarakat awam," ucapnya.

Aris menambahkan, berita hoax sesungguhnya sudah lama "mengudara". Namun hoax menemukan momentumnya ketika teknologi informasi berkembang begitu rupa, lebih-lebih kemudian ditopang oleh kehadiran ponsel pintar (smartphone).?

Fans Gus Dur

Bersamaan dengan itu, kebebasan yang tanpa batas untuk membuat portal berita, menemukan salurannya. Sehingga berita apapun yang bersumber dari portal, kerap kali dianggap resmi (benar). Dan ironisnya, berita tersebut begitu cepat menyebar ke masyarakat karena sudah bisa diakses lewat HP Android.?

"Ini sungguh berbahaya. Berita hoax sering dipakai dalam pembunuhan karakter. Ini biasa terjadi terkait dengan kegiatan politik praktis," jelasnya.

Karena itu, lanjut Aris, sebagai perwujudan dari Deklarasi Pelajar Anti-Hoax itu, semua anggota IPNU-IPPNU tidak boleh serta-merta mengunggah atau meneruskan berita yang isinya janggal. Untuk melacak apakah berita itu janggal atau tidak, perlu dicarikan bandingannya dengan berita-berita lain.?

Fans Gus Dur

"Kalau kebiasaan kita, jika ada berita yang meragukan kan harus tabayun (konfirmasi) dulu. Kalau berita hoax, tabayunnya ya lewat perbandingan dengan berita lain. Jadi kami sepakat, berita hoax terutama yang terkait dengan adu domba, radikalisme dan sebagainya, wajib kita lawan. Salah satunya dengan cara tidak gampang mengunggah," urai Aris. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, Pahlawan Fans Gus Dur

Minggu, 31 Desember 2017

Gus Dur dan Kewalian Mbah Liem

GUS DUR mengenalkan KH Muslim Rifai Imampuro atau yang lebih dikenal dengan Mbah Liem, sebagai Wali Allah. Di obrolan terbatas, di pengajian umum, Gus Dur bilang bahwa Mbah Liem itu wali. Kepada wartawan, Gus Dur juga bilang demikian. Ta syak, khalayak ramai percaya Mbah Liem Wali.

M. Said Budairy pernah bercerita pada saya. Suatu kesempatan, dirinya bertanya tentang kewalian Mbah Liem, langsung kepada Mbah Liem, waktu itu Gus Dur juga ada di tengah-tengah keduanya. Mereka ngobrol santai-santai selepas Magrib, di kantor PBNU.

Gus Dur dan Kewalian Mbah Liem (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Kewalian Mbah Liem (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Kewalian Mbah Liem

“Mbah, di mana-mana Gus Dur bilang Sampean Wali. Bagaimana ceritanya?” tanya Budairy, mungkin iseng, mungkin juga serius.

“Hahaha... Sampean diapusi Gus Dur,” jawab Mbah Liem sambil terkekeh-kekeh.

Fans Gus Dur

“Lho, saya tanya serius Mbah. Saya juga pengen jadi wali,” desak Budairy. Tawa dia antara mereka makin keras, Gus Dur yang tadinya serius baca majalah pun ikut tertawa.

Fans Gus Dur

“Begini Mas Said. Gus Dur pancen jago mempromosikan sahabat-sahabatnya, termasuk mempromosikan saya yang pendek, kurus, ndeso, bahasa Indonesia ora lancar,” Mbah Liem menjelaskan.

“Maksudanya pripun, Mbah?” Budairy tidak paham.

“Maksudnya biar saya terkenal, terangkat derajatku, dilirik orang,” ujar Mbah Liem enteng.

“Kok Gus Dur endak promosiin saya sebagai wali ya?” tanya Budairy sambil tertawa dan melirik Gus Dur.

“Lho, Sampean kan sudah jadi orang. Tinggal di tengah kota, jurnalis senior, aktivis PBNU, koncone okeh,” tambah Mbah Liem kalem. Budairy mantuk-mantuk. Gus Dur masih baca majalah. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote Fans Gus Dur

Senin, 25 Desember 2017

GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan

Lampung Utara, Fans Gus Dur - GP Ansor Lampung Utara bersama PCNU setempat menggelar aksi sosial untuk korban kebakaran dan penjarahan di Desa Sukada Ilir Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara. Mereka menyerahkan bantuan berupa pakaian, makanan, dan keperluan harian yang dibutuhkan para korban, Senin (15/2).

Terkait musibah kebakaran di Desa Sukada Ilir, GP Ansor dan PCNU Lampung Utara terketuk untuk membantu korban kebakaran dan penjarahan yang salah satu korbannya adalah warga MWCNU dan anggota Banser.

GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan

Mereka membawa pakaian pria, wanita dan anak serta beras, mie instan, dan keperluan keseharian untuk para korban yang rumahnya terbakar dan dijarah oleh oknum yang tidak bertanggung Jawab.

Fans Gus Dur

Ketua Forum Keluarga Pesantren Lampung Utara KH Erwinto secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Camat Bunga Mayang dan utusan dari Pemerintah Daerah Kaban Kesbangpol Lampung Utara.

“Besar-kecilnya uang sumbangan yang kami peroleh, akan sangat membantu para korban,” Sekretaris GP Ansor Lampung Utara Hidrikal Mukroh.

Sementara Ketua PCNU Lampung Utara KH Sonhaji Aziz mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk solidaritas sesama untuk saling peduli atas musibah yang menimpa para korban kebakaran dan penjarahan di Desa Sukada Ilir.

Fans Gus Dur

“Ini hanya rasa kebersamaan dan saling bantu antarsesama, kita hanya menyalurkan bantuan dari warga NU,” ujar Sonhaji.

Penyerahan bantuan ini terselenggara atas partisipasi PCNU, GP Ansor, Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman), Banser, dan IPNU. (Minang Rikal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Hadits, Quote Fans Gus Dur

Minggu, 24 Desember 2017

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet

Kudus, Fans Gus Dur. Menghadapi Pekan Olah Raga pelajar Daerah (Popda) 2013, Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa kabupaten Kudus menyeleksi atlet-atletnya di Balai desa Jepang Mejobo Kudus Jum’at (1/2) kemarin. Seleksi diikuti 135 atlet Pagar Nusa dari berbagai siswa-siswi sekolah dan madrasah di lingkungan Maarif NU Kudus.

Wakil ketua Pagar Nusa Kudus Miftah menjelaskan, seleksi ini untuk membentuk kerangka tim terbaik dalam menghadapi Popda bulan Maret mendatang. Begitu juga untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, meningkatkan tehnik bela diri dan mental bertanding.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Atlet

“Dari jumlah 135 atlet yang ikut, kita ambil dua atlet dalam setiap bobot kelas sebagai tim Pagar Nusa,” katanya.

Fans Gus Dur

Miftah menambahkan, Pagar Nusa juga menggembleng pendekarnya dengan melakukan latih tanding dengan perguruan lain.

“Latih tanding antar perguruan pencak silat ini menjadi tradisi  warisan budaya pencak silat yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali,” jelasnya. 

Fans Gus Dur

Ketua Pagar Nusa Kudus Ali Rosman menegaskan, seleksi atlet  ini diadakan untuk meningkatkan prestasi para pendekar Pagar Nusa sehingga mampu meraih medali pada pertandingan Popda 2013. 

“Bukan hanya itu, keikutsertaan Pagar Nusa NU dalam Popda 2013 ini akan menargetkan juara Umum sehingga bisa mewakili Kudus pada  Popda tingkat Jawa Tengah,” tambahnya.

Pada tahun 2012 kemarin, katanya, pagar nusa mendapatkan 21 medali di berbagai bobot kelas mulai kelas A sampai kelas I.

“Ini menunjukkan bahwa pagar nusa NU siap meraih prestasi sebaik-baiknya,” pungkas Ali Rusman kepada Fans Gus Dur.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Pesantren, Quote Fans Gus Dur

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Way Kanan: Akar Indonesia Ialah Pancasila

Way Kanan, Fans Gus Dur?

Kepolisian Resor Way Kanan Provinsi Lampung, Selasa (23/2) menggelar silaturahmi bertema "Bersatu Memperkuat Pencegahan Paham Radikalisme Idiologi Anti Pancasila di Kabupaten Way Kanan" dengan puluhan ulama dan pengasuh pondok pesantren serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) di daerah tersebut.

Bupati Way Kanan: Akar Indonesia Ialah Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Way Kanan: Akar Indonesia Ialah Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Way Kanan: Akar Indonesia Ialah Pancasila

Bupati Raden Adipati Surya di Blambangan Umpu menegaskan, akar Indonesia ialah Pancasila sehingga siapapun individu di dalamnya harus mematuhi ? konsensus nasional tersebut.

"Sangat membahayakan jika pemahaman agamanya masih setengah sudah bicara mengenai agama dan menyangkut-nyangkutkan persoalan agama dengan persoalan lain," ujar Adipati didampingi Wakil Bupati Edward Anthony.

Radikalisme ideologi dan paham anti-Pancasila, demikian Adipati, sangat berbahaya karena kurangnya pemahaman terhadap agama. "Menjadi tugas kita bersama untuk melakukan pencegahan," kata dia lagi.

Radikalisme adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Fans Gus Dur

Namun bila dilihat dari sudut pandang keagamaan dapat diartikan sebagai paham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan fanatisme keagamaan yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut dari paham atau aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda paham atau aliran untuk mengaktualisasikan paham keagamaan yang dianut dan dipercayainya untuk diterima secara paksa.

"Mari bersama, memperkuat pencegahan radikalisme ideologi dan paham anti Pancasila," kata Raden Adipati Surya.

Hadir pada kegiatan tersebut Dandim 0427 Letkol Edy Prayitno, Kajari Muhammad Hidayat, Kepala Kemenag H Bukri, Ketua MUI Bunyamin Sidik, Kapolsek, camat, pengasuh pondok pesantren, Ketua PD Muhammadiyah Joko Susanto, Rais Syuriyah NU KH Abdurrahman, Ketua NU KH Nur Huda beserta MWC NU dari 14 kecamatan.

"NU akan selalu berada di garda terdepan untuk pencegahan radikalisme ideologi dan paham anti-Pancasila," kata KH Nur Huda menambahkan. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

Kudus, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kudus menggelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli di Gedung NU setempat Sabtu-Senin (5-7/5) lalu. Puluhan anggota Kelompok tani binaan LPPNU mengikuti kegiatan yang ? dipandu langsung oleh pelaksana Proyek PNPM Peduli dari PP Lakpesdam Imam Maruf.

? Ketua LPPNU Kudus Masduki mengatakan kegiatan ini sebagai tahapan akhir pelatihan budi daya lele dan jamur yang diselenggarakan atas kerjasama LPPNU dengan PP Lakpesdam PNPM Peduli sejak akhir April lalu.

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

? "Program PNPM Peduli di Kudus ini lebih ditekankan pada pengembangan kapasitas terkait penguatan organisasi kelompok binaan dan pemberdayaan anggota dalam berusaha," katanya.

Fans Gus Dur

? Ia menjelaskan LPPNU telah mendampingi 5 kelompok ikan dan 2 kelompok Jamur. Diantaranya ada di ? kecamatan Dawe (desa Margorejo dan desa Puyuh), kecamatan Jekulo (desa Jekulo ada 2 dan desa Tanjungrejo) dan selanjutnya kecamatan Mejobo (desa Trengeles dan desa Qirik).

? "Semua anggota mampu menguasai tehnik-tehnik membudidayakan perikanan sehingga ke depan mampu memasarkan hasilnya” jelas Masduki.

Fans Gus Dur

? Pelaksana Proyek PNPM Peduli Imam Ma’ruf menjelaskan PNPM Peduli ini bertujuan untuk mengakomodir para pengusaha kecil dalam mengelola ? dan memasarkan usahanya. Tujuannya, para pengusaha kecil tidak saling menjatuhkan harga sehingga harga jual bisa stabil dan para pengusaha kecil bisa meningkatkan nilai perekonomiannya.

? "PNPM di Kudus ini merupakan salah satu pilot proyek di Jawa Tengah ? disamping kota lain yakni Pati Jepara, dan Magelang,” tuturnya.

? Saat membuka acara, Ketua PC NU Kudus KH Chusnan mengatakan, upaya LPPNU mengadakan pemberdayaan kaum petani dengan berbagai pelatihan perikanan maupun pertanian akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kudus khususnya warga NU sehingga menjadi sejahtera.

? ”Dengan demikian, warga NU di Kudus tidak dikatakan hanya bisa tahlilan, manaqiban dan lain sebagainya. Melainkan juga bisa mengembangkan perekonomian melalui budidaya perikanan dan pertanian” tandas KH Chusnan.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Quote, AlaSantri Fans Gus Dur

Jumat, 08 Desember 2017

Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader

Way Kanan, Fans Gus Dur?



Sebagai komitmen menumbuhkan kewirausahaan bagi kader, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan, Provinsi Lampung kembali menyalurkan satu set alat bekam (hijamah) bagi Pimpinan Anak Cabang Negeri Agung.

Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Salurkan Sarana Kewirausahaan Bagi Kader

"Kami mengapresiasi pelaksanaan komitmen pimpinan cabang menyalurkan bantuan kemandirian bagi kader," ujar Ketua Ansor Negeri Agung Ahmad Nursalim di Blambangan Umpu, Rabu (15/3).

Peraturan Dasar (PD) Peraturan Rumah Tangga (PRT) Gerakan Pemuda Ansor berdasarkan Kongres GP Ansor XV di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, 2015 menegaskan bagaimana cara organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) ini mendapatkan pendapatan dengan cara mandiri. Usaha halal dan sah, yaitu usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan syara dan atau hukum negara diperbolehkan dilakukan Pemuda Ansor.

PC GP Ansor Way Kanan memiliki program Halal (Hijamah/Bekam Sambil Beramal). Upaya itu diwujudkan dengan melatih kader hingga menyalurkan peralatan bekam bagi PAC Rebangtangkas, Pakuan Ratu, Negara Batin dan Negeri Agung.

Fans Gus Dur

Tidak hanya itu, rangkaian proses untuk mengelola input yang berasal dari supplier sehingga menghasilkan output agar customer puas atau biasa dikenal dengan istilah SIPOC juga diberikan.?

"Alat tersebut nantinya akan kami serahkan bagi kader di Kampung Kalipapan. Pimpinan cabang meminta kami fokus di satu kampung," ujar Nursalim menjelaskan.

Fans Gus Dur

Penyerahan secara simbolis dilakukan Bendahara Ansor Way Kanan, Abdullah Candra Kurniawan kepada Sekretaris Ansor Negeri Agung, Jumadi. (Malikaisa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote Fans Gus Dur

Kamis, 07 Desember 2017

Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini

Brebes, Fans Gus Dur. Bagi Siswa MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan Brebes Novita Nur Fajriyah ada resep mudah untuk menghafal Al Quran, yakni member hadrah atau hadiah kepada Nabi Muhammad SAW, orang tua dan juga guru pengajarnya. Dengan selalu memberi hadrah sebelum menghafal, diyakini dapat membantu penghafalan selanjutnya.

Novi, sebagai Juara 1 Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar 2017 cabang Tanfidz 1 Juz ini merasa tidak hafal quran, tetapi bisa mengingat huruf demi huruf, ayat demi ayat saat diuji dewan hakim adalah atas pertolongan Allah SWT. Karena sesungguhnya, Allah yang menurunkan Al Quran maka Dia-lah yang menjaganya. 

Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini

“Alhamdulillah, saya diberi ingatan yang tajam untuk menghafal Quran,” tutur Novita Nur Fajriyah ketika berbincang dengan di ruang Kepala Madrasah, Kamis (2/11).

Siswa Kelas 9 A MTs Assalafiyah Sitanggal, Larangan, Brebes, Jawa Tengah ini belajar menghafal Quran sejak SD kelas 4. Di di rumahnya Dukuh Penjalin Banyu, Desa Kedawon, Larangan Brebes ada Kiai yang mengajarinya. Sehingga ketika masuk MTs Assalafiyah dilanjutkan hingga menguasai 1 Juz Ama. 

Fans Gus Dur

“Selain Juz Ama, saya juga sudah bisa menghafal 8 Surat, antara lain Surat Yasin, Arrahman, Al Waqiah, Al Mulk, Muhammad, As Sajadah,” ungkap gadis kelahiran Brebes 27 November 2002.

Untuk menghafal, lanjut Novi, dengan kiat selain berkonsentrasi penuh, memberi hadrah kepada Nabi, Tabiit, Tabiin, Tabiit Tabiin, para guru, juga dengan menelateni ayat demi ayat. “Mulanya dengan tiga ayat-tiga ayat, terus di ulang dari awal lagi kalau sudah hafal ditiga ayat berikutnya,” tuturnya.

Anak pasangan Ahmad Zaenuri dan Supriyati ini nderes (mengulang) terus hingga hafal setiap bada Maghrib dan bada Subuh.

Fans Gus Dur

Novi juga menjadi juara 1 hafalan bacaan sholat dan keagamaan di ajang MAPSI saat duduk di SD. Dia pun meraih juara 3 MTQ Cabang tilawah tingkat Kabupaten Brebes yang digelar SMK Nurul Islam Larangan beberapa waktu lalu. Di sekolah, Novi juga menempati rangking pertama parelel dari 6 kelas. 

Dengan bimbingan Hj Zajilah, Novi bertekad meraih juara pertama pada ajang MTQ Pelajar cabang Tahfidz di tingkat Provinsi yang akan digelar pada 15 November mendatang. “Insya Allah saya bertekad meraih yang terbaik, meskipun banyak aral yang melintang dihadapan,” pungkas Novi yang bercita cita menjadi dokter.

Kepala MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan H Muhammad Ihsan menambahkan, di Madrasah ada muatan local Tahfidz sejak 7 tahun yang lalu. Untuk kelas 7 dan 8 bisa hafal 1 Juz Ama. Dan ketika naik kelas 9 hafal surat-surat lainnya. Kini tercatat ada 90 siswa yang tahfidz dari 600 siswa yang mendiami MTs Assalafiyah. 

“Tahun depan, tidak hanya Juz Ama yang dihafal tetapi juga juz lainnya,” tambahnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, AlaSantri, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 02 Desember 2017

PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera

Jakarta, Fans Gus Dur. Almarhum KH Idham Chalid disemayamkan secara militer sebagai tanda jasa atas pengabadiannya kepada bangsa dan negara. Penyerahan jenazah kepada negara oleh keluarga diwakili oleh KH Said Aqil Siradj, ketua umum PBNU sementara Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mewakili pemerintah.

Sebelum diserahkan kepada negara, jenazah disholati di masjid kompleks pendidikan Darul Maarif, selanjutnya fihak keluarga, diwakili oleh Abdul Hadi, yang merupakan anaknya menyerahkan kepada PBNU mengingat KH Idham Chalid menjabat sebagai ketua umum PBNU selama 28 tahun.

PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera

Kiai Said menjelaskan, almarhum selama hidupnya telah membaktikan dirinya untuk negara dan bangsa, dan secara khusus kepada komunitas NU. Karena itu, jasa-jasanya layak untuk dikenang.

Fans Gus Dur

Sementara itu Mensos mengatakan pemerintah berdukacita atas meninggalnya KH Idham Chalid dan berharap agar dosanya diampuni dan amalnya diterima serta keluarganya diberi ketabahan.

Atas jasa-jasa almarhum selama mengabdi kepada negara, pemerintah Republik Indonesia memberikan penghargaan Bintang Mahaputra.

Fans Gus Dur

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada jam 09.00 menyempatkan melayat ke rumah tempat jenazah disemayamkan, juga beberapa tokoh nasional.

Saat meninggalkan menuju mobil mobil kepresidenan, Presiden menyempatkan diri bersalaman dengan sejumlah masyarakat yang juga ikut melayat.

Almarhum diberangkatkan dari rumah duka ke tempat pemakanam pukul 10.00 WIB dan sebelumnya disholatkan di Masjid Darrul Taqwa. (mkf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Quote Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

Surabaya, Fans Gus Dur. Menyampaikan ajaran agama harus memperhatikan kondisi masyarakat setempat dari banyak aspek. Juga jangan sampai menyampaikan hal yang menimbulkan perbedaan. Kebersamaan harus dijaga agar ukhuwah terus terawat dengan baik.

Muhammad Dawud mengingatkan hal ini pada acara Evaluasi Dengar Pendapat atau EDP yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Jumat (10/7).

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

"Menyeru pesan agama hendaknya harus dengan mengedepankan kesantunan, sebagaimana telah dipesankan dalam Islam," katanya di hadapan 4 pemohon ijin radio komunitas dan televisi kabel berlangganan.?

Fans Gus Dur

Apalagi, lanjutnya, bagi para pengelola lembaga penyiaran seperti televisi maupun radio untuk bisa memilih mata acara dan program yang tidak lagi menebarkan kebencian atau perbedaan saat bersiaran.

Salah sorang komisioner KPID Jatim ini juga berharap sekaligus menekankan bahwa masih banyak radio dan televisi yang gemar menyiarkan materi yang menyinggung perbedaan. "Padahal materi seperti ini tidak akan selesai diperdebatkan," ungkap Sekretaris PW ISNU Jatim ini.?

Fans Gus Dur

Dawud juga mengkritik sejumlah lembaga penyiaran yang gemar merelay siaran dari beberapa radio kenamaan dengan tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. "Bagaimana mungkin anda merelay berita maupun tayangan dari sumber yang jelas-jelas berseberangan dengan tradisi mayoritas masyarakat sekitar," katanya.

Karenanya sangat mendesak untuk memiliki kearifan dalam menayangkan serta menyampaikan materi siaran yang mampu menjaga kebersamaan dan menghargai keberagaman di masyarakat. "Kami sangat berharap para pemohon bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing, apalagi telah memiliki media baik televisi maupun radio," ungkapnya.

Kegiatan EDP berlangsung sejak 8 hingga 10 Juli. Ada puluhan radio komunitas serta satu televisi kabel berlangganan yang mengajukan izin agar bisa bersiaran sesuai wilayahnya. Para pemohon harus mempresentasikan proposal yang telah diajukan di hadapan para tim penguji, pemberi masukan, serta dari komisioner KPID Jatim. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Quote Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Bogor, Fans Gus Dur. Arus informasi saat ini lebih banyak diakses masyarakat melalui media sosial (medsos). Konten dalam bentuk apapun dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat dunia maya (netizen). Bahkan pemanfaatan medsos kerap jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Hal itu diperhatikan betul oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan arahan pada malam ta’aruf, Jumat (24/3) di Hotel Lorin Sentul, Bogor sebelum pembukaan kegiatan Rapimnas Muslimat NU dimulai.

“Kita harus sadar media sosial. Publikasi positif diperlukan agar dakwah kebaikan Muslimat bisa menyeluruh,” ujar Khofifah di hadapan para pengurus wilayah dan cabang Muslimat NU.

Ia mengemukakan kasus-kasus kejahatan sosial yang selama ini memanfaatkan media sosial seperti kejahatan seksual anak, kekerasan terhadap perempuan, dan problem-problem sosial lainnya.

Fans Gus Dur

Menurutnya, program nyata Muslimat NU yang selama ini terus berupaya mengadvokasi masyarakat ? untuk mengatasi problem-problem tersebut jangan berhenti di dunia nyata, melainkan juga harus dilakukan di dunia maya dan media sosial.

Menteri Sosial RI ini juga menyampaikan agenda besar kader Muslimat NU untuk terus memperkuat pemahaman Pancasila, Agama, dan Negara. Ketiga elemen tersebut penting disorot dalam perspektif Muslimat NU.

Fans Gus Dur

“Diskusi rutin bulanan agar dilakukan para kader Muslimat di seluruh Indonesia dengan mengangkat tema-tema tersebut. Narasumber lokal bisa dihadirkan. Hasil dari diskusi dicatat betul sebagai perspektif konkret Muslimat,” urai Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, Kiai, Ulama Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Jombang, Fans Gus Dur - Gerakan Pemuda Ansor telah memiliki Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA). Bahkan lembaga ini telah tersebar di sejumlah propinsi, kota dan kabupaten. Kegiatan yang diselenggarakan juga banyak diminati anak muda serta khalayak umum.

Dalam rangka penyegaran sekaligus silaturrahim, Pimpinan Pusat MDS RA melakukan konsolidasi. "Kegiatan juga sebagai sarana penegasan kembali gerakan ideologis sesuai bidangnya," kata Rudi Triwahid yang menjadi tuan, Ahad (26/2).

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Konsolidasi ini sangat istimewa lantaran dilangsungkan di area makam KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. "Kegiatan ini mengambil tajuk, liwetan santri dan dzikir untuk negeri," kata Rudi yang juga Ketua GP Ansor Jatim tersebut.

Menurut alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya, pilihan tempat diharapkan menyadarkan para anggota Rijalul Ansor untuk belajar kepada sosok Mbah Wahab. "Beliau adalah kiai, santri, penggerak ideologi NU hingga sebagai politisi ulung," jelasnya.

Fans Gus Dur

Selama kegiatan, ada sejumlah hal yang disampaikan peserta. "Salah satu hal menarik, bahwa kita sepakat semua harus bergerak secara organisatoris. Jangan bergerak sendiri-sendiri," ungkapnya. Keteraturan bergerak adalah kunci keberhasilan perjuangan ideologi, lanjutnya.

Dengan begitu Rijalul Ansor harus serius merebut kantong kegiatan keagamaan khususnya masjid yang mulai dimanfaatkan pihak berhaluan radikal. "Itu artinya, Rijalul Ansor perlu semakin keras memanfaatkan masjid jami’ sebagai simpul pergerakan tingkat kabupaten dan kota dengan menyemarakkan kegiatan dzikir dan shaawat ala Ahlussunah wal jamaah," tegasnya.

Fans Gus Dur

Sedangkan Ketua PP MDS RA Sholahul Am Notobuwono mengatakan, masjid jami’ adalah tempat strategis. "Karena di tempat itu mempertemukan sisi spiritualitas di satu sisi dan sisi kekuasaan pemerintah di sisi yang berbeda," kata Gus Aam, sapaan akrabnya.

Berbeda dengan keduanya, KH R Machfudz Chamid (Gus Afud) mendorong perlunya sinergi pesantren dengan kekuatan lain. "Para gus atau putra kiai tidak bisa diam di pesantrennya. Mereka harus kritis menyikapi keadaan jika tidak ingin NKRI lepas dari pangkuan ideologi Pancasila dan UUD 1945," kata Sekretaris PP MDS RA tersebut.

Menurut Rudi, para peserta satu suara untuk bergerak bersama. "Bergerak menjaga nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan melalui media majelis dzikir dan shalawat," katanya.

Konsolidasi ditutup dengan liwetan atau makan bareng ala santri di area pesarean Mbah Wahab. "Ini potret dan kesadaran bersama bahwa perjuangan ideologi kebangsaan masih panjang sehingga jangan sampai patah arang," pungkas Gus Aam. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Quote Fans Gus Dur

Jumat, 03 November 2017

Ini Fakta Sejarah Tentang Meriam Buatan Orang-orang Nusantara

Jakarta,Fans Gus Dur. Sejarawan dan Pakar Islam Nusantara, Agus Sunyoto mengatakan, keilmuan nusantara sama sekali bukan mitos, dongeng, maupun legenda. Ada fakta empiriknya, misalnya teknik metalurgi, ilmu tentang pengecoran besi dan baja. Belakangan, ilmu yang hanya kita kenal di Majapahit ini, hanya sebatas membuat keris, tombak, dan pedang. 

Ternyata ketika saya baca kisah Vasco da Gama, kata Agus, saya menemukan fakta bahwa teknologi metalurgi di Jawa sudah maju. Kenapa? Pada saat pasukan Portugis yang dipimpin d’Abuquerque menyerang Malaka, dia sudah mendapat informasi dari salah satu anak buahnya, untuk hati-hati mendekati Malaka. 

Ini Fakta Sejarah Tentang Meriam Buatan Orang-orang Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Fakta Sejarah Tentang Meriam Buatan Orang-orang Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Fakta Sejarah Tentang Meriam Buatan Orang-orang Nusantara

“Dia mengimbau untuk berhati-hati Karena Malaka sudah dilengkapi dengan meriam-meriam ukuran besar yang dibeli dari Jawa,” ujarnya dalam kegiatan Halaqah Islam Nusantara yang digelar Pascasarjana STAINU Jakarta, Jum’at (17/4) lalu di Kampus STAINU Jakarta, Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. 

Fans Gus Dur

Salah satu Dosen Pakar di Pascasarjana STAINU Jakarta ini menambahkan, ada 20 ribu prajurit bayaran dari Jawa untuk Malaka. Saat itulah salah satu kapal d’Abuquerque hancur dan akhirnya mundur. Akhirnya, dia memerintahkan mata-matanya untuk membeli orang Jawa sebanyak 500 prajurit di sebuah benteng punya Malaka.

“Dari benteng dengan para prajurit yang sudah dibeli itulah Malaka akhirnya jatuh pada tanggal 23 Agustus 1511. Karena pasukan Portugis aman masuk Malaka lewat benteng yang prajuritnya sudah dibeli tersebut,” jelas Wakil Ketua PP Lesbumi NU ini.

Fans Gus Dur

Dari catatan itu, imbuhnya, semua benteng Malaka yang dijarah orang-orang Portugis, diperoleh rampasan 2000 meriam besi berukuran besar dan ada 3000 meriam kecil yang terbuat dari bahan kuningan buatan Jepara. “Itu catatan Portugis, kita tidak menemukan catatan itu,” ungkap Pengasuh Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin Malang ini.

Jika yang dirampas puluhan meriam, lanjutnya, mungkin masih bisa dipertanyakan, ini 5000 meriam. Kita tidak punya catatan itu, sampai dulu saya itu punya asumsi yang pertama kali membawa meriam itu orang-orang Portugis, ternyata itu hasil rampasan perang yang merupakan buatan orang-orang nusantara.

Dia juga menerangkan, meriam ini sejak zaman Majaphit sudah ada. Mereka membuatnya sendiri. “Ada salah satu santri saya yang kuliah di New York, dia mengirim foto salah satu koleksi Metropolitan Museum, yakni meriam buatan Majapahit abad ke-13, sebelum era Walisongo. Sedangkan penemu meriam asal Eropa, Alfred Noble membuatnya pada abad ke-15,” paparnya.

Ketika saya baca kidung lama, kidung Panji Wijoyo Kromo, ucap Agus, kidung yang ditulis pada zaman Majapahit akhir, ada istilah yang aneh, bedil besar, ada istilah lagi juru mudining bedil besar. “Ternyata ketika saya cek di kamus Mulder, benar bedil besar artinya meriam. Jadi juru mudining bedil besar itu artinya operator meriam,” terangnya.

Jadi, lanjut Dosen FIB Universitas Brawijaya Malang ini, Majapahit sudah mampu membuat meriam. Namun dikembangkan di Demak menjadi ukuran yang lebih besar dan diperdagangkan, tetapi kalau Majapahit tidak diperdagangkan. 

Lebih jauh, Agus menjelaskan, istilah bedil besar itu dari India. Belakangan diketahui Majapahit jika membuat keris, pedang, bedil besar, dan lain-lain, mereka mengimpor besi dari Khurasan, India. Di Majapahit sendiri, tuturnya, menyebutnya Wesi Khurasani, itu baja putih seperti titanium. Pada zaman itu mereka sudah mengimpor karena orang-orang Majapahit itu maritim, mereka kemana-mana.

“Merosotnya pada zaman Mataram, masuk ke pedalaman. Orang pedalaman itu tidak kenal bangsa asing, hanya kenal sawah, hutan dan pegunungan dengan segala ‘hantunya’. Sebab itu, meriam di zaman Mataran dimintai berkah, itu suatu kemerosotan yang luar biasa,” tandasnya. (Fathoni)

 

Foto: Meriam ukuran besar produksi Jepara yang saat ini bisa dijumpai di depan reruntuhan Benteng Surosowan Banten. 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Quote, RMI NU Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU

Way Kanan, Fans Gus Dur. Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Way Kanan M Thohir di Blambangan Umpu, Lampung, mengaku bangga dengan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor, yang mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU

"Saya bangga dengan kalian Ansor dan juga Banser. Kalian benteng terakhir NKRI. Kami berterima kasih kalian hingga saat ini masih aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan," ujar M Thohir pada kegiatan "Riungan (kumpulan) Kebangsaan", Senin (27/7), bertema "Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan" di aula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Thohir mengapresiasi kegiatan berisi donor darah dan diskusi kebangsaan dengan topik "Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?" yang menghadirkan pembicara I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan, dan Ketua PC Lakpesdam Supri Iswan yang dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung.

Fans Gus Dur

"Ke depan kegiatan semacam ini harus ada lagi, kita buat lagi dan kita berdoa agar semakin baik. Tidak menjadi persoalan saya di matahari (Muhammadiyah) dan kalian di bintang (Nahdlatul Ulama). Kita bisa ha ha hi hi (bercengkerama-red) dan bergandengan tangan untuk bangsa," ujar dia lagi.

Senada Thohir, Ketua Komisariat Pemuda Katolik Kabupaten Way Kanan Andreas Sugiman mengapresiasi kegiatan yang merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut.

Fans Gus Dur

"Ini acara positif. Ini kegiatan yang bermanfaat untuk kita semua. Kami warga gereja menolak kekerasan atas nama agama seperti terjadi beberapa pekan lalu. Pemaknaan Pancasila tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Kepala Kampung Sriwijaya Kecamatan Blambangan Umpu itu lagi.

Pada kegiatan dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Way Kanan Farida Aryani, Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, Ketua Pergunu Ali Tahan Uji, alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 dan Kasatkorcab Banser Alex Almukmin beserta jajaran, OSIS dari SMKN1 Blambangan Umpu dan SMAN2 Blambangan Umpu, alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Baradatu, sejumlah anggota Darma Wanita Persatuan Way Kanan, Sugiman membacakan pantun: "Pergi ke pasar bersama dia, jangan lupa membeli pala, kalau bangga sebagai warga negara Indonesia, kita wujudkan nilai-nilai Pancasila," ujar Sugiman yang tercatat sebagai Bendahara Pejuang Siliwangi Kabupaten Way Kanan itu. (Tegar Inartsa Tantra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote Fans Gus Dur

Kamis, 26 Oktober 2017

Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya

New Delhi, Fans Gus Dur. Pengadilan tinggi India pada Selasa (22/8) mengeluarkan larangan terhadap praktik talak tiga oleh suami Muslim kepada istrinya karena dianggap inkonstitusional, kata AFP.

Talak tiga merupakan proses instan penceraian istri yang dilakukan hanya dengan mengucapkan kata talak sebanyak tiga kali. Sebagian lelaki Muslim India menggunakannya untuk menceraikan pasangan secara gampang. Para perempuan yang menjadi korban praktik ini pun mengadu ke mahkamah agung setempat dan meminta terbitnya sebuah larangan resmi. 

Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dianggap Diskriminatif, India Larang Muslim Talak Tiga Istrinya

"Talak tiga bukan bagian integral dari praktik keagamaan, dan ini melanggar moralitas konstitusional," kata sebuah panel majelis hakim agung.

Majelis hakim terdiri dari lima orang yang berasal dari agama besar India: Hindu, Kristen, Islam, Sikhisme, dan Zoroastrianisme. Dalam keputusannya, mereka mereka menyatakan praktik talak tiga sebagai kesewenang-wenangan yang nyata yang memungkinkan seorang pria memutus hubungan perkawinan dengan aneh dan tak terduga.

Larangan terhadap praktik talak tiga merupakan sejarah baru dalam keputusan mahkamah agung India meski praktik serupa pernah dilakukan oleh lembaga di bawahnya.

India mempersilakan institusi-institusi agama untuk mengatur masalah perkawinan, perceraian, dan harta warisan di negara multi-kepercayaan itu. Namun, soal talak tiga ini mendapat ganjalan karena dianggap diskriminatif atau tidak adil perempuan.

Fans Gus Dur

Kelompok yang cukup getol memperjuangkan larangan ini adalah pejabat dan partai dari kalangan nasionalis Hindu.

Fans Gus Dur

Masalah ini tetap sangat sensitif di India, dan rawan memicu kekerasan akibat ketegangan yang disulut sentimen keagamaan. 

The All India Muslim Personal Law Board (AIMPLB), sebuah kelompok organisasi Islam di sana, telah menentang upaya untuk melarang praktik talak tiga ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, News, Quote Fans Gus Dur

IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

Probolinggo, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo sukses menggelar pelatihan kepemimpinan perempuan. Pelatihan kepemimpinan yang diberikan khusus kepada kaum perempuan ini diikuti oleh seluruh Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU se Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Khoirun Nisa ini menghadirkan narasumber Sunarmi dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo dengan materi kepemimpinan perempuan.

IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Khoirun Nisa mengatakan pelatihan kepemimpinan perempuan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan kepemimpinan perempuan. Selain itu juga untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan perempuan serta untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi perempuan di Kota Probolinggo.

Fans Gus Dur

“Tujuan utama pelatihan ini digelar adalah untuk menanamkan jiwa kepemimpinan pada kaum perempuan. Sebab selama ini, kepemimpinan terkesan banyak didominasi kaum laki-laki. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Banyak kaum perempuan yang sudah menjadi pemimpin. Sekarang tinggal bagaimana kaum perempuan itu dilatih dan diberi pembekalan kepemimpinan,” ujarnya.

Menurut Khoirun Nisa, dalam pelatihan kepemimpinan perempuan tersebut banyak hal yang disampaikan diantaranya bagaimana seorang perempuan itu bisa berorganisasi, menjadi pemimpin serta melatih kemandirian saat berada di garis depan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan penting.

Fans Gus Dur

“Alhamdulillah, saat ini sudah banyak perempuan yang menjadi pelopor perbaikan kesehatan, pendidikan, ekonomi rumah tangga hingga pelopor dalam masyarakat,” jelasnya kepada Fans Gus Dur, Jum’at (1/2).

Melalui pelatihan tersebut Khoirun Nisa berharap paling tidak nantinya bisa mempermudah PC IPPNU Kota Probolinggo dalam mencari calon pengurus baru yang nantinya akan duduk di IPPNU ke depan.

“Pelatihan ini tentunya juga tidak terlepas dari upaya pengkaderan pengurus di IPPNU Kota Probolinggo. Paling tidak setelah dari PK, mereka bisa bergabung di ranting, anak cabang dan nantinya cabang. Dengan demikian tentunya akan mempermudah dalam mencari calon pengurus dan pemimpin di PC IPPNU Kota Probolinggo,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Quote Fans Gus Dur

Rabu, 25 Oktober 2017

Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah

Judul Buku : Cermin Bening dari Pesantren

Penulis : Rizal Mumazziq Z.

Penerbit : Khalista, Surabaya

Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menabur Benih Islam Ramah yang menjadi Rahmah

Cetakan : I, 2009

Peresensi : A. Khoirul Anam*)



Fans Gus Dur

Sosok kiai kerapkali diasosiasikan dengan tokoh konservatif dan jumud. Ini adalah interpretasi yang sangat apriori. Gambaran demikian sebenarnya sangat kasuistik dan bersifat per-sonal karena sosok kiai (sebagai bagian dari kelompok sosial seperti manusia lainnya) memiliki sifat, pola pikir, dan karakter yang berbeda-beda.

Fans Gus Dur

Sungguhpun demikian, pandangan-pandangan sumir terhadap kiai—biasanya dilakukan oleh para modernis dan puritan—tetap tak mampu menggeser pengaruh kiai di masyarakat. Keberadaan pesantren yang manunggal dengan lingkungan sekitarnya, memang unik. Ia seperti berada di wilayah periferi kekuasaan negara, sekaligus hadir di jantung masyarakat. Dan, sebagai figur sentral pesantren dan masyarakat, kiai dituntut bersikap kontekstual, fleksibel dan elastis menyikapi dinamika sosial, sekaligus menjaga agar jatidiri dan sistem nilai pesantren tak luntur. Dalam strategi sosial kebudayaan, kepercayaan diri self confidence yang berkelindan dengan sikap pertahanan diri (self defensive) seperti ini, akan memberikan landasan kuat bagi transformasi sosial.

Strategi di atas, memungkinkan pesantren untuk melihat persoalan kemasyarakatan dengan prinsip dan nilai-nilai Islam. Dalam pandangan KH. Abdurrahman Wahid, lembaga yang dilahirkan dari strategi ini tidak akan menjadi institusi yang eksklusif, melainkan berupa institusi umum yang diterima oleh seluruh masyarakat.

Lebih dari itu, dalam berbagai pengamatan para ”orientalis pesantren” (Hirokoshi,  Feillard, Jones, Bruinessen, hingga Geertz dll) ada dwifungsi vital pesantren sebagai centre of excellence yang menjadi kawah candradimuka pemikir agama (religious intellectual) sekaligus fungsi sebagai agent of development yang menangani pembinaan pemimpin masyarakat (community leader). Apabila fungsi pertama memaksa pesantren untuk berkembang menjadi pusat studi keagamaan dan kemasyarakatan, maka fungsi terakhir menuntut pesantren menjadi pionir dalam program-program pengembangan masyarakat itu sendiri. Pada titik ini, pesantren telah menahbiskan diri sebagai institusi pendidikan, dakwah sekaligus lembaga sosial.

Keberadaan kiai dan pesantrennya di wilayah rural memungkinkannya untuk selalu mera-sakan denyut nadi masyarakat marginal. Secara sosial-ekonomi-politik-budaya, masyarakat seperti ini jelas tak punya daya tawar pada negara yang hegemonik. Di sinilah, barangkali, posisi strategis pesantren dalam memberikan kontribusi besar pada social engineering dan transformasi sosial.

Sebagai pewaris kejayaan keilmuan Islam masa klasik, pemahaman masyarakat bersarung terhadap khazanah keilmuan klasik secara komprehensif justru menghasilkan kemampuan khas untuk menyelesaikan persoalan rumit dengan bahasa yang sederhana. Pergulatan kiai, sebagai pemukanya, dengan khazanah kitab kuning (yang sering dituduh out of date) ternyata menghasilkan sebuah fleksibilitas dan efektifitas pengambilan hukum aktual-kontekstual yang dikalkulasikan atas pertimbangan hukum yang bermuara pada aspek mashlahah dan mafsadah.

Sebab, berbeda dengan golongan (firqah) keagamaan yang lain, pandangan dunia pesantren (dan NU) menggabungkan tiga perspektif, yaitu dimensi teologis atau spiritual, dimensi akhlak atau tasawuf, dan dimensi hukum atau fiqh. Semuanya diposisikan saling menunjang dan melengkapi, bukan terpisah atau saling berhadapan.

Dimensi teologis berfungsi mengukuhkah ketauhidan serta membawa kesadaran akan fungsi manusia sebagai khalifatullah. Dimensi akhlak atau tasawuf dikembangkan untuk mem-bangun suatu kultur yang berbasis pada nilai-nilai kesantunan, kebijaksanaan, dan kedeka-tan dengan Sang Pencipta. Terakhir, dimensi hukum atau fiqh dikembangkan untuk meno-pang proses bagaimana hukum diterapkan. Ketiga dimensi di atas merupakan satu kesatuan, tidak bisa dikedepankan salah satu aspeknya saja. Beberapa hal di atas itulah yang menye-babkan akademisi Barat termehek-mehek jatuh hati pada dunia pesantren.

Ketiganya juga bisa dipakai sebagai acuan memahami kompleksitas pesantren. Ketiganya berfungsi sebagai “teropong” yang digunakan untuk menilai dan mempertimbangkan aspek masfsadah dan mashlahah segala sesuatu. Untuk itulah, pesantren hingga saat ini tidak gampang terjebak sikap tatharruf dan taasshub. Sebab pesantren memiliki tata nilai tersen-diri yang terangkum dalam formula tasamuh (toleran), tawassuth (sikap tengah) tawazun (seimbang), i’tidal (tegak lurus) dan amar ma’ruf nahi munkar. Inilah yang saya kira men-jadi kunci untuk mengkampanyekan “Islam ramah” yang menjadi “rahmah” bagi seluruh alam. Mustahil kiranya mewujudkan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam tanpa melibatkan unsur pesantren. Ia adalah pewaris kegemilangan Islam di masa klasik. Kaum bersarung inilah yang, dalam pandangan Sidney Jones, menjadi akar tunjang agar modera-tisme Islam tak ambruk.

Akhirnya, hanya sejarah-lah yang akan menjadi hakim penentu (only history will be able to judge) atas upaya masyarakat pesantren dalam membangun tatanan sosial untuk kemaslaha-tan bersama.

Melalui buku Cermin Bening dari Pesantren, para pembaca diajak mencecap muara ilmu yang tak pernah kering bernama KH. M. Hasyim Asyari; belajar kesabaran dan kerendahatian dari KH. Hamid Pasuruan, sang sufi besar abad XX; memungut serpihan keteladanan dari “kitab akhlak” berjalan bernama Ajengan Ilyas Rukhiyat; berguru kearifan dari pende-kar fiqh bernama KH. A. Wahab Hasbullah dan KH. Bisri Syansuri; menapaktilasi jejak gemilang guru politik bernama KH. A. Wahid Hasyim dan KH. Idham Chalid.

Lalu menyelami samudera tasawwuf bersama KH. Hamim Djazuli, KH. Adlan Aly, KH. Romly Tamim, KH. Shohibul Wafa Tajul Arifin; menjejak kezuhudan KH. Saifuddin Zuhri, KHR. As’ad Syamsul Arifin, dan KH. Ma’shum Ahmad Lasem; menilik kontribusi pemberdayaan umat yang KH. Baqir Adelan, dan sang maestro Fiqh Sosial, KH. MA. Sahal Mahfudh; serta menjejak keteladanan yang dipraktikkan lusinan kiai lainnnya. Beliau-beliaulah yang rela menuntun dan mendampingi umat di tengah gulita, dan mendonasikan hidupnya demi Islam.



*) Santri Pesantren Ciganjur
Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Quote, Ulama Fans Gus Dur

Rabu, 18 Oktober 2017

Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja

Magetan Fans Gus Dur. Pelajar Nahdlatul Ulama Magetan yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU kabupaten Magetan mengikuti dauroh Aswaja NU, Sabtu-Ahad (15-16/2). Kegiatan ini diselenggarakan Aswaja NU Center Magetan bekerja sama dengan Aswaja NU Center Jawa Timur.

Sedikitnya 200 peserta dauroh memadati gedung PPI (Pusat Pengkajian Islam) yang berlokasi di jalan Jaksa Agung Suprapto Magetan. Mereka menerima materi dari sejumlah narasumber antara lain KH Abdurrahman Navis dan KH Muhammad Idrus Romli.

Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja

Tampak hadir dalam dauroh ini Wakil Katib Syuriyah PCNU Surabaya Kiai Muhammad Maruf Khozin. “Kata Kiai Ma’ruf Rozin, salah seorang peserta di sini baru saja kembali mengamalkan amaliyah NU setelah sebelumnya mengikuti ajara MTA,” kata Sekretaris IPNU Magetan Thoha Rizal menirukan Kiai Ma’ruf Rozin kepada Fans Gus Dur, Senin (17/2).

Fans Gus Dur

Materi dauroh meliputi internalisasi aswaja, fikroh nahdliyah, Aswaja NU dan kebangsaan , firqoh-firqoh dalam Islam, dalil-dalil amaliyah NU, dan simulasi debat, pungkas Thoha. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur AlaSantri, Quote Fans Gus Dur

Selasa, 17 Oktober 2017

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran

Jakarta, Fans Gus Dur - Pengurus Ranting NU Dano Kabupaten Garut menggelar syukuran satu tahun jalannya kepengurusan, Sabtu (11/2). Pengurus harian PRNU Dano juga bersyukur karena telah meraih penghargaan sebagai PRNU terbaik se-Garut.

Acara syukuran ini dihadiri oleh sejumlah pengurus harian PCNU Garut. Turut hadir Rais Syuriyah dan Sekretaris PCNU Garut.

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran

Dalam sambutan Rais Syuriyah PCNU Garut menyampaikan pesan utama terkait isu yang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan kabar yang diragukan kebenarannya.

Fans Gus Dur

Selain itu, ia juga mengapresiasi pencapaian PRNU Dano yang menjadi ranting percontohan di usia satu tahun.

Kegiatan ini bertema Menebar Rahmah, Memperkokoh Ukhuwah dan Jamiyah dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

Fans Gus Dur

Dengan penghargaan ini PRNU Dano diharapkan dapat memberi kontribusi dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin.

Acara yang dimeriahkan dengan paduan suara DKM Al-Ihsan juga menghadirkan singa podium KH Aceng Abdul Mujib, pengurus LDNU Jawa Barat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Nusantara, Quote Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock