Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Pringsewu, Fans Gus Dur. Dalam rangka mewujudkan organisasi yang berkualitas serta meningkatkan motivasi pengurus untuk terus berkhidmah di NU, PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Lomba MWCNU dan Ranting NU Sehat Se-Kabupaten Pringsewu.

Setelah dilakukan Proses Penilaian oleh Tim Khusus terhadap 9 MWC dan 131 Ranting selama lebih kurang 3 bulan, para pemenang lomba diumumkan pada Kamis (19/1) dibarengkan dengan Pringatan Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu di Gedung NU setempat.

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

"Ada tiga MWC dan tiga Ranting dari setiap Kecamatan yang kita pilih sebagai Juara. Dan mereka berhak mendapatkan Thropi, Hadiah serta dana Pembinaan dari PCNU Pringsewu," Jelas Ketua Tanfidziyyah H. Taufiqurrohim disela-sela pengumuman lomba tersebut.

Mas Tas Taufik, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa dana untuk pembinaan pemenang lomba tersebut mencapai 39 juta. "Kita berharap kedepan Jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu terus meningkatkan kualitas organisasi dan pengurus akan lebih serius lagi dalam mengurus ummat," harapnya.

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan pula bahwa beberapa indikator Tim penilai dalam memberikan nilai antara lain adalah ketertiban administrasi, kuantitas dan kualitas realisasi program kerja dan kelengkapan organisasi. Setelah penilaian dengan langsung terjun ke daerah tersebut dilaksanakan akhirnya terpilih MWC NU Kecamatan Adiluwih menjadi Juara I Lomba tingkat Kecamatan. Untuk Juara II diraih oleh MWC NU Pringsewu dan Juara III diraih oleh MWC NU Pagelaran.

Selain itu Tim Penilai juga memberikan penghargaan kepada beberapa MWC yang menonjol dalam kategori tertentu. Diantara Kategori tersebut adalah Kelengkapan Badan Otonom dan Lembaga, Keaktifan Lembaga Pendidikan Maarif, Kekompakan dengan Banom dan beberapa kategori lain.

Sementara untuk Pemenang Lomba Ranting NU Sehat sebagai berikut: Kecamatan Adiluwih. Juara I Ranting NU Bandung Baru, Juara II Ranting NU Tri Tunggal Mulyo dan Juara III Ranting NU Srikaton. Kecamatan Pringsewu. Juara I Ranting NU Fajar Agung Barat, Juara II Ranting NU Fajaresuk dan Juara III Ranting NU Margakaya.

Kecamatan Pagelaran. Juara I Ranting NU Sumberejo , Juara II Ranting NU Patoman dan Juara III Ranting NU Tanjung Dalam. Kecamatan Ambarawa. Juara I Ranting NU Jati Agung , Juara II Ranting NU Ambarawa dan Juara III Ranting NU Sumberagung . Kecamatan Banyumas . Juara I Ranting NU Mulyorejo , Juara II Ranting NU Banyumas dan Juara III Ranting NU Sri Rahayu.

Fans Gus Dur

Kecamatan Pagelaran Utara. Juara I Ranting NU  Margosari, Juara II Ranting NU Gunung Raya  dan Juara III Ranting NU Fajar Mulya. Kecamatan Gading Rejo . Juara I Ranting NU Tegalsari, Juara II Ranting NU Klaten dan Juara III Ranting NU Gadingrejo.

Kecamatan Pardasuka. Juara I Ranting NU Pujodadi, Juara II Ranting NU Rantau Tijang  dan Juara III Ranting NU Pardasuka. Kecamatan Sukoharjo . Juara I Ranting NU Waringin Sari Barat, Juara II Ranting NU  Panggungrrjo Utara dan Juara III Ranting NU Siliwangi.

Hadiah bagi Pemenang MWC NU Sehat diserahkan langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi didampingi oleh Jajaran Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyyah PCNU Pringsewu. Sementara untuk Lomba Ranting NU Sehat penyerahan diberikan oleh setiap Ketua MWC masing-masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Internasional, Nahdlatul Fans Gus Dur

Senin, 26 Februari 2018

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua Badan Nasional Penanggunlangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menilai, keluarga memiliki peran yang strategis dalam mencegah dan mengurangi tindakan radikalisme. Baginya, pada dasarnya radikalisme itu tidak bisa dideteksi karena itu adalah ideologi. Namun demikian, kalau setiap orang waspada, maka radikalisme bisa diidentifikasi.

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

“Biasanya guyub, terus tidak pernah keluar rumah dan terus-terusan berada di depan komputer. Ini juga harus kita waspadai,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia di Auditorium Gedung PPSDM Jakarta, Sabtu (22/7) sore.

Target-target terorisme, jelas Suhardi, adalah tempat-tempat yang ramai seperti swalayan, terminal, dan tempat kerumunan orang. Baginya, diantara suksesnya aksi teror adalah karena kewaspadaan orang-orang masih kurang.

“Seharusnya kita menguatkan kewaspadaan kita. Misalnya ada orang yang menerobos prosedur untuk diperiksa saat memasuki suatu tempat seperti bandara, gedung, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menceritakan, paham-paham radikalisme sudah masuk di dunia perkuliahan. Bahkan ada pejabat kampus seperti Dekan dan akan diangkat menjadi Rektor menjadi simpatisan daripada ISIS.

Fans Gus Dur

“Kemudian saya laporkan ke Menristek, kemudian dicopot setelah ditelusuri betul bahwa memang ada hubungannya dengan ISIS,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat markas mereka untuk wilayah Asia Tenggara. Namun karena pemerintah bergerak cepat dan tegas, maka mereka bergeser ke wilayah Filipinan.

“Poso pernah mau dijadikan pusat ISIS di Asia Tenggara, tapi karena polisi dan TNI kuat maka mereka bergerak ke Filipina Selatan, Marawi,” ungkapnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Fans Gus Dur

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Budaya, Doa Fans Gus Dur

Minggu, 25 Februari 2018

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim

Lombok Timur, Fans Gus Dur. Untuk kedua kalinya TGH Khudri Abdullah dipercaya sebagai Rais Syuriyah ? PCNU Lombok Timur dan H Imran Fauzi Haetami sebagai Ketua PCNU Lotim. Keduanya dipilih dalam konfrensi cabang di pesantren Riyadul Falah, Aik Prapa kecamatan Aikmel Lombok Timur, Sabtu (8/2).

H Imran Fauzi Haetami mendapat dukungan dari 14 MWCNU dan dukungan dari lembaga dan badan otonom NU.

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim (Sumber Gambar : Nu Online)
TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim (Sumber Gambar : Nu Online)

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim

Dalam proses pemilihan, sebanyak enam utusan MWC tidak hadir. Sementara Menteri PDT Helmi Faishal Zaini urung hadir dalam konfercab karena mengunjungi sebuah perguruan tinggi swasta di desa Gapuk kecamatan Suralaga. Ketidakhadirannya mengecewakan ribuan warga NU di Lotim.

Fans Gus Dur

Konfrensi ini kemudian membentuk formatur yang diserahi amanah untuk menyempurnakan kepengurusan PCNU Lotim periode 2014-2019. Hasilnya akan dilaporkan kepada PWNU NTB dan PBNU di Jakarta untuk segera disahkan. (M Darma Santosa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Budaya, Kajian Fans Gus Dur

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim

Waykanan, Lampung. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Banjit kabupaten Waykanan, Selasa (4/11), memberikan santunan kepada 74 anak yatim piatu di daerah setempat. Penyerahan sumbangan yang bertema “Kita Susun Hati Yang Sama Lewat Cahaya Alim Ulama, Santuni Yatim Hindari Dusta Agama” ini, dihadiri sedikitnta 2.000 warga.

"Rencananya yang mau diberikan kepada anak yatim piatu sebesar Rp 8 juta, namun hanya terkumpul Rp7 juta sekian. Sumbangan dari berbagai pihak," ujar Ketua MWCNU Banjit Paimo di Banjit, sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung.

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim

Menurut Paimo, panitia menyediakan 1.300 kursi. Namun tidak semua hadirin mendapat tempat duduk. Pada kesempatan ini, Paimo meminta maaf karena masih adanya anak yatim piatu di tiga kampung yang belum bisa dijangkau untuk disantuni.

Fans Gus Dur

"Kami mengumpulkan dana dari pengurus ranting, dan donatur dari berbagai tempat. Tapi maaf, ada tiga kampung di seberang sungai Way Besay yang belum bisa kami sentuh. Mohon doa dan dukungan agar tahun depan kami bisa menjalankan kegiatan sama dan bisa menjangkau seluruh kampung yang ada di Banjit," ujar Paimo.

Santunan yatim diselenggarakan di halaman MTs dan MA Guppi asuhan KH Sugeng Utomo.

Fans Gus Dur

"Saya mengapresiasi kegiatan dilakukan MWCNU Kecamatan Banjit," ujar Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda.

Pada kegiatan itu, panitia menggalang dana dari para hadirin. Pada kesempatan itu, terkumpul infaq sebesar Rp 4 juta lebih dari warga Nahdliyin yang menghadiri acara bakti sosial ini. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Pesantren, Kajian Islam Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh

Jakarta, Fans Gus Dur

Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Nahdlatul Ulama (DPP K Sarbumusi NU) menilai Pemerintah Republik Indonesia perlu segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Fasilitas Kesejahteraan Buruh sehubungan tafsir atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang beragam oleh perusahaan.

"Persoalan sangat mendasar dan menjadi amanat dari undang-undang tersebut sampai hari ini belum dituangkan dalam bentuk PP. Sehingga setiap perusahaan menafsirkan sendiri-sendiri apa yang menjadi fasilitas kesejateraan bagi pekerja diperusahaan," ujar Presiden DPP K Sarbumusi NU, Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Jumat (7/10).

Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh

Berkaitan dengan itu, ujar Syaiful didampingi Wakil Presiden Hubungan Dalam Negeri Sukitman Sudjatmiko, DPP K Sarbumusi NU menuntut tiga hal pada pemerintah.

"Pertama, Presiden Republik Indonesia untuk memperbaiki kondisi dan kehidupan yang layak bagi buruh seluruh Indonesia. Kedua, Presiden Republik Indonesia untuk segera mengeluarkan PP tentang Fasilitas Kesejahteraan Bagi Buruh. Ketiga, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk meningkatkan Pengawasan dan menegakan aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Syaiful.

Fans Gus Dur

Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan sebagaimana pasal 100 ayat 1 menjelaskan: Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja/buruh dan keluarganya, pengusaha wajib menyediakan fasilitas kesejahteraan.

Kewajiban untuk menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi pengusaha tersebut ditegaskan sesuai dengan kemampuan perusahaan sebagaimana di ayat 2: Penyediaan fasilitas kesejahteraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan pekerja/buruh dan ukuran kemampuan perusahaan.

Mekanisme dan ketentuan lebih lanjut tentang fasilitas kesejahteraan tersebut harus diatur dalam PP sebagaimana amanat ayat 3: Ketentuan mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan sesuai dengan kebutuhan pekerja/buruh dan ukuran kemampuan perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Segala bentuk aturan dalam lingkup ketenagakerjaan salah satunya bertujuaan untuk mensejahterakan pekerja/buruh. Kesejahteraan merupakan perwujudan dari terpenuhinya hak normatif atau hak dasar serta kewajiban pada pekerja/buruh, pengaturan kesejahteraan terdapat pada pasal 99, pasal 100 dan pasal 101 Undang-undang Ketenagakerjaan bab X bagian ketiga yaitu mengenai kesejahteraan.

Bahasan tersebut akan membahas salah satu pasal yaitu tentang pengaturan mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan untuk pekerja/buruh terkait dengan pasal 100 Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Fans Gus Dur

"Berdasarkan pasal tersebut, kami menilai terjadi ketidakpastian hukum atau ketidakjelasan, di mana pada ayat (1) dikatakan pengusaha wajib menyediakan fasilitas kesejahteraan serta pada ayat (3) dikatakan bahwa mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan tersebut diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah," paparnya.

Namun peraturan pemerintah yang dimaksud pada ayat (3) tersebut dari mulai dibentuknya Undang-undang Ketenagakerjaan pada tahun 2003 sampai saat ini tahun 2016 masih belum dibentuk, sehingga secara tidak langsung peraturan tersebut dapat dikatakan hanya sebatas wacana tanpa adanya paksaan.

Hal tersebut, lanjutnya, menyebabkan pula tidak berjalannya sifat mengikat dan memaksa pada peraturan tersebut, karena bentuk pelimpahan aturan mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan serta kemampuan perusahaan tidak terdapat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut.

Selain itu , juga tidak dicantumkannya sanksi (baik administrasi maupun pidana) pada bagian bab XVI mengenai ketentuan pidana dan sanksi administratif, apabila terdapat perusahaan tidak menjalankan peraturan sesuai pasal 100 Undang-undang Ketenagakerjaan tersebut mengenai penyediaan fasilitas kesejahteraan untuk pekerja/buruh.

"Dengan demikian, sudah semestinya Indonesia memiliki Peraturan Pemerintah tentang Fasilitas Kesejahteraan Buruh," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Budaya Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

Jombang, Fans Gus Dur. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur sedang mempersiapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja tingkat Jawa Timur.

"Kegiatan ini dalam mata rangkai menyambut Isra Miraj dan hari lahir NU yang ke-89," kata Abdurrouf, Kamis (23/4). Ketua panitia kegiatan yang bertema “Penguatan peran pondok pesantren sebagai benteng pertahanan Islam ala Aswaja dan NKRI” ini akan berlangsung 8 Mei mendatang dan dipusatkan di Pesantren Tebuireng.

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tebuireng Siapkan Olimpiade Nahwu dan Aswaja se-Jatim

"Seperti diketahui, IPNU merupakan salah satu pilar penyangga pembinaan? generasi bangsa yang bertaqwa, berilmu, berkarya, serta memiliki kedudukan yang strategis sebagai wahana kaderisasi putra dan putri Nahlatul Ulama," kata Ketua PK IPNU Tebuireng, M. Iqbal Abdurrouf.

Fans Gus Dur

Dengan kegiatan ini diharapkan akan lahir insan yang bermutu di kalangan generasi muda, khususnya dari? IPNU. "Generasi muda merupakan aset terbesar yang dimiliki bangsa dan negara, karenanya upaya menjadikan mereka terutama pelajar NU sebagai penerus yang mampu mengembangkan bakat, berdedikasi tinggi, dan memiliki komitmen untuk memperjuangkan perjuangan harus menjadi prioritas dan mendapat perhatian dari semua pihak," tandasnya.

Fans Gus Dur

Kegiatan juga didedikasikan agar mampu mewujudkan cita-cita IPNU sebagai media dan pelopor dalam setiap aktifitas yang berorientasi keilmuan dalam usaha meningkatkan kualitas? kader. "Juga terjalinnya silaturahim antara pelajar dan santri dengan IPNU," katanya.

Abdurrouf menandaskan bahwa kegiatan akan berisi lomba atau olimpiade dan pengajian umum. Olimpiade dilangsungkan Jumat pagi hingga selesai. "Sedangkan pengajian umum yang menghadirkan KH Ilyas sekaligus pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan malam hari," terangnya.

Panitia sangat terbuka menerima pendaftaran bagi kepengurusan IPNU di sejumlah madrasah dan sekolah, termasuk pesantren. "Silakan mendaftar dan mengisi formulir yang telah disediakan panitia," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Halaqoh, Budaya Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan

Malam itu, Rabu (19/7), warga Nahdliyin di Desa Timbangreja Kecamatan Lebasiu Kabupaten Tegal menunggu awal datangnya bulan Ramadhan dari hasil sidang Itsbat dari pemerintah melalui Kementrian ? Agama. Ada tradisi yang sudah disiapkan oleh warga sambut jelang Ramadhan, unggah-unggahan.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia unggah-unggahan artinya kenaikan. Bentuk dari tradisi ini adalah warga desa yang mayoritas warga Nahdliyin memberikan sedekah dengan mengadakan selamatan kirim doa. Mereka membawa makanan seadanya dan menurut kemampuan setiap warga.?

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan

Makanan yang disediakan oleh warga ada dua macam yaitu makanan yang akan di bagikan dan makanan yang akan di makan bersama-sama setelah selamatan. Sebelum makan dibagi atau dimakan bersama ? tersebut dikumpulkan dimusholla atau Masjid terdekat, dan semua warga berkumpul .?

Fans Gus Dur

Salah satu warga, Ustadz Mahmuludin (37) menuturkan, unggah-unggahan merupakan tradisi yang dilakukan oleh setiap warga dua hari jelang Ramadhan dan tidak dilakukan bulan-bulan lain seolah-olah menjadi amalan wajib sambut datangnya bulan Ramadhan.

“Saya pernah diceritai oleh kiai Rahmat (Alm.) yang merupakan kiai sepuh zaman dulu yang juga merupakan penggiat NU, bahwa tardisi unggah-unggahan diharapakan kualitas hidup kita mengalami kenaikan, dan bulan ramadhan itu merupakan sarana untuk ? menaikan kualitas hidup, diantaranya kualitas hidup bermasyarakat dan meningkatkan iman,” jelas Mahmul .

Fans Gus Dur

Kiai Rahmat juga menafsirkan, lanjut Mahmul, tentang makan bersama setelah selamatan , merupakan kebersamaan karena tidak masuk akal kalau sudah kumpul bersama kemudian makan bersama dalam satu nampan secara bersama-sama kemudian menjadikan ? saling membenci, yang ada adalah rasa bungah (senang) .?

Mahmul , yang ditemui Rabu (18/7) malam setelah mengikuti taradisi unggah-unggahan juga menggangap bahwa tradisi semacam itu tidak buruk dan patut dilaksanakan karena tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. “Justru disinilah simbol kerukukan umat akan terpelihara dengan baik," tururnya.

Selian Mahmuludin, salah satu tokoh terkemuka Ustadz Khambali menambahkan , unggah-unggahan merupakan bentuk silaturahmi antar umat manusia yang disebut dengan hablum minanas dan unsure lain dari unggah-unggahan terdapat juga hablum minallah dengan berkirim doa dan memuja Gusti Allah.?

“Unggah-unggahan dalam doa tersebut merupakan bentuk berterima kasih kepada orang-orang terdahulu yang telah membawa Islam sehingga sampai kepada umat yang ada sekarang ini," katanya?

Pada zaman dulu, lanjut Ustadz Khambali, makanan yang disajikan dlam unggaha-unggahan adalah jenis kue apem yang kalau istilahkan dengan menggunakan bahsa Arab itu Afuwun artinya minta maaf dan saling memaafkan, jadi isi dari unggah-unggahan tersebut adalah serentetan kegiatan untuk menyambut bulan suci agar jiwa kita juga bersih atau suci .?

“Jadi diawali dengan batin yang suci dan diakhir ramadhan ? kita juga akan menjumpai hari raya idul fitri dengan fitrah yang suci, dengan demikian akan semakin kualitas hidup kita," tutur Rois Syuriah PR. NU Desa Timbangreja . ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Budaya Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga

Solo, Fans Gus Dur. Siswa Sekolah Dasar Ta’mirul Islam Surakarta memanggungkan lakon dakwah Sunan Kalijaga mulai dari bimbingan dari Sunan Bonang hingga menciptakan model dakwah Islam melalui kesenian dan sejumlah tembang. Pementasan ini digelar dalam rangka pelepasan siswa kelas VI SD Ta’mirul Islam di GOR Manahan Surakarta, Ahad (22/6).

Menurut sekretaris panitia akhirussanah Udin, pementasan drama ini melibatkan sebanyak 95 anak. “Pada lakon drama ini, kami ingin mengenalkan kisah Sunan Kalijaga kepada para siswa, sekaligus juga menyelipkan pesan moral tentang seni dan dakwah,” terang Udin.

Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Ta’mirul Islam Pentaskan Lakon Sunan Kalijaga

Nilai-nilai seperti ini penting mengingat ajaran dakwah Islam perlu disampaikan dengan penuh kedamaian. Udin menambahkan, selain pentas drama, juga ditampilkan sejumlah kesenian di antaranya sholawatan, rebana, gamelan, tari dan musik.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam Slamet menyampaikan hasil perolehan siswa SD Ta’mirul Islam dalam Ujian Sekolah (US) 2014.

Fans Gus Dur

“Alhamdulillah, siswa kelas VI SD Ta’mirul Islam yang berjumlah 174 siswa, berhasil meraih peringkat kelima untuk US-SD se-Kota Surakarta,” pungkas Slamet. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Budaya, Khutbah Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

"Sedino Nyantri" Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem

Rembang, Fans Gus Dur. Sedino Nyantri (satu hari nyantri)? merupakan salah satu kegiatan untuk mempererat tali silaturrahim diantara para santri Lasem. Rencananya acara ini akan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Hidayat Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 8 hingga 10 September 2016.

Panitia Pelaksana Ahmad Hasbullah mengatakan, berawal dari obrolan ringan teman-teman pondok pesantren di Lasem akhirnya mencetuskan untuk mengadakan acara ini. Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan rasa silaturrahim para santri.

Sedino Nyantri Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedino Nyantri Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

"Sedino Nyantri" Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem

"Baik silaturrahim antar santri itu sendiri, maupun santri dengan masyarakat. Kita tahu bahwa di Lasem ini banyak sekali pondok pesantren, tentu saja dengan santri yang banyak pula didalamnya," terangnya kepada Fans Gus Dur, Ahad (4/9).

Selain acara sedino nyantri, pihaknya juga merencakan Pameran Foto Arkeologi Lasem dan penampilan Wayang Gagrak Pesisiran Lasem yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (8/9). Dilanjutkan Sedino Nyantri hari Jumat (9/9), sedangkan pada hari Sabtu (10/9) diadakan Srawung Seni Rumah Kapiten yang akan diisi kegiatan batik Lasem dan resik-resik Soditan.

Fans Gus Dur

"Acara Sedino Nyantri ini nantinya akan berlangsung mulai pagi sampai malam. Mulai dari sowan para kiai-kiai Lasem, ngaji kalong, hingga burdahan dan liwetan bareng para santri se-Kecamatan Lasem," ujarnya.

Acara ini terbuka untuk umum, dan bagi para pengunjung dari luar daerah disediakan tempat tinggal bagi yang membutuhkan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi pihak panitia dengan nomor ? telepon 082-136-559-072 atas nama Bowo. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Kyai Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Senin, 11 Desember 2017

RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki

Semarang, Fans Gus Dur. Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah menerima kunjungan dari Pengasuh Pesantren Sulaimaniyyah Turki Ustadz Ali Dede di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/12).

Silaturahim ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan RMINU Jawa Tengah ke Pesantren Sulaimaniyah Turki di Jakarta 2 Desember lalu guna pengembangan pesantren di Jawa Tengah.

RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki

"Kita perlu belajar kepada Pesantren Sulaimaniyah di antaranya pada manajemen tata ruang yang efektif, manajemen lingkungan dan kebersihan berbasis santri, dan tentu saja pada terobosan metode tahfidh-nya (hafalan Al-Quran)," kata Mandzur Labib, Sekretaris PW RMINU Jawa Tengah.

Fans Gus Dur

Pesantren Sulaimaniyah dinilai berhasil menyiasati tata ruang. Dengan jumlah luas tanah yang terbatas, pesantren ini bisa mewujudkan ruang yang berfungsi maksimal. Sulaimaniyah juga mampu menghadirkan sistem kebersihan yg yang baik dengan tetap melibatkan santri sebagaimana umumnya pesantren, bukan tenaga khusus. Sedangkan dalam metode tahfidh, Pesantren Sulaimaniyah memiliki metode khusus "Turki Usmani".

"Kita bisa membuat tata ruang yang efektif dan efesien untuk pesantren yang kita miliki," ungkap Abu Choir, anggota Departemen Pengembangan Ekonomi RMINU Jateng.

Fans Gus Dur

Menurutnya, tata ruang yang sedemikian rupa bisa menghemat biaya dan luas tanah. Sehingga, asumsi bahwa mendirikan pesantren harus memiliki tanah luas bisa bergeser dengan menejemen yang seperti ini.

"Kita juga sedang merencanakan untuk membuat gerakan pesantrenku bersih pesantrenku keren (PBPK)," tambah Abu Choir yang dipercaya RMINU Jateng menjadi ketua program PBPK.

Pengurus RMINU Jateng berharap, jalinan silaturahim yang baik dengan Pesantren Sulaimaniyyah ini akan memperluas kerja sama di sektor lain. Ustadz Ali dengan tangan terbuka menyambut baik berbagai bentuk kerja sama dengan pesantren di bawah naungan RMINU Jateng.

Pesantren Sulaimaniyyah berada di bawah Yayasan Pusat Persatuan Islam di Indonesia atau United Islamic Cultural Center of Indonesia (UICCI). Pesantren Sulaimaniyyah yang berpusat di Turki ini telah memiliki 6000 cabang di dunia. Sementara di Indonesia, pesantren ini mempunyai lebih dari 22 cabang, mulai di Jakarta, Yogjakarta, Medan, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Aceh, Klaten, Sukabumi, Temanggung, dan Pangkalan Bun. (Zulfa/Mahbib)

?

Foto: Ustadz Ali Dede (dua dari kiri) berada di tengah pengurus RMINU Jateng

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Olahraga Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar

Bondowoso,Fans Gus Dur

Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur akan memperingati Hari Toleransi. Sallah satunya dengan nonton bareng (nobar) film "Cahaya Timur, Kota Teror”. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Akademi Komunitas Negeri pada Rabu 16 November 2016.

Kordinator Jaringan Gusdurian Bondowoso Daris Wibisono Setiawan mengatakan film tersebut berdurasi kurang lebih satu setengah jam.

Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar

Ia menambahkan, nobar tersebut akan melibatkan penonton lintas agama, ormas, organisasi kepemudaan (OKP) delegasi dari OSIS, dan mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Bondowoso.

Fans Gus Dur

“Nanti akan ada hiburannya dari penampilan-penampilan di antaranya ada tari, akustik, dan singo ulung," imbuhnya.

Fans Gus Dur

Ia berharap dari kegiatan tersebut? menumbuhkan semangat menghargai perbedaan, memperluas jaringan semangat GusDurian dan membumikan 9 nilai-nilai Gus Dur. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Pondok Pesantren, Budaya Fans Gus Dur

Sabtu, 02 Desember 2017

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting

Garut, Fans Gus Dur

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU mempersilakan bagi kepengurusan NU di tingkat mana saja untuk mengadakan Pelatihan Penggerak Ranting. Lakpesdam PBNU siap memfasilitasi kegiatan yang menjadi program kerja lembaga yang lahir 7 April 1985 ini.

"Lakpesdam PBNU sangat siap untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan-pelatihan semacam ini. Kemana pun, bahkan walau yang mengundang setingkat MWC (Majelis Wakil Cabang NU) sekalipun kita siap untuk datang. Asalkan waktunya saja yang sesuai," kata Sekretaris Lakpesdam PBNU Marzuki Wahid.

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting

Marzuki menyampaikan hal itu saat mengisi Pelatihan Penggerak Ranting yang digelar Lakpesdam PCNU Garut di Pesantren Al-Fauzaniyah Garut, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (28-29/5). Pelatihan ini diikuti oleh beberapa utusan dari kabupaten/kota terdekat, antara lain Sumedang, Cimahi, dan Bandung.? Semuanya berjumlah 30 peserta.

Fans Gus Dur

Marzuki yang menjadi fasilitator dalam kegiatan ini membawa beberapa trainer (trainer) lainnya antara lain Abdullah Ubed, Kepala Divisi Pemberdayaan Manusia; dan pengurus dan staf lainnya, Tsabit Al-Fauzi dan Rofii.

Fans Gus Dur

Materi yang akan disampaikan dalam kesempatan ini meliputi NU dan Aswaja, Penataan Organisasi Ranting, Pengorganisasian, serta Profil dan Penggerak Ranting.

"Pelatihan ini diselenggarakan atas dasar realita akar permasalahan umat yang sering terjadi di tingkat ranting,” kata Hilwan Faqih, Ketua Lakpesdam NU Garut yang juga penyelenggara pelatihan ini.

Ketika rantingnya kuat, otomatis NU secara kesuluruhan pun akan kuat. Apalah artinya cabang banyak kegiatan, tetapi rantingnya minim kegiatan, tambahnya.

Seluruh peserta tampak sangat antusias atas diselenggarakan pelatihan ini. Mereka berharap sepulang dari pelatihan ini dapat mampu menjadi trainer-trainer yang hebat, yang bisa memfasilitasi kepada ranting-ranting di daerahnya tentang pemahaman akan Aswaja dan NU.

"Terima kasih atas terselenggaranya pelatihan penggerak ranting ini. Banyak ilmu serta pengalaman yang baru, di samping kita juga bisa sharing dengan fasilitator dan peserta yang lain. Sungguh pelatihan ini sangat bermanfaat," tutur Ramli salah satu peserta pada pelatihan ini. (Syarif Hidayatullah/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Budaya Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Jakarta, Fans Gus Dur. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah Indonesia untuk mensikapi dengan serius atas pembukaan kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford Inggris. PBNU meminta pemerintah Indonesia memprotes keras kepada pemerintah Inggris yang telah memfasilitasi pembukaan kantor tersebut.

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Sikapi Kantor OPM Oxford

Demikian dinyatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis (9/5). Menurut Said, Papua telah final menjadi bagian NKRI. Karenanya Pemerintah harus menunjukkan sikap tegas terhadap upaya-upaya disintegrasi dan dan usaha-usaha yang merongrong kedaulatan dan keutuhan bangsa Indonesia.

"Sudah disepakati di PBB bahwa Papua menjadi bagian mutlak bangsa Indonesia. Dan dalam hal ini Inggris turut menandatangani kesepakatan tersebut. Bila Menteri Luar Negeri sudah melayangkan protes namun belum cukup, maka presiden patut untuk mengambil sikap lebih tegas," tandas Kyai Said. 

Fans Gus Dur

Sebelumnya, Pada Sabtu akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan protes keras dan keberatan atas pembukaan kantor OPM di Oxford Inggris.  

"Dubes RI di London telah menyampaikan posisi pemerintah tersebut kepada pemerintah Inggris dan hal yang sama akan kami sampaikan kepada Kedubes Inggris di Jakarta," kata Menlu Marty Natalegawa.

Fans Gus Dur

Penulis : Syaifullah Amin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

Ini Cara Memasang Aplikasi Android NU Online di HP Anda

Untuk memudahkan pembaca dalam mengakses Fans Gus Dur, beberapa waktu lalu kami telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya:

Aplikasi android Fans Gus Dur versi ke 2 ini dapat didownload melalui menu google play store. Ketik Fans Gus Dur, atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

Setelah didownload, Fans Gus Dur versi android akan tampil sebagai menu tersendiri berupa logo NU yang bisa dengan mudah diakses sewaktu-waktu.

Ini Cara Memasang Aplikasi Android NU Online di HP Anda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Memasang Aplikasi Android NU Online di HP Anda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Memasang Aplikasi Android NU Online di HP Anda

Pada aplikasi android yang baru ini, Fans Gus Dur sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Cara yang sama juga bisa dipakai untuk mengakses Radio NU (radio.nu.or.id) dan mengikuti Pengajian Ramadhan live dari beberapa pesantren. Bagi yang belum mendownload Radio Fans Gus Dur, buka play store, lalu ketik Radio NU. Selanjutnya ikuti perintahnya.

Selain versi android, versi mobile Fans Gus Dur juga sudah diluncurkan sebelumnya. Tanpa harus mendownload versi android, ketika mengetikkan nu.or.id di HP yang terkoneksi dengan internet secara otomatis akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id.? Selanjutnya nikmati versi mobile Fans Gus Dur dengan tampilan yang lebih sederhana. Di bagian bawah juga tersedia pilihan jika ingin kembali ke tampilan utama atau versi dekstop. (*)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Budaya Fans Gus Dur

Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional

Pati, Fans Gus Dur. Gagasan dan ide bernas KH MA Sahal Mahfudh dalam konteks hukum Islam, perlu diupayakan penggalian warisan pemikirannya. Fiqh Sosial, demikian istilah Kiai Sahal, layak dijadikan alternatif hukum Islam Internasional. Ulama dunia patut merujuk pemikiran Rais Aam PBNU tiga periode ini.

Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqh Sosial, Alternatif Hukum Islam Internasional

Kesimpulan tersebut mengemuka dalam peluncuran dan bedah buku yang digelar Fiqh Sosial Institute (FISI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) dalam rangka Haul ke-1 Almaghfurlah Mbah Sahal, Kamis (15/01/15) siang.

Bedah buku “Metodologi Fiqh Sosial: dari Qouli menuju Manhaji” yang dihelat di Auditorium STAIMAFA ini menghadirkan dua narasumber: KH Ishomuddin, M.Ag dan Syafiq Hasyim, Ph.D. Buku tersebut merupakan hasil riset para peneliti FISI STAIMAFA. Publikasi buku ini melengkapi buku sebelumnya berjudul “Epistemologi Fiqh Sosial Kiai Sahal” yang dieditori Munawir Aziz.

Fans Gus Dur

Ketua STAIMAFA sekaligus Pengasuh Pesantren Maslakul Huda KH Abdul Ghoffar Rozien (Gus Rozien) menyatakan bahwa Fiqh Sosial Institute dirancang untuk menggali, mengembangkan, dan mengaplikasikan ide-ide yang pernah direfleksikan Kiai Sahal. Oleh karenanya, kajian-kajian fiqh sosial harus diteruskan dengan publikasi dan diskusi intensif.

Fans Gus Dur

“Bukan berarti ide tersebut sudah sempurna, justru dengan menggali dan mendiskusikannya, akan ditemukan metodologi yang terstruktur. Kami, dari STAIMAFA sangat mendukung kerja pemikiran ini. Semoga akan terus berlanjut dengan publikasi dan diseminasi ide yang lebih cerdas dan strategis,” harap Gus Rozien.

Sementara itu, KH Ishomuddin menegaskan bahwa Kiai Sahal memiliki pemikiran yang cerdas, bahkan menggunakan ushul fiqh untuk tema-tema kontekstual. Kiai Ishom, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Kiai Sahal cerdas karena mampu membedakan mana yang ushul, mana yang furu’.

“Kiai Sahal memiliki pemahaman yang cerdas, baik tentang hukum Islam maupun pemberdayaan sosial. Suatu ketika, Kiai Sahal menjelaskan hubungan antara NU dan politik. Menurut beliau, NU dan partai politik tidak ada hubungan. Akan tetapi, warga NU sebagai warga negara memiliki hak untuk dipilih dan memilih,“ terang Rais Syuriah PBNU ini.

Senada dengan Kiai Ishom, Syafiq Hasyim menyatakan bahwa Kiai Sahal itu cerdas dalam menggunakan dalil serta mampu melihat konteks secara jernih. “Kiai Sahal ini tipikal pemikir multitalenta. Saya mengikuti pemikiran beliau, sejak bertemu di P3M Jakarta, dengan para aktivis sosial Indonesia. Kiai Sahal, bersama Gus Dur, Dawam Rahardjo dan beberapa pemikir lainnya mengagas program pemberdayaan sosial untuk pesantren,” terang Syafiq.

Lulusan Freie University, Berlin Jerman ini mengagumi Kiai Sahal lantaran memiliki pemikiran cemerlang. Seharusnya, dapat menjadi alternatif hukum Islam internasional. “Tema-tema fiqh sosial harus dipublikasi di berbagai jurnal dan forum-forum internasional. Gagasan Kiai Sahal harus menjadi alternatif pemikiran ulama dunia,” tegas mantan Rais Syuriah PCI NU Jerman ini.

Ke depan, Fiqh Sosial Institute berencana akan memberi award dan beasiswa riset bagi para peneliti yang serius menggali pemikiran dan konsep gagasan Kiai Sahal Mahfudh tersebut. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Amalan Fans Gus Dur

Selasa, 14 November 2017

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader

Padangpariaman,Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat terus melakukan pembenahan dengan konsolidasi kepengurusan Pimpinan Cabang di kabupaten dan kota. Kader Cabang-cabang yang sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) diminta mempersiapkan diri melaksanakan PKD lanjutan dan Konferensi Cabang (Konfercab).

Demikian diungkapkan Ketua Tim Carateker Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman pada rapat Tim Carateker PW Ansor Sumbar, Selasa (8/9) di batas Kota Padang – Padangpariaman.

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Terus Benahi Organisasi dan Kader

Dikatakan Rahmat, sesuai dengan SK Pengesahan Penunjukkan Tim Caretaker PW GP Ansor Sumbar tahun 2015 tertanggal 2 September 2015, menetapkan penasehat Rahmat Hidayat Pulungan (PP GP Ansor) dan Drs. Rusli Intan Sati, MM. Ketua Rahmat Tuanku Sulaiman, Sekretaris Hafnizon dengan anggota Armaidi, Firdaus, Zeki Ali Wardana dan Afriendi Sikumbang.

Menurut Rahmat Tuanku Sulaiman, dalam waktu dekat Tim Caretaker berkoordinasi dengan kader Ansor di sejumlah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. "Untuk lebih memaksimalkan kerja Tim Caretaker, masing-masing anggota mengkonsolidasi kabupaten/kota. Hafnizon (Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan), Afriendi (Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan Kota Padangpanjang), Armaidi (Kota Pariaman, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat), Zeki Ali Wardana (Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Pesisir Selatan), Firdaus (Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dhamasraya)," katanya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

"Kami berharap kader-kader Ansor, pemuda nahdiyin dan aktifis pemuda lainnya untuk menyiapkan diri masuk dalam kepengurusan Ansor di masing-masing Kabupaten/Kota. Sebelum dilaksanakan Konfercab, masing-masing pengurus diharuskan mengikuti PKD," kata Rahmat.

Rapat Tim Caretaker ini dihadiri Ketua Rahmat Tuanku Sulaiman, Sekretaris Hafnizon dengan anggota Armaidi, Zeki Ali Wardana dan Afriendi Sikumbang, minus Firdaus yang berhalangan hadir.

Di bagian lain, Rahmat menambahkan, pada Mei 2015 lalu PW GP Ansor Sumbar sudah melaksanakan PKD sebanyak 5 angkatan yang menghasilkan 205 kader yang sudah mengikuti PKD. "Syarat menjadi pengurus PC Ansor di Kabupaten/Kota harus mengikuti PKD yang disetujui oleh PP GP Ansor. Selain itu, instruktur PKD langsung dari PP GP Ansor Jakarta," tutur Rahmat mantan anggota KPU Kabupaten Padangpariaman ini. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan foto:

Rahmat Tuanku Sulaiman sedang memimpin Rapat Tim Caretaker, Selasa (8/9/2015)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Budaya Fans Gus Dur

Senin, 30 Oktober 2017

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Temanggung, Fans Gus Dur

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung menggelar dua agenda kaderisasi sekaligus. Agenda pertama kaderisasi untuk pengurus GP Ansor melalui pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) diikuti 54 peserta.

Kedua untuk anggota Banser melalui Diklatsar ke XII diikuti 135 peserta, yang kebanyakan dari wilayah Kecamatan Pringsurat serta ditambah beberapa peserta dari kecamatan lain.

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Dua kaderisasi tersebut berlangsung di Mirikerep Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 25 sampai dengan 27 November.

Fans Gus Dur

Ketua GP Ansor Temanggung Sukron Wahid mengatakan, Diklatsar dan PKD tersebut digelar untuk membangun komitmen kader dalam berorganisasi, memberikan pendidikan dan pelatihan dasar tentang organisasi GP Ansor, Banser, dan NU.

Juga, kata dia, menyiapkan kader yang tangguh, militan, berdedikasi terhadap organisasi. Serta kader yang siap membela agama, ulama, bangsa dan negara.

Fans Gus Dur

“Kaderisasai menjadi sarana pembekalan keorganisasian juga untuk menyiapkan calon pimpinan di GP Ansor ke depan,” pungkasnya. (Slamet Jafar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Budaya, Sejarah Fans Gus Dur

Selasa, 24 Oktober 2017

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal

Jakarta, Fans Gus Dur. Radikalisme dan terorisme tidak bisa hanya mengandalkan salah satu pihak untuk mencegahnya. Dalam hal ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius membutuhkan peran masyarakat dan seluruh elemen bangsa.

Apalagi menurut dia, praktik terorisme terjadi di tengah masyarakat sehingga pemerintah memerlukan peran aktif pemuda dan masyarakat, baik Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) untuk bersama-sama melawan terorisme.?

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

BNPT Butuh Masukan Masyarakat untuk Cegah Propaganda Radikal

“BNPT butuh masukan masyarakat sehingga informasi berlangsung secara bottom up, bukan top down,” ujar Suhardi sesaat sebelum membuka kegiatan Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Teroris di Dunia Maya bersama Media OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam di Hotel Millennium, Jakarta.

Dalam acara yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin tersebut, mantan Kapolda Jawa Barat itu menerangkan bahwa sasaran empuk propaganda radikal adalah para pemuda.

Fans Gus Dur

Menurutnya, hal ini disebabkan para pemuda masih dalam proses pencarian jati diri. Kondisi mereka secara psikologis juga masih labil dan mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru.

Pihaknya mengaku masih terus mencari formula yang tepat untuk mencegah dan mengatasi radikalisme dan tindakan terorisme ini melalui berbagai langkah.

“Termasuk menyasar dunia maya dan media sosial lewat produksi konten positif yang familiar dengan bahasa anak-anak muda sehingga mudah dimengerti karena mereka memanfaatkan jaringan online untuk melakukan propaganda radikal,” jelas Suhardi. (Fathoni)?

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya Fans Gus Dur

Sabtu, 21 Oktober 2017

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja

Jombang, Fans Gus Dur. Sejumlah karyawan Rumah Sakit Nahdhatul Ulama (RSNU) Jombang digembleng dengan kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-nahdliyah setiap bulan. Hal ini diupayakan berjalan dengan maksimal sesuai jadwal dan teknis yang sudah dirumuskan sebelumnya.

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja

Kali ini pihak RSNU mendatangkan KH A Wazir Ali, Wakil Syuriyah PCNU Jombang sebagai pembicara. Ia menjelasakan, bahwa nilai-nilai Aswaja seharusnya memang mulai dikenalkan pada berbagai pihak dan profesi, termasuk perawat atau pegawai RS. “RS ini sebagai ladang pengabdian para karyawan untuk pasien, menanam kebaikan sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW adalah beraswaja,” katanya saat menyampaikan materinya, Selasa (24/11).

Dalam menguatkan nilai-nilai Aswaja, kiai yang kerap disapa Wazir ini mengungkapkan, hendaknya memahami pilar-pilar Aswaja dan diaplikasikan dalam perbuatan manusia setiap hari. “Iman, Islam, dan ihsan merupakan pilar Aswaja yang harus dipegang erat oleh kita, kita senantiasa meningkatkan iman kita dengan menambah amal sholeh karena iman manusia sejatinya akan bertambah dan juga berkurang,” ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ia mengajak pada segenap karyawan dan pejabat RS ini untuk menguatkan dan meningkatkan amaliyah-amaliyah Aswaja an-nahdliyah dihadapkan dengan berbagai paham Islam yang sudah melenceng dari ajaran-ajaran Nabi Muhammad. “Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang santun atau Islam yang rahmatan lil alamin. Beragama Islam saja tidak cukup ketika tidak bisa memilah antara ajaaran-ajaran yang baik dan ajaran yang tidak sesuai dengan nilai keislaman yang sebenarnya,” tuturnya.

Fans Gus Dur

Kegiatan ini berlangsung di aula KH Abdurrahman wahid lantai II RSNU setempat selama dua hari (23-24/11). Sekitar 40 karyawan mengikutinya dari pukul 13.00 WIB hingga rampung. Mereka tampak antusias menyimak materi-materi yang disampaikan meskipun masih pertama kali digelar.

Di tempat terpisah, Hamid Bishri, Staf Tata Usaha (TU) RSNU ini mengatakan, akan membagi ? pada dua gelombang yang menyesuaikan dengan jam kerja para karyawan. “Kami merencanakan ada dua gelombang nanti, hal ini dirasa sangat efektif karean para karyawan secara keseluruhan bisa ngaji juga,” terangnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Sejarah, Sunnah Fans Gus Dur

Rabu, 11 Oktober 2017

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional

Jombang, Fans Gus Dur - Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengunjungi Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (11/3). Ia hadir dalam rangka pembukaan bakti kesehatan nasional telinga, pendengaran, dan mata yang digagas Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Tenggorok Indonesia (Perhati KL).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhati KL Soekirman Soekin menuturkan, kegiatan ini melibatkan 200 dokter spesialis THT dan mata yang datang dari berbagai daerah. "Dalam tiga hari ke depan, tim kami akan melakukan kegiatan bersih-bersih telinga (BBT) bagi 5.000 santri," ujar Soekirman.

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional

Selain BBT Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) juga akan melakukan operasi katarak bagi 30 pasien. "Kami berterima kasih atas dukungan kolega dari Perdami yang turut bergabung dan meramaikan bakti kesehatan nasional ini," imbuhnya.

Fans Gus Dur

Menkes Nila Moeloek mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Perhati KL. Pasalnya, selama ini banyak anak yang mengalami gangguan pendengaran karena kotoran telinganya sudah mengeras. "Kotoran atau serumen tersebut bisa dikeluarkan dengan bantuan dokter THT," kata guru besar Universitas Indonesia tersebut.

Selain kotoran dan kebisingan, telinga anak-anak saat ini juga terancam gangguan akibat pemakaian gawai (gadget). "Saya tadi ke sini mengajak cucu saya, agar dia bisa lihat pesantren. Tapi, sepanjang jalan, kupingnya malah ditutup gadget untuk mendengarkan musik," tutur Nila.

Fans Gus Dur

Menkes juga mengingatkan potensi gangguan penglihatan yang dialami masyarakat Jawa Timur. "Angka kebutaan dan katarak di Jatim tertinggi di Indonesia, sekitar 4,4 persen. (angka ini) tertinggi secara nasional," kata dokter spesialis mata ini.

Selain meresmikan bakti kesehatan nasional, Menkes Nila juga menyerahkan secara simbolik 2,5 ton makanan tambahan bagi 1.400 santri Tebuireng. Juga, bantuan 500 alat bantu dengar yang diberikan oleh Starkey Foundation dan THT Promotif Kit dari BPJS Kesehatan.

Di tempat sama, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Pesantren Tebuireng sebagai tuan rumah bakti kesehatan nasional ini. Gus Sholah juga mengatakan, peran pesantren dalam pembangunan bidang kesehatan, termasuk dalam kampanye keluarga berencana dan larangan merokok.

"Pesantren Tebuireng juga telah lama memelopori larangan merokok di lingkungan pesantren," kata adik kandung Gus Dur ini.

Tampak hadir dalam kunjungan Menkes, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab, dan mantan Kepala Dokter Kepresidenan dr. Umar Wahid. Juga jajaran direksi BPJS Kesehatan dan Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Budaya Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock