Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Probolinggo, Fans Gus Dur. Tragedi kemanusiaan yang menimpa warga muslim etnis Rohingya di Rakhine Myanmar terus menuai kecaman dari sejumlah pihak. Bahkan sejumlah aksi simpatik pun dilakukan mulai dari doa bersama, penggalangan dana, relawan hingga penampungan anak-anak korban kekerasan.

Di Kabupaten Probolinggo, pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah Gus muda sejumlah pondok pesantren berkomitmen untuk siap memfasilitasi dan menampung para korban anak-anak tersebut.

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya

“GP Ansor Kabupaten Probolinggo secara tegas menyampaikan siap menampung anak-anak warga muslim etnis Rohingya di Rakhine Myanmar, yang menjadi korban kekerasan militer negara tersebut,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Rabu (6/9).

Penegasan tersebut disampaikan setelah pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Probolinggo serta para gus muda pengasuh pondok pesantren yang tergabung dalam Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Probolinggo.

“Komitmen bersama dalam menampung anak-anak korban kekerasan di Myanmar ini dilakukan sebagai bentuk langkah nyata kepedulian NU dan GP Ansor serta pihak pemerintah dalam menanggulangi konflik kemanusiaan etnis Rohingya yang banyak menelan korban,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Bahkan PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo jelas Muchlis sangat mengecam perbuatan Geonisida yang terjadi di Rakhine Myanmar. 

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa GP Ansor Kabupaten Probolinggo siap menampung anak-anak warga muslim etnis Rohingya di Myanmar yang menjadi korban kekerasan militer dan para petinggi agama yang ada di Rakhine Myanmar,” tegasnya.

Dalam waktu dekat terang Muchlis, PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo bersama PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan akan melakukan doa bersama sekaligus penegasan komitmen bersama keseriusan menanggulangi konflik Myanmar. Serta penggalangan dana kemanusiaan yang akan disalurkan melalui PBNU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menggugat iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di sejumlah media massa. Ia mengaku tak mengira bila seruan yang di dalamnya terdapat nama berikut tanda tangannya itu bakal diiklankan di media massa, apalagi juga menyebut dua nama konglomerat yang diduga tersangkut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).



Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

“Seharusnya seruan tersebut langsung diserahkan pada pihak yang berwenang agar segera dituntaskan. Tapi, ini malah diiklankan. Apalagi di situ ada nama Sjamsul Nursalim dan Antoni Salim. Kesannya jadi tidak obyektif,” ungkap Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (28/8)

Hasyim mengatakan sangat mendukung terhadap gerakan dan seruan moral yang mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus BLBI itu. Apalagi desakan itu tidak didukung dirinya saja, melainkan juga bersama pemimpin 14 organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia lainnya.

Fans Gus Dur

“Saya menandatangani formulir (seruan “Jihad Melawan Koruptor BLBI”) itu dalam keadaan sadar, dan saya sangat mendukung, apalagi di situ ada nama Pak Din (Syamsuddin – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan lain-lain. Itu kan gerakan moral. Tapi, waktu saya tanda tangan itu tidak ada nama orang yang disebut sebagai koruptor BLBI itu,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Selain itu, tambahnya, di dalam formulir yang ia tanda tangani tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika seruan tersebut akan diiklankan di media massa. Ia menyimpulkan bahwa ada pihak-pihak yang telah ‘memproses’ seruan tersebut untuk kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan para pemimpin ormas Islam.

Fans Gus Dur

“Saya mengimbau kepada orang yang ‘memproses’ seruan itu untuk segera berhenti dan tidak lagi mengiklankan seruan tersebut, melainkan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. Penyebutan nama-nama koruptor itu menimbulkan kesan tidak obyektif,” pungkasnya.

Seruan yang didukung 14 pemimpin ormas Islam di Indonesia itu ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2007. Media massa yang menampilkan seruan tersebut adalah majalah berita mingguan Tempo edisi Khusus Hari Kemerdekaan 13-19 Agustus 2007 pada halaman 147.

Ke-14 ormas itu adalah NU, Muhammadiyah, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indoensia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan Dewan Masjid Indonesia. Lalu, Al-Wasliyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Persatuan Islam (Persis).

Pengurus Pusat Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) juga menyatakan mendukung seruan tersebut.

Dalam seruan itu, disebutkan BLBI, obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun. Padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3

Dompu, Fans Gus Dur



Perhelatan Liga Santri Nusantara Regional Nusa Tenggara (Nusra) 3 yang meliputi Kabupaten Dompu, Kota Bima, Kabupaten Bima serta Provinsi NTT tengah mempersiapkan kick Off pada 25 Agustus 2017 di stadion GOR Kabupaten Dompu dan Stadion Mangge ? Maci, Kota Bima

Hal ini disampaikan Ketua panitia LSN Region Nusra 3 Rahmat Ismail kepada Fans Gus Dur ? Rabu (9/8) malam di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Rahmat memastikan 32 tim sudah siap berlaga di lapangan kebanggaan warga setempat.

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Agustus Pertandingnan Pembuka LSN di Region Nusra 3

Ia berharap melalui LSN dapat terjalin silaturahim dan kerja sama antara pondok pesantren dalam menciptakan kondusivitas kemajemukan di tengah masyarakat.

"LSN dapat menjadi ajang promosi pesantren dengan tagline Ayo Mondok. Momentum ini pula dapat dijadikan icon bagi pesantren dalam menjaring santri dan manarik simpati publik," katanya

Fans Gus Dur

Lebih lanjut Rahmat menyampiakan bahwa LSN dapat menjadi media dawah untuk merekatkan kaum santri dan masarakat umum. Serta yang paling penting adalah ? menjaring talenta ? muda melalu pesantren, khususnya ? olahraga cabang sepak bola.

"Melalui LSN santri dapat menujukkan bawah santri tidak hanya bisa mengaji, hafal kitab, hafiz tapi olahraga pun bisa diandalkan untuk mengharumkan nama daerah, bahkan bangsa," tutupnya. (Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Hadits Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

Khutbah I



Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Jamaah shalat Jumat haafidhakumullah,

Tidak terasa kita sudah berjumpa Sya’ban lagi, bulan yang menandai bahwa kita semakin mendekati blan suci Ramadhan. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Secara bahasa Sya’ban berakar dari kata Arab “syi‘âb” yang bararti jalan di atas bukit. Makna “jalan” ini bisa dikiaskan dalam pengertian bahwa kita sedang menapaki jalan menuju Ramadhan, bulan yang paling dimuliakan dalam ajaran Islam.

Posisi bulan Sya’ban yang terjepit di antara Rajab dan Ramadhan itu rupanya membuat Sya’ban kalah populer dari keduanya. Kita tahu, Rajab diyakini sebagai bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa dahsyat: Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa yang dialami secara langsung oleh Rasulullah ini begitu membekas di benak umat Islam, bukan saja karena keajaibannya namun juga hasil dari peristiwa itu yang masih berlangsung hingga sekarang, yakni kewajiban shalat waktu. Rajab adalah salah satu dari empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. ? Disebut “bulan-bulan haram” (? ?) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Tentang bulan Ramadhan, tak perlu ditanya lagi. Bulan ini mendapat tempat khusus dalam ajaran Islam. Pada bulan ini seluruh ganjaran amal kebaikan dilipatgandakan. Di dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kasih sayang Allah ditumpahkan dalam sepuluh pertama bulan ini, pintu pengampunan dibuka lebar pada sepuluh kedua, dan pembebasan dari neraka diterapkan pada sepuluh ketiga. Umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Singkat kata, Ramadhan menjadi bulan spesial hubungan antara hamba dengan Allah.

Terkait tak begitu populernya bulan Sya’ban, Rasulullah pernah bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

”Usamah bin Zaid berkata, ‘Wahai Rasululllah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban. Nabi membalas, “Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasai)

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan, hari- hari utama (al-ayyâm al-fâdlilah) ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Dalam siklus bulanan, Imam al-Ghazali berpendapat bahwa bulan Sya’ban merpakan bagian dari al-asyhur al-fâdlilah (bulan-bulan utama), sebagaimana bulan Rajab, Dzulhijjah, dan Muharram. Bobot nilai puasa pada bulan-bulan utama lebih unggul dibanding pada bulan-bulan biasa. Berpuasa juga menjadi amalan yang jelas-jelas dicontohkan oleh Rasulullah sendiri.

Mengapa puasa? Puasa di bulan Sya’ban menandai tentang kesiapan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Semakin intensif seseorang melaksanakan ibadah di bulan ini, semakin matang pula kesiapannya untuk memasuki bulan Ramadhan. Di sinilah relevansi makna “jalan di atas bukit” bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban menjadi jalan mendaki untuk meraih puncak kemuliaan yang tersedia di bulan Ramadhan. Rasulullah sendiri bersabda bahwa beliau ingin ketika amal kebaikan diangkat, beliau sedang dalam kondisi berpuasa.?

Dengan demikian, kata kunci penting dalam hal ini adalah “kesiapan”. Kata ini pula yang sering diabaikan tatkala kita memasuki bulan Sya’ban. Kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan rohani untuk menerima suasana paling sakral dari bulan paling suci, yakni Ramadhan. Sehingga, kesiapan lebih berorientasi spiritual, ketimbang material.

Mungkin kita lihat perubahan suasana di sekeliling kita saat bulan Sya’ban tiba. Pusat-pusat perbelanjaan kian ramai, tiket-tiket stasiun atau pesawat dengan cepat ludes terbeli, jumlah belanja bahan pokok meningkat, dan lain sebagainya. Semua ini mungkin bisa disebut persiapan, tapi dalam pemaknaan yang sangat material, bukan spiritual.

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Dengan demikian, kita menyaksikan bahwa bukan hanya bulan Sya’ban yang dilupakan, bahkan makna bulan Sya’ban itu sendiri juga tak jarang diabaikan begitu saja. Kondisi duniawi kerap menyibukkan kita dengan hal-hal yang tak terlalu substansial. Tradisi atau “ritus” budaya tahunan sering menjauhkan kita pada kedalaman rohani yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari kita.

Yang tak kalah penting dicatat adalah bahwa bulan ini mengandung pertengahan spesial yang dikenal dengan “Nisfu Sya’ban”. Secara harfiah, Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban. Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Menurut Imam al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Syaban Allah SWT menganugerahi sepertiga syafaat kepada hamba-Nya dan seluruh syafaat secara penuh pada malam ke-14. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam Nisfu Sya’ban. Maksud menghidupkan malam di sini adalah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam Nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Semoga kita semua dianugerahi umur panjang yang barokah; diberi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan. Harapannya, kita semua dapat meningkatkan kualitas kehambaan kita dan merengkuh kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiin. Wallahu a’lam bish shawab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

Bandung, Fans Gus Dur - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Bimbingan Tes (Bimtes) sebagai bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa baru yang hendak mengikuti tes masuk melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri.

Sedikitnya 245 calon mahasiswa baru mengikuti Bimtes ini di SMK KIfayatul Akhyar Cibiru, Bandung, Jawa Barat, 28-29 Juni 2016. Menurut Ketua Pelaksana Farhan mengatakan, agenda ini diadakan sebagai kepedulian terhadap mahasiswa baru yang sedang bingung menghadapi testing.

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

“Bimtes ini seperti apa yang dikatakan Soekarno ketika berangkat tanpa persiapan maka siap-siap pulang tanpa penghormatan,” ujar Farhan.

Senada dengan Farhan, Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Agus Taufik Habibie mengatakan bahwa calon mahasiswa baru (camaba) perlu dibimbing dan diberikan arahan sebab mereka berasal dari berbagai daerah yang jauh.

Fans Gus Dur

“Nantinya calon mahasiswa baru ini tidak terlalu gagap dan kaget melihat soal-soal, karena bukan dari Aliyah saja, ada yang dari SMK, STM sangat perlu bimbingan dari PMII,” ujar Habibi.

Habibi pun menambahkan bahwa camaba bukan hanya diberikan kisi-kisi mengenai materi-materi yang akan diujikan tetapi bimtes PMII ini pun memberikan materi tentang keislaman dan keindonesia yang memuat nilai perdamaian dan toleransi.

Fans Gus Dur

“Kami juga tidak hanya bimbingan, try out dan testing saja, tapi kami menyelundupkan ajaran bersifat adem, damai dan toleran serta memperkenalkan juga (apa itu) PMII,” ujarnya.

Fasilitator bimtes ini didatangkan dari alumni PMII, kalangan profesional dan dosen UIN Sunan Gunung Djati. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran

Malang, Fans Gus Dur

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat menyesalkan pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa negara-negara di Timur Tengah (Timteng) tak mempersoalkan sikap Indonesia yang mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran terkait program nuklirnya.

“Sulit dicari negara Arab yang netral, sedangkan ulama adalah kelompok idealis yang dengan negaranya sendiri sering tidak cocok. Di Indonesia sendiri, antara pemerintah dan ulamanya berbeda,” ungkap Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi di di Kediamannya di Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Ahad (2/4).

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sesalkan Pernyataan Wapres Soal Iran

Wapres Kalla, usai menjalankan ibadah umroh di Mekkah, Jumat (30/3) lalu, mengatakan, beberapa negara di Timteng yang ditemuinya merespon positif sikap Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB nomor 1747 terkait pengayaan uranium Iran. Hal itu, menurut Wapres, sama sekali tak diduga oleh pemerintah Indonesia.

Namun demikian, pernyataan itu dibantah oleh Hasyim. Ia menilai ada negara-negara di Timteng yang justru merasa senang dengan sanksi yang dijatuhkan DK PBB terhadap Iran. Hal itu terjadi karena adanya kepentingan, pertimbangan praktis, politis dan ekonomis. “Karena itulah, negara-negara Arab tidak pernah menang,” tandasnya.

Presiden World Conference on Religion for Peace itu menegaskan, akibat dukungan pemerintah RI atas resolusi DK PBB, pihaknya sempat diprotes dari ulama dan tokoh agama di Timur Tengah. Mereka menyesalkan sikap pemerintah, karena Indonesia sebenarnya diharapkan menjadi penengah berbagai konflik, terutama di Timteng.

Fans Gus Dur

 

“Saya tidak mengatakan Indonesia dijauhi negara Timteng, tapi dipertanyakan ulama-ulamanya. Kalau Wapres mendapat dukungan dari Libanon, karena Libanon adalah negara ‘unik multisektarian’ mungkin saja yang ketemu itu tidak suka terhadap Iran,” tutur Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Doktor Kehormatan bidang Peradaban Islam itu hingga kini masih kecewa dengan sikap pemerintah Indonesia soal nuklir Iran. Padahal, NU sebenarnya berharap agar Indonesia mengambil posisi lebih tinggi dari negara-negara di Timur Tengah yang bertikai. ”Harapan saya terhadap Indonesia ternyata terlalu tinggi. Ternyata kita masih kelas masih ‘inlander’,” pungkasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

Pringsewu, Fans Gus Dur. Mustasyar PCNU Kota Metro Lampung KH Fachrudin Hudan mengingatkan pada saat ini seluruh ummat Islam agar senantiasa dapat menyikapi perubahan zaman dengan hati-hati. Ia mengharapkan agar dapat menyikapi permasalahan yang berkembang dengan kewaspadaan.

"Jangan asal-asalan dalam mengikuti pemberitaan yang beredar. Jangan mudah mengikuti sesuatu yang sedang ramai dikabarkan oleh media pemberitaan. Ambillah pemahaman dengan menelaah terlebih dahulu keabsahannya. Jangan asal ikut orang lain," jelasnya saat mengisi pengajian di Desa Kresnomulyo Pringsewu, Ahad (26/2/17).

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

Kondisi ketidakjelasan sebuah informasi ini juga  diperkeruh oleh tokoh yang terkadang mengeluarkan pernyataan yang cenderung kontroversial sehingga permasalahan tidak menemukan solusi malah melebar.

Semua tokoh yang muncul di pemberitaan khususnya di layar televisi tidaklah memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap suatu masalah. Ada juga diantara tokoh seperti para ustadz dan dai di televisi banyak yang baru belajar agama. Namun karena keartisannya, mereka didaulat menjadi ustadz.

Apalagi terkait paham-paham Islam transnasional yang saat ini sedang gencar-gencarnya menyebarkan ajarannya, Kiai Pemilik Rumah Makan Sate Sidodadi ini mengajak para orang tua untuk waspada dan mengarahkan putera puterinya agar tidak terjerumus.

Fans Gus Dur

"Didik anak-anak kita dengan baik. Tanamkan pada diri mereka agar tidak mudah goyah dan tergiur dengan ajaran atau paham baru yang menyesatkan," katanya.

Salah satu hal yang perlu diingatkan kepada para generasi muda saat ini adalah untuk lebih selektif dalam memilih organisasi keagamaan sebagai wadah mereka berdakwah. "Ikuti organisasi keagamaan yang jelas membawa kemaslahatan bagi umat," tegasnya.

Salah satunya adalah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang terus mengedepankan kemaslahatan ummat dengan tidak secara gegabah memberikan fatwa yang mengarahkan warganya untuk bertindak berlebih-lebihan. Salah satu contohnya adalah prinsip NU yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Final dan Pancasila adalah dasar negara.

Fans Gus Dur

"Islam itu mudah dan tidak sulit. Yang mempersulit adalah diri kita sendiri," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Minggu, 07 Januari 2018

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Beirut, Fans Gus Dur

Parlemen Lebanon pada Rabu (13/7) gagal untuk ke-42 kali berturut-turut memilih presiden baru akibat kurangnya kuorum yang ditentukan oleh undang-undang dasar.

Ketua Parlemen Nabih Berri menyerukan sidang baru pada 8 Agustus.

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Lebanon tak memiliki presiden sejak masa jabatan Presiden Michel Suleiman berakhir pada 25 Mei 2014, dan perpecahan politik tajam menghalangi pemilihan presiden petahana.

"Keputusan politik yang menghalangi pemilihan seorang presiden masih ada dan sejarah akan menimpakan kesalahan pada mereka yang menghalangi pemungutan suara ini," kata anggota parlemen independen Boutros Harb kepada wartawan setelah sidang tanpa hasil tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

Hanya 37 anggota parlemen yang datang ke gedung parlemen untuk mengikuti sidang itu, sementara dua pertiga dari 128 kursi di parlemen merupakan kuorum yang diperlukan.

Fans Gus Dur

Menurut Pakta Nasional, Presiden Lebanon harus beragama Kristen Maronit sedang ketua parlemen adalah penganut Syiah dan perdana menteri seorang Muslim Sunni.

Undang-undang dasar menetapkan jika tak ada presiden, kabinet bertugas memerintah negeri tersebut sampai seorang presiden terpilih.

Hizbullah, blok Perubahan dan Pembaruan Michel Aoun dan sebagian sekutu mereka telah memboikot sidang pemilihan presiden tersebut, dan menuntut kesepakatan lebih dulu mengenai seorang presiden.

Pemimpin Gerakan Al-Mustaqbal mantan anggota parlemen Saad Al-Hariri --yang dekat dengan Arab Saudi-- melancarkan satu gagasan pada penghujung 2015 untuk mencalonkan Ketua Gerakan Marada, anggota parlemen Suleiman Franjieh, untuk menjadi presiden.?

Fans Gus Dur

Tapi usulnya mendapat penentangan dari partai Kristen utama di negeri tersebut serta Hizbullah. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan

Malam itu, Rabu (19/7), warga Nahdliyin di Desa Timbangreja Kecamatan Lebasiu Kabupaten Tegal menunggu awal datangnya bulan Ramadhan dari hasil sidang Itsbat dari pemerintah melalui Kementrian ? Agama. Ada tradisi yang sudah disiapkan oleh warga sambut jelang Ramadhan, unggah-unggahan.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia unggah-unggahan artinya kenaikan. Bentuk dari tradisi ini adalah warga desa yang mayoritas warga Nahdliyin memberikan sedekah dengan mengadakan selamatan kirim doa. Mereka membawa makanan seadanya dan menurut kemampuan setiap warga.?

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

“Unggah-unggahan” Sambut Ramadhan

Makanan yang disediakan oleh warga ada dua macam yaitu makanan yang akan di bagikan dan makanan yang akan di makan bersama-sama setelah selamatan. Sebelum makan dibagi atau dimakan bersama ? tersebut dikumpulkan dimusholla atau Masjid terdekat, dan semua warga berkumpul .?

Fans Gus Dur

Salah satu warga, Ustadz Mahmuludin (37) menuturkan, unggah-unggahan merupakan tradisi yang dilakukan oleh setiap warga dua hari jelang Ramadhan dan tidak dilakukan bulan-bulan lain seolah-olah menjadi amalan wajib sambut datangnya bulan Ramadhan.

“Saya pernah diceritai oleh kiai Rahmat (Alm.) yang merupakan kiai sepuh zaman dulu yang juga merupakan penggiat NU, bahwa tardisi unggah-unggahan diharapakan kualitas hidup kita mengalami kenaikan, dan bulan ramadhan itu merupakan sarana untuk ? menaikan kualitas hidup, diantaranya kualitas hidup bermasyarakat dan meningkatkan iman,” jelas Mahmul .

Fans Gus Dur

Kiai Rahmat juga menafsirkan, lanjut Mahmul, tentang makan bersama setelah selamatan , merupakan kebersamaan karena tidak masuk akal kalau sudah kumpul bersama kemudian makan bersama dalam satu nampan secara bersama-sama kemudian menjadikan ? saling membenci, yang ada adalah rasa bungah (senang) .?

Mahmul , yang ditemui Rabu (18/7) malam setelah mengikuti taradisi unggah-unggahan juga menggangap bahwa tradisi semacam itu tidak buruk dan patut dilaksanakan karena tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. “Justru disinilah simbol kerukukan umat akan terpelihara dengan baik," tururnya.

Selian Mahmuludin, salah satu tokoh terkemuka Ustadz Khambali menambahkan , unggah-unggahan merupakan bentuk silaturahmi antar umat manusia yang disebut dengan hablum minanas dan unsure lain dari unggah-unggahan terdapat juga hablum minallah dengan berkirim doa dan memuja Gusti Allah.?

“Unggah-unggahan dalam doa tersebut merupakan bentuk berterima kasih kepada orang-orang terdahulu yang telah membawa Islam sehingga sampai kepada umat yang ada sekarang ini," katanya?

Pada zaman dulu, lanjut Ustadz Khambali, makanan yang disajikan dlam unggaha-unggahan adalah jenis kue apem yang kalau istilahkan dengan menggunakan bahsa Arab itu Afuwun artinya minta maaf dan saling memaafkan, jadi isi dari unggah-unggahan tersebut adalah serentetan kegiatan untuk menyambut bulan suci agar jiwa kita juga bersih atau suci .?

“Jadi diawali dengan batin yang suci dan diakhir ramadhan ? kita juga akan menjumpai hari raya idul fitri dengan fitrah yang suci, dengan demikian akan semakin kualitas hidup kita," tutur Rois Syuriah PR. NU Desa Timbangreja . ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Budaya Fans Gus Dur

Minggu, 17 Desember 2017

Universitas Islam Jember Yakin Jadi Perguruan Tinggi Bonafid

Jember, Fans Gus Dur. Ketua Yayasan Pendidkan Nahdaltul Ulama (YPNU) Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin menyatakan keyakinannya bahwa Universitas Islam Jember (UIJ) akan menjadi? perguruan tinggi bonafid sekaligus kebanggaan warga NU.

Sebab, UIJ telah lama melakukan upaya-upaya peningakatan sarana dan prasarana serta pembangunan kualitas Sumber daya manusia (SDM). “Kami yakin itu asalkan mendapat ridla dan dukungan dari segenap lapisan warga NU,” ucapnya di sela-sela acara wisuda mahasiswa S1 UIJ di New Sari Utama, Jember kemarin (24/12).

Universitas Islam Jember Yakin Jadi Perguruan Tinggi Bonafid (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Islam Jember Yakin Jadi Perguruan Tinggi Bonafid (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Islam Jember Yakin Jadi Perguruan Tinggi Bonafid

Menurut Gus A’ab, sapaan akrabnya, saat ini UIJ terus berbenah baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Salah satu cotohnya adalah pengiriman dosen-dosen untuk menempuh? S2 dan S3 di berbagai perguruan tinggi ternama, dan yang terbaru adalah pertukaran mahasiswa UIJ dengan Majelis Agama Islam Pattani (MAIP), Thailand selatan.

Fans Gus Dur

Ia mengatakan, antara UIJ dan warga NU adalah dua hal yang harus saling melengkapi. “UIJ butuh dukungan warga NU. Warga NU juga butuh lembaga pendidikan yang punya visi tentang pengembangan Ahlussunnah wal Jama’ah. Sehingga anak-anak NU paham betul soal ke-NU-an tanpa harus mengabaikan disiplin ilmu-ilmu yang lain. Dan itu adanya di UIJ,” jelasnya.

Acara wisuda UIJ kali ini diikuti ratusan mahasiswa. Beberapa diantaranya adalah tokoh publik. Misalnya adalah pimpinan Bank BTN Cabang Jember, Iwan Suherlan, Abdul Azis (anggota DPRD Jember), dua kakak beradik anggota TNI, Pelda Purnomo (anggota Kodim 0834 Jember) dan Serma Yagni Pramono (anggota Divisi II Kostrad Malang dan sejumlah polisi. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan

Probolinggo, Fans Gus Dur. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Timur mengawal pemilihan Ketua IPPNU Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, sudah dua periode organisasi pelajar tersebut vakum, tidak ada kepengurusan dan kegiatan.

Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wilayah Kawal Pemilihan Ketua IPPNU Kraksaan

Fakhriyah, Bidang Kaderisasi IPPNU Wilayah Jawa Timur mengatakan, vakumnya IPPNU di Kraksaan adalah permasalahan organisasi yang cukup serius, “Karena itu Wilayah memimpin langsung pemilihan ketua IPPNU,” katanya kepada Fans Gus Dur, Jumat (/24/5).

Menurutnya, pengurus yang akan terpilih harus mengobarkan semangat untuk selalu berkiprah dalam memajukan organisasi, “Dukungan keilmuan, materi, dan emosi dengan pengurus yang lainnya sangat penting bagi keberlangsungan organisasi,” tambahnya.  

Fans Gus Dur

Dengan musyawarah mufakat, secara aklamasi, Nur Indah Mu’tamarah terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan di gedung PCNU Kota Kraksaan pada Jum’at (24/5.

Sekretaris PCNU Kraksaaan Fauzan mengatakan, vakumnya kepengurusan IPPNU disebabkan minimnya kader, “Sebab masyarakat mengatakan bahwa kepengurusan IPPNU harus berasal dari kalangan pelajar, “padahal tidak demikian. Ada AD/ART yang telah mengatur tentang hal ini,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Hal tersebut, sambung Fauzan, berimplikasi pada tidak adanya Konfercab IPPNU di kota Kraksaan.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Karimun, Fans Gus Dur. Peringatan Harlah ke-70 Muslimat NU telah berlalu. Ratusan ribu "Srikandi" Nahdatul Ulama menjadikan stadion kebanggaan warga Malang Gajayana menjadi hijau. Mereka adalah sedikit dari jutaan anggota Muslimat NU yang datang dari berbagai penjuru pelosok tanah air.

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)
Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun (Sumber Gambar : Nu Online)

Suka Duka Perjuangan Muslimat NU di Wilayah Perbatasan Karimun

Satu di antara mereka yang menghijaukan stadion Gajayana tersebut adalah Nyimas Novi Ujiani. Ia datang dari Karimun, sebuah kabupaten kecil di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Nyimas Novi Ujiani adalah sosok perempuan gigih, di balik kemajuan Muslimat NU di wilayah tersebut.

Lima tahun lalu, Muslimat NU bukan apa-apa di Kabupaten Karimun. Jangankan berkiprah, masyarakat pun belum banyak yang tahu mengenai apa itu Muslimat NU. Akhirnya dengan kegigihan dan tekad yang kuat, kini Muslimat NU mulai di kenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Karimun. Bahkan, Muslimat NU Karimun kini terbesar nomor 2 di provinsi Kepulauan Riau setelah Kota Batam.

Nyimas Novi Ujiani memperkenalkan Muslimat NU di Karimun dengan pendekatan kultur masyarakat setempat. Wanita yang di lahirkan di Kp Laut Jambu 40 tahun lalu tersebut sangat menyadari, bahwa masyarakat Karimun yang multi etnis harus mendapatkan sentuhan dari hati. Semua pihak harus di akomodir tanpa meninggalkan basis budaya Melayu "pemilik" bumi Karimun.?

"Karimun selain wilayah perbatasan, juga di huni oleh banyak suku dari tanah air. Ada Melayu, Batak, Minang, Jawa dan banyak lagi. Maka saya harus masuk ke tata cara mereka tanpa harus meninggalkan ke-Melayu-an saye" kata wanita yang akrab di sapa Nyimas ini.

Fans Gus Dur

Menyelami latar belakang dan kebiasaan positif masyarakat inilah yang akhirnya ia mampu masuk ke semua lapisan masyarakat tanpa sekat dan jarak.

Eksistensi Muslimat NU di Karimun

Beberapa tahun lalu, setelah resmi mendapatkan SK sebagai pimpinan cabang Muslimat NU, Nyimas langsung menyusun kepengurusan tingkat PAC, di situlah tantangan besar di mulai.

Untuk kabupaten yang memiliki wilayah pulau-pulau, Nyimas harus mengarungi lautan untuk mewujudkan kepengurusan tingkat PAC. Ombak tinggi dan badai besar pernah ia rasakan. Bahkan ia harus rela menginap di rumah-rumah warga pulau jika transpirtasi untuk kembali ke Karimun tidak ada. Artinya, ia harus rela menginap di rumah warga dan meninggalkan segala fasilitas "komplit" di kediamannya.?

Fans Gus Dur

"Untuk menjangkau wilayah seperti kecamatan Moro dan Durai, kita harus menempuh perjalanan laut antara 1 setengah jam sampai 2 jam, itu kalau cuaca bersahabat, tapi kalau musim angin utara, bisa sampai 3 jam," lanjut Nyimas.

"Karena keterbatasan transportasi, kami sering menginap di rumah-rumah warga, namanya juga pulau ya, kadang untuk naik kapal itu harus menunggu air pasang, jadi kalau pas surut kapal tidak bisa merapat" tandas Nyimas.

Upaya keras Nyimas bersama jajarannya di Muslimat NU kini membuahkan hasil. Hampir seluruh kecamatan, kini telah terbentuk kepengurusan PAC, bahkan ada beberapa sudah terbentuk kepengurusan ranting. "Alhamdulillah berkat kerja keras pengurus dan arahan pimpinan wilayah serta pusat, kini telah terbentuk seluruh PAC dan ada beberapa ranting. Saya tidak akan dapat mewujudkannya, tanpa ada pengurus lainnya" ucap Nyimas.

Agar organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya, Nyimas yang juga anggota DPRD Karimun ini membentuk dan menjadi pembimbing beberapa majelis talim. Bahkan ia mengharuskan, setiap PAC mengadakan pengajian secara berkala, sehingga setiap anggota mampu melaksanakan amaliah ahlussunah wal jamaah an nadliyah.?

"Setiap PAC harus ada majelis talim, dan di dalam situlah di ajarkan amaliah-amaliah Nahdatul Ulama, seperti yang di ajarkan mbah Hasyim" ungkap Nyimas. Selain sebagai "arena" menuntut ilmu, majelis talim tersebut juga sebagai perekat hubungan batin antara sesama anggota Muslimat. "Di majelis talim tersebut sudah tentu dapat ilmu, di situ juga akhirnya terbangun komunikasi yang mampu menyatukan cara berpikir kami sesama anggota yang bermuara pada ikatan batin, loro siji loro kabeh, seneng siji seneng kabeh," ucap Nyimas bersemangat.

Selain itu, sebagai wujud perhatian Muslimat NU kepada generasi muda, kini Muslimat NU yang di pimpin oleh Nyimas Novi Ujiani juga merintis mendirikan lembaga pendidikan bagi anak-anak usia dini, baik yang formal maupun non formal. "Anak-anak adalah aset kita, maka jika kita ingin maju di masa depan tergantung cara kita mengelola aset kita saat ini. Mereka membutuhkan perhatian sesuai dengan tingkatannya, jangan di paksa paham jika belum waktunya. Kelihatannya hal sepele, tapi ini penting bagi mereka, apalagi yang memerlukan perhatian dan perlakuan khusus" ujar Nyimas yang diamini pengurus lainnya. Tahap awal, lembaga pendidikan ini akandi dirikan di pulau Karimun besar terlebih dahulu, kemudian akan menyusul ke pulau-pulau lainnya.

Kegiatan Muslimat NU Karimun Jelang Harlah

Kiprah istri dari ketua DPC PKB Karimun ini tidak berhenti di situ saja. Beberapa waktu lalu menjelang Harlah ke-70, ia menggelar seminar kesehatan mengenai kanker serviks dan payudara, dengan melibatkan puluhan organisasi wanita yang ada di Bumi Berazam. Sebagai pembicara, ia mendatangkan dari Rumah Sakit KPJ Johor Malaysia.?

"Iya betul, kemarin kami membuat seminar kesehatan, kami datangkan pembicara dari Malaysia specialis kanker servick dan payudara" jawab Nyimas menyangkut pertanyaan kegiatan Harlah Muslimat. "Sebagai organisasi berbasis massa wanita, hal tersebut penting, karena penyakit itu muncul akibat ketiadaan pengetahuan serta ketidak pedulian yang bersangkutan. Dan ingat, penyakit itu sangat membahayakan bagi kaum hawa," lanjut Nyimas.

Selain seminar kesehatan, menjelang Harlah beberapa waktu yang lalu Muslimat NU juga menyelenggarakan lomba mewarnai bagi anak-anak TK dan SD yang di ikuti oleh 680 anak. Hal tersebut di lakukan agar ada rangsangan bagi anak-anak lebih kreatif lagi. "Sekali lagi anak-anak itu aset kita untuk masa depan. Bagi saya pinter itu penting, tetapi anak yang kreatif itu lebih penting, maka salah satu cara merangsang anak-anak itu kreatif kita selenggarakan lomba mewarnai," ujar Nyimas.

Di usia Muslimat NU ke 70 ini, Nyimas Novi Ujiani menyadari bahwa tantangan semakin berat. Kekompakan dan terus belajar akan menjadi kunci dalam keberhasilan untuk ikut andil memecahkan permasalahan bangsa ini. "Semakin tua usia, semakin maju zaman maka semakin banyak hal yang dapat menjadi masalah. Contohnya adalah narkoba, wilayah Karimun dan Kepri yang berbatasan dengan negara luar, menjadi pintu masuk narkoba, untuk itu di setiap kesempatan saya selalu mengingatkan kepada ibu-ibu untuk waspada, dan segera cari tahu jika suami atau anak-anak mereka ada perubahan sikap; karena bisa jadi itu akibat dari narkoba. Karena apa, untuk mendapatkan ekstasi atau sabu-sabu di Karimun buka hal yang sulit," beber Nyimas.?

"Saya, dan kami adalah ibu, tentu akan sakit dan memprihatinkan bagi saya dan kami semua jika satu di antara anggota keluarga kami menjadi budak narkoba," pungkas Nyimas. (Sularno Menot/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Santri Pesantren Zaha Genggong Raih Juara Santri Entrepreneur

Probolinggo, Fans Gus Dur - Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan, Hairul Hakiki sukses meraih juara 1 dalam even Santri Entrepreneur tahun 2017 yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo. Dalam lomba ini, Hairul menampilkan produk furniture dari tong bekas.

Juara 2 diraih oleh Ibnu Awal dari Pesantren Darul Mukhlasin Kecamatan Tegalsiwalan dengan produk batik tulis. Juara 3 diraih Icromatul Wardani dari Pesantren Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Kecamatan Kraksaan dengan produk benda bekas menjadi benda berharga.

Santri Pesantren Zaha Genggong Raih Juara Santri Entrepreneur (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Zaha Genggong Raih Juara Santri Entrepreneur (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Zaha Genggong Raih Juara Santri Entrepreneur

Para pemenang ini mendapatkan hadiah berupa trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan yang diserahkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Probolinggo H Asy’ari dalam seminar koperasi di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (10/8) siang.

Selain dihadiri oleh para pengasuh pesantren dan santri, kegiatan ini juga dihadiri oleh ratusan pelaku gerakan koperasi di Kabupaten Probolinggo. Mereka berkumpul untuk mengikuti seminar yang dihadiri narasumber Penasehat Dekopin Wilayah Jawa Timur Slamet Sutanto.

Fans Gus Dur

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, kegiatan digelar dalam rangka untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan para santri dari pesantren di Probolinggo.

Fans Gus Dur

“Kegiatan santri enterpreneur ini merupakan salah satu upaya dalam menunjukkan eksistensi pesantren di Probolinggo, terutama di bidang kewirausahaan (entrepreneurship),” katanya.

Sementara H Asy’ari berharap agar kegiatan santri enterpreneur ini bisa terus meningkatkan semangat generasi muda dalam upaya menumbuhkan inovasi dan prestasi di kalangan pesantren di Probolinggo.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk memberikan bekal keterampilan supaya nantinya santri memiliki jiwa wirausaha. Hal ini dibutuhkan supaya santri tidak hanya bisa akademik saja tetapi juga diajarkan bagaimana berusaha mengembangkan kreativitasnya sehingga setelah keluar dari pesantren memiliki jiwa untuk berusaha,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Selasa, 28 November 2017

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Denpasar,? Fans Gus Dur?

Apel Kebangsaan yang diadakan Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali di Lapangan Lumintang Denpasar, Ahad (14/5) dihadiri Kasatkornas Banser H. Alfa Isnaini. Di hadapan seribu kader Ansor dan Banser dari sembilan kabupaten dan kota se-Bali itu, Alfa merasa bangga karena banom NU itu bisa eksis di pulau dewata, pulau dengan Muslim minoritas. ?

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pidato Kasatkornas di Apel Kebangsaan Banser Bali

Meski demikian, ia berpesan agar GP Ansor dan Banser terus menjunjung tinggi keharmonisan, kedamaian dan menjalin komunikasi kepada semua pihak. Dengan cara seperti itu, rajutan kebinekaan di negeri ini, termasuk di Bali, bisa seiring sejalan dengan cita cita pendiri bangsa.

"Para perumus negeri ini sepakat untuk menjadikan negeri ini sebagai negara kesatuan yang mengakui perbedaan, menggapai kesejahteraan bersama berdasarkan Pancasila. Ini sudah final, karena yang menyepakatinya juga adalah para kiai-kiai NU," tegasnya.

Jadi, lanjutnya dengan suara lantang, siapa pun yang ingin mengutak-atik NKRI dan Pancasila, maka GP Ansor dan Banser siap berhadap-hadapan dengan mereka.

“Apakah kalian siap?” tanya Alfa.

Fans Gus Dur

"Siap!" seru peserta apel menjawab serentak.

Menyoal kelompok yang anti-Pancasila, ia terang-terangan menyebut HTI sebagai organisasi gerakan politik, bukan gerakan dakwah keagamaan. Mereka jelas ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

Fans Gus Dur

"Kebebasan berpendapat boleh, tapi kalau sudah ingin mengubah dasar dan bentuk negara, maka langkah pemerintah sudah tepat untuk membubarkan HTI yang kerap mempropagandakan pemerintahan model khilafah Islamiyah," paparnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan keputusan politik, jadi ini belum cukup. Ansor Banser menginginkan yang lebih dari itu.

"Kita ingin semua gerakan pemahaman dan ajaran HTI, harus dilarang di seluruh tumpah darah Nusantara ini. Jika masih mereka ada, maka selama itu juga Banser dan Ansor akan tetap melakukan perlawanan," paparnya yang langsung disambut tepuk tangan peserta apel.

Terakhir, ia berpesan agar kader Ansor dan Banser agar tidak gampang terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan terpecahnya kesolidan Nahdlatul Ulama. (Abraham Iboy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Pondok Pesantren, Makam Fans Gus Dur

Rabu, 11 Oktober 2017

Manusia dan Ingatan Panjang Unta

Sore itu Gus Dur terlihat bercengerama dengan beberapa tamu penting yang menemuinya di kediamannya di Ciganjur Jakarta Selatan.

Meskipun tamu yang menemuinya adalah orang penting, Gus Dur tidak pernah membedakan secara pelayanan. Semua tamu dari berbagai latar belakang ditemui dan dijamunya secara terhormat.

Manusia dan Ingatan Panjang Unta (Sumber Gambar : Nu Online)
Manusia dan Ingatan Panjang Unta (Sumber Gambar : Nu Online)

Manusia dan Ingatan Panjang Unta

Tidak lupa, Gus Dur selalu membumbui setiap obrolannya dengan menyajikan humor-humor segar untuk mencairkan suasana menjadi lebih akrab dan hangat.

Pada kesempatan tersebut Gus Dur bercerita tentang hewan unta. Hewan yang banyak hidup di tanah Arab ini menurut Gus Dur termasuk hewan yang panjang ingatan tapi mempunyai sikap pendendam.

“Panjang ingatan unta bisa sampai berapa lama Gus?” tanya salah seorang tamu polos.

Fans Gus Dur

“Bisa sampai 10 tahun,” jawab Gus Dur.

“Luar biasa hewan ini. Mungkin pengaruh panjangnya perjalanan yang mereka sering lakukan di gurun,” tukas tamu lain menanggapi.

“Bisa jadi,” Gus Dur diplomatis.

Gus Dur melanjutkan ceritanya, bila ada seseorang yang memukul unta itu, maka dia akan membalasnya pada kesempatan lain.

Fans Gus Dur

“Walaupun kejadiannya sudah 10 tahun,” sambung Gus Dur.

“Jadi kalau ada manusia yang tidak mau akur dan pendendam setelah 10 tahun berkonflik, maka ia bukan manusia, tapi unta,” seloroh Gus Dur disambut gerrr tawa para tamunya. (Fathoni)

Disarikan dari buku "Fatwa dan Canda Gus Dur" karya KH Maman Imanulhaq (2010).

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Tokoh, Sunnah Fans Gus Dur

Minggu, 17 September 2017

Muslimat NU Selenggarakan Safari KB

Demak, Fans Gus Dur. Dalam rangka memperingati hari lahirnya yang ke-69 Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Demak mengadakan berbagai kegiatan diantaranya bakti sosial berupa Safari KB, Bazar murah, launcing home reading program dan puncaknya dengan pengajian akbar bertempat di pendopo kabupaten Demak.

Muslimat NU Selenggarakan Safari KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Selenggarakan Safari KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Selenggarakan Safari KB

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik bagi ketua umum PP Muslimat Hj Khofifah Indar Parawansa itu adalah terselenggaranya safari KB yang merupakan hasil kerjasama antara Muslimat dengan Bapermas KB kabupaten Demak dan RSI NU Demak. Khofifah didampingi Bupati Demak Dachirin Said dan direktur RSI NU Abdul Azis menyempatkan diri menyambangi beberapa peserta akseptor KB yang sedang menjalani pemeriksaan dari tim medis di ruang bongkar pasang akseptor KB RS tersebut.?

Dalam kesempatan itu Khofifah yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial ini merasa berterima kasih kepada Muslimat NU Demak dan RSI NU Demak yang telah mengadakan program yang berkenaan langsung dengan masyarakat kurang mampu sehingga bisa sedikit meringankan beban mereka yang selama ini tidak bisa di akses oleh pemerintah,

Fans Gus Dur

“Ini sudah biasa dilaksanakan Muslimat, ini semua akibat dari layanan KB pemerintah lemah dan disinilah Muslimat masuk,” tandas Khofifah.?

Sementara itu direktur RSI NU Demak Abdul Azis menjelaskan bahwa pihak rumah sakit menyediakan alat kontrasepsi yang sudah disepakati antara rumah sakit, Muslimat dan Bapermas yakni implant (susuk) dan IUD (spiral) yang kesemuanya itu peserta tidak dipungut biaya.

Fans Gus Dur

“350 akseptor ini semua pakai implant dan IUD dan ini semua gratis lho mas, semoga kerjasama ini bisa bermanfaat sesuai tujuan pendirian rumah sakit dari umat untuk umat,” jelas Azis.

Sedangkan ketua Muslimat Demak Ibu Hj asiyah Hadziq mengutarakan terselenggaranya safari KB ini karena ingin meringankan warga Muslimat kurang mampu. Muslimat NU dalam hal ini membantu kekurangan pelayanan yang selama ini belum terjangkau oleh pemerintah melalui RS NU yang dimiliki oleh Nahdliyyin. (shiddiq sugiarto/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Internasional, Aswaja Fans Gus Dur

Selasa, 05 September 2017

STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim

Probolinggo, Fans Gus Dur - Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan terhadap sesama, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo memberikan santunan kepada ratusan anak yatim yang berada di Kecamayan Paiton, Senin (1/5).

Santunan yang melibatkan puluhan mahasiswa calon perawat ini dilakukan dalam kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan gratis di Yayasan Berkarya Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton.

STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim

Rektor STIKes Nurul Jadid KH Hefny mengatakan, pemberikan santunan kepada anak yatim dan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perguruan tinggi dalam hal ini calon perawat terhadap problematika masyarakat sekitar.

“Kami ingin berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat. Setidaknya dengan bakti sosial dan pemberian santunan kepada anak yatim ini membuktikan bahwa perawat itu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu,” katanya.

Fans Gus Dur

Melalui kegiatan ini Kiai Hefny mengajak para calon perawat ini agar peka terhadap kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Sebab hal ini akan menguji seberapa besar mahasiswa berguna bagi masyarakat.

Fans Gus Dur

“Calon perawat itu harus tanggap dan jangan sampai menunggu. Begitu ada permasalahan langsung dicari solusi yang tepat dan manfaat. Sehingga masyarakat bisa menilai jika perawat ini peduli. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat terutama dalam hal membentuk karakter mahasiswa sebelum nantinya turun di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Pendidikan, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Minggu, 27 Agustus 2017

Dasar Politik Pesantren

Buku karya Ahmad Baso ini menceritakan bagaimana ilmu politik Indonesia tergerus sedikit demi sedikit yang menyebabkan keterputusan dengan tradisi dan kehilangan identitasnya. Semua itu bermula dengan adanya penjajahan. Menurut Baso, penjajahan bangsa asing, bukan hanya menyebabkan penderitaan rakyat di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, melainkan juga menyebabkan kita kehilangan ilmu politik asli bangsa Indonesia warisan leluhur. Dan penjajah mengisi kekosongan ilmu politik bangsa ini dengan ilmu politik mereka hingga dewasa ini. Indikasinya banyak kitab, buku yang dicuri dibawa oleh penjajah ke negaranya, sehingga banyak generasi kita selanjutnya terputus pengetahuan politiknya dengan tradisinya dan tanah airnya.

Tentunya di jaman penjajahan masih ada kitab politik Nusantara, kitab politik pesantren yang bisa diselamatkan. Tentunya masih ada politisi yang menjaga tradisi pengetahuan politik kebangsaan Nusantara. Mereka ini bukan hanya menyelamatkan kitab, tradisi tersebut, melainkan juga melakukan perjuangan, melawan penjajahan dalam segala bidang, perang fisik, perang politik, mempertahankan nilai sosial dan budaya di masyarakat.

Dasar Politik Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasar Politik Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasar Politik Pesantren

Menurut Baso dalam buku ini, mereka ini teridentifikasi sebagai para Walisongo, penyebar agama Islam aswaja di Nusantara. Para wali ini pulalah kemudian yang menjadi pemula pendirian pondok pesantren, mengajarkan bentuk-bentuk gerakan perlawanan terhadap penjajahan, pelawanan fisik dan perlawanan metafisik. Dan ini diajarkan dan diteruskan kepada syekh, kiai, ustadz dan rakyat.?

Bentuk perlawanan fisik, salah satunya adalah uzlah. Jadi ketika wilayah pesisir dikuasai penjajah, mereka membentuk kuasa sendiri di pedalaman. Ketika kota pedalaman dikuasai penjajah pula, mereka membangun peradaban dan jaringan di desa dan di gunung.

Fans Gus Dur

Di desa dan gunung tersebut mereka mempertahankan sekaligus memperjuangkan politik kebangsaan, politik pesantren-aswaja menghadapi penjajah. Di desa dan gunung tersebut pula mereka membentuk sebuah peradaban, jaringan, masyarakat baru dengan melakukan koalisi dengan masyarakat Cina dan Eropa yang mempunyai kesamaan ide kebangsaan adalah mengelola hidup bersma secara baik jauh dari pada merusak.

Fans Gus Dur

Mereka membentuk kuasa tandingan, dengan memunculkan masyarakat, negara, kekuasaan dan raja tandingan-baru. Baso dalam buku ini mencontohkan gerakan politik kaum santri adalah dengan terbentuknya kekuasaan Pakubuwono II walaupun hanya beberapa saat. (Hlm 228-229)

Sementara itu bentuk perlawanan metafisik, adalah kekuatan ramalan. Mereka mengaksarakan dan mengoralkan ramalan tersebut pada rakyat Indonesia. Salah satunya adalah kekuatan ramalan Jayabaya menyebar di kalangan priyayi dan rakyat jelata. Ramalan tersebut bermuatan politik, kritik atas kondisi sosial-ekonomi kolonialisme, serta memberi harapan kepada rakyat akan masa depan kebangsaannya.?

Lantas apa isi dan visi politik pesantren? Baso menunjukkan bahwasannya dalam Babad Jaka Tingkir dijelaskan mengenai visi politik pesantren adalah ilmu politik ditujukan bukan untuk melayani penguasa, tapi mewakili suara rakyat dan menerjemahkan kebebasan politik mereka. Baso lantas menjustifikasinya, bukankah itu demokrasi? Pesantren sudah lama memunculkan ide kedaulatan rakyat dengan kosa kata kedaulatan wong kabeh, bahasa kaum santri paugeraning kaum santri, santri Bugis ratuna tau sibutta.?

Salah satu ciri dan dasar politik pesantren adalah selalu memuat rasa optimisme akan masa depan yang lebih baik, selalu berpikir positif di tengah kekejaman kolonialisme. Mereka juga melakukan pendidikan politik, terutama terhadap penguasa yang tidak adil, tidaklah menyebutnya sebagai orang yang terkutuk selama-lamanya. Tapi diberi peluang untuk bertobat, kembali ke masyarakat, memperbaiki kekeliruannya serta mengasah diri dari dalam kultur keadilan masyarakat, bukan dari dalam kraton/kekuasaan.?

Dari sinilah kemudian kaum santri memaknai politik itu bukan sesuatu yang dihindari karena kotor. Tapi justru kita diberi peluang untuk memperbaikinya, dari yang sifatnya personal hingga sistemik (perbaikan struktural-kelembagaan). Ini pula yang memberikan salah satu karakter ilmu politik pesantren visioner, transformatif, reformatif dan reflektif. Seperti penerjemahan patriotisme atau bela Nusantara adalah mensejahterakan desa dan orang-orang desa. (Hlm 377 dan 407).

Meskipun buku ini sepertinya halnya buku-buku Baso sebelumnya, selalu menampilkan kecerewetan dan kebinalan berlebihan. Buku ini memiliki relevansi sebagai bentuk kritik dengan kondisi perpolitikan kita, terutama dengan politik Islam di Indonesia. Bangsa Indonesia mengaku sebagai bangsa demokrasi. Bangsa ini juga mengaku melakoni semangat jamannya adalah orde reformasi. Namun nyatanya, demokrasi dan reformasi tidak mengurangi jumlah pengangguran, angka kemiskinan, malah yang terjadi korupsi menggila, utang negara naik tajam. Dengan demikian ada yang salah dari politik kebangsaan kita selama ini.

Politik dan politisi Islam di Indonesia sampai kini belum memberikan peran signifikan akan kesejahteraan, kedamaian pada rakyat. Mereka menampilkan kualitas berpolitik yang buruk. Mereka juga terseret arus liberalisasi politik yang menyebabkan mereka kehilangan identitas politiknya. Akhirnya, Baso, melalui bukunya ini, mengajak politisi dan calon politisi, mahasiswa Fisip untuk melakukan kritik diri, meluruskan niat, tujuan dan cara berpolitik secara bijak bukan sekedar mengkaji buku politik dan demokrasi dari Barat dan melupakan naskah politik Nusantara dan cara berpolitik kebangsaan para leluhur kita.

Judul Buku: Pesantren Studies, Buku Keempat; Khitah Republik Kaum Santri dan Masa Depan Ilmu Politik Nusantara, Juz Pertama; Akar Historis dan Fondasi Normatif Ilmu Politik-Kenegaraan Pesantren, Jaringan dan Pergerakannya Se-Nusantara Abad 17 dan 18

Penulis: Ahmad Baso

Penerbit: Pustaka Afid

Cetakan I: 2013

Tebal Buku: xvi + 437 Halaman

Harga Buku: Rp 100.000,00

Peresensi: ? Muhamad Rifai, pembaca buku, tinggal di Temanggung Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Makam, Hikmah Fans Gus Dur

Kamis, 09 Februari 2017

Pelajar NU Bojonegoro Bakmas di Kawasan Hutan

Bojonegoro, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Bojonegoro memulai bakti masyarakat (bakmas) di kawasan hutan, Kamis (25/7/2013). Tepatnya di Desa Hargomulyo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro. Rencananya kegiatan tersebut berlangsung hingga Rabu (31/7/2013).

Pelajar NU Bojonegoro Bakmas di Kawasan Hutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Bojonegoro Bakmas di Kawasan Hutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Bojonegoro Bakmas di Kawasan Hutan

Sebelum memulai kegiatannya, pengurus PC IPNU-IPPNU Bojonegoro itu mensosialisasikan program kerja yang akan dilaksanakan dengan mengumpulkan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Kedewan.

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kedewan, Imam Turmudzi sangat mendukung kegiatan tersebut demi kemajuan NU ke depan, terutama di Kecamatan Kedewan.

Fans Gus Dur

Para pengurus PC IPNU Bojonegoro yang mengiikuti bakmas, menempati rumahnya yang tidak jauh dari masjid An-Nahdliyah. "Kedatangan IPNU-IPPNU ke Kedewan untuk mendidik anak-anak di Kedewan dalam seminggu ke depan. Semoga dapat bermanfaat," jelasnya.

Selain itu, ia mengaku ada anak dari Kecamatan Kedewan yang menjadi pengurus pimpinan pusat (PP) di Jakarta. Jadi potensi kader-kader militan dari Kedewan sangat tinggi.

Fans Gus Dur

Sementara itu Ketua IPNU Bojonegoro, Misbakhul Munir mengatakan, amaliah Ramadhan yang saat ini diadakan itu sudah yang ketiga kalinya. Dua tahun kemarin bakmas diadakan di Kecamatan Sekar dan Kedewan. 

"Bakmas ini merupakan kegiatan rutin," jelasnya.

Ia juga mengaku kalau tidak tahu, kalau bakmas tersebut yang menjadi program tahunan itu sangat diminati masyarakat. Di tahun 2013 ini ada yang meminta untuk ditempati bakmas di beberapa kecamatan diantaranya, Kedungadem, Ngraho, Gondang, Margomulyo dan Kedewan.

Setelah dirapatkan pengurus PC IPNU Bojonegoro, dengan berbagai pertimbangan kalau beberapa kecamatan sudah pernah ditempati kegiatan PC IPNU. 

"Akhirnya dipilih Kedewan sebagai lokasi Bakmas, karena belum pernah ditempati kegiatan," terangnya.

Ditambahkan, sebenarnya bakmas akan dilaksanakan sebelum Ramadhan. Pasalnya PC IPNU Bojonegoro ada kegiatan besar, yakni ditempati latihan pelatih (latpel). Serta ia juga mengakui kalau Kedewan mempunyai potensi besar sebagai basis kader pelajar NU.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Yazid

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Kamis, 26 Januari 2017

Nalar Civil Religion Mbah Achmad Shiddiq

(Refleksi Menyambut Haul Ke-26 KH Achmad Shiddiq)

Oleh Hayi Abdus Sukur

Nalar Civil Religion Mbah Achmad Shiddiq (Sumber Gambar : Nu Online)
Nalar Civil Religion Mbah Achmad Shiddiq (Sumber Gambar : Nu Online)

Nalar Civil Religion Mbah Achmad Shiddiq

Membaca dialektika antara agama dan negara dewasa ini tampaknya akan semakin mengkhawatirkan. Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) sebagai bagian dari komponen ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa) tercederai oleh prilaku intoleransi.

Sejak tahun 2014 hingga 2016 kasus intoleransi atas nama agama mengalami tren peningkatan. Komnas HAM mencatat ada 74 kasus intoleransi di tahun 2014. Meningkat menjadi 87 kasus di tahun 2015. Bahkan hampir 100 kasus yang mengkhawatirkan kebhinnekaan di Indonesia ini pada tahun 2016. Varian kasus intoleransi meliputi pelarangan aktivitas keagamaan, pengrusakan rumah ibadah, diskriminasi atas dasar keyakinan agama, intimidasi, dan pemaksaan keyakinan.

Fans Gus Dur

Di sisi lain benih kekerasan yang secara intrinsik ada dalam agama, tidak serta merta timbul dengan sendirinya. Kadang, entitas di luar agama, seperti kondisi sosial politik dan riil ekonomi merupakan faktor utama timbulnya beberapa tindak kekerasan bernuansa agama yang memenuhi pemberitaan di berbagai media di seantero negeri ini.

Fans Gus Dur

Masalah ketidaksetaraan dan kesenjangan sosial misalnya, pada ambang batas tertentu sangat menyentuh rasa keadilan masyarakat secara luas. Data kemiskinan memang mengalami tren penurunan, akan tetapi tidak seimbang dengan peningkatan laju kekayaan yang membutuhkan formula baru dalam penyelesaiannya.

Semakin menumpuknya hutang luar negeri yang diwarnai dengan isu persekongkolan, ditambah lagi dengan penyebaran informasi yang menyudutkan pemerintah baik berdasar pembuktian ataupun tidak, telah ikut serta menimbulkan keresahan secara massif.

Globalisasi ekonomi baik secara teoritis maupun terapannya, lebih menguntungkan kelompok tertentu yang lebih maju dari sisi ilmu pengetahuan dan penguasaan sumber-sumber ekonomi melalui perusahan multinasional semakin menimbulkan rasa frustasi di berbagai level? anggota masyarakat. Lambannya penegakan hukum, semakin meningkatnya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme menjadikan masyarakat semakin tidak berdaya dalam berbagai dimensinya.

Ketidakadilan struktural ini merupakan tanggung jawab pemerintah baik pusat hingga daerah yang terejawantahkan dalam wujud pelayanan sosial. Kebijakan pro-rakyat seperti pelayanan kesehatan, sandang, pangan, pendidikan, penerangan, akses ekonomi dan supremasi hukum merupakan wujud hadirnya negara atas kebutuhan sosial dasar rakyatnya.

Perubahan rezim setiap periode kepemimpinan melalui pemilu tidak akan menimbulkan persoalan yang signifikan jika layanan sosial terhadap masyarakat tetap berjalan dengan prima. Kebutuhan masyarakat yang terlayani dengan baik menjadi penopang stabilitas pemerintahan. Sebaliknya lemahnya kinerja pelayanan sosial akan menambah akumulasi rasa ketidakadilan dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Perkawinan antara faktor eksternal dan pemahaman sempit terhadap teks-teks keagamaan serta ditopang oleh rasa ketidakadilan global hingga lokal tersebut merupakan cikal-bakal terciptanya situasi yang semakin rumit dan kompleks. Rasa ketidakadilan dan pemahaman yang rapuh akan keberadaan orang lain maupun kelompok, baik suku, ras, agama maupun budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akan mendatangkan marabahaya yang sangat mengerikan di belakang hari.

Pendekatan hukum apalagi pendekatan militer dalam penyelesaian kasus kekerasan bahkan teror atasnama agama belum mampu menyentuh akar permasalahan. Bahkan tak jarang semakin meningkatkan militansi serta rasa dendam warisan. Bahkan pada momentum tertentu, mereka akan kembali muncul dengan wajah yang lebih agresif.?

Dalam konteks ini, peran tokoh agama dan ormas keagamaan, menemukan siginifikansinya dalam membantu menyelesaikan masalah radikalisme serta sebagai penyanggah moderasi Islam di Indonesia. Al-Maghfurlah KH Achmad Shiddiq (Mbah Achmad) salah tokoh agama, tokoh masyarakat yang dalam kontsalasi sejarahnya menjadi salah satu tokoh? tauladan penyanggah moderasi Islam di Indonesia. Dengan kemampuan keagamaannya yang mendalam dan keluwasan pergaulannya, Mbah Achmad mampu mengejawantahkan nilai substansi agama menjadi etika sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengikuti jejak pemikiran the founding fathers bangsa sekaligus tokoh pendiri NU, Mbah Achmad meyakini asas ikhlas dan taqwa dalam amal ibadah dan amal perjuangan. Sehingga tidak perlu asas dicantumkan dalam Anggaran Dasar, melainkan cukup dihayati dan diamalkan. Menempatkan Islam sebagai ideologi, berarti menempatkan agama setara dengan liberalisme, marxisme serta isme-isme yang lain.? Padahal ideologi adalah ciptaan manusia. Umat Islam boleh berideologi apa pun yang penting tidak bertentangan dengan substansi Islam.

Umat Islam tidak lagi berwawasan golongan, akan tetapi lebih berwawasan nasional. Umat Islam adalah mereka yang bersahabat, percaya, dan menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Negara Republik Indonesia lahir dan tegak berdiri sebagai hasil perjuangan seluruh golongan rakyat Indonesia. Para tokoh pejuang Islam Indonesia banyak terilhami oleh Mitsaq al-Madinah atau “Piagam Madinah” dalam merumuskan NKRI berdasarkan Pancasila. Bahkan dikatakan Pancasila adalah sejiwa dengan Piagam Madinah.

Mbah Achmad menegaskan bahwa menjaga kedaulatan NKRI dan stabilitas nasional bagi umat Islam bukan hanya kewajiban sebagai warga negara, tetapi sekaligus kewajiban agama yang asasi. Perubahan kepemimpinan sebagai bagian dari amanah rakyat, mempunyai tanggung jawab yang sama? yaitu memantapkan stabilitas nasional. Stabilitas nasional adalah kunci kesuksesan pembangunan.

Nalar civil religion yang menginginkan sebuah dialog dengan entitas lain melalui nilai-nilai substansial ketimbang formalitasnya adalah khas Indonesia yang tak terjebak pada teokrasi maupun sekulerisasi. Sehingga nilai substansi Islam dapat terejawantahkan secara dinamis sebagai bukti rahmatan lil ‘alamin.

Penulis adalah Pengurus Lakpesdam NU Bondowoso



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock