Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Sumenep, Fans Gus Dur. Banyaknya tanah rakyat khususnya di daerah pesisir yang dibeli orang luar daerah bahkan dari luar negeri menjadi keprihatinan bagi PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena itu, Ahad (1/11) PCNU Sumenep menggelar seminar agraria bertempat di gedung pertemuan PCNU Sumenep dalam rangka menyikapi banyaknya persoalan tersebut.

Menurut sekretaris PCNU Sumenep, A Waris Umar, maksud diadakannya seminar ini sebagai bagian mengonsolidasi Nahdliyin serta memberikan pengetahuan seputar masalah agraria dan konflik yang menyertainya.

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Hadir dalam seminar tersebut dua orang narasumber, Muhammad Fayyadl (Gus Fayyadl) dari Paiton, Probolinggo dan KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak) dari Guluk-Guluk, Sumenep.

Fans Gus Dur

Menurut gus Mamak, kerusakan bumi dalam Alquran selalu dikaitkan dengan ketamakan atau kerusakan. Berpindahnya kepemilikan tanah pada pemodal bisa menjadi pemicu bagi munculnya kerusakan bumi.

Lebih lanjut Gus Fayyadl menegaskan, maraknya pembelian tanah oleh para pemodal di tingkat lokal tak lepas dari desain di tingkat nasional bahkan global. Kapitalisme global dengan kuatnya invasi modal asing telah menguasai seluruh sumber daya alam.?

“Darat dan laut kita banyak yang telah dikelola asing. Kehadiran Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam sebenarnya didorong oleh kegelisahan realitas ini,” ujar Fayyadl.

Fans Gus Dur

Seminar agraria ini diikuti utusan MWC NU se-Kabupaten Sumenep, lembaga dan banom, mahasiswa, pesantren, perguruan tinggi, dan insan pers.

Mengakhiri seminar, PCNU Sumenep mendirikan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA di Kabupaen Sumenep sekaligus melantik A Dardiri Zubairi sebagai koordinatornya. (Dayat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Olahraga, Daerah Fans Gus Dur

Kamis, 15 Februari 2018

Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini

Yogyakarata, Fans Gus Dur. Jaringan Islam Rahmatan lil ‘Alamin Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana mengadakan halal bihalal dan tabligh akbar Silaturahim Kebangsaan bertema “Mewujudkan Dakwah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin” di Masjid Kampus UGM, Kamiis (4/9) malam ini, pukul 19.00 WIB.

Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Undangan Terbuka, Silaturahim Kebangsaan di UGM Malam Ini

Kegiatan yang digagas sekelompok mahasiswa UGM dari kalangan Islam moderat ini bertujuan untuk menjunjung nilai-nilai Islam sebagai agama (ad-din) yang rahmatan lil ‘alamin. Acara yang pertama kali diadakan di Masjid Kampus UGM ini terbuka untuk umum dan gratis.

“Kegiatan ini juga berusaha mengembalikan wacana UGM sebagai Kampus Pancasila dan menjadi titik awal untuk mendakwahkan Islam yang sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia yang heterogen” kata Mukhanif Yasin Yusuf, salah satu penggagas.

Fans Gus Dur

Kegiatan ini rencananya menghadirkan Alissa Wahid, putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Rektor UGM Prof Dr Pratikno, M.Soc. Di samping mengundang pula KH Muwafiq, ulama dan budayawan; serta Ahmad Hadidul Fahmi Lc, alumni tafsir dan ulumul qur’an Universitas Al Azhar, eks Ketua Lakpesdam PCINU Mesir. (Mukhanif YY/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Daerah Fans Gus Dur

Minggu, 11 Februari 2018

LAZISNU Gelar Program "Gaza Call Us"

Jakarta, Fans Gus Dur. “Anak-anak di Gaza sekarang telah kehilangan masa kanak-kanak, yang seharusnya bisa mereka nikmati dengan keriangan dan kehangatan. Mereka lupa apa itu damai, gembira dan lucu. Mereka hanya ingat tentang perang, darah dan kematian”

Adanya gencatan senjata yang hadir sejenak antara Palestina-Israel kemarin, tidak serta merta menyudahi persoalan kemanusiaan di Gaza. Nestapa warga sipil Gaza, Palestina, menggugah banyak pihak untuk berbuat. Wajah pias anak-anak Gaza akan kesedihan karena kehilangan ayah atau ibunya, tidak bisa sekolah karena rudal-rudal yang menghancurkan gedung sekolah, melejitkan jumlah yatim-piatu Palestina. Anak-anak palestina di gaza itu saudara kita. Saudara kita seiman dan seagama. Relakah anda harapan dan impian mereka hancur begitu saja? 

LAZISNU Gelar Program Gaza Call Us (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Gelar Program Gaza Call Us (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Gelar Program "Gaza Call Us"

Begitupun dengan rumah-rumah mereka yang hancur pasca penyerangan, diperparah cuaca dingin yang menggigit. Pangan, medis, juga selimut dan pakaian hangat menjadi keperluan mendesak bagi warga Gaza.

Fans Gus Dur

Karena panggilan jiwa yang tersayat melihat saudara semuslim teraniaya berkepanjangan, “Gaza Call Us”, sebuah program dari LAZISNU hadir. Alhamdulillah, semenjak tanggal 20 November 2012, relawan LAZISNU sudah berhasil memasuki Gaza dan melihat apa yang banyak dibutuhkan di sana agar sumbangan para dermawan tidak berakhir sia-sia. 

Fans Gus Dur

Awal Desember 2012, insyaallah relawan LAZISNU, Saiful Ridjal Adib akan kembali memasuki Gaza untuk membawa bantuan sementara dari Lazisnu. “Harapan kami, bantuan yang sedikit ini bisa memberikan harapan bagi rakyat dan anak-anak Gaza, bahwa muslim Indonesia akan selalu bersama mendukung mereka sampai titik darah penghabisan,” ungkap KH Masyhuri Malik Ketua PP LAZISNU.

Melalui program Gaza Call Us, Lazisnu berencana merenovasi bangunan-bangunan sekolah di Gaza agar anak-anak Gaza bisa kembali merajut impian mereka, mengisi hari dengan belajar tanpa takut keruntuhan bangunan sekolah yang sudah tak layak lagi dan mereka sebagai penerus generasi Gaza, tidak menjadi bodoh dan lengah oleh tipu daya Israel. Buku-buku dan alat tulis gratis juga pasti sangat dibutuhkan di sana. 

Selain itu, program pembibitan para penghafal Al-Qur’an yang sudah berjalan baik selama ini di madrasah-madrasah yang ada di Gaza merupakan hal penting yang perlu didukung keberlangsungannya. Sebab generasi penghafal Al-Qur’an inilah yang sangat ditakuti oleh bangsa Israel.

Jadi, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Mari Membantu Gaza. Gaza Call Us

Gaza Call Us 

Call Center : 021-3102913

SMS Center : 0813-9800-9800

Donasi Untuk Gaza: 

BCA :  6340.161.481

Mandiri : 123.000.483.8977 

BSM : 128.000.30.51 

BNI : 010.85756.48 

BCA Syariah : 006.00.66665 

BRI : 0335.01.000.735.303

a/n : PP LAZISNU

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Bahtsul Masail, Nahdlatul Fans Gus Dur

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

Banda Aceh, Fans Gus Dur. Pemerintah Provinsi Aceh akan memperluas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah sekaligus menjadikan rumah ibadah tersebut sebagai ikon internasional.

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

"Pemerintah Aceh merencanakan perluasan infrastruktur Baiturrahman bernuansa Masjid Nabawi di Madinah. Salah satunya penambahan payung raksasa di pekarangan berukuran 15 dan 25 meter," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut disampaikan gubernur saat membuka Rakor pimpinan daerah se-Provinsi Aceh tentang pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. 

Fans Gus Dur

"Harapan kita semoga keinginan itu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Aceh," katanya menambahkan.

Fans Gus Dur

Gubernur menyebutkan, untuk jangka pendek dan jangka panjang direncanakan penambahan infrastruktur Masjid Raya Baiturahman akan menghabiskan dana sebesar Rp1,1 trilliun.

Diharapkan dukungan dari para ulama dan cendikiawan Aceh bukan hanya dalam bentuk ide dan gagasan tapi juga terlibat aktif serta saling bahu membahu menyatukan gerak dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman kearah yang lebih baik. 

Direncanakan, masjid kebanggaan Aceh tersebut akan dilengkapi dengan baseman untuk tempat wudhu dan area parkir, selain itu juga tempat minum di beberapa sudut strategis masjid.

Untuk jangka panjang direncanakan perluasan pekarangan masjid hingga ke bantaran sungai Aceh, lengkap dengan dermaga yang dapat mengantarkan para pengunjung langsung ke masjid raya dengan kapal yang telah disiapkan. 

Masjid Raya Baiturrahman siap dijadikan sebagai pusat pendidikan agama, dengan menyediakan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, dan lokasinya di belakang masjid.

"Rencananya juga akan dibangun sebuah gedung untuk pertemuan yang dapat digunakan oleh para ulama dan acara pernikahan. Semoga keinginan ini dapat terwujud," kata Abdullah. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Daerah, Santri Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Gaya Hidup Putri Rasulullah

Menjadi anak raja hampir selalu membawa takdir keberuntungan. Kekuasaan puncak sang ayah tak hanya memungkinkan dia hidup serbakecukupan tapi juga berlumuran kemewahan. Lantas, bagaimana dengan putri Nabi Muhammad SAW, pemimpin tertinggi dan pelaksana risalah ilahi?

Suatu hari Sayyidah Fathimah, dihampiri Abdurrahman bin ‘Auf. Dia mengabarkan bahwa Rasulullah tengah menangis sedih selepas menerima wahyu dari Jibril. Abdurrahman datang dalam rangka mencari obat bagi susana hati Nabi yang kalut itu. Satu hal yang selalu membuat bahagia Rasulullah adalah melihat putrinya.

Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya Hidup Putri Rasulullah

“Baik. Tolong menyingkirlah sejenak hingga aku selesai ganti pakaian.” Demikian diceritakan dalam kitab al-Aqthaf ad-Daniyyah melalui riwayat Umar bin Khattab.

Fans Gus Dur

Keduanya lalu berangkat ke tempat Rasulullah. Saat itu Fathimah menyelimuti tubuhnya dengan pakaian yang usang. Ada 12 jahitan dalam lembar kain tersebut. Serpihan dedaunan kurma juga tampak menempel di sela-selanya.

Fans Gus Dur

Sayidina Umar bin Khattab menepuk kepala ketika menyaksikan penampilan Fathimah. “Betapa nelangsa putri Muhammad SAW. Para putri kaisar dan raja mengenakan sutra-sutra halus sementara Fathimah anak perempuan utusan Allah puas dengan selimut bulu dengan 12 jahitan dan dedaunan kurma.”

Sesampainya menghadap ayahandanya, Fathimah bertutur, “Ya Rasulullah, tahukah bahwa Umar terheran-heran dengan pakaianku? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali (Sayyidina Ali bin Abi Thalib, suaminya) selama lima tahun tak pernah menggunakan kasur kecuali kulit kambing.”

Fathimah menceritakan, keluarganya menggunakan kulit kambing tersebut hanya pada malam hari. Sementara siang kulit ini menjelma sebagai tempat makan untuk unta. Bantal mereka hanya terbuat dari kulit yang berisi serpihan dedaunan kurma.

“Wahai Umar, tinggalkan putriku. Mungkin Fathimah sedang menjadi kuda pacu yang unggul (al-khailus sabiq),” sabda Nabi kepada sahabatnya itu.

Analogi kuda pacu merujuk pada pengertian keutamaan sikap Fathimah yang mengungguli seluruh putri-putri raja lainnya. “Tebusanmu (wahai Ayah) adalah diriku,” sahut Fathimah.

Dengan kedudukan dan kharisma ayahandanya yang luar biasa, Fathimah sesungguhnya bisa memperoleh apa saja yang ia kehendaki, lebih dari sekadar pakaian dan kasur yang bagus. Namun, kepribadian Rasulullah yang bersahaja tampaknya memang mewaris ke dalam dirinya. Fathimah tetap tampil sederhana, dengan segenap kebesaran dan kemewahan jiwanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Daerah, Warta Fans Gus Dur

Sabtu, 03 Februari 2018

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Jakarta, Fans Gus Dur

Ratusan jamaah majelis Ashabul Kahfi Jabodetabek melantunkan dzikir thariqah Syadziliyah di Masjid An-Nahdlah di gedung PBNU Lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada malam Nisfu Sya’ban, Sabtu (21/5). Dzikir thariqah dipimpin oleh Kiai Rahmat, badal thariqah Syadziliyah di Bekasi.

Acara dibuka dengan penampilan seni hadrah Ashabul Kahfi. Kemudian dilanjutkan dengan kajian ke-Syadziliyah-an yang diisi oleh Kiai Lukman Nursalim, pengasuh Pesantren Yatim Piatu di Depok, Jawa Barat.

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj sangat mendukung dzikir thariqah Syadziliyah di masjid PBNU. Ia mengatakan, Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili sebagai pendiri thariqah Syadziliyah merupakan sosok sufi istimewa, yang membuka pemahaman tersendiri tentang keduniaan.

Fans Gus Dur

"Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili merupakan sufi yang menerangkan bagaimana memahami keduniaan yang tidak umum di kalangan sufi," katanya jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.

Fans Gus Dur

Menurut Hasyim Habibi, ketua umum Santri Kebumen se-Jabodetabek, dzikir thariqah Syadziliyah yang diselenggarakan oleh Ashabul Kahfi di masjid PBNU merupakan kegiatan perdana selapanan (rutin bulanan) dari majlis Ashabul Kahfi. Harapannya, nilai-nilai ke-Syadziliyah-an bisa turut mengisi spirit Nahdlatul Ulama.

"Majelis Ashabul Kahfi yang dipimpin badal thariqah Syadziliyah Alkahfi Kebumen di Jabodetabek, Kiai Lukman Nursalim, selama ini menggelar rutin di masjid-masjid se-Jabodetabek. Malam Nisfu Syaban ini, menjadi malam pertama yang rencananya rutin selapanan di masjid PBNU," kata Hasyim Habibi.

Dikatakan juga, acara dzikir thariqah Syadziliyah diikuti oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan. Dijelaskan, jamaah sebagian dari yang sudah berbaiat (anggota resmi tarekat Syadziliyah) dan sebagian lagi jamaah dari kalangan muhibbin alias simpatisan.

"Peserta sengaja dibatasi melihat keterbatasan tempat. Kita berterima kasih dengan pengurus takmir masjid PBNU yang bersama ikhlas untuk acara ini. Kita juga berterima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas motivasinya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, thariqah Syadziliyah bisa menjadi salah satu sarana dalam mengatasi fenomena terorisme, ekstrimisme, kebodohan dan kemiskinan.

"Apabila masyarakat menerapkan nilai-nilai ke-Syadziliyah-an, saya percaya problem kebangsaan seperti terorisme, ekstrimisme, kebodohan, kemiskinan bisa terselesaikan," tegasnya.

Hadir dalam dzikir thariqah Syadziliyah, malam Nisfu Syaban di masjid PBNU, di antaranya, Ustadz Nurcholis (dai dari Bekasi), Ustadz Kamaludin Fikri (dai dari Karawang), Ustadz Miftahudin (pengasuh majelis Darusalam di Tangerang), serta pengurus takmir masjid PBNU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Bahtsul Masail, Daerah Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

Kupang, Fans Gus Dur. PC PMII Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’aruf dan jajarannya hadir dalam pelantikan kepengurusan baru PMII Kupang yang akan berlangsung pada 25 Maret 2015 mendatang.  

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

“Pasalnya, sejak PMII Cabang Kupang berdiri tahun 2007, belum ada pengurus BPH PB PMII datang melantik kepengurusan Cabang Kupang, hanya anggota biro,” ungkap Ketua Demisioner PMII Kupang Tajudin M. Nur kepada Fans Gus Dur di Kupang, Rabu (18/3) di Kupang.

Pihaknya berharap PB PMII memberikan perhatian seperti cabang atau wilayah di pulau jawa, sumatera, sementara cabang yang berada di wilayah bagian timur tidak pernah disentuh.

Fans Gus Dur

Ketua Panitia Pelantikan PMII Kupang, Syamsul A. Rahman, mengatakan, sesuai informasi kemungkinan besar dalam pelantikan pengurus cabang kali tidak dihadiri oleh Ketua PB PMII. "Belum ada kepastian Aminudin Ma’ruf datang ke Kupang," ungkapnya. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Daerah Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514

Bondowoso, Fans Gus Dur?



Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso memfasilitasi penyaluran zakat fitrah dari Batalyon Infanteri 514/Raider Bondowoso Rabu (21/6) siang.

GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514

Ketua GP Ansor Kecamatan Curahdami Adam Bahrudi mengatakan, penyaluran zakat diawali dengan serah terima dari pihak 514 kepada Pengurus PAC Gerakan Pemuda Ansor Curahdami.

Kemudian dilanjutkan acara pendistribusian dengan mendatangi kaum dhuafa dan kaum jompo dari rumah ke rumah, kepda sekitar 200 orang.

"Ini atas inisiasi dari PAC ? GP Ansor Curahdami, dimana masih banyak ditemukan kondisi masyarakat yang sangat butuh uluran tangan," jelasnya.

Fans Gus Dur

Pemuda Ansor Curahdami, kata dia, mencoba sedikit memberikan keringanan terhadap kaum duafa dengan mengkoordinir zakat fitrah yang ada di Batalyon infanteri 514/Raider (Sabaddha Yudha).

Ia berharap kegiatan sosial tersebut bisa membantu memberikan kebahagian kepada fakir miskin agar bisa merasakan indahnya ber-Idul Fitri. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Daerah, Humor Islam Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

Dubai Targetkan Jadi Pusat Perekonomian Islam

Dubai, Fans Gus Dur. Dubai meluncurkan sebuah rencana untuk menjadi pusat perekonomian Islam global dengan fokus pada jasa keuangan, produk makanan halal, pendidikan, pariwisata yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. 

Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, wakil presiden dan perdana menteri UEA dan penguasa Dubai, berbicara saat upacara peluncuran tersebut di Dubai, Sabtu (5/10). 

Dubai Targetkan Jadi Pusat Perekonomian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubai Targetkan Jadi Pusat Perekonomian Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubai Targetkan Jadi Pusat Perekonomian Islam

“Saya optimis tentang keberhasilan sektor ekonomi Islam dan bagaimana menempatkan Dubai di peta ekonomi internasional sebagai pilihan tujuan global yang menyediakan produk islami, keuangan dan jasa-jasa serta meningkatkan standar manajemen dan kualitas sektor ini ke tingkat baru,” kata Sheikh Maktoum, menurut kantor berita WAM. 

Salah satu bentuknya adalah mengembangkan Dubai sebagai pusat standardisasi dan sertifikasi keislaman yang terpercaya.

Fans Gus Dur

Saat ini dua pusat obligasi syariah adalah Kuala Lumpur dan London, sementara Dubai secara jelas berharap dapat melampaui keduanya dalam keuangan Islam Dubai juga berencana mendirikan sebuah laboratorium dan pusat akreditasi pada awal 2014, yang akan memberikan sertifikasi halal dan produk lain sesuai dengan prinsip Islam. 

Fans Gus Dur

“Total perdagangan di dunia Muslim mencapai $4 trilyun. Ini merupakan sebuah potensi yang bisa digarap bagi Dubai,” kata Mohammed al-Gergawi, kepada Dubai Holding, perusahaan yang dimiliki oleh kerajaan dalam acara tersebut kepada Reuters. Gergawi mengatakan dalam acara tersebut bahwa rencana untuk memimpin ekonomi Islam global awalnya diimplementasikan selama lima tahun, namun demikian, penguasa Dubai memerintahkan pengurangan jangka waktu ini hanya menjadi 36 bulan atau 3 tahun. (IINA/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Daerah Fans Gus Dur

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional

Jakarta, Fans Gus Dur. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda Ke-5 tingkat sarjana (S1) dan diploma (D3), Selasa (27/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Dalam prosesi penting tahunan inilah STAINU Jakarta berkomitmen untuk terus mencetak para sarjana Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah secara profesional.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif mengatakan bahwa persaingan global di segala bidang semakin nampak. Tantangan ini sangat diperhatikan oleh STAINU Jakarta untuk mencetak sebanyak mungkin lulusan-lulusan berkualitas secara akademik.?

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional

Selain itu, tambahnya, lulusan berkualitas yang dihasilkan STAINU Jakarta tidak akan meninggalkan akar tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang berkembang selama berabad-abad.?

“Hal ini hanya bisa dilakukan para lulusan jika dibekali dengan Aswaja yang memiliki karakter moderat, ramah, dan toleran. Pemahaman ini bahkan sudah menjadi kurikulum wajib di STAINU Jakarta,” ujar Syahrizal.

Dia juga mengungkapkan bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya ini secara terus menerus akan melakukan reformasi perkuliahan secara digital. Selama ini sistem di STAINU Jakarta telah terintegrasi secara digital. Ke depan, imbuhnya, STAINU juga akan segara menerapkan sistem E-Learning.

Fans Gus Dur

Di akhir sambutannya, Syahrizal berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar menjadi sarjana yang berperan nyata di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut bekerja pada bidangnya, tetapi juga bekerja secara profesional apapun bidang yang digelutinya.

Hadir dalam wisuda ini antara lain, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Menpora RI H Imam Nahrawi, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua BP3TNU H Marzuki Usman, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PP LP Ma’arif NU H Arifin Junaidi, para Dosen dan Civitas Akademika STAINU Jakarta.

Wisuda ke-5 ini, STAINU Jakarta berhasil mencetak 248 lulusan sarjana dan diploma dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, dan Ahwalul Syakhsiyah.? (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Daerah, AlaNu Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Jakarta, Fans Gus Dur - Rombongan pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) melakukan investigasi dan pengumpulan informasi perihal bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka. Mereka akan melaporkan hasil temuan di lapangan ke PBNU.

PBNU menurunkan tim yang dipimpin oleh Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal dan Wakil Ketua LPBH PBNU Abdul Rozak.

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Tim LPBH PBNU menggelar pertemuan dengan warga di kantor balai desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu (23/11). Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal memimpin pertemuan tersebut yang dihadiri ribuan warga.

Fans Gus Dur

Pertemuan ini juga dihadiri oleh kepala desa, Wakil Ketua PWNU Jabar, Ketua PCNU Majalengka, GP Ansor Jabar, PMII Majalengka, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Bentrokan ini berujung pada tindakan represif oleh aparat keamanan.

“Dalam pertemuan tersebut diperoleh keterangan dan informasi terkait dengan peristiwa bentrokan. Hasil investigasi ini akan dilaporkan kepada PBNU untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Royandi. (Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Pendidikan, Daerah Fans Gus Dur

Selasa, 26 Desember 2017

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI

Bandar Lampung, Fans Gus Dur
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera membuat fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW), terutama bagi mereka yang mencari kerja di luar negeri. "Saya sangat mendukung upaya Wakil Ketua DPR Pak Zainul Ma’arif yang akan meminta MUI mengeluarkan fatwa bagi pengiriman TKW ke Arab Saudi," kata Hasyim sebelum berceramah pada istighosah dan pelantikan PC NU Kota Metro, Lampung, Rabu malam.

Dalam pandangan Islam, termasuk NU, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, seorang wanita yang bepergian jauh seperti menjadi TKW tanpa didampingi mukhrim adalah dilarang. "Apalagi secara teknis mereka tidak mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang memadai, sehingga berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sperti terlunta-lunta dan perlakuan tidak senonoh lainnya," kata mantan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputeri pada Pilpres 2004 lalu.

Selain itu, kata Hasyim didampingi Ketua Pengurus WIlayah NU Lampung Khairudin Tahmid dan Walikota Metro Mosez Herman masalah TKW khususnya di negara Timur Tengah budayanya sangat berbeda dengan di Indonesia. Di Timur Tengah seperti di Saudi Arabia, ada yang memberlakukan TKW seolah-olah budak karena merasa mereka telah dibeli oleh majikannya.

Hasyim menyatakan prihatin dan sedih atas perlakuan sejumlah majikan atau pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga sejumlah TKW asal Indonesia mendapat siksaan, pemerkosaan serta dijadikan budak seks. Dia menyadari, timbulnya TKW atau tegana kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri karena tidak ada atau sulitnya kesempatan kerja di tanah air dan ini yang sebetulnya merupakan salah satu akar pokok persoalannya.

Sebelumnya Zainal Ma’arif yang juga pengawas haji DPR 2005 menemukan kasus TKW Indonesia di Arab Saudi yang diperjualbelikan dan dipaksa untuk melayani nafsu seks berbagai pihak tanpa mengindahkan prinsip-prinsip ketatanegaraan Kerajaan Arab Saudi. Melihat persoalah tersebut, Zainal Ma’ruf melayangkan surat ke MUI untuk meminta fatwa tentang pengiriman TKW ke Arab Saudi. (atr/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Daerah, Kyai Fans Gus Dur

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI

Jumat, 22 Desember 2017

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Oleh KH Yahya C. Staquf

Saya bukannya telah menjadi "kami-AFI-nen" sehingga menggebu-gebu membelanya. Posting saya kali ini, walaupun ada hubungannya dengan Afi, tapi fokus saya bukan pada Afi-nya sebagai pribadi. Saya terperangah pada bagaimana orang bisa membenci seorang anak-anak! Seumuran anak saya!

Mereka membeci anak-anak sedemikian rupa sampai-sampai membungkus kebencian itu dengan alasan keagamaan yang mereka buat-buat supaya terlihat sebagai "kebencian relijius" yang layak dibalas dengan pahala Allah Subhaanahu wa-Taaalaa. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Alangkah menakutkannya agama kebencian itu!

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Alangkah Manakutkan Agama Kebencian Itu

Lihat di screen capture ini, bagaimana orang mengotak-atik nama anak --hatiku teriris setiap teringat bahwa ini cuma tentang seorang anak, seperti anakku dan anak kalian, yang kita semua ingin supaya kelak menjadi orang baik dan berguna-- itu supaya kelihatan punya makna yang batil:

"Apakah di akhirat ada surga?"

Lalu dihakimi sebagai ungkapan meragukan atau bahkan mengingkari keberadaan surga di akhirat. Itu pikiran keji yang tak mungkin terbit selain dari akar kebencian yang mewatak.

Fans Gus Dur

Pertama, penterjemahan itu salah. Kalau diarabkan, kalimat itu akan menjadi:

? ? ?

Fans Gus Dur

"Afii nihaaya(tin) faraadiisU?" Perhatikan: "U" (dlommah), bukan "A" (fathah), karena dengan terjemahan macam itu berarti kalimah "faraadiisu" secara gramatikal (nahwu) berkedudukan sebagai "mubtada muakhkhor" yang marfu, alamat rafa-nya dlommah (U), bukan fathah (A).

Kedua, itu cuma pertanyaan. Kalau jawabannya "naam" (iya), mau apa?

Husnudhdhon saya, "A" pada "Afi" itu bukan dari hamzah, melainkan dari ain. Jadi, arabnya:

? ? ?

"Aafi nihaaya(tan) faraadiisa"

Yang artinya: "Sentosakanlah (Yaa Allah) pada penghujung --akhirat-- (dengan karunia) sorga-sorga". "Nihaayatan" manshub sebagai "dhorof", "faraadiisa" (dengan fathah) manshub dengan beberapa wajah, salah satunya sebagai maful bih dari amil yang dibuang, taqdirnya: "urzuq (faraadiisa)".

Bahwa huruf "A" di situ tidak diberi apostrop sebagai tanda ain, itu kan biasa dalam nama-nama dengan tulisan latin. Seperti contoh nama Zaenal Maarif, misalnya. Kalau "a" pada "Maarif" itu dianggap hamzah, bukan ain, artinya jadi "Hiasan Bundelan-bundelan", bukan "Hiasan Pengetahuan-pengetahuan" sebagaimana --husnudhdhon saya-- dimaksudkan oleh pemberi nama.

Semoga Allah Subhaanahu Wa Taaala memelihara agama ini dari permainan orang-orang dengki yang menuntut pahala bagi kebencian mereka.









Penulis adalah Katib Aam PBNU. Tulisan tersebut merupakan status Facebook penulis sejam setelah diunggah di akun pribadinya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah Fans Gus Dur

Rabu, 20 Desember 2017

Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba

Indramayu, Fans Gus Dur. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Jendral (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, dan Kapolri Jendral Badrodin Haiti mengunjungi kiai sepuh NU Jawa Barat, KH Afandi Abdul Muin Syafii, di Pondok Pesantren Asy-Syafiiyyah, Kedungwungu, Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (24/6) sore.

Abah Afandi, demikian biasa disapa, sekarang ini berusia 78 tahun merupakan salah satu santri pesantren Tebuireng Jombang era KH Hasyim Asyari dan Pesantren Tambakberas Jombang era KH Wahab Hasbullah.

Dalam kesempatan itu, Kapolri meminta semua pihak untuk tidak melakukan kekerasan dengan dalih apapun, apalagi kekerasan atas nama agama. Menurutnya, kekerasan tidak dibenarkan karena bertentangan dengan agama maupun konstitusi negara.?

Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Kiai Sepuh Indramayu, Menkopolhukam dan Kapolri Singgung Masalah Kekerasaan dan Narkoba

“Jika kekerasan dibiarkan, maka secara perlahan bisa memunculkan perang saudara di Indonesia, seperti yang marak terjadi di negara-negara bagian Arab," tuturnya.

Sementara itu, Menkopolhukam Luhut B Pandjaitan memuji peran pesantren dalam menjaga moralitas bangsa."Tanpa adanya pondok pesantren di berbagai belahan Indonesia, moralitas bangsa ini sudah hancur. Selama ini pondok pesantren sangat punya peran besar dalam menyelamatkan berbagai moralitas bangsa Indonesia, tak terkecuali dari ancaman bahaya penyalahgunaan Narkoba," kata Luhut.

Di Indonesia, lanjutnya, ? setiap hari hampir 30-40 orang mati sia- sia akibat penyalahgunaan Narkoba, maka peran aktif pesantren dalam melindungi generasi muda bangsa ini sangat signifikan dan tidak bisa dipungkiri.?

Fans Gus Dur

KH Ahmad Najib Afandi, putra Abah Afandi mengapresiasi Itikad baik para pejabat yang ? mengajak para ulama untuk bekerja sama membangun bangsa Indonesia.

Fans Gus Dur

"Persatuan pejabat dan ulama adalah salah satu pilar kekuatan pokok untuk membangun bangsa", tutur pria yang akrab disapa Gus Najib itu.

Pesantren Asy-Syafiiyyah adalah salah satu pesantren tertua di Indramayu, berdiri pada tahun 1959 M. Meski terdapat di desa terpencil, namun sejumlah pejabat tinggi negara banyak yang berkunjung, termasuk Presiden RI ke-4 KH Abdurrhaman Wahid. (Abdul/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Berita Fans Gus Dur

Selasa, 19 Desember 2017

Menpora Bakal Buka Rapimnas IPNU 2017

Jakarta, Fans Gus Dur. Baru-baru ini, Alvara Research Center bekerjasama dengan Yayasan Mata Air mengeluarkan hasil penelitiannya mengenai radikalisme di kalangan pelajar. Hasilnya cukup mencengangkan. Sebagian pelajar kita memiliki keinginan untuk berjihad demi menegakkan khilafah.

Setidaknya, hasil survei tersebut menjadi latar belakang Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengangkat tema Komitmen IPNU dalam Menjaga Keutuhan NKRI dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2017 yang rencananya akan digelar pada Sabtu-Senin, 18-20 November mendatang, di hotel Grand Asrilia, Bandung.

Ketua Rapimnas 2017 Wahyono Annajih menyampaikan ada empat hal yang menjadi bahasan dalam Rapimnas tersebut. 

Menpora Bakal Buka Rapimnas IPNU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Bakal Buka Rapimnas IPNU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Bakal Buka Rapimnas IPNU 2017

“Hasil prinsip organisasi, isu-isu strategis dan aturan baru di IPNU, hal-hal khusus yang harus disikapi bersama berkaitan dengan jalannya organisasi, dan sumbangsih pemikiran bagi permasalahan bangsa di dunia pelajar,” katanya.

Wahyono juga menyampaikan, Rapimnas 2017 ini rencananya bakal dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi.

“Insyaallah Rapimnas kali ini akan dibuka langsung oleh Menpora,” ujar Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon 2012-2014 itu.

Fans Gus Dur

Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid mengharapkan tiga hal penting yang bisa dihasilkan dari penyelenggaraan Rapimnas 2017.

“Dapat menghasilkan keputusan dan kebijakan strategis di tubuh IPNU, sinkornisasi dan penataan pola organisasi dari seluruh jenjang kepengurusan, dan keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan dunia pelajar di Indonesia,” ungkapnya.

Selain Menpora, Rapimnas 2017 juga bakal dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin, Kemendikbud RI, Kemenristekdikti RI, Badan Narkotika Nasional, MUI Pusat, Anggota Komisi VIII DPR RI, Anggota X DPR RI, dan Direktur Alvara Research Center. (Syakirnf/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Daerah Fans Gus Dur

Minggu, 17 Desember 2017

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat

Jember, Fans Gus Dur - Pengajian Ahad (5/2) pagi di Masjid Agung al-Baitul Amin Jember, Jawa Timur, yang diasuh Kiai M. Noor Harisudin berlangsung gayeng. Tema yang diangkat berkaitan dengan ziarah kubur. Hadir tidak kurang 200 jamaah shalat shubuh, termasuk dr Rahim, suami Bupati Jember dr Faida.? ?

Kiai M. Noor Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember membacakan kitab Irsyadul Ibad, halaman 32-33, “Barangsiapa berziarah kubur pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal atau salah satunya, maka dia akan diampuni dosanya dan dicatat padanya pahala satu kebaikan (birr)”.

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat

Dengan demikian, lanjut? Kiai M. Noor Harisudin yang juga Pengurus Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Jember ini, untuk berbuat baik pada kedua orang tua setelah keduanya meninggal adalah dengan ziarah kubur pada keduanya.

Menguatkan apa yang telah dibaca, Kiai M Noor Harisudin menjelaskan kisah seorang alim yang bermimpi bertemu dengan ahli kubur (orang-orang yang telah mati). Dalam mimpi tersebut, orang alim ini melihat orang-orang yang mati itu keluar dari kuburan dan berebut pahala.

Fans Gus Dur

Ada seorang ahli kubur yang tidak ikut berebut. Dalam mimpi ini, orang alim ini mendekat pada satu orang yang tidak ikut berebut sembari bertanya, “Apa yang mereka perebutkan?” Jawab ahli kubur ini, “Mereka berebut pahala yang dihadiahkan pada mereka berupa bacaan Al-Qur’an, shadaqah, dan doa.” “Mengapa kamu tidak ikut berebut?” Jawab ahli kubur, “Saya sudah cukup dengan hadiah khataman Al-Qur’an yang dibacakan anak saya di pasar fulan (menyebut sebuah pasar tertentu).

Fans Gus Dur

Seketika itu juga, orang alaim ini bangun. Dia lantas mencari pasar tersebut dan mencari seorang anak yang jualan kue. Ternyata, sambil jualan anak ini menggerakkan dua bibirnya sembari membaca Al-Qur’an. Ketika ditanya orang alim ini, anak ini menjawab, “Saya membaca Al-Qur’an yang saya hadiahkan pada kedua orang tua saya yang telah meninggal”.

Kiai M Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur meneruskan kisah ini. Beberapa bulan kemudian, orang alim ini bermimpi hal yang sama, bertemu dengan para ahli kubur yang berebut pahala lagi. Pahala shadaqah, bacaan Al-Qur’an dan doa. Dalam mimpi orang alim tersebut, ada hal yang aneh, seorang laki-laki ahli kubur yang kemarin tidak ikut berebut pahala (karena sudah cukup dengan kiriman bacaan Al-Qur’an anaknya), kini ikut berebut pahala. Orang alim ini akhirnya terjaga dari tidurnya. Esoknya ia kembali ke pasar tempat yang kemarin bertemu dengan seorang anak yang membacakan Al-Qur’an untuk kedua orang tuanya. Ternyata, setelah sampai di pasar yang dituju, dia tidak menemukan anak tersebut. Setelah tanya sana-sini, orang alai mini mendapat informasi bahwa anak tersebut meninggal dunia.

Kiai M Noor Harisudin menjelaskan, “Kisah ini menegaskan pada kita, bahwa pahala yang dikirim pada ahli kubur itu sampai pada mereka. Dan kita bisa birrul walidain pada kedua orang tua dengan mengirimkan pahala membaca Al-Qur’an, shadaqah dan doa pada ahli kubur. Ini bentuk birrul walidain pada kedua orang tua setelah meninggal dunia”, pungkas Kiai M Noor Harisudin yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember itu mengakhiri. (Anwari/Mahbib)? ? ? ? ? ?



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Daerah, Amalan Fans Gus Dur

Sabtu, 16 Desember 2017

PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni

Gorontalo, Fans Gus Dur



Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengingatkan guru NU harus memiliki ilmu yang memadai dan mengedepankan akhlak terpuji. Pergunu menilai ukuran kualitas anak bangsa tidak hanya prestasi akademik, terpenting kualitas proses membangun hidup harmoni.?

Hal Tersebut disampaikan oleh H Saepuloh ketua PP Pergunu pada pelantikan PW Pergunu Gorontalo dan PC Pergunu Kab/Kota se-Propinsi Gorontalo di Aula Kampus I IAIN Sultan Amay Gorontalo. (Rabu, 11/05)

PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni

Guru dan dosen NU, harus menyampaikan pemikiran-pemikiran Aswaja, dan mendidik dengan konsep keseimbangan, toleran, modern, dan lurus serta konsisten, tidak hanya peserta didik faham, tetapi hal itu harus dimplementasikan.

“Pergunu ini didirikan ingin meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan dan meningkatkan kompetensi guru, bukan hanya kompetensi sosial, kepribadian, profesional dan pendagogik tetapi guru-guru yang tergabung di Pergunu juga harus mempunyai kompetensi ideologi Aswaja dan ke-NU-an.” tutur H Saepuloh

Lebih lanjut Saepuloh berharap, guru-guru NU dalam pola pembelajaran dan perilaku, senantiasa menanamkan kepada peserta didiknya agar senantiasa perpegang teguh pada prinsip-prinsip NU, tasamuh, tawasuth, ‘adalah dan tawazun.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Sekretaris PW Pergunu Gorontalo, Heriyanto mengatakan PW Pergunu Gorontalo akan mengadakan rapat kerja wilayah, yang akan membahas kenaikan pangkat guru-guru yang tergabung dalam Pergunu.

“Kita harus membenahi database guru-guru NU se-Propinsi Gorontalo, kanaikan pangkat akan menjadi ikon PW Pergunu Gorontalo, kita bisa memfasilitasi guru-guru se-Propinsi Gorontalo yang mau bergabung dengan Pergunu, dalam kebutuhan kenaikan pangkat, kebutuhan kualitas, kebutuhan sumberdaya guru, ini menjadi prioritas kita PW dan PC Pergunu se Gorontalo,” tutur Heriyanto.?

Fans Gus Dur

Kegiatan Pelantikan PW Pergunu Gorontalo dan PC Pergunu kab/kota se-Gorontalo ini, dirangkaikan dengan Seminar Nasional dengan tema Membangun Kesadaran Hukum Bagi Guru dengan narasumber Ahmad Zuhri dari Kemendikbud RI dan Ani Hasan, dewan pakar PW Pergunu Gorontalo. (Awis Saefullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Daerah Fans Gus Dur

Selasa, 12 Desember 2017

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Jakarta, Fans Gus Dur. Salah satu isu kesehatan yang disorot dalam Kongres XIV Fatayat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis hingga Senin (1-6/7), adalah soal rokok di kalangan anak.



Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Saat ini jumlah perokok di Indonesia sekitar 60 juta orang. Menurut data Kementerian Kesehatan, hampir 2 juta dari para perokok itu adalah anak Indonesia yang berusia 7-18 tahun dan merokok rata-rata dua batang setiap hari.

Berdasarkan fakta itu, Fatayat mendorong pemerintah mengambil kabijakan yang tegas untuk mengurangi perokok dengan membatasi iklan rokok dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

Fans Gus Dur

Demikian disampaikan Ketua Panitia Muzaenah Zein dalam konferensi pers mengenai hasil Kongres XIV Fatayat di kantor PBNU, Jakarta, Senin (5/7) kemarin.

Secara khusus, Kongres Fatayat NU juga prihatin dengan maraknya kekerasan  terhadap anak dalam bentuk penculikan dan pemerkosaan di Indonesia yang kian hari kian massif. Padahal, anak sebagai investasi masa depan harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Fans Gus Dur

”Sebagaimana kita ketahui, kekerasan terhadap anak terus meningkat. Angka kekerasan terhadap anak meneapai 1.998 kasus pad a tahun 2009. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sudah saatnya pemerintah meningkatkan penegakan hukum untuk melindungi generasi bangsa tersebut,” kata Muzaenah.

Menurutnya, Undang-Undang Perlindungan Anak sesunguhnya sudah cukup tegas memberikan sanksi terhadap pelaku kekerasan, namun di tingkat lapangan, penegakan hukum masih cukup lemah.

”Kongres Fatayat NU mendesak kepada aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas, baik mengusut kasus-kasus penculikan maupaun melakukan upaya-upaya pencegahan,” tambahnya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Meme Islam Fans Gus Dur

Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan

Suatu waktu, saya tertarik dengan tulisan besar beraksara Jawa dan Arab. Tulisan tersebut ada di belakang Masjid Tegalsari Surakarta, di depan Sekolah Dasar Ta’mirul Islam, tempat saya mengajar penulis. 

Di tembok masjid itu tertulis tahun berdirinya masjid, 1928, serta nama-nama sang pendiri. Dan diantara nama para pendiri tertulis nama Den Kaji Adnan atau Raden Haj.

Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Prof. K.H.R. Muhammad Adnan

Saya tertarik dengan tokoh yang memiliki nama lengkap Prof. K.H.R Muhammad Adnan tersebut, karena di depan namanya terdapat gelar keraton dan gelar akademik. Ini pasti bukan orang sembarangan, pada zamannya ia sudah mendapat gelar prestisius seperti itu. Lalu Siapakah dia, Prof. K.H.R. Muhammad Adnan?

Fans Gus Dur

Menurut Agus Himawan, salah satu pengajar di Pesantren Al-Muayyad, beliau merupakan salah satu tokoh pendiri Masjid Tegalsari tersebut ternyata merupakan merupakan pendiri PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), kini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Beliau merupakan rektor UIN Kalijaga yang pertama,” Jelas Agus.

Muhammad Adnan menjabat sebagai rektor mulai tahun 1951 sampai pada tahun 1959, ia digantikan Prof. Dr. H. Muchtar Jahja. Prof. Adnan juga pernah menjadi penasehat Syuriah PBNU serta Dewan Pimpinan Umum PBNU pada tahun 1950.

Fans Gus Dur

Shauman, nama kecil Muhammad Adnan, lahir pada hari Kamis Kliwon tanggal 6 Ramadhan 1818 bertepatan dengan tanggal 16 Mei 1889, di dalam rumah pengulon (tempat kediaman Penghulu) di Kampung Kauman Surakarta. Orang tuanya adalah Kanjeng Raden Penghulu Tafsir Anom V (lima), seorang ulama bangsawan sebagai abdi dalem (pegawai) Keraton Surakarta. Tafsir Anom V memangku jabatan pengulu (qadli) ketika Sri Susuhunan Paku Buwana IX (1861-1893) berkuasa.

Tafsir Anom V adalah keturunan Tafsir Anom IV, yang menjabat penghulu semasa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) VII-IX. Kalau dirunut silsilahnya maka akan sampai pada Sultan Syah Alam Akbar III (R. Trenggono), sultan Demak terakhir. Adapun saudara Muhammad Adnan berjumlah 9 orang, diantaranya adalah Sahlan yang kemudian meneruskan ayahnya menjadi penghulu bergelar Tafsir Anom VI.

Riwayat pendidikan

Adnan kecil dibesarkan dalam suasana keluarga yang sangat erat kaitannya dengan adat Jawa dan bangsawan. Pendidikannya dimulai dari ayahnya sendiri dan terkadang juga didatangkan guru dari luar untuk mengajarkan baca tulis kepadanya. Dari Tafsir Anom V pula, Adnan mulai belajar ilmu agama Islam.

Tetapi kemudian Adnan berkesempatan juga memperoleh pendidikan formal di Sekolah Rakyat, dan sesudah berdiri Madrasah Manbaul Ulum, diapun belajar disana sampai selesai. 

Selain di Madrasah Manbaul Ulum, pada usia 13 tahun Muhammad Adnan juga belajar dan memperdalam ilmu agama Islam di berbagai pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Antara lain, Pesantren Mojosari Nganjuk pada Kiai Zaenuddin, pesantren Mangunsari yang diasuh Kiai Imam Bukhari, Pesanten Termas Pacitan asuhan Kiai Dimyati Abdullah, lalu kembali ke Surakarta berguru kepada Kiai Idris di Pondok Jamsaren.

Pada tahun 1908, ayahnya berkeinginan agar putra-putrinya ada yang memperdalam ilmu agama Islam di Makkah. Pilihan ayahnya jatuh pada tiga putranya yakni: Muhammad Adnan, Sahlan, dan Ishom. Muhammad Adnan yang pada saat itu masih berusia 17 tahun bersama kedua saudaranya belajar di Madrasah Darul Ulum dan berguru kepada beberapa ulama, diantaranya Kiai Mahfudz at-Tirmisi, Kiai Idris, Syaikh Syatho dan Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabaui.

Aktif dalam pendidikan

Darah perjuangan Tafsir Anom V yang mengalir pada dirinya, serta didukung pendidikannya baik di bidang umum maupun agama, menjadikannya sebagai seorang pejuang untuk nusa, bangsa dan agama. Sepulang dari Tanah Suci tahun 1916, Muhammad Adnan yang telah menikah dengan Siti Maimunah, berjuang bersama mertuanya KH Shafawi. Bidang yang digelutinya ialah bidang keguruan dan pendidikan. Bersama mertuanya ini pula beliau mendirikan Masjid Tegalsari Surakarta. Beliau juga menjadi salah satu tokoh perintis Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo.

Sebagai pendidik Muhammad Adnan pernah diangkat menjadi guru pada sekolah Madrasah Islamiyah di Pasar Kliwon (1916-1923), yang kemudian menjadi Holland Arabische School. Ia juga menjadi Mahaguru pada ”Kenkoku Gakuin” (Persiapan Sekolah Tinggi Hukum) zaman pendudukan Jepang. 

Pada tahun 1948 Kementrian Agama RI, Muhammad Adnan diserahi membentuk SGHI (Sekolah Guru Hakim Islam) di Surakarta, yang kemudian pindah ke Yogyakarta dan berganti nama SGHA (Sekolah Guru Hakim Agama), kemudian menjadi PHIN (Pendidikan Hakim Islam Negeri) dan beliau sebagai ketuanya.

Muhammad Adnan juga pernah memimpin Madrasah Manba’ul Ulum Surakarta, setelah beliau kembali belajar dari Makkah. Pada tahun 1951 Muhmmad Adnan mempelopori berdirinya ”Al Djami’atul Islamiyah” Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII) di Surakarta bersama KH. Imam Ghozali dan KH. As’at. Selanjutnya PTII Solo ini digabung dengan UII Yoyakarta dan dikenal kemudian dengan nama UII cabang Solo.

Pada tahun ini pula beliau diangkat sebagai Dewan Kurator/Pengawas serta diangkat sebagai Guru Besar tidak tetap pada Fakultas Hukum PTII. Tahun 1950 ketika Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) diresmikan diberi kepercayaan menjadi ketuanya sampai perguruan tinggi itu menjadi IAIN (1960), selain itu beliau juga diangkat menjadi guru besar dalam bidang fiqh beliau juga menjadi dosen luar biasa di UGM Yogyakarta.

Perjuangan dan karya

Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, pemerintahan Jepang sampai masa pemerintahan Republik Indonesia, Muhammad Adnan mempunyai tugas sebagai hakim agama dalam lingkungan peradilan agama Islam. Untuk memperjuangkan hak-hak pengadilan Agama, Muhammad Adnan pada tahun 1937 mendirikan organisasi kepenguluan yang diberi nama Perhimpunan Pengoeloe dan Pegawainya (PPDP) yang ruang lingkupnya meliputi wilayah Jawa dan Madura. 

Empat tahun kemudian, ia diangkat menjadi ketua Mahkamah Islam Tinggi di Jakarta. Ia juga pernah menjadi anggota DPA RI pada tahun 1947.

Pernah pada tahun 1945, Menteri Agama saat itu, Kiai H. Masykur pergi ke Surakarta untuk menemui Muhammad Adnan dan Syamsi. Dalam usaha mengirimkan misi haji Republik Indonesia yang pertama ke tanah suci Makkah pada musim haji 1948. 

Pemerintah RI mengutus Muhammad Adnan menjadi Ketua Misi Haji dan Misi Diplomasi pertama ke Saudi Arabia bersama KH. Sholeh Saudi, H. Syamsir dan KH Ismail Banda untuk mengadakan kontak dengan Raja Ibnu Saud dan pemimpin-pemimpin negara Islam yang sedang menjalankan ibadah haji, untuk merundingkan mendapat pengakuan Negara RI dan mengatur perjalanan haji yang pertama setelah Perang Dunia II.

Muhammad Adnan juga aktif menulis, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Jawa, diantara karangannya adalah Tafsir Al-Qur’an Suci Basa Jawi, kitab Hidayatul Islam, buku Tuntunan Iman dan Islam, buku Peringatan Hari-Hari Besar Islam, buku Khutbah Jum’at Basa Jawa, buku Mutiara Hikmah

Pada tengah malam dini hari, Selasa Pon 24 Juni 1969, pukul 03.30 Prof. K.H.R. Muhammad Adnan dipanggil Sang Khaliq pada usia 80 tahun. Jenazahnya dimakamkan hari itu juga di makam Pajang Laweyan Surakarta, setelah disalatkan di Masjid Syuhada Yogyakarta dan Masjid Tegalsari Surakarta, masjid yang menjadi saksi perjuangan beliau. Sampai sekarang, masjid ini masih menjadi salah satu basis perjuangan dan pergerakan Islam di Surakarta. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Nasional Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana

Demak, Fans Gus Dur



Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, LSM yang fokus di bidang pendidikan usia dini dan memberi pendampingan pengembangan PAUD, mengundang 201 guru PAUD se¬-Kabupaten Demak dan Kota Semarang, di Gedung Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkab Demak, Jumat (11/5).?

Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana (Sumber Gambar : Nu Online)
Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana (Sumber Gambar : Nu Online)

Hebatnya Guru PAUD, Ciptakan APE Tanpa Dukungan Dana

Para guru tersebut mendapat apresiasi atas hasil karya mereka menciptakan alat permainan edukatif (APE). Setelah sebelumnya ratusan APE itu dipamerkan dan mendapat masukan dan komentar dari sesama guru PAUD, kali ini dilombakan dalam dua kategori, yakni Monofungsi dan Multifungsi.?

Seluruh APE dibuat dari barang bekas seperti bekas botol minuman, kardus, kayu, anyaman bambu, ember, kayu, maupun dari daun kering. Praktis para guru PAUD membuat peralatan rumit itu tanpa dana sama sekali. Satu-satunya dukungan dana hanya dari uang stimulan Rp50 ribu bantuan dari AMURT Indonesia.?

Manager AMURT Indonesia Haryono menyatakan, pihaknya telah mendampingi 48 PAUD dan 16 HIMPAUDI Kecamatan selama 3 bulan, Februari-April, dan mengumpulkan mereka dalam lomba tersebut untuk ajang silaturahim.?

Fans Gus Dur

"Ini untuk silaturahim antarguru PAUD binaan AMURT dan guru-guru yang tergabung di HIMPAUDI di luar wilayah dampingan. Alhamdulillah yang hadir ratusan peserta," katanya.?



Fans Gus Dur

Rasa Senang, Semua Menang

Tim Juri yang berjumlah 10 orang, yang terdiri dari para akademisi dan praktisi PAUD Jawa Tengah menilai mereka dengan mengukur seberapa bagus, aman, mudah, dan bermanfaat untuk menunjang pendidikan anak-anak. Di tahap pertama dewan juri memilih 15 finalis. Lalu mereka diwawancarai, diminta mempraktikkan penggunaan APE, dan dicoba oleh juri. Hasil presentasi pembuat APE lantas dinilai untuk menentukan pemenang.?

Hasilnya, tiga APE guru yang mewakili Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Karang Tengah, Demak, terpilih sebagai juara APE monofungsi. APE buatan si pemenang adalah rangkaian permainan out door yang terbuat dari ban motor bekas, anyaman bambu, tripleks, karung bekas, dan aneka bahan plastik dari limbah.?

APE ini berguna melatih syaraf motorik anak-anak sekaligus mengenalkan tentang konsep antre, kerja sama, keseimbangan, kesabaran, dan motivasi mencapai tujuan secara disiplin. Karena anak yang memainkan APE ini akan mengikuti pola langkah, menyusuri lubang dengan merangkak, menerobos terowongan, memasang kertas pola, menaiki batok kelapa bertali, dan melempar bola. Semua harus dilakukan secara satu persatu, tidak boleh berdesak desakan atau berebut. Setiap ada yang berhasil akan bertepuk tangan dan tertawa gembira.?

Juara berikutnya di katagori ini adalah APE buatan HIMPAUDI Gayamsari Kota Semarang, dan APE buatan Ida Ismiyati dari PAUD Islam Permata Bangsa Semarang. Adapun tiga juara katagori APE Multifungsi diraih oleh Wahyuni dari PAUD Darul Iman Semarang, HIMPAUDI Gajahmungkur Semarang, dan Ratna S dari PAUD Ceria Anakku Semarang.?

Masing-masing juara mendapat hadiah uang dan piagam penghargaan. Sebanyak sembilan APE lain yang masuk final dinyatakan sebagai juara harapan dengan hadiah piagam penghargaan.?

Anggota juri yang juga Ketua HIMPAUDI Jawa Tengah Dedy Andriyanto mengatakan, lomba APE tersebut sesungguhnya bukan kompetisi yang mempertandingkan para guru PAUD. Namun sebuah ajang berkumpul bersama dalam suasana dan semangat senang, dan semuanya adalah pemenang.

"Kita semua di sini senang. Gembira riang. PAUD itu serba senang. Semuanya menang," ujarnya seraya mengajak menanyi yelyel PAUD.?

Ia mengatakan, rerata peserta lomba telah membuat APE yang luar biasa bagus, sangat serius, dan dibuat dengan rasa cinta pada ilmu dan anak. Namun memang masih perlu ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi unsur pendidikan karakter anak-anak.?

Menurutnya, mayoritas APE telah mengenalkan anak tentang huruf, angka, dan benda benda. Serta pengenalan pada diri sendiri, lingkungan terdekat, dan keseharian manusia. Yang perlu didorong adalah mengenalkan anak pada rasa syukur, keimanan, keinginan berbuat baik, tenggang rasa dan seterusnya.?

?

Dedy menegaskan, segala energi guru untuk mengajar dan membuat APE, harus dicurahkan bukan hanya untuk membuat anak mampu membaca, menulis dan berhitung (Calistung), tetapi anak mampu Bermain, Cerita, Menyanyi (BCM).?

"Ayo bernyanyi! Guru PAUD. Menyenangkan. Mencerdaskan. Siapa Itu. Aku, Yeee....," yel-yel Dedy menutup sambutannya, disambut koor serempak hadirin sambil berdiri, lalu bertepuk tangan. Ramai dalam tawa bahagia. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Daerah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock