Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko

Jakarta, Fans Gus Dur. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko Tosari Widjaja mendapatkan bintang jasa Alawite Grand Cordon Wissam dari Raja Maroko Muhammad VI. Penghargaan diberikan menjelang purnatugasnya sebagai duta besar.

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko

Demikian dalam rilis pers yang diterima Fans Gus Dur. Penghargaan diterima pada 17 Oktober 2014 kemarin pada saat duta besar melakukan kunjungan perpisahan ke Istana Kerajaan di Casablanca.

Bintang jasa Grand Cordon merupakan bintang jasa tertinggi dalam kelas Order of Alawite Wissam yang diberikan oleh Raja Maroko kepada masyarakat sipil. Tosari dinilai berjasa dalam memajukan hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Maroko selama bertugas.

Fans Gus Dur

Tosari Widjaja mulai menjabat sebagai duta besar RI untuk Maroko sejak 5 Maret 2010 dan akan kembali ke Tanah Air pada 16 Novermber 2014 mendatang. Menjelang akhir masa jabatannya pada 20 Oktober besok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melantik Endang Dwi Syarif Syamsuri sebagai pengganti Tosari Widjaja pada 15 Oktober kemarin. (A. Khoirul Anam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Gus Tutut Buka Rakornas Banser

Tulungagung, Fans Gus Dur - Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) akan membuka Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser di Tulungagung. Rapat dengan? tema Menyamakan Gerak dan Langkah Guna Mempekokoh NKRI ini akan berlangsung mulai 5-7 Agustus di Pendapa Agung Mandiri, Tulungagung.

Beberapa agenda akan dibahas dalam perhelatan? melibatkan semua personel Satkornas Banser yang datang? dari berbagai wilayah Indonesia itu.

Gus Tutut Buka Rakornas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut Buka Rakornas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut Buka Rakornas Banser

“Inti dari rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi semua pengurus Satkornas dari masing-masing satuan, beserta program kerjanya. Ini dilakukan untuk kemajuan Banser dan keutuhan NKRI ke depan,” ungkap Kasatkornas Banser H Alfa Isneini kepada Fans Gus Dur tadi sore.

Fans Gus Dur

Gus Tutut juga dijadwalkan akan memberi pengarahan khusus kepada para pengurus Satkornas Banser. Mengingat padatnya acara, pengarahan akan disampaikan secara terpisah dari acara pembukaan.

Fans Gus Dur

“Untuk pengarahan ketum kita tempatkan di Kantor Sekretariat Ansor Tulungagung. Lokasinya tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 200 meter dari lokasi acara,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gus Tutut juga akan melantik pengurus Badan Ansor Anti Narkoba? (Baanar) GP Ansor Tulungagung pimpinan Hariyadi. “Mumpung ada ketua umum, kita nunut acara pelantikan,” kata Ketua GP Ansor Tulungangung Sahrul Munir.

Dari pantauan di lapangan, beberapa personel pengurus Satkornas sudah berdatangan. Ada yang dari Riau, Jakarta, Sulawesi, Kalimantan, Yogyakarta, Jateng, Papua, dan lainnya. Mereka langsung menuju penginapan yang dipersiapkan oleh panitia.

“Meski pembukaan baru besok sore. Beberapa personel Satkornas sudah banyak yang berdatangan,” tambah Munir. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

Fans Gus Dur

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

Fans Gus Dur

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Aswaja, IMNU Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

Jakarta, Fans Gus Dur

Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengharapkan dukungan dari organisasi ‘induknya’, NU dalam proses pengkaderan. Karena, selama ini, organisasi yang menjadi salah satu ujung tombak pengkaderan di lingkungan NU itu merasa kurang diperhatikan oleh struktur yang menaunginya.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Wafa Patria Umma dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Pengkaderan bertajuk “Reimplementasi Manajemen Pengkaderan Aswaja yang Kualitatif dan Strategis” di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (4/1). Hadir pada acara itu, Ketua PBNU Mustafa Zuhad.

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Harapkan Dukungan NU dalam Pengkaderan

“Di daerah-daerah, IPPNU sulit mendapatkan dukungan, baik dari PWNU atau PCNU. Ini merupakan keresahan yang dirasakan bersama-sama oleh kader-kader IPPNU di daerah,” imbuh Wafa, demikian panggilan akrabnya.

Disebutkan Wafa, persoalan lain yang menjadi tantangan pengkaderan IPPNU adalah munculnya gerakan dan kelompok Islam radikal berikut paham-pahamnya yang marak belakangan ini. Paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU, katanya, cukup memengaruhi proses pengkaderan di organisasi yang dipimpinnya.

“Tidak sedikit kader NU yang mengikuti organisasi lain yang pahamnya tidak sehaluan dengan NU. Saya kira ini juga menjadi keresahan bersama, tidak hanya IPPNU,” ujar Wafa menambahkan.

Fans Gus Dur

Sementara, Ketua PBNU Mustofa Zuhad dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi workshop tersebut mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU untuk membantu IPPNU dalam merumuskan metode dan strategi pengkaderan.

Menurutnya, Lakpesdam NU saat ini telah memiliki modul yang berisi metode, strategi dan sistem pengkaderan di NU. Modul yang merupakan panduan umum tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengkaderan IPPNU. “Tanpa modul itu, saya kira hasilnya (workshop pengkaderan: Red) akan ngarang,” tandasnya.

Workshop Pengkaderan IPPNU akan dilaksanakan hingga 7 Januari mendatang di Vila La Citra, Cipanas, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan pengurus wilayah dan pengurus cabang IPPNU seluruh Indonesia.

Sebagai bahan diskusi untuk workshop tersebut, panitia membagikan tiga judul buku yang berkaitan dengan tantangan pengkaderan NU kekinian. Di antaranya buku Islam Rahmatan Lil Alamin Menuju Keadilan dan Perdamaian Dunia Perspektif NU (diadaptasi dari Pidato Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat pengukuhan gelar Honoris Causa dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya), Mengenal NU karya KH Muchith Muzadi dan Ahlussunnah Wal Jamaah Menjawab Persoalan Tradisi dan Kekinian karya KH A Nuril Huda. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pertandingan, Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Banyumas, Fans Gus Dur - Setelah melalui proses penilaian Administrasi, Keuangan, Faktual Lapangan, dan Program Kerja Unggulan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyumas akhirnya meraih juara I Lomba Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Muntorichin mengatakan, salah satu persyaratan utama dalam mengikuti kegiatan Lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi ini adalah memiliki program atau kegiatan unggulan yang kreatif, inovatif, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Khusnul Khotimah Ketua IPPNU Banyumas berhasil memaparkan dan meyakinkan dewan juri dengan program unggulan Rumah Baca Kartini, yang kegiatanya meliputi TPQ, Calistug, Bimbel, Pelatihan Hadrah, dan Kelas Menulis pada presentasi yang dilakukan di Aula Bappedalitbang Banyumas, Rabu (12/4).

Adapun dewan juri lomba oleh Dinporabudpar Banyumas ini antara lain Akhmad Risqul karim, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang menilai Program Kegiatan Unggulan dan Presentasi; Taufik Budhi Pramono, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (faktual lapangan dan presentasi); dan Mohammad Syabani W, pengajar SMA Islam Andalusia Kebasen (Administrasi, Keuangan dan Presentasi).

Fans Gus Dur

Setelah semua peserta mempresantasikan program unggulanya, IPPNU dinyatakan sebagai juara pertama tahun ini dengan? perolehan nilai 3.074, sedang juara kedua diraih ST3 Telkom Purwokerto dengan perolehan nilai 2.977, disusul Banyumas Muda Kecamatan Banyumas dengan nilai 2.881 sebagi juara ketiga.

Dengan hasil yang diperoleh tersebut? IPPNU Banyumas dipastikan akan maju mewakili Kabupaten Banyumas pada Lomba Organisasi? Kepemudaan Berperstasi? tingkat Provinsi Jawa Tengah serta mendapatkan piala dan uang pembinaan.

Fans Gus Dur

Ketika ditanya persiapanya maju ke tingkat Provinsi, Khusnul menjawab akan berusaha lebih baik lagi. “Belum berpikir sejauh itu, yang jelas akan kami maksimalkan,” ucapnya. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ahlussunnah, RMI NU Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

Mataram, Fans Gus Dur. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat menggelar Yasinan dan Tahillan Kemerdekaan Ke-70 Republik Indonesia dengan tema "Bersama Pelajar Kita Wujudkan Islam Nusatara yang Ramah bukan Pemarah" di Aula Kantor PWNU NTB Jln Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis (20/8)

Agenda ini dimulai dari shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, tahillan, doa, kemudian arahan dari beberapa alumni IPNU yang hadir. Puluhan? pengurus baru IPNU NTB tampak antusias mengikuti acara ini.

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

"Acara seperti ini insyaallah akan kita lakukan minimal satu kali sebulan, di samping juga kita laksanakan program kaderisasi formal maupun nonformal yang sesuai dengan PO? IPNU," kata Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB dalam pengantarnya.

Fans Gus Dur

Lebih lanjut, menurut Syamsul, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim dan kebersamaan sesama pengurus, dan juga cara pihaknya merayakan Kemerdekaan RI yang kini sudah mencapai usia ke-70 tahun.

"Kalau lembaga pendidikan formal dan instansi pemerintah melaksnakaan apel bendera dan sejenisnya maka kita di pimpinan wilayah (IPNU) merayakannya dengan cara yasinan, karena di sejumlah Pimpnan Komisariat (IPNU) yang ada di sekolah atau madrasah mereka melakukan apel bendera, bahkan ada PK yang merangkai acaranya dengan cara menggelar berbagai macam lomba," terangnya.

Fans Gus Dur

?

Lebih jauh, dia mengingatkan tentang bagaimana perjuangan para pendahulu dalam meraih kemerdekaan hingga kini bangsa Indonesia menuai hasilnya. “Oleh karena itu, kata syamsul, mari kita doakan bersama para pejuang, dan juga para tokoh-tokoh NU yang telah berkorban nyawa sekalipun dalam mempertahan bangsa. NU tetap jaya dengan prinsipnya dan juga bangsa Indoensia aman dari segala ancaman apapun yang membuat kita semua merugi,” harapnya.

Selain pengurus IPNU, tampak hadir Ketua PW GP Ansor NTB Suab Quri, dan wakil ketuanya, Akhdiansyah Yonqi dan Husni Abidin, Ketua PC GP Ansor Kota Mataram Hasan Basri. Mereka diberikan waktu sekitar 7-10 menit untuk berbicara seputar IPNU dan sejarah perjalalan IPNU selama ada IPNU di NTB. Ketua PW IPPNU NTB Bq. Maisyarah juga tampak hadir dalam kesempatan itu. (Idim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, AlaNu, Amalan Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Jakarta, Fans Gus Dur
Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah akan menggelar Dzikir akbar dan Mawlid bersama Ketua Majlis Tinggi Islam Amerika (ISCA) Shaykh Muhammad Hisham Kabbani.

Acara yang akan digelar Ahad, (17/7) pukul 07:30-10:30 WIB itu juga dihadiri oleh Rois Am Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah, Habib Luthfi bin Yahya, para Habaib serta Ulama Indonesia dan para pengikut thariqat Naqsyabandiyah yang ada di tanah air. Rencananya acara bertempat di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta.

Shaykh Hisham dikenal memiliki jutaan pengikut yang tersebar di beberapa negara. Ia seorang Ulama Ahl-sunnah wal jamaah dengan wawasan dan pengalaman luas, serta memiliki pengaruh dakwah yang signifikan baik di tempat asalnya Beirut, dan Internasional. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW baik dari jalur Ayah ataupun Ibunya.

Di Indonesia Syaikh Hisyam dikenal sebagai pemimpin tinggi tharikat Nasqabandiah yang berpengaruh luas di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Kedatangannya ke Indonesia bukan yang pertama kali, sebelumnya, dalam Acara seminar International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang digagas NU akhir Februari lalu, Hisyam Kabbani sempat memimpin doa bersama Prof. Wahbah Zuhaili (Syria) dan Ayyatullah Thaskiri (Iran).

"Istighotsah itu bukan kepentingan NU semata, namun akan mendoakan masyarakat dan negara Indonesia juga, bahkan untuk perdamaian dunia. Jadi, istighotsah bukan sekedar kepentingan NU, tapi bangsa, negara, dan dunia," kata panitia penyelenggara dalam siaran persnya yang dikirim ke Fans Gus Dur, Kamis, (14/7).

Ditambahkan panitia, acara ini terselenggara berkat kerjasama Jamiyah Ahlith-Thariqahal-Mutabarrah an Nahdliyyah, Manajemen Masjid Baitul Ihsan Jakarta, dan Yayasan Haqqani Indonesia.(cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Amalan, Tokoh Fans Gus Dur

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)
Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Rabu, 17 Januari 2018

PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum

Solo, Fans Gus Dur

Perubahan perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi badan hukum (BH) sebenarnya bukan merupakan isu baru. Saat ini, sudah ada sebelas perguruan tinggi yang berbadan hukum, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan lainnya.

PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kentingan Bahas Pro-Kontra PTN Badan Hukum

Dalam sejarah, isu PTN-BH berembus ketika ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum.

Kedua peraturan ini dianggap sebagai cermin kebebasan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, tidak hanya berupa kebebasan dalam bentuk kebebasan akademik dan otonomi keilmuan, namun juga otonomi dalam bidang keuangan.

Fans Gus Dur

Hal inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi yang diselenggarakan Pengurus Komisariat PMII Kentingan, Rabu (3/3).

Salah satu pemateri, Bahar Elfudlatsani, menyampaikan mengenai bentuk struktural ketika sebuah PTN menerapkan Badan Hukum, yaitu adanya struktur yang bernama MWA atau Majelis Wali Amanat.

Fans Gus Dur

”MWA sendiri merupakan pemegang peran penting dalam struktural PTN-BH. Orang-orang yang bisa masuk di dalamnya merupakan bisa dari unsur pemerintah, unsur dosen, unsur masyarakat dan unsur lain,” terang Bahar.

Ditambahkan Bahar, dibandingkan dengan BLU (Badan Layanan Umum) yang dimana pengelolaan keuangan di BLU memiliki tata kelola dan kewenangan pengelolaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Perubahan tersebut tentu akan memunculkan pertanyaan bagi civitas akademika terutama kalangan mahasiswa. Bagaimana keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh ketika PTN yang semula berstatus BLU diubah menjadi Badan Hukum,” papar dia.

Menurut dia, mahasiswa khususnya kader PMII perlu bersikap kritis dan ikut tanggap terhadap persoalan ini. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Amalan, Hadits Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri

Lampung Tengah, Fans Gus Dur - Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Halal Bihalal sekaligus koordinasi di halaman Pesantren Nurul Qodiri Kecamatan Way Pangubuan Kabupaten Lampung Tengah, Ahad (16/7).

Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar mengatakan, “Agenda halal bihalal tahun initelah dihadiri oleh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah meliputi Mustasyar, Syuriyah, tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom dan MWCNU.”

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri

“Yang teristimewa lagi halal bihalal NU Kabupaten Lampung Tengah juga dihadiri dari unsur pengurus Pimpinan Pusat Fatayat NU, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Pengasuh Pesantren Nurul Qodiri yang juga Ketua PCNU Lampung Tengah KH Imam Suhadi mengucapkan rasa syukur karena bisa bersilaturahmi kembali dengan keluarga besar NU Lampung Tengah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dzuriyyah almaghfurlah KH Abdul Chalim (kiai kharismatik di Lampung), Hj Chusnunia Chalim.

Fans Gus Dur

Hj Chusnunia menyampaikan terima kasih. Ia mengatakan, ia gembira bisa sowan di Pesantren Nurul Qodiri Lampung Tengah ini sekaligus halal bihalal.

“Semoga dalam momen bulan Syawwal ini dan selanjutnya kita kembali dalam keadaan fitri. Semoga jajaran pengurus keluarga besar NU Kabupaten Lampung Tengah senantiasa istiqamah mengawal dan melestarikan ajaran ahlussunah wal jamaah an-nahdliyyah,” kata mantan aktivis PB PMII ini.

Fans Gus Dur

Hadir dalam halal bihalal PCNU Lampung Tengah Mustasyar NU Lampung Tengah KH Ikhwanul Faruq, para kiai pesantren, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, Ketua Pagar Nusa Lampung Tengah Saprin, Ketua ISNU Lampung Tengah M Nasir, Ketua IPNU Lampung Tengah Andi Sobihin, pengurus Fatayat NU Lampung Tengah, pengurus Pergunu Lampung Tengah, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, dan warga NU Way Pangubuan dan ratusan santri Nurul Qodiri. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Amalan Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Konfercab NU Sudan Usung Tema Nasionalisme

Khartoum, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan masa khidmah 2014-2015 tengah menyiapkan penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab) yang ke-14. Rencananya, hajatan tahunan ini akan digelar Sabtu (18/04) besok di Aula Muktamar Jam’iyyah Al-Qur’an Al-Karim Sudan.

Ketua Steering Committee (SC) Radhi Almardhi mengatakan, dalam konferensi kali ini pihaknya mengangkat tema “Kontekstualisasi Fikrah Nahdliyyah dalam Meneguhkan Nasionalisme dan Menjaga Geneologi Keilmuan”.

Konfercab NU Sudan Usung Tema Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Sudan Usung Tema Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab NU Sudan Usung Tema Nasionalisme

Beberapa agenda bakal menjadi pembahasan, di antaranya tata tertib sidang pleno, laporan pertanggungjawaban kepengurusan PCINU Sudan periode 2014-2015, serta pemilihan rais syuriah dan ketua tanfidziah periode 2015-2015.

Fans Gus Dur

Sementara itu, pembahasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) akan diatur pada Konfercab selanjutnya sebagaimana yang telah ditetapkan pada Konfercab sebelumnya, AD/ART dibahas sekali dalam dua tahun.

Fans Gus Dur

Dalam acara pembukaan Konfercab, panitia penyelenggara mengundang beberapa warga Indonesia di Sudan, yang terdiri dari staf KBRI Khartoum dan perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia, serta utusan organisasi? pelajar negara lain, dan para tokoh Sudan baik dari kementerian maupun ulama. (Muhammad Ridlo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Sabtu, 23 Desember 2017

Seni Rebana Makin Bergairah

Brebes, Fans Gus Dur. Meski terus dihempas kesenian modern, seni rebana masih tetap bertahan bahkan di Kabupaten Brebes seni tradisional Islam itu semakin bergairah. Terbukti, dari festival rebana yang digelar dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1431 Hijriyah dan peringatan 17 Agustus 2010 pesertanya membludak.



Seni Rebana Makin Bergairah (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Rebana Makin Bergairah (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Rebana Makin Bergairah

“Ada 28 grup rebana berlaga dalam Festival Rebana Tingkat Kabupaten di Brebes, Jawa Tengah,” ujar Ketua Panitia penyelenggara Mokh. Subekhan SSi di sela lomba di pendopo Bupati Brebes, Senin (9/5).

Menurut Subekhan, selain peserta dari 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes, ada juga peserta yang datang dari Kabupaten Tegal. “Festival ini juga diikuti dua grup dari kecamatan Adiwerna dan Talang Kabupaten Tegal,” terang Subekhan.

Fans Gus Dur

Bahkan, lanjut Subekhan, ada satu grup yang berasal dari para penyandang cacat mata alias tuna netra yakni dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Brebes.

Festival yang mengusung tema Penggalian Seni yang Bermartabat itu atas hasil kerja sama antara? Panitia HUT RI Kabupaten Brebes, Dewan Kesenian Daerah (DKD), Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Jamiyah Kubro Sholawat Rebana (JKSR) Kab. Brebes.

Fans Gus Dur

“Selama ini, kesenian yang muncul ke permukaan kesenian yang tidak bermartabat, seni rebana untuk menjawab tantangan ini agar Seni Indonesia makin bermartabat,” ujar Subekhan.

Festival yang merupakan ketiga kali ini, lanjut Subekhan, sebenarnya dipedesaan Brebes masih bergairah. Karena dari 297 desa Di kabupaten Brebes masing-masing minimal memiliki satu grup rebana.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahnui hasil kejuaraan karena masih berlangsung. Peserta membawakan lagu wajib Ya Badrotin dan satu lagu pilihan bebas. Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan dengan total 5 juta rupiah. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ulama Fans Gus Dur

Minggu, 17 Desember 2017

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat

Jember, Fans Gus Dur - Pengajian Ahad (5/2) pagi di Masjid Agung al-Baitul Amin Jember, Jawa Timur, yang diasuh Kiai M. Noor Harisudin berlangsung gayeng. Tema yang diangkat berkaitan dengan ziarah kubur. Hadir tidak kurang 200 jamaah shalat shubuh, termasuk dr Rahim, suami Bupati Jember dr Faida.? ?

Kiai M. Noor Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember membacakan kitab Irsyadul Ibad, halaman 32-33, “Barangsiapa berziarah kubur pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal atau salah satunya, maka dia akan diampuni dosanya dan dicatat padanya pahala satu kebaikan (birr)”.

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat

Dengan demikian, lanjut? Kiai M. Noor Harisudin yang juga Pengurus Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Jember ini, untuk berbuat baik pada kedua orang tua setelah keduanya meninggal adalah dengan ziarah kubur pada keduanya.

Menguatkan apa yang telah dibaca, Kiai M Noor Harisudin menjelaskan kisah seorang alim yang bermimpi bertemu dengan ahli kubur (orang-orang yang telah mati). Dalam mimpi tersebut, orang alim ini melihat orang-orang yang mati itu keluar dari kuburan dan berebut pahala.

Fans Gus Dur

Ada seorang ahli kubur yang tidak ikut berebut. Dalam mimpi ini, orang alim ini mendekat pada satu orang yang tidak ikut berebut sembari bertanya, “Apa yang mereka perebutkan?” Jawab ahli kubur ini, “Mereka berebut pahala yang dihadiahkan pada mereka berupa bacaan Al-Qur’an, shadaqah, dan doa.” “Mengapa kamu tidak ikut berebut?” Jawab ahli kubur, “Saya sudah cukup dengan hadiah khataman Al-Qur’an yang dibacakan anak saya di pasar fulan (menyebut sebuah pasar tertentu).

Fans Gus Dur

Seketika itu juga, orang alaim ini bangun. Dia lantas mencari pasar tersebut dan mencari seorang anak yang jualan kue. Ternyata, sambil jualan anak ini menggerakkan dua bibirnya sembari membaca Al-Qur’an. Ketika ditanya orang alim ini, anak ini menjawab, “Saya membaca Al-Qur’an yang saya hadiahkan pada kedua orang tua saya yang telah meninggal”.

Kiai M Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur meneruskan kisah ini. Beberapa bulan kemudian, orang alim ini bermimpi hal yang sama, bertemu dengan para ahli kubur yang berebut pahala lagi. Pahala shadaqah, bacaan Al-Qur’an dan doa. Dalam mimpi orang alim tersebut, ada hal yang aneh, seorang laki-laki ahli kubur yang kemarin tidak ikut berebut pahala (karena sudah cukup dengan kiriman bacaan Al-Qur’an anaknya), kini ikut berebut pahala. Orang alim ini akhirnya terjaga dari tidurnya. Esoknya ia kembali ke pasar tempat yang kemarin bertemu dengan seorang anak yang membacakan Al-Qur’an untuk kedua orang tuanya. Ternyata, setelah sampai di pasar yang dituju, dia tidak menemukan anak tersebut. Setelah tanya sana-sini, orang alai mini mendapat informasi bahwa anak tersebut meninggal dunia.

Kiai M Noor Harisudin menjelaskan, “Kisah ini menegaskan pada kita, bahwa pahala yang dikirim pada ahli kubur itu sampai pada mereka. Dan kita bisa birrul walidain pada kedua orang tua dengan mengirimkan pahala membaca Al-Qur’an, shadaqah dan doa pada ahli kubur. Ini bentuk birrul walidain pada kedua orang tua setelah meninggal dunia”, pungkas Kiai M Noor Harisudin yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember itu mengakhiri. (Anwari/Mahbib)? ? ? ? ? ?



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Daerah, Amalan Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Bantul, Fans Gus Dur. Lahan terbatas sama sekali bukan alasan untuk berani berkreasi atau berkarya. Tampak dalam foto, Pengasuh Pondok Pesantren Alimdad, KH M Habib A Syakur, sedang berusaha meluruskan batang tanaman lombok dan terong di media tanam polybag di terik sinar matahari.

Beberapa puluh polybag berisi tanaman lombok dan terong memang sengaja ditata sedemikian rupa oleh Habib di pekarangan kediamannya, yang masih masuk dalam kawasan komplek Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul. Dalam keterangannya, Habib menyebutkan bahwa ia telah menyiapkan sekira 500 polybag untuk kedua jenis tanaman tersebut.

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

"Sejatinya, saya juga ingin mempersiapkan beberapa ratus polybag lagi untuk berbagai jenis tanaman lain, seperti tomat, timun, dan kacang panjang. Tapi, saya kira hal ini akan saya lakukan secara berjenjang dahulu," ujar Habib.

Fans Gus Dur

Media tanam polybag yang dirawat oleh Habib ini terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang dan kompos yang keduanya merupakan hasil dari pengolahan limbah di Pondok Limbah yang dimiliki PP Al-Imdad Bantul. Hal ini adalah ejawantah dari visi pesantren Al-Imdad sendiri, yaitu SANTRI SALIH--Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup.

Fans Gus Dur

"Saya gak punya pengetahuan apa-apa tentang tanaman polybag ini, tapi saya beranikan diri untuk mencobanya, sebab berdasarkan teori dan pengalaman sebagian orang, hal semacam ini mungkin saja dilakukan," jawab Habib saat ditanya perihal pengalamannya menekuni tanaman polybag ini.

Habib lantas memungkasi, "Kalau usaha saya berhasil, ini akan meringankan anggaran belanja untuk makan santri dan kalaupun gagal, saya kira tak jadi masalah. Sebab, dalam prosesnya saja, saya sudah terhibur dengan merawatnya."(Yusuf Anas/Anam) Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ulama, Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban

Wonosobo, Fans Gus Dur 

Lima korban akibat tenggelamnya kapal di Waduk Wadaslintang berhasil di Evakuasi tim SAR Kolodete Kabupaten Wonosobo dalam Banser Tanggap Bencana, akhir pekan lalu.Korban berhasil diselamatkan setelah Tim SAR kolodete mengerahkan sebanyak dua regu penyelamatan. 

“Dalam simulasi Banser Tanggap Bencana (Bagana) ini sebanyak lima korban sudah kita selamatkan dengan mengerahkan dua regu yang dipandu oleh Intruktur Romadhon dan Intruktur Pepi,” Ungkap Muadzin Komandan SAR Kolodete ketika memandu simulasi Gabungan Banser Wadaslintang, Kaliwiro dan Garung di Waduk Wadaslintang.

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban

Disebutkan, dalam simulasi  kelima korban itu bernama Husain, Hasan, Syukur, Junaid serta Rudi. Kelima korban menderita patah tulang, bagian kepala memar, perut tertusuk kayu serta tangan patah. 

Fans Gus Dur

“Semua korban mengalami luka yang berbeda karena kita agendakan agar dalam menangani korban  ketika terjadinya bencana  Banser bisa dengan tanggap dan cepat,” terangnya.

Fans Gus Dur

Dalam simulasi yang diperagakan sekitar dua jam itu, Muazin menceritakan bahwa kronologi terjadinya kecelakaaan tenggelamnya kapal itu bermula pada saat lima wisatawan sedang menyaksikan pemandangan di Waduk Wadaslintang dengan menggunakan kapal pemandu wisata. Tiba-tiba di tengah-tengah waduk Wadaslintang kapal mengalami kebocoran. Karena kapasitas air yang masuk kedalam kapal semakin banyak maka mengakibatkan kapal tenggelam dan penumpang terjebak ditengah-tengah Waduk Wadaslintang. 

“Nah ketika wisatawan terjebak itulah SAR Kolodete yang anggotanya adalah BAnser maka langsung secara cepat mencoba menyelelamatkan korban yang sedang terjebak. Dengan kecepatan dan kesigapan SAR Kolodete maka korban bisa diselamatkan meskipun terjadi luka-luka dibagian tubuhnya,” terangnya.

Dalam penyelelamatan korban, Kata Muazin juga sudah disipakan tim medis Banser yang langsung mengobati korban ketika sudah sampai didarat. Tim medis itu dibentuk dengan maksud untuk mengobati dan menangani korban kecelakaan  tenggelammnya kapal. 

“Tim medis yang beranggotakan 6 banser sudah kita siapkan lengkap dengan obat serta alat-alat yang dibutuhkan,” terangnya.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Wonosobo Kurniyanto mengatakan, tujuan diselengarakannya simulasi banser tanggap bencana adalah sebagai wujud melatih para anggota banser agar mempunyai keahlian didalam menangani berbagai bencana yang melanda masyarakat. 

“Simulasi ini kita maksudkan agar Banser itu terlatih dalam menangani berbagai musibah. Karena Banser itu sebagai penolong masyarakat yang selalu siap kapanpun dibutuhkan,” terangnya.

Dengan simulasi ini, Anto berharap kedepan pembekalan Banser dalam menangani berbagai bencana agar selalu dilakukan dengan maksud agar terlatih dan tidak gagap dalam menangani segala bencana baik di Darat maupun laut. 

“Semoga setelah simulasi ini para peserta bisa mempraktekkan langsung ketika sedang menangani bencana, sehingga ruh banser sebagai pejuang itu bisa bermanfaat,” jelasnya.

Kontributor: Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Radikalisme dalam Masjid

Judul: Benih-Benih Islam Radikal di Masjid; Studi Kasus Jakarta dan Solo

Penulis: Ridwan al-Makassary (Ed.)

Pengantar: Prof. Dr. Komaruddin Hidayat

Penerbit: CSRC, UIN Jakarta

Radikalisme dalam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme dalam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme dalam Masjid

Cetakan: I, 2010

Tebal: xxxii+358 Halaman

Peresensi: Ahmad Syauqi, SH, M.Hum*

Fans Gus Dur

Keberadaan masjid sebagai pertanda bahwa Islam sebagai agama masih eksis di muka bumi ini. Eksistensi masjid merupakan ikon kejayaan Islam, karena masjid sebagai pertanda tempat beribadan umat Islam. Kalau ada pertanyaan apa yang paling Islam dari masjid? Jawabnya sangat sederhana; salatnya. Selain itu merupakan akulturasi dan hasil ijtihad. Seperti kubah tidak ada dalam tradisi Arab. Di Eropa kubah identik dengan gereja. Jadi kubah merupakan Islamisasi kultural oleh umat Islam. Menara (manarot) yang merupakan bagian penting dari masjid juga bukan dari Islam. Mulanya adalah tempat api untuk memuja para dewa dari bangsa Majusi.

Fungsi masjid di dalam Islam tidak hanya sebatas sebagai tempat ibadah, melainkan multifungsi. Dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika Nabi mau menyelesaikan persoalan yang terkait dengan persoalan umat Islam semuanya dilaksanakan di masjid. Sehingga masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, melainkan berfungsi sebagai tempat musyawarah, pendidikan, lembaga perekonomian, seperti baitul mal, tempat pelatihan aneka keterampilan (skill), hingga latihan perang.

Fans Gus Dur

Dalam catatan sejarah, tidak sedikit kita temui dalam beberapa literatur, data yang menunjukkan tentang alih fungsi tempat ibadah. Seperti masjid yang berubah menjadi gereja, dan tidak sedikit pula gereja yang menjadi masjid. Dinamika itu terjadi karena masing-masing agama mempunyai visi dan misi untuk mengajak umat agar memeluk, masuk dan menjadi pengikutnya sehingga berjumlah banyak dan menjadi kuat.

Tetapi Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin dalam perkembangannya tetap menampilkan sebagai agama berwajah ramah dan damai. Karena hingga kini, belum ada data yang menampilkan dikala Islam datang kemudian menghancurkan tempat ibadah agama lain. Di mata dunia, umat muslim merupakan masyarakat yang memiliki karakter ramah dan damai. Tetapi dalam dasawarsa ini, sifat itu tercoreng akibat maraknya aksi-aksi kekerasan dan teror bom, yang dipicu oleh peningkatan pemikiran Islam radikal di Indonesia.

Pasca runtuhnya kekuasan Orde Baru yang dinahkodai Soeharto, beralih menjadi masa reformasi ada perbincangan serius di kalangan umat Islam sendiri tentang kondisi masjid sebagai tempat peribadatan muslim. Hal itu wajar terjadi karena umat Islam Indonesia tergolong dalam beberapa kelompok. Mulai dari yang mengaku dirinya sebagai golongan Islam moderat (al tawassuth) yang wakili oleh NU dan Muhammadiyah hingga yang golongan radikal seperti Wahabi, Salafi, HTI, Front Pembela Islam (FPI), TMI, LDII dan kelompok Islam liberal sekarang justru banyak diminati anak muda muslim. Dua kelompok Islam (moderat dan radikal) sama-sama mempunyai pengikut besar jumlahnya dan mempunyai masjid sebagai tempat peribadatan masing-masing.

Melihat adanya beberapa aliran diatas, maka kasusnya berbeda dengan yang kita dapati pada waktu sebelumnya. Kalau dulu banyak tempat ibadah agama tertentu menjadi tempat peribadatan agama lain, di Indonesia justru terjadi yang sebaliknya. Masjid milik kelompok Islam tertentu mulai dikuasai oleh kelompok Islam yang mempunyai pemikiran radikal.

Akibat tindakan yang dilakukan kelompok Islam radikal, akhirnya muncul adanya kekhawatiran dari ormas Islam akan kehilangan masjidnya. Tidak heran jika ada anekdot mengatakan, jika orang NU salat di masjid Muhammadiyah, sandalnya hilang. Kalau orang Muhammadiyah, salat di masjid NU, maka masjid NU-nya yang hilang. Sedangkan kalau orang PKS salat di masjid Muhammadiyah, maka jamaah masjidnya yang hilang.

Menyikapi hal diatas, dua ormas terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah membuat kebijakan. Kebijakan yang dimaksud adalah PBNU mengeluarkan rekomendasi tentang sertifikasi masjid-masjid NU agar tidak diambil oleh kelompok Islam radikal. Sementara PP Muhammadiyah? mengeluarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat (SKPP) Muhammadiyah No. 149/Desember 2006 agar hasil amal usaha Muhammadiyah tidak dicablok oleh kelompok Islam radikal.

Lalu, benarkah ada pemikiran radikal di masjid dan seberapa jauh masjid digunakan sebagai locus persemaian pemikiran radikal? Buku Benih-Benih Islam Radikal di Masjid; Studi Kasus Jakarta dan Solo yang merupakan hasil penelitian garapan Centre for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta yang isinya banyak menyajikan data-data secara akurat dalam rangka menjawab pertanyaan tersebut diatas.

Sederhananya buku ini ingin menampilkan kepada para tokoh agamawan, pemerhati, peneliti, akademisi, pimpinan ormas? Islam, seperti NU dan Muhammadiyah dan masyarakat sendiri. Bahwa dari data yang dihasilkan di lapangan, ada ketidaksamaan pendapat/pemikiran antara elit-elit agamawan dengan pengikutnya. Misalnya, para elit agama (NU dan Muhammadiyah) wacana tentang NKRI sudah final dan tidak bisa digantikan dengan sesuatu apa pun, data di bawah (grass root) masih menunjukkan bahwa umat Islam yang berkeinginan wajib mendirikan negara Islam 21% dan umat Islam wajib memperjuangkan khilafah angkanya mencapai 32% (hl. 91).

Contoh lain tentang formalisasi syari’ah. Elit-elit agama sering beranggapan bahwa hukum di Indonesia telah mengakomodasi hukum syari’ah dan tak perlu memperjuangkan hukum formal, dari data yang dihimpun jamaah masih beranggapan wajib memberlakukan pidana Islam 31%, umat Islam wajib memperjuangkan Piagam Jakarta 45%, Negara berwenang mengatur cara pakaian 60% (hl. 52). Dan masih banyak ketimpangan opini lainnya, misalnya tentang terorisme, tindakan FBI yang semakin brutal, aliran Ahmadiyah, isu gender, dan faham pluralisme.

Pemikiran Islam radikal –jujur dan tidak perlu ditutup-tutupi– memang mulai menggejala di beberapa masjid di Indonesia, tidak sedikit pula masjid yang moderat. Tetapi kalau pemikiran-pemikiran radikal terus berkembang dan ada upaya-upaya strategis yang dilakukan oleh kelompok Islam radikal, maka akan berbahaya terhadap wajah masa depan Islam Indonesia yang dinilai oleh bangsa luar sebagai masyarakat muslim yang ramah dan damai.



*Ketua Umum PP IPNU
Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Konsep Buruh dalam Fiqih

Diantara fashal dalam fiqih muamalat adalah pembicaraan panjang mengenai konsep ijaroh. Ijârah adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?). Ijârah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaannya dengan jual-beli biasa ialah bahwa obyek akad (yang dibeli) dalam ijârah ? berupa jasa. 

Diantara fashal dalam fiqih muamalat adalah pembicaraan panjang mengenai konsep ijaroh. Ijârah adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?). Ijârah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaannya dengan jual-beli biasa ialah bahwa obyek akad (yang dibeli) dalam ijârah tidak berupa barang melainkan berupa manfaat, baik manfaat barang maupun manfaat orang (manfaat yang lahir dari pekerjaan orang yang dibahasakan sekarang dengan jual jasa).

Sedangkan `Iwâdl atau imbalan atas manfaat itu disebut ujrah, yang menjual disebut mu’jir/ajîr, dan yang membeli disebut musta’jir.

Dengan mencermati unsur-unsur ijârah tersebut, kita dapat memastikan bahwa akad kerjasama antara perusahaan dan buruh atau antara majikan dan karyawan (? ? ?) merupakan bagian dari-padanya, yakni termasuk akad ijârah. Majikan sebagai musta’jir dan karyawan/buruh sebagai ajîr. Akad kerjasama tersebut sah sepanjang memenuhi syarat-syarat yang mengacu pada prinsip-prinsip akad dianataranya yaitu;

Konsep Buruh dalam Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Buruh dalam Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Buruh dalam Fiqih

Pertama, bahwa hukum asal dalam persoalan muamalat adalah ibâhah (? ? ? ?). Dengan demikian, untuk membolehkan suatu praktek mumalat tidak perlu mencari dalil yang membolehkannya, karena yang terpenting adalah adanya keyakinan bahwa tidak ada dalil yang melarang. Kaidah mengatakan (? ? ? ? ?) persoalan-persoalan muamalat itu longgar sampai ada dalil yang melarang.

Kedua, Fiqih muamalat dibangun di atas prinsip -prinsip umum (? ?) seperti keadilan, kesetaraan, musyawarah, dan tolong-menolong. Ketiga, persoalan muamalat lebih menitik-beratkan pada substansi dan hakikat daripada bungkus dan format (? ? ? ? ? ?).

Keempat, fiqih muamalat dibangun di atas dasar memperhatikan `illat dan maslahat (? ? ?).

Fans Gus Dur

Oleh karena mua’amalah selalu mengandaikan keterlibatan anktif dua belah pihak, maka dipersyaratkanlah sebuah ikatan dalam hubungan keduanya, itulah yang dalam fiqih disebut dengan fiqih `uqûd, yaitu fikih yang mengatur persoalan akad, kontrak atau perjanjian, seperti jual-beli, sewa, dan gadai.

Secara garis besar akad ada dua macam 1) Akad tabarru`, yaitu akad dimana salah satu pihak memberi tanpa menerima dari pihak lain. Dan 2) Akad mu`âwadlah, yaitu akad dimana masing-masing dari kedua belah pihak menerima sesuatu sebagai imbalan atas apa yang ia berikan (? ? ? ? ? ? ? ? ?).

Di bawah akad muadadlah inilah bernaung peraturan (kontrak) kerja antara seorang buruh dengan perusahaannya. Akad ini bisa dianggap sah apabila memenuhi beberapa syarat: 1) Kerelaan kedua belah pihak (?). 2) Tidak mengandung riba. 3) Tidak mengandung gharar. 4) Tidak mengandung dharar (mara bahaya).

Fans Gus Dur

Dan prinsip kelima,  Tidak ada pemerasan (? ?).

Demikianlah fiqih mengatur urusan antara pekerja dan perusahaan yang mensyaratkan adanya beberapa prinsip utama yang menghindarkan kedua belah pihak dari kerugian. Baik kerugian moril (kebebasan) maupun materiil (gaji dll).

Sesungguhnya bukanlah hal yang sulit menjalin hubungan yang baik antar pengusaha dan pekerja, karena pada dasarnya kelima prinsip fiqih muamalah di atas merupakan penerapan dari nilai-nilai kemanusiaan. Namun, mengatasi keterangan di atas adalah sebuah hadits riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

 ? ? ? : ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?

 Allah Ta’ala berfirman: tiga orang yang menjadi musuhku di hari kiamat nanti. Orang yang bersumpah atas nama-Ku kemudian berkhianat, orang yang menjual manusia merdeka kemudia ia memakan uangnya, dan orrang yang memperkerjakan buruh, lalu setelah buruh bekerja tidak diberikan upahnya. 

(red. Ulil H/ sumber: Hasil Bahtsul Masail LBM PBNU di Pesantren Pandanaran Juli 2013)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Nahdlatul, Humor Islam Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War

Tangerang, Fans Gus Dur. Komandan Kodim 0506 Tangerang Letkol Inf Irhamni Zainal menyampaikan bahwa Banser harus paham tentang proxy war. Ia menjelaskan bahwa proxy war merupakan perang masa kini dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau komponen lainnya untuk berperang melalui aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan aspek lainnya.

Hal tersebut pada pembekalan Diklatsar Banser Kabupaten Tangerang di Markas Kodim 0506 Tangerang pada Senin (01/06).

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim: Banser Harus Paham Proxy War (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim: Banser Harus Paham Proxy War

Menurutnya seiring perkembangan teknologi, karakteristik perang mengalami pergeseran. Perang tidak lagi banyak dilakukan secara fisik. Salah satu bentuk perang yang sedang dan masih akan terus berlangsung adalah perang proxy.

Fans Gus Dur

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Letaknya pada garis khatulistiwa menjadikan Indonesia memiliki iklim yang baik untuk bercocok tanam sepanjang tahun. Indonesia juga kaya akan sumur-sumur minyak, gas, dan simpanan batubara.?

"Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan, dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan," ucapnya.

Fans Gus Dur

Untuk itu ia mengingatkan Banser tentang pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan ideologi yang berkembang di masyarakat.

”Kelompok-kelompok tersebut seringkali muncul dan bermetaforfosis dalam berbagai bentuk organisasi masyarakat yang mengusung misi-misi tertentu yang cenderung mengancam keutuhan dan kedaulatan bangsa,” tambahnya.

Sementara Khoirun Huda selaku Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa kegiatan Diklatsar Banser ini dilakukan secara rutin dalam rangka menyiapkan kader-kader muda NU untuk menjadi benteng ulama dan bangsa. Selain itu kegiatan ini juga momentum memperingati hari lahirnya Pancasila.?

Huda menyampaikan bahwa Pancasila sebagai falsafah dan ideologi dasar negara adalah warisan para pendiri bangsa yang harus dijaga dari gempuran ideologi-ideologi baru.?

“Saat ini banyak kelompok yang mencoba menggugat dan merongrong Pancasila lantas berupaya menggantikanya dengan ideologi yang berbeda, Banser dan Ansor sebagai bagian anak bangsa mempunyai tugas untuk terus mempertahankanya,” tuturnya.

Ketua GP Ansor Banten H Ahmad Imron yang juga hadir pada acara tersebut menambahkan bahwa baginya menjaga NKRI itu sama pentingnya menjaga Islam. Bahkan pada satu titik menjaga NKRI itu bisa jadi lebih penting karena menurutnya kemanan negara itu menjadi prasyarat untuk keamanan beragama.?

Ia mencontohkan betapa orang akan kesulitan menjalankan ibadah ketika negara dalam keadaan kacau atau bahkan perang.?

Kegiatan Diklatsar Banser yang digelar selama 4 hari ? tersebut setidaknya diikuti oleh seratus kader Banser dan rencananya ditutup pada hari Selasa (02/06). Adapun acara penutupan dilaksanakan di Pesantren Darul Archam, Rajeg. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Amalan Fans Gus Dur

Pemudik Didorong Kembali ke Khittah Ajaran Kiai di Kampung

Jakarta, Fans Gus Dur. Setiap tahun sejak 2010 lalu hingga 2017 tahun ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulam (PBNU) menyelenggarakan program mudik gratis bagi para warga NU atau Nahdliyin. Program yang digawangi oleh Lembag Takmir Masjid (LTM) PBNU ini mendorong pemudik agar lebih mempererat tali silaturrahim dengan para kiai di kampung.

Pemudik Didorong Kembali ke Khittah Ajaran Kiai di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemudik Didorong Kembali ke Khittah Ajaran Kiai di Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemudik Didorong Kembali ke Khittah Ajaran Kiai di Kampung

Misi dan substansi mudik gratis oleh NU tersebut dijelaskan oleh Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Shobirin, Jumat (2/6) saat ditemui Fans Gus Dur di Kantor LTM Jakarta Pusat. Ali Shobirin mendorong para pemudik agar kembali kepada ajaran kiai di kampung masing-masing.

“Hal ini penting mengingat tiap hari di kota, mereka sibuk menggali ajaran agama dari internet, bahkan tidak jarang yang mengikuti tokoh-tokoh tertentu yang cenderung berseberangan dengan misi ajaran agama yang baik dan benar,” ujar penulis buku Teknologi Ruh ini.

Kata dia, menjaga silaturrahim di antara para guru, keluarga, dan saudara mempunyai peran yang sangat penting di tengah era media sosial yang kecenderungannya kerap menimbulkan sentimen dan keributan.

Tak hanya menyambangi sanak famili yang masih hidup, imbuh Ali Shobirin, mengunjungi keluarga dan para orang tua yang telah meninggal juga sama pentingnya. Sebab, tradisi religius ini mampu menghadirkan dan mewujudkan kuatnya silaturrahim.

Fans Gus Dur

Tahun 2017 ini, panitia menyediakan total 2400 kursi atau sekitar 40 bus menuju ke sejumlah kota di Indonesia yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta beberapa kota di Lampung.

Fans Gus Dur

(Baca: Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017)

Pendaftaran mudik gratis ini dibuka pada Sabtu (3/6/2017) besok di halaman Gedung PBNU Jakarta. Adapaun penukaran formulir dengan tiket dilakukan pada 10 Juni 2017, sedangkan pemberangkatan mudik dilaksanakan pada Ahad, 18 Juni 2017. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional

Pati, Fans Gus Dur. Gagasan dan ide bernas KH MA Sahal Mahfudh dalam konteks hukum Islam, perlu diupayakan penggalian warisan pemikirannya. Fiqh Sosial, demikian istilah Kiai Sahal, layak dijadikan alternatif hukum Islam Internasional. Ulama dunia patut merujuk pemikiran Rais Aam PBNU tiga periode ini.

Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam peluncuran dan bedah buku yang digelar Fiqh Sosial Institute (FISI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) dalam rangka Haul ke-1 Almaghfurlah Mbah Sahal, Kamis (15/01/15) siang.

Bedah buku “Metodologi Fiqh Sosial: dari Qouli menuju Manhaji” yang dihelat di Auditorium STAIMAFA ini menghadirkan dua narasumber: KH Ishomuddin, M.Ag dan Syafiq Hasyim, Ph.D. Buku tersebut merupakan hasil riset para peneliti FISI STAIMAFA. Publikasi buku ini melengkapi buku sebelumnya berjudul “Epistemologi Fiqh Sosial Kiai Sahal” yang dieditori Munawir Aziz.

Fans Gus Dur

Ketua STAIMAFA sekaligus Pengasuh Pesantren Maslakul Huda KH Abdul Ghoffar Rozien (Gus Rozien) menyatakan bahwa Fiqh Sosial Institute dirancang untuk menggali, mengembangkan, dan mengaplikasikan ide-ide yang pernah direfleksikan Kiai Sahal. Oleh karenanya, kajian-kajian fiqh sosial harus diteruskan dengan publikasi dan diskusi intensif.

Fans Gus Dur

“Bukan berarti ide tersebut sudah sempurna, justru dengan menggali dan mendiskusikannya, akan ditemukan metodologi yang terstruktur. Kami, dari STAIMAFA sangat mendukung kerja pemikiran ini. Semoga akan terus berlanjut dengan publikasi dan diseminasi ide yang lebih cerdas dan strategis,” harap Gus Rozien.

Sementara itu, KH Ishomuddin menegaskan bahwa Kiai Sahal memiliki pemikiran yang cerdas, bahkan menggunakan ushul fiqh untuk tema-tema kontekstual. Kiai Ishom, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Kiai Sahal cerdas karena mampu membedakan mana yang ushul, mana yang furu’.

“Kiai Sahal memiliki pemahaman yang cerdas, baik tentang hukum Islam maupun pemberdayaan sosial. Suatu ketika, Kiai Sahal menjelaskan hubungan antara NU dan politik. Menurut beliau, NU dan partai politik tidak ada hubungan. Akan tetapi, warga NU sebagai warga negara memiliki hak untuk dipilih dan memilih,“ terang Rais Syuriah PBNU ini.

Senada dengan Kiai Ishom, Syafiq Hasyim menyatakan bahwa Kiai Sahal itu cerdas dalam menggunakan dalil serta mampu melihat konteks secara jernih. “Kiai Sahal ini tipikal pemikir multitalenta. Saya mengikuti pemikiran beliau, sejak bertemu di P3M Jakarta, dengan para aktivis sosial Indonesia. Kiai Sahal, bersama Gus Dur, Dawam Rahardjo dan beberapa pemikir lainnya mengagas program pemberdayaan sosial untuk pesantren,” terang Syafiq.

Lulusan Freie University, Berlin Jerman ini mengagumi Kiai Sahal lantaran memiliki pemikiran cemerlang. Seharusnya, dapat menjadi alternatif hukum Islam internasional. “Tema-tema fiqh sosial harus dipublikasi di berbagai jurnal dan forum-forum internasional. Gagasan Kiai Sahal harus menjadi alternatif pemikiran ulama dunia,” tegas mantan Rais Syuriah PCI NU Jerman ini.

Ke depan, Fiqh Sosial Institute berencana akan memberi award dan beasiswa riset bagi para peneliti yang serius menggali pemikiran dan konsep gagasan Kiai Sahal Mahfudh tersebut. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Amalan Fans Gus Dur

Kamis, 09 November 2017

Dasa Dharma Pramuka Merevolusi Mental dan Mengawal Kebhinnekaan

? Bangka Tengah, Fans Gus Dur. Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Kegiatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) III 2017 merupakan upaya dalam menyukseskan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) serta momentum untuk membumikan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dalam mengawal kebhinnekaan.

Menurut Lukman, momentum PPMN 2017 bisa dimanfaatkan dalam rangka membangun generasi muda yang inklusif, toleran, berintegritas, disiplin, produktif, inovatif, kreatif, terampil dan berkarakter. Hal ini sampaikan saat sambutan acara pembukaan PPMN ke-3 di Bumi Perkemahan Pramuka Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Selasa lalu.

Dasa Dharma Pramuka Merevolusi Mental dan Mengawal Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasa Dharma Pramuka Merevolusi Mental dan Mengawal Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasa Dharma Pramuka Merevolusi Mental dan Mengawal Kebhinnekaan

Dalam penghayatan Dasa Dharma, Lukman menyampaikan 10 pandangan hidup yang sangat fundamental yang merupakan intisari pokok dari Dasa Dharma itu sendiri, yaitu keimanan, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi, solidaritas, keterampilan, kebersahajaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.

“Saya Berharap melalui PPMN ini, Siswa-siswi Madrasah mendapatkan pengalaman, pendidikan dan pelatihan yang bermanfaat dalam pengembangan kepribadian dan bakat kepemimpinan. Sehingga Gerakan Pramuka di madrasah dapat menjadi ‘Kawah Candradimuka’ kepemimpinan nasional,” ujar Menag.

Menteri Agama juga berharap para peserta PPMN 2017 yang berasal dari 34 provinsi seluruh Indonesia dapat menjadi pelopor kebhinnekaan dan kemajemukan di Indonesia. Sehingga siswa-siswi madrasah tumbuh menjadi pemimpin bangsa yang kompeten, profesional, kreatif, terampil dan berkarakter. ?

Fans Gus Dur

Melihat tantangan zaman yang terus berubah, Lukman juga berpesan kepada para kakak pembina agar melakukan inovasi pola pendidikan dan pelatihan kepramukaan dalam konteks kekinian. Tak lupa Menteri Agama Lukman Hakim memberi apsresiasi dan terima kasih kepada para Kakak Pembina Pramuka Madrasah yang telah peran aktif dalam mensukseskan kegiatan ini.

“Apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para Kakak Pembina Pramuka Madrasah yang telah mengambil peran aktif dalam membina, mengasah dan menanamkan nilai dan karakter unggul Dasa Dharma pramuka kepada adik-adik peserta, para anak muda harapan bangsa, melalui sebuah gerakan pramuka di madrasah,” papar Lukman. (Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Amalan, Kyai Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock